.

Tampilkan postingan dengan label @Proyek A07. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @Proyek A07. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 November 2017

Review Jurnal


Jurnal                            : teknik industri
Judul                             : PERBAIKAN KEBIJAKAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN JUST IN
                                       TIME KOMPONEN PRODUK MAIN FLOOR SIDE LH PADA PT GAYA
                                        MOTOR
Volume & Halaman     :  Vol.14 & Hal. 66-77
Tahun                           : 2015
Penulis                         :  Bella Suciana Istiqomah1, Iveline Anne Marie 2
Tanggal                        : 29 Oktober 2015

Jumat, 10 November 2017

REVIEW JURNAL: PERANCANGAN DAN PENGEMBANGAN PRESS BAN ELEKTRIK OTOMATIS

  • Judul
Perancangan Dan Pengembangan Press Ban Elektrik Otomatis
  • Nama Penulis
Rachmad Hidayat dan Mu’alim, Program Studi Teknik Industri, Universitas Trunojoyo - Madura

Senin, 06 November 2017

Review Jurnal ANALISIS DISTRIBUTION CENTER PADA PT ANUGRAH ARGON MEDICA DENGAN PENDEKATAN TATA LETAK DAN FASILITAS

Nama Penulis : Khristian Edi Nugroho Soebandrija, Edward Sutrisno Sutanto
Nama Jurnal : INASEA, Vol. 14 No.1, April 2013: 22-36, Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Bina Nusantara, Jakarta Barat, Dalam :

Sabtu, 04 November 2017

Review Jurnal: Pengruh Keselamatan Kerja dan Kesehatan Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan


Judul jurnal : prngaruh keselamatan kerja dan kesehatan kerja terhadap produktivitas kerja kariawan.
Nama penulis : Muhammad Busyairi dan Ayu Oktaviani

Pengendalian Persediaan Model EOQ

@F17-Nanda

Judul                     : Pengendalian Persediaan Bahan Baku Base Material pada Industri Keramik di PT XYZ
Nama Penulis    : Lidya Susanti, Macfud, dan Rokhani Hasbulla

REVIEW JURNAL

A.    Judul Penelitian
Pengendalian dan peningkatan kualitas ban dengan metode pfmea pada proses building mesin exium pt gajah tunggal tbk

B.     Nama Penulis
Ryan Ganang Prasetyawan
Program Studi Teknik Industri, Institut Teknologi Nasional Bandung

C.    Nama Jurnal
Volume VIII, No 1, 2014, Jurnal PASTI Institut Teknologi Nasional Bandung, Dalam Link http://publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/pasti/article/view/438/380

D.    Latar Belakang Masalah
PT Gajah Tunggal Tbk. merupakan salah satu perusahaan sebagai produsen ban berkualitas yang memiliki daya saing tinggi diantara produsen ban lainnya. PT Gajah Tunggal Tbk. menyadari akan persaingan yang dihadapinya saat ini, untuk itu perusahaan berusaha untuk meningkatkan kualitas produknya agar fokus pada pelanggan melalui pengendalian dan peningkatan kemampuan proses. Terdapat banyaknya potensi-potensi kecacatan yang terjadi pada saat proses building, dan dipilihnya FMEA sebagai objek dalam penelitian ini, karena FMEA adalah salah satu metode untuk memecahkan suatu masalah terhadap potensi kecacatan dan meminimalisir biaya. RPN adalah sebuah teknik untuk menganalisa resiko yang berkaitan dengan masalah-masalah yang potensial yang telah diidentifikasikan selama pembuatan FMEA.

E.     Masalah / Pertanyaan Penelitian
1.      Bagaimana Pengendalian Kualitas Ban yang dihasilkan dari mesin Exxium ?
2.      Bagaimanakah Pengendalian Kualitas Ban dari mesin Exxium dengan Metode PFMEA ?

F.     Tujuan Penelitian
Tujuan Penelitian ini adalah menganalisa pengendalian  kualitas ban yang dihasilkan mesin Exxium dengan metode PFMEA dan mengurangi scrap tyre mesin Exxium dengan berpedoman pada dokumen FMEA.  

G.    Metode
Dengan melakukan studi literatur dari berbagai jurnal dan sumber yang mendukung tentang penelitian ini, yang menjadi referensi dan acuan dalam penelitian, dilanjutkan dengan mengumpulkan data yang berupa data sekunder yaitu data kegagalan, data perbaikan, dan data perawatan selama alat beroperasi dalam kurun waktu tertentu, dan menganalisis dengan tabel FMEA yang berfungsi untuk memberikan pembobotan pada nilai Severity, Occurance, dan Detection berdasarkan potensi efek kegagalan, penyebab kegagalan dan proses kontrol saat ini untuk menghasilkan nilai Risk Priority Number (RPN). Estimasi biaya kegagalan dihitung untuk mengetahui seberapa besar biaya kegagalan yang bisa dihindari bila pengendalian kualitas terlaksana dengan baik.

