.

Tampilkan postingan dengan label @C06-AHMAT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @C06-AHMAT. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 September 2016

Tugas T04: Tugas Review Jurnal

SISTEM INFORMASI MANUFAKTUR DALAM KERANGKA
KERJA SISTEM INFORMASI MANAJEMEN

Bernardo Nugroho Yahya
Dosen Fakultas Teknologi Industri, Jurusan Teknik Industri - Universitas Kristen Petra



ABSTRAK

Nilai sebuah informasi lebih berharga daripada nilai investasi. Oleh karena itu, dalam membuat sebuah informasi diperlukan sebuah sistem yang dapat membuat sebuah informasi yang tepat dan akurat. Sistem Informasi Manajemen perlu didefinisikan lebih detail untuk mendapatkan informasi yang lebih spesifik, khususnya untuk kegiatan produksi (manufaktur). Sistem Informasi Manufaktur dapat mendukung kegiatanmanufaktur secara keseluruhan untuk menghasilkan produk yang baik dari segi waktu, biaya dan kualitas.

PENDAHULUAN

Sistem Informasi Manajemen (SIM) menjadi perangkat utama pencetak informasi untuk pengambilan keputusan bagi perkembangan perusahan. Perusahaan manufaktur memerlukan informasi untuk melangsungkan roda industrinya. Tanpa informasi yang akurat, perusahaan tidak dapat menentukan kebijakan, keputusan, bahkan peraturan yang dapat menunjang perbaikan maupun perkembangan perusahaan.
Data merupakan sebuah input yang pada akhirnya akan menjadi sebuah informasi melalui sebuah proses sistem manajemen yang biasa disebut Database Management System (DBMS). Proses mengubah data menjadi informasi perlu melalui sebuah sistem yang memiliki kompleksitas yang tinggi. Tanpa informasi yang akurat, perusahaan tidak dapat menentukan kebijakan, keputusan, bahkan peraturan yang dapat menunjang perbaikan maupun perkembangan perusahaan.

SISTEM INFORMASI MANUFAKTUR

Sistem Informasi Manufaktur (SIMa) termasuk dalam kerangka kerja Sistem Informasi Manajemen (SIM) secara keseluruhan. SIMa lebih menekankan kepada proses produksi yang terjadi dalam sebuah lantai produksi, mulai dari input bahan mentah hingga output barang jadi, dengan mempertimbangkan semua proses yang terjadi.

1. Input
Data Internal perusahaan merupakan data intern sistem keseluruhan yang mendukung proses pengolahan data menjadi informasi yang berguna. Data ini meliputi sumber daya manusia (SDM), material, mesin, dan hal lainnya yang mendukung proses secara keseluruhan seperti transportasi, spesifikasi kualitas material, frekuensi perawatan, dan lain-lain.
Data Eksternal perusahaan merupakan data yang berasal dari luar perusahaan (environment) yang mendukung proses pengolahan data menjadi informasi yang berguna. Contoh data eksternal adalah data pemasok (supplier), kebijakan pemerintah tentang UMR, listrik, dll.Data-data ini biasanya berguna untuk perhitungan cost dalam manufaktur mulai dari awal hingga akhir proses.

2. Proses
Proses pengolahan data menjadi informasi selalu diidentikkan dengan Database Management System (DBMS). DBMS ini identik dengan manajemen data, dimana data yang ada harus dijamin akurasi, kemutakhiran, keamanan, dan ketersediaannya bagi pemakai.
Kegiatan yang terjadi di dalam manajemen data adalah :
1. Pengumpulan (pendokumentasian) data
2. Pengujian data, agar tidak terjadi inkonsistensi data
3. Pemeliharaan data, untuk menjamin akurasi dan kemutakhiran data.
4. Keamanan data, untuk menghindari kerusakan serta penyalahgunaan data.
5. Pengambilan data, bisa dalam bentuk laporan, untuk memudahkan pengolahan data yang lain.

3. Output
Informasi yang dihasilkan dari hasil pengolahan data perlu diklasifikasikan berdasarkan beberapa subsistem. klasifikasikan output data dibagi menjadi 3 bagian yaitu :
1.       Subsistem persediaan, memiliki definisi setiap produk yang ada dalam perusahaan baik yang disimpan ataupun akan dibutuhkan.
2.       Subsistem produksi perlu didokumentasikan dan perlu dijadikan sebuah informasi untuk mendukung para eksekutif dalam menentukan keputusannya. Definisi dari subsistem produksi adalah segala hal yang bersangkut paut dengan proses yang terjadi di setiap stasiun kerja ataupun departemen.
3.       Subsistem kualitas, memiliki definisi yang sangat kompleks. Semua hal berhubungan dengan kualitas, baik waktu, biaya, performa kerja, maupun pemilihan supplier. Banyak hal lain yang bukan definisi mutlak kualitas namun perlu masuk dalam unsur kualitas seperti proses perawatan.

