Tampilkan postingan dengan label @B09-YUSUF. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @B09-YUSUF. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 14 Januari 2017
MIND MAP LAPORAN KERJA PRAKTEK EFISIENSI BIAYA
Lokasi Praktik :
Jl Rawa Gelam V No 1
Kawasan Industri Pulogadung – Jakarta
Waktu Pelaksanaan
1 September s/d 10 November 2016
Jl Rawa Gelam V No 1
Kawasan Industri Pulogadung – Jakarta
Waktu Pelaksanaan
1 September s/d 10 November 2016
Sabtu, 08 Oktober 2016
ATURAN SEPULUH RIBU JAM
Sabtu, 01 Oktober 2016
USULAN PENGENDALIAN KUALITAS DENGAN ESTIMASI TINGKAT KEGAGALAN PROSES (DPMO)
USULAN PENGENDALIAN KUALITAS DENGAN ESTIMASI TINGKAT
KEGAGALAN PROSES (DPMO)
Penulis:
Budi Aribowo merupakan salah satu Staf Pengajar Jurusan
Teknik Industri, Fakultas Teknik, UBiNus, Jakarta
Nama Jurnal : Industrial and
Systems Engineering Assessment Journal (INASEA), Vol 5, No 2 (2004): INASEA
Vol. 05 No. 2
Link Jurnal : http://id.portalgaruda.org/index.php?ref=browse&mod=viewarticle&article=202245
Latar Belakang Masalah
Dalam dunia industri, kualitas
barang yang dihasilkan merupakan factor yang sangat penting dan merupakan
faktor kunci yang membawa keberhasilan bisnis dan peningkatan posisi bersaing.
Perhatian penuh terhadap kualitas akan memberikan dampak langsung kepada
perusahaan berupa kepuasan pelanggan. Industri yang menghasilkan barang dan
jasa harus dapat menghasilkan suatu produk yang dapat diterima oleh pembeli
atau konsumen. Penggunaan peta kendali Shewhart dalam rangka pengendalian mutu
secara statistik sudah merupakan suatu tradisi yang turun menurun di dalam
dunia industri, khususnya pada Industri Manufaktur Jepang.
Masalah/ Pertanyaan Penelitian
Peta kendali Shewhart atau yang biasa dikenal dengan
Statistical Process Control (SPC) secara umum dibagi menjadi dua bagian, yaitu
peta kendali variabel dan peta kendali atribut. Aturan dasar peta kendali itu
adalah “variasi penyebab umum seharusnya ditinggalkan pada proses jangka
panjang, tetapi penyebab khusus variasi seharusnya diidentifikasikan dan
dihapuskan” (Pyzdek, 2002:334). Peta kendali yang dikembangkan oleh Shewhart
menawarkan solusi atas variabilitas produk ketika sedang diproses karena
diketahui secara umum bahwa yang namanya variabilitas merupakan suatu penyakit
yang paling parah pada dunia mutu dan musuh yang berbahaya bagi pelaku
pemasaran. Oleh karena itu, pada akhirnya tentu saja harus dicari penyebabnya,
baik penyebab secara umum maupun secara khusus sehingga proses produksi dapat
terkendali secara statistik.
Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan sebuah metode
baru dalam pengendalian mutu yang lebih sederhana. Untuk itu diusulkanlah suatu
pendekatan metode pengendalian mutu dengan nilai DPMO (Defect Per Millions)
Metode
DPMO (Defect Per Millions)
Kegagalan suatu proses dapat diperkirakan melalui batas luar
titik toleransi maksimum dan minimum suatu produk menggunakan distribusi
normal. Peluang total yang dihasilkan pada distribusi normal di luar titik
toleransinya dikalikan dengan satu juta maka didapatkanlah nilai DPMO. DPMO
dapat didefinisikan sebagai tingkat kegagalan proses per satu juta produk.
Untuk prosedur perhitungan DPMO, diperlukan sejumlah sampel data yang dapat mewakili
populasi produk secara keseluruhan serta jumlah sampel yang memadai karena
dibutuhkan suatu distribusi normal sampel data sebagaimana diasumsikan populasinya
pun berdistribusi normal.
