.

Tampilkan postingan dengan label @C13-ROHADI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @C13-ROHADI. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Oktober 2016

Review Jurnal "ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU PERPINDAHAN KONSUMEN PT. POS INDONESIA SEMARANG"




NAMA PENULIS:
Ratih Hapsari Mawantika, Diana Puspita Sari, Susatyo Nugroho W.P. Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro Jl. Prof. Soedharto SH Tembalang, Semarang 50239 Telp (024) 7460052

NAMA JURNAL:
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015
Publisher: Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro.

LATAR BELAKANG MASALAH:
PT. Pos Indonesia merupakan BUMN yang bergerak dibidang pelayanan jasa. Pelayanan yang ditawarkan antara lain jasakurir, jasa logistik, jasa keuangan, dan jasa retail dan properti. Begitu banyak pilihan jasakurir menciptakan persaingan yang ketat antara PT. Pos Indonesia dengan perusahaan kurir swasta. Salah satu pemicunya adalah adanya Undang-Undang No. 38 tahun 2009, dimana perusahaan yang dapat masuk kedalam industri jasa kurir tidak hanya Badan Umum Milik Negara (BUMN) namun juga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) serta koperasi dan swasta dapat masuk kedalam jasa kurir.

MASALAH YANG DI ANGKAT:
Persaingan yang ketat antara PT. Pos Indonesia dan perusahaan kurir swasta memunculkan berbagai masalah bagi PT. Pos Indonesia di Kota Semarang antara lain membuat jumlah konsumen PT. Pos Indonesia di Kota Semarang menurun dari tahun ketahun. Hal ini ditunjukkan dengan data yang diperoleh dari hasil studi pendahuluan, yaitu terjadinya penurunan total pelanggan yang cukup signifikan untuk produk paket retail/individu sebesar 200.204 pelanggan dari tahun 2013 hingga tahun 2014 yang ditunjukkan dengan data pada lampiran 2

TUJUAN PENELITIAN:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel harga, reputasi, kualitas pelayanan, iklan, perpindahan terpaksa, lokasi, dan biaya perpindahan terhadap perilaku perpindahan konsumen Pos
Kilat Khusus PT. Pos Indonesia Semarang serta memberikan rekomendasi rekomendasi mengenai strategi pemasaran yang perludilakukan oleh PT. Pos Indonesia di Semarang berdasarkan hasil analisis terhadap perilaku berpindah konsumen Pos Kilat Khusus. Perilaku perpindahan konsumen menurut Clemes dkk (2010) antara lain dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut
:
1. Harga
Harga merupakan atribut yang harus direlakan atau dikorbankan untuk mendapatkan produk atau jasa tertentu.
2. Reputasi
Reputasi merupakan identitas sosial, sumber daya tak berwujud yang dapat berkontribusi terhadap kinerja dan keberlangsungan perusahaan.
3. Kualitas Pelayanan
Kualitas pelayanan merupakan evaluasi proses dimana konsumen membandingkan harapan mereka terhadap kualitas yang dirasakan dari pelayanan yang telah diberikan.
4. Iklan
Iklan adalah kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan penjualan atau meningkatkan citra dari pelayanan, perusahaan atau bisnis. Iklan yang efektif dapat membuat konsumen untuk bertahan dengan perusahaan penyedia jasa maupun mendorong konsumen untuk berpindah keperusahaan lain.
5. Perpindahan Terpaksa
Merupakan faktor yang menyebabkan konsumen berpindah ke perusahaan penyedia jasa lain yang berada diluar kendali dari konsumen maupun perusahaan penyedia jasa seperti pindah rumah,berpindah tempat kerja, atau kantor cabang tutup.
6. Lokasi
Lokasi perusahaan penyedia jasa merupakan faktor penting yang dapat menjadi trigger perpindahan konsumen. Konsumen mungkin akan berpindah keperusahaan yang lain jika perusahaan tersebut lebih dekat dari rumah atau tempat kerja mereka. Karena lokasi menentukan apakah konsumen dapat mengakses secara langsung perusahaan penyedia jasanya
7. Biaya Perpindahan
Biaya perpindahan adalah biaya yang konsumen harus derita ketika mereka berpindah dari penyedia layananannya atau produk ke produk lainnya.
8. Karakteristik Demografi
Karakteristik demografi merupakan faktor dapat digunakan untuk membedakan perilaku dari satu segmen pelanggan terhadap segmen lain. Karakteristik demografi terdiri atas usia, jenis kelamin tingkat pendapatan, tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, atau tingkat pendapatan