H.    Hasil Penelitian
Dari diagram pareto mengenai total scrap tyre dari mesin building exxium diketahui 80% dari total scrap dihasilkan oleh 4 tipe defect, yaitu BL, BLP, SC dan CL. Dari perhitungan RPN diketahui bahwa failure mode yang harus diberi pengawasan lebih adalah : Satu. Area BT Drum yaitu keliling BT Drum tidak sesuai spec. Nilai detection 8, artinya deteksi oleh operator masih melalui visual/pendengaran. Dua. Area Carcass Drum yaitu material tidak center. Severity adalah 8, artinya menyebabkan hilangnya fungsi utama (kendaraan tidak bisa beroperasi, tidak ada efek keamanan pada operasi kendaraan). Tiga. Area Carcass Drum yaitu sambungan ply terbuka khususnya untuk monoply. Nilai severity adalah 10, ini merupakan nilai terburuk untuk severity. PFMEA merupakan acuan dalam pembuatan setiap checksheet maupun bahan training untuk operator dan leadernya. PFMEA memberikan informasi detail dari setiap step mesin beserta potential failurenya, sehingga diharapkan operator dapat memahami setiap critical point dalam setiap proses produksi pada mesin building exxium.  Setelah implementasi PFMEA dilakukan pengamatan terhadap hasil proses produksi, baik quantity dan qualitynya dengan menggunakan sistem barcode. Dari sistem barcode dapat diketahui berapa jumlah ban yang dihasilkan dan bagaimanakah judgement dari team isnpeksi apakah OK atau NG.

I.       Review / Komentar
Untuk lebih meningkatkan penurunan scrap adalah: Satu. perlu adanya kajian tambahan mengenai penurunan defect berdasarkan total kerugian yang diakibatkan oleh jumlah scrap tyre yang dihasilkan. Dua. Perlu adanya modifikasi mesin untuk menambahkan kontrol untuk memberikan  peringatan kepada operator bahwa terjadi kesalahan set up. Tiga. Perlu adanya kajian yang lebih mendalam lagi guna mendapatkan prosentase yang lebih besar dalam hal penurunan defect.

J.      Abstrak Jurnal
PT Gajah Tunggal Tbk merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di dalam pembuatan ban, baik ban motor maupun ban mobil. Suatu perusahaan akan berhasil meraih pasar apabila kualitas atau mutu produknya baik, akan tetapi tetap memperhatikan aspekaspek lainnya seperti harga jual yang dapat bersaing dan juga pelayanan terhadap konsumen. Pada laporan Tugas Akhir ini ditemukan dua jenis scrap yang dihasilkan oleh mesin exxium, yaitu scrap tyre appearance yang akan berpengaruh dalam keamanan berkendara dan scrap tyre uniformity yang akan berpengaruh ke dalam kenyamanan dalam berkendara. Scrap tyre appearance yang dominan adalah Blister Liner (BL), Spread Cord(SC), Crack Liner(CL) dan Blown Ply(BLP). Dan scrap tyre uniformity yang dominan adalah Radial Force Variation (RFV), Lateral Force Variation (LFV), Conisity (Con) dan Bumpy Side (BPS). Dari hasil diagram sebab akibat untuk menganalisa masalah yang terjadi, dilakukan rencana perbaikan masalah dengan metode PFMEA dengan cara menentukan nilai severity, occurance dan detection untuk mengetahui nilai RPN tertinggi. Dari aplikasi metode PFMEA diperoleh penurunan prosentase defect BL sebesar 46,49%, BLP sebesar 76,62%, SC sebesar 42,43% dan CL mengalami peningkatan sebesar 5,3%.

K.    Daftar Pustaka
·         Anonim. Pedoman Kerja Pembuatan PFMEA dan Process Flow Chart & Risk Assesment. 

·         Bowles, J. B., Peláez, C. E. 1995. Fuzzy logic prioritization of failures in a system failure mode, effects and criticality analysis. Reliability Engineering & System Safety, Vol. 50, Hal. 203–213

·         Departemen Technical. 2014. Manufacturing Technical Standar, Departemen Technical Plant D, Tangerang

·         Dorothea, A. 2003. Manajemen Kualitas Pendekatan Sisi Kualitatif. Ghalia Indonesia: Jakarta.

