Tugas B12
oleh : Arief Risaldi
Tampilkan postingan dengan label @E11-Arief. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @E11-Arief. Tampilkan semua postingan
Jumat, 16 Juni 2017
Sabtu, 10 Juni 2017
Sabtu, 27 Mei 2017
Sabtu, 20 Mei 2017
Sabtu, 13 Mei 2017
Jumat, 21 April 2017
10 Judul Laporan Kerja Praktek
@E11-Arief
oleh : Arief Risaldi
oleh : Arief Risaldi
1. PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN DENGAN
MENGGUNAKAN SISTEM SIMULASI MONTE CARLO(STUDI KASUS DI PT. XYZ)
CATATAN : Penelitian ini sangat penting untuk mengetahui
perencanaan, pengendalian, bahan baku sehingga perusahaan dapat memproduksi
secara optimal sehingga tidak terjadi kelebihan atau kekurangan bahan baku.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melakukan observasi
untuk memperoleh data.
2. OPTIMASI PENATAAN MATERIAL DI RAK WAREHOUSE INVENTORY PT. SPANSET
INDONESIA MENGGUNAKAN METODE PENUGASAN (ASSIGNMENT)
CATATAN : Pada penelitian ini menggunakan metode penugasan
(assignment) yaitu melalui penempatan bahan baku yang baik untuk mendukung
proses produksi dapat mempengaruhi keefektifan dan keefisienan proses.
3. PERENCANAAN SISTEM KANBAN DALAM PENYEDIAAN MATERIAL UNTUK KEBUTUHAN
PROSES PRODUKSI di PT. XYZ
CATATAN : Dengan menggunakan sistem Kanban ini dapat mengendalikan proses produksi dengan
mengendalikan aliran penyediaan material dari gudang ke lini produksi. Dengan
sistem Kanban ini maka material yang ada di lini produksi tersedia dalam jumlah
yang tepat dan dalam waktu yang tepat pula dimana material tersebut di
butuhkan.
4. ANALISA DAN PERENCANAAN KEBUTUHAN BAHAN BAKU PRODUK SEPATU MODEL CR
MENGGUNAKAN METODE MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP) DI CV. NEDISIF SHOES
CATATAN : Pada penelitian ini menggunakan metode Material
requirement planning (MRP). Sistem perencanaan dan penjadwalan kebutuhan
material untuk produksi yang memerlukan beberapa tahapan/fase produksi. MRP
juga berfungsi untuk menghitung kebutuhan bahan baku dari barang mentah hingga
barang yang sudah di produksi dengan menghitung 3 data yaitu biaya simpan,
biaya pesan, dan biaya material.
5. PERANCANGAN TATA LETAK GUDANG DENGAN METODE CLASS BASED STORAGE DI
PT. ICI
CATATAN : Kebjiakan yang di gunakan dalam penelitian ini adalah
class based storage policy. Pengelompokkan di dasarkan pada popularity. Tahapan
penelitian dilakukan dengan menghitung utilitas gudang awal, frekuensi perpindahan,
jumlah tempat penyimpanan, dan jarak perpindahan.
6. PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU CALSIUM CARBONAT DENGAN METODE
ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) STUDY KASUS PT XYZ
CATATAN : Metode yang di gunakan adalah economic order
quantity (EOQ) dengan tujuan menentukan jumlah pembelian yang optimal yang
tentunya dapat mengurangi biaya pesan (order cost) dan biaya simpan (holding
cost).
7. PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN BAHAN BAKU PIPA TEMBAGA DENGAN
MENGGUNAKAN METODE LOT SIZING PADA PT. SAMWON
CATATAN : Analisa pengendalian bahan baku yang dilakukan
menggunakan teknik-teknik lot sizing dengan tiga metode : metode EOQ, FOI, L4L.
Dengan metode tersebut diharapkan dapat mendapatkan nilai yang optimal dari
stock inventory untuk bias memenuhi semua pesanan dari pelanggan dan sesuai
dengan rencana produksi.
8. ANALISA BIAYA PENGENDALIAN & PERENCANAAN BAHAN BAKU DI PT.
ALIANSI TEMPRINA NYATA GRAFIKA
CATATAN : Metode yang digunakan dalam proses pengendalian
persediaan bahan baku adalah lot for lot (LFL), fixed order quantity (FOQ), dan
fixed periode requirement (FPR).
