.

Tampilkan postingan dengan label @J33-TIYA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @J33-TIYA. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 April 2020

DESAIN YANG BERTANGGUNG JAWAB



DESAIN YANG BERTANGGUNG JAWAB
disusun oleh:Tiya Zidni A (J33-TIYA)



ABSTRAK
Gaya hidup masyarakat sangat mempengaruhi perkembangan desain. Bila melihat dari sejarah, perkembangan desain tidak terlepas dari gaya hidup masyarakatnya. Masyarakat modern dewasa ini adalah masyarakat konsumtif. Masyarakat yang terus menerus berkonsumsi. Namun konsumsi yang dilakukan bukan lagi hanya sekedar kegiatan yang berasal dari produksi. Konsumsi tidak lagi sekedar kegiatan pemenuhan kebutuhan-kebutuhan dasar dan fungsional manusia. Konsumsi telah menjadi budaya, budaya konsumsi. Sistem masyarakat pun telah berubah, dan yang ada kini adalah masyarakat konsumen, yang mana kebijakan dan aturan-aturan sosial masyarakat sangat dipengaruhi oleh kebijakan pasar.

PENDAHULUAN

Hari Bumi juga ditandai sebagai peristiwa dimana adanya kesadaran tinggi terhadap bahaya-bahaya yang ditimbulkan oleh kediktatoran teknologi.”Di dalam dunia desain, gerakan lingkungan hidup banyak memberikan inspirasi baru, misalnya mulai membuat desain yang ramah lingkungan. Dalam desain interior dan produk setiap pembahasan desain kini tidak bisa lepas dari pembahasan sisi ergonomi. Di Amerika perintis ergonomi adalah Henry Dreyfuss. Proses desain menggunakan pendekatan ergonomi terutama dalam desain interior dan desain produk menjadi penting karena Desainer dituntut harus lebih bertanggungjawab terhadap kepentingan dan kemudahan masyarakat pengguna desain yang diciptakan.

Desain yang memudahkan; murah dalam perawatan dan proses produksi, nyaman digunakan, tidak membahayakan pengguna. Efisiensi material.Menurut Victor Papanek adalah seorang desainer / arsitek yang peduli dengan kondisi lingkungan. Dalam bukunya “Design for the real world”,  ( 1973 ), Ia berpendapat :“Peran desainer sangat penting bagi industri modern dan oleh karenanya penting bagi desainer untuk memiliki moral dan rasa sosialisasi yang baik bagi produksi, konsumen, masyarakat, dan lingkungan.”

METODE ( Alat – Bahan – Proses )
Metode merupakan suatu hubungan / interaksi antara alat, bahan, dan proses. Penggunaan metode yang jujur dan terbaik adalah tidak membuat suatu bahan terlihat seperti bahan lain. Misal bahan kayu yang dicat seolah-olah merupakan bahan besi.
GUNA ( Alat – komunikasi – simbol )
Suatu desain yang baik harus mampu bekerja dengan baik dan berdaya guna serta mampu mencitrakan sesuatu dalam dirinya. Penggunaan materi / proses yang tidak tepat bisa membawa konsekuensi yang berat, misalnya penggunaan bahan plastik ( tak terurai alam ).
KEBUTUHAN ( Daya tahan – intensitas – susunan tujuan)
Desain harus dapat memenuhi kebutuhan utama manusia; tidak hanya menampilkan kesenangan dan kebutuhan semu yang sengaja diciptakan oleh produsen agar konsumen mau membeli padahal tidak terlalu membutuhkan barang tsb.
TELESIS ( Alam – Masyarakat – Bias Teknologi )
Telesis merupakan upaya bersama untuk memanfaatkan dan memadukan proses alam dan proses sosial di masyarakat untuk mencapai tujuan khusus.Tidak memperhatikan unsur telesis mengakibatkan kerancuan dalam desain dan aplikasinya.
ASOSIASI ( Keluarga dan lingkungan – pendidikan – upaya )
Memilih barang/desain dipengaruhi oleh asosiasi pikiran masa kecil atau pendidikan yang dipengaruhi lingkungan sekitar atau dipengaruhi budaya tertentu.
ESTETIKA ( Gestalt – persepsi – bakat eidetik dan biososial )
Sebuah desain yang baik walaupun sangat fungsional tetapi juga harus memenuhi selera keindahan dari penggunanya.