METODE PENELITIAN:
Pada penelitian ini digunakan 120 data responden pada penyebaran kuesioner utama dengan menggunakan rumus slovin sebagai berikut : n = 𝑁 1+(𝑒) 2 .......................................................(1) Dimana : n = Ukuran Sampel N = Ukuran Populasi (1.371.003 orang) e = Error kelonggaran (10%) Penentuan variabel berdasarkan penelitian Clemes dkk (2010) adalah sebagai berikut :

Tabel 1 Variabel Penelitian No. Variabel Sumber 1. Harga Clemes dkk (2010), Kumar (2014) 2. Reputasi Perusahaan Clemes dkk (2010), Zhang (2011) 3. Kualitas Pelayanan Clemes dkk (2007), Clemes dkk (2010), Nawaz dkk (2010), Kumar (2014) 4. Iklan Clemes dkk (2010), Nawaz dkk (2014), Kumar (2014) 5. Terpaksa Berpindah Clemes dkk (2007), Clemes dkk (2010) 6. Lokasi Clemes dkk (2010), Subramariam (2012), Kumar (2014) 7. Biaya Perpindahan Clemes dkk (2010), Kumar (2014)


HASIL PEMBAHASAN:
Penelitian dilakukan di PT. Pos Indonesia diseluruh Kota Semarang terhadap konsumen yang pernah menggunakan Pos Kilat Khusus dan pernah beralih menggunakan jasa pengiriman paket perusahaan kurir swasta. Mayoritas responden dalam penelitian ini adalah wanita (50,83%) dengan rentang umur 21 – 30 tahun (62,50%). Mayoritas responden adalah pelajar/mahasiswa (41,67%) dan tingkat pendidikan terakhir adalah SMU (46,67%) dengan tingkat pendapatan dibawah Rp 500.000 (25,83%). Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan metode Regresi Linier Berganda sebagai berikut :
1. Uji Validitas dan Uji Reliabilitas
 Uji Validasi
Uji validasi adalah menguji apakah instrumen alat ukur atau item pernyataan kuesioner mengukur apa yang seharusnya diukur (Sugiyono, 2010)

Keterangan :
Y = Perilaku Perpindahan Konsumen
X1 = Harga
X2 = Reputasi
X3 = Kualitas Pelayanan
X4 = Iklan
X5 = Lokasi
X6 = Biaya Perpindahan
X7 = Wanita
X8 = Usia < 20 tahun
X9 = Usia 21 – 30 tahun
X10 = Usia 41 – 50 tahun
X11 = Usia > 50 tahun
X12 = Tingkat Pendidikan Diploma
X13 = Tingkat Pendidikan S1
X14 = Tingkat Pendidikan S2/S3
X15 = Pendapatan 500 ribu – 1 juta
X16 = Pendapatan 1 juta – 2 juta
X17 = Pendapatan 2 juta – 5 juta
X18 = Pendapatan diatas 5 juta
e = error
Berdasarkan persamaan diatas, dapat diketahui bahwa variabel harga, iklan, lokasi menunjukkan koefisien regresi positif, berarti terdapat pengaruh positif atau searah antara variabel independen tersebut dengan variabel dependen. Sedangkan untuk variabel reputasi perusahaan, kualitas pelayanan, dan biaya perpindahan menunjukkan nilai koefisien regresi yang negatif, berarti terdapat pengaruh negatif antara variabel independen tersebut dengan variabel dependen.

Untuk variabel dummy,
koefisien regresi yang memiliki nilai positif adalah kategori wanita. Sedangkan untuk koefisien regresi yang memiliki nilai negatif adalah usia <20 tahun, usia 31 tahun – 40 tahun, usia 41 tahun – 50 tahun, tingkat pendidikan diploma, tingkat pendidikan S1, dan tingkat pendidikan S2/S3. Koefisien
positif memiliki interpretasi bahwa bila terjadi kenaikan variabel bebas (independen) maka akan terjadi kenaikan terhadap variabel terikat (dependen).