9. PENERAPAN JUST IN TIME GUNA PENINGKATAN KINERJA KARYAWAN DAN KEPUASAN
PELANGGAN DI PT YZ
CATATAN : Menerapkan sistem kerja tepat waktu atau sering
dikenal Just In Time dengan harapan mampu meningkatkan produktivitas karyawan
dan memberikan pelayanan terbaik terhadap pelanggan.
10. PERANCANGAN SISTEM PERSEDIAAN UNTUK MENCAPAI OPTIMUM INVENTORY PADA
SUPPLIES H2O2 MITSUBISHI DI PT X
CATATAN : Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran
mengenai perancaan stock yang tepat untuk supplies, diprioritaskan pada
supplies yang memiliki pengaruh besar terhadap mesin dan lead time pengadaan
barang yang cukup lama. Dalam penelitian ini digunakan metode EOQ (Economic
Order Quantity) dengan menghitung penyediaan supplies optimum (Q), frekuensi
order (F), safety stock (SS), reorder point (ROP) dan Total Cost (TC).
Sabtu, 15 April 2017
Jumat, 07 April 2017
REVIEW JURNAL : PEMANFAATAN LIMBAH INDUSTRI PENGOLAHAN KAYU DI KOTA DENPASAR (STUDI KASUS PADA CV ADITYA)
JUDUL JURNAL
PEMANFAATAN LIMBAH INDUSTRI PENGOLAHAN KAYU DI KOTA DENPASAR
(STUDI KASUS PADA CV ADITYA)
NAMA PENULIS
I Wayan Sutarman (Program Studi Teknik Industri, Universitas
Mahendradata, Denpasar, Indonesia)
NAMA JURNAL
JURNAL PASTI
Volume X No 1, halaman 15-22
Tahun terbit 2016
Fakultas Teknik Universitas Mercu Buana
Jl. Raya Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta 11650
Tlp./Fax: +62215871335
p-ISSN: 2085-5869
http://journal.mercubuana.ac.id/index.
Fakultas Teknik Universitas Mercu Buana
Jl. Raya Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta 11650
Tlp./Fax: +62215871335
p-ISSN: 2085-5869
http://journal.mercubuana.ac.id/index.
LATAR BELAKANG MASALAH
Pemanfaatan hutan telah dijelaskan
dalam UU no 41 tahun 1999, tentang kehutanan, dimana kegiatan exploitasi hutan
sudah menjadi larangan dunia international. Lebih lanjut dijelaskan dalam
Undang-undang ini pemanfaatan hutan yang boleh dilakukan hanyalah hutan
industri, yang peraturannya telah diatur lebih lanjut dalam peraturan
pemerintah. Perusahan industri kayu akan kesulitan untuk mendapatkan bahan baku.
MASALAH/PERTANYAAN PENELITIAN
Di lain sisi pabrik-pabrik kayu
belum juga memikirkan secara serius bagaimana menangani limbah potongan kayu
yang makin melimpah jumlahnya, lebih-lebih industri pengolahan kayu berskala
kecil. Cv Aditya sebagai salah satu pengolahan industri kayu kecil di Denpasar,
yang mengalami kendala dalam menjalankan aktivitasnya. Menurut Hubeis (2001)
kendala yang dihadapi adalah lemahnya kewirausahaan dan manajerial keterbatasan
keuangan, ketidak mampuan aspek pasar, keterbatasan produksi dan teknologi,
ketidak mampuan informasi, tidak didukung kebiajakan dan regulasi yang memadai
dan kurang dukungan lembaga keuangan. Dengan semakin bertambah jumlah limbah
kayu, ketatnya penebangan hutan sebagai apresiasi terhadap global warning,
meningkatnya kebutuhan manusia akan produk baru. Maka pemanfaatan/ pengolahan
kayu limbah sangat potensial dilakukan dan memiliki nilai seni dan jual yang
tinggi, serta dapat dijadikan komoditi export.
