Tampilkan postingan dengan label @F19-Zara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @F19-Zara. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 18 November 2017
Jumat, 03 November 2017
Review Jurnal: Perencanaan Tenaga Kerja Di PT. Glory Packindo
@F19-Zara
Nama Jurnal: Perencanaan Tenaga Kerja
Di PT. Glory Packindo, Jurnal INASEA Vol. 14 No. 1, April 2013: 52-62
Nama
Penulis : Christine Susanti, Dicky Handes, Efanny, Andre M. R. Wajong
Publisher: Universitas Bina Nusantara
Publisher: Universitas Bina Nusantara
A. Latar Belakang Dan Tujuan Penelitian
Masalah utama yang dialami oleh PT Glory Packindo
adalah kurang optimalnya perencanaan tenaga kerja yang dilakukan oleh
perusahaan sehingga terkadang perusahaan tidak dapat memenuhi permintaan karton
yang datang dari konsumen. Oleh karena itu, artikel ini disusun untuk membantu
perusahaan dalam membantu mengatasi masalah tersebut.
B. Metode Penelitian
Data yang dikumpulkan adalah data permintaan
karton selama 32 minggu, data jam kerja reguler dan jam kerja lembur pekerja
serta data biaya yang akan mendukung perhitungan yang dilakukan. Data
permintaan digunakan untuk memperkirakan permintaan selama 16 minggu ke depan.
Metode peramalan permintaan yang digunakan adalah metode regresi linier, Double Exponential Smoothing (DES) parameter Brown, dan DES paramater Holt.
C. Hasil dan Pembahasan
Dari hasil perhitungan didapat bahwa nilai error terkecil
terdapat pada metode regresi sehingga metode tersebut yang akan digunakan dalam
peramalan permintaan karton. Berdasarkan permintaan disusun rencana kebutuhan
tenaga kerja, dan hasilnya menunjukkan strategi yang tepat bagi perusahaan
untuk 16 periode ke depan adalah menambah jam kerja lembur dengan biaya lebih
murah Rp. 640.000,- atau penurunan biaya sebesar 11.11% dibandingkan jika
perusahaan menambah tenaga kerja. Berdasarkan keterbatasan jam kerja lembur
tersedia, maka setelah 44 jam kerja lembur, perusahaan tetap harus menambah
jumlah tenaga kerja untuk memenuhi permintaan karton.
Daftar
Pustaka:
Susanti, Christine dkk. 2013.
Perencanaan Tenaga Kerja Di PT. Glory Packindo. Jurnal INASEA Volume 14 No.1, April 2013: 52 – 62 dalam http://id.portalgaruda.org/?ref=browse&mod=viewarticle&article=165069
Jumat, 06 Oktober 2017
Peran Penting Transportasi Dalam Dunia Industri
Oleh: Zara Zefira
Dalam dunia industri, transportasi tentu berpengaruh besar terhadap pasokan industri. Tanpa adanya transportasi yang berjalan dalam suatu industri pasti akan mempengaruhi kegiatan produksi seperti kurangnya pasokan bahan baku yang akan berakhir dengan terhentinya kegiatan produksi. Terbayang, bagaimana suatu industri bila transportasi dalam memenuhi pasokan bahan baku bila terganggu atau mungkin terhenti.
Dalam dunia industri, transportasi tentu berpengaruh besar terhadap pasokan industri. Tanpa adanya transportasi yang berjalan dalam suatu industri pasti akan mempengaruhi kegiatan produksi seperti kurangnya pasokan bahan baku yang akan berakhir dengan terhentinya kegiatan produksi. Terbayang, bagaimana suatu industri bila transportasi dalam memenuhi pasokan bahan baku bila terganggu atau mungkin terhenti.
Jumat, 29 September 2017
IYIA 2017 : Spice Soap
Jumat, 22 September 2017
Resensi Buku "Menggambar Teknik"
![]() |
| Source: google.com |
Identitas Buku
Judul Buku: Menggambar Teknik
Penulis: Hasan Basri Siregar
Penerbit: Graha Ilmu
Cetak: Cetakan Pertama
Tahun Terbit:
ISBN: 978-979-756-592-3
Tebal: viii + 148 hal
Sinopsis:
Buku ini memuat pemahaman tentang bagaimana teknik dasar dalam menggambar bagi orang teknik. Serta aturan-aturan dasar menggambar dalam dunia teknik menggambar berupa fungsi-fungsi garis, huruf dan angka, peralatan gambar, palat nama, ukuran kertas standar, skala dan berbagai cara penampilan gambar. Terdapat pula tugas-tugas menggambar dan membaca gambar.
Buku ini ditunjukan kepada mereka yang sedang menjalani pendidikan di bidang teknik, khususnya arsitektur atau teknik sipil. Berbagai mata kuliah di universitas khususnya membutuhkan pengetahuan dasar persiapan gambar teknik, yang harus didapatkan sendiri oleh mahasiswa.
Dengan demikian, buku ini memberikan dasar-dasar yang dibutuhkan untuk para mahasiswa, sehingga mahasiswa mampu menyajikan desain dan idenya secara cepat dan menyakinkan melalui gambar kontruksi.
Kelebihan:
Buku ini juga memberikan informasi dasar-dasar yang dibutuhkan mahasiswa dalam berbagai pemahaman. Isi yang ditampilkan serta pemahaman akan aturan-aturan dasar dalam menggambar dapat dipahami dengan baik bagi para pemula dalam dunia teknik menggambar.