Hasil Penelitian
Untuk membuat peta kendali DPMO, dibutuhkan nilai threshold
terhadap batas maksimum DPMO. Nilai threshold yang dibutuhkan dapat ditentukan
melalui Gugus Kendali Mutu (GKM). Bahkan, jika konsep Kaizen atau continous
improvement diterapkan, nilai batas maksimum DPMO dapat ditekan hingga ke
posisi minimum semisal six sigma. Berikut merupakan simulasi tingkat DPMO berdasarkan tingkat rata–rata dan
simpangan baku untuk produk dengan toleransi maksimum 205 cm dan toleransi
minimum 195 dengan asumsi jumlah sampel yang diambil adalah 30.
Table Peluang Deformasi.
Besarnya tingkat DPMO tersebut merupakan hasil simulasi dan
tentu saja tidak pernah ada suatu industri menginginkan tingkat deformasi
produk hingga 50%.
Dari simulasi yang telah dikomputasi tersebut, misalnya
ditentukan nilai threshold DPMOnya adalah 500000 maka didapatkan grafik
kendalinya sebagai berikut.
Review/ Komentar
Dalam artikel ini hanya diusulkan sebuah pengendalian
kualitas alternatif yang fungsinya hampir sama dengan peta kendali yang telah
dikenal masyarakat industri tersebut namun peta kendali yang diusulkan
menawarkan sebuah pendekatan baru, yaitu menggunakan nilai DPMO. Tampilan peta
kendali DPMO beserta usulan pengambilan produk secara acak tidak terlepas dari
variabel rata–rata maupun variabel variannya. Sama seperti peta kendali
sebelumnya tetapi diharapkan efek psikologis dari tampilan tersebut memberikan
suatu tindakan yang tepat dan cepat karena dengan mengetahui tingkat DPMO
secara langsung, akan dapat mengestimasi biaya kualitas yang harus dikeluarkan
oleh perusahaan.
Abstrak Jurnal
Artikel membahas pengendalian kualitas alternatif yang fungsinya
hampir sama dengan peta kendali yang telah dikenal masyarakat industri namun
peta kendali yang diusulkan menawarkan sebuah pendekatan baru, yaitu
menggunakan nilai DPMO (Defect Per Millions). Prosedur dan tampilan DPMO serta
grafik kontrol yang diusulkan diharapkan menjadi suplemen bagi peta kendali
yang telah ada sehingga tindakan yang perlu diambil dapat dilakukan sejak dini
dan perusahaan dapat mengestimasi biaya kualitas yang harus dikeluarkan.
Daftar Pustaka
Grant, Eugene L. dan Richard S. Leavenworth. 1988.
Pengendalian Mutu Statistis.
Jakarta: Erlangga.
Jewell, L. N. dan Marc Siegall. 1998. Psikologi Industri
Modern. cetakan kesatu, Jakarta:
Arcan.
Pyzdek, Thomas. 2002. The Six Sigma Hand Book. Jakarta:
Salemba Empat.
Sugiyono. 2001. Metode Penelitian Bisnis. Bandung: CV
Alfabeta.
Walpole, Ronald E. Pengantar Statistika. 1995. Jakarta:
Gramedia Pustaka Utama.
Sabtu, 24 September 2016
The Basic Quality Improvement Tools
Kata Kunci : Pengendalian Kualitas, 7 QC Tools, QCC
Pendahuluan
Kualitas,
Apa itu Kualitas? Sering kita mendengar kata kualitas namun belum tentu kita
tahu arti kata ini.
Sabtu, 17 September 2016
Resensi Buku "8 REVOLUSI SIKAP MENJADI ENTREPRENEUR"
Disususn Oleh : Yusuf Affandi
Menjadi wirausaha atau entrepenuer sukses sepertinya adalah
damban setiap orang, baik itu wirausahawan sendiri, karyawan atau bahkan
pengangguran. Nah, bagaimana caranya menjadi entrepreneur yang kaya dan sukses?
Dengan membaca buku ini berarti Saya ataupun Anda para
pembaca , baru saja mangambil sebuah revolusi langkah pertama dalam kehidupan
untuk menuju jalan pemikiran bahwa Kita dapat menjadi pribadi yang kaya.
Menjadi pribadi yang kaya bukanlah tujuan yang dapat dicapai dalam proses
semalam, namun tidak berarti hal itu tidak dapat dicapai.
Memang usaha yang paling baik untuk dapat menjadi seorang yang kaya harus melalui berbagai usaha sendiri. Ada tiga cara menjadi kaya, yakni mewarisi uang, menikahi uang, dan menghasilkan uang. Mungkin kita semua berfikir bahwa ketiganya bergantung pada keberuntungan. Namun hal yang dibutuhkan untuk menjadi kaya adalah keterampilan yang tepat, nilai dan penerapan pemikiran tertentu yang secara khusus dapat menempatkan diri kita dalam posisi yang cukup baik untuk menjadi kaya.
