Oleh : Sinta dewi Siregar
Tampilkan postingan dengan label @A26-SINTA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @A26-SINTA. Tampilkan semua postingan
Kamis, 12 Januari 2017
Rabu, 05 Oktober 2016
herbal penghalau batu ginjal
mind map dibuat oleh : sinta dewi siregar
berdasarkan artikel dari Atep hidayat linknya : http://www.kangatepafia.com/2013/04/herbal-penghalau-batu-ginjal.html#more
Rabu, 28 September 2016
Review jurnal : interaksi budaya organisasi terhadap industri manufaktur
A.
Judul
penelitian
Interaksi Budaya Organisasi dengan Sistem Pengendalian Manajemen Terhadap
Kinerja Unit Bisnis Industri Manufaktur dan Jasa
B.
Nama penulis
Fakultas Ekonomi, Universitas
Gunadarma Jl. Margionda Raya No.100 Depok 16424
E-mail: peni@staff.gunadarma.ac.id
C.
Nama jurnal
D.
Latar
belakang masalah
Pengendalian manajemen telah
menjadi salah satu area penting dalam penelitian perilaku organisasi, sejalan
dengan pertumbuhan tekanan ekonomi, iklim industri yang tidak menentu, krisis
ekonomi, dan keadaan lingkungan eksternal lainnya seperti konsumen, tingkat
persaingan, pasar, pemasok, distributor, sikap masyarakat dan pemerintah.
Studi-studi yang telah ada (Anthony, 1966; Miller & Friesen, 1982;
Govindarajan, 1988; Simon, 1990; Fisher, 1998; Syafruddin, 2001; Tugiman, 2002;
Wasito dan Ghozali, 2002) menemukan bahwa efektivitas pengendalian manajemen
yang digunakan dalam organisasi berpengaruh secara signifikan terhadap
peningkatan kinerja perusahaan.
Organisasi merupakan suatu unit
sosial yang dibentuk untuk mencapai tujuan tertentu. Sistem pengendalian
diperlukan oleh manajemen untuk membantu memperlancar pencapaian tujuan organisasi
tersebut. Seperti diungkapkan Anthony & Govindarajan (1995), sistem
pengendalian organisasi yang juga biasa disebut sebagai sistem pengendalian
administrative atau birokratis, didesain untuk meng-arahkan atau mengatur
aktivitas anggota organisasi agar sesuai dengan yang dikehendaki oleh pimpinan
organisasi. Akan tetapi keefektifan suatu sistem pengendalian ditentukan antara
lain oleh seberapa jauh sistem tersebut sesuai dengan karakteristik organisasi.
Pendekatan kontinjensi ini mengatakan bahwa sistem pengendalian akan lebih bisa
menunjang pencapaian tujuan organisasi apabila desainnya sesuai dengan kondisi
lingkungan organisasi (Hopwood 1976; Pondeville, 2000). Sebaliknya sistem
pengendalian yang tidak sesuai dengan karakteristik organisasi bisa menimbulkan
dysfunctional behavior bagi anggota organisasi.
E.
Masala
/Pertanyaan penelitian
maka penelitian ini dilakukan untuk
melihat dampak interaksi budaya dengan sistem pengendalian manajemen terhadap
kinerja unit bisnis di organisasi yang berbeda. Permasalahan dalam penelitian
ini dapat dirumuskan sebagai berikut: apakah ada pengaruh antara interaksi
budaya organisasi dengan sistem pengendalian manajemen terhadap kinerja unit
bisnis perusahaan jasa dan manufaktur?.
F.
Tujuan
penelitian
Hal tersebut di atas yang memotivasi
penelitian ini dilakukan dengan memadukan secara bersama-sama atribut
(alat-alat pengendalian) dengan meka-nisme (cara) pengendalian yang dilakukan
berupa evaluasi berdasarkan anggaran dan sistem umpan balik sebagai sistem
pengendalian manajemen dan interaksinya dengan budaya organisasi terhadap
kinerja unit bisnis. Penelitian ini dilakukan di orga-nisasi jasa dan
manufaktur dengan alasan kedua organisasi ini cukup berbeda dari sisi
karakteristik budaya dan jenis industri yang dihasilkan. Penelitian ini
bertujuan mengetahui dampak interaksi budaya dengan sistem pengendalian
manajemen terhadap kinerja unit bisnis di kedua industri ini.