TUJUAN PENELITIAN
Perusahan pengolahan industri kayu,
tidak hanya mengejar produk atau sibuk mengirim kayu olahan dari bahan utuh,
ketimbang dari bahan limbah kayu. Limbah kayu yang dimaksudkan adalah sisa
potongan kecil-kecil baik sisa potongan atau sisa belahan kayu. Kementerian
Lingkungan Hidup atau Kantor Gubernur, atau juga kantor Kabupaten dan Kodya
setempat nampaknya belum mengeluarkan petunjuk jelas tentang bagaimana
memanfaatkan limbah kayu potongan. Dengan semakin bertambah jumlah limbah kayu,
ketatnya penebangan hutan sebagai apresiasi terhadap global warning,
meningkatnya kebutuhan manusia akan produk baru. Maka pemanfaatan/ pengolahan
kayu limbah sangat potensial dilakukan dan memiliki niali seni dan jual yang
tinggi, serta dapat dijadikan komoditi export.
METODE PENELITIAN
Penelitian
dilakukan dengan melakukan pengamatan di kawasan penjualan kerajinan
pemanfaatan limbah di Jl.Mertanadi Kuta, Bali. Selain itu, wawancara dilakukan
kepada owner untuk melakukan investigasi dan informasi lebih lanjut mengenai
pengolahan limbah kayu.
HASIL PENELITIAN
Berdasarkan hasil pengamatan di
kawasan penjualan kerajinan pemanfaatan kayu limbah, yang memiliki nilai seni
tinggi, ada di kawasan jalan Mertanadi Kuta. Dari hasil wawancara dengan
pemilik pastion for design (Bapak Helmi) dapat diketahui bahwa limbah kayu
dapat dimanfaatkan untuk membuat beragam furniture yang menarik dan bernilai
jual tinggi. Pemanfaatan sisa limbah kayu bisa berupa meja, kursi, lemari, dan bermacam
art work. Selain furniture seperti kursi, meja dan lemari limbah kayu tersebut
juga dapat buat sebagai hiasan lampu. Dengan design yang baik, limbah tersebut
dapat menghasilkan karya seni yang bernilai jual. Limbah kayu tersebut juga
dapat dimanfaatkan sebagai dinding kayu sebagai aksen dalam dekorasi ruangan.
Ditambahkan pula Penggunaan material kayu limbah sebagai alternatif material
ramah lingkungan pada produk-produk desainnya serta mendukung program anti
pemanasan global. Kreativitas yang dilakukan antara lain Penggabungan dengan
material lain seperti: resin, kuningan, alumunium, kaca, resin, kuningan,
alumunium, kaca, stainlisteell, atau semacam metal- metal yang lain. Nilai seni
dari kayu sangat tinggi, dengan design yang baik akan dapat dihasilkan sebuah
produk yang unik dan menarik untuk konsumen. Salah satu design yang telah
dilakukan adalah pembuatan tangga yang sangat unik. Hal ini dapat dijadikan
peluang besar bisnis dari limbah kayu.
REVIEW/KOMENTAR
Untuk membuat suatu produk berbahan
dasar kayu , bisa memanfaatkan limbah kayu yang tidak terpakai sehingga akan
menghasilkan suatu kerajinan yang bernilai jual yang tinggi dan mengurangi biaya
bahan baku produk karena berasal dari pemanfaatan limbah kayu.
ABSTRAK
Kayu limbah di perusahan industri
perkayuan di Indonesia, saat ini belum dimanfaatkan secara maksimal, hanya
sebagai kayu bakar. Hal ini terjadi karena kurangnya kreativitas masyarakat.
Masalah ini juga terjadi di Kota Denpasar. Penelitian ini mengkaji kayu limbah
hasil sisa industri pengolahan industri kayu, studi kasus di Cv Aditya
Denpasar, hanya pada sisa potongan atau bilahan yang tak “berguna”. Diharapkan
dalam penelitian ini limbah hasil pengolahan industi kayu dapat berupa
furniture dan art work sebagai hiasan interior ruangan, baik hotel, villa, ataupun
rumah tinggal. furniture dapat berupa: meja, kursi, meja makan, almari, bahan
lantai, dan bahan dinding, serta art work berupa: hiasan dinding, lampu hias,
serta pernak pernik lainnya.
