.

Sabtu, 21 Maret 2020

PERKEMBANGAN DAN RAGAM BAHASA INDONESIA PADA ERA TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI



PERKEMBANGAN DAN RAGAM BAHASA INDONESIA PADA ERA TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI
Oleh : Chelline Jihan Sasmita (J35-CHELLINE)


ABSTRAK

Bahasa itu dinamis, ia berkembang seiring dengan perkembangan peradaban manusia. Hal ini tidak terkecuali pada bahasa Indonesia yang merupakan bahasa nasional dan pemersatu masyarakat Indonesia. Di era Teknologi Informasi dan Komunikasi (Information and Communication Technology) sekarang ini, bahasa ini Indonesia mengalami perkembangan pesat. Perkembangan tersebut memicu perubahan-perubahan fundamental di dalam tubuh bahasa Indonesia yang selain membawa dampak positif juga membawa dampak negatif yang sangat krusial dalam proses pemertahanan eksistensi bahasa Indonesia di masa depan.

KATA KUNCI : Perkembangan, Bahasa Indonesia, Teknologi Informasi dan Komunikasi

PENDAHULUAN

Di era yang sedemikian pesat ini, Teknologi Informasi dan Komunikasi memegang kendali atas peradaban manusia. Dominasi IT pada setiap kehidupan manusia tergambar dalam pola keseharian manusia dewasa ini, seperti penggunaan telepon seluler canggih, sosial media, komputer, browsing, dan sebagainya. Dalam menggunakan berbagai media informasi tersebut, tentu saja bahasa teks masih menjadi fitur standar yang dipakai, meskipun saat ini perlahan fitur tersebut mulai beralih ke bahasa audio. Untuk itulah maka para pengguna teknologi informasi diharuskan menguasai bahasa yang dipakai pada suatu teknologi informasi tersebut, sebab bahasa merupakan penghubung tunggal antara pengguna dengan teknologi informasi yang digunakan.

Berdasarkan pada hal tersebut, bahasa dan Teknologi Informasi dan Komunikasi mengalami perkembangan yang seiringsejalan. Kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi akan berpengaruh langsung pada perkembangan bahasa yang digunakan dalam berinteraksi menggunakan perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi tersebut.

PERMASALAHAN

Kondisi bahasa Indonesia, terutama di era ini mengalami perubahan yang sangat drastis. Terbentuknya masyarakat cyber, serta menjamurnya regulasi atau kebijakan yang dibuat pemerintah untuk membuka ‘jendela global’ melalui Teknologi Informasi dan Komunikasi, secara langsung mengakibatkan terjadinya perubahanperubahan dalam penggunaan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Dampak yang terjadi adalah tergerusnya nilai - nilai sosial dan hilangnya penghargaan terhadap budaya lokal, sebab bahasa Indonesia adalah simbol jati diri bangsa. Hilangnya jati diri bangsa berarti hilangnya masa depan yang berusaha dibangun oleh suatu bangsa. Serta pengaruh kondisi kecanggihan teknologi dari luar yang membawa dampak yang buruk terhadap berkurangnya penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.

PEMBAHASAN

1. Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi

Menurut Haag dan Keen dalam Renol (2010: 38) Teknologi Informasi adalah seperangkat alat yang membantu anda bekerja dengan informasi dan melaksanakan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informasi, ini berlaku juga untuk alat komunikasi. Haag mengklasifikasikan ITC ke dalam dua pengertian dengan aspek yang berbeda, yaitu:
  • Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi.
  • Teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya.
Menurut William (2007), Di awal sejarah manusia bertukar informasi melalui komunikasi, yaitu; bahasa. Dengan demikian, bahasa adalah teknologi. Bahasa memungkinkan seseorang memahami informasi yang disampaikan oleh orang lain tetapi itu tidak bertahan lama karena setelah ucapan selesai, maka informasi yang berada di tangan si penerima akan dilupakan dan tidak bisa tersimpan lama. Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi memasuki babak baru ketika ditemukannya huruf alfabet yang memudahkan cara penyampaian informasi yang lebih efisien dari cara yang sebelumnya. Suatu gambar yang mewakili suatu peristiwa dibuat dengan kombinasi alfabet yang secara lugas menceritakan peristiwa secara lugas dan jelas. Teknologi dengan alfabet ini memudahkan dalam penulisan informasi itu, juga dalam hal berkomunikasi, yakni melalui surat dan lain-lain. Kemudian, teknologi percetakan memungkinkan pengiriman informasi lebih cepat lagi. Teknologi elektronik seperti radio, televisi, komputer mengakibatkan informasi menjadi lebih cepat tersebar di area yang lebih luas dan lebih lama tersimpan.