·         Ilham, MN. 2012. Analisis Pengendalian Kualitas Produk Dengan Menggunakan Statistical Processing Control (SPC) Pada PT. Bosowa Media Grafika, skripsi, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Hasanuddin Makasar, Makasar.

·         Ishikawa, K. 1998. Teknik Penuntun Pengendalian Mutu. Penerbit Mediyatama Sarana Perkasa.

·         Jayswal, A., Li, X., Zanwar A., Lou, H.,  Huang, Y. 2011. A sustainability root cause analysis methodology and its application. Journals Computers and Chemical Engineering, Vol. 35, Hal. 2786-2798.

·         Nasution, MN. 2005. Manajemen Mutu Terpadu Total Quality Management. Graha Indonesia: Bogor.

·         Nasution, MN. 2005. Manajemen Mutu Terpadu Total Quality Management. Graha Indonesia: Bogor.

·         Purwanto, A. 2009. Analisa Defect Report Untuk Produk Contact Series di PT. JST Indonesia. Tugas Akhir, Jurusan Teknik Industri., Universitas Mercu Buana: Jakarta.

·         Sankar, N. R., & Prabhu, B. S. (2001). Modified approach for prioritization of failures in a system failure mode and effects analysis. International Journal of Quality & Reliability Management, Vol. 18, Hal. 324–336.

·         Surhone, L., Timpledon, M., & Marseken, S. 2010. Pareto analysis: Statistics, decision making, Pareto principle, fault tree analysis, failure mode and effects analysis. Pareto distribution. Wikipedia Betascript Publishing.

·         Tjiptono, F., Diana, A. 2001. Total Quality Management. Penerbit Andi: Yogyakarta.

Review Jurnal ANALISIS PENGUKURAN WAKTU KERJA DENGAN METODE PENGUKURAN KERJA SECARA TIDAK LANGSUNG

Judul jurnal      : ANALISIS PENGUKURAN WAKTU KERJA DENGAN METODE PENGUKURAN KERJA SECARA TIDAK LANGSUNG PADA BAGIAN PENGEMASAN DI PT JAPFA COMFEED INDONESIA TBK
Nama penulis  : Nevi Viliyanti Febriana, Endah Rahayu Lestari, dan Sakunda Anggarini
Nama jurnal    : Jurnal Industri Vol4 No 1 Hal 66 – 73 Analisis Pengukuran Waktu Kerja, 2015
Publisher         : [ Teknik Industri ] Universitas Brawijaya Malang
Link                 : http://download.portalgaruda.org/article.php?article=371500&val=8331&title=ANALISIS%20PENGUKURAN%20WAKTU%20KERJA%20DENGAN%20METODE%20PENGUKURAN%20KERJA%20SECARA%20TIDAK%20LANGSUNG%20PADA%20BAGIAN%20PENGEMASAN

A.   Latar Belakang
Industri pakan ternak di dalam negeri berperan aktif dalam ketersediaan konsumsi daging dan produk turunannya sebagai sumber protein hewani bagi masyarakat. Menurut Dinas Peternakan pakan memiliki kontribusi 70-80% dari total biaya produksi peternakan. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang agrobisnis di Indonesia. Salah satu bisnis utama perusahaan ini yaitu produksi pakan ternak. Dalam proses pengemasan produk akhir, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk masih menggunakan mesin dengan bantuan tenaga manusia atau disebut dengan mesin semi otomatis, dimana pada bagian produksi lainnya sudah menggunakan mesin secara otomatis dengan operator pada bagian panel (operator mesin). Terdapat dua orang operator pada tiap line dalam proses pengemasan. Tugas operator pertama adalah mengisi pakan dalam karung, dan tugas operator kedua adalah menjahit karung. Apabila salah satu operator tidak bekerja dengan baik maka proses pengemasan akan terhenti dan pakan akan menumpuk terlalu banyak dalam bin penampungan.

B.   Metode Penelitian
Pelaksanaan penelitian dilakukan melalui beberapa tahapan sesuai dengan diagram alir penelitian.
-          Survei Pendahuluan
-          Perumusan Masalah dan Tujuan Penelitian
-          Pengumpulan Data
-          Pengolahan Data Menggunakan Pengukuran Waktu Kerja:
· Perhitungan Work Factor
· Perhitungan Methods Time Measurement
· Perhitungan Maynard Operation Sequence Technique
-          Analisa Hasil dan Pembahasan
-          Kesimpulan dan Saran
-          Pembuatan Peta Tangan Kanan & Tangan Kiri
1.    Methods Time Measurement (MTM) Pada tahapan pengolahan data methods time measurement, langkah yang harus dilakukan antara lain :
- Membuat peta tangan kanan dan tangan kiri
- Membagi gerakan kerja atas elemenelemen gerakan
- Mengkoversikan ke dalam tabel data MTM. 4. Mengakumulasikan unit satuan atau time measurement unit (TMU). 1 TMU = 0,036 detik 5. Melakukan perhitungan waktu normal 6. Melakukan perhitungan waktu baku.

