.

Tampilkan postingan dengan label Tugas TCT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas TCT. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 Oktober 2016

Resensi Buku : Pengantar Teknik Industri

Oleh : Dini Syarah


1.) Identitas Buku

Judul Buku         : Pengantar Teknik Industri
Penulis               : Sukaria Sinulingga
Penerbit             : Graha Ilmu
Cetakan             : I (Pertama)
Tahun Terbit       : 2008
Jumlah Halaman : xii + 368 halaman
No. ISBN         : 978-979-756-293-9

Sabtu, 15 Oktober 2016

Resensi Buku "Pengantar Teknik Industry by Sukaria Sinulingga"


Judul buku : Pengantar Teknik Industri
Penulis :Sukaria Sinulingga
Penerbit : Graha Ilmu
Cetakan : I (pertama)
Tahun terbit : 2008
Jumlah halaman : xi + 365

Buku Pengantar Teknik Industri ini ditulis dengan maksud agar dapat dijadikan referensi pelengkap bagi para pembaca

Jumat, 14 Oktober 2016

RESENSI BUKU

Disiplin Teknik Industri

1.     Judul buku                                :  Pengantar Teknik Industri
2.     Nama pengarang                       : Hari Purnomo
3.     Cetakan dan waktu terbit          : ISBN: 979-3289-71-6
                                                              Edisi Kedua, tahun 2004
4.     Nama penerbit                           : GRAHA ILMU
5.     Tebal buku (jumlah halaman)   : xii + 376 Halaman



SINOPSIS /RINGKASAN BUKU

Proses pembuatan produk dengan ketelitian yang tinggi terhadap standar akan dapat mengurangi tingkat kerusakan produk dan yang berdampak pada penurunan biaya. Ini berhubungan langsung dengan tingkat kepuasan konsumen jika produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang tinggi dengan harga yang kompetitif. Hadirnya pakar kualitas W. Edward Deming di Jepang pada tahun 1950 membuat para insinyur dan para ilmuwan jepang bersemangat dalam membangun system kualitas. Perusahaan kelas dunia kemudian mempelajari apa yang telah diraih oleh perusahaan Jepang dalam mengembangkan konsep kualitas salah satunya yang lebih dikenal dengan Total Quality Management (TQM).

Total Quality Management (TQM) mencakup perpaduan semua fungsi perusahaan yang dibangun berdasarkan konsep kualitas, teamwork, produktivitas, dan pengertian serta kepuasan pelanggan. Landasan dari TQM adalah statistical proses control yang diperkenalkan oleh Edward Deming dan Joseph Juran yang bertujuan untuk membantu memulihkan industry Jepang setelah perang dunia ke II. Model yang dikembangkan Antara lain manajemen manufaktur, yang mengalami evolusi serta diversifikasi untuk aplikasi di bidan manufaktur, industry jasa, kesehatan juga bidang pedidikan. Perkembangan TQM tak lepas dari kontribusi bidang manejemen dan efektivitas organisasi dalam membangun TQM yang disebut Akar TQM.

Dalam Bab ini juga menjelaskan bagaimana manfaat, prinsip dan unsur apa saja yang ada di dalam TQM, serta faktor penghambat TQM. Tak hanya itu konsep mengenai pelanggan yang meliputi kepuasan pelanggan, dan identifikasi kebutuhan pelanggan dijelaskan juga dalam buku ini.

ULASAN KELEBIHAN & KEKURANGAN BUKU

Kelebihan Buku :

Buku ini cukup membantu untuk mahasiswa semester awal teknik industry sebagai referensi dalam disiplin teknik industri. Bahasa yang digunakan dalam buku ini juga cukup mudah dipahami bagi para mahasiswa. Isi dari buku ini juga saling berkaitan satu sama lain sehingga para pembaca dapat memahami garis besar dari buku ini. Dalam buku ini juga dilengkapi oleh berbagai tabel, diagram, peta proses, gambar ilustrasi, serta rumus-rumus dan contoh soal yang dapat membantu proses perhitungan.