Tanggung jawab desainer:
-          Bertanggung jawab secara moral terhadap lingkungan dan masyarakat.
-          Membuat desain yang ramah lingkungan.
-          Berusaha membuat desain yang tidak komersial bagi masyarakat yang lemah secara ekonomi.
-          Memperhatikan batasan moral, biologis, dan habitat        ( lingkungan ).
-          Membuat desain yang bernilai spiritual ( ada kontribusi terhadap lingkungan dan masyarakat, memberikan kemudahan bagi user, membantu kelompok miskin, hemat energi, hemat sumber daya alam tak terbarukan ).

KESIMPULAN
Kita sebagai seorang desainer harus memikirkan kedepannya yang dimana apakah akan merusuk lingkungan atau tidak dan membuat sesuatu digunakan untuk jangka yang lama.Seorang desainer juga harus bisa mendaur ulang sesuatu yang tidak layak menjadi layak agar mengurangi kerusakan bumi dengan penumpukan barang yang tidak berguna.
DAFTARK PUSTAKA
Amir Piliang, Yasraf. Dia yang dilipat : Tamasya Melampaui Batas-Batas Kebudayaan. 2004. Bandung : Jalasutra

Baudrillard, Jean P. diterjemahkan oleh Wahyunto. Masyarakat Konsumsi. 2004. Yogayakarta: Kreasi Wacana

Feathersone, Mike. Consumer Culture and Posmodernism. 1992. London : Sage Publications

Kumpulan Penulis: Editor Idi Subandi Ibrahim. Lifestyle Ecstasy: Kebudayaan Pop dalam Masyarakat Komoditas Indonesia. 1997. Bandung: Jalasutra

Stearns, Peter N. Consumerism in World History: The Global Transformation of Desire. 2003. New York. Routledge

http://www.ubishops.ca/baudrillardstudies/vol2_2/norris.htm

http://www.transparencynow.com/advertise.htm

Jurnal Dimensi Interior Vol 2, No. 2 Desember 2004, Laksmi Kusuma Wardani, Desain Mebel dalam Pendidikan Seni dan Desain

Kamis, 26 Maret 2020

FISIKA BANGUNAN SISTEM PENGCAHAYAAN ALAMI





FISIKA BANGUNAN
SISTEM PENGCAHAYAAN ALAMI
(Oleh: Tiya Zidni A J33-TIYA)

Sistem pencahayaan dalam ruang dapat dibagi menjadi dua bagian besar berdasarkan sumber energi yang digunakan, yaitu sistem pencahayaan alami dan sistem pencahayaan buatan. Kedua sistem ini memiliki karakteristik yang berbeda, dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
Pencahayaan alami adalah sumber pencahayaan yang berasal dari sinar matahari. Sinar alami mempunyai banyak keuntungan, selain menghemat energi listrik juga dapat membunuh kuman. Untuk mendapatkan pencahayaan alami pada suatu ruang diperlukan jendela-jendela yang besar ataupun dinding kaca sekurang-kurangnya 1/6 daripada luas lantai.
Sumber pencahayaan alami kadang dirasa kurang efektif dibanding dengan penggunaan pencahayaan buatan, selain karena intensitas cahaya yang tidak tetap, sumber alami menghasilkan panas terutama saat siang hari. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan agar penggunaan sinar alami mendapat keuntungan, yaitu:
·         Variasi intensitas cahaya matahari.
·         Distribusi dari terangnya cahaya.
·         Efek dari lokasi, pemantulan cahaya.
·         Letak geografis dan kegunaan bangunan gedung.
Pencahayaan alami dalam sebuah bangunan akan mengurangi penggunaan cahaya buatan, sehingga dapat menghemat konsumsi energi dan mengurangi tingkat polusi. Tujuan digunakannya pencahayaan alami yaitu untuk menghasilkan cahaya berkualitas yang efisien serta meminimalkan silau dan berlebihnya rasio tingkat terang. Selain itu cahaya alami dalam sebuah bangunan juga dapat memberikan suasana yang lebih menyenangkan dan membawa efek positif lainnya dalam psikologi manusi.Agar dapat menggunakan cahaya alami secara efektif, perlu dikenali ke beberapa sumber cahaya utama yang dapat dimanfaatkan :