4. Biaya
Komponen biaya termasuk dalam semua subsistem yang ada. Tujuan perusahaan manufaktur secara umum adalah mencapai keuntungan dari hasil penjualan produknya. Oleh karena itu, sebuah sistem informasi tidak akan pernah terlepas unsur biaya yang terjadi di dalamnya.

KESIMPULAN

Sistem merupakan kesatuan banyak hal yang terintegrasi untuk menjadi sebuah fungsi atau menghasilkan tujuan tertentu. Sistem Informasi Manufaktur (SIMa) bertujuan menghasilkan informasi manufaktur yang berguna untuk perusahaan.

SIMa dalam sebuah industri perlu mendokumentasikan semua data mulai dari input, proses, hingga output produksi agar didapatkan hasil (informasi) yang sesuai dengan keinginan perusahaan. Setiap komponen data dapat menunjang proses pengolahan untuk menjadi informasi yang berguna bagi departemen persediaan, departemen produksi dan juga departemen kualitas.

Tugas T03: Menulis Artikel Ilmiah Populer Lingkup Teknik Industri

Aplikasi Model Sistem Dinamik untuk
Menganalisis Permintaan dan Ketersediaan
Listrik Sektor Industri

Abstrak
Seiring dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi nasional pada periode 2010 – 2011 yang meningkat 6,5 persen, sektor industri berperan besar dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional. Adapun kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional adalah sebesar 24.3 persen. Peranan tertinggi dalam pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun periode 2010 – 2011 (Badan Pusat Statistik) Pertumbuhan ekonomi kondusif menekankan perlunya manajemen energi yang efektif dan efisien untuk pemanfaatan dalam bidang industri. Industri dalam operasionalnya membutuhkan energi listrik sebagai penggerak mesin industri untuk menjalankan produksinya, seiring peningkatan jumlah produksi maka diikuti dengan permintaan energi listrik yang meningkat pula. Meskipun kapasitas energi meningkat setiap tahunnya tetapi belum mampu memenuhi permintaan energi listrik khususnya pada sektor industri.

Pendahuluan
Energi Listrik merupakan kebutuhan primer bagi seluruh lapisan masyarakat, Energi Listrik mempunyai banyak manfaat dalam kehidupan sehari – hari baik di sektor rumah tangga, transportasi maupun industri. Permintaan energi listrik tergantung pada kapasitas produksi industri listrik yang dikembangkan sesuai dengan nilai ekonomis dan tarif manfaat yang terkait dengan pemanfaatan kapasitas industri. Pasokan energi tergantung pada permintaan energi dan alokasi sumber daya keuangan untuk memenuhi permintaan listrik.
Alternatif energi produksi tergantung pada listrik terutama pembangkit listrik berbasis batubara dan pembangkit listrik tenaga air. Produksi listrik berbasis batubara adalah pasokan utama dalam ketersediaan energi listrik karena PLTA hanya mampu memproduksi energi listrik dalam skala kecil hal ini dikarenakan PLTA bergantung pada bahan baku produksi, dimana bahan baku produksi PLTA adalah air, di Indonesia sebagian besar sungai yang digunakan sebagai sumber Air dari PLTA merupakan sungai yang volume airnya bergantung pada air hujan.

Pemodelan Sistem dan Simulasi
Model merupakan representasi dari sistem nyata, suatu model dikatakan baik bila perilaku model tersebut dapat menyerupai sistem sebenarnya dengan syarat tidak melanggar prinsip-prinsip berfikir sistem. Dalam membangun suatu model sangat dipengaruhi oleh subjektivitas seseorang atau organisasi, maka perlu adanya penyempurnaan yang dilakukan secara terus-menerus dengan menggali informasi dan potensi yang relevan. Empat keuntungan penggunaan model dalam penelitian dengan menggunakan pendekatan sistem yaitu:
Pertama, Memungkinkan melakukan penelitian yang bersifat lintas sektoral dengan ruang lingkup yang luas, Kedua, Dapat melakukan eksperimentasi terhadap sistem tanpa mengganggu (memberikan perlakuan) tertentu terhadap sistem, Ketiga, Mampu menentukan tujuan aktivitas pengelolaan dan perbaikan terhadap sistem yang diteliti, dan Keempat, Dapat dipakai untuk menduga (meramal) perilaku dan keadaan sistem pada masa yang akan datang. Pembuatan model sistem dinamik umumnya dilakukan dengan menggunakan software yang memang dirancang khusus. Sofware tersebut seperti Powersim, Vensim, Stella, dan Dynamo. Dengan software tersebut model dibuat secara grafis dengan simbol-simbol atas variabel dan hubungannya.Yaitu meliputi dua hal yaitu struktur dan perilaku. Struktur merupakan suatu unsur pembentuk fenomena. Pola yang mempengaruhi keterkaitan antar unsur tersebut.
Dari hasil permodelan dan simulasi diperoleh untuk menganalisa permintaan energi listrik sektor industri berdasarkan kondisi saat ini dan memprediksi permintaan listrik industri di masa depan serta bagaimana ketersediaan energi listrik di masa depan.

