.

Tampilkan postingan dengan label @B19-HARTANDI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @B19-HARTANDI. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Oktober 2016

GREEN CAMPUS

http://www.kangatepafia.com/2013/04/green-campus-jangan-hanya-basa-basi.html#more


Jumat, 30 September 2016

Review Jurnal : Identifikasi dan Analisis Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pada Area Produksi PT. Pelita Cengkareng Paper




A. Judul Penelitian 
Identifikasi dan Analisis Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pada Area Produksi PT. Pelita  Cengkareng Paper.
B. Nama Penulis (lengkap dengan asal institusinya)
Riniwati Juliana Marbun, Nia Budi Puspitasari, Wiwik Budiawan Program Studi Teknik Industri, Universitas Diponegoro-Semarang JL. Prof. Sudarto, SH.,Semarang
C. Nama Jurnal (lengkap dengan Volume, No, Bulan, Tahun, Institusi Penebit, dan link jurnal)
Vol 4, No 4, Oktober, 2015, Program Teknik Industri, Fakultas Teknik – Universitas Diponegoro.
D. Latar Belakang Masalah
Pada sebuah perusahaan tidak hanya dituntut untuk memfokouskan pada mesin dan bahan baku saja, tetapi tentang keselamatan karyawan juga menjadi hal utama yang harus diperhatikan. Latar belakang masalahnya selama bekerja para pekerja dihadapi oleh berbagai risiko yang memungkinkan terjadinya kecelakaan kerja. Faktor penyebab suatu kecelakaan dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok menurut Santoso (2004). Pertama, kondisi berbahaya (unsafe condition),  yaitu yang tidak aman dari mesin, peralatan, bahan, dari lingkungan kerja, proses  kerja, sifat pengerjaan dan cara kerja. Kedua, perbuatan berbahaya (unsafe action) yaitu perbuatan berbahaya dari manusia yang dapat terjadi karena kurangnya pengetahuan dan keterampilan, cacat tubuh yang tidak terlihat (bodily defect), ketelitian dan kelemahan daya tahan  tubuh, serta sikap dan perilaku kerja yang tidak baik.
E. Masalah/ Pertanyaan Penelitian
Penerapan manajemen risiko yang terdiri dari Identifikasi risiko lingkungan kerja dan pengukuran bahaya yang merupakan masalah di area produksi PT. Pelita Cengkareng Paper. Salah satu cara yang dapat dilakukan manajemen untuk memperkecil terjadinya risiko di tempat kerja. Apakah akan  memberi pengaruh atau mengurangi resiko kecelakaan kerja di area produksi tersebut?.
F. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini dibuat untuk mengidentifikasi risiko lingkungan kerja dan pengukuran bahaya yang merupakan masalah di area produksi PT. Pelita Cengkareng Paper. Salah satu cara yang dapat dilakukan manajemen untuk memperkecil terjadinya risiko di tempat kerja. Jika seluruh risiko telah diidentifikasi, maka pengendalian untuk menghilangkan atau mengurangi bahaya-bahaya tersebut  dapat diterapkan seperti diungkapkan oleh Landquist (2010) penilaian risiko diperlukan untuk memberikan dukungan keputusan dan remediasi tindakan sehingga memungkinkan penggunaan efisiensi sumber daya yang tersedia.
G. Metode
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode JHA (Job Hazard Analysis) dengan tujuan mendapatkan risk event. Menurut Rausand (2005), Job Hazard Analysis digunakan pada tahap identifikasi risiko dengan menguraikan pekerjaan untuk mengetahui potensi bahaya apa saja yang terdapat pada pekerjaan sehingga dapat diketahui risk event. Tahap kedua, melakukan analisis risiko untuk menentukan besarnya suatu risiko menggunakan analisis Semi Kuantitatif, yakni metode Fine. Metode Wiliam T. Fine adalah salah satu metode analisis semi kuantitatif yaitu mengkalkulasikan risiko  berdasarkan formula matematika. Metode ini terdiri dari tiga faktor utama yaitu consequences, exposure, dan probability yang telah ditentukan rating atau nilainya. Nilai dari ketiga factor tersebut dikalikan untuk mengetahui tingkat risiko (Dickson, 2001). Tahap ketiga, evaluasi risiko dengan membandingan tingkat risiko yang telah dihitung dengan kriteria standar yang digunakan. Tahap terakhir adalah, pengendalian risiko menggunakan Hierarki pengendalian bahaya dengan memberikan rekomendasi pengendalian untuk mencegah atau meminimasi bahaya yang terjadi berdasarkan tingkatan risiko yang sudah dianalisa dari evaluasi risiko.
H. Hasil Penelitian
Berdasarkan analisis penelitian yang telah dilakukan, bahwa aktivitas-aktivitas kerja yang berpotensi menimbulkan bahaya pada area gudang yakni gudang bahan baku kertas dan bahan baku kimia dilakukan penjabaran proses kerja didalam area tersebut menjadi langkah-langkah yang kemudian akan diketahui risk event atau kejadian yang berisiko pada keselamatan dan kesehatan kerja. Risk event yang diketahui dapat dikelompokkan menjadi 5 kategori potensi bahaya, potensi bahaya tersebut yaitu: Kejatuhan materal, menghirup debu, terkena atau tergores benda tajam, tertabrak alat transportasi, dan air radiator.
I. Review/ Komentar
Riview atau komentar berikut  ini dibuat berdasarkan penelitian dan pengamatan yang dilakukan selama kegiatan penelitian dan berdasarkan teori atau pemahaman yang diketahui oleh penulis, antara lain :