2. Hubungan Bahasa dan TIK

Bahasa adalah alat penghubung antar manusia. Keraf dalam Smarapradhipa (2005:1), memberikan pengertian bahasa sebagai alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa simbol bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Bahasa adalah alat penghubung dalam komunikasi baik verbal maupun non-verbal yang dilakukan oleh manusia. Setiap negara/kelompok sosial masyarakat dipastikan memiliki bahasanya masing-masing. Tanpa bahasa tentu manusia tidak dapat membangun kehidupan sosialnya.

Perkembangan bahasa dan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam catatan sejarah cenderung menunjukan keterkaitan. Kecenderungan Teknologi Informasi itu menunjukkan bahwa Teknologi Informasi dan Komunikasi sebagai sebuah perangkat (benda) mati yang paling banyak mempengaruhi perkembangan bahasa. Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam perkembangannya berhasil melahirkan kosakata-kosakata baru yang memperkaya khazanah kosakata dan istilah bahasa Indonesia di zaman modern. Contohnya adalah kata/huruf E, Chat, Mobile, Browse, Download, Upload, dan sebagainya yang belakangan muncul dan berkembang menjadi tidak hanya sebatas nama perangkat, tetapi juga dalam komunikasi sehari-hari dengan konteks yang lain. Hal ini kemudian berpengaruh lebih jauh, sebab bahasa tersebut ketika masuk ke suatu negara dianggap sebagai bahasa asing oleh negara konsumen. Akibatnya, negara-negara tersebut membuat terjemahan sendiri atas kosakata dan istilah baru tersebut yang kebanyakan juga adalah kosakata yang belum pernah didengar sebelumnya.

3. Bahasa Indonesia pada Era Teknologi Informasi dan Komunikasi

         Bahasa Indonesia yang dijadikan sebagai bahasa resmi Republik Indonesia dan bahasa persatuan bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia diresmikan penggunaannya setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, tepatnya sehari sesudahnya, bersamaan dengan mulai berlakunya konstitusi. Bahasa Indonesia secara resmi diakui sebagai bahasa nasional pada saat Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928.

          Harus diakui bahwa bahasa Indonesia tidak kebal terhadap pengaruh globalisasi. Hal ini disebabkan oleh perkembangan teknologi yang juga sangat cepat, sehingga komunikasi antar manusia di negara-negara yang terpisah jauh pun dapat dilakukan dengan praktis tanpa perlu memakan waktu lama. Kemudahan ini membuat informasi dapat bergerak dari satu tempat ke tempat lain dengan waktu yang relatif singkat. Percepatan perpindahan informasi ini kemudian juga mempercepat proses keterkaitan dan ketergantungan antarmanusia. Hubungan-hubungan langsung seperti perdagangan pun dipererat dengan adanya berbagai metode untuk berinteraksi, misalnya dengan menggunakan jaringan internet, telepon, atau surat elektronik. Hal-hal tersebut berperan penting dalam menyebarkan informasi ke seluruh dunia dan membentuk masyarakat berbasis internet (internet based society).

4. Dampak Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi Terhadap Bahasa Indonesia

      Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi secara langsung memberikan dampak terhadap penggunaan bahasa Indonesia baik yang bersifat postif maupun negatif.

1.1. Dampak Positif 
  • Meningkatnya pengetahuan masyarakat dunia terhadap bahasa Indonesia dimana menurut catatan Wall Street Journal bahwa jumlah pengguna media sosial Facebook di Indonesia menyentuh angka 59 juta pengguna sedangkan pengguna media sosial Twitter di Indonesia adalah 50 juta pengguna. Ini tentu berpengaruh 156 secara signifikan pada meningkatnya pengetahuan masyarakat dunia terhadap masyarakat dan bahasa Indonesia.
  • Meningkatnya produksi buku-buku terjemahan ke dalam bahasa Indonesia. Banyaknya buku terjemahan ini selain sebagai pengayaan literature juga merupakan sebuah media pembauran kesusasteraan antar bangsa.
  • Bertambahnya kosakata dalam Bahasa Indonesia.
  • Bahasa Indonesia sebagai kandidat bahasa Internasional.
1.2. Dampak Negatif 
  • Tidak lagi menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, salah satu contoh adalah penggunaan media sosial oleh remaja yang cenderung menggunakan bahasa gaul di media sosial dari pada bahasa Indonesia yang baik dan benar.
  • Tergerusnya budaya asli Indonesia Masyarakat global yang lebih terbuka menawarkan budaya baru yang lebih mudah dipilih oleh generasi muda.
  • Campur Kode Banyak masyarakat lebih bangga menggunakan istilah asing atau mencampur bahasa Indonesia dengan bahasa asing baik secara lisan maupun tulisan.
5. Perubahan Bahasa Indonesia di Era TIK