·         Sunlight, cahaya matahari langsung dan tingkat cahayanya tinggi.
·         Daylight, cahaya matahari yang sudah tersebar dilangit dan tingkat cahayanya rendah.
·         Reflected light, cahaya matahari yang sudah dipantulkan.
·          
Berikut ini adalah lima strategi dalam merancang untuk pencahayaan matahari efektif
·         Naungan (shade), naungi bukan pada bangunan untuk mencegah silau (glare) dan panas yang berlebihan karena terkena cahaya langsung.
·         Pengalihan (redirect), alihkan dan arahkan cahaya matahari ketempat-tempat yang diperlukan. Pembagian cahaya yang cukup dan sesuai dengan kebutuhan adalah inti dari pencahayaan yang baik.
·         Pengendalian (control), kendalikan jumlah cahaya yang masuk kedalam runag sesuai dengan kebutuhan dan pada waktu yang diinginkan. Jangan terlalu banyak memasukkan cahaya ke dalam ruang, terkecuali jika kondisi untuk visual tidaklah penting atau ruangan tersebut memang membutuhkan kelebihan suhu dan cahaya tersebut (contoh : rumah kaca).
·         Efisiensi, gunakan cahaya secara efisien, denag membentuk ruang dalam sedemikian rupa sehingga terintegrasi dengan pencahayaan dan menggunakan material yang dapat disalurkan dengan lebih baik dan dapat mengurangi jumlah cahaya masuk yang diperlukan.
·         Intefrasi, integrasikan bentuk pencahayaan dengan arsitektur bangunan tersebut. Karena jika bukan untuk masuk cahaya matahari tidak mengisi sebuah peranan dalam arsitektur bangunan tersebut, nukan itu cenderung akan ditutupi dengan tirai atau penutup lainnya dan akan kehilangan fungsinya.



PENGUDARAAN ALAMI RUMAH TINGGAL

Prinsip dasar dari metode pengudaraan alami adalah dengan menerapkan cross ventilation di dalam ruang. Metode ini telah dianggap cukup mampu memberi ruang bagi udara untuk terus berganti. Dengan memperhatikan pergerakan udara di luar ruangan. Cross ventilation memberikan bukaan-bukaan seperti pintu, jendela, maupun ventilasi tradisional seperti krapyak dimana udara dapat masuk ke dalam rumah. Kemudian, udara yang terus bergerak haruslah memiliki arah masuk dan keluar sesuai pergerakan udara di dalam lahan rumah. Penempatan bukaan yang tepat dapat memberikan jalur untuk angin dapat memasuki ruangan dan kemudian keluar lagi membawa udara dari dalam rumah, sehingga ruangan di dalam rumah dapat ´bernafas´ melalui pertukaran udara tersebut.
Sistem pengudaraan buatan telah berkembang dengan banyak variasi pada jenis maupun sistem pengudaraan yang diterapkan. Namun bedanya, biasanya pada sistem pengudaraan buatan, udara yang berputar tidak selalu harus bertukar dengan ruang luar yang ada di sekitar ruangan tersebut, namun metode yang digunakan tetap sama, yaitu menciptakan pergerakan udara di dalam ruangan, sehingga udara dapat terus berputar dan berganti. Sebut saja kipas angin dan exhaust fan, yang mendorong udara keluar ruangan sehingga udara yang baru dapat masuk ke dalam ruangan melalui bukaan lainnya.

