.

Tampilkan postingan dengan label @A26-SINTA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @A26-SINTA. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Oktober 2016

Rabu, 28 September 2016

Review jurnal : interaksi budaya organisasi terhadap industri manufaktur




A.     Judul penelitian

 Interaksi Budaya Organisasi dengan Sistem Pengendalian Manajemen Terhadap Kinerja Unit Bisnis Industri Manufaktur dan Jasa

 
B.     Nama penulis

 Peni Sawitri

Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma Jl. Margionda Raya No.100 Depok 16424


 
C.     Nama jurnal

 Jurnal manajemen dan kewirahusahan, vol-13, NO. 2, September 2011 : 151-161, universitas gunadarma, dalam link:



 

D.    Latar belakang masalah

 
Pengendalian manajemen telah menjadi salah satu area penting dalam penelitian perilaku organisasi, sejalan dengan pertumbuhan tekanan ekonomi, iklim industri yang tidak menentu, krisis ekonomi, dan keadaan lingkungan eksternal lainnya seperti konsumen, tingkat persaingan, pasar, pemasok, distributor, sikap masyarakat dan pemerintah. Studi-studi yang telah ada (Anthony, 1966; Miller & Friesen, 1982; Govindarajan, 1988; Simon, 1990; Fisher, 1998; Syafruddin, 2001; Tugiman, 2002; Wasito dan Ghozali, 2002) menemukan bahwa efektivitas pengendalian manajemen yang digunakan dalam organisasi berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan kinerja perusahaan.

Organisasi merupakan suatu unit sosial yang dibentuk untuk mencapai tujuan tertentu. Sistem pengendalian diperlukan oleh manajemen untuk membantu memperlancar pencapaian tujuan organisasi tersebut. Seperti diungkapkan Anthony & Govindarajan (1995), sistem pengendalian organisasi yang juga biasa disebut sebagai sistem pengendalian administrative atau birokratis, didesain untuk meng-arahkan atau mengatur aktivitas anggota organisasi agar sesuai dengan yang dikehendaki oleh pimpinan organisasi. Akan tetapi keefektifan suatu sistem pengendalian ditentukan antara lain oleh seberapa jauh sistem tersebut sesuai dengan karakteristik organisasi. Pendekatan kontinjensi ini mengatakan bahwa sistem pengendalian akan lebih bisa menunjang pencapaian tujuan organisasi apabila desainnya sesuai dengan kondisi lingkungan organisasi (Hopwood 1976; Pondeville, 2000). Sebaliknya sistem pengendalian yang tidak sesuai dengan karakteristik organisasi bisa menimbulkan dysfunctional behavior bagi anggota organisasi.

 
E.     Masala /Pertanyaan penelitian

 
maka penelitian ini dilakukan untuk melihat dampak interaksi budaya dengan sistem pengendalian manajemen terhadap kinerja unit bisnis di organisasi yang berbeda. Permasalahan dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: apakah ada pengaruh antara interaksi budaya organisasi dengan sistem pengendalian manajemen terhadap kinerja unit bisnis perusahaan jasa dan manufaktur?.

 
F.      Tujuan penelitian

 
 Hal tersebut di atas yang memotivasi penelitian ini dilakukan dengan memadukan secara bersama-sama atribut (alat-alat pengendalian) dengan meka-nisme (cara) pengendalian yang dilakukan berupa evaluasi berdasarkan anggaran dan sistem umpan balik sebagai sistem pengendalian manajemen dan interaksinya dengan budaya organisasi terhadap kinerja unit bisnis. Penelitian ini dilakukan di orga-nisasi jasa dan manufaktur dengan alasan kedua organisasi ini cukup berbeda dari sisi karakteristik budaya dan jenis industri yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan mengetahui dampak interaksi budaya dengan sistem pengendalian manajemen terhadap kinerja unit bisnis di kedua industri ini.