Memang usaha yang paling baik untuk dapat menjadi seorang yang kaya harus melalui berbagai usaha sendiri. Ada tiga cara menjadi kaya, yakni mewarisi uang, menikahi uang, dan menghasilkan uang. Mungkin kita semua berfikir bahwa ketiganya bergantung pada keberuntungan. Namun hal yang dibutuhkan untuk menjadi kaya adalah keterampilan yang tepat, nilai dan penerapan pemikiran tertentu yang secara khusus dapat menempatkan diri kita dalam posisi yang cukup baik untuk menjadi kaya.
Akan tetapi, bagaimana kita mengetahui bahwa ada suatu
rumusan baku untuk menjadi kaya? Di dalam buku ini kita dapat belajar bersama
sama bagaimana seorang yang tidak memiliki pendidikan formal tinggi, tetapi
sukse dalam hidup. Kenyataan mengajarkan bahwa ilmu bisa diperoleh dimana pun
tanpa harus menempuh pendidikan formal. Kenyataan berbicara bahwa ilmu di
sekolah kehidupan adalah guru yang paling pintar.
Namun, bukan berarti setelah membaca buku ini Anda lalu
dapat menjadi pribadi yang kaya, karena menjadi seorang pribadi yang kaya harus
melalui banyak langkah disiplin diri, dan revolusi sikap yang terus-menerus. Buku
ini merupakan langkah pertama Anda dalam membuka suatu revolusi sikap mental
dan pikiran yang pada akhirnya membawa Anda menjadi pribadi yang kaya, dan
dapat mengembangkan kekuatan di dalam diri sendiri yang tanpa batas.
Dibagi 3 bagian, dengan bagian pertama tentang 8 revolusi
sikap :
Revolusi Sikap 1
: Berani Mencoba,
Revolusi Sikap 2 : Sikap Anda terhadap Uang,
Revolusi Sikap 3 : Mematahkan MITOS,
Revolusi Sikap 4 : Kekuatan dalam sebuah Kegagalan,
Revolusi Sikap 5 : Miliki Motivasi Diri,
Revolusi Sikap 6 : Deklarasi Sikap dengan Perkataan,
Revolusi Sikap 7 : Sadar Akan Kelemahan Diri,
Revolusi Sikap 8 : Konsisten dan Action.
Revolusi Sikap 2 : Sikap Anda terhadap Uang,
Revolusi Sikap 3 : Mematahkan MITOS,
Revolusi Sikap 4 : Kekuatan dalam sebuah Kegagalan,
Revolusi Sikap 5 : Miliki Motivasi Diri,
Revolusi Sikap 6 : Deklarasi Sikap dengan Perkataan,
Revolusi Sikap 7 : Sadar Akan Kelemahan Diri,
Revolusi Sikap 8 : Konsisten dan Action.
Bagian kedua dan ketiga lebih menyoroti peluang usaha jika
ingin berwirausaha dan profil orang-orang sukses.
Kesimpulan
Semua orang tentunya ingin berhasil, tetapi juga jangan lupa kepada sang pembuat tersebut yaitu Tuhan sang pencipta. Kesuksesan sejati kita hanya dapat saaat kita intim dengan Tuhan dan kita mulai mengubah mental block Hitam dalam otak dan pikiran kita.
1. Berharaplah untuk gagal, setidaknya sekali belajarlah dari kesalahan anda.
2. Percayalah bahwa anda bisa melakukannya dan anda telah setengah jalan menuju kesana.
3. Dorongan dan Ambisi sangat penting untuk anda.
4. kembangkan sikap seimbang dalam hidup dan membangun spiritualismeyang kuat dengan Tuhan, yang menciptakan kekayaan itu sendiri.
Sumber Buku :
Oleh : Dion Alexander Nugraha
Penerbit : PT Elex Media Komputindo
Anggota IKAPI, Jakarta
Penerbit : PT Elex Media Komputindo
Anggota IKAPI, Jakarta
Sabtu, 10 September 2016
Krisis Energi Listrik, Ayo Hemat Energi
Oleh : Yusuf Affandi
Dewasa ini listrik
dianggap sebagai salah satu kebutuhan pokok bagi umat manusia seiring dengan
pertumbuhan ekonomi yang kuat dan cepat,
Langganan:
Postingan (Atom)
