.

Tampilkan postingan dengan label @G04-Rahma. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @G04-Rahma. Tampilkan semua postingan

Selasa, 31 Oktober 2017

REVIEW JURNAL : PENERAPAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3)

IMPLEMENTASI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA PROYEK DI KOTA BITUNG (STUDI KASUS PROYEK PEMBANGUNAN PABRIK MINYAK PT.MNS)

Dameyanti Sihombing D. R. O. Walangitan, Pingkan A. K. Pratasis 
Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil Universitas Sam Ratulangi Manado

Jurnal Sipil Statik Vol.2 No.3, Maret 2014 (124-130) ISSN: 2337-6732 

PENDAHULUAN

Konstruksi bangunan atau proyek konstruksi memang memilki sifat yang khas, antara lain tempat kerjanya di ruang terbuka yang dipengaruhi cuaca, jangka waktu pekerjaan terbatas, menggunakan pekerja yang belum terlatih, menggunakan peralatan kerja yang membahayakan keselamatan dan kesehatan kerja dan pekerjaan yang banyak mengeluarkan tenaga. Berdasarkan sifat-sifat unik itu pula, maka sektor jasa konstruksi mempunyai resiko bahaya kecelakaan fatal. Untuk mencegah kerugian dari proyek konstruksi, diperlukan suatu sistem manajemen K3 yang mengatur dan dapat manjadi acuan bagi konsultan, kontraktor, dan para pekerja konstruksi. Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dalam pelaksanaan proyek konstruksi dapat memberikan kepastian bahwa kinerjanya akan terus memenuhi persyaratan hukum dan kebijakan yang berlaku serta untuk membantu pencapaian Nihil Kecelakaan dan Kerugian Nihil yang sangat menentukan keberhasilan proyek konstruksi. 

TUJUAN PENELITIAN
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi Implementasi K3 dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi dengan berpatokan pada SMK3.

LANDASAN TEORI

 Keselamatan dan Kesehatan Kerja Kecelakaan Kerja adalah sesuatu yang tidak terduga dan tidak diharapkan yang dapat mengakibatkan kerugian harta benda, korban jiwa/luka/cacat maupun pencemaran. Kecelakaan kerja merupakan kecelakaan yang terjadi akibat adanya hubungan kerja. Dengan kondisi fisik yang menurun atau menjadi tidak mampu lagi untuk bekerja, penghasilan berkurang atau menjadi tidak ada. Oleh sebab itu perlu pemberian kompensasi akibat kecelakaan dan penyakit kerja. Logo K3 sesungguhnya memiliki maknamakna yang terkandung didalamnya. Makna dan arti dari logo K3 tersebut diatur didalam keputusan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesa (No: KEP.1135/MEN/ 1987) Tentang Bendera Keselamatan dan Kesehatan kerja. Gambar yang terdapat pada logo K3 tersebut merupakan palang Berwarna Hijau yang dilingkari dengan Roda Bergigi sebelas dengan warna hijau. 
Gambar tersebut sesungguhnya memiliki arti dan makna, yaitu: Lambang dan Makna:  Palang yang berarti bebas dari kecelakaan dan sakit akibat kerja.  Roda gigi memiliki makna bekerja dengan kesegaran jasmani dan rohani.  Warna putih yang digunakan berarti bersih, suci.  Warna hijau yang digunakan memiliki makna selamat, sehat dan sejahtera.  Sedangkan sebelas gerigi roda adalah unsur-unsur 11 Bab dalam Undangundang Keselamatan Kerja (UU/No.1/Th.1970)

Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) 
“Sistem” didefinisikan sebagai sekelompok komponen yang terdiri dari manusia dan/atau bukan manusia (non human) yang diorganisir dan diatur sedemikian rupa sehingga komponen-komponen tersebut dapat bertindak sebagai satu kesatuan dalam mencapai tujuan, sasaran atau hasil akhir (Kerzner, 1989). Dari keseluruhan uraian tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa: “SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA” adalah merupakan bagian dari sistem manajemen secara keseluruhan meliputi struktur organisasi, perencanaan, tanggung jawab, pelaksanaan prosedur, proses dan sumber daya yang dibutuhkan bagi pengembangan penerapan, pencapaian, pengkajian, dan pemeliharaan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja dalam rangka pengendalian resiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan produktif.

