.

Tampilkan postingan dengan label @A28-Bayu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @A28-Bayu. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 September 2016

Review Jurnal: Pemanfaatan Limbah Industri Pengolahan Kayu

Oleh: Bayu Adhi Pratama

A. Judul Penelitian:

Pemanfaatan Limbah Industri Pengolahan Kayu Di Kota Denpasar (Studi Kasus Pada CV Aditya)

B. Nama Penulis:

I Wayan Sutarman, Program Studi Teknik Industri, Universitas Mahendradata, Denpasar, Indonesia,  Email: studioa7wsarchitect@gmail.com 

C. Nama Jurnal:

Jurnal PASTI Volume 10, No 1 (2016), 15 – 22 Dalam link http://publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/pasti/article/view/668

D. Latar Belakang Masalah

Pemanfaatan hutan telah dijelaskan dalam UU no 41 tahun 1999, tentang kehutanan, dimana kegiatan exploitasi hutan sudah menjadi larangan dunia international. Lebih alnjut dijelaskan dalam Undang-undang ini pemanfaatan hutan yang boleh dilakukan hanyalah hutan industri, yang peraturannya telah diatur lebih lanjut dalam peraturan pemerintah.  Perusahan industri kayu akan kesulitan untuk mendapatkan bahan baku. Untuk itu Perusahan pengolahan industri kayu, tidak hanya  mengejar produk atau sibuk mengirim kayu olahan dari bahan utuh, ketimbang dari bahan limbah kayu. Limbah kayu yang dimaksudkan adalah sisa potongan kecil-kecil baik sisa potongan atau sisa belahan kayu. Kementerian Lingkungan Hidup atau Kantor Gubernur, atau juga kantor Kabupaten dan Kodya setempat nampaknya belum mengeluarkan petunjuk jelas tentang bagaimana memanfaatkan limbah kayu potongan. Di lain sisi pabrik-pabrik kayu belum juga memikirkan secara serius bagaimana menangani limbah potongan kayu yang makin melimpah jumlahnya, lebih-lebih industri pengolahan kayu berskala kecil. Cv Aditya sebagai salah satu pengolahan industri kayu kecil di Denpasar, yang mengalami kendala dalam menjalankan aktivitasnya. Menurut Hubeis (2001) kendala yang dihadapi adalah lemahnya kewirausahaan dan manajerial keterbatasan keuangan, ketidak mampuan aspek pasar, keterbatasan produksi dan teknologi, ketidak mampuan informasi, tidak didukung kebiajakan dan regulasi yang memadai dan kurang dukungan lembaga keuangan. Dengan semakin bertambah jumlah limbah kayu, ketatnya penebangan hutan sebagai apresiasi terhadap global warning, meningkatnya kebutuhan manusia akan produk baru. Maka pemanfaatan/ pengolahan kayu limbah sangat potensial dilakukan dan memiliki niali seni dan jual yang tinggi, serta dapat dijadikan komoditi export. 

E. Masalah

Perusahaan Cv Aditya mengalami kendala dalam menjalankan aktivitasnya sebagai salah satu pengolahan industri kayu kecil di Denpasar. Kendala yang dihadapi adalah  lemahnya kewirausahaan dan manajerial keterbatasan keuangan, ketidak mampuan aspek pasar, keterbatasan produksi dan teknologi, ketidakmampuan informasi, tidak didukung kebiajakan dan regulasi yang memadai serta kurang dukungan lembaga keuangan. Sehingga Perusahaan tersebut kurang memanfaatkan secara maksimal dalam pemanfaatan kayu hasil limbah industri  untuk digunakan menjadi suatu barang yang berguna akan kebutuhan manusia.

F. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini dibuat agar limbah hasil pengolahan industi kayu di Cv Aditya dapat diolah menjadi suatu barang yang brguna akan kebutuhan manusia berupa furniture dan art work (sebagai hiasan interior ruangan, baik hotel, villa, ataupun rumah tinggal). Furniture dapat berupa: meja, kursi, meja makan, almari, bahan lantai, dan bahan dinding, serta  art work berupa: hiasan dinding, lampu hias, serta pernak pernik lainnya.

