.

Tampilkan postingan dengan label @J26-HUDA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @J26-HUDA. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Mei 2020

Perbaikan Pendidikan untuk Kemajuan Bangsa



Di era Revolusi Industri 4.0 seperti saat ini dimana peran teknologi sangat signifikan untuk kemajuan suatu negara. Pendidikan merupakan suatu kunci dari kemajuan suatu negara, hal tersebut yang mendorong suatu negara berjuang sangat gigih demi memajukan pendidikan di negaranya.

Jumat, 01 Mei 2020

FMEA (Failure Mode and Effect Analysis)

FMEA merupakan sebuah metodologi yang digunakan untuk mengevaluasi kegagalan terjadi dalam sebuah sistem, desain, proses, atau pelayanan (service). Identifikasi kegagalan potensial dilakukan dengan cara pemberian nilai atau skor masing – masing moda kegagalan berdasarkan atas tingkat kejadian (occurrence), tingkat keparahan (severity), dan tingkat deteksi (detection) (Stamatis, 1995).

FMEA terdiri dari 2 tipe, FMEA desain dan FMEA proses.

FMEA desain berfungsi untuk mendifinisikan akibat-akibat kegagalan yang terkait dengan kegagalan pada tahap mendesain produk, kemudian membuat prioritas penangulangannya agar rancangan produk yang akan didesain dapat memenuhi keinginan pelanggan. Manfaat yang akan diperoleh apabila organisasi menggunakan FMEA desain adalah :
  1. Organisasi dapat meringkas waktu dari rencana pembuatan /perancangan produk, karena sudah diantisipasi dengan mempertimbangkan masukan pelanggan, sehingga dapat meminimalisir rework,
  2. Organisasi dapat menghemat bahan baku yang dikeluarkan untuk perencanaan dan perancangan, karena dampak atas kegagalan desain sudah diminimalisir,
  3. Meningkatkan reputasi organisasi, karena terpenuhinya kepuasan pelanggan.

FMEA proses berfungsi untuk mendefinisikn akibat-akibat kegagalan yang terkait dengan kegagalan pada tahap proses, kemudian membuat prioritas penanggulangannya, agar rancangan dari produk yang akan diproduksi dapat memenuhi keinginan dari pelanggan. Manfaat yang akan diperoleh apabila organisasi menggunakan FMEA proses adalah :

  1. Dapat meminimumkan scrap, karena kegagalan pada proses sudah dapat sedini mungkin dicegah,
  2. Apabila scrap menjadi minim, artinya kegiatan rework pun berkurang atau dapat dihindari,
  3. Mencegah jumlah cacat produk, baik saat produk masih di area internal perusahaan maupun di area eksternal,
  4. Berkurangnya cacat produk yang diterima pelanggan atau malah zero defect yang akan mingkatkan kepuasan pelanggan dan menumbuhkan loyalitas pelanggan.

Daftar Pustaka

Nia, B.P. &  Arif, M. (2014). Penggunaan FMEA dalam Mengidentifikasi Resiko Kegagalan Proses Produksi Sarung ATM  (Alat Tenun Mesin) di PT. Asaputex Jaya Tegal. Jurnal Teknik Industri Universitas Diponegoro, Vol. 9 No. 2, 93-98.

Tannady, Hendy. 2015. Pengendalian Kualitas. Yogyakarta : Graha Ilmu.