G.
Metode
penelitian
Metode yang digunakan dalam
penelitian ini adalah metode penelitian observasi dan survey. Popu-lasi dalam
penelitian ini adalah para manajer tingkat menengah atau manajerial yang
membawahi divisi/ departemen unit bisnis atau strategic business unit (SBU) di
lingkungan perusahaan-perusahaan di Indo-nesia, dengan pertimbangan bahwa
mereka: (1) merupakan pelaksana keputusan manajemen puncak yang mampu
berinteraksi dengan karyawan dan manajemen puncak, (2) biasanya mereka terlibat
langsung dengan kebijakan yang dilaksanakan oleh manajemen puncak. Dalam
penelitian ini peneliti menetapkan rerangka sampel adalah manajer Unit Bisnis
yang ada di perusahaan-perusahaan di Indo-nesia yang dipilih secara purposive
yaitu yang mempunyai suatu unit bisnis atau strategic business unit (SBU)
terutama yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta (BEJ) yang diseleksi dari
Indonesian Capital Market Directory 2004 dan juga perusahaan-per-usahaan yang
tidak terdaftar namun mempunyai SBU lebih dari satu.
Teknik analisa data yang peneliti
lakukan adalah menggunakan analysis bivariate (interaction approach dengan
model regresi) untuk menguji hipotesis penelitian. Model empiris pengujian
hipotesis ini adalah dependen variabel yang merupakan fungsi dari interaksi dua
variabel independen. Pendekatan ini diadopsi dari Riyanto (2001) yaitu:
Y = α + β1 X1 + β2 X2 + β3 X1.X2+ e
(1)
di mana:
Y = kinerja unit bisnis, diukur
berdasarkan penjumlahan skor setiap butir.
α , β1, β2, β3 = unstandarized
koefisien regresi
X1 dan X2 = variabel atribut dan
mekanisme sistem pengendalian manajemen (alat pengendalian, evaluasi dan sistem
umpan balik) dan variabel budaya
X1. X2 = interaksi X1 dan X2
H.
Hasil
penelitian
Hasil Pengujian Validitas dan
Reliabilitas Daftar Pertanyaan
Hasil uji menunjukkan bahwa secara
umum daftar pertanyaan merupakan instrument yang sangat andal/reliabel
(α>0.60) dan sahih/valid. Item-item pertanyaan yang mengukur masing-masing
dimensi budaya menunjukkan cronbach alpha jauh di atas 0.60. Koefisien ini
menunjukkan bahwa data pene-litian dari pilot test yang diperoleh dari
penggunaan instrument tersebut mempunyai konsistensi internal yang sangat
memadai, sehingga instrument ini andal dan layak digunakan untuk penelitian
sebenarnya, tidak perlu ada item pertanyaan yang diperbaiki atau dibuang.
Menurut hasil uji validitas instrument budaya perusahaan diperoleh koefisien
korelasi yang besar dan signifikan secara statistic (<0.05) demikian pula
hasil analisis faktor menghasilkan nilai loading faktor rata-rata di atas 0.40,
walaupun ada satu item pertanyaan no 8 yang mengukur dimensi ke-3 budaya
perusahaan mempunyai nilai faktor loading di bawah 0.40, maka
pertanyaan-pertanyaan yang mengukur kecenderungan dimensi budaya perusahaan
memiliki instrument yang cukup valid.
Hasil Pengujian Hipotesis
Dalam penelitian ini, pendekatan
interaksi ber-tujuan untuk menerangkan variasi kinerja unit bisnis dari dua
interaksi variabel independen yaitu sistem pengendalian manajemen dengan budaya
perusahaan. Model penelitian ini menyatakan kesesuaian antar variabel yang
bersyarat dengan atribut atau meka-nisme sistem manajemen pengendalian akan
ber-hubungan dengan pencapaian efektivitas (kinerja) SBU yang tinggi. Jika
kesesuaian digambarkan se-bagai interaksi, kemudian model meramalkan bahwa
dampak atribut dan mekanisme sistem manajemen pengendalian adalah lebih tinggi
ketika nilai faktor kontekstual (kontinjensi)-nya lebih tinggi.
I.