 
G.    Metode penelitian

 
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian observasi dan survey. Popu-lasi dalam penelitian ini adalah para manajer tingkat menengah atau manajerial yang membawahi divisi/ departemen unit bisnis atau strategic business unit (SBU) di lingkungan perusahaan-perusahaan di Indo-nesia, dengan pertimbangan bahwa mereka: (1) merupakan pelaksana keputusan manajemen puncak yang mampu berinteraksi dengan karyawan dan manajemen puncak, (2) biasanya mereka terlibat langsung dengan kebijakan yang dilaksanakan oleh manajemen puncak. Dalam penelitian ini peneliti menetapkan rerangka sampel adalah manajer Unit Bisnis yang ada di perusahaan-perusahaan di Indo-nesia yang dipilih secara purposive yaitu yang mempunyai suatu unit bisnis atau strategic business unit (SBU) terutama yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta (BEJ) yang diseleksi dari Indonesian Capital Market Directory 2004 dan juga perusahaan-per-usahaan yang tidak terdaftar namun mempunyai SBU lebih dari satu.

Teknik analisa data yang peneliti lakukan adalah menggunakan analysis bivariate (interaction approach dengan model regresi) untuk menguji hipotesis penelitian. Model empiris pengujian hipotesis ini adalah dependen variabel yang merupakan fungsi dari interaksi dua variabel independen. Pendekatan ini diadopsi dari Riyanto (2001) yaitu:

Y = α + β1 X1 + β2 X2 + β3 X1.X2+ e (1)

di mana:

Y = kinerja unit bisnis, diukur berdasarkan penjumlahan skor setiap butir.

α , β1, β2, β3 = unstandarized koefisien regresi

X1 dan X2 = variabel atribut dan mekanisme sistem pengendalian manajemen (alat pengendalian, evaluasi dan sistem umpan balik) dan variabel budaya

X1. X2 = interaksi X1 dan X2

 
H.    Hasil penelitian


Hasil Pengujian Validitas dan Reliabilitas Daftar Pertanyaan

 
Hasil uji menunjukkan bahwa secara umum daftar pertanyaan merupakan instrument yang sangat andal/reliabel (α>0.60) dan sahih/valid. Item-item pertanyaan yang mengukur masing-masing dimensi budaya menunjukkan cronbach alpha jauh di atas 0.60. Koefisien ini menunjukkan bahwa data pene-litian dari pilot test yang diperoleh dari penggunaan instrument tersebut mempunyai konsistensi internal yang sangat memadai, sehingga instrument ini andal dan layak digunakan untuk penelitian sebenarnya, tidak perlu ada item pertanyaan yang diperbaiki atau dibuang. Menurut hasil uji validitas instrument budaya perusahaan diperoleh koefisien korelasi yang besar dan signifikan secara statistic (<0.05) demikian pula hasil analisis faktor menghasilkan nilai loading faktor rata-rata di atas 0.40, walaupun ada satu item pertanyaan no 8 yang mengukur dimensi ke-3 budaya perusahaan mempunyai nilai faktor loading di bawah 0.40, maka pertanyaan-pertanyaan yang mengukur kecenderungan dimensi budaya perusahaan memiliki instrument yang cukup valid.

 
Hasil Pengujian Hipotesis


Dalam penelitian ini, pendekatan interaksi ber-tujuan untuk menerangkan variasi kinerja unit bisnis dari dua interaksi variabel independen yaitu sistem pengendalian manajemen dengan budaya perusahaan. Model penelitian ini menyatakan kesesuaian antar variabel yang bersyarat dengan atribut atau meka-nisme sistem manajemen pengendalian akan ber-hubungan dengan pencapaian efektivitas (kinerja) SBU yang tinggi. Jika kesesuaian digambarkan se-bagai interaksi, kemudian model meramalkan bahwa dampak atribut dan mekanisme sistem manajemen pengendalian adalah lebih tinggi ketika nilai faktor kontekstual (kontinjensi)-nya lebih tinggi.

 
I.       Review/komentar

Hasil temuan di lapangan ini menggambarkan bahwa bila unit bisnis cenderung mempunyai budaya perusahaan yang berorientasi pada hasil, pekerjaan, profesional, sistem terbuka, kontrol ketat dan prag-matis, maka penggunaan atribut (alat pengendalian) dan mekanisme sistem umpan balik bukanlah ter-gantung pada budaya perusahaan tersebut, melainkan ditentukan oleh faktor lainnya, karena budaya per-usahaan itu sendiri sudah dianggap sebagai meka-nisme pengendalian.

 
Dengan mempertimbangkan keterbatasan-keter-batasan yang ada dalam penelitian ini seperti peng-gunaan instrumen yang mendasarkan pada persepsi jawaban responden melalui survei dengan kuesioner dapat menimbulkan masalah jika persepsi responden berbeda dengan keadaan sesungguhnya, sehingga kesimpulan yang diambil hanya berdasarkan pada data yang dikumpulkan melalui penggunaan instru-men secara tertulis, diharapkan penelitian-penelitian di masa yang akan datang sebagai implikasi teoritis dapat menggunakan metode wawancara langsung untuk mengetahui budaya perusahaan, atribut dan mekanisme sistem pengendalian yang diterapkan perusahaan. Penelitian lanjutan perlu memper-timbangkan variabel kontingensi lainnya yang belum diuji dalam penelitian ini seperti teknologi informasi sebagaimana diketahui salah satu kunci keberhasilan suatu sistem pengendalian manajemen ditentukan ada tidaknya dukungan teknologi informasi.

 
J.      Abstrak jurnal

Peranan Sistem Pengendalian Manajemen (SPM) sangat signifikan dalam peningkatan kinerja perusahaan yang tergantung pada bentuk maupun budaya organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi budaya organisasi dengan proses Sistem Pengendalian Manajemen (SPM) yang difokuskan pada alat pengendalian sebagai atribut SPM dan mekanisme SPM (yaitu evaluasi dan sistem umpan balik) terhadap kinerja unit bisnis pada industri manufaktur dan jasa di Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode survey ke manajer suatu unit bisnis, pusat laba, atau divisional dalam perusahaan, baik manufaktur maupun jasa yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta. Hipotesis diuji dengan moderated regression analysis dengan multiplicative model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organsasi tidak memperkuat hubungan antara atribut dan mekanisme SPM dengan kinerja unit bisnis.


K.    Daftar pustaka


Anthony, R. N. 1966. Management Planning dan Control Systems: a Framework for Analysis. Boston: Harvard Business School Press.


Anthony, R. N. & Govindarajan, V. 1995. Manage-ment Control Systems. New York: McGraw-Hill.

 
Budihardjo, A. 2003. Peranan Budaya Perusahaan: Suatu Pendekatan Sistematik dalam Mengelola Perusahaan. Prasetya Mulya Management Journal, 8(14): 51-67.

 
Cooper, D.R. & Emory, C.W. 1996. Business Research Methods. New York: McGraw-Hill.

 
Daft, R. L. & Macintosh, N. B. 1984. The Nature and Use of Formal Control Systems for Mana-gement Control and Strategy Implementation. Journal of Management, 10(1): 43-66.

Kamis, 22 September 2016

SISTEM INFORMASI MANUFAKTUR



OLEH : SINTA DEWI SIREGAR







Dunia Industri selalu menghubungkan pemikiran kita kepada sebuah prosedur input, proses, output. Data merupakan sebuah input yang pada akhirnya akan menjadi sebuah informasi melalui sebuah proses sistem manajemen yang biasa disebut Database Management System (DBMS). Oleh karena itu, perusahaan manufaktur perlu memiliki sebuah sistem informasi yang dikhususkan pada departemen atau bagian manufaktur. Hal ini diperlukan untuk membentuk proses bisnis yang lebih menguntungkan bagi perusahaan.
Sistem  Informasi  Manufaktur adalah suatu sistem  berbasis komputer yang bekerja dalam  hubungannya dengan sistem  informasi fungsional lainnya  untuk mendukung manajemen  perusahaan  dalam  pemecahan masalah yang berhubungan  dengan   manufaktur produk perusahaan yang pada dasarnya tetap bertumpu pada input, proses dan output.             Sistem ini digunakan untuk mendukung  fungsi produksi yang meliputi seluruh kegiatan yang terkaitdengan perencanaan dan pengendalian proses untuk memproduksi barang atau jasa.
MANFAAT SISTEM INFORMASI MANUFAKTUR
Manfaat digunakannya  sistem  informasi  manufaktur  di  dalam  perusahaan  adalah 
sebagai berikut : 
·         Hasil  produksi  perusahaan  lebih  cepat  dan  tepat  waktu  karena  sistem  informasi 
manufaktur menggunakan komputer sebagai alat prosesnya. 
·         Perusahaan lebih cepat memperoleh informasi yang akurat dan terpercaya. 
·         Arsip lebih terstruktur karena menggunakan sistem database 
·         Sistem informasi manufaktur  yang  berupa  fisik  robotik,  hasil  produksi  semakin cepat, tepat dan berkurangnya jumlah sisa bahan yang tidak terpakai.
MODEL SISTEM INFORMASI MANUFAKTUR
1.      Input Data/Informasi
Input data berupa data internal dan data eksternal, data internal merupakan data intern sistem 
keseluruhan  yang mendukung proses pengolahan data menjadi informasi  yang berguna. Data 
ini  meliputi  sumber  daya  manusia  (SDM),  material,  mesin,  dan  hal  lainnya  yang  mendukung 
Sistem Informasi Manufaktur 2
proses  secara  keseluruhan  seperti  transportasi,  spesifikasi  kualitas  material,  frekuensi 
perawatan, dan lain‐lain. 
Data Eksternal perusahaan merupakan data yang berasal dari luar perusahaan (environment) 
yang mendukung proses pengolahan data menjadi informasi yang berguna untuk perhitungan 
cost dalam manufaktur mulai dari awal hingga akhir proses.. Contoh data eksternal adalah data 
pemasok (supplier), kebijakan pemerintah tentang UMR, listrik, dll.  

2.       Proses
Proses pengolahan data menjadi informasi selalu diidentikkan dengan Database
Management System (DBMS). DBMS ini identik dengan manajemen data, dimana data
yang ada harus dijamin akurasi, kemutakhiran, keamanan, dan ketersediaannya bagi
pemakai. Seperti halnya data input, pengolahan data menjadi informasi memerlukan proses
khusus dengan menggunakan metode perhitungan yang sesuai dengan kebutuhan industri
yang bersangkutan. Apabila kita belum mengetahui keinginan informasi dari pihak
eksekutif, pengolahan data yang ada dapat menimbulkan cost yang inefektif dan
inefisiensi.

3.      Output
Informasi yang dihasilkan dari hasil pengolahan data perlu diklasifikasikan
berdasarkan beberapa subsistem. Dalam hal ini, penulis mengklasifikasikan output data
menjadi 3 bagian yaitu persediaan, produksi dan kualitas, dimana ketiganya ini tidak
meninggalkan unsur biaya yang terjadi di dalamnya.
a.       produksi
Adalah  segala  hal  yang  bersangkutan  dengan  proses  yang  terjadi  disetiap  divisi  kerja 
ataupun departemen yang mengukur produksi dalam hal waktu, menelusuri arus kerja dari 
satu langkah ke langkah berikutnya. 
b.      Persediaan
Subsistem persediaan memiliki definisi setiap produk yang ada dalam perusahaan
baik yang disimpan ataupun akan dibutuhkan. Subsistem persediaan memberikan jumlah
stok, biaya holding, safety stock , dan lain-lain berdasarkan hasil pengolahan data dari
input.
c.       Kualitas
Subsistem kualitas memiliki definisi yang sangat kompleks. Semua hal berhubungan
dengan kualitas, baik waktu, biaya, performa kerja, maupun pemilihan supplier. Banyak
hal lain yang bukan definisi mutlak kualitas namun perlu masuk dalam unsur kualitas
seperti proses perawatan.
d.      biaya
Komponen  biaya  termasuk  dalam  semua  subsistem  yang  ada.  Tujuan  perusahaan 
manufaktur  secara  umum  adalah  mencapai  keuntungan  dari  hasil  penjualan  produknya. 
Oleh  karena  itu,  sebuah  sistem  informasi  tidak  akan  pernah  terlepas  unsur  biaya  yang 
terjadi di dalamnya. Sub sistem biaya berfungsi untuk mengukur biaya yang terjadi selama 
proses produksi terjadi.

