.

Tampilkan postingan dengan label @E11-Arief. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @E11-Arief. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 April 2017

10 Judul Laporan Kerja Praktek

@E11-Arief
oleh : Arief Risaldi

1. PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM SIMULASI MONTE CARLO(STUDI KASUS DI PT. XYZ)
CATATAN : Penelitian ini sangat penting untuk mengetahui perencanaan, pengendalian, bahan baku sehingga perusahaan dapat memproduksi secara optimal sehingga tidak terjadi kelebihan atau kekurangan bahan baku. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melakukan observasi untuk memperoleh data.

2. OPTIMASI PENATAAN MATERIAL DI RAK WAREHOUSE INVENTORY PT. SPANSET INDONESIA MENGGUNAKAN METODE PENUGASAN (ASSIGNMENT)
CATATAN : Pada penelitian ini menggunakan metode penugasan (assignment) yaitu melalui penempatan bahan baku yang baik untuk mendukung proses produksi dapat mempengaruhi keefektifan dan keefisienan proses.

3. PERENCANAAN SISTEM KANBAN DALAM PENYEDIAAN MATERIAL UNTUK KEBUTUHAN PROSES PRODUKSI di PT. XYZ
CATATAN : Dengan menggunakan sistem Kanban  ini dapat mengendalikan proses produksi dengan mengendalikan aliran penyediaan material dari gudang ke lini produksi. Dengan sistem Kanban ini maka material yang ada di lini produksi tersedia dalam jumlah yang tepat dan dalam waktu yang tepat pula dimana material tersebut di butuhkan.

4. ANALISA DAN PERENCANAAN KEBUTUHAN BAHAN BAKU PRODUK SEPATU MODEL CR MENGGUNAKAN METODE MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP) DI CV. NEDISIF SHOES
CATATAN : Pada penelitian ini menggunakan metode Material requirement planning (MRP). Sistem perencanaan dan penjadwalan kebutuhan material untuk produksi yang memerlukan beberapa tahapan/fase produksi. MRP juga berfungsi untuk menghitung kebutuhan bahan baku dari barang mentah hingga barang yang sudah di produksi dengan menghitung 3 data yaitu biaya simpan, biaya pesan, dan biaya material.

5. PERANCANGAN TATA LETAK GUDANG DENGAN METODE CLASS BASED STORAGE DI PT. ICI
CATATAN : Kebjiakan yang di gunakan dalam penelitian ini adalah class based storage policy. Pengelompokkan di dasarkan pada popularity. Tahapan penelitian dilakukan dengan menghitung utilitas gudang awal, frekuensi perpindahan, jumlah tempat penyimpanan, dan jarak perpindahan.

6. PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU CALSIUM CARBONAT DENGAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) STUDY KASUS PT XYZ
CATATAN : Metode yang di gunakan adalah economic order quantity (EOQ) dengan tujuan menentukan jumlah pembelian yang optimal yang tentunya dapat mengurangi biaya pesan (order cost) dan biaya simpan (holding cost).

7. PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN BAHAN BAKU PIPA TEMBAGA DENGAN MENGGUNAKAN METODE LOT SIZING PADA PT. SAMWON
CATATAN : Analisa pengendalian bahan baku yang dilakukan menggunakan teknik-teknik lot sizing dengan tiga metode : metode EOQ, FOI, L4L. Dengan metode tersebut diharapkan dapat mendapatkan nilai yang optimal dari stock inventory untuk bias memenuhi semua pesanan dari pelanggan dan sesuai dengan rencana produksi.

8. ANALISA BIAYA PENGENDALIAN & PERENCANAAN BAHAN BAKU DI PT. ALIANSI TEMPRINA NYATA GRAFIKA
CATATAN : Metode yang digunakan dalam proses pengendalian persediaan bahan baku adalah lot for lot (LFL), fixed order quantity (FOQ), dan fixed periode requirement (FPR).

9. PENERAPAN JUST IN TIME GUNA PENINGKATAN KINERJA KARYAWAN DAN KEPUASAN PELANGGAN DI PT YZ
CATATAN : Menerapkan sistem kerja tepat waktu atau sering dikenal Just In Time dengan harapan mampu meningkatkan produktivitas karyawan dan memberikan pelayanan terbaik terhadap pelanggan.