Review/komentar
Hasil temuan di lapangan ini
menggambarkan bahwa bila unit bisnis cenderung mempunyai budaya perusahaan yang
berorientasi pada hasil, pekerjaan, profesional, sistem terbuka, kontrol ketat
dan prag-matis, maka penggunaan atribut (alat pengendalian) dan mekanisme
sistem umpan balik bukanlah ter-gantung pada budaya perusahaan tersebut,
melainkan ditentukan oleh faktor lainnya, karena budaya per-usahaan itu sendiri
sudah dianggap sebagai meka-nisme pengendalian.
Dengan mempertimbangkan
keterbatasan-keter-batasan yang ada dalam penelitian ini seperti peng-gunaan
instrumen yang mendasarkan pada persepsi jawaban responden melalui survei
dengan kuesioner dapat menimbulkan masalah jika persepsi responden berbeda
dengan keadaan sesungguhnya, sehingga kesimpulan yang diambil hanya berdasarkan
pada data yang dikumpulkan melalui penggunaan instru-men secara tertulis,
diharapkan penelitian-penelitian di masa yang akan datang sebagai implikasi
teoritis dapat menggunakan metode wawancara langsung untuk mengetahui budaya
perusahaan, atribut dan mekanisme sistem pengendalian yang diterapkan
perusahaan. Penelitian lanjutan perlu memper-timbangkan variabel kontingensi
lainnya yang belum diuji dalam penelitian ini seperti teknologi informasi
sebagaimana diketahui salah satu kunci keberhasilan suatu sistem pengendalian
manajemen ditentukan ada tidaknya dukungan teknologi informasi.
J.
Abstrak
jurnal
Peranan Sistem Pengendalian
Manajemen (SPM) sangat signifikan dalam peningkatan kinerja perusahaan yang
tergantung pada bentuk maupun budaya organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pengaruh interaksi budaya organisasi dengan proses Sistem
Pengendalian Manajemen (SPM) yang difokuskan pada alat pengendalian sebagai
atribut SPM dan mekanisme SPM (yaitu evaluasi dan sistem umpan balik) terhadap
kinerja unit bisnis pada industri manufaktur dan jasa di Jakarta. Penelitian
ini menggunakan metode survey ke manajer suatu unit bisnis, pusat laba, atau
divisional dalam perusahaan, baik manufaktur maupun jasa yang terdaftar di
Bursa Efek Jakarta. Hipotesis diuji dengan moderated regression analysis dengan
multiplicative model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organsasi tidak
memperkuat hubungan antara atribut dan mekanisme SPM dengan kinerja unit
bisnis.
K.
Daftar
pustaka
Anthony, R. N. 1966. Management
Planning dan Control Systems: a Framework for Analysis. Boston: Harvard
Business School Press.
Anthony, R. N. & Govindarajan,
V. 1995. Manage-ment Control Systems. New York: McGraw-Hill.
Budihardjo, A. 2003. Peranan Budaya
Perusahaan: Suatu Pendekatan Sistematik dalam Mengelola Perusahaan. Prasetya Mulya
Management Journal, 8(14): 51-67.
Cooper, D.R. & Emory, C.W.
1996. Business Research Methods. New York: McGraw-Hill.
Daft, R. L. & Macintosh, N. B.
1984. The Nature and Use of Formal Control Systems for Mana-gement Control and
Strategy Implementation. Journal of Management, 10(1): 43-66.
Kamis, 22 September 2016
SISTEM INFORMASI MANUFAKTUR
OLEH : SINTA DEWI SIREGAR
Dunia Industri selalu menghubungkan pemikiran
kita kepada sebuah prosedur input, proses, output. Data merupakan sebuah input
yang pada akhirnya akan menjadi sebuah informasi melalui sebuah proses sistem
manajemen yang biasa disebut Database Management System (DBMS).
Oleh karena itu, perusahaan
manufaktur perlu memiliki sebuah sistem informasi yang dikhususkan pada
departemen atau bagian manufaktur. Hal ini diperlukan untuk membentuk proses
bisnis yang lebih menguntungkan bagi perusahaan.