Kekurangan Buku :

Yang disayangkan dalam buku ini adalah riwayat dari sang penulis tidak disertakan dalam buku ini, sehingga pembaca tidak dapat mengetahui latar belakang dari sang penulis tersebut, Buku-buku apa saja yang telah dibuat oleh penulis, Serta penghargaan apa saja yang diperoleh penulis dalam karya tulisnya. Cover dari buku ini kurang begitu menarik bagi pembaca.

Terlepas dari ketidaksempuranaan buku ini, bahwa buku pengantar teknik industri dapat membantu serta para pembaca memahami apa saja yang terdapat dalam teknik industri, sehingga dapat menambah wawasan bagi para mahasiswa khususnya jurusan Teknik Industri.



           
             





RESENSI BUKU




RESENSI BUKU

o   JUDUL RESENSI : SISTEM INDUSTRI

o   IDENTITAS BUKU

§  JUDUL BUKU : SIMULASI SISTEM INDUSTRI
§  NAMA PEGARANG : MIFTAKOL ARIFIN
§  CETAKAN & WAKTU TERBIT : CETAKAN PERTAMA, 2009
§  NAMA PENERBIT :
GRAHA ILMU, CANDI GERBANG ILMU PERMAI BLOK R/6
ISBN : 978-979-756-455-1
§  TEBAL BUKU :  240 Halaman

o   RIWAYAT KEPEGARANGAN

Miftahol Arifin, lahir di sumenep, 20 juli 1972.
Lulus dari Fakultas Teknologi Industri IST “AKPRIND” Yogyakarta Jurusan Teknik Industri (1991), dan menyelesaikan Magister Teknik Industri di ITS Surabaya. Kegemarannya menulis sudah digeluti sejak di bangku SMA. Panggilan jiwanya untuk menjadi pendidik, mengantarkannya pada tahun 1997- sekarang menjadi dosen di Jurusan Teknik Industri UPN “Veteran” Yogyakarta. Kesibukannya sebagai pimpinan jurusan sejak tahun 2002, tidak menyurutkan minatnya terhadap penelitian, tulis menulis surat. Sudah banyak paper penelitian dihasilkan dan dipublikasikan dalam jurnal terakreditasi, seminar nasional, internasional conference dan international journal. Diluar itu, sebagai redaktur jurnal optimasi sistem industri, sekretaris pusat badan koordinasi penyelenggaraan pendidikan tinggi teknik industri seluruh indonesia (BKSTI) periode 2002-2005, pengurus forum komunikasi teknik industri yogyakarta, konsulat di berbagai perusahaan dan UKM adalah bagian dari kesibukan yang harus dijalaninya. Penelitian penelitian yang dihasilkan lebih banyak pada bidang optimasi sistem, simulasi sistem dan modeling system.

o   SINOPSIS /RINGKASAN BUKU
Salah satu pemodelan yang berkembang dan sering digunakan diberbagai bidang adalah simulasi. Simulasi dapat diaplikasikan secara luas dan tidak terbatas oleh siapapun yang memiliki kemampuan untuk melakukannya. Simulasi bukan masalah optimasi, tetapi merupakan estimasi dari hasil yang didapat. Apabila secara analisis pemasalahan sulit didapat maka simulasi diperlukan untuk menyelesaikan masalah tesebut.

o   ULASAN KELEBIHAN & KEKURANGAN BUKU
Kelebihan Buku :
1.      Memberikan gambaran yang jelas megenai sistem simulasi yang ada di industri.
2.      Materi yang terdapat di dalam buku sangat aplikatif
3.      Adanya penjelasan yang , medalam dari setiap simulasi.
4.      Sampul yang cukup menarik
5.      Kualitas cetakan dan kertas yang baik
Kekurangan Buku :
1.      Sama seperti buku buku simulasi sejenis, sulit memahami secara mendalam materi yang disampaikan.

Terlepas dari barbagai ketidaksempurnaannya, harus diakui bahwa buku ini merupakan karya yang menarik, perlu diberikan apresiasi yang mendalam bagi pengaranang karena telah menulis buku ini. Semoga buku ini mampu memberikan inspirasi bagi setiap pembaca.