ABSTRAK:
PT. Pos Indonesia merupakan BUMN yang bergerak dalam bidang jasa kurir, jasa keungan, jasa
logistik, jasa retail dan properti. Salah satu target pencapaian PT. Pos Indonesia adalah mendapatkan
kembali pangsa pasar. Namun dari tahun 2012-2014 terjadi fluktuasi total pelanggan paket untuk
retail/individu di PT. Pos Indonesia di.seluruh Kota Semarang. Total pelanggan paket mengalami
penurunan sebesar 12,74% pada tahun 2013-2014. Penurunan ini diindikasikan karena adanya
konsumen yang beralih/berpindah menggunakan jasa kurir swasta. Didukung dengan hasil kuesioner
pendahuluan yang menyatakan konsumen masih tidak puas dan akan menggunakan jasa kurir swasta.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel-variabel perpindahan terhadap perilaku
perpindahan konsumen. Metode yang digunakan adalah Regresi Linier Berganda. Teknik pengambilan
data penelitian ini dengan menyebarkan kuesioner sebanyak 120 sampel ke konsumen yang pernah
menggunakan PT. Pos Indonesia dan jasa kurir swasta di Kota Semarang. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa variabel lokasi menunjukkan bahwa variabel lokasi memiliki pengaruh paling
besar terhadap perilaku perpindahan konsumen, sehingga rekomendasi yang diberikan diantaranya
menambah titik layanan agen pos dan memperpanjang jaringan ages pos, meningkatkan promosi secara
langsung dan tidak langsung

KESIMPULAN:
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis, menunjukkan bahwa lokasi merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap mempengaruhi keputusan konsumen beralih menggunakan jasa kurir lain. Lokasi terdiri atas kedekatan dengan tempat tinggal dan tempat kerja. Konsumen cenderung memilih
lokasi jasa kurir yang lebih dekat dengan rumah maupun tempat kerja karena keterbatasan waktu, meminimkan jarak tempuh, dan biaya. Sehingga konsumen lebih mudah mengakses dan menjangkau perusahaan kurir dalam waktu yang lebih singkat. Untuk variabel harga, reputasi, kualitas pelayanan, iklan, dan biaya perpindahan berpengaruh secara bersamasama terhadap perilaku perpindahan konsumen. Sehingga rekomendasi yang diberikan antara lain memperbanyak titik layanan Agen Pos, meningkatkan promosi Pos Kilat Khusus, meningkatkan kualitas pelayanan, memberikan promo harga pada konsumen PT. Pos Indonesia.

SARAN:
Diperlukan pembahasan lebih lanjut mengenai langkah yang harus diambil dalam pokok permasalaham tersebut seperti peningkatan pelayanan internal maupun external oloeh perusahaan.

DAFTAR PUSTAKA
Clemes, D. H., Gan, C., & Zhang, Dongmei. (2010). “Customer Switching Behaviour in the Chinese Retail Banking Industry.”International Journal of Bank Marketing, 28(7), 519-546. Ghozali, Imam. (2011). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 19. Semarang : Universitas Diponegoro. Kumar, G. N. S., Vani, H., Vandana S. (2011). “An Empirical Research on Factors  11
Affecting Mobile Subscriber Intention for Switching between Service Providers in India.” International Journal of Management and Business Studies, 1,2231-2246.Kumar, R. D. (2014). “Customer Switching Behaviour in Retail Banking Industry of India.” Journal of Innovative Research and Solution (JIRAS).
http://www.topbrandaward.com/





Sabtu, 24 September 2016

PENINGKATAN KUALITAS PRODUKSI PENYULINGAN MINYAK DAUN NILAM DENGAN MENGGUNAKAN KONSEP SIX SIGMA

     Rekayasa kualitas dapat diartikan sebagai proses perbaikan kualitas secara terus menerus dalam perancangan produk dan proses. Dengan penerapan tools yang tepat, diharapkan produk yang dihasilkan juga akan sesuai dengan harapan konsumen dan spesifikasi yang telah disyaratkan perusahaan

