.

Jumat, 08 Mei 2020

MUTU PENDIDIKAN DI INDONESIA YANG BERPERAN DALAM MENINGKATKAN DAYA SAING BANGSA


     Mutu pendidikan merupakan hal penting dalam meningkatkan daya saing bangsa. Mutu pendidikan harus sejalan dengan berkembangnya teknologi dan ilmu pengetahuan, sosial dan budaya. Mutu pendidikan di Indonesia saat ini, masih tergolong rendah dibandingkan dengan negara tetangga. Perlunya peningkatan fasilitas, sarana dan prasarana agar siswa dapat meningkatkan minat dan semangta dalam belajar, sehingga potensi yang dimiliki siswa tersalurkan dan dikembangkan dengan baik.

Mempelajari Program dalam Desain Untuk Bersaing di Indudtri Kreatif

Pendidikan desain grafis di Indonesia merupakan sesuatu yang sangat banyak diminati oleh banyak orang. Banyak sekolah menengah yang menyediakan jurusan multimedia atau desain grafis. Dan jika kita melihat universitas yang ada banyak diantaranya yang menyediakan jurusan desain. Biasanya jurusan yang terdapat pada universitas yang menyediakan jurusan desain memiliki beberapa sub bidang desain yaitu desain produk, desain komunikasi visual, desain interior, desain fashion, dan seni rupa. Kesemua jurusan ini merupakan jurusan yang banyak peminatnya di Indonesia.

Perbaikan Pendidikan untuk Kemajuan Bangsa



Di era Revolusi Industri 4.0 seperti saat ini dimana peran teknologi sangat signifikan untuk kemajuan suatu negara. Pendidikan merupakan suatu kunci dari kemajuan suatu negara, hal tersebut yang mendorong suatu negara berjuang sangat gigih demi memajukan pendidikan di negaranya.

Kamis, 07 Mei 2020

Ber-Daya dan Ber-Kualitas


Pendidikan nasional indonesia cenderung masih terbelakang dibandingkan pendidikan negara-negara lain bahkan negara tetangga kita sekalipun. Banyak lulusan sekolah formal tidak mengerti terhadap materi pembelajaran yang telah diberikan oleh guru-guru mereka saat bersekolah dulu.

PENDIDIKAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL SEBAGAI DAYA SAING BANGSA

Oleh : Chelline Jihan Sasmita (J35-CHELLINE)


ABSTRAK

Pendidikan merupakan usaha yang disengaja dan terencana untuk membantu perkembangan dan potensi kemampuan individu agar bermanfaat bagi kepentingan hidupnya baik sebagai individu maupun dalam anggota masyarakat.

Peran yang Kurang Dimaksimalkan dalam Pendidikan Wajib


Pendidikan wajib adalah pendidikan yang ditempuh pelajar melalui program wajib belajar 12 tahun. Program ini mewajibkan setiap warga negara Indonesia untuk bersekolah selama 12 tahun pada pendidikan dasar dan menengah, yaitu dari tingkat kelas 1 Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibtidaiyah (MI) hingga kelas 12 Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Madrasah Aliyah (MA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) atau Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) (Puan Maharani, 2015).

FUNGSI DAN TUJUAN PENDIDIKAN UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING BANGSA


Abstrak

Dari berbagai perrspektif tentang fungsi dan tujuan pendidikan telah jelas terlihat bahwa pendidikan di pendidikan berupaya untuk menciptakan bangsa yang cakap, beriman, bertaqwa kepada Tuhan serta memilki pengetahuan yang baik dan wawasan kebangsaan.

Investasi Pendidikan Technopreneurship sebagai Daya Saing Bangsa


                                              Oleh : @J07-FARROSZY


Abstrak

Pendidikan menduduki posisi utama dalam sebuah pembangunan karena sasarannya adalah peningkatan kualitas sumberdaya manusia, oleh sebab itu pendidikan juga merupakan alur tengah dari seluruh sektor pembangunan.