10. PERANCANGAN SISTEM PERSEDIAAN UNTUK MENCAPAI OPTIMUM INVENTORY PADA SUPPLIES H2O2 MITSUBISHI DI PT X

CATATAN : Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai perancaan stock yang tepat untuk supplies, diprioritaskan pada supplies yang memiliki pengaruh besar terhadap mesin dan lead time pengadaan barang yang cukup lama. Dalam penelitian ini digunakan metode EOQ (Economic Order Quantity) dengan menghitung penyediaan supplies optimum (Q), frekuensi order (F), safety stock (SS), reorder point (ROP) dan Total Cost (TC).

Jumat, 07 April 2017

REVIEW JURNAL : PEMANFAATAN LIMBAH INDUSTRI PENGOLAHAN KAYU DI KOTA DENPASAR (STUDI KASUS PADA CV ADITYA)




JUDUL  JURNAL
PEMANFAATAN LIMBAH INDUSTRI PENGOLAHAN KAYU DI KOTA DENPASAR (STUDI KASUS PADA CV ADITYA)

NAMA PENULIS
I Wayan Sutarman (Program Studi Teknik Industri, Universitas Mahendradata, Denpasar, Indonesia)

NAMA JURNAL
JURNAL PASTI
Volume X No 1, halaman 15-22
Tahun terbit 2016
Fakultas Teknik Universitas Mercu Buana
Jl. Raya Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta 11650
Tlp./Fax: +62215871335
p-ISSN: 2085-5869
http://journal.mercubuana.ac.id/index.

LATAR BELAKANG MASALAH
Pemanfaatan hutan telah dijelaskan dalam UU no 41 tahun 1999, tentang kehutanan, dimana kegiatan exploitasi hutan sudah menjadi larangan dunia international. Lebih lanjut dijelaskan dalam Undang-undang ini pemanfaatan hutan yang boleh dilakukan hanyalah hutan industri, yang peraturannya telah diatur lebih lanjut dalam peraturan pemerintah. Perusahan industri kayu akan kesulitan untuk mendapatkan bahan baku.

MASALAH/PERTANYAAN PENELITIAN
Di lain sisi pabrik-pabrik kayu belum juga memikirkan secara serius bagaimana menangani limbah potongan kayu yang makin melimpah jumlahnya, lebih-lebih industri pengolahan kayu berskala kecil. Cv Aditya sebagai salah satu pengolahan industri kayu kecil di Denpasar, yang mengalami kendala dalam menjalankan aktivitasnya. Menurut Hubeis (2001) kendala yang dihadapi adalah lemahnya kewirausahaan dan manajerial keterbatasan keuangan, ketidak mampuan aspek pasar, keterbatasan produksi dan teknologi, ketidak mampuan informasi, tidak didukung kebiajakan dan regulasi yang memadai dan kurang dukungan lembaga keuangan. Dengan semakin bertambah jumlah limbah kayu, ketatnya penebangan hutan sebagai apresiasi terhadap global warning, meningkatnya kebutuhan manusia akan produk baru. Maka pemanfaatan/ pengolahan kayu limbah sangat potensial dilakukan dan memiliki nilai seni dan jual yang tinggi, serta dapat dijadikan komoditi export.

TUJUAN PENELITIAN
Perusahan pengolahan industri kayu, tidak hanya mengejar produk atau sibuk mengirim kayu olahan dari bahan utuh, ketimbang dari bahan limbah kayu. Limbah kayu yang dimaksudkan adalah sisa potongan kecil-kecil baik sisa potongan atau sisa belahan kayu. Kementerian Lingkungan Hidup atau Kantor Gubernur, atau juga kantor Kabupaten dan Kodya setempat nampaknya belum mengeluarkan petunjuk jelas tentang bagaimana memanfaatkan limbah kayu potongan. Dengan semakin bertambah jumlah limbah kayu, ketatnya penebangan hutan sebagai apresiasi terhadap global warning, meningkatnya kebutuhan manusia akan produk baru. Maka pemanfaatan/ pengolahan kayu limbah sangat potensial dilakukan dan memiliki niali seni dan jual yang tinggi, serta dapat dijadikan komoditi export.

