.

Tampilkan postingan dengan label Tugas TC04. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas TC04. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 Oktober 2016

Review Jurnal : RANCANGAN MODEL SISTEM INFORMASI DALAM PROSES PENYEDIAAN SUKU CADANG MESIN UTAMA KAPAL

Lusiana Linggi Allo, Dana S. Saroso

A.     Judul Penelitian
RANCANGAN MODEL SISTEM INFORMASI DALAM PROSES PENYEDIAAN SUKU CADANG MESIN UTAMA KAPAL

Selasa, 18 Oktober 2016

REVIEW JURNAL : PENGARUH SERAT BATANG KELAPA SAWIT SEBAGAI CAMPURAN DARI LEMBARAN SERAT SEMEN TERHADAP BOBOT ISI,KEKUATAN LENTUR PENYERAPAN DAN KERAPATAN AIR



EFFECT OF OIL PALM STEM FIBRE AS ADMIXTURE FIBRE CEMENT SHEETS
AGAINST CONTENT WEIGHT, BENDING STRENGTH, ABSORBTION AND WATER
TIGHTEN

Zainal Abidin Nasution dan Siti Masriani Rambe

Baristand Industri Medan, Jl. Sisingamangaraja 24, Medan
Link jurnal :

INTISARI. 

Lembaran serat semen,menurut SNI 15 – 0233 - 1998 adalah suatu campuran serat tumbuh-tumbuhan dan semen Portland ataupun sejenis ditambah dengan air tanpa ataupun dengan bahan tambahan

Kamis, 06 Oktober 2016

STUDI KASUS INDUDTRI TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DI INDONESIA

Penulis : Luciana Andrawina, Program Studi Teknik Industri, Institut Teknologi Bandung, Jurusan teknik      Industri, Institut Teknologi Bandung.
Nama Jurnal : Jurnal Teknik Industri  Vol. 10 No.2, Desember 2008,Institut Teknologi Bandung :158-170.


Latar Belakang Masalah
Kesuksesan perusahaan menghasilkan keunggulan bersaing tergantung pada kemampuan perusahaan mengakui sisi dan mengasimilasi pengetahuan dan mentransformasi dan mengeksploitasikan pengetahuan. Diamana  saat ini pengetahuan dipandang sebagai sumber daya stategis yang penting bagi perusahaan untuk dapat memiliki keunggulan dalam bersaing. Sedemikian pentingnya peran pengetahuan dalam perusahaan yang dapat memproduksi pengetahuan yang  baru secara berkelanjutan yang mampu mencapai posisi lebih baik untuk memiliki competitive advantage. Terdapat suatu anggapan bahwa kinerja perusahaan akan meningkat apabila karyawan di dalamnya melakukan knowledge sharing, dalam arti berbagi informasi, praktek yang efektif,wawasan, pengalaman, preferensi, hal-hal yang dipelajari. Knowledge sharing berpengaruh terhadap absorptive capacity para karyawan (Liao et al., 2007).
Melalui knowledge sharing akan membentuk potensi besar terhadap stock knowledge yang dimiliki oleh karyawan untuk bersinergi membentuk pemahaman baru. Proses knowledge sharing dianalogikan dengan transmisi pengiriman pesan pada proses komunikasi, yaitu dari pengirim kepada penerima. Pernyataan di atas memberikan gambaran bahwa penambahan stock knowledge untuk proses transfer akan bertambah terhadap pihak penerima. Maka disaat kedua belah pihak melakukan aktivitas aktif, penambahan stock knowledge akan didapat oleh kedua belah pihak baik pengirim maupun penerima, karena terjadi interaksi. Adanya aktivitas mendonasikan pengetahuan (donating knowledge) dan mengumpulkan pengetahuan (collecting knowledge) dapat memunculkan pemahaman baru sebagai kemampuan perusahaan untuk mengakuisisi dan mengasimilasi pengetahuan.

Masalah
*      Kemampuan karyawan untuk melakukan knowledge donating dan knowledge collecting  akan berpengaruh positif terhadap potential absorptive capacity.
*      Kemampuan perusahaan dalam mengakuisisi dan mengasimilasi pengetahuan
*      Hubungan antara kemampuan perusahaan mengakuisisi dan mengasimilasi pengetahu dengan kemampuan perusahaan mentransformasi dan mengeksploitasi pengetahuan dimoderasi oleh mekanisme formal


Tujuan Penelitian
Penelitian ini memiliki tujuan menguji secara empirik bagaimana sebenarnya hubungan antara kemampuan berbagi pengetahuan (knowledge sharing capability) dengan memfokuskan pada aktivitas dan perilaku berbagi pengetahuan para karyawan, absorptive capacity, dan mekanisme formal.