           Pergeseran atau perubahan bahasa sebenarnya telah ada sejak bahasa-bahasa itu mulai mengadakan kontak dengan bahasa lainnya (Grosjean 1982). Kontak antar dua suku atau suku bangsa yang masing-masing membawa bahasanya sendiri-sendiri lambat laun mengakibtakan terjadinya persaingan kebahasaan. Pada umumnya, di dalam persaingan kebahasaan terjadi fenomenafenomena kebahasaan yang diawali dengan kedwibahsaan, diglosia, alih kode/campur kode, interferensi, dan akhirnya permertahanan dan pergeseran bahasa. Jika satu bahasa lebih dominan, lebih berprestise, atau lebih modern atau bahkan mungkin lebih “superior” daripada bahasa lain, bahasa tersebut dipastikan dapat bertahan, sedangkan lainnya dalam beberapa generasi akan ditinggalkan oleh penuturnya.
Dewasa ini bahasa asing lebih sering digunakan daripada bahasa Indonesia hampir di semua sektor kehidupan. Sebagai contoh, masyarakat Indonesia lebih sering menempel ungkapan “No Smoking” daripada “Dilarang Merokok”, “Stop” untuk “berhenti”, “Exit” untuk “keluar”, “Open House” untuk penerimaan tamu di rumah pada saat lebaran, dan masih banyak contoh lain.

        Di dalam pergaulan di media, baik itu media sosial, layanan pesan, atau mailing, pengguna dari Indonesia lebih cenderung menggunakan kata / kalimat gaul yang lebih mudah ditulis dan dicerna menurut mereka, disamping itu juga menggunakan simbol-simbol yang secara frontal menyebabkan berubahnya penggunaan bahasa Indonesia secara brutal. Contohnya adalah mereka lebih suka menulis; t4 untuk Tempat, q untuk Aku, g untuk Nggak, Lw untuk Kalau, dan masih banyak lagi yang lainnya.

        Perubahan ini oleh Grosjean (1982:107) disebut sebagai persoalan yang diakibatkan oleh lima faktor: sosial, sikap, pemakaian, bahasa, kebijakan pemerintah, dan faktorfaktor lain. Adanya pola-pola sosial dan budaya yang beragam dalam suatu masyarakat ikut menentukan identitas sosial dan keanggotaan kelompok sosialnya, faktorfaktor sosial itu meliputi status sosial, kedudukan sosial ekonomi, umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan atau jabatan, serta keanggotaan seseorang dalam suatu jaringan sosial.

KESIMPULAN

Kehadiran Teknologi Informasi dan Komunikasi secara langsung dapat mempermudah manusia dalam membangun interaksi antar sesamanya, interaksi tersebut bahkan bisa dibangun menembus ruang dan waktu. Tetapi di sisi yang lain pola interaksi tersebut dapat menyebabkan perubahanperubahan yang secara fundamental mempengaruhi jati diri darin suatu kelompok manusia. Bangsa Indonesia dengan bahasa Indonesia sebagai identitas diri adalah salah-satu yang turut dipengaruhi oleh kehadiran Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Perubahan yang terjadi pada bahasa Indonesia dalam kaitannya dengan pesatnya perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah perubahan fundamental yang meliputi keberlangsungan penggunaan bahasa Indonesia di dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, perubahan-perubahan menuju kearah yang negatif harus segera diantisipasi dengan merevitalisasi kembali pendidikan, terutama yang menyangkut penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Selain itu berbagai kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, seharusnya bisa 158 dimanfaatkan dalam upaya mempertahankan bahasa Indonesia

         Menurut Indrajut (2004), fungsi teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan dapat dibagi menjadi tujuh fungsi, yakni:

a.       sebagai gudang ilmu,
b.       sebagai alat bantu pembelajaran,
c.       sebagai fasilitas pendidikan,
d.       sebagai standar kompetensi,
e.       sebagai penunjang administrasi,
f.        sebagai alat bantu manajemen sekolah, dan
g.      sebagai infrastruktur pendidikan

DAFTAR PUSTAKA

Kridalaksana H. 1991. Pendekatan tentang Pendekatan Historis dalam Kajian Bahasa Melayu dan Bahasa Indonesia. Dalam Kridalaksana H. (penyunting). Masa Lampau bahasa Indonesia: Sebuah Bunga Rampai. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

Rusyana, Yus. 1984. Bahasa dan Sastra dalam Gamitan Pendidikan: Himpunan Bahasa. Semarang: Penerbit Diponegoro.

Setiadi, Julianto Arief dkk. 2009. Teknologi Informasi dan Komunikasi. Jakarta: Ristek.

Sugono, Dendy. 1994. Berbahasa Indonesia dengan Benar. Jakarta: Puspa Swara.

1 komentar:

  1. keren, permasalahan bisa dimasukin ke pendahuluan tuh hehehe

    BalasHapus

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.