DAFTAR PUSTAKA :
Cahyandari, D. 2007. Pemanfaatan
limbah kayu sebagai bahan dasar pembuatan papan partikel. Traksi, Vol. 5 (1),
26 – 34.
Genchev, Y. & Marinova, M.
2013. Trends in modern home interior and furniture. Journal of Wood Science,
Design and Technology. Vol. 2 (1), 28-33.
Gusmailina, S.Komarayati dan T.
Nurhayati. 1990. Pemanfaatan residu fermentasi padat sebagai kompos pada
pertumbuhan anakan Eucalyptus urophylla. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, Vol. 4,
157-163.
Iliev, B., Karanov, V. &
Panevsky, E. N. 2013. Analyses of the impact of tradition and traditional
skills of production on the historical development of the scandinavian design
architecture. Journal of Wood Science, Design and Technology, Vol. 2 (1),
73-81.
Komarayati, S. 1993. Pemanfaatan
serbuk gergaji, tanah latosol dan residu fermentasi sebagai medium tumbuh bibit
sengon. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, Vol. 11 (2), 74-79.
Komarayati, S., R. Sudrajat &
I.P Adhi. 1992. Pemanfaatan kompos anaerobik untuk meningkatkan pertumbuhan
Albizia falcataria. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, Vol. 10 (4), 125-129.
Munandar, U. 1982. Anak-Anak
Berbakat Pembinaan dan Pendidikannya, Rajawali, Jakarta.
Munandar, U. 1999. Pengembangan
Kreativitas Anak Berbakat, Depdiknas dan Rineka Cipta, Jakarta.
Nurhayati, T & Hartoyo. 1992.
Pengaruh kecepatan laju alir udara pada gasifikasi fluidized bed dari limbah
kayu kamper. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, Vol. 10 (1), 24-28.
Panevsky, E.N. & Karanakov, V.
2013. Portals and doors in traditonal Ohrid architecture Journal of Wood
Science, Design and Technology. Vol. 2 (1), 16-27.
Pasaribu, R.A. 1987. Pemanfaatan
serbuk gergaji sengon sebagai kompos untuk pupuk tanaman. Jurnal Penelitian
Hasil Hutan, Vol. 4 (4), 15-21.
Purwanto, D. 2011. Pembuatan balok
dan papan dari board and wood block making from waste of wood industries,
Jurnal Riset Industri, Vol.5(1),13-20.
Purwanto, J. 2011. Pembuatan balok
dan papan dari limbah industri kayu, Jurnal Riset Industri, Vol. 5 (1), 13-20.
Sinulangga, S. 2008. Pengantar
Teknik Industri, Graha Ilmu, Jakarta.
Sumpeno, B. 2008. Analisa Ekonomi
Industri Kecil untuk Akses ke Lembaga Perbankan (Studi Kasus pada Perusahaan
Kecap Damai di Purwokwerto), MPI, Vol. 3(1), 62-72.
Supriadi, D. 1994. Kreativitas,
Kebudayaan & Perkembangan Iptek, Alfabeta, Bandung.
Verawati, S. 2012. PERAN MODAL
SOSIAL DALAM STRATEGI INDUSTRI KREATIF (Studi di Sentra Kerajinan Kayu Jati
Desa Jepon, Kabupaten Blora Jawa Tengah). E-Journal UNY. Vol. 1 (3).
Yuniartini, N. P. S. 2013. Pengaruh
modal, tenaga kerja dan teknologi terhadap produksi industri kerajinan ukiran
kayu di kecamatan ubud. E-Jurnal Ekonomi Pembangunan Universitas Udayana, Vol.
2 (2), 95 – 101.
Kamis, 30 Maret 2017
Resensi Buku : Instrumentasi Industri Dan Kontrol Proses
@E11-Arief
Oleh : Arief Risaldi
judul
buku: instrumen industri dan kontrol proses
penulis : ir.sutarno.M.Sc.
penerbit : Graha Ilmu
kota penerbit : yogyakarta
tahun penerbit: 2014
ISBN : 978-602-262-228-4
Harga : Rp 69.800,00
Halaman : XII+146
Harga : Rp 69.800,00
Halaman : XII+146

Buku ini juga memberikan penjelasan menyeluruh dari komponen
pengukuran variabel proses, dasar-dasar listrik—analog dan
digital—pneumatik, aktuator, dan regulator serta rincian aplikasinya untuk
proses kontrol di industri. Setiap bab ditulis dengan jelas, cara yang logis,
terorganisir serta disertai banyak contoh soal dan penyeleseaian, ditambah
banyak soal latihan realistis yang menantang para pembaca dan praktisi
berpikir serta termotivasi untuk mengaplikasikan pengetahuan dasar
instrumentasi guna menyelesaikan masalah-masalah dalam praktik sehari-hari.