Metode penelitian
Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode  Pendekatan Kualitatif  ( Metode Studi kasus )
Metodologi penelitian (Operasionalisasi Variabel, Pengukuran, Sample Penelitian, Validitas dan Reliabilitas ).

Hasil Penelitian
Terdapat hubungan antara knowledge sharing capability dan absorptive capacity. kemampuan karyawan untuk melakukan knowledge donating dan knowledge collecting dengan karyawan lain berpengaruh signifikan terhadap kemampuan perusahaan untuk mengakusisi dan mengasimilasi pengetahuan. Kemampuan perusahaan untuk mengakusisi dan mengasimilasi pengetahuan berpengaruh signifikan terhadap kemampuan perusahaan mentransformasi dan mengeksploitasi pengetahuan. Mekanisme formal sebagai struktur formal yang memfasilitasi pengidentifikasian dan pendistribusian informasi dalam perusahaan sebagai variabel yang memoderasi terbukti mempengaruhi secara signifikan.
Studi kasus dilakukan pada industri teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia. Sampel penelitian adalah karyawan di perusahaan-perusahaan pada industri teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia. Pada beberapa perusahaan yang memiliki departemen knowledge management dan human capital, maka responden penelitian berasal dari departemen tersebut. Kondisi ideal adalah apabila setiap pernyataan yang berhubungan dengan lingkungan kerja dijawab oleh individu yang bekerja di lokasi kerja tersebut dan setiap perusaahaan dapat diwakili oleh beberapa responden untuk dapat mendekati kondisi nyata di masing-masing lingkungan kerja.Sehingga tetap dapat memperoleh gambaran atau persepsi mengenai kenyataan yang terjadi di lingkungan kerja. Karakteristik responden yang digunakan adalah karyawan dengan tingkat jabatan asisten manajer atau manajer, yang telah bekerja minimal dua tahun. Pertimbangan ini dibuat berdasarkan artikel Office of Personal Management (2005), bahwa masa kerja satu tahun merupakan masa kerja yang cukup memadai agar seorang individu mampu memahami lingkungan kerja dengan baik. Berdasarkan hal ini, diharapkan responden dapat mempersepsi elemen-elemen yang menjadi indikator variabel penelitian dengan tepat.
Perusahaan-perusahaan pada industri teknologi informasi dan komunikasi memiliki kemampuan melakukan aktivitas yang berkaitan dengan peningkatan kemampuan para karyawannya. Hasil dari pengolahan dapat diketahui bahwa para responden menyatakan setuju bahwa pendidikan dan pelatihan yang diperoleh karyawan sangat berperan dalam mewujudkan atau  merealisasikan pengembangan bisnis perusahaan. Untuk program pendidikan dan pelatihan dalam rangka meningkatkan pengetahuan karyawan. Sementara itu bagi perusahaan-perusahaan pada industri teknologi informasi dan komunikasi, ide-ide atau gagasan-gagasan kreatif yang dapat diterapkan untuk pengembangan produk, tidak diperoleh karena adanya rotasi kerja yang dilakukan di perusahaan. Sehingga dari enam elemen mekanisme formal, hanya lima elemen yang memoderasi hubungan antara kemampuan perusahaan mengakusisi dan mengasimilasi dengan kemampuan perusahaan mentransformasi dan mengeksploitasi.

Riview / Komentar
Penelitian ini memiliki batasan, hanya untuk industri teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia, sehingga hasilnya mungkin berbeda dengan industri lain, dikarenakan perbedaan dalam lingkungan ataupun karakteristik lain. Dari hasil penelitian ini diperoleh informasi, para karyawan akan memberikan pengetahuan yang dimiliki apabila diminta. Hal ini sebagai informasi awal yang bisa mendorong pihak perusahaan untuk mencari cara bagaimana memberikan stimulus kepada karyawan untuk mau berbagi sesama rekannya. Mekanisme formal sebagai mekanisme struktur formal yang memfasilitasi pendistribusian pengetahuan. Sehingga untuk kepentingan meningkatkan kemampuan mengeksploitasikan pengetahuan, perusahaan dapat mencari upaya meningkatkan efektivitas penelitian dan pengembangan dan aktivitas sumber daya manusia yang sesuai. Batasan lain dari penelitian ini adalah persepsi yang seharusnya diperoleh dari bagian yang berhubungan langsung dengan variabel yang diukur tidak dapat dipenuhi karena kendala atau keterbatasan di lapangan. Saran untuk penelitian lanjut dapat dilakukan pada industri lain atau melakukan penelitian dengan unit analisis individu.