METODE PENELITIAN
Penelitian dilakukan dengan melakukan pengamatan di kawasan penjualan kerajinan pemanfaatan limbah di Jl.Mertanadi Kuta, Bali. Selain itu, wawancara dilakukan kepada owner untuk melakukan investigasi dan informasi lebih lanjut mengenai pengolahan limbah kayu.

HASIL PENELITIAN
Berdasarkan hasil pengamatan di kawasan penjualan kerajinan pemanfaatan kayu limbah, yang memiliki nilai seni tinggi, ada di kawasan jalan Mertanadi Kuta. Dari hasil wawancara dengan pemilik pastion for design (Bapak Helmi) dapat diketahui bahwa limbah kayu dapat dimanfaatkan untuk membuat beragam furniture yang menarik dan bernilai jual tinggi. Pemanfaatan sisa limbah kayu bisa berupa meja, kursi, lemari, dan bermacam art work. Selain furniture seperti kursi, meja dan lemari limbah kayu tersebut juga dapat buat sebagai hiasan lampu. Dengan design yang baik, limbah tersebut dapat menghasilkan karya seni yang bernilai jual. Limbah kayu tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai dinding kayu sebagai aksen dalam dekorasi ruangan. Ditambahkan pula Penggunaan material kayu limbah sebagai alternatif material ramah lingkungan pada produk-produk desainnya serta mendukung program anti pemanasan global. Kreativitas yang dilakukan antara lain Penggabungan dengan material lain seperti: resin, kuningan, alumunium, kaca, resin, kuningan, alumunium, kaca, stainlisteell, atau semacam metal- metal yang lain. Nilai seni dari kayu sangat tinggi, dengan design yang baik akan dapat dihasilkan sebuah produk yang unik dan menarik untuk konsumen. Salah satu design yang telah dilakukan adalah pembuatan tangga yang sangat unik. Hal ini dapat dijadikan peluang besar bisnis dari limbah kayu.

REVIEW/KOMENTAR
Untuk membuat suatu produk berbahan dasar kayu , bisa memanfaatkan limbah kayu yang tidak terpakai sehingga akan menghasilkan suatu kerajinan yang bernilai jual yang tinggi dan mengurangi biaya bahan baku produk karena berasal dari pemanfaatan limbah kayu.

ABSTRAK
Kayu limbah di perusahan industri perkayuan di Indonesia, saat ini belum dimanfaatkan secara maksimal, hanya sebagai kayu bakar. Hal ini terjadi karena kurangnya kreativitas masyarakat. Masalah ini juga terjadi di Kota Denpasar. Penelitian ini mengkaji kayu limbah hasil sisa industri pengolahan industri kayu, studi kasus di Cv Aditya Denpasar, hanya pada sisa potongan atau bilahan yang tak “berguna”. Diharapkan dalam penelitian ini limbah hasil pengolahan industi kayu dapat berupa furniture dan art work sebagai hiasan interior ruangan, baik hotel, villa, ataupun rumah tinggal. furniture dapat berupa: meja, kursi, meja makan, almari, bahan lantai, dan bahan dinding, serta art work berupa: hiasan dinding, lampu hias, serta pernak pernik lainnya.

DAFTAR PUSTAKA :
Cahyandari, D. 2007. Pemanfaatan limbah kayu sebagai bahan dasar pembuatan papan partikel. Traksi, Vol. 5 (1), 26 – 34.

Genchev, Y. & Marinova, M. 2013. Trends in modern home interior and furniture. Journal of Wood Science, Design and Technology. Vol. 2 (1), 28-33.

Gusmailina, S.Komarayati dan T. Nurhayati. 1990. Pemanfaatan residu fermentasi padat sebagai kompos pada pertumbuhan anakan Eucalyptus urophylla. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, Vol. 4, 157-163.

Iliev, B., Karanov, V. & Panevsky, E. N. 2013. Analyses of the impact of tradition and traditional skills of production on the historical development of the scandinavian design architecture. Journal of Wood Science, Design and Technology, Vol. 2 (1), 73-81.