G. Metode

Penelitian dilakukan dengan melakukan pengamatan di kawasan penjualan kerajinan pemanfaatan limbah di Jl. Mertanadi Kuta, Bali. Selain itu, wawancara dilakukan kepada owner untuk melakukan investigasi dan informasi lebih lanjut mengenai pengolahan limbah kayu. 

H. Hasil Penelitian

Berdasarkan hasil pengamatan di kawasan penjualan kerajinan pemanfaatan kayu limbah, yang memiliki nilai seni tinggi, ada di kawasan jalan Mertanadi Kuta. Dari hasil wawancara dengan pemilik pastion for design (Bapak Helmi) dapat diketahui bahwa limbah kayu dapat dimanfaatkan untuk membuat beragam furniture yang menarik dan bernilai jual tinggi. Pemanfaatan sisa limbah kayu bisa berupa meja, kursi, lemari, dan bermacam art work. Selain furniture seperti kursi, meja dan lemari limbah kayu tersebut juga dapat buat sebagai hiasan lampu. Dengan design yang baik, limbah tersebut dapat menghasilkan karya seni yang bernilai jual. Limbah kayu tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai dinding kayu sebagai aksen dalam dekorasi ruangan. Ditambahkan pula Penggunaan material kayu limbah sebagai alternatif material ramah lingkungan pada produk-produk desainnya serta mendukung program anti pemanasan global. Kreativitas yang dilakukan antara lain Penggabungan dengan material lain seperti: resin, kuningan, alumunium, kaca, resin, kuningan, alumunium, kaca, stainlisteell, atau semacam metal- metal yang lain.  Nilai seni dari kayu sangat tinggi, dengan design yang baik akan dapat dihasilkan sebuah produk yang unik dan menarik untuk konsumen. Salah satu design yang telah dilakukan adalah pembuatan tangga yang sangat unik. Hal ini dapat dijadikan peluang besar bisnis dari limbah kayu.

I. Review/ Komentar

Dengan semakin menipisnya persediaan kayu perlu dilakukan penyuluhan kepada pemilik industri kayu akan manfaat limbah kayu berupa sisa potongan memendek dan menajang hasil olahan. Untuk dapat menjadikannya sebagai bentuk yang mempunyai nilai seni tinggi dibutuhkan kreatifitas dalam pengolahan hasil limbahnya. Hasil dari olahan limbah kayu dapat berupa, furniture terdiri atas : meja makan, almari, dan sofa/ kursi, serta  art work berupa: hiasan dinding, lampu hias, serta pernak pernik lainnya.  Selain mengurangi pencemaran dari limbah, hal ini juga dapat berfungsi untuk menaikkan nilai pakai dan nilai ekonomi suatu benda, sehingga jika cara pengolahan limbah potongan kayu ini dapat diberdayakan di masyarakat, dapat juga menaikkan taraf hidup masyarakat dengan menciptakan lahan pekerjaan baru dari pengolahan limbah pabrik. 

J. Abstrak Jurnal

Kayu limbah di perusahan industri perkayuan di Indonesia, saat ini belum dimanfaatkan secara maksimal, hanya sebagai kayu bakar. Hal ini terjadi karena kurangnya kreativitas masyarakat. Masalah ini juga terjadi di Kota Denpasar.  Penelitian ini mengkaji kayu limbah hasil sisa industri pengolahan industri kayu, studi kasus di Cv Aditya Denpasar, hanya pada sisa potongan atau bilahan yang tak “berguna”.  Diharapkan dalam penelitian ini limbah hasil pengolahan industi kayu dapat berupa furniture dan art work sebagai hiasan interior ruangan, baik hotel, villa, ataupun rumah tinggal. furniture dapat berupa: meja, kursi, meja makan, almari, bahan lantai, dan bahan dinding, serta  art work berupa: hiasan dinding, lampu hias, serta pernak pernik lainnya.

K. Daftar Pustaka

Cahyandari, D. 2007. Pemanfaatan limbah kayu sebagai bahan dasar pembuatan papan partikel. Traksi, Vol. 5 (1), 26 – 34. 