Abstrak Jurnal
Pengetahuan saat ini dipandang sebagai sumber daya strategis yang penting bagi perusahaan untuk dapat memiliki keunggulan bersaing. Kesuksesan perusahaan menghasilkan keunggulan bersaing tergantung pada kemampuan perusahaan mengakuisisi dan mengasimilasi pengetahuan (potential absorptive capacity) dan mentransformasi dan mengeksploitasi pengetahuan (realized absorptive capacity). Penelitian ini mengajukan tiga hipotesis dengan mengolah data sampel dari 114 perusahaan pada industri teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia. Hasil penelitian menemukan bahwa knowledge sharing capability berpengaruh signifikan terhadap potential absorptive capacity, kemampuan perusahaan mengakuisisi dan mengasimilasi berpengaruh signifikan terhadap kemampuan mentransformasi dan mengeksplotasi pengetahuan. Hubungan antara potential absorptive capacity dan realized absorptive capacity dimoderasi oleh mekanisme formal.

Daftar Pustaka
Baggozzi, R.P., and Yi, Y., 1988. “On the Evaluation of Structural Equation Models.” Journal of the Academy of Marketing Science, Vol. 16, p. 74-94.
Hooff, V.D., and Ridder, J.A., 2004. “Knowledge Sharing in Context: The influence of Organizational Commitment, Communication Climate and CMC use on Knowledge Sharing.” Journal of Knowledge Management, Vol. 11, No. 1, p.13-24.
Bollinger, A.S., and Smith, R.D., 2001. “Managing Organizational Knowledge as a Strategic Asset.” Journal of Knowledge Management, Vol. 5, No. 1, p. 8–18.
Cohen, W.M., and Levinthal, D.A., 1990. “Absorptive Capacity: A New Perspective on Learning and Innovation.” Administrative Science Quarterly, Vol. 35, p. 128-152.
Guilford, J.P., 1979. Psychometric Methods, McGrawHill, New York.
Joreskog, K., and Sorbom, D., 1993. Lisrel 8: Structural Equation Modeling with the SIMPLIS Command Language, Scientific Software International.


Senin, 03 Oktober 2016

REVIEW JURNAL: ANALISA PRODUKTIVITAS PEKERJA DENGAN METODE SAMPLING KERJA PADA BAGGING SECTION PT. CHANDRA ASRI PETROCHEMICAL TBK.

A. Judul Penelitian
Jurnal Penelitian Kuantitatif

B. Nama Penulis
Hadi Kurniawan, Wiwik Budiawan.
Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro Semarang.

C. Nama Jurnal 
  • ANALISA PRODUKTIVITAS PEKERJA DENGAN METODE SAMPLING KERJA PADA BAGGING SECTION PT. CHANDRA ASRI PETROCHEMICAL TBK. 
  • Industrial Engineering Online Journal Vol 5, No 1 (2016): wisuda januari Tahun 2016 
  • Publisher: Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
  • Link :  http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/ieoj/article/view/10653
D. Latar Belakang Masalah
    Keuntungan perusahaan sangat bergantung pada sumber daya yang dimiliki perusahaan. Salah satu sumber daya potensial adalah sumber daya yang memiliki produktivitas tinggi dengan performa yang baik. Produktivitas pada suatu perusahaan dapat dilihat dari segi manusia dan mesin. Yang menjadi masalah pada suatu perusahaan yang berkaitan dengan tingkat produktivitas adalah waktu menganggur. Pekerja yang tidak memberikan performansi penuh bagi perusahaan pada jam kerjanya dapat menimbulkan kerugian waktu maupun biaya. Kondisi menganggur seorang pekerja atau mesin yang terus berlanjut dan terakumulasi akan menimbulkan kerugian yang besar bagi perusahaan.

E. Masalah atau Pertanyaan Penelitian
  1. Metode apa yang digunakan dalam penelitian ini?
  2. Berapakah presentase performansi para pekerja pada bagging section PT. Chandra Asri Petrochemical?
  3. Apa saja faktor-faktor yang menyebabkan waktu menganggur pada bagging section PT. Chandra Asri Petrochemical?
  4. Bagaimana cara mengatasi faktor-faktor yang menyebabkan waktu menganggur? 

F. Tujuan Penelitian
    Untuk mengetahui tingkat performansi pekerja/mesin dalam bekerja, faktor-faktor penyebab time wasting maupun kondisi menganggur, serta solusi pemecahannya.