Rabu, 12 Oktober 2016

Review Jurnal : Pentingnya Mengatur Tataletak Fasilitas Pabrik

A. Judul Penelitian : Perancangan Ulang Tataletak Fasilitas Produksi Dengan Menerapkan  Algoritma  BLOCPLAN dan Algoritma CORELAP Pada PT. XYZ


B. Nama Penulis  : Renata Maywanto S., Danci Sukatendel, Ukurta Tarigan – Dept. Teknik Industri,   Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara

Mengenal Six Sigma


Apa itu six sigma ?

Six sigma bersala dari 2 kata, yaitu six yang berarti 6 dan sigma yang merupakan simbol standart deviasi dalam hal ini sigma yang di maksud adalah defect per million opportunity (DPMO). Jadi secara sederhana six sigma dapat di artikan sebagai suatu proses yang mempunyai kemungkinan cacat sebanayak 3,4 buah dalam sejuta kemungkinan.

Six sigma merupakan alat untuk memperbaiki kualitas produk dengan mereduksi tingkat kecacatan produk melalui 5 tahapan yaitu: define, measure, analyze, improvement dan control  (Ratnaningtyas, Surendro,2013).

Menurut penjelasan Ratnaningtyas dan Surendro di atas maka upaya peerbaikan kualitas dengan metode six sigma ini melalui 5 tahapan yaitu:
  • define (identifikasi masalah).
  • measure (pengukuran performa kualitas)
  • analyze (melakukan analisa terhadap penyebab kecacatan)
  • improvement (malakukan usaha perbaikan untuk meningkatkan kualitas)
  • control/ pengendalian.

Adapun tools yang di guanakan pada metode six sigma adalah CTQ pada tahap define, digram pareto pada tahap measure, diagram fishbone pada analyze, konsep bertanya 5W,1H pada improvemenet dan evaluasi dan pembuatan standarisasi pada tahap control.

Keuntungan dari penerapan six sigma berbeda untuk tiap oerusahaan yang bersangkutan, tergantung pada usaha yang di jalankanya. Biasanya six sigma membawa perbaikan pada hal-hal berikut (Pande, Peter. 2000)
  • pengurangan biaya
  • perbaikan produktivitas
  • pengurangan cacat



Sumber:
buku pengendalian kualitas aplikasi pada industri jasa dan manufaktur dengan lean six sigma dan servqual.
Jurnal Analisis Six Sigma untuk Mengurangi Jumlah Cacat di Stasiun Kerja Sablon
(Studi Kasus: CV. Miracle)
qualityengineering.wordpress.com
okasatria.blogspot.co.id
sixsigmaindonesia.com

Review Jurnal



Judul                         : Analisis Six Sigma untuk Mengurangi Jumlah Cacat di Stasiun Kerja Sablon                                         (Studi Kasus: CV. Miracle)

Penulis                      : IBRAHIM GHIFFARI, AMBAR HARSONO, ABU BAKAR. Jurusan Teknik                                      Industri Itenas Bandung

Nama jurnal             : Analisis Six Sigma untuk Mengurangi Jumlah Cacat di Stasiun Kerja Sablon                                        (Studi Kasus: CV. Miracle)
                                     Reka Integra – ISSN: 2338-5081 Jurusan Teknik Industri Itenas| No.1| Vol. 1
                                     Jurnal Online Institut teknologi Nasional Juni 2013.
http://download.portalgaruda.org/article.php?article=57417&val=4288&title=Analisis%20Six%20Sigma%20untuk%20Mengurangi%20Jumlah%20Cacat%20di%20Stasiun%20Kerja%20Sablon%20%20%28Studi%20Kasus:%20CV.%20Miracle%29

Latar belakang masalah: CV. Miracle kurang memperhatikan kualitas produk. Terutama untuk kualitas proses penyablonan. Pengendalian kualitas proses sablon hanya didasarkan pada spesifikasi berupa bentuk gambar. Sedangkan kualitas gambar dan warna hasil penyablonan pada mika tidak begitu diperhatikan.