Kamis, 26 Maret 2020

INDONESIA DAN RAGAM BAHASANYA

INDONESIA DAN RAGAM BAHASANYA
Indonesia dengan Ragam Bahasanya
Abstrak
Bahasa merupakan sarana komunikasi yang disampaikan seseorang agar orang lain dapat mengerti apa yang disampaikan, oleh karenanya bahasa selalu mengalami perkembangan pada setiap zamannya. Berdasarkan sejarah bahwa bahasa indonesia dijadikan bahasa pemersatu dikarenakan banyak berbagai macam bahasa dahulunya sebelum indonesia merdeka maka dengan dijadikannya bahasa indonesia sebagai bahasa permersatu membuat bangsa indonesia dapat berkomunikasi dengan baik antar masyarakatnya.
Seiring berjalannya waktu bahasa indonesia terus mengalami perkembangan di setiap zamannya. Indonesia yang memiliki ragam bahasa dapat dibedakan berdasarkan tiga hal yaitu : cara berkomunikasi, cara penuturan dan topik pembicaraan.
Kata kunci : Ragam, Bahsasa, Indonesia
Pendahuluan
Bahasa Indonesia merupakan bahasa nasional serta bahasa negara bangsa Indonesia. Bahasa ini sudah dipakai oleh masyarakat Indonesia sejak dahulu jauh sebelum Belanda menjajah Indonesia. Namun tidak semua orang menggunakan tata cara atau aturan-aturan yang benar. Salah satunya adalah penggunaan bahasa Indonesia itu sendiri yang tidak sesuai dengan ejaan ataupun Kamus Besar Bahasa Indonesia. Oleh karena itu, pengetahuan tentang ragam bahasa cukup penting untuk mempelajari bahasa Indonesia secara menyeluruh. Akhirnya, bisa diterapkan dan dapat digunakan dengan baik dan benar sehingga identitas kita sebagai bangsa Indonesia tidak akan hilang.
Bahasa Indonesia perlu dipelajari oleh semua lapisan masyrakat. Dalam hal ini tidak hanya pelajar dan mahasiswa saja, tetapi juga semua warga Indonesia wajib mempelajari bahasa ini. Dalam bahasan bahasa Indonesia itu ada yang disebut ragam bahasa. Di sini ragam bahasa merupakan variasi bahasa yang pemakaiannya berbeda-beda.
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas. rumusan masalah tulisan ini adalah sebagai berikut,
1.    Apakah yang dimaksud dengan ragam bahasa ?
2.    Apa sajakah jenis-jenis ragam bahasa?
Pembahasan
1.    Pengertian Ragam Bahasa
Ragam bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda - beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicara (Bachman, 1990).
Seiring dengan perkembangan zaman, sekarang ini masyarakat mengalami perubahan sehingga bahasa pun mengalami perubahan. Perubahan itu berupa variasi-variasi bahasa yang dipakai sesuai keperluannya. Dalam hal ini banyaknya variasi tidak mengurangi fungsi bahasa sebagai alat komunikasi yang efisien sehingga dalam bahasa timbul mekanisme untuk memilih variasi tertentu yang cocok untuk keperluan tertentu, yaitu disebut ragam standar (Subarianto, 2000).
2.    Jenis-jenis Ragam Bahasa
Berikut ini terdapat beberapa jenis-jenis ragam bahasa, terdiri atas:
a.    Ragam Bahasa Berdasarkan Cara Pandang Pembicara (Penutur)
Dalam ragam bahasa ini terdiri dari Bahasa Daerah (dialek), Bahasa Pendidikan dan Bahasa yang formal dan non formal.
Bahasa Daerah
Bahasa indonesia yang di gunakan di daerah biasanya terbawa dengan lingkungan daerahnya. Seperti misalnya cara bicara bahasa indonesia yang di gunakan oleh masyarakat di daerah jawa berbeda dengan cara bicara bahasa indonesia yang di gunakan oleh masyarakat di daerah sumatra.
Bahasa Pendidikan
Bahasa yang di gunakan oleh masyarakat yang berpendidikan pasti berbeda dengan masyarakat yang tidak berpendidikan. Bisa di bandingkan cara pelafalan katanya misalnya seperti masyarakat yang berpendidikan sering menggunakan kata mencuci, mengunci, vidio dan tv. Beda dengan masyarakat yang tidak melalui pendidikan akan melafalkan kata nyuci, ngunci, pidio dan tipi.
Bahasa Formal dan Non Formal
Bahasa formal sering di gunakan dalam acara-acara resmi, seperti upacara pelantikan, seminar dan rapat. Sedangkan bahasa non formal sering di gunakan pada kegiatan kita sehari-hari di luar acara-acara resmi, seperti ketika berbicara dengan teman dan dengan keluarga.