G. Metode
    Pada penelitian ini, digunakan metode Work Sampling. Untuk menggunakan metode ini, data yang dikumpulkan terlebih dahulu harus diuji dengan uji keseragaman dan kecukupan data. Barnes (1980) menyebutkan bahwa terjadinya kejadian seseorang operator akan bekerja atau menganggur mengikuti pola distribusi normal maka untuk mendapatkan jumlah sampel pengamatan yang harus dilakukan dapat dicari berdasarkan rumus berikut:
  • Sp = Tingkat ketelitian yang dikehendaki dan dinyatakan dalam desimal
  • P = Prosentase terjadinya kejadian yang diamati dan juga dinyatakan dalam bentuk desimal.
  • N = Jumlah pengamatan yang harus dilakukan untuk sampling kerja.
  • k = Harga indeks yang besarnya tergantung pada tingkat kepercayaan yang diambil
Untuk tingkat kepercayaan 68%, nilai k=1.
Untuk tingkat kepercayaan 95%, nilai k=2.
Untuk tingkat kepercayaan 99%, nilai k=3.

Analisa untuk menunjukkan urutan prioritas dari beberapa masalah atau unsur-unsur masalah menurut tingkat kepentingan atau prioritasnya menggunakan diagram Pareto. Aturan diagram pareto adalah 80:20, yaitu 80% masalah terjadi karena 20% penyebab. Diagram pareto membantu pihak manajemen mengidentifikasi area kritis (area yang paling banyak mengakibatkan masalah) yang membutuhkan perhatian lebih cepat. Untuk mengidentifikasi masalah dan menunjukkan kumpulan dari kelompok sebab akibat yang disebut sebagai faktor serta akibat yang terjadi digunakan diagram sebab akibat atau diagram Fishbone. Kegunaan dari diagram sebab akibat ini adalah untuk menemukan faktor-faktor yang merupakan sebab pada suatu masalah, atau dengan kata lain, jika suatu proses stabil maka diagram akan memberikan petunjuk pada penyebab yang akan diperiksa untuk perbaikan proses.

H. Hasil Penelitian
Dari grafik tersebut, terlihat tidak ada data yang keluar dari BKA dan BKB, maka persentase bekerja pekerja A dapat dikatakan normal.
Dari pengolahan data yang dilakukan, maka didapatkan tingkat performansi pekerja di PT. Chandra Asri Petrochemical Tbk. di Bagging Section pada bagian Loading produk sebagai berikut:
Dari tabel tersebut, dapat dilihat tingkat performansi pekerja shift pagi rata-rata sebesar 77.674%. Persentase tersebut sudah dikatakan tinggi, karena waktu 7 jam kerja dimanfaatkan untuk bekerja sebesar 5 jam 25 menit, dan sekitar 1 jam 45 menit terbuang untuk kegiatan non-produktif lainnya seperti mengobrol, menunggu, dan seterusnya.

I. Review atau Komentar
    Menurut pembaca jurnal ini sudah menjelaskan secara padat dan jelas, namun ada beberapa hal menurut pembaca yang perlu ditambahkan. Seperti masih kurangnya informasi yang diberikan pada kapan penelitian ini dilakukan. Selain itu pembaca menyarankan untuk membahas secara sekilas tentang metode lain selain metode sampling kerja yang digunakan dalam penelitian ini. Pada Tabel.2 Persentase bekerja pekerja A, perhitungan yang menunjukkan persentase tidak ditampilkan sehingga menimbulkan pertanyaan darimanakah asal persentase tersebut. Pada bagian abstrak dituliskan bahwa tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat performansi pekerja/mesin dalam bekerja, tetapi yang dianalisa dan dibahas hanya pekerja.

J. Abstrak Jurnal
    Performansi merupakan hal penting dalam produktivitas aktivitas perusahaan. Tingkat performansi yang
baik akan menghasilkan hasil kerja yang baik pula. Berkaitan dengan tingkat performansi, terdapat permasalahan yaitu kondisi menganggur baik mesin maupun operator. Pekerja yang tidak memberikan performansi penuh bagi perusahaan pada jam kerjanya dapat menimbulkan kerugian waktu maupun biaya. Kondisi menganggur seorang pekerja atau mesin yang terus berlanjut dan terakumulasi akan menimbulkan kerugian yang besar bagi perusahaan. Kerugian tersebut mendorong perusahaan untuk mengetahui tingkat performansi pekerja/mesin dalam bekerja, kemudian dianalisa faktor-faktor penyebab time wasting maupun kondisi menganggur tersebut, dan dicari tahu solusi pemecahannya. Untuk itu diperlukan suatu metode yang efektif dan efisien, salah satunya dengan metode Work Sampling (Sampling kerja). Metode ini dapat diterapkan untuk memantau kinerja pekerja tanpa penambahan biaya produksi yang besar. Setelah dilakukan pengukuran dan perhitungan, didapatkan rata-rata performansi sebesar 77,67%. Kemudian dilakukan analisa terhadap faktor penyebab menganggur terbesar menggunakan Diagram Pareto dan Fishbone, dan didapatkan faktor menganggur terbesar adalah “menunggu loading” sebesar 21,2% dari seluruh penyebab pekerja menganggur.