Genchev, Y. & Marinova, M. 2013. Trends in modern home interior and furniture. Journal of Wood Science, Design and Technology. Vol. 2 (1), 28-33. 

Gusmailina, S.Komarayati dan T. Nurhayati. 1990. Pemanfaatan residu fermentasi padat sebagai kompos pada pertumbuhan anakan Eucalyptus urophylla. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, Vol. 4, 157-163. 

Iliev, B., Karanov, V. & Panevsky, E. N. 2013. Analyses of the impact of tradition and traditional skills of production on the historical development of the scandinavian design architecture. Journal of Wood Science, Design and Technology, Vol. 2 (1), 73-81.

Komarayati, S. 1993. Pemanfaatan serbuk gergaji, tanah latosol dan residu fermentasi sebagai medium tumbuh bibit sengon. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, Vol. 11 (2), 74-79.

Komarayati, S., R. Sudrajat & I.P Adhi. 1992. Pemanfaatan kompos anaerobik untuk meningkatkan pertumbuhan Albizia falcataria. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, Vol. 10 (4), 125-129. 

Munandar, U. 1982. Anak-Anak Berbakat Pembinaan dan Pendidikannya, Rajawali, Jakarta. 

Munandar, U. 1999. Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat, Depdiknas dan Rineka Cipta, Jakarta 

Nurhayati, T & Hartoyo. 1992. Pengaruh kecepatan laju alir udara pada gasifikasi fluidized bed dari limbah kayu kamper. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, Vol. 10 (1), 24-28.

Panevsky, E.N. & Karanakov, V. 2013. Portals and doors in traditonal Ohrid architecture Journal of Wood Science, Design and Technology. Vol. 2 (1), 16-27.

Pasaribu, R.A. 1987. Pemanfaatan serbuk gergaji sengon sebagai kompos untuk pupuk tanaman. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, Vol. 4 (4), 15-21.

Purwanto, D. 2011. Pembuatan balok dan papan dari board and wood block making from waste of wood industries, Jurnal Riset Industri, Vol.5(1),13-20. 

Purwanto, J. 2011. Pembuatan balok dan papan dari limbah industri kayu, Jurnal Riset Industri, Vol. 5 (1), 13-20.

Sinulangga, S. 2008. Pengantar Teknik Industri, Graha Ilmu, Jakarta 

Sumpeno, B. 2008. Analisa Ekonomi Industri Kecil untuk Akses ke Lembaga Perbankan (Studi Kasus pada Perusahaan Kecap Damai di Purwokwerto), MPI, Vol. 3(1), 62-72.

Supriadi, D. 1994. Kreativitas, Kebudayaan & Perkembangan Iptek, Alfabeta, Bandung.

Verawati, S. 2012. PERAN MODAL SOSIAL DALAM STRATEGI INDUSTRI KREATIF (Studi di Sentra Kerajinan Kayu Jati Desa Jepon, Kabupaten Blora Jawa Tengah). E-Journal UNY. Vol. 1 (3).

Yuniartini, N. P. S. 2013. Pengaruh modal, tenaga kerja dan teknologi terhadap produksi industri kerajinan ukiran kayu di kecamatan ubud. E-Jurnal Ekonomi Pembangunan Universitas Udayana, Vol. 2 (2), 95 – 101.

Kamis, 22 September 2016

Kamis, 15 September 2016

Resensi Buku: Pengantar Teknik Industri


Judul Buku           : Pengantar Teknik Industri
Penulis                  : Sukaria Sinulingga
No. ISBN              : 978-979-756-293-9
Penerbit                : Graha Ilmu
Tahun Terbit        : 2008
Harga                    : Rp 153.800,00
Halaman               : xii + 368 hlm



Pokok Bahasan :

Teknik Industri Sebagai Disiplin Ilmu

      Teknik Industri merupakan salah satu disiplin ilmu yang kurang mendapat perhatian di negara-negara berkembang. Di negara-negara industri maju, walaupun disiplin ilmu ini massih relatif baru telah mendapat tempat terhormat sebagai ilmu yang sangat membantu dalam pemecahan masalah khususnya yang berhubungan dengan perancangan metode dan sistem dalam upaya peningkatan kerja produktif.

