.

Senin, 06 November 2017

Review Jurnal ANALISIS DISTRIBUTION CENTER PADA PT ANUGRAH ARGON MEDICA DENGAN PENDEKATAN TATA LETAK DAN FASILITAS

Nama Penulis : Khristian Edi Nugroho Soebandrija, Edward Sutrisno Sutanto
Nama Jurnal : INASEA, Vol. 14 No.1, April 2013: 22-36, Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Bina Nusantara, Jakarta Barat, Dalam :
http://journal.binus.ac.id/index.php/inasea/article/view/18/18  

A. Latar Belakang
 Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang distribusi, PT Anugrah Argon Medica berusaha agar dapat memberikan pelayanan yang baik kepada seluruh konsumennya dan menjaga hubungan yang baik dengan para principal-nya. Seiring dengan perkembangan bisnis, pada tahun 2011, PT Anugrah Argon Medica menjalin kerja sama dengan dua principal baru, sehingga konsep, teori, dan aplikasi manajerial sangat diperlukan dalam hal: (1) facility layout problem (FLP) yang terbagi dalam static, dynamic dan stochastic layout problem (SFLP), (DFLP) dan (STFLP); (2) facility re-layout problem (FRLP); (3) systematic layout planning (SLP).

B. Tujuan Penelitian
Perancangan gudang berperan sangat penting dalam suatu sistem supply chain, sehingga membutuhkan perencanaan yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dan memilih lokasi gudang dengan kriteria manajemen perusahaan dan perancangan layout gudang yang optimal, serta merancang tata letak dan fasilitas yang ada pada gudang sesuai dengan prinsip-prinsip perancangan layout gudang.

C. Metode Penelitian
Perancangan tata letak dan fasilitas pada gudang juga menerapkan prinsip-prinsip perancangan tata letak suatu gudang. Dan juga menggunakan metode Activity Relationship Chart untuk menghubungkan derajat kedekatan antar fasilitas yang berada di gudang. Dan kemudian dilanjutkan dengan metode Activity Relationship Diagram untuk menggambarkan posisi antar fasilitas dan kemudian digambarkan lebih detail pada Area Allocation Diagram.

D. Hasil dan Pembahasan
a) Jumlah Rak dan Layout Gudang
Jenis rak yang digunakan dalam Distribution Center ini terbagi menjadi tiga, yaitu rak retail, rak bulky, dan rak bulky heavy duty. Rak retail digunakan untuk menyimpan produk-produk dalam kemasan multi pack. Sedangkan rak bulky digunakan untuk menyimpan produk dalam kemasan koli. Untuk rak bulky heavy duty digunakan untuk menyimpan produk-produk consumer dan alat-alat kesehatan dalam kemasan koli.Total jumlah rak retail yang dibutuhkan adalah sebanyak 98 rak.

b) Activity Relationship Chart
Untuk menentukan lokasi ruang relatif pada lokasi gudang digunakan metode activity relationship chart (ARC) yang dikembangkan oleh Muther. Metode ini menghubungkan aktivitasaktivitas secara berpasangan sehingga semua aktivitas akan diketahui tingkat hubungannya.

c) Activity Relationship Diagram
Setelah menghubungkan aktivitas-aktivitas secara berpasangan pada ARC, langkah selanjutnya adalah menggambarkan peta hubungan ke dalam blok-blok diagram yang berukuran sama dan diatur sedemikian rupa sesuai dengan derajat hubungan yang telah ditentukan pada ARC.

d) Area Allocation Diagram
Setelah melakukan pengaturan posisi pada diagram ARD sesuai dengan derajat hubungannya, langkah selanjutnya adalah menggambarkan susunan layout sesuai dengan ARD dengan ukuran yang proporsional dengan luas departemen masing-masing.

e) Layout Distribution Center
Layout kantor didesain untuk menampung 14 karyawan yang terdiri dari 12 petugas admin, dan dua orang Apoteker Penanggung Jawab. Dan juga ada sebuah ruangan untuk Distribution Center Executive.

E. Kesimpulan
Dalam merancang sebuah gudang banyak hal yang perlu diperhatikan. Kapasitas dan tata letak gudang yang menjadi pokok pembahasan dalam paper ini. Agar kapasitas gudang yang dirancang mampu menampung hingga enam tahun ke depan, dilakukan perhitungan ekstrapolasi permintaan untuk enam tahun ke depan. Dari hasil ekstrapolasi tingkat permintaan ini kemudian dikonversikan ke dalam jumlah rak yang dibutuhkan untuk menyimpannya. Setelah itu dilakukan perancangan layout gudang dengan menerapkan prinsip-prinsip perancangan layout gudang dan menggunakan ARC, ARD, dan AAD untuk menentukan tata letak dan fasilitas keseluruhan gudang. ARC, ARD, dan AAD digunakan untuk menggambarkan derajat hubungan kedekatan lokasi antar fasilitas yang terdapat pada gudang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.