K. Daftar Pustaka
  • Barnes, Ralph M. (1980). Motion and Time Study Design and Measurement of Work. New York: John Wiley and Son.
  • Sutalaksana, Iftikar, dkk. (1979). Teknik Tata Cara Kerja. Bandung: Teknik Industri ITB.
  • Wignjosoebroto, Sritomo. (1995). Ergonomi, Studi Gerak dan Waktu. Jakarta: PT. Guna Widya.

Sabtu, 01 Oktober 2016

EFISIENSI PENGGUNAAN LIQUID PHOTO POLYMER PADA PROSES PRA PRODUKSI KEMASAN KARTON BOX MENGGUNAKAN METODE PLAN DO STUDY ACTION (PDSA)

EFISIENSI PENGGUNAAN LIQUID PHOTO POLYMER
PADA PROSES PRA PRODUKSI KEMASAN KARTON BOX
MENGGUNAKAN METODE PLAN DO STUDY ACTION (PDSA)


Nama penulis : Latifah Dieniyah, M.P1; Ardini2
Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Bina Nusantara,
http://download.portalgaruda.org/article.php?article=165054&val=5984&title=EFISIENSI%20PENGGUNAAN%20LIQUID%20PHOTO%20POLYMER%20PADA%20PROSES%20PRA%20PRODUKSI%20KEMASAN%20KARTON%20BOX%20MENGGUNAKAN%20METODE%20PLAN%20DO%20STUDY%20ACTION%20(PDSA)

Latar belakang
Untuk dapat memenangkan persaingan, kualitas maupun harga jual produk seringkali
menjadi faktor kunci keberhasilan suatu perusahaan. Produk dengan kualitas baik yang dapat
memenuhi apa yang diinginkan pelanggan tentu saja akan diterima dengan baik oleh pasar ataupun
pelanggan, yang pada akhirnya akan memberikan keuntungan bagi perusahaan. Namun, dengan
meningkatnya harga bahan baku produksi, produk dengan kualitas baik saja tanpa diiringi harga
jual yang kompetitif tetap tidak akan mampu menarik minat pasar. Untuk itu, perusahaan perlu
mengantisipasi kenaikan harga bahan baku produksi melalui upaya peningkatan efisiensi untuk
menghasilkan produk dengan harga jual kompetitif, tanpa mengurangi kualitasnya.

E. Masalah/ Pertanyaan Penelitian
menentukan prioritas masalah. Pada langkah awal dari program peningkatan
efisiensi ini, dilakukan pendefinisian masalah kualitas yang akan diperbaiki. Tingginya biaya
konsumsi LPP per kg/m2 dalam pembuatan acuan cetak merupakan permasalahan yang akan
dicarikan solusinya.


Langkah 2, mencari akar penyebab masalah. Selanjutnya, berdasarkan permasalahan yang
telah diidentifikasi sebelumnya, ditentukan akar penyebab permasalahan. Teknik yang digunakan
dalam mengidentifikasi akar penyebab permasalahan, yaitu melalui brainstorming yang dilakukan
oleh personel dari bagian desain maupun bagian pembuatan acuan cetak (Tabel 3).

F. Tujuan Penelitian dan atau
melaksanakan langkah-langkah perbaikan. Pelaksanaan langkah perbaikan
pertama kali dilakukan dengan membuat iron bar dengan ketebalan 3 mm sebagai pengganti iron
bar dengan ketebalan 4 mm, yang saat ini terpasang pada mesin expose. Selanjutnya, dilakukan
pemasangan astralon pada mesin flexo untuk memenuhi persyaratan minimum ketebalan 7 mm.
Jika akan digunakan pelat dengan ketebalan 3 mm, maka akan ditambahkan 2 lembar material
astralon dengan ketebalan masing-masing 0,5 mm agar tinggi roll cetak sama.
Langkah 5, mempelajari hasil perbaikan. Untuk mengetahui kualitas hasil cetakan dengan
menggunakan pelat acuan cetak dengan ketebalan 3mm, maka dilakukan trial pencetakan dengan
menggunakan pelat 3 mm dan pelat lama dengan ketebalan 4mm. Hasil cetakan seperti terlihat
pada Gambar 9 menunjukkan bahwa diperoleh tingkat dot gain (pembesaran titik raster pada
cetakan) lebih kecil dengan menggunakan pelat acuan cetak dengan ketebalan 3mm.

