.

Tampilkan postingan dengan label @B22-BUDI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @B22-BUDI. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Oktober 2016

Tugas T03 : Menulis Artikel Ilmiah Populer Lingkup Teknik Industri


TRANSPORTASI DALAM MANAJEMEN RANTAI PASOK DAN LOGISTIK

Budi Kusnadi
Jurusan Teknik Industri Universitas Mercu Buana
Jl. Meruya Selatan Kebon Jeruk Jakarta Barat
Telp. 021 5840816 Fax. 021 5840015

ABSTRAK
Artiel ini dibuat untuk memudahkan mahasiswa dalam memahami transportasi dalam manajemen rantai pasok dan logistik. Sebagaimana kita ketahui bahwa manajemen rantai pasok merupakan manajemen berbagai aktivitas yang berawal dari pengadaan bahan baku dan pelayanan, mengubah bahan menjadi barang setengah jadi sampai produk akhir yang digunakan oleh konsumen akhir melalui sistem distribusi pengelolaan transportasi yang efektif dan efisien sehingga pengiriman barang dari perusahaan ke pelanggan dapat tepat waktu, tepat jumlah, tepat kualitas, dan tepat penerima.
Kata kunci : Manajemen rantai pasok, Manajemen logistik, Transportasi dalam logistik

Pendahuluan
Persaingan bisnis yang semakin ketat di era globalisasi ini menuntut perusahaan untuk menyusun kembali strategi bisnisnya. Jika dilihat secara mendalam, inti dari persaingan perusahaan terletak pada bagaimana sebuah perusahaan mengimplementasikan proses penciptaan produk atau jasa secara lebih murah, lebih baik dan lebih cepat dibandingkan dengan kompetitornya. Namun, banyak perusahaan yang sudah tidak mungkin lagi menerapkan dan mengimplementasikan resource-nya, sehingga salah satu caranya adalah dengan membuat strategi manajemen rantai pasok (Supply Chain Management atau SCM).
Konsep supply chain merupakan konsep baru dalam melihat persoalan logistik. Konsep lama melihat logistik sebagai persoalan intern masing-masing perusahaan dan pemecahannya dititik beratkan pada pemecahan secara intern di perusahaan masing-masing. Dalam konsep baru ini, masalah logistik dilihat sebagai masalah yang lebih luas dan terbentang sangat panjang mulai dari bahan baku sampai produk jadi yang digunakan oleh konsumen akhir melalui sistem distribusi pengelolaan transportasi yang efektif dan efisien sehingga pengiriman barang dari perusahaan ke pelanggan dapat tepat waktu, tepat jumlah, tepat kualitas, dan tepat penerima. Selain itu, biaya transportasi merupakan komponen biaya yang tidak kurang dari 60% dari total biaya logistik. 
Pertimbangan pilihan keputusan manajemen transportasi tidak hanya semata didasarkan pada pertimbangan biaya transportasi yang murah, melainkan juga harus mempertimbangkan dari aspek kualitas kinerja pelayanan.  Ketepatan pengiriman barang akan membantu perusahaan untuk mengurangi sediaan barang, biaya penyimpanan, dan material handling.  Jadi, nilai proposisi transportasi yang diberikan oleh aktivitas transportasi tidak sesederhana pemindahan barang dari satu lokasi ke lokasi lain.
Oleh karena hal tersebut artikel ini akan difokuskan pada “Transportasi Dalam Manajemen Rantai Pasok dan Logistik”. Selain itu juga diharapkan dapat menambah pengetahuan serta keterampilan dalam menulis dan berbahasa karena secara tidak langsung mahasiswa dihadapkan pada tulisan dan bahasa yang baik dan benar.

Pembahasan
Manajemen rantai pasokan (supply chain management) adalah pengintegrasian aktivitas pengadaan bahan dan pelayanan, pengubahan menjadi barang setengah jadi dan produk akhir, serta pengiriman ke pelanggan. Tujuannya adalah untuk membangun sebuah rantai pasokan yang memusatkan perhatian untuk memaksimalkan nilai bagi pelanggan. Kunci bagi manajemen rantai pasokan yang efektif adalah menjadikan para pasokan sebagai “mitra” dalam strategi perusahaan untuk memenui pasar yang selalu berubah (Heizer dan Render, 2001).
Menurut Indrajit dan Djokopranoto (2002) mengungkapkan Supply chain management (SCM) adalah suatu sistem tempat organisasi menyalurkan barang produksi dan jasanya kepada para pelanggannya. Rantai ini juga merupakan jaringan dari berbagai organisasi yang saling berhubungan dan mempunyai tujuan yang sama, yaitu sebaik mungkin menyelenggarakan pengadaan atau barang tersebut, istilah supply chain meliputi juga proses perubahan barang tersebut, misalnya dari barang mentah menjadi barang jadi. Manajemen rantai pasok merupakan integrasi aktivitas-aktivitas yang berawal dari pengadaan barang dan jasa, mengubah bahan baku menjadi barang dalam proses dan barang jadi, serta mengantarkan barang-barang tersebut kepada para pelanggannya dengan cara yang efisien. Dalam definisi tersebut, secara umum pemahaman rantai pasok akan mengandung makna terjadinya aliran material dari awal sampai ke konsumen dengan memperhatikan faktor ketepatan waktu, biaya, dan jumlah produknya.
Dalam definisi operasional pengertian rantai pasok terdapat tiga aspek yang perlu diperhatikan yaitu berikut ini :
1.      Manajemen rantai pasok adalah suatu pendekatan yang digunakan untuk mencapai pengintegrasian yang efisien dari supplier, manufacturer, distributor, retailer, dan customer
2.      Manajemen rantai pasok mempunyai dampak terhadap pengendalian biaya
3.      Manajemen rantai pasok mempunyai peranan penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan perusahaan kepada pelanggan
Untuk mengelola aliran barang dan jasa dalam rantai pasok, pertama-tama yang harus diketahui adalah gambaran sesungguhnya dan lengkap mengenai seluruh mata rantai yang ada, mulai dari yang pertama sampai yang terakhir. Misalnya, rantai pasok dari pabrik kertas adalah dimulai dari hutan kayu sebagai penghasil bahan baku, bahan penolong, peralatan, dan pasokan lain yang terlibat. Di samping itu, perlu juga diketahui berbagai sifat pergerakan rantai pasok untuk berbagai persediaan. Maksud dari persediaan adalah beberapa jenis barang yang disimpan di gudang yang mempunyai sifat pergerakan yang agak berbeda satu sama lain sehingga panjang-pendeknya rantai pasok juga berbeda tergantung dari metode pemenuhan bahan baku maupun metode inventory yang dipilih oleh pelaku bisnisnya.
Terdapat beberapa jenis persediaan, yaitu sebagai berikut:
1.      Bahan baku (raw materials
2.      Barang setengah jadi (work in process product)
3.      Barang komoditas (commodity)
4.      Barang proyek
Keberhasilan manajemen rantai pasok memerlukan:
1.      Dukungan sumber daya manusia, kepemimpinan dan komitmen untuk berubah
2.      Memahami sejauh mana perubahan yang diperlukan
3.      Menyetujui visi dan proses inti manajemen rantai pasok
4.      Komitmen pada perlunya sumber daya dan kekuasaan atau wewenang untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan
Transportasi merupakan aktivitas yang paling mudah dilihat sebagai kegiatan utama logistik. yang mengacu pada pergerakan produk dari satu lokasi ke lokasi lain dalam rantai pasokan. Pelanggan akan dengan mudah melihat pergerakan barang dari suatu lokasi ke lokasi lain baik menggunakan truck, kereta api, kapal laut, atau pesawat udara.
Dalam konteks manajemen rantai pasok, fungsi penting transportasi memberikan solusi layanan logistik yang meliputi pergerakan produk (product movement) dan penyimpanan barang (product storage).
Fungsi transportasi dalam pergerakan produk, transportasi memainkan peran melakukan pergerakan barang-barang, baik barang-barang dalam bentuk bahan baku, komponen, barang dalam proses, maupun barang-barang jadi.  Nilai ekonomis transportasi dalam menjalankan peran ini adalah melakukan pergerakan sediaan barang dari lokasi asal ke lokasi tujuan tertentu dalam sistem manajemen rantai pasokan perusahaan.  Kinerja transportasi akan menentukan kinerja pengadaan (procurement), produksi (manufacturing), dan customer relationship management.  Tanpa kinerja transportasi yang andal, dapat dipastikan bahwa hampir semua aktivitas-aktivitas utama rantai pasok tersebut tidak akan berjalan secara efektif dan efisien.
Selain fungsi transportasi dalam pergerakan produk, aspek lain yang jarang dilihat dari fungsi transportasi adalah penyimpanan produk.   Transportasi berperan dalam penyimpanan produk, terutama penyimpanan sementara dari lokasi asal pengiriman ke lokasi tujuan.  Fungsi penyimpanan sementara ini lebih ekonomis dilakukan dalam kegiatan transportasi, terutama untuk pemenuhan sedian barang-barang yang terjadwal dengan waktu pengiriman dalam beberapa hari.  Biaya-biaya yang mungkin terjadi seperti biaya muat barang (loading), pergudangan, dan bongkar barang (unloading) dari penyimpanan sementara produk mungkin lebih besar bila dibandingkan dengan biaya penggunaan kendaraan yang difungsikan untuk penyimpanan sementara.

Kesimpulan
Manajemen rantai pasok mencakup semua bagian diantaranya suppliers, produsen, distributor dan pelanggan, baik secara langsung maupun tidak langsung dalam memenuhi permintaan pelanggan. Rantai pasokan meliputi tidak hanya pada pembuat dan suppliers tetapi juga pengangkut, gudang, pengecer, dan bahkan pelanggan itu sendiri.
Dalam konteks manajemen rantai pasok, fungsi penting transportasi memberikan solusi layanan logistik yang meliputi :
1.      Pergerakan produk (product movement) yang berperan dalam melakukan pergerakan barang-barang, baik barang-barang dalam bentuk bahan baku, komponen, barang dalam proses, maupun barang-barang jadi.
2.      Penyimpanan barang (product storage) yang berperan dalam penyimpanan produk, terutama penyimpanan sementara dari lokasi asal pengiriman ke lokasi tujuan. 

Daftar pustaka
Aqmala, N., 2015. Manajemen Operasi (Manajemen Rantai Pasokan). http://lalanurmala-lalanurmala.blogspot.co.id/2015/09/manajemen-operasi-manajemen-rantai.html. Akses : 07 Oktober 2016, 22:20:01 WIB.
Indrajit dan Djokopranoto, 2002. Konsep Manajemen Supply Chain : Cara Baru Memandang Mata Rantai Penyediaan Barang. Penerbit : PT. Gramedia Widiarsarana Indonesia, Jakarta.
Ranazura, 2012. Supply Chain Management. http://ranazura.blogspot.co.id/p/supply-chain-management.html. Akses : 07 Oktober 2016, 22:02:20 WIB.

Render, B. dan Heizer, J., 2001. Prinsip-prinsip Manajemen Operasi. Penerbit : Salemba Empat, Jakarta.

Jumat, 30 September 2016

Tugas T04: Tugas Review Jurnal

A.    Judul Penelitian
PERBAIKAN SISTEM PRODUKSI MINYAK ANGIN AROMATHERAPY MELALUI LEAN MANUFACTURING DI PT. US, JAWA BARAT

B.     Nama Penulis
Rudy Indra Purnama, Zulfa Fitri Ikatrinasari
Program Magister Teknik Industri,
Universitas Mercu Buana Gedung Tedja Buana Lt.4,
Jl. Menteng Raya No. 29 Jakarta Pusat
Telp. (021) 3193-5454  Fax. (021) 3193-4474

C.    Nama Jurnal
J@TI Undip, Vol VIII, No 2, Mei 2013
Institusi Penerbit : Fakultas Teknik Universitas Diponegoro

D.    Latar Belakang Masalah
Di tengah ketidakstabilan perekonomian, perkembangan teknologi, dan peningkatan regulasi (GMP Good Manufacture Process / CPOB Cara Pembuatan Obat yang Baik) untuk persyaratan produk farmasi serta semakin tajamnya persaingan didunia industri farmasi, maka merupakan suatu keharusan bagi suatu industri farmasi untuk lebih meningkatkan fasilitas penunjang produksi dan tidak lupa untuk terus mencari improvement untuk  mencapai  efisiensi dalam kegiatan operasionalnya.
PT. US merupakan  perusahaan  farmasi  yang dituntut untuk dapat memperbaiki sistem yang  berlangsung  di  perusahaan  ini. FreshCare (FG121015) merupakan produk utama atau andalan untuk saat ini dan Lean  Manufacturing  menawarkan metode, alat, dan heuristik untuk efisiensi peningkatan produktivitas di bidang manufaktur.

E.     Masalah / Pertanyaan Penelitian
Studi ini menyangkut identifikasi waste (pemborosan) yang terjadi dalam proses produksi dan menentukan fokus perbaikan.
Hal penting yang perlu diketahui dalam mempelajari sistem produksi tersebut adalah bagaimana aliran proses produksinya, apa saja yang menjadi sumber pemborosan dan bagaimana cara menghilangkan atau meminimalkan pemborosan yang terjadi serta mempelajari kemungkinan dilakukannya perbaikan dalam sistem produksi sehingga diharapkan memberikan masukan yang tepat agar sistem berlangsung lebih baik.

F.     Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dengan mengidentifikasi dan menyeimbangkan proses kerja dan meneliti penyebab lamanya cycle time melalui value stream mapping.

G.    Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode survey dengan mengumpulkan data atau informasi tentang  sistem produksi di PT. US

H.    Hasil Penelitian
Penelitian ini menghasilkan penurunan cycle time dari 538,96 detik menjadi 445,68 detik, penurunan personel 14 orang, penurunan biaya operasional man power Rp.18,2 juta per bulan, dan menurunkan lead time dari 14,5 hari menjadi 11,5 hari.

I.       Review/ Komentar
Beberapa Usulan Perbaikan Dalam Sistem Produksi adalah :
1.      Perbaikan production planning, unbalance machine & process
Usulannya yaitu memperbaiki jadwal produksi disesuaikan dengan kapasitas tiap prosesnya, yaitu antara mesin mixing, filling dan cartooning supaya tidak terjadi penumpukan di WIP atau mesin dan operator yang menganggur.
2.      Perbaikan alur proses produksi
Usulannya yaitu penggabungan beberapa proses kerja untuk dilakukan penyeimbangan beban kerja. Tiap-tiap proses yang mempunyai cycle time rendah  dan  berdekatan  digabung menjadi satu rangkaian proses sehingga dapat mengurangi jumlah tenaga kerja.
3.      Perbaikan 5R dan transportasi / material handling
Usulannya yaitu dengan membuat proses transportasi material agar lebih mudah dan jelas dengan cara membuat mixing tank dengan dengan roda dan dapat dibawa untuk pengisian dari tanki mixing ke tanki filling dengan transfer pump. Pembuatan lobang (Pass Box) memisahkan area packaging dengan gudang jadi untuk mesin karton sealer. Hal ini memudahkan untuk membawa material karton ke gudang dengan sekalian memproses sealer/isolatip pada karton. Handling  material  pengemasan  pun dilakukan  usulan  perbaikan  dengan automatisasi proses dengan conveyor untuk menyalurkan produk dari proses ke pengemasan. Hal ini mengurangi adanya Inventory sementara / WIP. Penyimpanan produk setelah proses disimpan dulu di tong sebelum dikirim ke pengemasan. Setelah itu coba diperbaiki dengan bak terbuka  dan  selanjutnya  dengan automatisasi conveyor.
4.      Perbaikan High Rejection Rate
Usulannya yaitu semua supplier dibuatkan standart material yang sudah disepakati oleh team dari perusahaan ini dan dilakukan dengan melakukan evaluasi  masing-masing  part  dari beberapa supplier. Membuat standart material utuk mengurangi variasi produk dari masing-masing supplier, terutama untuk material yang berhubungan dengan mesin (Botol, Roll-On, Capping, Carton dan Doos).

J.      Abstrak Jurnal
Industri farmasi sedang menghadapi persaingan yang meningkat, tekanan biaya dan kebutuhan untuk meningkatkan kinerja operasi manufakturnya. Lean manufacturing menawarkan metode, alat dan program heuristik untuk peningkatan produktivitas di bidang manufaktur. PT. US di Jawa Barat dapat meningkatkan kinerja perusahaannya melalui Lean manufacturing. Penelitian ini bertujuan meningkatkan produktivitas dengan mengidentifikasi dan menyeimbangkan proses kerja dan meneliti penyebab lamanya cycle time melalui value stream mapping. Penelitian ini menghasilkan penurunan cycle time dari 538,96 detik menjadi 445,68 detik, penurunan personel 14 orang, penurunan biaya operasional man power Rp.18,2 juta per bulan, dan menurunkan lead time dari 14,5 hari menjadi 11,5 hari.

K.    Daftar Pustaka
1.      Abdulmalek, F.A., and Rajgopal, J., Analyzing  the  Benefits  of  Leans Manufacturing  and Value  Stream Mapping via Simulation: A Process Sector Case Study. International Journal of Production Economics, vol. 107, 2007, pp 223-236.
2.      Abuthakeer, S.S., Mohanram, P.V., and Kumar, G.M., Activity Based Costing Value Stream Mapping, International Journal of Lean Thinking Volume 1, Issue 2, December 2010.
3.      Farber, A., Schulze, U., and Wagner, K., Lean Comes To Pharma, Pharmaceutical Executive, Nov 2009, 29, 11; ABI/INFORM Research pg. 63.
4.      Feld, W.M., Lean Manufacturing: Tools, Techniques, and How to Use Them, St. Lucia Press, New York, 2001.
5.      Geller, S., The Pharmaceutical Industry Looks to Reduce Waste by Getting Lean, Pharmaceutical Technology; Mar 2007; 31, 3; ABI/INFORM Research.
6.      Grewal, C., An initiative to implement lean manufacturing using value stream mapping in a small company, Int J. Manufacturing  Technology  and Management, Vol. 15, Nos. ¾, 2008, pp.404-417.
7.      Hines, P., and Taylor, D., Going Lean, Lean  Enterprise  Research  Center, Cardiff Business School, 2000.
8.      Lewis, N.A., A Tracking for Lean Solid-Dose Manufacturing, Pharmaceutical Technology; Oct 2006; 30, 10; ABI/INFORM Research.
9.      Liker, J.K., The Toyota Way, 14 Management  Principles  from  The World’s  Greatest  Manufacturer. McGraw-Hill Co., 2004.
10.  Rother, M., and Shook, K., Learning to see, value stream mapping to add value and  eliminate  muda. The  Lean Enterprise Institute Inc., Cambridge, Massachusetts, 2008.
11.  Wee, H.M., and Simon Wu, Lean supply chain and its effect on product cost and quality: a case study on Ford Motor Company, Supply Chain Management: An International Journal, Vol. 14 Iss: 5, 2009, pp.335-341.
12.  Yuniarti,  A.M., Usulan Perbaikan Sistem Produksi Divisi Finishing pada Industri  Sandal Jepit Dengan Menggunakan Pendekatan  Lean Manufacturing, Thesis, Institut Teknologi Sepuluh November, 2010.

13.  Womack, J.P & jones, D.T., Lean Thinking: Banish waste and create wealth in your Corporation, Simon & Schuster, New York, 1996.

Sabtu, 17 September 2016

RESENSI BUKU MANAJEMEN JILID 1

Judul Buku                              : Manajemen
Edisi Cetakan                          : Edisi Bahasa Indonesia Jilid 1
Penulis                                     : James A. F. Stoner,
  R. Edward Freeman,
  Daniel R. Gilbert. Jr
Alih Bahasa                             : Drs. Alexander Sindoro
Penyunting                              : Ir. Bambang Sayaka, MSc.
Gambar dan Tata Letak          : M. Hadi Fr.
Dicetak Oleh                           : Victory Jaya Abadi
Diterbitkan Oleh                     : PT. Prenhallindo Jakarta
Diterbitkan Untuk                   : PT. Bhuana Ilmu Populer
Tahun Terbit                            : 1996
No. ISBN                                : 979-8901-04-5
Riwayat Penulis                      :

James A.F. Stoner

Professor
Management Systems
General Information:
140 W. 62nd Street, Room 404,
New York, NY 10023

BIOGRAPHY
James A.F. Stoner is a professor of management systems at the Gabelli School of Business and holder of Fordham's James A.F. Stoner Chair in Global Quality Leadership.
Professor Stoner has accumulated many academic laurels. He was named a profesor honorario by the Universidad Catolica Santo Domingo, a distinque profesor by the Asosiación Dominica de Profesionales en Administración, and an honorific visiting professor at the Universidad de Ricardo Palma in Lima, Peru. Here at Fordham, he is a past recipient of the Gladys and Henry Crown Award for Faculty Excellence at the graduate level. He also earned a citation from the Academy of Management for best paper in management education.
Before beginning his academic career, Professor Stoner was a project-development officer for the Ministry of Commerce and Industry in the government of Tanganyika, now called Tanzania. He holds a PhD and an MS from the Massachusetts Institute of Technology and a BS from Antioch College.
EDUCATION
·         Bachelors: BS, Antioch College
·         Masters: MS, Massachusetts Institute of Technology
·         PhD: Massachusetts Institute of Technology
RESEARCH INTERESTS
Leading and Managing for Global Sustainability Designing and Creating For-Profit Enterprises that Contribute to Global Sustainability Management, Spirituality, and Organizational Excellence Creating Excellent Teams Ontological Inquiry, Excellence, and Personal and Organizational Transformation
PUBLICATIONS
·         J.A.F. Stoner (and Werner, F.M.), Fundamentals of Financial Managing. Corvallis, OR: Authors Academic Publishing, 2002.
·         J.A.F. Stoner (and Werner, F.M.), Modern Financial Managing. Corvallis, OR: Authors Academic Publishing, 2001

Sinopsis                                   :
Manajemen adalah proses merencanakan, mengorganisasikan, memimpin, dan mengendalikan pekerjaan anggota organisasi dan menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai sasaran organisasi yang sudah ditetapkan.
Manajer adalah orang yang bertanggungjawab untuk mengarahkan usaha yang bertujuan membantu organisasi dalam mencapai sasarannya.
Fungsi manajemen menurut Stoner, sebagai berikut:
1.      Merencanakan (planning) menunjukkan bahwa para manajer memikirkan tujuan dan kegiatannya sebelum melaksanakannya. Kegiatan mereka biasanya berdasarkan pada suatu cara, rencana, atau logika, bukan asal tebak saja.
2.      Mengorganisasikan (organization) berarti para manajer itu mengkoordinir sumber daya manusia dan sumber daya bahan yang dimiliki organisasi. Sejauh mana efektifnya suatu organisasi tergantung pada kemampuannya untuk mengerahkan sumber daya yang ada dalam mencapai tujuannya. Tentu saja, dengan makin terpadu dan makin terarahnya pekerjaan akan menghasilkan makin efektifnya organisasi. Mendapatkan koordinasi yang sedemikian itu adalah salah satu tugas manajer.
3.      Memimpin (to lead) menunjukan bagaimana para manajer mengarahkan dan mempengaruhi bawahannya, menggunakan orang lain untuk melaksanakan tugas tertentu, Dengan menciptakan suasana tepat, mereka membantu bawahannya bekerja sebaik mungkin.
4.      Mengendalikan (controlling) berarti para manajer berusaha untuk meyakinkan bahwa organisasi bergerak dalam arah tujuan. Apabila salah satu bagian dari organisasi menuju arah yang salah, para manajer berusaha untuk mencari sebabnya dan kemudian mengarahkannya kembali ke tujuan yang benar.

Kelebihan Buku                      :
Perencanaan ditetapkan berdasarkan logika dan persiapan yang matang. Perencanaan strategi dalam mencapai tujuan berdasarkan pemikiran yang rasional, tidak dibuat berdasarkan angan-angan ataupun khayalan, sehingga rencana kerja tersebut dapat terlaksana dengan baik.

Kekurangan Buku                   :
Dalam penjabarannya tidak disebutkan prioritas guna mencapai tujuan utama. Tidak disebutkan pula sistem yang mengatur anggaran yang direncanakan dalam menjalankan kegiatan kedepannya sehingga tidak memiliki standar ketercapaian kegiatan untuk mencapai tujuan dan tidak dicantumkan spesifik perencanaan dalam menghadapi kendala yang ada kedepannya.

Penutup                                   :
Buku manajemen ini merupakan dasar dalam mempelajari bidan-bidang fungsional manajemen lain seperti manajemen operasional/produksi, pemasaran, keuangan dan manajemen sumber daya manusia. Buku ini juga memberikan informasi yang berguna dan relevan dalam membantu mahasiswa untuk memahami konsep-konsep pokok dan teori dasar tentang manajemen sebagai sebuah sistem yang berproses di suatu organisasi. Melalui buku ini diharapkan pemahaman mengenai dasar-dasar manajemen dan organisasi, sejarah perkembangan ilmu manajemen, fungsi-fungsi pokok manajemen yang meliputi fungsi perencanaan, fungsi pengorganisasian/staffing, fungsi memimpin, memotivasi dan berkomunikasi serta fungsi pengendalian/pengawasan, tingkatan-tingkatan manajemen dan keterampilan yang harus dimilikinya, peran-peran utama manajemen dan pengaruh kebudayaan terhadap gaya manajemen.