HASIL DAN PEMBAHASAN

1. Sarana dan Prasarana 
     
           Keselamatan dan Kesehatan Kerja Berdasarkan hasil penelitian maupun pengamatan menunjukkan bahwa sarana dan prasarana K3 PT.MNS sudah cukup lengkap. Sarana yang tersedia mulai dari alat pelindung diri maupun sarana pendukung seperti kondisi lingkungan kerja. Ketersediaan sarana dan prasarana untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja sangat penting karena secara langsung melindungi para karyawan dari gangguan kerja. Hal ini bisa terlihat secara langsung bahwa selama ini belum pernah terjadi kecelakaan kerja yang serius karena sarana maupun prasarana yang selalu tersedia dengan baik. Di PT. MNS kondisi lingkungan kerja pada saat ini cukup baik meskipun masih ada kekurangannya seperti tidak adanya pembatas mesin, mupun lantai yang cukup licin. Kondisi lingkungan yang baik diharapkan mampu menciptakan suasana kerja yang aman dan nyaman. Disamping itu juga, masih terdapat petugas yang lalai mengunakan pelindung pada saat bekerja juga harus diperhatikan, karena alat pelindung menjadi salah satu alat pengaman utama dalam bekerja agar pekerja selamat selama menyelesaikan pekerjaannya. Suma‟mur3 menyatakan bahwa kondisi lingkungan kerja seperti suhu ruang, penerangan dan penggunaan alat pelindung diri menjadi faktor penting seorang bekerja dalam menghasilkan pekerjaan yang berkualitas. Kondisi lingkungan dalam bekerja harus benarbenar diperhatikan agar karyawan dalam bekerja bisa maksimal. Adanya sarana dan prasarana dapat melindungi keselamatan dan mencegah terjadinya kecelakaan dalam bekerja. Sesuai dengan penelitian yang dilakukan Sambudi4 bahwa salah satu cara untuk mengendalikan kecelakaan kerja dengan melengkapi sarana dan prasarana kerja serta adanya alat pelindung diri. 

2. Cara Pelaksanaan Pencegahan 
         Perusahaan  melaksanakan beberapa program lain untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja. program tersebut antara lain pelatihan, penyuluhan, pemeriksaan kesehatan rutin, serta pengarahan sebelum pekerja melakukan pekerjaannya. Program yang dibuat oleh perusahaan dapat mencegah terjadinya kecelakaan kerja pada PT.MNS karena selama ini program tersebut sangat efektif dan berjalan dengan baik. Program pelaksanaan pencegahan sangat penting untuk menjalankan suatu manajemen K3. Agar berjalan dengan baik maka perlu program yang dilaksanakan secara rutin oleh perusahaan. Saat ini perusahaan belum melakukan program pencegahan secara kontinu karena program yang dilakukan hanya sekali saja kecuali pengarahan sebelum bekerja. Suma‟mur3 menyatakan bahwa pelaksanaan program pencegahan kecelakaan kerja dapat menurunkan biaya yang dikeluarkan perusahaan. Begitu juga dengan yang dilakukan oleh PT.MNS, program-program pencegahan kecelakaan diharapkan mampu menurunkan biaya. Penelitian yang sama juga dihasilkan oleh Nurhayati1 bahwa adanya program keselamatan dan kecelakaan kerja dapat menurunkan biaya akibat kecelakaan kerja. Namun, perlu ada perbaikan program pelaksanaan pencegahan kecelakaan seperti adanya poster-poster K3 sehingga penerapan sistem manajemen K3 bisa berjalan lebih baik lagi.