Komarayati, S. 1993. Pemanfaatan serbuk gergaji, tanah latosol dan residu fermentasi sebagai medium tumbuh bibit sengon. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, Vol. 11 (2), 74-79.

Komarayati, S., R. Sudrajat & I.P Adhi. 1992. Pemanfaatan kompos anaerobik untuk meningkatkan pertumbuhan Albizia falcataria. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, Vol. 10 (4), 125-129.

Munandar, U. 1982. Anak-Anak Berbakat Pembinaan dan Pendidikannya, Rajawali, Jakarta.

Munandar, U. 1999. Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat, Depdiknas dan Rineka Cipta, Jakarta.

Nurhayati, T & Hartoyo. 1992. Pengaruh kecepatan laju alir udara pada gasifikasi fluidized bed dari limbah kayu kamper. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, Vol. 10 (1), 24-28.

Panevsky, E.N. & Karanakov, V. 2013. Portals and doors in traditonal Ohrid architecture Journal of Wood Science, Design and Technology. Vol. 2 (1), 16-27.

Pasaribu, R.A. 1987. Pemanfaatan serbuk gergaji sengon sebagai kompos untuk pupuk tanaman. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, Vol. 4 (4), 15-21.

Purwanto, D. 2011. Pembuatan balok dan papan dari board and wood block making from waste of wood industries, Jurnal Riset Industri, Vol.5(1),13-20.

Purwanto, J. 2011. Pembuatan balok dan papan dari limbah industri kayu, Jurnal Riset Industri, Vol. 5 (1), 13-20.

Sinulangga, S. 2008. Pengantar Teknik Industri, Graha Ilmu, Jakarta.

Sumpeno, B. 2008. Analisa Ekonomi Industri Kecil untuk Akses ke Lembaga Perbankan (Studi Kasus pada Perusahaan Kecap Damai di Purwokwerto), MPI, Vol. 3(1), 62-72.

Supriadi, D. 1994. Kreativitas, Kebudayaan & Perkembangan Iptek, Alfabeta, Bandung.

Verawati, S. 2012. PERAN MODAL SOSIAL DALAM STRATEGI INDUSTRI KREATIF (Studi di Sentra Kerajinan Kayu Jati Desa Jepon, Kabupaten Blora Jawa Tengah). E-Journal UNY. Vol. 1 (3).

Yuniartini, N. P. S. 2013. Pengaruh modal, tenaga kerja dan teknologi terhadap produksi industri kerajinan ukiran kayu di kecamatan ubud. E-Jurnal Ekonomi Pembangunan Universitas Udayana, Vol. 2 (2), 95 – 101.

Kamis, 30 Maret 2017

Resensi Buku : Instrumentasi Industri Dan Kontrol Proses

 
@E11-Arief
Oleh : Arief Risaldi

judul buku: instrumen industri dan kontrol proses
penulis : ir.sutarno.M.Sc.
penerbit : Graha Ilmu
kota penerbit : yogyakarta
tahun penerbit: 2014
ISBN : 978-602-262-228-4
Harga : Rp 69.800,00
Halaman : XII+146





 Metode dan instrumen yang tepat untuk meningkatkan efisiensi proses, kualitas dan tingkat produksi dalam aktivitas di pabrik atau industri sangatlah penting. Buku Instrumentasi Industri dan Kontrol Proses ini memuat dasar-dasar Instrumentasi dan Kontrol Proses  secara jelas dan ringkas. Buku ini menggambarkan pengalaman penulis yang bertahun-tahun sebagai seorang insinyur dan pendidik, menawarkan panduan praktis dan mudah digunakan untuk memenuhi kebutuhan setiap orang yang bekerja atau terlibat dalam pelatihan fungsi kontrol proses. 

Buku ini juga memberikan penjelasan menyeluruh dari komponen pengukuran variabel proses,  dasar-dasar listrik—analog dan digital—pneumatik, aktuator, dan regulator serta rincian aplikasinya untuk proses kontrol di industri. Setiap bab ditulis dengan jelas, cara yang logis, terorganisir serta disertai banyak contoh soal dan penyeleseaian, ditambah banyak soal latihan realistis yang  menantang para pembaca dan praktisi berpikir serta termotivasi untuk mengaplikasikan pengetahuan dasar instrumentasi guna menyelesaikan masalah-masalah dalam praktik sehari-hari.

