.

Rabu, 18 November 2015

ANALISIS SISTEM RANTAI PASOK MINYAK

ANALISIS SISTEM RANTAI PASOK MINYAK

Abstract
PT Pertamina is a large company engaged in oil business, non-fuel, gas, petrochemicals and lubricants both in Indonesia and outside Indonesia. Therefore, special attention should begiven to the supply chain system that applied this company, because taking intoconsideration the supply chain, companies can ensure that the resulting product in goodcondition, transported properly,
and ensure that the resulting product arrives in the hands of consumers by the state good also. Moreover, taking into consideration the supply chain,companies can also improve the efficiency and productivity of the enterprise and can increase customer confidence in the company.

Keywords: supply chain, efficiency, productivity, distribution

Abstrak
PT Pertamina adalah perusahaan besar yang bergerak dalam bisnis minyak , non - BBM , gas , petrokimia dan pelumas baik di Indonesia maupun di luar Indonesia . Oleh karena itu , perhatian khusus harus diberikan kepada sistem rantai pasokan yang diterapkan perusahaan ini , karena mempertimbangkan
pertimbangan rantai pasokan , perusahaan dapat memastikan bahwa produk yang dihasilkan di baik
Kondisi , diangkut dengan benar , dan memastikan bahwa produk yang dihasilkan tiba di tangan konsumen oleh negara baik juga . Selain itu , dengan mempertimbangkan rantai pasokan , perusahaan juga dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas perusahaan dan dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan di perusahaan .

Kata kunci : rantai pasokan , efisiensi , produktivitas , distribusi


BAB I
PENDAHULUAN
Penelitian mengenai supply chain atau rantai pasok seharusnya sudah menjadi fokus perusahaan karena rantai pasok meruapakan urat nadi kelancaran bisnis perusahaan. Hal ini disebabkan karena rantai pasok perusahaan adalah sistem yang menghubungkan antara pemasok, perusahaan, dan pelanggannya. Jika sistem ini tidak dikelola dan diatur dengan baik maka perusahaan akan kalah bersaing dengan perusahaan kompetitornya. Bisnis sektor hulu meliputi kegiatan dibidang-bidang eksplorasi, produksi, serta transmisi minyak dan gas. Untuk mendukung gerak laju kegiatan eksplorasi dan produksi tersebut, Pertamina juga menekuni bisnis jasa teknologi dan pengeboran. Aktivitas lainnya terdiri atas  pengembangan energi panasbumi dan Coal Bed Methane (CBM). Seluruh kegiatan tersebut dilaksanakan di beberapa wilayah di Indonesia dan luar negeri. Hal yang dilakukan ini adalah melihat dan emperlajari mengenai sistem rantai pasok yang ada pada PT Pertamina yang berfokus pada produk bahan bakar Minyak  Premium dan melihat apakah masih terdapat masalah yang dapat mengganggu kelancaran bisnis perusahaan.


BAB II
LANDASAN TEORI
Beberapa contoh strategi dalam pengelolaan rantai pasok.