DAFTAR PUSTAKA

Marsudi, Djiteng. Pembangkitan Energi Listrik. Edisi Kedua.Jakarta : Erlangga (2011).
Winardi. Pengantar Tentang Teori Sistem dan Analisis Sistem. Mandar Maju, Bandung, (1989).
Avianto, Teten (2010). Catatan Pelajaran Pada Kursus Analisis Kebijakan Menggunakan Model System Dynamics. Bandung: Program Magister Studi Pembangunan ITB.
Sofyan, Arif. (2011, September 28). Konsep Sistem Dinamik. Pengantar Sistem Dinamik 6-15.


Presley A. (2010). Langkah Melakukan Simulasi. Structured Models And Dynamic Systems Analysis 521-523.

Tugas T02 : Menulis Resensi Buku

Judul Resensi : Pengendalian Kualitas dengan Metode Six Sigma

Judul buku          : Six Sigma Quality For Busines Improvment
Penulis                : Amin Syukron,ST,.MT
                              Ir. Muhammad Kholil,MT
Penerbit               : Graha Ilmu
Cetakan               : Pertama
Tahun Terbit        : 2013
Jumlah halaman   : VIII + 158 halaman

Riwayat Kepengarangan
Amin Syukron, ST,. MT., lahir di Cilacap 27 Desember 1983. Mendapatkan gelar Master di bidang Teknik Industri bidang Keahlian Rekayasa Kualitas (Quality Engineering) dari Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya. Penulis memulai karirnya sebagai Dosen tetap di Universitas Mercu Buana Jakarta sejak tahun 2009. Penulis juga pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Studi dan Energi Fakultas Teknik UMB tahun 2012.

Ir. Muhammad Kholil, MT, lahir di Jakarta 23 Maret 1970. Mendapatkan gelar Master dibidang Teknik Industri bidang Keahlian Sistem Manufaktur dari Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya. Penulis adalah dosen tetap di Universitas Mercu Buana. Penulis pernah menjabat sebagai Kepala Laboratorium Fakultas Teknik Industri. Dan sekarang penulis adalah Kepala Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Mercu Buana.

Sinopsis / Ringkasan Isi Buku
Pengendalian Kualitas Sangat Penting bagi perusahaan untuk mendapatkan produk yang baik. Salah satu cara untuk mendapatkan produk yang baik adalah dengan menggunakan metode Six Sigma. Six Sigma dimulai dengan penekanan cara pengukuran kualitas yang berlaku secara umum. Dalam Terminology Six Sigma, sebuah cacat (defect) atau ketidak cocokan (nonconformance) adalah kekeliruan atau kesalahan yang diterima pelanggan. Tahapan dalam prosses Six Sigma disingkat DMAI yaitu Define, Measure, Analyze, Improve, Control. Industri Manufaktur adalah industri yang sebagian besar mengimplementasikan Six Sigma, umumnyaukuran yang dilihat dari kumlah produk yang cacat. Dalam industri jasa yang sebagian besar tidak menghasilkan produk. Proses yang diukur adalah people proses, defect dalam industri jasa yaitu masalah yang menyebabkan penurunan dalam kualitas atau mengakibatkan pelanggan tidak puas.

Kelebihan Buku
Penjelasan materi yang terkandung cukup ringkas dan jelas karena dibuat tabel – tabel serta pembahasan yang mudah untuk dipahami. Konsep pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan Mahasiswa Teknik Industri dan kebutuhan Industri yang sedang berkembang
Secara fisik, penampilan buku menarik dengan kualitas bahan yang cukup bagus.

Kelemahan Buku
Penyusunan kata yang kurang baik seperti “karena industri jasa seringkali tidak atau bahkan tidak menghasilkan produk” membuat pembaca harus mengulang kata untuk memahaminya.


Terlepas dari kelebihan dan kelemahan, Buku ini disajikan untuk pembelajaran Mahasiswa Teknik Industri dan Industri yang sedang berkembang di Indonesia saat ini. Walaupun penyusunan kata yang kurang baik namun tabel – tebel serta serta grafik sangat membantu dan menarik dalam pembelajaran. Penyusunan yang menarik karena terdapat penjelasan Sejarah, Perkembangan, Prinsip Dasar. Tahapan – tahapan yang memudahkan unr=tuk memahaminya. Di Indonesia perkembambangan Industri terus meningkat maka buku ini sangat bermanfaat untuk mengurangi defect dalam Industri Manufactur maupun Industri Jasa.

Kamis, 15 September 2016

Bioteknologi Beserta Dampak Positif dan Negatif




Mengenal Bioteknologi

Secara harfiah, pengertian bioteknologi terdiri atas 2 kata yaitu bio (yang berarti hidup) dan teknologi (yang berarti ilmu terapan).