H. Hasil Penelitian
Langkah-langkah penelitian yang dilakukan untuk merumuskan tindakan peningkatan
efisiensi konsumsi LPP dilakukan dengan mengikuti siklus PDSA (Plan, Do, Study, Action). Siklus
PDSA (Gambar 3 dan 4) merupakan upaya peningkatan kualitas yang bersifat terus-menerus



I.                    Review/ Komentar
Sangat baik untuk meningkatkan efisiensi konsumsi
 J. Abstrak Jurnal
Peningkatan harga bahan baku produksi yang dapat menjadikan harga jual produk tidak
lagi kompetitif menjadi perhatian besar bagi pelaku bisnis. Upaya perbaikan proses untuk
meningkatkan efisiensi penggunaan berbagai jenis sumber daya yang dimiliki perusahaan
termasuk pada perusahaan penghasil produk kemasan karton box. Penelitian ini berupaya
menerapkan metode yang seringkali dipakai pada bidang perbaikan kualitas yaitu 7 langkah
perbaikan dan 7 alat untuk mengefisienkan penggunaan bahan baku.Hasil dari penelitian ini
diharapkan dapat diterapkan di perusahaan untuk mengelola efisiensi.
DAFTAR PUSTAKA
Besterfield, D.H. (2003). Total quality management, 3th ed., Upper Saddle River, New Jersey:
Prentice Hall.
Feigenbaum, A.V. (1983). Total quality control, 3th ed., New York: McGraw-Hill.
Gaspersz, V. (2001). Pedoman implementasi program six sigma terintegrasi dengan ISO
9001:2000, MBNQA dan HACCP, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Gaspersz, V. (2001). Total quality management, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Gryna, F.M. (2001). Operation planning and analysis, 4th ed., New York: McGraw-Hill.
Haryadi, R. (2007). Analisis peningkatan kualitas pada cacat kain grey cotton di PT Unitex, Tbk.
Tugas Akhir, Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik, Jakarta: Universitas Pancasila.
Latifah, D., dan Amiyanti, B.L. (2008). Analisis perbaikan proses untuk menurunkan cacat pada
proses pengemasan saus botol gelas. Seminar on Application and research in Industrial
Technology (SMART), Jurusan Teknik Mesin dan Industri, Fakultas Teknik, Yogyakarta:
Universitas Gadjah Mada.
Mitra, A. (1993). Statistical foundation and methods of quality improvements, New York: Mac
Millan Publishing Company.
Minarto, W. (2005). Pengendalian mutu pada proses pengemasan tonikum di PT Bayer Indonesia.
Tugas Akhir, Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik, Jakarta: Universitas Pancasila.
Montgomery, D.C. (2001). Introduction to statistical quality control, 4th ed., Jakarta.
Purnomo, H. (2004). Pengantar teknik industri, Yogyakarta: Graha Ilmu.
Pyzdek, T. (2002). The six sigma handbook, Jakarta: Salemba Empat.
Suharyati, S. (2007). Analisis kemampuan proses dan sebab terjadinya cacat pada produk adem
sari dengan menggunakan metode six sigma di PT Sari Enesis Indah. Tugas Akhir, Jurusan
Teknik Industri, Fakultas Teknik, Jakarta: Universitas Pancasila.


PERANCANGAN SISTEM PAKAR UNTUK PENGENDALIAN KUALITAS PADA SPAREPART DENGAN SISTEM DIE CASTING (STUDI KASUS PADA PT. SJA)

JUDUL PENELITIAN
PERANCANGAN SISTEM PAKAR UNTUK PENGENDALIAN KUALITAS PADA SPAREPART DENGAN SISTEM DIE CASTING (STUDI KASUS PADA PT. SJA)

NAMA PENULIS
Ahmad, Lithrone Laricha dan Felisia Wijaya
Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara

NAMA JURNAL
Jurnal Ilmiah Teknik Industri (2015), Vol. 3 No. 3, 177 – 186
Publisher Group: Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara
Publisher Date: 14 Mar 2016