  • Lanjutkan follow up penelitian mengenai penilaian risiko yang penulis lakukan dan terapkan kegiatan penilaian risiko secara berkala

  • Lakukan pemasangan safety sign di berbagai tempat strategis yang mudah terlihat dan terbaca pada masing-masing area. Safety sign sebaiknya dibuat dengan ukuran besar dan dapat memantulkan cahaya sehingga dapat terbaca pada malam hari.

  • Pemberian pelatihan kepada pekerja untuk mengenali potensi bahaya dan risiko di tempat kerja serta bagaimana cara untuk mencegah dan menanggulangi bahaya tersebut.

  • Melakukan sosialisasi secara rutin mengenai K3 terutama mengenai potensi bahaya dan risiko yang ada di tempat kerja. Sosialisasi dapat dilakukan dalam bentuk safety briefing.

  • Penempatan pekerja yang berkompetensi pada bidang pekerjaan yang memiliki potensi risiko tinggi dan memastikan bahwa pekerja mampu dan mengetahui pekerjaan yang mereka lakukan.

  • Mengadakan pemeriksaan kesehatan karyawan secara berkala

  • Menyediakan air minum dan memberika himbauan kepada pekerja untuk banyak minum, karena kondisi lingkungan kerja yang lumayan panas.

J. Abstrak Jurnal
PT. Pelita Cengkareng Paper merupakan salah satu perusahaan industry daur ulang kertas di Cengkareng, Banten. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan bagian HSE mengenai kecelakaan kerja yang ada di PT. Pelita Cengkareng Paper, sebagian besar kecelakaan kerja terjadi di area produksi. Berdasarkan tingkat keparahan, kecelakaan tersebut dapat di kategorikan ke dalam  kasus  kecelakaan  ringan, sedang, kritis dan fatal seperti pekerja jari terluka oleh benda tajam, lebam atau bengkak di kaki, tangan patah, dan kaki terpotong. Dari hasi observasi juga sangat memungkinkan pekerja mengalami gangguan pernafasan karena menghirup debu material. Berdasarkan kasus–kasus  tersebut, perlu adanya upaya identifikasi dan analisis risiko keselamatan dan kesehatan kerja yang terintegrasi ke dalam manajemen risiko yang dimulai dengan identifikasi risiko pada proses kerja operator sampai dengan menentukan tingkat risiko kecelakaan kerja dan menghubungkannya dengan fakta kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja yang pernah terjadi di PT. Pelita Cengkareng Paper. Sehingga secara mudah risiko dapat diminimalkan dengan menentukan pengendalian yang tepat. Identifikasi risiko menggunakan metode JHA(Job Hazard Analysis). Metode ini bertujuan mengetahui risiko yang ditimbulkan agar kemudian potensi kecelakaan dan penyakit akibat kerja dapat dikendalikan dengan menguraikan langkah-langkah pekerjaan. Penilaian risiko dilakukan dengan menggunakan standar manajemen risiko AS/NZS 4360:2004 metode semi kuantitatif W.T. Fine J dengan menganalisa nilai kemungkinan, pemajanan dan konsekuensi dari setiap potensi bahaya untuk mendapatkan  tingkat risiko yang kemudian dibandingkan standar level risiko. Hasil penelitian menyatakan bahwa level risiko yang dimiliki pada aktivitas kerja di area produksi meliputi very high, substantial, priority 3, dan acceptable.
K. Daftar Pustaka
 Australian/  New  Zealand Standard. 2004. Australian Standad/New Zealand Standar 4360:2004”Risk Management”.
Dickson, T. 2001. Calculating Risk: Fine’s Mathematical Formula 30 Years Later. Australian Journal of Outdoor Education.
Landquist,   H.   2013. Evaluating the needs of risk assessment methods of potentially polluting shipwrecks. Department of Shipping and Marine Technology, Chalmers University of Technology. Gothenburg: Sweden
Santoso, G. 2004. Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja. Jakarta: Penerbit PP.