Masalah                      : Bagaimana meningkatkan kualitas hasil sablon dari CV. Miracle ?

Tujuan penelitian     : Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah menerapkan metode Six Sigma dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas hasil sablon di CV. Miracle

Metode                       : 1. Identifikasi Metode Perbaikan Kualitas.
2. Define Identifikasi Proses produksi, Stasiunkerja kritis, jumlah cacat dan jenis cacat
3. Measure Menentukan Critical to Quality, Menghitung nilai Sigma dan Nilai DPMO, Analisa Kapabilitas Proses Saat Ini danPenentuan Jenis Prioritas Cacat
4. Analyze Identifikasi Sumber Penyebab Cacat
5. Improve Penentuan Prioritas Perbaikan cacat dan Rancangan Usulan Tindakan Perbaikan
6. Control Analisa Peningkatan Kualitas
7. Kesimpulan Dan Saran

Hasil penelitian         : Hasil penelitian jurnal ini adalah
1. Penerapan metode Six Sigma mampu mengurangi nilai DPMO. Sebelum penerapan nilai DPMo adalah 590743. Setelah penerapan mejadi 290.741. Nilai sigma sebelum penerapan adalah 1,3 dan berubah menjadi 2,05 setelah penerapan
2. Selain itu penerapan metode Six Sigma mampu mengurangi biaya akibat kualitas rendah sebesar Rp. 205.042,-.
3. Berdasarkan proses perbaikan pada proses penjemuran diperoleh waktu penjemuran yang menghasilkan cacat dengan jumlah rendah yaitu 2 menit dengan 15 lembar.

Review                    : Menurut saya jurnal ini sudah baik, mudah di pahami. Apalagi pada metode dan pengolahan datanya sudah sangat baik karena urutan prosesnya di jelaskan secara detail. Namun kekurangan yang terlalu menonjol pada jurnal ini adalah kepustakaanya yang tidak ada. Meski begitu jurnal ini masih cukup layak untuk di jadikan bhan bacaan ataupun sebagai refrensi ketika menyusun Tugas Akhir dengan judul tentang Six Sigma.  

Abstrak             : CV. Miracle merupakan perusahaan yang bergerak di bidang konveksi. Perusahaan ini mempunyai dua buah stasiun kerja yaitu stasiun kerja sablon dan stasiun kerja jahit. Stasiun kerja sablon merupakan stasiun kerja kritis, karena menghasilkan cacat paling banyak. Jumlah cacat paling banyak terdiri dari cacat warna leber dan cacat terkelupas. Sebelum perbaikan diperoleh nilai sigma sebesar 1,3 sigma dan nilai DPMO 595.370. Biaya yang harus dikeluarkan untuk cacat dari stasiun kerja ini sebesar Rp. 417.920. Berdasarkan cause-effect diagram di peroleh keterangan bahwa metode sablon dan manusia sebagai operator merupakan aspek yang harus di perbaiki. Berdasarkan Failure Mode Effect Analysis diperoleh bahwa cacat sablon bersumber dari metode penjemuran yang tidak sempurna dan penggunaan tinner yang tidak tepat. Perbaikan cacat penjemuran dilakukan dengan perancangan eksperimen. Perbaikan proses sablon dilakukan dengan merancang standar operational procedure. Proses perbaikan menghasilkan nilai sigma yang meningkat sebesar 2,05 dan DPMO menurun sebesar 290.741. Cost of Poor Quality akibat cacat pada stasiun kerja ini menurun sebesar Rp. 205.042,-.