      Disiplin ilmu ini sebenarnya telah dikenal cukup lama yaitu sejak awal Abad XX. Pada waktu itu persisnya tahun 1909, scientific management sebuah konsep dasar dari ilmu yang belakangan dikenal sebagai teknik industri telah diperkenalkan oleh Frederick Winslow Taylor yang populer dengan sebutan F.W. Taylor kepada masyarakat industri. Tetapi para ahli yang telah terbiasa dengan cara lama kurang berhasil menciptakan manfaat dari konsep baru tersebut pada kegiatan produksi mereka seperti apa yang diharapkan oleh Taylor. Konsep ini (yang merupakan cikal bakal teknik industri) kemudian memudar samapai beberapa dekade.

      Scientific management yang dikembangkan oleh Taylor pada dasarnya adalah sebuah konsep yang bersifat keilmuan dengan fokus pada peningkatan efisiensi industri seperti perbaikan utilisasi berbagai faktor-faktor produksi terutama pada tenaga kerja. Konsep tersebut secara jelas menggambarkan bahwa efisiensi yang tinggi akan dapat dicapai apabila para manajer produksi melakukan analisis/evaluasi, perbaiakan dan pengukuran operasi produksi.

Definisi Ilmu Teknik Industri

       Bertolak dari perkembangan konsep dan metode dalam peningatan produktivitas kerja terutama scientific management yang dikemukakan oleh F.W. Tylor serta pemahaman bahwa teknik industri adalah bagian dari disiplin ilmu keteknikan maka melalui serangkaian diskusi IIE, diperoleh kesepakatan bahwa disiplin ilmu teknik industri dapat dibedakan dari disiplin ilmu teknik lain dengan mengacu kepada definisi dibawah ini (P.E. Hicks. 1977):

   Industrial engineering is concerned with the design, improvement and installation of integred system of people, materials, and equipment, drawing upon specialized knowledge and skill in the mathematical, physical and social scienes together with the principle and methods of engineerig analysis and design to specify, predict, and evaluate the result to be obtained from such system.

       Definisi diatas menjelaskan bahwa teknik industri berkenaan dengan perancangan, perbaikan dan instalasi sistem terpadu (integrated system) yang terdiri dari manusia, perlengkapan dan bahan. Dengan demikian, teknik industri adalah disiplin ilmu keteknikan mengenai sistem produksi.

Fungsi Dan Kontribusi Teknik Industri

   Berdasarkan pengamatannya, William Grant Ireson, profesor di bidang Teknik Industri dari Stanford University (USA) dalam International Conference On Industrial Engineering di ATT Bangkok (1980) mengemukakan bahwa fungsi yang tipikal disiplin teknik industri dalam peningkatan kerja dan produktivitas organisasi adalah sebagai berikut:
  • Methods Engineering
  • Production Planning
  • Economic Analysis
  • Statistical Quality Control
  • Personnel Management
  • Operation Analysis

Pemahaman

Teknik Industri Sebagai Disiplin Ilmu

        Disiplin ilmu ini sebenarnya telah dikenal cukup lama yaitu sejak awal Abad XX. Pada waktu itu persisnya tahun 1909, scientific management sebuah konsep dasar dari ilmu yang belakangan dikenal sebagai teknik industri telah diperkenalkan oleh Frederick Winslow Taylor yang populer dengan sebutan F.W. Taylor kepada masyarakat industri. Tetapi para ahli yang telah terbiasa dengan cara lama kurang berhasil menciptakan manfaat dari konsep baru tersebut pada kegiatan produksi mereka seperti apa yang diharapkan oleh Taylor. Konsep ini (yang merupakan cikal bakal teknik industri) kemudian memudar samapai beberapa dekade.

      Scientific management yang dikembangkan oleh Taylor pada dasarnya adalah sebuah konsep yang bersifat keilmuan dengan fokus pada peningkatan efisiensi industri seperti perbaikan utilisasi berbagai faktor-faktor produksi terutama pada tenaga kerja. Konsep tersebut secara jelas menggambarkan bahwa efisiensi yang tinggi akan dapat dicapai apabila para manajer produksi melakukan analisis/evaluasi, perbaiakan dan pengukuran operasi produksi.