Kesimpulan 

Proyek Pembangunan Pabrik Minyak PT.MNS Implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sudah berjalan cukup baik, karena di proyek ini penyelenggara pekerjaan konstruksi (Kontraktor) telah menyediakan alat pelindung diri (APD) bagi para pekerja dan adanya sosialisasi tentang K3 juga sudah dilakukan oleh pihak kontraktor dan Para pekerja cukup memahaminya namun masi ada saja pekerja yang berkesan tidak peduli dengan Keselamatan dan Kesehatan kerja tersebut, dapat dilihat dari hasil questioner menyatakan, 100% (Ya) karena pekerjaan konstruksi (kontraktor) telah memberikan alat pelindung diri (APD); 98% mengetahui apa yang dimaksud dengan Keselamatan dan Kesehatan Kerja; dan 100% pekerja menyatakan adanya jaminan Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Walaupun telah di fasilitasi oleh Kontraktor ada saja pekerja yang lebih memilih tidak menggunakan alat pelindung diri, dan bekerja hanya berdasarkan pengalaman dan mengabaikan keamanan dan kesehatan kerja, Ini yang menyebabkan kurangnya jaminan keselamatan bagi para pekerja dari segi keselamatan kerja. Sikap pekerja terhadap penerapan program keselamatan dan kesehatan kerja cukup baik, sehingga diharapkan agar pekerja mempertahankan dan semakin meningkatkan sikapnya terhadap pelaksanaan program K3 di perusahaan terutama dalam hal pembangunan Pabrik Mintak PT.MNS.


DAFTAR PUSTAKA

Keputusan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia No: kep 1135/men/1987, Tentang Bendera Keselamatan dan kesehatan Kerja. 

Kerzner, H, 1998. Project Management : A System Approach to Planning, Scheduling and Controling, 5th edition. Canada.

Peraturan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia Nomor: PER.05/MEN/1996, Sistem Manajemen K3 didalam suatu perusahaan

Jumat, 06 Oktober 2017

SIMULASI SISTEM DINAMIS

Defenisi Sistem Dinamis

Sistem dinamik adalah suatu metode yang digunakan untuk mendeskripsikan, memodelkan, dan mensimulasikan suatu sistem yang dinamis (dari waktu ke waktu terus berubah). Didalam sistem dinamik diajarkan bagaimana berpikir secara sistem. Artinya adalah dalam menyelesaikan suatu masalah tidak dilihat pada satu pokok bagian saja, tetapi dilihat semua pengaruhnya terhadap semua yang berhubungan dengan masalah tersebut.
Jay Forrester mendefinisikan Sistem dinamika adalah pendekatan untuk memahami perilaku sistem yang komplek dari waktu ke waktu. Ini berkaitan dengan umpan balik internal dan waktu tunda yang mempengaruhi perilaku seluruh sistem

Pemodelan Sistem dan Simulasi Model 
 Merupakan representasi dari sistem nyata, suatu model dikatakan baik bila perilaku model tersebut dapat menyerupai sistem sebenarnya dengan syarat tidak melanggar prinsip-prinsip berfikir sistem.Dalam membangun suatu model sangat dipengaruhi oleh subjektivitas seseorang atau organisasi, maka perlu adanya penyempurnaan yang dilakukan secara terus-menerus dengan menggali informasi dan potensi yang relevan [3]. Empat keuntungan penggunaan model dalam penelitian dengan menggunakan pendekatan sistem [4] yaitu: Pertama, Memungkinkan melakukan penelitian yang bersifat lintas sektoral dengan ruang lingkup yang luas, Kedua, Dapat melakukan eksperimentasi terhadap sistem tanpa mengganggu (memberikan perlakuan) tertentu terhadap sistem, Ketiga, Mampu menentukan tujuan aktivitas pengelolaan dan perbaikan terhadap sistem yang diteliti, dan Keempat, Dapat dipakai untuk menduga (meramal) perilaku dan keadaan sistem pada masa yang akan datang. ( Suryani E. 2012)