Dalam buku ini terdapat beberapa bab yaitu:
 Bab 1 memberikan pengantar untuk instrumentasi industri. Bab 2 dan Bab 3 menyegarkan pengetahuan pembaca tentang dasar-dasar listrik dan memperkenalkan rangkaian listrik untuk digunakan dalam instrumentasi. Sensor dan penggunaannya dalam pengukuran berbagai variabel seperti pengukuran suhu, tekanan, ketinggian permukaan fluida (lvel), aliran, dan kelembaban, dibahas dalam Bab 3 sampai 8. Akhirnya, dalam Bab 9, dibahas mengenai proses kontrol dengan beberapa metode dan peralatan yang biasa digunakan di industri. Dalam setiap bab beberapa contoh soal dan soal-soal latihan berkaitan dengan topik bahasan.


Diharapkan buku ini dapat membantu setiap pembaca dalam memahami Instrumentasi dan Proses Kontrol dan dijadikan sarana untuk memperluas cakrawala dalam bidang Instrumentasi industri.

Jumat, 24 Maret 2017

PENGETAHUAN KOROSI

     


@E11-Arief
Dibuat oleh: arief risaldi



Korosi adalah kerusakan atau degradasi logam akibat reaksi redoks antara suatu logam dengan berbagai zat di lingkungannya yang menghasilkan senyawa-senyawa yang tidak dikehendaki.Dalam bahasa sehari-hari, korosi disebut perkaratan.Contoh korosi yang paling lazim adalah perkaratan besi.

Minggu, 19 Maret 2017

Teknologi Garis Gawang Dalam Sepak Bola

Dalam sepak bola, teknologi garis gawang merupakan salah satu cara yang digunakan untuk menentukan bilamana bola telah sepenuhnya melewati garis gawang dengan bantuan berbagai perangkat elektronik dan pada saat yang sama membantu wasit dalam menyatakan sebuah gol telah terjadi atau tidak. GLT tidak ditujukan untuk menggantikan peran wasit dan para hakim garis, namun lebih membantu mereka dalam membuat keputusan di lapangan pertandingan. GLT harus memberikan sebuah indikasi yang jelas mengenai apakah bola telah sepenuhnya melewati garis gawang dan informasi ini nantinya berperan untuk membantu wasit dalam membuat keputusan akhir. Dilatarbelakangi oleh beberapa keputusan kontroversial pada sejumlah pertandingan Liga Utama InggrisPiala Dunia FIFA 2010, dan Euro 2012, FIFA (yang sebelumnya menolak penggunaan teknologi ini) melakukan pengujian terhadap beberapa kandidat potensial untuk teknologi garis gawang. Sembilan buah sistem diuji pada tahap awal, namun hanya dua buah sistem bertahan.Pada 5 Juli 2012, International Football Association Board secara resmi menyetujui penggunaan teknologi garis gawang. Kedua sistem yang disetujui yakni GoalRef dan HawkEye. Keduanya sistem yang diuji pada pengujian tahap kedua. Pada bulan Desember 2012, FIFA mengumumkan bahwa mereka akan memperkenalkan teknologi garis gawang untuk pertama kalinya dalam sebuah pertandingan kompetitif pada Piala Dunia Antarklub FIFA 2012 di Jepang.