Biasanya exhaust fan pada rumah terdapat pada ruangan yang spesifik dan sensitif terhadap pengudaraan, seperti ruang dapur dan kamar mandi. Pada perkembangannya, sistem pengudaraan buatan  saat ini dapat juga digunakan untuk mengatur suhu serta kelembapan dalam sebuah ruangan, yaitu dengan menggunakan pengkondisi udara / AC. Pemanfaatan AC pada rumah tinggal saat ini sudah banyak menjadi pilihan pada rumah tinggal di Indonesia, namun, ada baiknya apabila sistem pengudaraan alami tetap menjadi dominan pada rumah, sehingga penggunaan AC maupun rekayasa pengudaraan lainnya dapat diminimalisir, sehingga juga menghemat penggunaan listrik.

Penggunaan sistem pengudaraan alami maupun buatan, keduanya bersama-sama bertujuan untuk menciptakan sirkulasi udara di dalam rumah, sebagaimana layaknya sebuah hunian yang sehat dan nyaman haruslah memiliki sistem pengudaraan yang baik. Dipadukan dengan kualitas spasial arsitektur bangunan, keberhasilan sistem pengudaraan di dalam rumah tentu dapat menciptakan ruang dalam rumah yang nyaman, sehat, serta dapat menunjang aktivitas dan standar kenyamanan penghuni rumah tersebut. 

PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA DALAM PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DI ERA GLOBALISASI






PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA DALAM PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DI ERA GLOBALISASI
Oleh: Tiya Zidni A J33-TIYA)

Image result for bahasa indonesia adalah

ABSTRAK

Berbahasa sangat erat kaitannya dengan budaya sebuah generasi. Kalau generasi negeri ini kian tenggelam dalam pudarnya Bahasa Indonesia yang lebih dalam, mungkin bahasa Indonesia akan semakin sempoyongan dalam memanggul bebannya sebagai bahasa nasional dan identitas bangsa. Dalam kondisi demikian, diperlukan pembinaan dan pemupukan sejak dini kepada generasi muda agar mereka tidak mengikuti pembusukan itu. Pengaruh arus globalisasi dalam identitas bangsa tercermin pada perilaku masyarakat yang mulai meninggalkan bahasa Indonesia dan terbiasa menggunakan bahasa gaul. Saat ini jelas di masyarakat sudah banyak adanya penggunaan bahasa gaul dan hal ini diperparah lagi dengan generasi muda Indonesia juga tidak terlepas dari pemakaian bahasa gaul. Bahkan, generasi muda inilah yang paling banyak menggunakan dan menciptakan bahasa gaul di masyarakat. Fenomena lainnya adalah bahasa alay yang kerap digunakan dalam media sosial maupun percakapan sehari-hari. Pergeseran struktur kata yang terjadi di masa sekarang dan dilakukan oleh banyak kalangan membentuk munculnya kosakata baru yang meminggirkan keformalan dalam berbahasa.

PENDAHULUAN

Bahasa merupakan alat komunikasi yang umum dalam masyarakat. Bahasa diucapkan dan didengar, bukan ditulis dan dibaca. Disamping tetap ada yang diucapkan dan didengarkan. Seseorang yang memiliki kemampuan berbicara akan lebih mudah dalam menyampaikan ide atau gagasan kepada orang lain, keberhasilan mengunakan ide itu sehingga dapat diterima oleh orang yang mendengarkan atau yang diajak berbicara. Pemahaman bahasa sebagai fungsi sosial menjadi hal pokok manusia untuk mengadakan interaksi sosial dengan sesamanya.Bahasa bersifat arbitrer. Oleh karena itu, bahasa sangat terkait dengan budaya dan sosial ekonomi suatu masyarakat penggunanya. Hal ini memungkinkan adanya diferensiasi kosakata antara satu daerah dengan daerah yang lain.Perkembangan bahasa tergantung pada pemakainya. Bahasa terikat secara sosial,dikontruksi, dan direkonstruksi dalam kondisi sosial tertentu daripada tertata menurut hukum yang diatur secara ilmiah dan universal. Oleh karena itu, bahasa dapat dikatakan sebagai keinginan sosial (Kompas.com: 2006).