Software Pendukung Simulasi Sistem Dinamis
Menurut Axella O, pembuatan model sistem dinamik umumnya dilakukan dengan menggunakan software yang memang dirancang khusus. Sofware tersebut seperti Powersim, Vensim, Stella, dan Dynamo. Dengan software tersebut model dibuat secara grafis dengan simbol-simbol atas variabel dan hubungannya.Yaitu meliputi dua hal yaitu struktur dan perilaku. Struktur merupakan suatu unsur pembentuk fenomena. Pola yang mempengaruhi keterkaitan antar unsur tersebut.

Pembuatan Diagram Simulasi 

Tahap ini dimulai dengan melakukan konversi terhadap CLD yang telah dibuat untuk dijadikan model sistem dinamik. Konversi ini dilakukan dengan bantuan perangkat lunak VENSIM. Tahap selanjutnya model sistem dinamik yang telah dibuat dibandingkan dengan kondisi eksisting organisasi. Hal yang perlu dilakukan dalam pengumpulan data sesuai dengan buku Sterman (2000), bahwa pembuat model dengan cara mewawancarai orang yang terlibat langsung dalam sistem yang ada di organisasi untuk memahami masalah dan mengumpulkan data. ( Anto, A. 2012)

DAFTAR PUSTAKA

Forrester.J.PermodelanSimulasiSistemDinamis.
Dalam http://sriutamisemangat.blogspot.co.id/2012/10/simulasi-sistem-dinamis.html ( Diakses          pada 06 Oktober 2017)

Axella O, dan Erma Suryani.2012.Aplikasi Model Sistem Dinamik untuk Menganalisis                        Permintaan dan Ketersediaan Listrik Sektor Industri.JURNAL TEKNIK ITS Vol. 1.

Anto, Aan. 2012.PENDEKATAN SISTEM DINAMIK UNTUK ANALISA PENINGKATAN KEPUASAN PELANGGAN MELALUI PENYELARASAN TUJUAN TI DAN TUJUAN BISNIS 



Rabu, 04 Oktober 2017

BIOGAS SUMBER ENERGI TERBARUKAN



Sampah merupakan suatu masalah bagi lingkungan yang hingga kini belum terselesaikan, terutama di negara Indonesia dari tahun ke tahun produksi sampah semakin meningkat, mulai dari sampah organik dan sampah anorganik, baik yang berasal dari limbah rumah tangga sampai limbah industri.

Jumat, 22 September 2017

RESENSI BUKU " APLIKASI PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER"
























Identitas Buku

Penulis                : Hanif Said
Penerbit              : ANDI Publisher

Tahun Terbit       : 2013
   
Jumlah Halaman : 117 halaman

ISBN                   : 978-979-29-3337-6

Harga                  : Rp. 39.000,-


Buku yang ditulis oleh Hanif Said menjelaskan bagaimana cara kerja PLC (Programmable Logic Controller) dan Sistem Pneumatik, serta bagaimana koordinasi dari keduanya dapat diterapkan di dunia industri. Buku ini juga memberikan contoh aplikasi koordianasi PLC dan Sistem Pneumatik dalam proses manufaktur di dunia industri. Pada buku ini dijelaskan mulai dari awal apa itu PLC, apa itu Sistem Pneumatik, komponen-komponennya, cara kerja dari PLC dan Pneumatik, dan contoh penggabungan PLC dengan Sistem Pneumatik di Industri. Dalam buku ini diberikan empat contoh mesin/robot penggabungan dari PLC dan Sistem Pneumatik, yaitu : turn table, mesin pemotong dan pengepakan pipa PVC, robot pengepakan DVD player, dan robot pemasangan komponen di PCB. Jika secara umum pada buku-buku tutorial tidak menjelaskan secara double, dalam artian jika menjelaskan secara rinci alat tersebut maka  contoh programnya hanya disinggung sedikit tetapi dalam buku ini semua dibahas secara seimbang mulai dari penjelasan alat hingga pemrograman sampai dengan pengaplikasian dari alat tersebut.