2.    Maynard Operation Sequence Technique (MOST) Pada tahapan pengolahan data maynard operation sequence technique, langkah yang harus dilakukan antara lain :
- Menentukan suatu model urutan dasar yaitu urutan gerakan umum dan urutan gerakan terkendali
- Menambahkan semua nilai indeks untuk parameter. Mengkalikan nilai dengan mengkalikan 10 
- Mengubah nilai ke dalam TMU.  1 TMU = 0,036 detik 
- Melakukan perhitungan waktu normal
- Melakukan perhitungan waktu baku

C.   Hasil dan Pembahasan
-          Waktu Baku Work Factor Menurut Rizani (2009), ready work factor merupakan jumlah faktor pekerjaan yang ditentukan berdasarkan karakteristik gerakan masing-masing sehingga analisis dapat mengidentifikasi dengan mudah.
-          Waktu Baku Methods Time Measurement Methods Time Measurement adalah prosedur yang menganalisis setiap rangkaian operasi manual sesuai dengan gerakan dasar yang diperlukan (Curran, 2008). Pengamatan methods time measurement dilakukan yaitu membuat peta tangan kanan dan kiri untuk mempermudah dalam perhitungan, membuat pengukuran waktu metoda dengan membagi gerakan kerja atas elemen gerakan, setelah itu melakukan perhitungan TMU dengan mengkorversi tiap 1 TMU = 0,036 detik sehingga didapatkan nilai TMU sebesar 6,24 detik.
-          Waktu Baku Maynard Operation Sequence Technique Pengamatan yang dilakukan maynard operation sequence technique yaitu menentukan suatu model urutan dasar setelah itu menambahkan semua nilai indeks untuk tiap parameter, kemudian menjumlahkan semua nilai indeks dengan mengkalikan 10 dan mengubah nilai ke dalam TMU.
Berdasarkan hasil dari ketiga metode yang telah dilakukan, dapat direkomendasikan bahwa metode work factor lebih baik karena perhitungan waktu baku dapat disesuaikan dengan kemampuan operator, dimana operator di bagian pengemasan dengan keadaaan sebenarnya mampu melakukan pengemasan sebesar 10,55 detik/karung. Berdasarkan hasil pengukuran dengan work factor, diperoleh waktu baku proses sebesar 10,37 detik/karung dimana operator dapat melakukan lebih cepat dari keadaan sebenarnya sehingga dapat mempercepat proses produksi.

D.   Review dan Saran
Dilihat dari uraian penelitian di atas saya berpendapat bahwa jurnal ini terbukti secara ilmiah karena menggunakan perhitungan dan analisis yang sangat mendukung karena mempunyai dasar-dasar perumusan yang jelas. Walaupun begitu saya masih merasa kesulitan untuk mencerna perhitungan yang dilakukan karena angka-angka yang tidak begitu sayang mengerti sehingga saya merasa kesulitan sekaligus bingung. Secara keseluruhan jurnal ini mampu menjelaskan tentang bagaimana cara menganalisis pengukuran waktu kerja dengan metode-metode pengukuran kerja secara tidak langsung tetapi masih sesuai dengan metode yang dia anjurkan.

E.    Daftar Pustaka

Febriana Nevi Viliyanti, Lestari Endah Rahayu, dkk, 2015. ANALISIS PENGUKURAN WAKTU KERJA DENGAN METODE PENGUKURAN KERJA SECARA TIDAK LANGSUNG PADA BAGIAN PENGEMASAN DI PT JAPFA COMFEED INDONESIA TBK, Jurnal Industri, Vol.4 No 1, Hal 66 – 73. Dalam : http://download.portalgaruda.org/article.php?article=371500&val=8331&title=ANALISIS%20PENGUKURAN%20WAKTU%20KERJA%20DENGAN%20METODE%20PENGUKURAN%20KERJA%20SECARA%20TIDAK%20LANGSUNG%20PADA%20BAGIAN%20PENGEMASAN