     Tahun 1960-an kemudian menjadi saksi terjadinya perubahan pandangan yang sangat signifikan dalam bidang teknik industri sehubungan dengan perkembangan pesat pada bisnis yang secara serius menerapkan konsep scientific management. Beberapa diantara perkembangan yang cukup mendasar (Abdulbhan, P.,1980) ialah:
  • Tumbuhnya kecendrungan perubahan dalam pendekatan bisnis dari pendekatan mikro (operasi produksi) menjadi pendekatan makro (sistem terpadu) sehubungan dengan semakin kompleksnya pengelolaan bisnis dalam menghadapi persaingan .
  • eningkatnya penggunaan metodologi kuantitatif yang memungkinkan seluruh alternatifpmecahan masalah dapat diukur dengan cara yang lebih baik sehingga keputusan (pilihan terbaik) dapat lebih mudah ditetapkan. Metodologi yang dimaksud terutama berhubungan dengan penelitian operasional dan analisis sistem.
  • Pesatnya kemajuan teknologi komputer dan penerapannya dalam berbagai bidang telah memungkinkan penggunaan metode kuantitatif secara intensif dalam pemecahan masalah melalui pendekatan teknik industri.
     Dengan kemajuan-kemajuan diatas, pendekatan teknik industri dalam pemecahan masalah efisiensi industri khususnya tenaga kerja berkembang kearah perancangan kerja (job design), perancangan alat kerja (tool design), perancangan tempat kerja (work place design) dan perancangan alat bantu (productive aid design). Perbaikan produktivitas tenaga kerja dilakukan melalui pendekatan manajemen personalia yang meliputi antara lain perbaikan sistem pengupahan, pelatihan dan pengembangan keterampilan kerja. Karena banyak bersentuhandengan fisik, sifat dan prilaku manusia maka pendekatan teknik industri akhirnya memanfaatkan hasil kerja para psikolog, sosiolog dan fisiolog dalam mempelajari manusia sebagai salah satu elemen pokok dalam sistem produksi.

         Kini bidang teknik industri telah berkembang jauh lebih luas dari keadaan sebelumnya yang hanya bertitik berat pada peningkatan produktivitas tenaga kerja. Ruang lingkup teknik industri telah mencakup perancangan sistem kompleks (compleks system  design). Sistem kompleks ialah sistem industria (Industrial System) yang memiliki elemen dan variabel cukup banayk yng masing-masing berubah dengan waktu. Sudah tentu kinerja teknis dan finansial sistem yang demikian dari waktu ke waktu harus selalu dioptimalkan. Suatu keunikan dari disiplin Ilmu teknik industri dibandingkan dengan disiplin ilmu teknik lain ialah luasnya disiplin ilmu yang dicakup dalam pendekatan teknik industri yaitu kombinasi dari dasar-dasar rekayasa (engineering fundamentals) dengan matematika, metode statistika, psikologi, fisiologi, sosiologi dan ekonomi dalam pembuatan rancangan industrial sistem kompleks (Ireson, W.G. 1980).

Definisi Ilmu Teknik Industri

  1. Teknik Industri adalah disiplin ilmu engineering (kerekayasaan) dan bukanlah sains karena disiplin ilmu teknik industri berkenaan deengan perancangan (design), perbaikan (improvement) dan penginstalasian (installation) yang kegiatannya adalah ciri khas ilmu keteknikan.
  2. Teknik industri berkenaan dengan sistem integral  (intergrated system) yang terdiri dari unsur mesin/peralatan, unsur material dan unsur peralatan. Bahkan dalam perkembangannya akhir-akhir ini berbagai unsur penting lainnya yaitu energi dan informasi telah dimasukkan sebagai komponen dari sistem integral yang dimaksud.
  3. berdasakan butir 1 dan 2 diatas terlihat jelas bahwa dasar keilmuan teknik industri adalah multi disiplin tidak seperti disiplin ilmu engineering lainnya seperti teknik sipil, teknik mesin atau teknik elektro karena teknik industri tidak bertumpu pada ilmu matematika dan ilmu fisika tetapi juga ilmu sosial seperti ilmu manajemen, psikologi, dan ilmu ekonomi.
  4. Tidak berbeda halnya dengan para lulusan dari disiplin ilmu engineering lai, para lulsan teknik industri harus memiliki kemampuan dalam memahami dan memanfaatkan metode analisis dan perancangan kerekayasaan agar dapat menetapkan spesifikasi, memprediksi dan mengevaluasi hasil yang akan diperoleh dari sistem integral yang dirancang, diperbaiki dan diinstalasi.