Dalam sebuah dunia industri tidak terlepas dari perkembangan mesin produksi atau manufaktur. Mulai dari periapan bahan baku, perakitan, sampai dengan pengepakan barang jadi. Semua proses tersebut tidak lepas dari peran sistem otomasi. Dalam proses manufaktur, sistem otomasi akan membantu kerja operator menjadi lebih efisien,menghemat biaya produksi, mutu yang baik serta konsisten. Salah satu sistem otomasi yang popular di dunia industri adalah sistem pneumatik yang dikoordinasikan dengan PLC.

PLC (Programmable Logic Controller) merupakan suatu sistem peralatan yang digunakan untuk mengontrol suatu peralatan atau sistem lain dengan menggunakan suatu rangkaian logika yang dapat deprogram sesuai kebutuhan. PLC sendiri merupakan sistem control modern yang mulai dikembangakan sejak awal tahun 1968.Ide utama dari PLC adalah mensubstitusi relay yang digunakan untuk mengimplementasikan rangkaian control. Ada bebrapa keuntungan menggunakan PLC, antara lain:

Relay control tidak berbentuk nyata karena ada di program PLC.
Lebih mudah pengawatannya karena hanya di input dan outpunya
Lebih handal dalam proses kerja maupun perawatan
Lebih mudah dalam trouble shooting, karena PLC memiliki fasilitas Self-diagnostic
Proses pengubahan sistem relatif singkat.
Sedangkan Pneumatik merupakan sistem kerja dengan menggunakan tenaga yang disimpan dalam bentuk udara yang dimampatkan. Dalam penerapannya, sistem pneumatik banyak digunakan sebagai sistem otomasi pada dunia industry, mulai dari penyusun, pencengkraman, pencetakan, pengaturan arah bendakerja, pemidahan/transfer, penyortiran sampai pengepakan barang.

Pengaplikasian Selenoid Valve pada Silinder Ganda merupakan topik pengaplikasian yang diangkat dalam buku ini. Pengaplikasian Solenoid Valve terbagi menjadi dua macam fungsi kerja, yaitu Solenoid Valve 5/2 way dan 5/3 way. Dan pada setiap fungsi kerja masih dibagi dua bagian yang mengatur catuan daya pada Silinder. Keduanya saling melengkapi dalam proses kerjamya. Dan untuk contoh dari mesin atau robot, dalam buku ini memberikan 4 contoh, yaitu: turn table, mesin pemotong dan pengepakan pipa PVC, robot pengepakan DVD player, dan robot pemasangan komponen di PCB. Yang semua contoh mesin tersebut disertai dengan diagram ladder dari program yang digunakan.

Kelebihan

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, buku ini sangat seimbang mulai dari penjelasan alat hingga pemrograman sampai dengan pengaplikasian dari alat tersebut diabahas secara keseluruhan dengan padat dan jelas. Penulis mencoba untuk menjabarkan secara keselurahan alat ini dalam satu buku tanpa ada jilid atau revisi buku lagi. Selain itu, dilihat dari teknik penuliasan bahasa yang digunakan dalam buku ini sangat komunikatif dan tidak berbelit-belit. Jadi mudah dipahami oleh pembaca awam.

Kekurangan

Kekurangan dalam buku ini hanya sedikit yaitu tidak menyertakan software dari pemrograman alat tersebut. Sehingga pembaca harus mencari buku lain untuk mengetahui software apa yang digunakan dalam PLC dan sistem Pneumatik.

Kesimpulan

Secara keseluruhan buku ini membahas tentang pengaplikasian antara PLC dengan sistem Pneumatik dalam dunia industri, yang dalam penuangan materinya buku ini sangatlah cocok bagi para praktisi control elektrik di industry, para mahasiswa jurusan yang bersangkutan, dan kalangan umum yang ingin mendalami tentang PLC dan Pneumatik.