Review Jurnal : ANALISA PENGENDALIAN KUALITAS

@F24-Reza

olehh : Reza Agustian Raharja

Judul jurnal :
ANALISA PENGENDALIAN KUALITAS UNTUK MENGURANGI PRODUK CACAT SPEEDOMETER MOBIL DENGAN MENGGUNAKAN METODE QCC DI PT INS.  Jurnal PASTI Volume VIII. No 1, 71-95
Penulis : Sulaeman
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Mercu Buana
Judul jurnal :
IMPLEMENTASI METODE SUGESTION SYSTEM (SS) PADA PENGUJIAN BAKTERI PATOGEN SAMPEL BAHAN BAKU DI LABORATURIUM MIKROBIOLOGI QUALITY CONTROL. Jurnal PASTI Volume IX. No 1, 102-116
Penulis : Mohamad Ary Budi Yuwono, Ririn Widyastuti
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Mercu Buana

Reviewer : Reza Agustian Raharja


A. Latar belakang

Menurut sulaeman, mengatakan bahwa Persaingan dan kemajuan teknologi yang semakin pesat dewasa ini telah membawa pengaruh yang cukup besar bagi dunia industri, dan para pelaku bisnis menyadari bahwa dalam situasi persaingan yang ketat ini mutlak diperlukan strategi yang handal agar produknya memiliki keunggulan. permintaan konsumen terhadap mutu produk disertai meningkatnya jumlah produk dan jasa, menyebabkan daya saing dan daya tahan setiap usaha tidak lagi ditentukan oleh rendahnya biaya yang dikorbankan, tetapi juga ditentukan dengan nilai tambah produk melalui peningkatan kualitas. pengendalian kualitas adalah salah satu cara untuk meningkatkan kualitas produk serta membuat produk yang dihasilkan memilki daya saing.    
Pengendalian kualitas adalah suatu sistem verifikasi dan penjagaan/ perawatan dari suatu tingkatan/derajat kualitas produk atau proses yang dikehendaki dengan cara perencanaan yang seksama, pemakaian peralatan yang sesuai, inspeksi yang terus menerus, serta tindakan korektif bilamana diperlukan. Dengan demikian hasil yang diperoleh dari kegiatan pengendalian kualitas ini benar-benar dapat meningkatkan kualitas dari suatu produk serta memenuhi standar–standar yang telah direncanakan/ditetapkan oleh pelanggan.

B. Tujuan penelitian

a. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pengendalian kualitas menggunakan alat bantu Quality Control Circle (QCC) bermanfaat dalam upaya mengendalikan tingkat kerusakan produk di perusahaan. Permasalahan yang ada diselesaikan dengan peta kendali p, diagram pareto dan seven tool.
b. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan perbaikan dan membuat standarisasi baku untuk menanggulangi masalah yang terjadi di laboratorium mikrobiologi QC yaitu permasalahan kekurangan stok kebutuhan untuk pengujian bakteri patogen pada sampel bahan baku.

C. Metode penelitian

Untuk memudahkan dalam pemecahan permasalahan yang dihadapi maka perlu diuraikan terlebih dahulu langkah-langkah yang dibutuhkan untuk memecahkan sebuah permasalahan yang terjadi. Tahapan-tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini dapat dikelompokkan menjadi beberapa langkah berikut :
1. Studi literature dan observasi pendahuluan
2. Penentuan objek penelitian
3. Identifikasi dan perumusan masalah
4. Tujuan penelitian
5. Tahap pengumpulan data
6. Tahap pengolahan data
7. Tahap analisa dan pembahasan
8. Kesimpulan dan saran

D. Hasil dan pembahasan

Penerapan Quality Control Circle (QCC) dan Suggestion System (SS) memberikan dampak yang begitu besar bagi perusahaan meliputi berbagai aspek antara lain dapat menghilangkan jumlah Accident, menghilangkan jumlah Breakdown, menghilangkan jumlah Crisis dan juga menghilangkan jumlah Defect atau yang biasa disebut dengan Zero ABCD
Lebih luasnya penerapan QCC dan SS bagi perusahaan sebagai salah satu bentuk continuous improvement adalah :
1. Meningkatkan motivasi, kreativitas dan inisiatif karyawan.
2. Mempercepat penanggulangan dari suatu masalah
3. Meningkatkan produktivitas karyawan
4. Menciptakan kondisi yang semakin baik di setiap harinya secara berkelanjutan
5. Memberi kontribusi ada kemajuan perusahaan

E. Review dan saran

Melihat dari uraian penelitian yang sudah dilakukan saya berpendapat bahwa jurnal ini terbukti ilmiah karena menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan juga menjelaskan langkah-langkah secara konkret dan jelas dari mulai awal penentuan masalah hingga mendapatkan penanggulangan untuk menyelelesaikan masalah tersebut. Akan tetapi untuk penerapan Quality Control Circle (QCC) dan Suggestion System (SS) tidak semua perusahaan-perusahaan manufacturing mengadopsi sistem ini untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas sebuah perusahaan.

