.

Kamis, 08 Juni 2017

Pengembangan Belt

Gates memodifikasi polimer, material pengikat, dan tekstil untuk mengembangkan sebuah belt yang dapat membawa beban 25 persen lebih banyak dengan lebar yang sama.
Para teknisi sedang bekerja dan mendiagnosis  pemakaian EPDM (ethylene propylene monomer diena) belt (gambar kiri). Sebagian produk (sprokets dan sheaves) buatan Gates yang selalu diinovasi sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. (Sumber foto: Gates Corporation).


Berapa persen efisiensi terpersentasikan dan berapa besar nilai tambah yang ada dalam produk Gates? Menjawab pertanyaan tentang efisiensi tipikalnya ditujukan untuk aplikasi Power Transmission di mana belts mencapai 3-5 persen lebih efisien dari konfigurasi rantai serupa; beberapa kali bahkan lebih. Ini bervariasi bergantung pada aplikasi yang digunakan oleh para pelaku industri.
Selain itu juga terdapat efisiensi ruang. Contohnya, Gates memiliki pelanggan multinasional dalam skala besar yang butuh untuk meningkatkan tenaga belts drive sebesar 25 persen. Akan tetapi, para pelanggan tidak dapat menjangkau ruang ekstra yang normalnya—sesuai dengan kebutuhannya untuk menggunakan belt yang lebih lebar.
Jadi, bekerja dengan pelanggan merupakan kewajiban bagi Gates untuk memodifikasi polimer, material pengikat, dan tekstil untuk mengembangkan sebuah belt yang dapat membawa beban  25 persen lebih banyak dengan lebar yang sama.
Gates mengikuti pembangunan proyek-proyek konstruksi dan infrastruktur yang potensinya demikian besar—termasuk pertambangan dan pertanian di Indonesia. Apa rencana Gates untuk membantu pengembangan pelaksanaan pembangunan proyek-proyek tadi dalam skala besar?
Perusahaan Gates ingin menyebarkan program praktis dan nyata untuk ikut menyelesaikan masalah bisnis para pelanggan, hal itu merupakan faktor kritikal kesuksesan. Gates ingin  berjuang untuk membuat produk dan layanan yang tersedia di mana pun, kapan saja, dan bagaimana cara pelanggan Gates membutuhkannya dengan memunculkan rute paling efisien ke pasar.
Sebagai bagian dari rencana ekspansi, Gates bersiap meluncurkan banyak program baru yang akan menyediakan secara paripurna keuntungan signifikan untuk pelanggannya. Di bawah ini adalah program unggulan Gates yang merujuk pasar automotive aftermarket, industrial, dan pertanian.

10 Judul Rencana KP

@E08-AGUNG
@TUGAS B06

10 Judul Rencana KP

  1. Mempelajari Tata Letak Fasilitas di PT. Multi Makmur Indah Industri
  2. Menghitung Waktu Baku Pada Proses Pembuatan Kaleng Thinner 1Kg
  3. Menurunkan No Good Hurt On Head Di Mesin Cold Forging 1 Dengan Metode QCC (Quality Control Circle)
  4. Analisa Penerapan 5S + Safety Pada Area Factory di PT Pratama Abadi Indsutri
  5. Analisa Tata Letak Fasilitas Produksi Pada Line Produksi Kaleng Aerosol PT. Multi Makmur Indah Industri
  6. Penerapan Just In Time Guna Peningkatan Kinerja Karyawan dan Kepuasan Pelanggan di PT. XYZ
  7. Persediaan economic order quantity untuk meminimalkan biaya pengadaan bahan baku ingot di PT. Tembaga Mulia Semanan
  8. Penanganan material di area produksi menggunakan sistem persediaan FIFO di PT. Digital Printing
  9. Analisa pengendalian kualitas terhadap terjadinya cacat pada proses assembling di PT. Pratama Abadi Industri
  10. Analisa Peramalan permintaan produk dengan metode rata-rata bergerak pada proses perencanaan dan pengendalian produksi pada industri manufacture PT Mecoindo Itron cikarang

ANALISA PENJADWALAN PRODUKSI PADA BENANG NYLON TIPE OSP DENGAN MENGGUNAKAN METODE FCFS, LPT, HUDGSON RULE



@E26-gilang
Oleh : Gilang Pratama

Artikel Ilmiah - Merebus Telur dengan HP (HandPhone)


Banyak organisasi termasuk industri HP seringkali mengesampingkan akibat radiasi HP kepada otak. Hasil-hasil studi jangka pendek yang dimanfaatkan untuk meyakinkan para konsumen bahwa dengan menggunakan HaPe tidak ada hubungannya dengan kanker atau tumor otak, yang hanya berkembang beerapa dekade setelah terekspose.


Wajar saja, tidak ada seorangpun mengetahui secara pasti sejauh mana sebuah HaPe dapat membahayakan seseorang. Media baru Howe Recently melaporkan sebuah studi yang memperlihatkan radiasi HaPe yang penuh dengan energi dapat digunakan untuk memasak telor.





Dalam sebuah percobaan, peneliti menyimpan sebuah telor di dalam sebuah cangkir porselen (karena mudah untuk menyerap panas), dan meletakkan dua buah HaPe yang saling berhadapan dengan telor di dalam cangkir porselen tersebut. Peneliti kemudian memanggil salah satu HaPe kemudian menyimpannya berhadapan dalam keadaan salurannya tersambungkan untuk jangka waktu beberapa lama.