Sabtu, 17 September 2016

Rekayasa Jalan Raya - 2







Judul Buku       : Seri Diktat Kuliah Rekayasa Jalan Raya-2

Penulis              : Andi Tenrisukki Tenriajeng

Penerbit             : Gunadarma

TahunTerbit       : -

Jumlah Halaman : 207 halaman




PENDAHULAN
   
Pekerjaan Jalan
Pekerjaan jalan adalah campuran antara aregat dan bahan ikat yang digunakan untuk melayani beban lalulintas. Agregat yang dipakai ;

- Batu pecah
- Batu belah
- Batu kali
- Hasil samping pelabuhan baja

Bahan ikat yang dipakai :

- Aspal
- Semen
- Tnanah liat

Dalam pengerjaan nya sendiri dibagi menjadi dua bagian yaitu :

- Lapisan perkasaran Lentur
       Perkerasan lentur adalah prkasaran yang menggunakan aspal sebagai bahan pengikat. lapisan - lapisan perkerasan nya bersifat memikul dan menyebarkan beban lalulintas ketanah dasar yang telah di padatkan. (lapisan permukaan,atas,bawah)

- Lapisan perkasaran Kaku
       Perkerasan kaku adalah perkerasan yang menggunakan bahan ikat semen portland, plat beton dengan atau tanpa tulangan diletakkan di atas tanah dasar dengan atau tanpa pondasi bawah. Beban lalulintas sebagian besar dipikul oleh plat beton.


UMUR RENCANA

Umur rencana perkerasan jalan adalah jumlah tahun dari saat jalan itu di buka untuk lalulintas kendaraan sampai diperlukan perbaikan yang bersifat struktural sampai diperlukan (overlay lapisan perkerasan).selam um,ur rencana tersebut pemeliharaan perkerasan jalan tetap harus dilakukan seperti pelapisan non struktural yang berfungsi sebagai lapis aus. umur untuk rencana perkersan lentur jalan baru umumnya diambil 20 tahun dan dan untuk perbaikan jalan 10th. lebih dari 20 tahun sudah tidak ekonomis karena perkembangan lalulintas yang besar dan sukar untuk menapatkan ketelitian yang memadai.

LALULINTAS

Tebal lapisan perkerasan jalan dietentukan dari beban yang akan di pikul, hal ini berhubungan dengan arus lalulintas yang hendak  melewati jalan tersebut. besarnya arus lalulintas apat di hasilkan melalui
analisa lalulintas saat ini, perkiraan faktor pertumbuhan lalulintas selama umur rencana, antara lain berdasarkan atass analisa ekonomi dan sosial daerah tersebut.

        Dikutip dari Peraturan undang-undang republik indonesia no. 34 tahun 2006 Tentang Jalan. disebutkan bahwa . Dalam Peraturan Pemerintah ini yang dimaksud dengan:

1. Pemerintah Pusat yang selanjutnya disebut Pemerintah, adalah Presiden Republik Indonesia yang
memegang kekuasaan pemerintahan negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam UndangUndang
Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
2. Pemerintah Daerah adalah gubernur, bupati, atau walikota, dan perangkat daerah sebagai unsur
penyelenggara pemerintahan daerah.
3. Jalan adalah prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan, termasuk bangunan
pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi lalu lintas, yang berada pada permukaan
tanah, di atas permukaan tanah, di bawah permukaan tanah dan/atau air, serta di atas permukaan air,
kecuali jalan kereta api, jalan lori, dan jalan kabel.
4. Jalan umum adalah jalan yang diperuntukkan bagi lalu lintas umum.
5. Penyelenggaraan jalan adalah kegiatan yang meliputi pengaturan, pembinaan, pembangunan, dan
pengawasan jalan.
6. Pengaturan jalan adalah kegiatan perumusan kebijakan perencanaan, penyusunan perencanaan umum,
dan penyusunan peraturan perundang-undangan jalan.
7. Pembinaan jalan adalah kegiatan penyusunan pedoman dan standar teknis, pelayanan, pemberdayaan
sumber daya manusia, serta penelitian dan pengembangan jalan.
8. Pembangunan jalan adalah kegiatan pemrograman dan penganggaran, perencanaan teknis,
pelaksanaan konstruksi, serta pengoperasian dan pemeliharaan jalan.
9. Pengawasan jalan adalah kegiatan yang dilakukan untuk mewujudkan tertib pengaturan, pembinaan, dan
pembangunan jalan.
10. Penyelenggara jalan adalah pihak yang melakukan pengaturan, pembinaan, pembangunan, dan
pengawasan jalan sesuai dengan kewenangannya.
11. Sistem jaringan jalan adalah satu kesatuan ruas jalan yang saling menghubungkan dan mengikat pusatpusat
pertumbuhan dengan wilayah yang berada dalam pengaruh pelayanannya dalam satu hubungan
hierarki.
12. Leger jalan adalah dokumen yang memuat data mengenai perkembangan suatu ruas jalan.
13. Orang adalah orang perseorangan atau badan usaha, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak
berbadan hukum.
14. Menteri adalah menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang jalan.