PERMASALAHAN
Permasalahan yang akan dibahas yaitu apakah  bahasa   Indonesia   jadi sederet akar kata benda dan kata kerja bahasa   Inggris   yang   dirangkaisesamanya dengan kata depan dan katahubung bahasa Indonesia.

PEMBAHASAN
Perkembangan Bahasa Indonesia Kurniawan   (2012:   8)   mengatakanbahwa sebagai alat integrasi bangsa, adabeberapa sifat potensial yang dimilikibahasa Indonesia: (1) bahasa Indonesiatelah   terbukti   dapat   mempersatukanbangsa Indonesia yang multicultural, (2)bahasa   Indonesia   bersifat   demokratisdan   egaliter,   (3)   bahasa   indonesiabersifat   terbuka/transparan,   dan   (4)bahasa   Indonesia   sudah   mulaimengglobal. Pertama,   sejak   zaman   perjuangankemerdekaan, bahasa Indonesia selalutampil memainkan perannnya dan telahberhasil     membangkitkan     sertamenggalang   semangat   kebangsaan(nasionalisme)     atau     semangatperjuangan dalam mengantarkan rakyatIndonesia   ke   depan   pintu   gerbangkemerdekaan Indonesia. Kedua, bahasaIndonesia   sebagai   bahasa   persatuanmaupun   sebagai   bahasa   negara   telahberperan   dan   berfungsi  secara  efektifsebagai sarana komunikasi perjuangandan   pembangunan   bangsa   Indonesia.Ketiga,   bahasa   Indonesia   bersifatterbuka   (transparan).   Artinya,   bahasaIndonesia   dapat   beradaptasi   denganbahasa-bahasa   lain   dan   mudahmenerima     unsur-unsur     fonologi,morfologi,   dan   unsur   semantik.Keempat, bahasa Indonesia sudah mulaimengglobal,   dewasa   ini   bahasaIndonesia merupakan salah satu bahasaasing yang popular dan digemari olehbangsa lain. Bahasa asing yang dominan dipakaidi   negara   Indonesia   adalah   bahasaInggris.     Kecenderungan     untukmenggunakan   kata   Inggris,   yangsebetulnya   ada   padanannya   dalambahasa   Indonesia,   menunjukkan   tandasemakin     meningkat     ketimbangsebaliknya.   Orang   jadi   bertanya-tanyatidakkah   nanti   bahasa   Indonesia   jadisederet akar kata benda dan kata kerja bahasa   Inggris   yang   dirangkaisesamanya dengan kata depan dan katahubung bahasa Indonesia. Namun, adakemungkinan   bahwa   bentuk   bahasaIndonesia biasa jika berbicara dengangolongan bawah. Jika hal  ini  sampaiterjadi, salah satu alasan utama untukmemilih   bahasa   Indonesia   sebagaibahasa   nasional,   sampai   mengalahkanbahasa Jawa yang banyak penuturnya,telah dikesampingkan. Jika dibandingkan keadaan 50tahun   yang   lampau   dengan   keadaansekarang,   maka   akan   terlihat   bahwakehidupan   masyarakat    Indonesiasekarang   sudah   semakin   modern.Kemajuan yang dicapai selama kurunwaktu 50 tahun terjadi hamper di semuabidang   kehidupan   seperti   ekonomi,perdagangan,     politik,     IPTEK,komunikasi,   transportasi.   Perubahan atau perkembangan terjadi karena kitasemakin erat dengan bangsa-bangsa lain.Kata-kata yang sangat popular dewasaini   untuk   menggambarkan   hubunganantarbangsa dan keadaan dunia dewasaini   ialah   kata   interdependensi   danglobalisasi. Perubahan dalam kehidupandan budaya Indonesia ini terjadi tidakhanya karena kita terpaksa menerimaapa yang disodorkan dari luar kepadakita,   tetapi   juga   karena   kita   dengansengaja   mengambil   pengetahuan   danunsur-unsur   budaya   asing   demikelanjutan eksistensi kita sebagai bangsadan demi perkembangan budaya kita. Sampai   pada   tahun   1990-anpenggunaan   bahasa   asing,   khususnyabahasa inggris sangat menonjol di dalambeberapa bentuk peristilahan. Perusahanperumahan merupakan salah satu bidangusaha perdagangan dan jasa yang sangatbanyak   menggunakan   istilah-istilahbahasa Inggris untuk hasil atau pun jasayang   ditawarkannya.   