Fungsi Dan Kontribusi Teknik Industri

  • Methods Engineering
Melakukan studi waktu serta analisis secara mendalam terhadap pekerjaan-pekerjaan guna perbaikan prosedur peralatan dan tempat kerja serta memperlambat terjadinya kelelahan dalam bekerja.
  • Production Planning
Melakukan perencanaan awal untuk perbaikan datadan setiap langkah pengendalian operasi manufakturing, penentuan spesifikasi mesin-mesin dan alat bantu produksi, penjadwalan operasi dan pembuatan perintah kerja di lantai pabrik.
  •  Economics Analysis  
Melakukan analisis ekonomi dari setiap alternatif keputusan yang dibuat guna memudahkan pemilihan keputusan yang lebih tepat.
  • Statistical Quality Control  
Melakukan pengendalian khusus mutu proses dan reliability produk untuk menekan variabilitas pada proses dan menjamin kesesuaian produk dengan spesifikasi pada waktu pengiriman pada pelanggan.
  • Personnel Management      
Melakukan perencanaan, analisis dan perbaikan pada sistem pengupahan, hubungan industrial, standar-standar kerja untuk mengembangkan keharmonisan kerja guna meningkatan produktivitas  dan kesejahteraan karyawan.
    • Operation Analysis
    Melakukan studi analitikal yang mendetail terhadap setiap masalah yang ditemukanoleh menajemen misalnya studi alternatif dalam penggantian teknologi proses, peningkatan kapasitas produksi dan lain-lain.

        Fungsi-fungsi diatas memperlihatkan bahwa profesi teknik industri memiliki kontribusi besar dalam perbaikan sistem produksi sehingga dibutuhkan tidak hanya dalam peningkatan utilisasi sumberdaya produksi pada organisasi tetapi juga dalam pembangunan ekonomi khususnya di negara-negara berkembang yang sumberdaya produksinya sangat tebatas.

    Komentar

    Kelebihan:
    • Hadirnya buku ini dapat memotivasi para pembaca dan masyarakat yang masih kabur pemahamannya tentang disiplin ilmu Teknik industri (yang meliputi kekhasan sebagai ilmu engineering).
    • Buku ini cocok bagi para pembaca yang ingin mengenal lebih dalam tentang Ilmu Teknik Industri.
    • Buku ini juga tidak hanya fokus kepada pemahaman sendi-sendi disiplin lmu teknik industri saja, tetapi juga meliputi tentang ruang lingkup, metode dan pendidikan teknik industri serta kemampuan khas yang dimiliki oleh seorang sarjana Teknik Industri.
    Kekurangan:
    • Kurang disertai ilustrasi gambar, sehingga para pembaca  tidak cukup mudah untuk  memahami maksud isi buku tersebut.
    • Buku tersebut terkesan "mahal". (Kita tampaknya perlu tahu, di zaman knowledge economy seorang penulis akan "makin dihargai" sehingga tidak takut dan ragu, sebab menulis dan mengarang dapat menompang hidup.

    Smartwatch, Jam Tangan Unik Nan Canggih Era Global



    Oleh: Bayu Adhi Pratama
    Globalisasi merupakan suatu fenomena khusus dalam peradaban manusia yang bergerak terus dalam masyarakat global dan merupakan bagian dari proses manusia global itu. Kehadiran teknologi informasi dan teknologi komunikasi mempercepat akselerasi proses globalisasi ini. Globalisasi menciptakan berbagai tantangan dan permasalahan baru yang harus dijawab, dipecahkan dalam upaya memanfaatkan globalisasi untuk kepentingan kehidupan.
    Pada era global ini, banyak berkembang dan ditemukan penemuan-penemuan terbaru mengenai kecanggihan teknologi sebagai alat untuk mempermudah pekerjaan manusia yang dapat memanjakan manusia sebagai pemuas kebutuhan mereka. Tak lain halnya kecanggihan teknologi di era global ini juga dapat membuat seorang individu tampil selangkah lebih maju dari individu lainnya dengan gaya atau model ketika mengikuti perkembangan trend terkini.