b.    Ragam Bahasa Berdasarkan Media Yang Di Gunakan
Ragam bahasa berdasarkan media yang di gunakan terbagi menjadi 2 yaitu:DRagam Bahasa Secara Lisan
Bahasa ini adalah bahasa yang di keluarkan secara lisan atau dengan media lisan. Dalam ragam bahasa ini sering memakai bahasa yang baku. Cara menyampaikan pembicaraan secara lisan dapat berbeda sesuai dengan lingkungannya, seperti pembicara yang di lakukan dalam keadaan formal jelas berbeda dengan pembicaraan yang di lakukan dalam keadaan santai atau tidak formal. Ragam bahasa lisan yang di tuangkan ke dalam bentuk tulisan tidak dapat di sebut ragam bahasa tulis, tetapi tetap sebagai ragam bahasa lisan yang di tuangkan ke dalam bentuk tulisan.
Ciri-Ciri Ragam Bahasa Lisan
–  Memerlukan beberapa teman berbicara (tidak sendiri).
–  Menyesuaikan dengan keadaan yang ada, situasi dan juga waktu.
–  Perlunya intonasi dalam berbicara dan bahasa tubuh yang di gunakan.
–  Berlangsungnya dengan gesit dan cepat.
–  Seringnya pembicaraannya berlangsung dengan tidak menggunakan alat bantu.
–  Kesalahan dalam berbicara dapat di ketahui dan di perbaiki.
–  Gerakan pada tubuh dan juga mimik wajah serta intonasi yang di gunakan dalam penyampaiannya sangatlah membantu.
Contoh dari ragam bahasa yang sering kita dengar yaitu ceramah, pidato, penyampaian pendapat dalam diskusi dan masih banyak lagi yang lainnya. Ragam bahasa lisan sering sekali kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari, contohnya berbincang-bincang dengan teman ataupun masyarakat.
Ragam Bahasa Secara Tulis
Ragam Bahasa Tulis menggunakan media huruf untuk mengutarakannya atau mengungkapkannya. Ragam bahasa ini menggunakan ejaan untuk menata kosa kata dan bahasanya. Contoh ragam bahasa tulis, yakni koran atau surat kabar, laporan pekerjaan, karya ilmiah, dan masih banyak lagi yang lainnya.
Ciri-Ciri ragam bahasa tulis adalah
–  Tidak di perlukannya adanya kehadiran orang lain.
–  Tidak terpengaruh dengan adanya ruang dan waktu.
–  Kosa kata yang di gunakan harus di pilih dengan cermat dan teliti.
–  Dalam membentuk kata dan kalimat haruslah sesempurna mungkin.
–  Struktur kalimat yang terbentuk haruslah lengkap.
–  Paragraf yang ada di kembangkan dengan lengkap.
–  Biasanya berlangsungnya sangatlah lambat.
–  Memerlukan alat bantu sebagai medianya.
c.    Ragam Bahasa Berdasarkan Waktu Penggunaan
Terdiri atas:
Ragam bahasa Indonesia lama
Ragam bahasa Indonesia lama dipakai sejak zaman Kerajaan Sriwijaya sampai dengan saat dicetuskannya Sumpah Pemuda. Ciri ragam bahasa Indonesia lama masih dipengaruhi oleh bahasa Melayu . Bahasa Melayu inilah yang akhirnya menjadi bahasa Indonesia. Alasan Bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia :
1) Bahasa Melayu berfungsi sebagai lingua franca,
2) Bahasa Melayu sederhana karena tidak mengenal tingkatan bahasa,
3) Keikhlasan suku daerah lain ,dan
4) Bahasa Melayu berfungsi sebagai kebudayaan
Ragam bahasa Indonesia baru
Penggunaan ragam bahasa Indonesia baru dimulai sejak dicetuskannya Sumpah Pemuda pada 28 oktober 1928 sampai dengan saat ini melalui pertumbuhan dan perkembangan bahasa yang beriringan dengan pertumbuhan dan perkembangan bangsa Indonesia.
d.   Ragam Bahasa Berdasarkan Pesan Komunikasi
Terdiri atas:
Ragam bahasa baku
Ragam bahasa baku adalah ragam yang dilembagakan dan diakui oleh sebagian besar masyarakat pemakainya.
Ragam bahasa sastra
Ragam ini mengutamakan unsur-unsur keindahan seni, gaya pengungkapan simbolik dengan memadukan unsur intrinsik dan ekstrinsik. Contoh : roman, novel, dll.
Daftar Pustaka
Dosenpendidikan. 2019. Ragam Bahasa. Makalah
I Gusti Ngurah Ketut Putrayasa. 2018. Ragam Bahasa Indonesia. [Internet]. Tersedia di: https://simdos.unud.ac.id/uploads/file_penelitian_1_dir/d54a798dd7ad3011f11487712ec9573f.pdf (diakses pada tanggal 25 maret 2020).