ABSTRAK
Proses pengendalian kualitas dan pengawasan terhadap pengendalian kualitas harus ditangani oleh seorang pakar atau seorang ahli secara cepat dan tepat dalam mengatasi suatu masalah. Namun kenyataan di lapangan, seorang pakar tidak dapat hadir dan menyelesaikan semua masalah tepat waktu pada saat dibutuhkan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang dapat menyebabkan kecacatan produk, memberikan informasi tentang hal-hal yang harus diperhatikan dalam pengendalian kualitas pada bahan baku dan proses produksi, memberikan informasi berupa tindakan yang dilakukan dalam menghadapi masalah tentang pengendalian kualitas yang ada, memberikan usulan rancangan sistem pakar untuk mendukung proses pengendalian kualitas dengan menggunakan system pakar yang disesuaikan pada penyebab cacat yang terjadi, hal-hal yang harus diperhatikan pada pengendalian kualitas bahan baku serta proses produksi, dan upaya menghadapi cacat pada produk yang terjadi. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut maka dilakukan pengolahan data menggunakan peta kendali dan diagram pareto kemudian dilanjutkan dengan analisis penyebab cacat yang terjadi menggunakan fishbone diagram dan FMEA. Semua informasi yang didapat mengenai pengendalian kualitas untuk setiap prosesnya akan disajikan dalam bentuk sistem pakar. Dari penelitian ini dapat disimpulkan terdapat tiga jenis cacat yang ada pada PT. SJA, yaitu cacat visual. Keropos, dan dimensi. Masingmasing memiliki faktor penyebab yang berbeda-beda.
Kata Kunci: Sistem Pakar, Pengendalian Kualitas, FMEA

LATAR BELAKANG
Dalam suatu industri, pengendalian kualitas produksi itu sangat di perlukan agar menurunkan tingkat kegagalan pada produk yang telah jadi. Pengendalian ini harus di awasi oleh pakar yang sudah ahli jadi saat terdapat masalah dapat teratasi secara cepat dan tepat. Namun nyatanya seorang pakar tidak dapat hadir di lapangan menyelesaikan masalahnya dengan cepat. Jadi, itulah sebabnya perusahaan memerlukan sebuah system yang memiliki pengetahuan dan  kemampuan setara seorang pakar. Sistem yang dapat digunakan dalam hal ini adalah system pakar yang menggunakan bahasa pemrograman.
TUJUAN
Tujuan dari jurnal ini untuk menganalisis faktor-faktor yang dapat menyebabkan kecacatan produk yang terjadi, memberikan informasi berupa pengambilan keputusan atau tindakan yang dilakukan seorang pakar dalam menghadapi masalah tentang pengendalian kualitas yang ada, memberikan informasi tentang hal-hal yang harus diperhatikan dalam pengendalian kualitas pada bahan baku dan proses produksi, dan memberikan usulan rancangan sistem pakar untuk menyempurnakan proses pengendalian kualitas dengan menggunakan sistem pakar yang disesuaikan pada kondisi dan situasi pada terhadap pengendalian kualitas dan pengambilan keputusan yang biasanya dilakukan oleh seorang pakar. Dengan batasan, yaitu penelitian perancangan sistem pakar tertuju pada bahan baku, proses produksi, dan produk akhir berdasarkan jenis cacat terbesar.

METODE
Metode penelitiannya bisa dilihat flowchart dibawah ini.



HASIL DAN PEMBAHASAN

Dari setiap produksi diperoleh data persentasi kecacatan disetiap produk seperti di diagram bawah ini


Terdapat tiga jenis cacat yang terjadi yaitu cacat dimensi, visual dan keropos. Masing-masing dari ketiga cacat tersebut, terdapat pada setiap produk yang mengalami kecacatan. Namun jumlah jenis cacat yang terjadi berbeda-beda. Dan cacat yang sering muncul adalah visual dengan 54%, seperti di diagram bawah ini.


Setelah itu dilakukan analisis terhadap data jumlah cacat produk yang terjadi setiap minggunya. Sebagai contoh, akan dilakukan analisis terhadap produk Handle Lever dengan menggunakan peta kendali p.



Dapat dketahui masih banyak data atau jumlah cacat produk yang berada diluar kendali. Sehingga diperlukannya tindakan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab dari kecacatan yang terjadi pada produk tersebut. Dan untuk menganalisa penyebab yang terjadi menggunakan diagram fishbone seperti dibawahini.