    Sekarang banyak ditemukan alat-alat komunikasi yang sangat mempermudah manusia dalam berhubungan antar manusia satu dengan lainnya, serta mempermudah manusia dalam memperoleh informasi-informasi yang ada di seluruh belahan dunia. Misalnya saja telah diciptakannya internet, gadget-gadget, maupun smartphone yang menjadi jawara dalam perkembangan teknologi yang dapat memanjakan manusia. Begitu pula dengan jam tangan yang saat ini telah banyak mengalami perkembangan modifikasi menjadi alat komunikasi yang disebut dengan Smart Watch (Jam Tangan Pintar), yang akan sedikit diulas dalam artikel ini.

    Apa itu Smartwatch ?

    Selama ini sudah ada smartphone, telpon pintar. Kemudian smart TV, TV pintar dan sekarang Smartwatch, jam pintar. Istilah Smart yang dilekatkan pada sebuah objek elektronik umumnya berarti perangkat tersebut dapat terkoneksi dengan internet atau perangkat elektronik yang lain.

    Istilah Smartwatch secara umum berarti sebuah jam tangan yang dapat terhubung ke internet dan juga perangkat elektronik yang lain (smartphone atau tablet) untuk mendapatkan informasi yang akurat dari perangkat tersebut. Smartwatch dapat menjalankan fungsi dasar layaknya smartphone. Dengan smartwatch kita bisa memiliki akses ke berita, cuaca, gps, email, sms dan telpon masuk dan banyak lagi.


    Hasil gambar untuk smartwatch

    Cara Kerja

    Agar dapat mengoptimalkan fitur-fitur yang ada, smartwatch haruslah slalu terkoneksi dengan smartphone. Sebenarnya inilah tujuan di ciptakan smartwatch ini, yaitu sebagai pasangan bagi smartphone kita. Kita tidak perlu lagi repot-repot membuka smartphone yang tersimpan di saku atau dalam tas, untuk melihat SMS, Email atau panggilan telpon masuk atau lainnya. Cukup kita akses dari jam tangan pintar kita untuk menjalankan fungsi tersebut. Intinya kita bisa akses smartphone kita dari jam tangan pintar yang kita pakai.
    Umumnya smartwatch terhubung ke smartphone menggunakan koneksi bluetooth. Setelah terhubung dengan smartphone, kita dapat memanfaatkan fitur-fitur yang disediakan oleh smartwatch tersebut. Seperti pemberitahuan adanya SMS, Email atau telpon. Atau aplikasi lainnya yang bisa mengontrol samrtphone lewat smartwatch.

    Kesimpulan
    Dengan berkembangnya teknologi yang semakin pesat maka diciptakanlah alat yang memiliki banyak fungsi. Sebagai contoh adalah Jam Tangan Pintar (Smart Watch). Dengan Smart Watch, anda bisa menikmati fitur-fitur seperti koneksi internet, menjalankan aplikasiSmartphone anda, melakukan panggilan telepon, membuat pesan via text atau video, memonitor caller ID, melihat kondisi cuaca, mengontrol tingkat kebugaran, mendapatkan koordinat GPS dan lokasi, serta masih banyak lagi yang bisa dilakukan oleh perangkatSmartwatch ini. Jam tangan pintar ini juga bisa kita beli dengan harga yang terjangkau.

    Saran:

    Kekurangan Smartwatch ini adalah Batreinya yang cepat habis karna banyak berbagai fitur yang ada didalamnya yang digunakan oleh pengguna. Sebaikanya Smartwach mengurangi fitur fitur yang tidak terlalu penting agar stamina batrei dapat bertahan cukup lama.