Sabtu, 24 September 2016

SISTEM TRANSPORTASI DAN DISTRIBUSI




Sistem transportasi dan distribusi merupakan suatu managemen pengelolaan terhadap proses suatu kegiatan untuk mengetahui perpindahan suatu produk dari satu lokasi ke lokasi berikutnya yang mana pergerakan seperti ini biasanya membentuk dan menghasilkan adanya suatu jaringan atau system. Sistem transportasi dan distribusi sangat menentukan kemampuan mengirimkan produk ke tempat konsumen dengan jumlah yang sesuai, waktu yang tepat, serta kondisi sautu produk merupakan hal yang menentukan dari sisi kompetitif produk tersebut di market produk itu sendiri.
Distribusi adalah suatu kegiatan memindahkan produk dari pihak supplier ke konsumen dalam suatu supplay chain. Distibusi secara langsung mempengaruhi biaya supply chain oleh Karena itu distribusi bisa di bilang adalah kunci dari kesuksesan. Sedangkan Transportasi sendiri merupakan suatu presentasi awal dari suatu rangkaian supplay chain sampai ke konsumen dengan bergeraknya suatu pruduk dari satu tempat menuju ke tempat lainya.
Menurut Winardi (1989:299) yang dimaksud dengan saluran distribusi merupakan suatu kelompok perantara yang berhubungan erat satu sama lain dan yang menyalurkan produk-produk kepada pembeli. Sedangkan Philip Kotler (1997:140) mengemukakan bahwa saluran distribusi adalah serangkaian organisasi yang saling tergantung dan terlibat dalam proses untuk menjadikan suatu barang atau jasa siap untuk digunakan atau dikonsumsi .
Menurut (Hugos, 2003) menyatakan bahwa ada enam mode dasar transportasi yang dapat dipilih oleh sebuah perusahaan dengan tambahan yaitu Elektronik Transport. Elektronik Transport adalah modus transportasi tercepat dan sangat efficient. Transport jenis ini hanya dapat digunakan untuk bergerakan jenis produk tertentu seperti energi listrik, data, dan produk terdiri dari data seperti musik, gambar, dan teks. Sistem transportasi dan distribusi memiliki tujuan dan fungsi yaitu:
1.       Melakukan segmentasi dan menentukan target service level. Hal ini dilakukan karena kontribusi terhadap revenue perusahaan sangat bervariasi antara satu konsumen dengan konsumen lainnya.
2.       Menentukan jenis transportasi yang akan digunakan. Hal ini di lakukan karena setiap mode   transportasi udara,darat ,laut, memiliki keuntungan dan kelemahan masing-masing,jadi penentuan metode transportasi yang tepat sangat menentukan pengiriman yang tepat dan cepat kepada konsumen.
3.       Melakukam konsolidasi informasi dan pengiriman. Hal ini dilakukan untuk melakukan pengiriman yang murah tapi cepat dengan konsolidasi informasi melalui pengiriman.
4.       Melakukan penjadwalan dan penentuan rute pengiriman. Hal ini dilakukan untuk menentuka kapan dan rute yang harus di tempuh sebuah angkutan untuk melakukan pengiriman guna memenuhi kebutuhan konsumen.
5.       Menyimpan Persediaan. Hal ini dilakukan untuk melibatkan proses penyimpanan produk baik di suatu gudang regional ataupun pusat dalam suatu jaringan distribusi.
6.       Memberikan pelayanan nilai tambah. Hal ini dilakukan untuk memberikan rasa puas dan menumbuhkan kepercayaan terhadap pelanggan atau konsumen, sehingga pelanggan merasa dirinya dipentingkan atau diperhatikan dengan baik dan benar.
7.       Menangani pengembalian (return). proses pengembalian atau menerima pengembalian produk karena berbagai alasan Kegiatan yang terlibat antara lain identifikasi kondisi produk, meminta otorisasi pengembalian cacat, penjadwalan pengembalian, dan melakukan pengembalian. Post-delivery-customer support juga merupakan bagian dari proses return.
Sumber
Pujawan, I. N. 2010. Supply Chain Management. Edisi Kedua. Surabaya: Guna Widya.