·         Fenomena     Negatif     BahasaIndonesia         di         Tengah MasyarakatMuslich   (2010:38-40)   mengatakanbahwa   bangsa   Indonesia,   sebagaipemakai bahasa Indonesia, seharusnyabangga menggunakan bahasa Indonesiasebagai alat komunikasi. Dengan bahasaIndonesia, mereka bisa menyampaikanperasaan   dan   pikirannya   dengansempurna   dan   lengkap   kepada   oranglain.   Mereka   semestinya   banggaberbahasa Indonesia belum lagi tertanampada   setiap   orang   Indonesia.   Rasamenghargai bahasa asing (dahulu bahasaBelanda, sekarang bahasa Inggris) masihterus   menampak   pada  sebagian  besarbangsa Indonesia. Mereka menganggapbahwa   bahasa   asing   lebih   tinggiderajatnya   daripada   bahasa   Indonesia.Bahkan,   mereka   tidak   mau   tahuperkembangan bahasa Indonesia. Fenomena   negatif   yang   masihterjadi   di   tengah-tengah   masyarakatIndonesia antara lain sebagai berikut.Pertama,    Banyak   orang   Indonesiamemperlihatkan     dengan     banggakemahirannya   menggunakan   bahasaInggris   walaupun   mereka   tidakmenguasai   bahasa   Indonesia   denganbaik. Kedua, Banyak orang Indonesia merasamalu apabila tidak menguasai  bahasaasing   (Inggris)   tetapi   tidak   pernah
merasa malu dan kurang apabila tidakmenguasai bahasa Indonesia. Ketiga,   Banyak   orang   Indonesiamenganggap   remeh   bahasa   Indonesiadan tidak mau mempelajarinya karenamerasa dirinya telah menguasai bahasaIndonesia dengan baik. Keempat,  Banyak   orang   Indonesiamerasa   dirinya   lebih   pandai   daripadayang lain karena telah menguasai bahasaasing (Inggris) dengan fasih, walaupunpenguasaan bahasa Indonesianya kurangsempurna.