Selama 15 menit pertama, tidak terjadi perubahan apa-apa. Namun, setelah 25 menit kemudian kulit telor mulai memanas dan setelah 40 menit kemudian permukaan kulit telor menjadi keras dan merekah. Para peneliti menemukan protein yang berupa putih telor menjadi keras meskipun kuning telurnya masih dalam bentuk cairan. Setelah 65 menit telur matang dengan sempurna.


Penelitian memperlihatkan bagaimana menakutkannya radiasi HaPe. Kita harus berusaha untuk menghindari penggunaan HaPe. Meskipun tidak seorangpun telah membuktikan radiasi dari HaPe dapat menyebabkan sesuatu yang secara klinis signifikan. Lagipula, tidak seorangpun yang dapat menyanggah risiko tersebut.


Anak-anak harus dilarang menggunakan HaPe karena otak mereka masih berkembang dan terutama rawan terhadap radiasi.

Penjadwalan Produksi Baja Slab






Penulis : Sitnah Aisyah Marasabessy

ISBN : 978-602-262-488-2
Penerbit : GRAHA ILMU


Halaman : XIV+148


Judul Buku :
Penjadwalan Produksi Baja Slab



Secara umum, industri baja menghasilkan dua bentuk produk setengah jadi, yaitu slab dan billet. Proses produksi slab terdiri atas proses peleburan (steelmaking), pencetakan (casting), pemotongan, penyimpanan sementara (piling), pemanasan ulang (reheating), pengerolan (rolling), dan penyelesaian akhir (finishing). Peleburan, pencetakan, dan pemotongan dilakukan di Continuous Caster (CC). Penyimpanan sementara slab dilakukan di Slab Yard (SY), pemanasan ulang di Reheat Furnace (RF), serta proses pengerolan dan penyelesaian akhir dilakukan dalam Hot Strip Mill (HSM). Sistem produksi slab mesti mempertimbangkan adanya production push yang mengharuskan pencetakan semua baja cair menjadi slab, sebab baja cair tidak dapat disimpan, dan production pull yaitu kualifikasi produk akhir di HSM harus sesuai dengan permintaan konsumen. Jumlah produksi slab di CC sangat ditentukan oleh status persediaan di SY, serta permintaan dari RF dan HSM. Persediaan di SY harus memenuhi persyaratan produksi yang dibutuhkan oleh RF dan HSM.  RF memproses slab berdasarkan kualifikasi yang ditentukan oleh HSM. Meski antarsatu proses dengan proses lain saling berhubungan, namun masing-masing memiliki fungsi, tujuan dan pembatas yang berbeda.  Operasi pada setiap mesin dilaksanakan untuk mencapai fungsi tujuan dari masing-masing mesin, dan seringkali fungsi-fungsi tujuan tersebut saling bertentangan satu dengan yang lain.  Oleh karena itu, diperlukan sinkronisasi penjadwalan produksi untuk menghasilkan sequencing dan batching yang memaksimalkan utilisasi di setiap tahap, memaksimalkan fungsi tujuan terintegrasi di keempat tahap, sekaligus meminimalkan konflik tujuan antara keempat tahap tersebut.


Kelebihan buku ini mengembangkan model penjadwalan terintegrasi pada CC, SY, RF, dan RM dengan meminimalisir penalty total. Buku ini menggunakan dasar-dasar model penjadwalan CC, SY, RF, dan RM yang telah dikembangkan oleh berbagai riset sebelumnya. Model-model tersebut masih melaksanakan penjadwalan produksi pada keempat tahap secara terpisah. Karena adanya beberapa kesulitan antara lain munculnya kejadian-kejadian real-time yang mengganggu operasi system dan konflik tujuan penjadwalan antara satu proses dengan proses lain,  maka dibutuhkan suatu model penjadwalan produksi slab yang mengintegrasikan CC, SY, RF, dan RM serta memberikan hasil maksimal.

Pendahuluan : Evaluasi Pengendalian Kualitas dalam Meminimalisir Kegagalan Pada Proses Validasi Pembersihan Pada Mesin di PT. KF

Dibuat Oleh : Ayu Larasati
Membahas mengenai bab 1 proposal tugas akhir .

PENDAHULUAN : ANALISIS KEGAGALAN POMPA COOLING TOWER (PU-601B) MENGGUNAKAN METODE GREY FMEA DAN RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE (RCM II) DI PT. KRAKATAU POSCO

Craeted By @D16-Riswandi

10 JUDUL KP

10 JUDUL KERJA PRAKTEK
 
  1.  Analis Perbandingan Emisi Gas buang yang di hasilkan oleh Busi iridium dan standart pada kendaraan roda 2
  2. Analisa Perbandingan Daya Dorong (THRUST POWER) Engine  P dan  W JT8D-217A Pada Pesawat Boeing MD 82
  3. Uji Coba Konsumsi BBM antaraban tipe radial dan ban biasa
  4. Analisa pemanfaatan panas buang genset  gas untuk absortion chiler sebagai implementasi  Efisiensi Energi
  5. Analisis Pengaruh PemeliharaanKendaraanTerhadap Emisi Gas Buang Pda sepeda motor 4 tak dengan  menggunakan knalpot racing dan knalpot standart
  6. Pemodelan  dan Analisa Getaran motor bensin 4 langkah 2 silinder 650cc segaris dengan sudut engkol 90 untuk rubber mount
  7. Analisa perpindahan panas pada persoalan axismetric dengan perpindahan numerik
  8. Model Pembakaran bahan bakar sampah pada incinerator
  9. Perilaku Proses penguapan butir tunggal bahan bakar di dalam ruang bakar motor diesel
  10. Karakterisasi unjuk kerja mesin diesel generator set sistem dual fuel menggunakan gas hasil gasifikasi dan minyak solar