.

Rabu, 06 September 2017

Kereta Api Cepat “Shinkansen”


     
@G21-Riki - Kereta api adalah bentuk transportasi rel yg terdiri dari serangkaian kendaraan yg ditarik sepanjang jalur kereta api untuk mengangkut kargo atau penumpang. Setelah James Watt menemukan mesin uap, Nicolas Cugnot membuat kendaraan beroda tiga yang berbahan bakar uap.
Kemudian Richard Trevithick membuat mesin lokomotif yang dirangkaikan dengan kereta dan memanfaatkan pada pertunjukan di depan masyarakat umum. Penyempunaan demi penyempurnaan dilakukan untuk menghasilkan lokomotif uap yang lebih baik. Penemuan listrik oleh Michaeel Faraday membuat beberapa penemuan peralatan listrik termasuk penemuan motor listrik yang kemudian juga digunakan sebagai mesin penggerak kereta api listrik. Kemudian Rudolf Diesel yang menemukan mesin diesel jug mempengaruhi perkembangan mesin kereta api yang bermesin diesel. Periode kereta super cepat mulai berkembang. Para ahli mulai memikirkan bagaimana meciptakan kereta yang memiliki kecepatan yang tinggi.  Pada oktober 1899 kereta supercepat mulai dikembangkan yang memiliki jalur antara mariendfeld ke zoesen sejauh 72 Km. Pada tahun1903 kereta dengan peralatan dari siemens-haskel mampu mencapai kecepatan 206,7 Km/Jam dan pada oktober kereta dengan peralatan dari AEG mampu mencapai kecepatan 210,2 Km/jam.

     Di Asia sendiri negara jepang adalah negara pelopor sstem kereta api kecepatan tinggi di dunia. Sistem kereta api yang digunakan dikenal dengan nama Shinkansen. Kereta ini berbentuk seperti peluru sehingga mampu berjalan dengan kecepatan tinggi. Kereta peluru pertama saja mampu berlari dengan kecepatan maksimum 220 Km/jam. Sementara untuk model terbaru mampu mencapai kecepatan lebih dari 300 Km/jam. Sejarah pembentukan kereta api super cepat di jepang sendiri sudah dimulai sejak 1950-an. Gagasan ini dimunculkan karena negeri jepang pada maa itu sedang mengalami perkembangan pembangunan. Dua orang yang mempelopori terbentuknya realisasi proyek Shinkansen adalah Shima Hideo dan Sogou Shinji. Shima Hideo adalah seorang insinyur anak dari Shima yasujirou, orang yang mengembangkan perencanaan proyek Shinkansen di masa perang dunia II. Sementara Sogou Shinji adalah presiden direktur JNR, pimpinan perusahaan kereta api nasional jepang. Teknologi yang dignakan pada kereta shinkansen menggunakan sitem Maglev. Maglev merupakan singkatan dari magnetic levitation. Kereta ini mengambang 10 mm di atas rel dan didorong oleh magnet bermuatan listrik. Prinsip kerja kereta Maglev berdasarkan fisika sederhana, di mana kutub magnet yang berbeda menarik dan kutub magnet yang sama akan saling mendorong. Hampir 98% bahan penyusun relnya terbuat dari magnet superkonduktor. Sehingga kereta sebesar ini bisa tetap lengket dengan relnya meski meluncur dengan speed 500 kilometer per jam. Shinsiken sangat mempengaruhi kehidupan bisnis, ekonomi, sosial dan lingkungan di jepang. Dari segi waktu saja, ada penghematan sekitar 400 juta jam, sehingga memberikan dampak ekonomi sebesar 500 miliar yen per tahun.


Daftar pustaka:







Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.