·         Fenomena  Penggunaan Bahasa     Indonesia     di     EraGlobalisasi Sikap   pemakaian   bahasaIndonesia yang negatif dan tidak baikakan   menimbulkan   kesalahan   dalamberbahasa.   Hal   itu   akan   berdampaknegatif pula pada perkembangan bahasaIndonesia.   Sebagai   pemakai   bahasaIndonesia menjadi pesimis, menganggaprendah, dan tidak percaya kemampuanbahasa Indonesia dalam mengungkapkanpikiran   dan   perasaannya   denganlengkap,   jelas,   dan   sempurna.   Akibatlanjut   yang   timbul   dari   kenyataan-kenyataan tersebut antara lain sebagaiberikut. Pertama, Banyak orang Indonesia lebihsuka   menggunakan   kata-kata,   istilah-istilah,   dan   ungkapan-ungkapan   itusudah   ada   padanannya   dalam   bahasaIndonesia, bahkan sudah umum dipakaidalam bahasa Indonesia. Misalnya, page,background, reality, alternative, airport,masing-masing untuk “halaman”, “latarbelakang”,             “kenyataan”,“(kemungkinan) pilihan”, dan “lapanganterbang” atau “bandara”.Kedua,   Banyak   orang   Indonesiamenghargai   bahasa   asing   secaraberlebihan sehingga ditemukan kata danistilah asing yang “amat asing”, “terlaluasing”, atau “hiper asing”. Hal ini terjadikarena   salah   pengertian   dalam menerapkan   kata-kata   asing   tersebut,misalnya  rokh,   insyaf,   fihak,   fatsal,syarat(muatan),     dianggap     (syah).Padahal, kata-kata itu cukup diucapkandan ditulis roh, insaf, pihak, pasal, sarat(muatan), dan dianggap (sah).Ketiga, Banyak orang Indonesia belajardan menguasai bahasa asing dengan baiktetapi menguasai bahasa Indonesia apaadanya.   Terkait   dengan   itu,   banyakorang   Indonesia   yang   mempunyaibermacam-macam kamus bahasa asingtetapi tidak mempunyai satu pun kamusbahasa Indonesia. Seolah-seolah seluruhkosakata   bahasa   Indonesia   telahdikuasainya   dengan   baik.   Akibatnya,kalau mereka kesulitan menjelaskan ataumenerapkan kata-kata yang sesuai dalambahasa Indonesia, mereka akan mencarijalan pintas dengan cara sederhana danmudah. Misalnya, penggunaan kata yangmana     yang     kurang     tepat,pencampuradukkan   penggunaan   katatidak dan bukan, pemakaian kara gantisaya, kami, kita yang tidak jelas. Sekadar   sebagai   contoh,   kitamelihat luasnya pemakaian kata seperti‘waktu mana’, ‘yang mana’, ‘di mana’,dan kata ganti lain semacam itu. Gejalaini   terdengar   dan   terlihat   di   banyakkesempatan   berbicara   dan   menulis.Mereka   meniru   bentuk   bahasa   asinguntuk mengungkapkan pikiran merekadi   dalam   bahasa   Indonesia,   padahalbanyak sekali di antara mereka yangtidak mampu berbahasa asing. Seringtimbul pemikiran di kalangan peminatbahasa   untuk   mencari   sebab   darikekeliruan   semacam   itu.   Mengapamereka tidak menggunakan saja bentukbahasa Indonesia untuk mengungkapkanpikiran   mereka   di   dalam   bahasaIndonesia.

KESIMPULAN
Kenyataan-kenyataan   yang   telahdijelaskan di atas adalah fenomena nyatayang terjadi dalam penggunaan bahasaIndonesia dan bahasa Inggris. Hadirnyabahasa   Inggris   ternyata   memberikanpengaruh   yang   cukup   besar   terhadapbahasa   Indonesia.   Banyak   orangIndonesia   yang   masih   menganggapbahasa Inggris harus lebih diutamakanpemakaiannya. Bahasa Inggris dianggaplebih   kekinian   daripada   bahasaIndonesia. Arus   globalisasi   itu   telahmenimbulkan   pengubah   sosial   yangdalam waktu yang akan datang dapatmenjelma dalam perilaku sosial, baik perilaku   sosial   bermasalah   maupunperilaku sosial yang positif. Kenyataanmemang   selalu   digebyarkan   akanhadirnya persaingan global. Berdasarkan   hal   tersebut   perludiadakannya   perbaikan   dari   dalammaupun   dari   luar.   Jika   tidak   dapatmengakibatkan         terhambatnyaperkembangan   bahasa   Indonesia   itusendiri. Sebagai warga negara Indonesiayang baik, seharusnya mampu menjagakeutuhan   bahasa   Indonesia.   BahasaIndonesia     harus     dibina     dandikembangkan   dengan   baik   karenabahasa merupakan jati diri suatu bangsa


DAFTARPUSTAKA