     
      Dilansir dari (kampuzsipil.blogspot.co.id) Pelaksanaan pekerjaan dilapangan dilakukan sepenuhnya oleh kontraktor pelaksana yang telah ditunjuk dan diawasi langsung konsultan pengawas dan Departemen Pekerjaan Umum. Pelaksanaan pekerjaan dilakukan berdasarkan atas gambar-gambar kerja dan spesifikasi tekhnik umum dan khusus yang telah tercantum dalam dokumen kontrak, rencana kerja & syarat-syarat (RKS) dan mengikuti perintah atau petunjuk dari konsultan, sehingga hasil yang dicapai akan sempurna dan sesuai dengan keinginan pemilik proyek.
\
Peralatan

Dalam pelaksanaan pekerjaan lapis pondasi atas digunakan alat alat sebagai berikut :
Wheel Loader berfungsi untuk mengambil tumpukan agregat dari tempat pengambilan material, selanjutnya dimasukkan kedalam dunp truck.
Dump truck berfungsi untuk mengangkut material agregat base B ke lokasi pekerjaan.
Motor grader berfungsi untuk memadatkan material base B.
Water tank truck berfungsi untuk menyiram agregat base B setelah penghamparan.

Pengawasan Pekerjaan
Pengawasan pekerjaan dilaksanakan olek konsultan pengawas. Hal ini dilakukan untuk menjamin pekerjaan yang dilakukan oleh kontraktor sebagai pelaksana proyek, apakah sesuai dengan ketentuan yang terdapat dalam spesifikasi.

Ketentuan ketentuan pelaksanaan pekerjaan yang sesuai dengan spesifikasi adalah sebagai berikut :
Penghamparan lapis pondasi agregat, baik kelas A maupun kelas B tidak boleh mempunyai ketebalan kurang dari dua kali ukuran maksimum bahan.
Penghamparan lapis pondasi kelas A maupun kelas B tidak boleh lebih dari 20 cm dalam keadaan loose, hal ini dapat mempengaruhi proses pemadatan sehingga pemadatan yang dilakukan tidak mencapai keadaan optimal.
Permukaan lapis pondasi agregat harus rata sehingga air tidak dapat menggenang akibat permukaan yang tidak rata. Deviasi maksimum untuk kerataan permukaan adalah 1 cm.
Toleransi terhadap tebal total lapis pondasi agregat adalah 1 cm dari tebal rencana.
Lapis pondasi yang terlalu kering atau terlalu basah untuk pemadatan yaitu kurang dari 1% atau lebih dari 3% pada kadar air optimum, diperbaiki dengan cara menggali dan mengganti dengan bahan yang memenuhi syarat kadar air tersebut.




Sabtu, 10 September 2016

Penyelamatan Satwa Langka Di Indonesia



Pendahuluan :
          Cinta terhadap tanah air tidak hanya diwujudkan dengan  melestarikan sosial budaya dan kearifan lokal, ikut menjaga kelastarian alam dan satwa-satwa penghuninya juga wajib kita lakukan demi menjaga