Sistem Informasi
Manufaktur adalah suatu sistem berbasis komputer yang
bekerja dalam hubungannya dengan sistem
informasi fungsional lainnya untuk mendukung manajemen
perusahaan dalam
pemecahan masalah yang berhubungan dengan
manufaktur produk perusahaan yang pada dasarnya tetap bertumpu pada input, proses dan output. Sistem ini digunakan untuk mendukung
fungsi produksi
yang meliputi seluruh kegiatan yang terkaitdengan perencanaan dan pengendalian proses untuk memproduksi barang atau jasa.
MANFAAT SISTEM INFORMASI MANUFAKTUR
Manfaat digunakannya sistem informasi manufaktur
di dalam perusahaan adalah
sebagai berikut :
·
Hasil
produksi perusahaan lebih cepat dan tepat
waktu karena sistem informasi
manufaktur menggunakan komputer sebagai alat prosesnya.
·
Perusahaan lebih cepat memperoleh informasi yang akurat dan terpercaya.
·
Arsip lebih terstruktur karena menggunakan sistem database
·
Sistem informasi manufaktur
yang berupa fisik robotik, hasil produksi
semakin cepat, tepat dan berkurangnya jumlah sisa bahan yang tidak terpakai.
MODEL SISTEM INFORMASI MANUFAKTUR
1.
Input
Data/Informasi
Input data berupa data internal dan data eksternal, data internal merupakan data intern sistem
keseluruhan
yang mendukung proses pengolahan data menjadi informasi
yang berguna. Data
ini
meliputi sumber daya manusia (SDM),
material, mesin, dan hal lainnya yang
mendukung
Sistem Informasi
Manufaktur 2
proses
secara keseluruhan seperti transportasi,
spesifikasi kualitas material, frekuensi
perawatan, dan lain‐lain.
Data Eksternal perusahaan merupakan data yang berasal dari luar perusahaan (environment)
yang mendukung proses pengolahan data menjadi informasi yang berguna untuk perhitungan
cost
dalam manufaktur mulai dari awal hingga akhir proses.. Contoh data eksternal adalah data
pemasok (supplier), kebijakan pemerintah tentang UMR, listrik, dll.
2.
Proses
Proses pengolahan
data menjadi informasi selalu diidentikkan dengan Database
Management System
(DBMS). DBMS ini identik dengan manajemen data, dimana data
yang ada harus
dijamin akurasi, kemutakhiran, keamanan, dan ketersediaannya bagi
pemakai. Seperti
halnya data input, pengolahan data menjadi informasi memerlukan proses
khusus dengan
menggunakan metode perhitungan yang sesuai dengan kebutuhan industri
yang bersangkutan.
Apabila kita belum mengetahui keinginan informasi dari pihak
eksekutif,
pengolahan data yang ada dapat menimbulkan cost yang inefektif dan
inefisiensi.
3.
Output
Informasi yang dihasilkan dari hasil pengolahan data perlu
diklasifikasikan
berdasarkan
beberapa subsistem. Dalam hal ini, penulis mengklasifikasikan output data
menjadi 3 bagian
yaitu persediaan, produksi dan kualitas, dimana ketiganya ini tidak
meninggalkan unsur
biaya yang terjadi di dalamnya.
a.
produksi
Adalah
segala hal yang bersangkutan dengan proses
yang terjadi disetiap divisi kerja
ataupun departemen yang mengukur produksi dalam hal waktu, menelusuri arus kerja dari
satu langkah ke langkah berikutnya.
b.
Persediaan
Subsistem
persediaan memiliki definisi setiap produk yang ada dalam perusahaan
baik yang disimpan
ataupun akan dibutuhkan. Subsistem persediaan memberikan jumlah
stok, biaya
holding, safety stock , dan lain-lain berdasarkan hasil pengolahan data dari
input.
c.
Kualitas
Subsistem kualitas
memiliki definisi yang sangat kompleks. Semua hal berhubungan
dengan kualitas,
baik waktu, biaya, performa kerja, maupun pemilihan supplier. Banyak
hal lain yang bukan
definisi mutlak kualitas namun perlu masuk dalam unsur kualitas
seperti proses
perawatan.
d.
biaya
Komponen
biaya termasuk dalam semua subsistem yang
ada. Tujuan perusahaan
manufaktur
secara umum adalah mencapai keuntungan dari
hasil penjualan produknya.