2.1 Gambaran Umum Rantai Pasok
Saat ini Pertamina sedang berbenah untuk melakukan transformasi di segala bidang, termasuk di fungsi Retail Outlet SPBU. Upaya yang dilakukan dalam perubahan tersebut adalah pemberian
standarisasi pelayanan SPBU Pertamina. Pertamina berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dengan istilah Pertamina Way. Penjabaran Pertamina Way adalah staf, kualitas dan kuantitas, peralatan dan fasilitas, format fisik dan produk dan pelayanan.Kelebihan utama BBM Pertamina adalah adanya jaminan ketersediaan dan supply BBM.
2.2 Perencanaan Agregat Produksi
Dalam memenuhi permintaan yang dihadapi, Pertamina melakukan dapat melakukan Ekspor dan melakukan Impor tergantung permintaan yang dihadaapi. Pertamina harus mengimpor jika kebutuhan dalam negeri tidak dapat dipenuhi, dan sebaliknya akan melakukan ekspor jika produksi mengalami peningkatan setelah kebutuhan dalam negeri terpenuhi. Usaha pengolahan minyak mentah, gas dan intermedia di kilang Pertamina selama tahun2009 sebesar 331,17 juta barel atau meningkat sebesar 2,4% dibandingkan tahun 2008 sebesar 323,34 juta barel. Sebagian besar minyak mentah tersebut berasal dari minyak mentah produksi dalam negeri. Hal ini disebabkan karena menurunnya entitlement yang diperoleh pemerintah terkait dengan pergerakan harga minyak mentah ICP. Peningkatan profitabilitas kilang dilakukan dengan program Operation Performance Improvement (OPI) dan program pengembangan usaha kilang. Penerapan Manajemen Mutu yang dilakukan oleh Pertamina ditekankan pada dimensi pengelolaan bisnis ke depan dengan mengintegrasikan mutu ke dalam proses bisnis perusahaan secara keseluruhan yang akan memberikan implikasi nyata pada praktik pengelolaan bisnis perusahaan yang ditujukan pada peningkatan kualitas produk. Selain itu perbaikan juga ditujukan untuk perbaikan kualitas kerja yang dijalankan perusahaan yang melibatkan seluruh bagian perusahaan.

 2.3 Proses dan Penjadualan produksi
Pada dasarnya kegiatan produksi Pertamina terdiri dari dua sektor, yaitu sektor hulu dan hilir. Kegiatan pada sektor hulu meliputi eksplorasi, eksploitasi berupa pengerukan dan pengeboran minyak mentah dan produksi minyak mentah, gas dan panas bumi. Sedangkan pada sektor Hilir, kegiatannya meliputi bisnis pengolahan dan bisnis pemasaran. Proses awal pada sektor hulu untuk mendapatkan minyak mentah yaitu dilakukan pengerukan atau pengeboran oleh bidang yang kemudian diangkut untuk diolah atau dimasak oleh bagian Refinery Unit (RU) atau Unit Pengelolaan (UP). Konfigurasi kilangnya sendiri terdiri atas Primary Processing Unit, Treating Unit, dan Unit Supporting untuk menghasilkan produk-produk utama kilang antara lain Premium, Mogas, Minyak Tanah, Solar, LPG,Propylene, dan Decan Oil.
2.4. Pengelolaan Pemasok
Pemilihan pemasok perlu dilakukan untuk mendapatkan pemasok yang benar-benar mampu memenuhi kebutuhan perusahaan secara konsisten. Proses pemilihan pemasok dapat dilakukan dengan metode AHP (Analitycal Hyrarchy Process) dengantahapan sebagai berikut :
- Tentukan kriteria-kriteria pemilihan
- Tentukan bobot masing-masing kriteria
- Identifikasi Alternatif (pemasok) yang akan
dievaluasi
- Evaluasi masing-masing alternatif dengan
kriteria diatas
- Hitung nilai bobot masing-masing pemasok
- Urutkan pemasok berdasarkan nilai bobot
tersebut.
                                                     

                                                     
BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

Kesimpulan yang dapat ditarik dari pembahasan yang telah dilakukan adalah :
-       Pertamina telah dapat mengatur rantai pasok pada perusahaannya dengan baik sehingga kelancaran distribusi minyak premium di Indonesia dapat berjalan lancar. -     Pertamina dapat dengan baik melakukan penyelarasan antara pemasok dengan distributor yang dimilikinya karena masih
merupakan bagian dari perusahaan besar PT Pertamina. -       Kapasitas yang dimiliki oleh PT Pertmamina masih belum dapat memenuhi kebutuhan minyak didalam negeri sehingga diperlukan
penambahan kapasitas produksi.

3.2 SARAN

1. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menentu­kan adanya faktor lain yang mempengaruhi pemasok minya tanah.
2. Perlu dilakukan perbai­kan mengenai Kapasitas yang dimiliki oleh PT Pertmamina masih belum dapat memenuhi kebutuhan minyak didalam negeri sehingga diperlukan penambahan kapasitas produksi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.