Sabtu, 21 Maret 2020

QUALITY CONTROL

QUALITY CONTROL

Oleh : Muhammad Huda @J26-HUDA


Abstrak
Kualitas sering dijadikan sebagai suatu tolok ukur dan pembeda untuk suatu produk dan layanan antara satu produsen dengan produsen lainnya. Oleh karena itu, semua produsen dan penyedia layanan selalu mencari cara untuk meningkatkan kualitas produk ataupun kualitas layanannya. Kualitas dapat diartikan sebagai tingkat baik atau buruknya suatu produk yang dihasilkan dan apakah produk yang dihasilkan tersebut sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan ataupun kesesuaiannya terhadap kebutuhan.
Kata kunci : kualitas, produk.
Pendahuluan
QC sangatlah diperlukan dalam berbagai sektor industri, mulai dari manufaktur hingga produksi tangan. Tugas umum dari QC adalah memeriksa secara visual untuk menguji produk. Pemeriksaan produk dapat berlangsung sebelum, selama dan setelah proses produksi. Pengujian ini dilakukan secara manual, atau juga ada yang menggunakan bantuan teknologi. Tergantung sektor industri di mana QC tersebut bekerja, pada dasarnya QC melakukan pengecekan untuk menjamin mutu produk.
Permasalahan
Dalam setiap perusahaan penjaminan terhadap produk maupun jasa yang dihasilkan sangat berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan yang nantinya dapat meningkatkan profit dari perusahaan tersebut. Dengan permasalahan tersebut maka kita dapat menggunakan QC (Pengendalian Kualitas) sebagai upaya untuk selalu meningkatkan hasil produk maupun jasa di dalam suatu perusahaan.
Rumusan Masalah
1.    Apa yang dimaksud QC (Pengendalian Kualitas) ?
Pembahasan
Pengertian Kualitas
Dalam perusahaan manufaktur istilah kualitas diartikan sebagai faktor — faktor yang terdapat dalam suatu barang atau hasil yang menyebabkan barang atau hasil tersebut sesuai dengan tujuan untuk apa barang tersebut dimaksudkan dan untuk apa barang tersebut dibuat.
Untuk mengetahui definisi dari quality secara jelas, maka akan dikemukakan pendapat dari beberapa ahli, menurut Sofyan Assauri ( 1993 ; hlm 221 ) menyatakan : “Quality dapat diartikan sebagai suatu faktor-faktor yang terdapat dalam suatu barang atau hasil yang menyebabkan barang atau hasil tersebut sesuai dengan tujuan untuk apa barang atau hasil itu dimaksudkan atau dibutuhkan”.

Pengertian Kontrol
Setelah pengertian quality berikut ini dikemukakan tentang pengertian control yaitu usaha untuk mengetahui kondisi apakah dari kegiatan yang sedang dilakukan telah mencapai sasaran yang diperlukan dan apabila terjadi penyimpangan dimana terjadinya  penyimpangan itu  serta   bagaimana  tindakan  yang  digunakan untuk mengatasi penyimpangan tersebut.
Hal ini akan dikuatkan dengan pendapat beberapa ahli yaitu :
“Menurut Sofyan Assauri ( 1993 ; hlm 159 ) adalah : Pengawasan adalah kegiatan pemeriksaan dan pengendalian atas kegiatan yang telah dan sedang dilaksanakan agar kegiatan-kegiatan tersebut dapat sesuai dengan apa yang diharapkan atau direncanakan”.
Kesimpulan
Dari pendapat tersebut diatas dapat diartikan bahwa quality control merupakan aktivitas pemeriksaan daripada operasi-operasi yang telah dan sedang dikerjakan, maka disini akan dikemukakan atau diketahui dengan segera apakah hasil dari operasi-operasi tersebut sama atau tidak dengan standard yang telah ditentukan atau ditetapkan sebelumnya. Agar standart yang telah ditetapkan tersebut dapat tercapai, maka dalam pelaksanaannya mempunyai pengertian yang cukup luas, yang mana pemeriksaan tersebut dimulai sejak dirancang lalu diciptakan dengan penyediaan bahan-bahan dan penyediaan onderdil-onderdilnya, pembuatannya dimulai dari proses awal sampai proses akhir. Begitu pula setelah produk tersebut itu selesai, masih harus dilakukan pengawasan hingga produk tersebut samapi ditangan konsumen dalam kualitas yang baik sesuai dengan yang diharapkan.
Daftar Pustaka
Assauri, Sofyan. 1993. Manajemen Produksi dan Operasi Edisi Ketiga. Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta.