Tampilkan postingan dengan label @B19-HARTANDI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @B19-HARTANDI. Tampilkan semua postingan
Rabu, 04 Januari 2017
Sabtu, 08 Oktober 2016
Jumat, 30 September 2016
Review Jurnal : Identifikasi dan Analisis Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pada Area Produksi PT. Pelita Cengkareng Paper
A. Judul Penelitian
Identifikasi dan Analisis Risiko Keselamatan dan Kesehatan
Kerja Pada Area Produksi PT. Pelita
Cengkareng Paper.
B. Nama Penulis
(lengkap dengan asal institusinya)
Riniwati Juliana Marbun, Nia Budi Puspitasari, Wiwik
Budiawan Program Studi Teknik Industri, Universitas Diponegoro-Semarang JL.
Prof. Sudarto, SH.,Semarang
C. Nama Jurnal (lengkap dengan
Volume, No, Bulan, Tahun, Institusi Penebit, dan link jurnal)
Vol 4, No 4, Oktober, 2015, Program Teknik Industri,
Fakultas Teknik – Universitas Diponegoro.
http://id.portalgaruda.org/index.php?ref=browse&mod=viewarticle&article=441875
Industrial Enginerering Online Journal by http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/ieoj
is licensed under a Creative
Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
D. Latar Belakang
Masalah
Pada sebuah perusahaan tidak hanya dituntut untuk
memfokouskan pada mesin dan bahan baku saja, tetapi tentang keselamatan
karyawan juga menjadi hal utama yang harus diperhatikan. Latar belakang
masalahnya selama bekerja para pekerja dihadapi oleh berbagai risiko yang
memungkinkan terjadinya kecelakaan kerja. Faktor penyebab suatu kecelakaan
dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok menurut Santoso (2004). Pertama,
kondisi berbahaya (unsafe condition),
yaitu yang tidak aman dari mesin, peralatan, bahan, dari lingkungan
kerja, proses kerja, sifat pengerjaan
dan cara kerja. Kedua, perbuatan berbahaya (unsafe action) yaitu perbuatan
berbahaya dari manusia yang dapat terjadi karena kurangnya pengetahuan dan
keterampilan, cacat tubuh yang tidak terlihat (bodily defect), ketelitian dan
kelemahan daya tahan tubuh, serta sikap
dan perilaku kerja yang tidak baik.
E. Masalah/
Pertanyaan Penelitian
Penerapan manajemen risiko yang terdiri dari Identifikasi
risiko lingkungan kerja dan pengukuran bahaya yang merupakan masalah di area
produksi PT. Pelita Cengkareng Paper. Salah satu cara yang dapat dilakukan
manajemen untuk memperkecil terjadinya risiko di tempat kerja. Apakah akan memberi pengaruh atau mengurangi resiko kecelakaan
kerja di area produksi tersebut?.
F. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini dibuat untuk mengidentifikasi
risiko lingkungan kerja dan pengukuran bahaya yang merupakan masalah di area
produksi PT. Pelita Cengkareng Paper. Salah satu cara yang dapat dilakukan
manajemen untuk memperkecil terjadinya risiko di tempat kerja. Jika seluruh
risiko telah diidentifikasi, maka pengendalian untuk menghilangkan atau
mengurangi bahaya-bahaya tersebut dapat
diterapkan seperti diungkapkan oleh Landquist (2010) penilaian risiko
diperlukan untuk memberikan dukungan keputusan dan remediasi tindakan sehingga
memungkinkan penggunaan efisiensi sumber daya yang tersedia.
G. Metode
Metode yang digunakan
dalam penelitian ini adalah metode JHA (Job Hazard Analysis) dengan tujuan
mendapatkan risk event. Menurut Rausand (2005), Job Hazard Analysis digunakan
pada tahap identifikasi risiko dengan menguraikan pekerjaan untuk mengetahui
potensi bahaya apa saja yang terdapat pada pekerjaan sehingga dapat diketahui
risk event. Tahap kedua, melakukan analisis risiko untuk menentukan besarnya
suatu risiko menggunakan analisis Semi Kuantitatif, yakni metode Fine. Metode Wiliam
T. Fine adalah salah satu metode analisis semi kuantitatif yaitu
mengkalkulasikan risiko berdasarkan
formula matematika. Metode ini terdiri dari tiga faktor utama yaitu
consequences, exposure, dan probability yang telah ditentukan rating atau
nilainya. Nilai dari ketiga factor tersebut dikalikan untuk mengetahui tingkat
risiko (Dickson, 2001). Tahap ketiga, evaluasi risiko dengan membandingan tingkat
risiko yang telah dihitung dengan kriteria standar yang digunakan. Tahap
terakhir adalah, pengendalian risiko menggunakan Hierarki pengendalian bahaya
dengan memberikan rekomendasi pengendalian untuk mencegah atau meminimasi
bahaya yang terjadi berdasarkan tingkatan risiko yang sudah dianalisa dari
evaluasi risiko.
H. Hasil Penelitian
Berdasarkan analisis penelitian yang telah dilakukan, bahwa aktivitas-aktivitas
kerja yang berpotensi menimbulkan bahaya pada area gudang yakni gudang bahan baku
kertas dan bahan baku kimia dilakukan penjabaran proses kerja didalam area tersebut
menjadi langkah-langkah yang kemudian akan diketahui risk event atau kejadian yang
berisiko pada keselamatan dan kesehatan kerja. Risk event yang diketahui dapat dikelompokkan
menjadi 5 kategori potensi bahaya, potensi bahaya tersebut yaitu: Kejatuhan materal,
menghirup debu, terkena atau tergores benda tajam, tertabrak alat transportasi,
dan air radiator.
I. Review/ Komentar
Riview atau komentar berikut
ini dibuat berdasarkan penelitian dan pengamatan yang dilakukan selama
kegiatan penelitian dan berdasarkan teori atau pemahaman yang diketahui oleh
penulis, antara lain :
- Lanjutkan follow up penelitian mengenai penilaian risiko yang penulis lakukan dan terapkan kegiatan penilaian risiko secara berkala
- Lakukan pemasangan safety sign di berbagai tempat strategis yang mudah terlihat dan terbaca pada masing-masing area. Safety sign sebaiknya dibuat dengan ukuran besar dan dapat memantulkan cahaya sehingga dapat terbaca pada malam hari.
- Pemberian pelatihan kepada pekerja untuk mengenali potensi bahaya dan risiko di tempat kerja serta bagaimana cara untuk mencegah dan menanggulangi bahaya tersebut.
- Melakukan sosialisasi secara rutin mengenai K3 terutama mengenai potensi bahaya dan risiko yang ada di tempat kerja. Sosialisasi dapat dilakukan dalam bentuk safety briefing.
- Penempatan pekerja yang berkompetensi pada bidang pekerjaan yang memiliki potensi risiko tinggi dan memastikan bahwa pekerja mampu dan mengetahui pekerjaan yang mereka lakukan.
- Mengadakan pemeriksaan kesehatan karyawan secara berkala
- Menyediakan air minum dan memberika himbauan kepada pekerja untuk banyak minum, karena kondisi lingkungan kerja yang lumayan panas.
J. Abstrak Jurnal
PT. Pelita Cengkareng Paper merupakan salah satu perusahaan
industry daur ulang kertas di Cengkareng, Banten. Berdasarkan hasil observasi
dan wawancara dengan bagian HSE mengenai kecelakaan kerja yang ada di PT.
Pelita Cengkareng Paper, sebagian besar kecelakaan kerja terjadi di area
produksi. Berdasarkan tingkat keparahan, kecelakaan tersebut dapat di
kategorikan ke dalam kasus kecelakaan
ringan, sedang, kritis dan fatal seperti pekerja jari terluka oleh benda
tajam, lebam atau bengkak di kaki, tangan patah, dan kaki terpotong. Dari hasi
observasi juga sangat memungkinkan pekerja mengalami gangguan pernafasan karena
menghirup debu material. Berdasarkan kasus–kasus tersebut, perlu adanya upaya identifikasi dan
analisis risiko keselamatan dan kesehatan kerja yang terintegrasi ke dalam
manajemen risiko yang dimulai dengan identifikasi risiko pada proses kerja
operator sampai dengan menentukan tingkat risiko kecelakaan kerja dan menghubungkannya
dengan fakta kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja yang pernah terjadi di
PT. Pelita Cengkareng Paper. Sehingga secara mudah risiko dapat diminimalkan
dengan menentukan pengendalian yang tepat. Identifikasi risiko menggunakan
metode JHA(Job Hazard Analysis). Metode ini bertujuan mengetahui risiko yang
ditimbulkan agar kemudian potensi kecelakaan dan penyakit akibat kerja dapat
dikendalikan dengan menguraikan langkah-langkah pekerjaan. Penilaian risiko
dilakukan dengan menggunakan standar manajemen risiko AS/NZS 4360:2004 metode
semi kuantitatif W.T. Fine J dengan menganalisa nilai kemungkinan, pemajanan
dan konsekuensi dari setiap potensi bahaya untuk mendapatkan tingkat risiko yang kemudian dibandingkan
standar level risiko. Hasil penelitian menyatakan bahwa level risiko yang
dimiliki pada aktivitas kerja di area produksi meliputi very high, substantial,
priority 3, dan acceptable.
K. Daftar Pustaka
Australian/ New
Zealand Standard. 2004. Australian Standad/New Zealand Standar
4360:2004”Risk Management”.
Dickson, T. 2001. Calculating Risk: Fine’s Mathematical
Formula 30 Years Later. Australian Journal of Outdoor Education.
Landquist, H. 2013. Evaluating the needs of risk
assessment methods of potentially polluting shipwrecks. Department of Shipping
and Marine Technology, Chalmers University of Technology. Gothenburg: Sweden
Santoso, G. 2004. Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja.
Jakarta: Penerbit PP.
Sabtu, 24 September 2016
SISTEM TRANSPORTASI DAN DISTRIBUSI
Sistem transportasi dan distribusi merupakan suatu managemen
pengelolaan terhadap proses suatu kegiatan untuk mengetahui perpindahan suatu
produk dari satu lokasi ke lokasi berikutnya yang mana pergerakan seperti ini
biasanya membentuk dan menghasilkan adanya suatu jaringan atau system. Sistem transportasi
dan distribusi sangat menentukan kemampuan mengirimkan produk ke tempat
konsumen dengan jumlah yang sesuai, waktu yang tepat, serta kondisi sautu
produk merupakan hal yang menentukan dari sisi kompetitif produk tersebut di
market produk itu sendiri.
Distribusi adalah suatu kegiatan memindahkan produk dari
pihak supplier ke konsumen dalam suatu supplay chain. Distibusi secara langsung
mempengaruhi biaya supply chain oleh Karena itu distribusi bisa di bilang
adalah kunci dari kesuksesan. Sedangkan Transportasi sendiri merupakan suatu
presentasi awal dari suatu rangkaian supplay chain sampai ke konsumen dengan
bergeraknya suatu pruduk dari satu tempat menuju ke tempat lainya.
Menurut Winardi (1989:299) yang dimaksud dengan saluran distribusi
merupakan suatu kelompok perantara yang berhubungan erat satu sama lain dan
yang menyalurkan produk-produk kepada pembeli. Sedangkan Philip Kotler (1997:140)
mengemukakan bahwa saluran distribusi adalah serangkaian organisasi yang saling
tergantung dan terlibat dalam proses untuk menjadikan suatu barang atau jasa
siap untuk digunakan atau dikonsumsi .
Menurut (Hugos, 2003) menyatakan bahwa ada enam mode dasar
transportasi yang dapat dipilih oleh sebuah perusahaan dengan tambahan yaitu
Elektronik Transport. Elektronik Transport adalah modus transportasi tercepat
dan sangat efficient. Transport jenis ini hanya dapat digunakan untuk bergerakan
jenis produk tertentu seperti energi listrik, data, dan produk terdiri dari
data seperti musik, gambar, dan teks. Sistem transportasi dan distribusi memiliki
tujuan dan fungsi yaitu:
1.
Melakukan segmentasi dan menentukan target
service level. Hal ini dilakukan karena kontribusi terhadap revenue perusahaan
sangat bervariasi antara satu konsumen dengan konsumen lainnya.
2.
Menentukan jenis transportasi yang akan digunakan.
Hal ini di lakukan karena setiap mode
transportasi udara,darat ,laut, memiliki keuntungan dan kelemahan
masing-masing,jadi penentuan metode transportasi yang tepat sangat menentukan
pengiriman yang tepat dan cepat kepada konsumen.
3.
Melakukam konsolidasi informasi dan pengiriman.
Hal ini dilakukan untuk melakukan pengiriman yang murah tapi cepat dengan
konsolidasi informasi melalui pengiriman.
4.
Melakukan penjadwalan dan penentuan rute
pengiriman. Hal ini dilakukan untuk menentuka kapan dan rute yang harus di
tempuh sebuah angkutan untuk melakukan pengiriman guna memenuhi kebutuhan
konsumen.
5.
Menyimpan Persediaan. Hal ini dilakukan untuk
melibatkan proses penyimpanan produk baik di suatu gudang regional ataupun
pusat dalam suatu jaringan distribusi.
6.
Memberikan pelayanan nilai tambah. Hal ini dilakukan
untuk memberikan rasa puas dan menumbuhkan kepercayaan terhadap pelanggan atau konsumen,
sehingga pelanggan merasa dirinya dipentingkan atau diperhatikan dengan baik
dan benar.
7.
Menangani pengembalian (return). proses
pengembalian atau menerima pengembalian produk karena berbagai alasan Kegiatan
yang terlibat antara lain identifikasi kondisi produk, meminta otorisasi pengembalian
cacat, penjadwalan pengembalian, dan melakukan pengembalian.
Post-delivery-customer support juga merupakan bagian dari proses return.
Sumber
Pujawan, I. N. 2010. Supply Chain Management. Edisi Kedua. Surabaya:
Guna Widya.Sabtu, 17 September 2016
ERGONOMI DAN K3 KESELAMATAN KESEHATAN KERJA
I. JUDUL
RESENSI: HUBUNGAN ANTARA MANUASIA DENGAN FASILITAS KERJA
II. IDENTITAS
BUKU:
Judul
Buku : Ergonomi dan K3 Keselamatan
Kesehatan Kerja
Penulis : Dr. Wowo Sunaryo Kuswana, M.Pd.
Penerbit : PT. Remaja Rosdakarya
Tahun
Terbit : 2016
Cetakan : II
No. ISBN : 978-979-692-565-0
Halaman : 254
III. RIWAYAT
KEPENGARANGAN
Dr. Wowo
Sunaryo Kuswaana, M.Pd., lahir di Garut 1957 Jawa Barat, seorang pengajar
(Lektor Kepala) di Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Universitas
Pedidikan Indonesia. Pengalaman mengajar, sebagai Guru Tidak Tetap mulai dari
SLTP, SMA, SMK, dan beberapa PTS di Jawa Barat.
Selain itu,
dalam sela-sela kesibukan sebagai pengajar, juga terlibat dalam pengembangan
pendidikan, antara lain: Tim Pengembang Kurikulum dan Uji Kompetensi Pendidikan
Menengah Kejuruan di P3GT Bandung (Direktorat Menengah Kejuruan Depdiknas Tahun
1998-2000); Anggota Tim Pokja Manajemen Berbasis Sekolah (Dinas Pendidikan
Provinsi Jawa Barat Tahun 2001-2003); Anggota Tim Pengembang Pusdiklat
Departemen Kimpraswil Tahun 2003); Pengembang Uji Kompetensi Pendidikan Luar
Sekolah (Pusat Pengujian Pendidikan Depdiknas Tahun 2009-2010); Instruktur
pelatihan guru-guru (SLTP, SMA, dan SMK) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat,
sejak Tahun 2004-2001.
IV.
SINOPSIS
Ergonomi
berasal dari Bahasa Yunani, yaitu Ergon dan Nomos. Ergon memiliki arti kerja
dan Nomos memiliki arti hukum; jadi pengertian Ergonomik itu sendiri secara
garis besar adalah “Studi tentang manusia untuk menciptakan system kerja yang
lebih sehat, aman dan nyaman” (Arif, 2009). Konsep ergonomi serta keselamatan
kesehatan kerja merupakan konsep penting untuk diterapkan dalam suatu industri,
khususnya dalam perancangan stasiun kerjanya. Kecenderungan yang ada saat ini
adalah, pada industri skala kecil menengah. Konsep tersebut kurang begitu
diperhatikan, sehingga dapat menimbulkan resiko kerja baik dari segi bahaya
kondisi lingkungan fisik, sikap dan cara kerja (Laksmiwaty, 2009).
Tujuan
penerapan ergonomi adalah untuk peningkatan kualitas kehidupan yang lebih baik,
untuk melindungi kesalahan pekerja, untuk meminimalkan kesalahan pekerja, dan
untuk memaksimalkan efisiensi sementara pekerja memberikan sedikit kenyamanan
bagi pekerja saat dia melakukan tugas pekerjaan. Dengan penerapan ergonomi ini,
maka akan tercipta lingkungan kerja aman, sehat dan nyaman sehingga kerja
menjadi lebih produktif dan efisien serta adanya jaminan kualitas kerja (Tim
Ergoinstitute, 2008).
Keselamatan
Keselamatan berasal dari bahasa Inggris yaitu kata “safety” dan
bisanya selalu dikaitkan dengan keadaan terbebasnya seseorang dari
peristiwa celaka (accident) atau nyaris celaka (near miss). Jadi pada
hakekatnya keselamatan sebagai suatu pendekatan keilmuan maupun sebagai suatu
pendekatan praktis mempelajari factor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya
kecelakaan dan berupaya mengembangkan berbagai cara dan pendekatan untuk
memperkecil resiko terjadinta kecelakaan. Dalam mempelajari factor-faktor yang
dapat menyebabkan manusia mengalami kecelakaan inilah berkembang berbagai
konsep dan teori tentang kecelakaan (accident theories). Teori tersebut umumnya
ada yang memusatkan perhatiannya pada factor penyebab yang ada pada pekerjaan atau
cara kerja, ada yang lebih memperhatikan factor penyebab pada peralatan kerja
bahkan ada pula yang memusatkan perhatiannya pada factor penyebab pada perilaku
manusia (Alamsyah, 2004). Untuk memahami penyebab dan terjadinya sakit dan
celaka, terlabih dahulu perlu dipahami potensi bahaya (hazard) yang ada, kemudian
perlu mengenali (identity) potensi bahaya tadi, keberadaannya, jenisnya, pola
interaskinya dan seterusnya. Setelah itu perlu dilakukan penilaian (asses,
evaluate) bagaimana bahaya tadi dapat menyebabkan risiko (risk) sakit dan
celaka dan dilanjutkan dengan menentukan berbagai cara (control, manage) untuk
mengendalikan atau mengatasinya (Tresnaningsih, 2007).
Kesehatan
Kesehatan berasal dari bahasa Inggris “health”, yang
dewasa ini tidak hanya berarti terbebasnya seseorang dari
penyakit, tetapi pengertian sehat mempunyai makna sehat secara fisik, mental
dan juga sehat secara social. Dengan demikiana pengertian sehat secara utuh
menunjukkan pengertian sejahtera (well-being). Kesehatan sebagai suatu
pendekatan keilmuan maupun pendekatan praktis juga berupaya mempelajari
factor-faktor yang dapat menyebabkan manusia menderita sakit dan sekaligus
berupaya untuk mengembangkan berbagai cara atau pendekatan untuk mencegah agar
manusia tidak menderita sakit, bahkan lebih sehat (Sum’mamur, 1987).
Sebagaimana
kita ketahui bahwa umumnya manusia selalu mempunyai pekerjaan (work occupation)
dan sebagian besar waktunya berada dalam situasi bekerja sehingga dapat terjadi
manusia akan menderita penyakit yang mungkin disebabkan oleh pekerjaannya atau
menderita penyakit yang berhubungan dengan pekerjaannya. Karena alas an
tersebut berkembang ilmu yang dikenal dengan kesehatan kerja (occupational
health). Kesehatan kerja di samping mempelajari factor-faktor pada pekerjaan
yang dapat mengakibatkan manusia menderita penyakit akibat (occupational
disease) maupun penyakit yang berhubungan dengan pekerjaannya (work related
disease) juga berupaya untuk mengembangkan berbagai cara atau pendekatan untuk
pencegahannya, bahkan berupaya juga dalam meningkatkan kesehatan (healt
promotion) pada manusia pekerja tersebut (Alamsyah, 2004).
Pencapaian
kinerja manajemen K3 sangat tergantung kepada sejauh mana faktor ergonomi telah
terperhatikan di perusahaan tersebut.
Kenyataannya, kecelakaan kerja masih terjadi di berbagai perusahaan yang
secara administratif telah lulus (comply) audit sistem manajemen K3. Ada ungkapan bahwa “without ergonomics,
safety management is not enough”. Keluhan yang berhubungan dengan penurunan
kemampuan kerja (work capability) berupa kelainan pada sistem otot-rangka
(musculoskeletal disorders) misalnya, seolah-olah luput dari mekanisme dan
sistem audit K3 yang ada pada umumnya.