Dalam buku ini
terdapat beberapa bab yaitu:
Bab 1 memberikan
pengantar untuk instrumentasi industri. Bab 2 dan Bab 3 menyegarkan pengetahuan
pembaca tentang dasar-dasar listrik dan memperkenalkan rangkaian listrik untuk
digunakan dalam instrumentasi. Sensor dan penggunaannya dalam pengukuran
berbagai variabel seperti pengukuran suhu, tekanan, ketinggian permukaan fluida
(lvel), aliran, dan kelembaban, dibahas dalam Bab 3 sampai 8. Akhirnya, dalam
Bab 9, dibahas mengenai proses kontrol dengan beberapa metode dan peralatan
yang biasa digunakan di industri. Dalam setiap bab beberapa contoh soal dan
soal-soal latihan berkaitan dengan topik bahasan.
Diharapkan buku ini dapat membantu setiap pembaca dalam memahami
Instrumentasi dan Proses Kontrol dan dijadikan sarana untuk memperluas
cakrawala dalam bidang Instrumentasi industri.
Jumat, 24 Maret 2017
PENGETAHUAN KOROSI
@E11-Arief
Dibuat oleh: arief risaldi
Minggu, 19 Maret 2017
Teknologi Garis Gawang Dalam Sepak Bola
Dalam sepak bola, teknologi garis gawang merupakan salah satu cara yang digunakan untuk menentukan bilamana bola telah
sepenuhnya melewati garis gawang dengan bantuan berbagai perangkat elektronik
dan pada saat yang sama membantu wasit dalam
menyatakan sebuah gol telah terjadi atau tidak. GLT tidak ditujukan untuk
menggantikan peran wasit dan para hakim garis, namun lebih membantu mereka
dalam membuat keputusan di lapangan pertandingan. GLT harus memberikan sebuah
indikasi yang jelas mengenai apakah bola telah sepenuhnya melewati garis gawang
dan informasi ini nantinya berperan untuk membantu wasit dalam membuat
keputusan akhir. Dilatarbelakangi oleh beberapa keputusan kontroversial
pada sejumlah pertandingan Liga Utama Inggris, Piala Dunia FIFA
2010, dan Euro 2012, FIFA (yang sebelumnya menolak penggunaan teknologi
ini) melakukan pengujian terhadap beberapa kandidat potensial untuk teknologi
garis gawang. Sembilan buah sistem diuji pada tahap awal, namun hanya dua buah
sistem bertahan.Pada 5 Juli 2012, International Football Association Board secara resmi
menyetujui penggunaan teknologi garis gawang. Kedua sistem yang disetujui yakni GoalRef dan HawkEye. Keduanya
sistem yang diuji pada pengujian tahap kedua. Pada bulan Desember 2012, FIFA
mengumumkan bahwa mereka akan memperkenalkan teknologi garis gawang untuk
pertama kalinya dalam sebuah pertandingan kompetitif pada Piala Dunia
Antarklub FIFA 2012 di Jepang.
Teknologi garis gawang bekerja
pada prinsip menentukan apakah bola sudah melewati garis gawang atau belum.
Adapun komponen penting dalam penerapan teknologi ini, yaitu :
Bola yang digunakan dalam
teknologi ini tentu bukan bola sepak biasa, melainkan bola yang telah
dimodifikasi. Bentuk bola tersebut memang tidak jauh beda dengan bola pada
umumnya. Bentuknya tetap bundar dengan bahan 100 persen polyurethane. Yang
tampak berbeda hanya desain luar. Bentuknya tidak lagi terdiri atas
bidang-bidang heksagonal dan pentagonal. Namun, garis-garisnya didesain berupa
lengkungan-lengkungan yang berbentuk mendekati angka 8. Di dalam bola ini
terdapat microchip yang diikat dengan kawat tipis supaya letaknya tetap berada
di tengah bola. Microchip dibuat sedemikian rupa agar tidak rusak ketika
mengalami guncangan atau tendangan yang keras. Microchip ini bertugas untuk
mengirimkan sinyal yang berisi informasi mengenai posisi bola di lapangan.