Pendidikan dan degradasi moral pemuda


Oleh : Muhammad Zainal Abidin (@j18-ZAINAL)


Pendidikan adalah bagaimana manusia membangun peradaban menjadi lebih baik.pendidikan dapat menjadi ketahanan berbangsa dan bernegara oleh karena itu pemerintah indonesia mewajibkan pendidikan 9 tahun untuk seluruh masyarakat dikarenakan pendidikan kunci utama kemajuan suatu bangsa bernegara.

Pentingnya Pendidikan Karakter Untuk Kemajuan Bangsa



@J27-KHALIL, Quiz 09  

Pembahasan
Pendidikan karakter adalah pendidikan yang sangat penting bagi kita terutama bagi anak-anak yang masih dalam dunia pendidikan, karena pendidikan karakter dalam dunia pendidikan ini dijadikan sebagai wadah atau proses untuk membentuk pribadi anak agar menjadi pribadi yang baik.

Peningkatan Akses Mengenyam Pendidikan Tinggi Upaya Menguatkan Kualitas SDM Indonesia untuk Mendorong Daya Saing Bangsa


Oleh: Rifaldi Panjaitan (@J11-RIFALDI)


ABSTRAK

Pendidikan menjadi penting karena efek yang dihasilkan akan mendorong sumber daya manusia tersebut menjadi ujung tombak peradaban suatu bangsa (Wirawan, 2019). Peran pendidikan, terutama pendidikan tinggi, akan sangat membantu pemerintah sebagai strategi jitu untuk meningkatkan daya saing manusia Indonesia dalam menghadapi pola pendidik baru dan arus globalisasi (Sulisworo, 2016).

PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR MENINGKATKAN DAYA SAING BANGSA DITENGAH PERSAINGAN GLOBAL


ABSTRAK

Dalam ekonomi dunia yang global, daya saing menjadi sangat penting untuk memastikan bahwa Indonesia dapat berperan aktif dan mengambil keuntungan dari perdagangan internasional. Tanpa daya saing, Indonesia hanya akan menjadi konsumen atau pasar dari berbagai barang dan jasa negara lain yang lebih kompetitif (dari sisi mutu dan harga).

Rabu, 06 Mei 2020

REORIENTASI PENDIDIKAN NASIONAL DALAM MENYIAPKAN DAYA SAING BANGSA


Abstrak

Artikel ini mencoba menjelaskan strategi pendidikan nasional dalam menghadapi tantangan-tantangan globalisasi. Globalisasi telah mengubah mindset para pengambil kebijakan di negara-negara maju di kawasan Asia Timur untuk merubah sistem and tata kelola pendidikan mereka melalui desentralisasi, marketisasi dan internasionalisasi untuk meningkatkan daya saing pendidikan mereka. Para pembuat kebijakan di Indonesia harus mereformasi sistem dan tata kelola pendidikan dalam hal regulasi, aturan dan pembiayaan. Ada tiga langkah yang harus diambil untuk mengatasi problem pendidikan nasional: (1) meninjau kembali dan memperbaharui kerangka legal pendidikan nasional yang lama; (2) meningkatkan proses pendidikan yang mampu memperkuat keterampilan mengajar dan pembelajaran para pendidik, dan (3) membangun budaya kewargaan dan mengembangkan kesadaran belajar masyarakat.
Kata Kunci: pendidikan nasional, daya saing negara, sistem dan tata kelola pendidikan


PENDAHULUAN
Salah satu topik yang menarik dan tidak pernah usang adalah pembicaraan mengenai pendidikan. Pendidikan ada seiring dengan adanya penciptaan manusia. Pendidikan bukan hanya memiliki dasar filosofis dan menjadi obyek kajian ilmu tetapi juga memiliki nilai praksis yang sangat penting bagi upaya regenerasi umat manusia. Pendidikan merupakan wahana untuk melahirkan generasi penerus dan menjadi kunci bagi kelangsungan suatu bangsa. Pendidikan telah diakui sebagai medium penting bagi suatu negara dalam membentuk karakter bangsa sekaligus mencirikan kualitas bangsa tersebut.
Berdasarkan pengalaman negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Inggris, Belgia, Jerman dan Finlandia, untuk memajukan negara, diperlukan reformasi melalui bidang pendidikan. Demikian halnya yang dilakukan oleh negara-negara Asia Timur, seperti Hong Kong, China, Singapura, Taiwan, Korea Selatan, dan Jepang. Negara-negara tersebut melakukan kebijakan penting dalam rangka menghadapi tantangan sekaligus peluang yang dihadirkan oleh globalisasi dengan memperkuat daya saingnya secara internal dan eksternal, yaitu mereformasi sistem pendidikan dan mengubah pengelolaan pendidikan (Mok, dkk., 2005).
Sementara itu dalam konteks keindonesiaan, dapat dikatakan bahwa sejak krisis keuangan yang menimpa Indonesia sampai sekarang, bangsa Indonesia masih berjuang untuk membangun sikap dan mental budaya masyarakat untuk memiliki daya saing. Menurut Ali (2014:1), lahirnya reformasi di Indonesia sejak tahun 1998 telah membangkitkan kembali harapan masyarakat tentang pembangunan nasional untuk menuju bangsa Indonesia yang mandiri, maju, makmur dan berdaya saing tinggi. Mandiri berarti mampu mewujudkan kehidupan sejajar dan sederajat dengan bangsa lain dengan mengandalkan pada kemampuan dan kekuatan sendiri. Maju bermakna tingkat kemakmuran yang juga tinggi disertai dengan sistem dan kelembagaan politik dan hukum yang mantap. Adil berarti tidak ada pembatasan/diskriminasi dalam bentuk apapun, baik antar individu, gender, maupun wilayah. Makmur berarti seluruh kebutuhan hidup masyarakat Indonesia telah terpenuhi sehingga dapat memberikan makna dan arti penting bagi bangsa-bangsa lain (Kementrian PPN/Bappenas, 2014:1)


PEMBAHASAN
Setelah   mencermati   beberapa   pengalaman   negara-negara maju dalam melakukan upaya melakukan reformasi pendidikan dan pengelolaan sistem pendidikan maka menurut penulis sudah selayaknya apabila bangsa Indonesia melalui pemerintah meninjau kembali sistem pendidikan nasional. Peninjauan ini  bukan  berarti  harus  merubah  total sistem pendidikan nasional, tetapi meninjau kembali beberapa konsep yang kurang relevan dengan tuntutan perubahan global, khususnya yang terkait substansi pendidikan dan model pengelolaannya. Penguatan kembali “core pendidikan” sesuai kultur bangsa Indonesia nampaknya perlu mendapatkan prioritas. Menurut Nuryanta (2014), beberapa nilai inti (core values) pendidikan nasional adalah nilai keagamaan, keadilan, kebebasan, persamaan, cinta tanah air, kesesuaian, kemerdekaan, kebudayaan, kemanusiaan, kekeluargaan, gotong royong, keramah tamahan, kedisiplinan, menghargai perbedaan, negara maritim dan kewarganegaraan yang harus ditumbuhkan sejak awal pendidikan, khususnya mulai dari pendidikan pra-sekolah.
Konsep Negara Maritim yang diprioritaskan oleh Presiden Joko Widodo perlu mendapat perhatian serius. Kalau pada konsep sebelumnya “laut” adalah “pemisah” antar pulau, maka sekarang konsep tersebut telah berubah menjadi “pemersatu” antar pulau. Konsep ini memerlukan perubahan mindset seluruh warga negara. Masyarakat harus dipahamkan bahwa laut bukanlah halangan akan tetapi menjadi wahana transportasi untuk negara maritim, terutama beberapa tahun ke depan yang sangat mungkin menggantikan transportasi darat. Perubahan mindset ini harus mulai disebarluaskan kepada masyarakat melalui pendidikan. Konsekuensi logisnya adalah masyarakat Indonesia tidak boleh lagi takut “laut”. Maka pembelajaran renang perlu dimasukkan ke dalam kurikulum, bahkan perlu diwajibkan. Hal ini sejalan dengan ajaran Rasulullah SAW, bahwa renang adalah salah satu materi pelajaran yang wajib diberikan kepada peserta didik, sebagaimana sabda Beliau: ajarilah anak-anakmu memanah, berkuda dan berenang (HR. Ath-Thawawi).
Sementara itu, konsep sekolah pemikiran (thinking school) yang dikembangkan oleh pemerintah Singapura dalam menghasilkan peserta didik yang kritis, kreatif dan inovatif perlu digalakkan dalam pendidikan di Indonesia. Kalau di Indonesia ada LEMHANAS yang dijadikan sebagai pendidikan yang strategis dan mendidik kalangan elit politik minoritas (legislatif, eksekutif, pimpinan perguruan tinggi,  militer) maka model ini dapat diadopsi tetapi pesertanya harus diperluas. Pola pendidikan di LEMHANAS harus dibangun  untuk  generasi  muda  yang potensial sehingga menjaring banyak peserta didik potensial yang diperlukan dalam mendukung proses pembangunan bangsa. Alasan ini untuk mengatasi kenyataan bahwa berdasarkan laporan Kementrian Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional tahun 2014, masih terdapat 2,1% anak usia 7-12 tahun dan 10,5% anak usia 13-15 tahun yang tidak sekolah pada tahun 2012. Sebagian besar anak usia 13-15 tahun yang tidak sekolah adalah lulusan SD/MI yang tidak melanjutkan ke jenjang SMP/MTs (Kementrian PPN/Bappenas, 2014: 6).
KESIMPULAN
Setelah mencermati, membahas dan menganalisis pendidikan nasional maka penulis menyimpulkan sebagai berikut:
a.     Sistem pendidikan nasional yang bersumber pada UU No Tahun 2003 belum mampu menghasilkan sumber daya manusia sesuai dengan tujuannya. Oleh karena itu perlu ditinjau kembali dan bahkan direformasi untuk memperkuat daya saing manusia Indonesia.
b.     Proses pendidikan diperbaiki  dengan  perbaikan  pendidikan  guru atau pendidik yang mampu memahami proses pendidikan dari sisi folosofis, epistimologis maupun praksis. Pengajaran dan pembelajaran ditempuh dengan metode yang dialogis, interaktif dan komunikatif.
c.     Reformasi budaya dan menumbuh kembangkan kesadaran belajar warga negara Indonesia adalah solusi terhadap berbagai faktor yang mempengaruhi pendidikan nasional.


DAFTAR PUSTAKA

Mok, Ka Ho. 2006. Education Reform and Education Policy in East Asia. New York: Routledge: Taylor & Francis Group
Kementrian PPN/Bappenas.2014.Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019: Buku I Agenda Pembangunan Nasional. Jakarta: Kementrian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Bapan Perencanan Pembangunan Nasional.
Kementrian PPN/Bappenas. 2014. Rencana Teknokratik RPJM 2015- 2019 Sub Bidang Pendidikan. Jakarta: Kementrian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bapan Perencanan Pembangunan Nasional.
Ali, Muhammad. 2014. Pendidikan Untuk Pembangunan Nasional: Menuju Bangsa Indonesia yang Mandiri dan Berdaya Saing Tinggi. Edisi Kedua. Bandung: PT. Imperial Bhakti Utama

Proses Pembelajaran untuk Peningkatan Kualitas SDM, Pendidikan Nasional, dan Daya Saing Bangsa


Proses Pembelajaran untuk Peningkatan Kualitas SDM, Pendidikan Nasional, dan Daya Saing Bangsa

(Oleh: @J04_NIDA)


Sumber : Putri Lestari (12010110084)                

Abstrak
Suroso (2003:212) yang mengutip dari laporan Darmono (1996) bahwa dari 3300 jurnal ilmiah dari beberapa negara yang tercakup dalam Science Citation Index (SCI), sumbangan ilmuwan Indonesia dalam pengembangan iptek dunia hanya 0,12% masih di bawah negara tetangga seperti Filipina 0,35% dan Singapura 0,179%.
Kualitas sumber daya manusia Indonesia yang diukur dari Human Development Index juga belum menggembirakan. Pada tahun 2019 Indonesia menduduki rangking 111 dari 183 negara di bawah Singapore (9), Brunei Darussalam (43), Malaysia (61), dan Philippines (106). Kualitas sumber daya manusia Indonesia dalam bidang kemajuan IPTEK juga masih sedikit dan belum menggembirakan jika dibandingan dengan amoral, korupsi, dan kejahatan yang jumlahnya lebih besar.
Mohammad Ali (2009) Pembangunan sumber daya manusia memiliki peran yang sangat penting dalam mewujudkan manusia Indonesia yang maju dan mandiri sehingga mampu berdaya saing dalam era globalisasi. Dalam kaitan itu, pembangunan sumber daya manusia diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang ditandai dengan meningkatnya Human Development Index dan Indeks Pembangunan Gender (IPG).
Kata kunci : Kualitas SDM, Pendidikan nasional , Daya saing bangsa.


Pembahasan
Dari data Human Developmen Index pada tahun 2019 tersebut dapat disimpulkan bahwa kualitas pendidikan nasional di Indonesia masih memperhatinkan karena pendidikan nasional merupakan salah faktor dalam pengingkatan sumber daya manusia, walaupun banyak sekali upaya yang telah dilakukan pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional seperti beberapa penggantian kurikulum dan sistem pembelajaran, perubahan manajemen pembelajaran, bahkan penggantian UU sistem pendidikan nasional. Namun, upaya yang dilakukan pemerintah tersebut nampaknya belum memberikan hasil yang menggembirakan.
Komponen terpenting dalam proses pembelajaran adalah guru. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang akan berujung pada peningkatakan kualitas pendidikan maka mutu guru yang harus dibenahi. Sumarsono (2003:19) menyatakan bahwa guru memang harus dibantu dari segi kognisi dan kesadaran untuk mengerti isi perubahan dan menyadari bahwa perubahan itu memang perlu. Sikap moral untuk mau berubah harus dibangun; sikap sebagai tukang yang pasif dan menanti diubah menjadi sikap professional yang harus aktif, proaktif, kreatif, penuh inisiatif dan kritis. Oleh karena itu untuk meningkatkan kualitas pembelajaran maka perlu dilakukan berbagai upaya peningkatan kualitas mengajar dosen/guru.
Beberapa upaya peningkatan kualitas pendidikan nasional  yang mungkin dapat diterapkan :
1.      Menaikan upah dan gaji guru/dosen,
2.      Pelatihan dan sarana
3.      Memberikan gambaran dan membandingan dengan tenaga guru/dosen  internasional
4.   Mereformasi sistem pendidikan nasional dan mengadopsi beberapa strategi yang ditempuh negara-negara maju dan negara-negara Asia Timur
5.  Memberikan penghargaan dan sanksi hukuman (reward and punishment). Secara bertahap guru/dosen diawasi , sehingga kinerja guru/dosen terpantau dengan baik
6.      Mengatasi guru/dosen yang belum siap menghadapi berbagai perubahan

Kesimpulan
Perlu disadari peningkatan kualitas SDM memang sangat tergantung pada tenaga pengajar. Segala upaya dalam peningkatan mutu pendidikan, keberhasilannya tergantung pada tenaga pengajar. Konsekuensinya, dalam upaya peningkatan mutu pendidikan untuk daya saing bangsa penumbuhan kesadaran mutu di kalangan tenaga pengajar sangat diperlukan. Di samping itu yang tak kalah penting untuk diupayakan adalah aspek kesejahteraan tenaga pengajar sebagai sarana untuk memotivasi tumbuhnya kesadaran kualitas/mutu.

            Daftar Pustaka
Suroso. (2002). In Memoriam Guru. Yogyakarta: Jendela
Nanang, N., (2015). Reorientasi Pendidikan Nasional Dalam Menyiapkan Daya Saing Bangsa. Yogyakarta: UII
Ali, M., (2009). Pendidikan untuk Pembangunan Nasional : Menuju Bangsa Indonesia yang Mandiri dan Berdaya Saing Tinggi. Bandung: PT. Imperial Bhakti Utama

Pentingnya Pendidikan Dalam Menghadapai MEA



(Oleh: @J31_Niko Prayoga)


Abstrak
               Suatu negara bisa dikatakan menjadi negara yang makmur dan maju semua itu terlihat dari sistem dan kualitas pendidikan yang diterapkan untuk rakyatnya dimana kualitas pendidikan tersebut menentukan kemajuan suatu bangsa.