Sabtu, 17 September 2016

ERGONOMI DAN K3 KESELAMATAN KESEHATAN KERJA



I. JUDUL RESENSI: HUBUNGAN ANTARA MANUASIA DENGAN FASILITAS KERJA

II. IDENTITAS BUKU:


Judul Buku      : Ergonomi dan K3 Keselamatan Kesehatan Kerja
Penulis             : Dr. Wowo Sunaryo Kuswana, M.Pd.
Penerbit           : PT. Remaja Rosdakarya
Tahun Terbit    : 2016
Cetakan           : II
No. ISBN         : 978-979-692-565-0
Halaman          : 254
III. RIWAYAT KEPENGARANGAN

Dr. Wowo Sunaryo Kuswaana, M.Pd., lahir di Garut 1957 Jawa Barat, seorang pengajar (Lektor Kepala) di Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Universitas Pedidikan Indonesia. Pengalaman mengajar, sebagai Guru Tidak Tetap mulai dari SLTP, SMA, SMK, dan beberapa PTS di Jawa Barat.
Selain itu, dalam sela-sela kesibukan sebagai pengajar, juga terlibat dalam pengembangan pendidikan, antara lain: Tim Pengembang Kurikulum dan Uji Kompetensi Pendidikan Menengah Kejuruan di P3GT Bandung (Direktorat Menengah Kejuruan Depdiknas Tahun 1998-2000); Anggota Tim Pokja Manajemen Berbasis Sekolah (Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Tahun 2001-2003); Anggota Tim Pengembang Pusdiklat Departemen Kimpraswil Tahun 2003); Pengembang Uji Kompetensi Pendidikan Luar Sekolah (Pusat Pengujian Pendidikan Depdiknas Tahun 2009-2010); Instruktur pelatihan guru-guru (SLTP, SMA, dan SMK) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, sejak Tahun 2004-2001.
IV. SINOPSIS