Saran saya mengenai jurnal ini semoga untuk selanjutnya akan diterbitkan lagi jurnal-jurnal yang akan membahas dan menyelesaikan lagi permasalahan-permasalahan yang terjadi di dalam perusahan meliputi bagaimana meniadakan Accident, meniadakan Breakdown, meniadakan crisis dan meniadakan defect yang terjadi dalam perusahaan.


Daftar pustaka

Sulaeman. 2014. ANALISA PENGENDALIAN KUALITAS UNTUK MENGURANGI PRODUK CACAT SPEEDOMETER MOBIL DENGAN MENGGUNAKAN METODE QCC DI PT INS.  Jurnal PASTI Volume VIII. No 1, 71-95. Dalam http://publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/pasti/article/view/434/376 (Diakses tanggal 04 November 2017).

Budi Yuwono, M.A., Ririn Widyastuti. 2015. IMPLEMENTASI METODE SUGESTION SYSTEM (SS) PADA PENGUJIAN BAKTERI PATOGEN SAMPEL BAHAN BAKU DI LABORATURIUM MIKROBIOLOGI QUALITY CONTROL. Jurnal PASTI Volume IX. No 1, 102-116. Dalam http://publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/pasti/article/view/472/413 (Diakses tanggal 04 November 2017.

Pembangunan Sistem Manjemen Rantai Pasok Dalam Proses Prdouksi Teh di PT Perkebunan Nusantara III



Judul jurnal     : Pembangunan Sistem Manjemen Rantai Pasok Dalam Proses Prdouksi Teh di PT Perkebunan Nusantara III
Nama penulis  : Mawar Nurmaidah, Tacbir Hendro Pudjiantoro, Faiza Renaldi 
Nama jurnal   :Pembangunan Sistem Manjemen Rantai Pasok Dalam Proses Prdouksi Teh di PT Perkebunan Nusantara III,  Jurnal PASTI Volume XI No. 1, 22 - 31
Publisher         : [ TEKNIK INDUSTRI ] Universitas Mercu Buana Jakarta
Link                 : http://publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/pasti/article/view/1351/1079
Reviewer         : Amal

A.     Latar Belakang

Menurut Nurmaidah,dkk  Aliran produksi di mulai dari Supplier yang merupakan petani atau kelompok tani yang merupakan bagian dari perusahaan ataupun tidak, Yang kemudian diserahkan kepada perusahaan bagian produksi dan diolah dengan melalui beberapa proses produksi   yaitu proses pengolahan teh yang harus dilakukan yang pertama adalah Proses penerimaan bahan baku pucuk, Pelayuan yang berfungsi untuk melayukan teh, kemudian bahan baku teh masuk pada Proses Penggilingan, Proses oksidasi enzimitas, Proses Pengeringan , Proses Penyaringan atau Sortasi, Proses pengepakan, dan  Proses uji mutu.  hingga kemudian menjadi produk yang siap di kirimkan kepada bagian distributor yang selanjutnya didistribusikan kepada retail atau toko hingga sampai pada konsumen. Aliran yang mengalir dalam proses ini adalah aliran produk, aliran informasi dan aliran biaya yang dapat menentukan harga pokok produksi yang bergerak dari hulu ke hilir mengikuti aliran produk.

B.     Tujuan Penelitian

Untuk mendukung dan meningkatkan proses produksi maka diperlukan suatu strategi, taktik dan operasional melalui pembangunan sistem informasi yang saling terhubung satu dengan yang lainnya. Yaitu membangun sistem yang menggunakan konsep Managemen Rantai Pasok atau SCM  untuk meminimalisir keterlambatan pengiriman