Berat bola mengikuti standard pada umumnya dan tidak dipengaruhi oleh adanya
microchip.
Unit ini menerima pesan dari
komputer pusat dan menentukan apakah goal telah dicetak. Unit ini berbentuk
seperti jam tangan yang dipakai oleh hakim garis dan wasit yang bertugas saat
pertandingan. Pesan ”goal” yang dikirim dapat berupa pesan visual, audio, atau
getaran.
Kabel tipis akan diletakkan di
sekeliling area gawang untuk menciptakan medan magnetik. Kabel tersebut
berdiameter 2 mm dan ditanam didalam tanah sedalam 15-20 cm. Medan magnetik ini
akan membuat microchip dalam bola bereaksi ketika bola melewati garis gawang.
Kerja kabel ini tidak akan dipengaruhi oleh perubahan cuaca selama pertandingan
berlangsung.
Teknologi garis gawang dalam
dunia sepakbola memiliki tiga perangkat penting. Ketiga perangkat tersebut
terintegrasi satu sama lain sehingga memberikan informasi langsung kepada sang
pengadil lapangan mengenai bola sudah melewati garis gawang atau belum (sah
atau tidak sahnya gol).
Smart Ball System
Proyek imajinatif yang mendasari
teknologi garis gawang dimulai oleh dua perusahaan asal Jerman, yakni Adidas dan Cairos
Technologies. Kedua perusahaan tersebut memasang sebuah sensor di dalam bola.
Dimana sensor tersebut memberikan
sinyal langsung kepada sensor yang juga terpasang di area lapangan sepakbola.
Sinyal yang dipancarkan dari Smart Ball System langsung terintegrasi dengan
Hawkeye System yang diletakkan di area garis gawang untuk memberitahukan bola
sudah melewati garis gawang atau belum.
Hawkeye System
Sistem ini dikembangkan langsung
oleh perusahaan asal Inggris bernama Hawk-Eye. Perusahaan ini
sukses dan paling terdepan dalam mengembangkan system Hawk-Eye. Dimana
perangkat tersebut sebelumnya sudah dipergunakan dalam olahraga Cricket dan Tennis.
Namun dalam dunia sepakbola,
penggunaan sistem ini berbeda dari dua jenis olahraga tersebut. Dalam
sepakbola, digunakan kamera sebanyak tiga pasang yang difokuskan pada setiap
garis gawang.
Tiga kamera tersebut mampu
menangkap gambar sebanyak 600 frame setiap detiknya. Perangkat itu
terdapat dua sistem untuk menentukan apakah bola sudah melewati garis gawang
atau belum, yakni melalui suara atau jam. Sehingga itulah kenapa para pengadil
lapangan di Liga Primer Inggris menggunakan headset.
Smart Ref System
Kedua perangkat diatas tak akan
berguna apabila tidak adanya sistem Smart Ref System yang dikembangkan langsung
oleh Fraunhofer IIS melalui sistem gelombang radio. Sinyal yang
dipancarkan oleh dua perangkat sebelumnya langsung diterima oleh peringkat ketiga
ini.
Daftar Pustaka :
1. Wikipedia, 2013, Teknologi Garis Gawang, https://id.wikipedia.org/wiki/Teknologi_garis_gawang. Di akses tanggal 19 Maret 2017
2. Anonim, 2017, Teknologi Garis Gawang Dalam Sepakbola, http://www.wbartmuseum.com/teknologi-garis-gawang-dalam-sepakbola.htm. Di akses tanggal 19 Maret 2017
3. Malvin Yudhistira, 2016, Makalah Teknologi Garis Gawang, http://malvinyudhistirasuksesjaya.blogspot.co.id/2016/03/makalah-teknologi-garis-gawang.html. Di akses tanggal 19 Maret 2017
Langganan:
Postingan (Atom)