Ergonomi berasal dari Bahasa Yunani, yaitu Ergon dan Nomos. Ergon memiliki arti kerja dan Nomos memiliki arti hukum; jadi pengertian Ergonomik itu sendiri secara garis besar adalah “Studi tentang manusia untuk menciptakan system kerja yang lebih sehat, aman dan nyaman” (Arif, 2009). Konsep ergonomi serta keselamatan kesehatan kerja merupakan konsep penting untuk diterapkan dalam suatu industri, khususnya dalam perancangan stasiun kerjanya. Kecenderungan yang ada saat ini adalah, pada industri skala kecil menengah. Konsep tersebut kurang begitu diperhatikan, sehingga dapat menimbulkan resiko kerja baik dari segi bahaya kondisi lingkungan fisik, sikap dan cara kerja (Laksmiwaty, 2009).
Tujuan penerapan ergonomi adalah untuk peningkatan kualitas kehidupan yang lebih baik, untuk melindungi kesalahan pekerja, untuk meminimalkan kesalahan pekerja, dan untuk memaksimalkan efisiensi sementara pekerja memberikan sedikit kenyamanan bagi pekerja saat dia melakukan tugas pekerjaan. Dengan penerapan ergonomi ini, maka akan tercipta lingkungan kerja aman, sehat dan nyaman sehingga kerja menjadi lebih produktif dan efisien serta adanya jaminan kualitas kerja (Tim Ergoinstitute, 2008).
Keselamatan
Keselamatan  berasal dari bahasa  Inggris yaitu kata “safety”  dan  bisanya selalu dikaitkan dengan keadaan terbebasnya seseorang dari peristiwa celaka (accident) atau nyaris celaka (near miss). Jadi pada hakekatnya keselamatan sebagai suatu pendekatan keilmuan maupun sebagai suatu pendekatan praktis mempelajari factor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan dan berupaya mengembangkan berbagai cara dan pendekatan untuk memperkecil resiko terjadinta kecelakaan. Dalam mempelajari factor-faktor yang dapat menyebabkan manusia mengalami kecelakaan inilah berkembang berbagai konsep dan teori tentang kecelakaan (accident theories). Teori tersebut umumnya ada yang memusatkan perhatiannya pada factor penyebab yang ada pada pekerjaan atau cara kerja, ada yang lebih memperhatikan factor penyebab pada peralatan kerja bahkan ada pula yang memusatkan perhatiannya pada factor penyebab pada perilaku manusia (Alamsyah, 2004). Untuk memahami penyebab dan terjadinya sakit dan celaka, terlabih dahulu perlu dipahami potensi bahaya (hazard) yang ada, kemudian perlu mengenali (identity) potensi bahaya tadi, keberadaannya, jenisnya, pola interaskinya dan seterusnya. Setelah itu perlu dilakukan penilaian (asses, evaluate) bagaimana bahaya tadi dapat menyebabkan risiko (risk) sakit dan celaka dan dilanjutkan dengan menentukan berbagai cara (control, manage) untuk mengendalikan atau mengatasinya (Tresnaningsih, 2007).
Kesehatan
Kesehatan  berasal dari bahasa Inggris “health”, yang dewasa ini  tidak  hanya berarti terbebasnya seseorang dari penyakit, tetapi pengertian sehat mempunyai makna sehat secara fisik, mental dan juga sehat secara social. Dengan demikiana pengertian sehat secara utuh menunjukkan pengertian sejahtera (well-being). Kesehatan sebagai suatu pendekatan keilmuan maupun pendekatan praktis juga berupaya mempelajari factor-faktor yang dapat menyebabkan manusia menderita sakit dan sekaligus berupaya untuk mengembangkan berbagai cara atau pendekatan untuk mencegah agar manusia tidak menderita sakit, bahkan lebih sehat (Sum’mamur, 1987).
Sebagaimana kita ketahui bahwa umumnya manusia selalu mempunyai pekerjaan (work occupation) dan sebagian besar waktunya berada dalam situasi bekerja sehingga dapat terjadi manusia akan menderita penyakit yang mungkin disebabkan oleh pekerjaannya atau menderita penyakit yang berhubungan dengan pekerjaannya. Karena alas an tersebut berkembang ilmu yang dikenal dengan kesehatan kerja (occupational health). Kesehatan kerja di samping mempelajari factor-faktor pada pekerjaan yang dapat mengakibatkan manusia menderita penyakit akibat (occupational disease) maupun penyakit yang berhubungan dengan pekerjaannya (work related disease) juga berupaya untuk mengembangkan berbagai cara atau pendekatan untuk pencegahannya, bahkan berupaya juga dalam meningkatkan kesehatan (healt promotion) pada manusia pekerja tersebut (Alamsyah, 2004).   
Pencapaian kinerja manajemen K3 sangat tergantung kepada sejauh mana faktor ergonomi telah terperhatikan di perusahaan tersebut.  Kenyataannya, kecelakaan kerja masih terjadi di berbagai perusahaan yang secara administratif telah lulus (comply) audit sistem manajemen K3.  Ada ungkapan bahwa “without ergonomics, safety management is not enough”. Keluhan yang berhubungan dengan penurunan kemampuan kerja (work capability) berupa kelainan pada sistem otot-rangka (musculoskeletal disorders) misalnya, seolah-olah luput dari mekanisme dan sistem audit K3 yang ada pada umumnya.  Padahal data menunjukkan kompensasi biaya langsung akibat kelainan ini (overexertion) menempati rangking pertama (sekitar 30%) dibandingkan dengan bentuk kecelakaan-kecelakaan kerja yang lain (Yanri, 2009).
Dengan demikian menjadi semakin jelas bahwa keselamatan dan kesehatan kerja pada hakekatnya merupakan suatu pendekatan ilmiah dan sekaligus merupakan suatu program. Keselamatan dan kesehatan kerja sebagai suatu program didasari pendekatan ilmiah dalam upaya mencegah atau memperkecil terjadinya bahaya (hazard) dan risiko (risk) terjadinya penyakit dan kecelakaan, maupun kerugiankerugian lainnya yang mungkin terjadi. Jadi dapat dikatakan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja adalah suatu pendekatan ilmiah dan praktis dalam mengatasi potensi bahaya dan risiko kesehatan adan keselamatan yang mungkin terjadi. Kata lain hakekat dari keselamatan dan kesehatan kerja adalah tidan berbeda dengan pengertian bagaimana kita mengendalikan risiko (risk management) agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan (Sum’mamur, 1987).
V. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN ISI BUKU