C.     Metode Penelitian

Pengumpulan Data
Pada tahap ini dilakukan proses observasi dengan melakukan  pengamatan secara langsung terhadap proses produksi yang tejadi di perusahaan yang terkait. Selanjutnya adalah melakukan dokumentasi dengan cara melakukan pengumpulan data yang bersumber dari anggota rantai pasok dan sumber data penunjang lainnya. Data yang dikumpulkan adalah data supplier, data bahan baku, data biaya. Serta dilakukan wawancara mengenai proses bisnis yang sedang berjalan serta mengamati masalah-masalah yang terjadi pada saat proses produksi berlangsung
Analisis Sistem Berjalan
Pada pembuata sistem SCM ini dilakukan pengamatan terhadap proses bisnis yang sedang berjalan yang berfungsi untuk mengetahui permasalah dan kebutuhan yang ada pada proses bisnis perusahaan. Proses bisnis yang di analisis adalah proses bisnis yang teradi di dalam proses produksi teh.  
Perancangan system
Pada proses ini dilakukan pembuatan perancangan dan pembangunan sistem informasi SCM dengan menggunakan pemodelan UML
Implementasi sistem
 Pada tahap ini dilakukan implementasi terhadap sistem yang telah dibangun dengan proses bisnis perusahaan.  
Pengujian sistem
Pada proses ini dilakukan pengujian untuk mengetahui tingkat akurasi dari sistem yang dibangun. Pengujian dilakukan dengan pengujian blackbox yang berfokus pada persyaratan fungsional perangkat lunak.
Pelaporan dan Publikasi Ilmiah
Dokumentasi dilakukan selama penelitian dilakukan sampai dengan selesa

D.    Hasil dan Pembahasan

Model perancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Unified Modelling Language (UML) yang merupakan sebuah pemodelan yg telah menjadi standar dalam industri untuk visualisasi, merancang dan mendokumentasikan sistem perangkat lunak. UML menawarkan sebuah standar untuk merancang model sebuah sistem. Diagram yang digunakan terdiri dari use case diagram, activity diagram, sequence diagram, dan class diagram

E.     Kesimpulan

 Penelitian ini menghasilkan sistem yang mampu mengelola proses produksi dengan menerapakan konsep manajemen rantai pasok yang dapat mengatur aliran proses data yang berjalan dalam proses pengolahan teh. Kemudian hasil akhir dari sistem ini adalah dokumen atau Laporan hasil proses produksi teh.

Daftar pustaka :
Mawar Nurmaidah, Tacbir Hendro Pudjiantoro, Faiza Renaldi : Pembangunan Sistem Manjemen Rantai Pasok Dalam Proses Prdouksi Teh di PT Perkebunan Nusantara III Dalam : http://publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/pasti/article/view/1351 (diakses 31-Oktober-2107)

PENGELOLAAN ARGOINDUSTRI BIOENERGI UNTUK KELESTARIAN LINGKUNGAN



Judul Jurnal     : MODEL KEBIJAKAN PENELOLAAN ARGOINDUSTRI                                   
                           BIOENERGI DALAM PERSPEKTIF KELESTARIAN                                           
                           LINGKUNGAN (SOFT SYSTEM METHODOLOGY SEBAGAI                            
                           SESUATU PENDEKATAN)
Nama Penulis  : Petir Papilo dan M. Syamsul Maarif
Publisher         : Teknik Industri Universitas Mercu Buana
Reviewer         : Hanung Rasitama
Link                 : http://publikasi.mercubuana.ac.id/index.php/pasti/article/view/464/405




A. Latar Belakang dan Tujuan Penelitian
Ketersediaan bahan bakar fosil yang semakin menipis yang dipengaruhi oleh peningkatan populasi di seluruh dunia menimbulkan permasalahan baru khususnya dalam upaya mewujudkan ketahanan energi nasional dari masing masing negara. Hingga kemudian setiap negara berlomba lomba untuk memanfaatkan bioenergi dengan memanfaatkan lahan pertanian dan  memperluas lahan pertanian. Sehingga dampaknya akan mempersempit lahan hutan sehingga dapat meningkatkan efek gas rumah kaca dan tentunya ini akan menimbulkan permasalahan baru.

Beberapa dampak yang ditimbulkan dari perluasan lahan adalah sebagai berikut :
a. Berkurangnya keanekaragaman hayati (biodiversity)
b. Hilangnya kandungan organik di dalam tanah
c. Meningkatnya kadar karbon diudara.

Sehingga dalam kajian ini akan dibahas mengenai langkah langkah untuk menentukan format terbaik dalam upaya memenuhi kebutuhan energi melalui pemanfaatan sumber daya hayati yang nantinya dapat diolah menjadi bioenergi. Melalui pendekatan Soft System Metodologi (SSM), akan dilakukan perancangan model pengelolaan yang memperhatikan hubungan peran antar berbagai pihak berkepentingan demi terwujudnya keseimbangan antara ketahanan energi dan kelestarian lingkungan.

Review Jurnal: Metode six sigma untuk meningkatkan kualitas



Penerapan Six Sigma di dalam Industri
Oleh : Qi Indah Nor Fadhilah

Judul artikel :  1. Aplikasi six sigma pada                              produk  clear file         
                           2. Perbaikan kualitas produksi       dengan metode six sigma di PT Pilar Sejahtera, Sidoarjo.
         3. Penerapan metode six sigma      dengan konsep DMAIC sebagai pengendali kualitas.