Oleh
karena itu, sebuah sistem informasi tidak
akan pernah terlepas unsur biaya yang
terjadi di dalamnya. Sub sistem biaya berfungsi untuk mengukur biaya yang terjadi selama
proses produksi terjadi.
Masalah
khusus persediaan dalam system manufactur
Pada system manufactur,
ada hubungan langsung antara tingkat persediaan, jadwal produksi dan permintaan
konsumen. Oleh karena itu perencanaan dan pengendalian persediaannya harus
terintegrasi dengan peramalan permintaan, jadwal induk produksi, dan pengendalian
produksi. Selain kondisi diatas, system manufactur mempunyai 3 bentuk
persediaan, yaitu persediaan bahan bahan baku, barang setengah jadi dan barang
jadi.
Maslah utama persediaan
bahan baku adlah menentukan berapa jumlah pemesanan yang ekonomis (economic order
quantity) yang akan menjawab persoalan berapa jumlah bahan baku dan dan kapan
bahan baku itu dipesan sehingga dapat meminimasi ordering cost dan holding
cost(nasution, 2008).
Kamis, 15 September 2016
Kamis, 08 September 2016
teknologi di indonesia
Sains merupakan
sebuah proses pengumpulan ilmu atau maklumat dan penyusunannya.
Perkataan sains datang daripada bahasa Latin, scinetia, yang
bermakna mendapatkan ilmu atau maklumat. Dan seperti proses mendapatkan
maklumat yang lain, sains bermula dengan pengalaman, dan kemudiannya
mendapatkan fakta
dan peraturan
daripadaya.
Sedangkan Teknologi adalah keseluruhan sarana
untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan, dan
kenyamanan hidup manusia.
Pada era yang modern saat ini, teknologi sudah
menjadi bahasan paling utama sebagai alat atau sebuah sarana pembantu untuk
meringankan setiap pekerjaan yang ada. Sedangkan sains dan teknologi sendiri
sudah mengakar dan berkembang sedemikian pesatnya dinegara-negara maju yang ada
dibelahan dunia ini.
Berbagai kemajuan yang ada di bidang sains dan
teknologi bertjuan untuk meningkatkan taraf hidup seseorang serta berfungsi
sebagai peningkatan kualitas hidup telah dipatenkan. Oleh karenanya tak heran
bahwa pengukuran terhadap negara maju yang ada dilihat dari seberapa besar
kualitas teknologi yang dimiliki oleh negara tersebut.
Teknologi terdiri dari beberapa yaitu :
a. Teknologi
konstruksi
Ada beberapa perkembangan teknologi
penting yang dibuat oleh Indonesia di era Indonesia modern (pasca kemerdekaan).
Pada tahun 80-an seorang insinyur Indonesia asal Bali,
Tjokorda Raka Sukawati
menemukan teknik konstruksi jalan yang dinamai Teknik Sosrobahu, yang menjadi terkenal
setelah itu, dan banyak digunakan oleh banyak negara. Teknologi ini telah
diekspor ke Filipina, Malaysia, Thailand dan Singapura dan pada tahun 1995, hak paten
diberikan kepada Indonesia.
b. Teknologi
transfortasi
Indonesia memiliki industri kereta api dan transportasi rel yang mapan, dengan
perusahaan produsen kereta milik negara, PT. Industri Kereta Api,
yang terletak di Madiun, Jawa Timur. Sejak 1982,
perusahaan ini telah memproduksi gerbong kereta penumpang, gerbong barang, dan
teknologi kereta api lainnya, dan mengekspornya ke berbagai negara, seperti Malaysia dan Bangladesh.
c. Teknologi informasi dan komunikasi
Indonesia adalah
salah satu dari sedikit negara yang saat era 1970-an memiliki satelit komunikasi mereka sendiri. Sejak tahun 1976,
serangkaian satelit bernama "Palapa" dibangun, dan diluncurkan di Amerika
Serikat
untuk perusahaan telekomunikasi milik negara di Indonesia, Indosat. Dalam
teknologi internet, seorang ilmuwan teknologi informasi Indonesia, Onno
Widodo Purbo
telah mengembangkan RT/RW-net, infrastruktur
internet berbasis masyarakat yang memungkinkan tersedianya akses internet yang
terjangkau bagi masyarakat di daerah pedesaan
Sumber :
Langganan:
Postingan (Atom)