A. Kelebihan
·         Sampul buku (cover) cukup baik meski kualitas pengeleman kertas sedikit kurang.
·         Bahasanya dapat dipahami dengan cukup baik
·         Bisa menjadi pedoman bagi pekerja untuk mencapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya, baik fisik, mental, dan sosialnya.
·         Bisa menjadi pedoman agar efisiensi kerja dan daya produktivitas para karyawan meningkat dan dengan demikian akan meningkatkan pula produksi perusahan.
·         Dari segi kesehatan kerja, dapat menjadi pedoman untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan pekerja, melindungi dari gangguan kerja, meningkatkan efisiensi kerja, dan menempatkan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan.
·         Dari segi keselamatan kerja, dapat menjadi pedoman untuk melindungi hak keselamatan pekerja, memelihara sumber produksi agar berdaya guna, menempatkan pekerja sesuai kemampuan, meningkatkan efisiensi dan produktivitas

·         B. Kekurangan
·        Dari segi penulisannya masih ada kesalahan ketik huruf atau kata-kata yang lewat dari proses editing yang akan mengganggu pembaca.   
VI. PENUTUP

Kemampuan manusia dalam melakukan aktivitas tidak hanya dibatasi oleh produktivitas yang tinggi. Hal terpenting yang harus diperhatikan adalah keamanan, kenyamanan, efisiensi kerja, dan yang terutama adalah kesehatan. Dalam melakukan aktivitasnya kesehatan fisik merupakan modal utama dalam pencapaian produktivitas kerja. Suatu lahan pekerjaan hendaknya memiliki peraturan yang tidak hanya menguntungkan perusahaan namun kondisi pekerjaannya juga.
Suatu program kerja perusahaan yang baik akan membawa dampak optimal bagi kemampuan atau kebolehan pencapaian kerja yang maksimal, namun tetap memperhatikan batasan manusia. Konseptual atau system yang dinamis akan terlihat dari cara kerja pekerja. System ini akan dinamis apabila ditunjang dengan kondisi fisik pekerja yang baik. Kecelakaan kerja dapat dihindari dengan melakukan pendekatan yang sifatnya kuratif dengan jalan membatasi waktu dan beban kerja.
Dari kesehatan fisik, kesehatan lingkungan, dan kesehatan mental, ergonomic akan tercapai apabila kondisi fisik pekerja juga dalam kondisi optimal. Setiap pekerja akan mencapai kesehatan fisik optimal apabila memperhatikan tingkat konsumsi gizi, pemberdayaan tenaga yang baik, sikap tubuh yang baik, dan efisisensi waktu. Pekerja harus memahami berapa takaran energy yang dibutuhkan untuk melakukan aktivitas tersebut. Energy atau gizi tersebut meliputi jumlah, kualitas, frekuensi, selera, kebiasaan, kemampuan, dan variasi.