Nama Penulis      : 1. Dessy Emilasari, Iwan Vanany, Jurnal Teknik Industri Universitas Petra volume  9, No.1, Juni 2007: 27-36.

2. Albert Laurent Satrijo, Yenny Sari, M. Arbi Hidayat, Jurnal Teknik Industri   Universitas Surabaya volume 2 No.1, 2013

3. Widhy Wahyani, Abdul choir, Denny Dwi Rahman, Jurnal Teknik Industri ITATS

Reviewer                : Qi Indah Nor Fadhilah (41616110047)

Pendahuluan
Awal tahun 1980-an, metode Six Sigma mulai diperkenalkan aplikasinya pada perusahaan manufaktur oleh Motorola dan secara bertahap diaplikasikan juga pada sektor bisnis lain seperti perbankan, hotel, rumah sakit, migas, dan sektor lainnya (Mayor, 2003). Tidak hanya Motorola, tetapi masih banyak perusahaan besar seperti General Electric, Texas Instruments, Allied Signal, Eastman Kodak, Borg-Warner Automotive, GenCorp, Navistar International and Siebe plc juga menerapkan Six Sigma (Murphy, 1998). Aplikasi Six Sigma berfokus pada cacat dan variasi, dimulai dengan mengidentifikasi unsur – unsur kritis terhadap kualitas (CTQ) dari suatu proses.
Sigma () merupakan sebuah abjad Yunani yang menunjukkan standar deviasi dari suatu proses. Standar deviasi mengukur variasi atau jumlah persebaran suatu rata-rata proses. Nilai sigma dapat diartikan seberapa sering cacat yang mungkin terjadi. Jika semakin tinggi tingkat sigma maka semakin kecil toleransi yang diberikan pada kecacatan sehingga semakin tinggi kapabilitas proses, dan hal itu dikatakan semakin baik.
Dalam esensinya, Six Sigma menganjurkan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara cacat produk dan produk yang dihasilkan, reliability, costs, cycle time, inventory, schedule, dll. Bila jumlah cacat yang meningkat, maka jumlah sigma akan menurun. Dengan kata lain, dengan nilai sigma yang lebih besar maka kualitas produk akan lebih baik.
Pengertian Six Sigma yang menurut Gaspersz, V. (2002) yang termuat dalam bukunya yang berjudul Pedoman Implementasi Program Six Sigma Terintegrasi dengan ISO 9001:2000, MBNQA dan HACPP adalah suatu visi peningkatan kualitas menuju target 3,4 kegagalan per sejuta kesempatan (DPMO) untuk setiap transaksi produk (barang dan/atau jasa), upaya giat menuju kesempurnaan (zero defect / kegagalan nol )
Pembahasan
          Menurut Feigenbaun, A.V (1961) kata kualitas yang berorientasi pada kepuasan konsumen tidak harus mempunyai arti “yang terbaik” dalam dunia industri, melainkan kualitas berarti lebih baik dalam memuaskan kebutuhan konsumen. Sedangkan dalam orientasi pada proses produksi kualitas adalah kesesuaian spesifikasi dari desain produk yang telah ditetapkan produsen.
Sedangkan pengendalian kualitas adalah aktivitas keteknikan dan manajemen, yang dengan aktivitas itu kita ukur ciri-ciri kualitas produk, membandingkanya dengan spesifikasi atau persyaratan , dan mengambil tindakan penyehatan yang sesuai apabila ada perbedaan antara penampilan yang sebenarnya dengan yang standart. Ini berarti bahwa proses produksi harus stabil dan mampu beroperasi sedemikian hingga sebenarnya semua produk yang dihasilkan sesuai dengan spesifikasi.
Dalam pengendalian kualitas terdapat tujuh alat pengendali kualitas sebagai seven tools yang digunakan untuk mengidentifikasi perbaikan yang mungkin dapat dilakukan, yaitu:
1. Histogram;
2. Check Sheet;
3. Diagram Pareto;
4. Defect Concentration Diagram;
5. Cause-Effect Diagram
6. Control Chart (peta kontrol)
7. Scatter Diagram (diagram pencar)
Kesimpulan
            Ketiga jurnal menerapkan six sigma dengan metode DMAIC sebagai pengendali kualitas, terbukti dengan adanya metode DMAIC kualitas produk menjadi meningkat dan meminimalisir adanya cacat produk.  

Daftar Pustaka :