Teknologi garis gawang bekerja pada prinsip menentukan apakah bola sudah melewati garis gawang atau belum. Adapun komponen penting dalam penerapan teknologi ini, yaitu :


Bola yang digunakan dalam teknologi ini tentu bukan bola sepak biasa, melainkan bola yang telah dimodifikasi. Bentuk bola tersebut memang tidak jauh beda dengan bola pada umumnya. Bentuknya tetap bundar dengan bahan 100 persen polyurethane. Yang tampak berbeda hanya desain luar. Bentuknya tidak lagi terdiri atas bidang-bidang heksagonal dan pentagonal. Namun, garis-garisnya didesain berupa lengkungan-lengkungan yang berbentuk mendekati angka 8. Di dalam bola ini terdapat microchip yang diikat dengan kawat tipis supaya letaknya tetap berada di tengah bola. Microchip dibuat sedemikian rupa agar tidak rusak ketika mengalami guncangan atau tendangan yang keras. Microchip ini bertugas untuk mengirimkan sinyal yang berisi informasi mengenai posisi bola di lapangan. Berat bola mengikuti standard pada umumnya dan tidak dipengaruhi oleh adanya microchip.
Unit ini menerima pesan dari komputer pusat dan menentukan apakah goal telah dicetak. Unit ini berbentuk seperti jam tangan yang dipakai oleh hakim garis dan wasit yang bertugas saat pertandingan. Pesan ”goal” yang dikirim dapat berupa pesan visual, audio, atau getaran.
Kabel tipis akan diletakkan di sekeliling area gawang untuk menciptakan medan magnetik. Kabel tersebut berdiameter 2 mm dan ditanam didalam tanah sedalam 15-20 cm. Medan magnetik ini akan membuat microchip dalam bola bereaksi ketika bola melewati garis gawang. Kerja kabel ini tidak akan dipengaruhi oleh perubahan cuaca selama pertandingan berlangsung.

Teknologi garis gawang dalam dunia sepakbola memiliki tiga perangkat penting. Ketiga perangkat tersebut terintegrasi satu sama lain sehingga memberikan informasi langsung kepada sang pengadil lapangan mengenai bola sudah melewati garis gawang atau belum (sah atau tidak sahnya gol).

Smart Ball System

Proyek imajinatif yang mendasari teknologi garis gawang dimulai oleh dua perusahaan asal Jerman, yakni Adidas dan Cairos Technologies. Kedua perusahaan tersebut memasang sebuah sensor di dalam bola.
Dimana sensor tersebut memberikan sinyal langsung kepada sensor yang juga terpasang di area lapangan sepakbola. Sinyal yang dipancarkan dari Smart Ball System langsung terintegrasi dengan Hawkeye System yang diletakkan di area garis gawang untuk memberitahukan bola sudah melewati garis gawang atau belum.

Hawkeye System

Sistem ini dikembangkan langsung oleh perusahaan asal Inggris bernama Hawk-Eye. Perusahaan ini sukses dan paling terdepan dalam mengembangkan system Hawk-Eye. Dimana perangkat tersebut sebelumnya sudah dipergunakan dalam olahraga Cricket dan Tennis.
Namun dalam dunia sepakbola, penggunaan sistem ini berbeda dari dua jenis olahraga tersebut. Dalam sepakbola, digunakan kamera sebanyak tiga pasang yang difokuskan pada setiap garis gawang.
Tiga kamera tersebut mampu menangkap gambar sebanyak 600 frame setiap detiknya. Perangkat itu terdapat dua sistem untuk menentukan apakah bola sudah melewati garis gawang atau belum, yakni melalui suara atau jam. Sehingga itulah kenapa para pengadil lapangan di Liga Primer Inggris menggunakan headset.

Smart Ref System

Kedua perangkat diatas tak akan berguna apabila tidak adanya sistem Smart Ref System yang dikembangkan langsung oleh Fraunhofer IIS melalui sistem gelombang radio. Sinyal yang dipancarkan oleh dua perangkat sebelumnya langsung diterima oleh peringkat ketiga ini.


Daftar Pustaka :

1. Wikipedia, 2013, Teknologi Garis Gawang, https://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_garis_gawang. Di akses tanggal 19 Maret 2017

2. Anonim, 2017, Teknologi Garis Gawang Dalam Sepakbola, http://www.wbartmuseum.com/teknologi-garis-gawang-dalam-sepakbola.htm. Di akses tanggal 19 Maret 2017

3. Malvin Yudhistira, 2016, Makalah Teknologi Garis Gawang, http://malvinyudhistirasuksesjaya.blogspot.co.id/2016/03/makalah-teknologi-garis-gawang.html. Di akses tanggal 19 Maret 2017