Padahal data menunjukkan kompensasi biaya langsung akibat kelainan ini (overexertion)
menempati rangking pertama (sekitar 30%) dibandingkan dengan bentuk
kecelakaan-kecelakaan kerja yang lain (Yanri, 2009).
Dengan
demikian menjadi semakin jelas bahwa keselamatan dan kesehatan kerja pada
hakekatnya merupakan suatu pendekatan ilmiah dan sekaligus merupakan suatu
program. Keselamatan dan kesehatan kerja sebagai suatu program didasari
pendekatan ilmiah dalam upaya mencegah atau memperkecil terjadinya bahaya
(hazard) dan risiko (risk) terjadinya penyakit dan kecelakaan, maupun
kerugiankerugian lainnya yang mungkin terjadi. Jadi dapat dikatakan bahwa
keselamatan dan kesehatan kerja adalah suatu pendekatan ilmiah dan praktis
dalam mengatasi potensi bahaya dan risiko kesehatan adan keselamatan yang
mungkin terjadi. Kata lain hakekat dari keselamatan dan kesehatan kerja adalah
tidan berbeda dengan pengertian bagaimana kita mengendalikan risiko (risk
management) agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan (Sum’mamur, 1987).
V.
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN ISI BUKU
A.
Kelebihan
·
Sampul
buku (cover) cukup baik meski kualitas pengeleman kertas sedikit kurang.
·
Bahasanya
dapat dipahami dengan cukup baik
·
Bisa
menjadi pedoman bagi pekerja untuk mencapai derajat kesehatan yang
setinggi-tingginya, baik fisik, mental, dan sosialnya.
·
Bisa
menjadi pedoman agar efisiensi kerja dan daya produktivitas para karyawan meningkat
dan dengan demikian akan meningkatkan pula produksi perusahan.
·
Dari
segi kesehatan kerja, dapat menjadi pedoman untuk memelihara dan meningkatkan
derajat kesehatan pekerja, melindungi dari gangguan kerja, meningkatkan
efisiensi kerja, dan menempatkan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan.
·
Dari
segi keselamatan kerja, dapat menjadi pedoman untuk melindungi hak keselamatan
pekerja, memelihara sumber produksi agar berdaya guna, menempatkan pekerja
sesuai kemampuan, meningkatkan efisiensi dan produktivitas
·
B.
Kekurangan
· Dari
segi penulisannya masih ada kesalahan ketik huruf atau kata-kata yang lewat
dari proses editing yang akan mengganggu pembaca.
VI.
PENUTUP
Kemampuan
manusia dalam melakukan aktivitas tidak hanya dibatasi oleh produktivitas yang
tinggi. Hal terpenting yang harus diperhatikan adalah keamanan, kenyamanan,
efisiensi kerja, dan yang terutama adalah kesehatan. Dalam melakukan
aktivitasnya kesehatan fisik merupakan modal utama dalam pencapaian
produktivitas kerja. Suatu lahan pekerjaan hendaknya memiliki peraturan yang
tidak hanya menguntungkan perusahaan namun kondisi pekerjaannya juga.
Suatu
program kerja perusahaan yang baik akan membawa dampak optimal bagi kemampuan
atau kebolehan pencapaian kerja yang maksimal, namun tetap memperhatikan
batasan manusia. Konseptual atau system yang dinamis akan terlihat dari cara
kerja pekerja. System ini akan dinamis apabila ditunjang dengan kondisi fisik
pekerja yang baik. Kecelakaan kerja dapat dihindari dengan melakukan pendekatan
yang sifatnya kuratif dengan jalan membatasi waktu dan beban kerja.
Dari
kesehatan fisik, kesehatan lingkungan, dan kesehatan mental, ergonomic akan
tercapai apabila kondisi fisik pekerja juga dalam kondisi optimal. Setiap
pekerja akan mencapai kesehatan fisik optimal apabila memperhatikan tingkat
konsumsi gizi, pemberdayaan tenaga yang baik, sikap tubuh yang baik, dan
efisisensi waktu. Pekerja harus memahami berapa takaran energy yang dibutuhkan
untuk melakukan aktivitas tersebut. Energy atau gizi tersebut meliputi jumlah,
kualitas, frekuensi, selera, kebiasaan, kemampuan, dan variasi.
Langganan:
Komentar (Atom)