Selanjutnya untuk mengetahui apa saja yang dapat menjadi sumber kegagalan, kegagalan apa yang mungkin terjadi, penyebab dari kegagalan yang terjadi, pengaruh dari kegagalan yang terjadi, dan apa yang harus dilakukan untuk menangani dan menghindari terjadinya kegagalan bisa di lihat di tabel FMEA bawah ini

Perancangan Program Sistem Pakar
Setelah pengolahan data tahap selanjutnya perancangan system pakar. Sistem pakar yang dirancang adalah untuk pengendalian kualitas pada divisi bahan baku, divisi proses produksi, dan divisi produk jadi. Dalam perancangan sistem pakar, interaksi antar pembangun sistem pakar, dan pakar harus saling berinteraksi dengan didukung juga oleh peralatan dalam membangun sistem pakar. Elemen-elemen perancangan system pakar di tunjukkan pada tabel 2

Struktur dasar untuk sistem yang dikembangkan merupakan lingkungan pengembangan yaitu lingkungan tempat dimana pembangun sistem pakar mengumpulkan pengetahuan-pengetahuan dasar yang akan digunakan untuk perancangan sistem pakar dan lingkungan konsultasi yaitu lingkungan dimana pengguna dari sistem pakar mendapatkan informasi dari pengetahuan yang disimpan dalam basis pengetahuan. Skema dari struktur dasar seperti dibawah ini

Pada basis pengetahuan untuk dasar perancangan system pakar yang ditujukan sebagai pendukung system pengendalian kualitas di PT. SJA yaitu meliputi karakteristik dari kualitas tiap proses seperti gambar di bawah ini

Basis data merupakan bagian yang mengandung semua fakta yang ada pada system, dan mendukung pengendalian kualitas yang menentukan di terima atau di tolaknya suatu input oleh user. Tidak hanya itu, basis data pada program ini juga tentang informasi-informasi dan input yang dipilih dan dimasukkan oleh user. Tabel atribut penilaian dan informasi pada basis data dapat dilihat pada Tabel 3 dan Tabel 4.

dan hasil yang di dapat akan di ubah menjadi suatu aturan sebagai mekanisme logika dalam perancangan antarmuka pengguna. Berikut adalah tampilan antarmuka pengguna dari sistem pakar


KESIMPULAN
Pada PT. SJA terdapat tiga jenis cacat, yaitu cacat visual, keropos, dan dimensi. Dan setiap cacat produk memiliki masalah yang berbeda. Dalam pengendalian kualitas pada bahan baku dan proses produksi yang perlu di perhatikan adalah komposisi setiap bahan harus sesuai dengan standard JIS (Japan International Standard), komposisi pencampuran bahan baku virgin dengan scrap, komposisi obat flux dan degassing untuk setiap bahan baku, waktu yang dibutuhkan untuk melakukan proses fluxing, penilaian sampel pada divisi casting, dan proses finishing yang harus dialami oleh setiap produk serta alat yang dibutuhkan untuk masing-masing proses finishing yang terjadi.
Program sistem pakar ini sudah dapat mendukung proses pengendalian kualitas jika proses produksi disesuaikan dengan hal-hal yang perlu diperhatikan pada setiap proses yang ada mulai dari bahan baku hingga proses finishing, penyebab suatu kecacatan dapat terjadi, solusi dalam menangani jenis cacat yang terjadi.


DAFTAR PUSTAKA
1.       Hariastuti, Ni Luh Putu, 2010, Pengendalian Kualitas Produk Dalam Upaya Menurunkan Tingkat Kegagalan Produk Jadi, Institut Teknologi Adhitama Surabaya.
2.      Rossian, Jennifer, 2011, Implementasi Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan Berbasis Sistem Pakar Dalam Penilaian Kualiats Bahan Baku, Proses Pengolahan, Dan Produk Akhir PT. Red Ribbon Indonesia.
3.      Yuliana, Shelly, 2005, Sistem Pengendalian Kualitas Dengan Bantuan Expert System Untuk Menurunkan Tingkat Kecacatan Produk, Jurnal Teknik Industri Universtitas Kristen Petra, Vol 7.
4.      Feigenbaum, A.V., 1983, Total Quality Control, Third Edition, New York: Mcgraw-Hill, Inc.
5.      Montgomery, D. C. 2005. Introduction to Statistical Quality Control 5th Edition. New York: John Wiley and Sons, Inc.
6.      Sparague, R. H., and Watson H. J., 1993, Decision Support Systems: Putting Theory Into Practice, Englewood Clifts, N. J., Prentice Hall.
7.      Kusumadewi, 2003, “Artifical Intelligence (Teknik dan Aplikasi)”, Edisi I Graha Ilmu, Yogyakarta.
8.      Crow, Kenneth, 2004, Failure Modes and Effects Analysis (FMEA), DRM Associates, USA. http://www.npdsolutions.com/fmea.html.
9.      Doehler, H., “Die Casting”, McGraw Hill Book Company, New York
10.  Surdia, Tata & Saito, Shinroku, 2005, Pengetahuan Bahan Teknik, (cetakan keenam), Jakarta: Pradnya Paramita.
11.  Mohlis, J., 2006, http://www.chem_is_try.org