Kata Kunci: Six Sigma, Sigma level, DPMO, Cost of Poor Quality, Standard Operational Procedure
Daftar pustaka                       :
1. Atmoko, T. (2012). Standar Operasional Prosedur (SOP) Dan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah . [Online]. [13 Juni 2012].
2. Manggala, D. (2005). Six Sigma Sederhana. [Online] .Tersedia : www. yahoo.com/ d_manggala@yahoo.com .[10 Maret 2012].
3. Gazpersz, V. (2002). Pedoman Implementasi Program Six Sigma Terintegrasi dengan ISO 9001:2000, MBNQA dan HACCP, Penerbit Jakarta. : PT. Gramedia Pustaka Utama
4. Isma, P. B. (2012). Penerapan Metode Six Sigma Untuk Menurunkan Kecacatan Produk Frypan Di CV Corning Sidoarjo. [Online]. Tersedia : boyismaputra@yahoo.com. [10 Maret 2012].
5. Pande, P., Neuman, R. P,. dan Cavanagh, R. R. (2000). The Six Sigma Way: Bagaimana GE dan Motorola Mengasah Kinerja Mereka, Edisi ke-II, Dwi Prabantini, Yogyakarta : Penerbit ANDI
6. Restiyanto dan Dumaditri. (2009). Pengendalian Kualitas Dengan Six Sigma. [Online]. Tersedia: http :// dumadia.Wordpress.com / [27 juni 2012].

7. Walpole, E. R., dan Raymond H. Myers, 1995, Ilmu Peluang dan Statistik untuk Insinyur dan Ilmuwan, Edisi ke-4, Dr. RK Sembiring, Bandung : Penerbit Institut Teknologi Bandung

Resensi Buku



Judul buku      : Pengendalian kualitas aplikasi pada industri jasa dan manufaktur dengan Lean, Six Sigma dan Servqual.
Penulis             : Hana Catur Wahyuni,S.T., M.T.
Wiwik Sulistyowati, S.T., M.T.
Muhammad Khamim, S.T.
Penerbit           : Graha Ilmu.
Tahun terbit     : 2015.
Tebal               : 133 halaman.
No ISBN         : 978-602-262-416-5.
Sinopsis           : Buku ini membahas konsep dasar kualitas baik pada industri jasa atau manufaktur dengan menggunkan metode Lean, Six Sigma dan Servqual. Pada buku yang di terbitkan tahun 2015 ini juga di sajikan implementasi dalam penelitian lengkap dengan hasil dan pengolahan datanya. Selain itu buku ini juga terdpat pengenalan berbagai tools yang di pakai dalam metode six sigma seperti diagram fishbone,diagram pareto, 5W,1H dan CTQ.

Pada buku ini terdapat 3 penelitian yaitu dengan metode servqual, lean six sigma dan six sigma, namun pada kedua penelitian yaitu dengan metode servqual dan six sigma tidalk mencantumkan lokasi penelitian ini berlangsung. Hanya pada penelitian dengan menggunakan metode lean sigma saja lokasi di cantumkan yaitu pada perusahaan XYZ yang berlokasi di Mojokerto, Jawa Timur.

Tujuan buku ini di buat adalah untuk memberikan pemahaman pada pembaca mengenai apa dan bagaimana ketiga metode tersebut dan bentuk implementasinya dalam penelitian.

Kelebihan        : Buku ini sangat bagus apabila di jadikn sebagai salah satu buku panduan ketika menyusun Tugas akhir, dengan syarat Judul Tugas akhir akan membahas dari ketiga metode yang ada pada buku ini. Karena pada buku ini di sajikan implementasi dan contoh hasil dan pengolahan datanya. Sehingga memudahkan untuk mengerjakan TA. Selain itu buku ini juga cukup ringan, dan tebalnya pun juga pas, sehingga membuat minat membaca menjadi tinggi.

Kekurangan     : Seperti yang terdapat pada sinopsis di atas kekurangan buku ini adalah tidak mencantumkan lokasi penelitian ini berlangsung(pada metode servqual dan six sigma). Selain itu pada metode sevqual penjelasan-penjelasan tentang metode tersebut kurang lengkap. Akan tetapi di balik semua kekurangan tersebut buku ini masih tetap layak untuk di baca untuk sekedar menambah pengatahuan ataupun sebagai panduan saat menyusun Tugas akhir.


Saran               : Akan lebih baik jika menyajikan lokasi dimana penelitian berlangsung dan memperbaiki design dan warana dari cover buku tersebut.