21 September 2017
Rahma Karina Putri

Kamis, 14 September 2017

Aplikasi Untuk WNI di Luar Negeri



Penulis : RAHMA KARINA P








Sumber : blog.pergi.com













  • PENDAHULUAN

Beberapa masalah yang sering dihadapi oleh wisatawan Indonesia yang berada di luar negeri seperti hilangnya paspor dan membutuhkan waktu untuk mendapatkan surat pengganti paspor, mencari penginapan yang murah dan aman untuk dirinya sendiri bersama rombongan dan mencari tempat kuliner Indonesia.Kementerian Luar Negeri Indonesia (kemenlu) saat ini memiliki inovasi baru yang memungkinkan Kemenlu hadir untuk setiap warga negara yang ada di luar negeri entah itu untuk melancong maupun bekerja. Menggunakan teknologi masa kini, Kementerian telah meluncurkan sebuah aplikasi bernama Safe Travel yang diperuntukan bagi warga negara Indonesia yang berada atau yang akan berpergian ke luar negeri.
  • INOVASI BARU
Kementerian Luar Negeri Indonesia menunjukkan kepeduliannya terhadap warga Indonesia yang sedang melancong dengan meluncurkan aplikasi Safe Travel . Meski masih dalam tahap Beta, Kemenlu mengklaim bahwa applikasi ini akan memiliki manfaat dari kedua sisi, dari sisi WNI yang di luar negeri mereka akan dengan mudah mengetahui informasi yang mereka ingin ketahui di tempat yang mereka singgahi, dari penginapan hingga tempat ibadah.
Sedangkan dari sisi Kemenlu, mereka akan mengetahui secara akurat berapa orang Indonesia yang berada disuatu negara, sehingga jika ada apa-apa, perwakilan negara tersebut dapat melakukan pertolongan atau tindakan tertentu. 
Aplikasi ini juga layaknya jalur komunikasi, sehingga WNI satu dengan yang lain akan terkoneksi, hal ini memudahkan WNI yang berada di suatu negara dapat bertemu atau melakukan suatu kegiatan.
  • APA KELEBIHANNYA?
Aplikasi Safe Travel ini juga dilengkapi dengan lokasi Kantor Perwakilan Indonesia terdekat, sehingga memudahkan pelancong Indonesia untuk datang ke kantor perwakilan jika ada hal penting untuk diurus seperti perpanjangan visa atau melaporkan kehilangan paspor.
Aplikasi ini akan sangat membantu kami untuk mengetahui sebaran WNI di luar negeri dan identitas mereka karena akan terhubung secara aktual," Kata Menlu Retno saat pernyataan pers tahunan di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Selasa (10/1/2017).

Dengan aplikasi ini, Kemlu dapat mengetahui sebaran, lokasi, dan identitas WNI di luar negeri secara aktual serta memberikan bantuan cepat dalam kondisi darurat," imbuh Retno.

Menurut Ibu Menlu Retno Marsudi,aplikasi ini akan menjadi bukti bahwa negara juga hadir untuk warga negara yang berada di luar negeri sekalipun baik untuk yang berwisata, bekerja ataupun belajar.




Daftar Pustaka

Marsudi, Retno. 2017. KEMENLU Luncurkan Aplikasi untuk WNI. Dalam : https://www.goodnewsfromindonesia.id/2017/01/12/kemenlu-luncurkan-aplikasi-untuk-wni-di-luar-negeri (diakses pada tanggal 14 September 2017 21:46)

 (diakses pada tanggal 14 September 2017 22:03)







Selasa, 05 September 2017

AERO MOBIL

@G04-Rahma - 

Bosan sehari-hari dalam aktivitas kita adalah bertemu dengan kemacetan. Ya, pentingnya terobosan teknologi untuk membuat solusi ini. Teknologi canggih di tahun 2017 selanjutnya ialah mobil terbang atau aeromobil.