Masalah khusus persediaan dalam system manufactur
Pada system manufactur, ada hubungan langsung antara tingkat persediaan, jadwal produksi dan permintaan konsumen. Oleh karena itu perencanaan dan pengendalian persediaannya harus terintegrasi dengan peramalan permintaan, jadwal induk produksi, dan pengendalian produksi. Selain kondisi diatas, system manufactur mempunyai 3 bentuk persediaan, yaitu persediaan bahan bahan baku, barang setengah jadi dan barang jadi.
Maslah utama persediaan bahan baku adlah menentukan berapa jumlah pemesanan yang ekonomis (economic order quantity) yang akan menjawab persoalan berapa jumlah bahan baku dan dan kapan bahan baku itu dipesan sehingga dapat meminimasi ordering cost dan holding cost(nasution, 2008).



Kamis, 08 September 2016

teknologi di indonesia



Sains merupakan sebuah proses pengumpulan ilmu atau maklumat dan penyusunannya. Perkataan sains datang daripada bahasa Latin, scinetia, yang bermakna mendapatkan ilmu atau maklumat. Dan seperti proses mendapatkan maklumat yang lain, sains bermula dengan pengalaman, dan kemudiannya mendapatkan fakta dan peraturan daripadaya.

Sedangkan Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan, dan kenyamanan hidup manusia.
 Pada era yang modern saat ini, teknologi sudah menjadi bahasan paling utama sebagai alat atau sebuah sarana pembantu untuk meringankan setiap pekerjaan yang ada. Sedangkan sains dan teknologi sendiri sudah mengakar dan berkembang sedemikian pesatnya dinegara-negara maju yang ada dibelahan dunia ini.
Berbagai kemajuan yang ada di bidang sains dan teknologi bertjuan untuk meningkatkan taraf hidup seseorang serta berfungsi sebagai peningkatan kualitas hidup telah dipatenkan. Oleh karenanya tak heran bahwa pengukuran terhadap negara maju yang ada dilihat dari seberapa besar kualitas teknologi yang dimiliki oleh negara tersebut.

Teknologi terdiri dari beberapa yaitu :
a.       Teknologi konstruksi
Ada beberapa perkembangan teknologi penting yang dibuat oleh Indonesia di era Indonesia modern (pasca kemerdekaan). Pada tahun 80-an seorang insinyur Indonesia asal Bali, Tjokorda Raka Sukawati menemukan teknik konstruksi jalan yang dinamai Teknik Sosrobahu, yang menjadi terkenal setelah itu, dan banyak digunakan oleh banyak negara. Teknologi ini telah diekspor ke Filipina, Malaysia, Thailand dan Singapura dan pada tahun 1995, hak paten diberikan kepada Indonesia.
b.      Teknologi transfortasi
Indonesia memiliki industri kereta api dan transportasi rel yang mapan, dengan perusahaan produsen kereta milik negara, PT. Industri Kereta Api, yang terletak di Madiun, Jawa Timur. Sejak 1982, perusahaan ini telah memproduksi gerbong kereta penumpang, gerbong barang, dan teknologi kereta api lainnya, dan mengekspornya ke berbagai negara, seperti Malaysia dan Bangladesh.
c.       Teknologi informasi dan komunikasi
Indonesia adalah salah satu dari sedikit negara yang saat era 1970-an memiliki satelit komunikasi mereka sendiri. Sejak tahun 1976, serangkaian satelit bernama "Palapa" dibangun, dan diluncurkan di Amerika Serikat untuk perusahaan telekomunikasi milik negara di Indonesia, Indosat. Dalam teknologi internet, seorang ilmuwan teknologi informasi Indonesia, Onno Widodo Purbo telah mengembangkan RT/RW-net, infrastruktur internet berbasis masyarakat yang memungkinkan tersedianya akses internet yang terjangkau bagi masyarakat di daerah pedesaan
Sumber :