Kekurangan:
Secara ilustrasi buku ini kurang mendukung. Ilustrasi atau gambar yang ditampilkan tidak sesuai dengan keadaan teknologi jaman sekarang. Sehingga buku ini terkesan "jadul". Kurangnya penggunaan warna dalam buku tersebut menjadikan buku ini kurang tertarik untuk dibaca.
Opini:
Sebagai salah satu mahasiswa yang baru mempelajari teknik dasar menggambar buku ini memang cukup lengkap untuk dijadikan referensi. Apalagi buku ini merupakan buku berbahasa indonesia yang paling mudah dijadikan acuan untuk belajar menggambar dibanding memakai acuan buku luar negeri yang mungkin akan lebih sulit dipahami. Namun, benar dikatakan bahwa buku ini memang kurang tertarik untuk dibaca karena kurangnya design atau penggunaan ilustrasi, serta warna yang akan memikat minat pembaca dan akan lebih mudah untuk dipahami.
Minggu, 17 September 2017
Benarkah Faktor Lingkungan Menjadi Penyebab Besar Penyakit Asma?
Apakah Asma Itu?
Menurut Gina,dkk dalam situs Wikipedia.org, "Asma (dalam bahasa Yunani ἅσθμα, ásthma, "terengah") merupakan peradangan kronis yang umum terjadi pada saluran napas yang ditandai dengan gejala yang bervariasi dan berulang, penyumbatan saluran napas yang bersifat reversibel, dan spasme bronkus . Gejala umum meliputi mengi, batuk, dada terasa berat, dan sesak napas."
Jumlah penderita penyakit asma di dunia, khususnya Indonesia, terus mengalami peningkatan. Dilansir oleh Rafikasari, 2015 dalam Sindonews.com, "Prevalensi asma di dunia semakin meningkat, termasuk di Indonesia. Di Indonesia, pravalensi asma diperkirakan mencapai 2-5% penderita. Sementara menurut Riskesdas, tahun 2013 menyebutkan prevalensi asma di Indonesia mencapai 4,5%. Di Indonesia, penderita asma lebih tinggi terjadi pada wanita dan meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Prevalensi asma pada kelompok usia lebih dari 45 tahun mulai menurun. Sementara penderita asma paling tinggi pada rentang usia 25-34 tahun, sekitar 5,7%."
Penyebab Penyakit Asma
Menurut Oemiyati dan Alwi, 2009 dalam jurnalnya, mengatakan bahwa, hubungan faktor lingkungan dengan penyakit asma yaitu, pelihara ternak, asap rokok dan perokok aktif, serta jarak rumah dengan sumber pencemaran.
Dalam hasil penelitiannya menyebutkan tidak hanya ternak unggas (ayam, bebek, burung), namun ternak sedang (kambing, domba, babi), ternak besar (sapi, kerbau, kuda) dan anjing, kucing kelinci memiliki potensi menjadi pemicu penyakit asma.
Serta, asap rokok yang ditimbulkan oleh adanya perokok aktif ataupun pasif di lingkungan rumah dapat menimbulkan penyakit asma. Menurutnya, mantan perokok berisiko 2,66 kali terkena penyakit asma dibandingkan dengan bukan perokok.
Dan terakhir, faktor yang menyebabkan timbulnya penyakit asma adalah polutan. Disebutkan bahwa udara di sekitar kita sudah tercemar oleh segala macam polutan udara, baik dari kegiatan industri maupun kegiatan transportasi darat.
Dengan begitu, hindari hal- hal diatas tersebut untuk mencegah timbulnya penyakit asma yang dapat membahayakan kesehatan. Karena, jika bukan diri sendiri, siapa lagi?
Daftar Pustaka:
1. GINA,dkk. 2011. Asma dalam https://id.wikipedia.org/wiki/Asma
2. Rafikasari, Diana. 2015. Dampak Polusi, Penderita Asma di Indonesia Jumlahnya Meningkat dalam https://lifestyle.sindonews.com/read/1059020/155/dampak-polusi-penderita-asma-di-indonesia-jumlahnya-meningkat-1446691248
3. Oemiyati, Ratih; Alwi, Qomariah. 2012. Pengaruh Faktor Lingkungan terhadap Penyakit Asma di Indonesia dalam http://id.portalgaruda.org/index.php?ref=browse&mod=viewarticle&article=87662
Menurut Gina,dkk dalam situs Wikipedia.org, "Asma (dalam bahasa Yunani ἅσθμα, ásthma, "terengah") merupakan peradangan kronis yang umum terjadi pada saluran napas yang ditandai dengan gejala yang bervariasi dan berulang, penyumbatan saluran napas yang bersifat reversibel, dan spasme bronkus . Gejala umum meliputi mengi, batuk, dada terasa berat, dan sesak napas."
Jumlah penderita penyakit asma di dunia, khususnya Indonesia, terus mengalami peningkatan. Dilansir oleh Rafikasari, 2015 dalam Sindonews.com, "Prevalensi asma di dunia semakin meningkat, termasuk di Indonesia. Di Indonesia, pravalensi asma diperkirakan mencapai 2-5% penderita. Sementara menurut Riskesdas, tahun 2013 menyebutkan prevalensi asma di Indonesia mencapai 4,5%. Di Indonesia, penderita asma lebih tinggi terjadi pada wanita dan meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Prevalensi asma pada kelompok usia lebih dari 45 tahun mulai menurun. Sementara penderita asma paling tinggi pada rentang usia 25-34 tahun, sekitar 5,7%."
Penyebab Penyakit Asma
Menurut Oemiyati dan Alwi, 2009 dalam jurnalnya, mengatakan bahwa, hubungan faktor lingkungan dengan penyakit asma yaitu, pelihara ternak, asap rokok dan perokok aktif, serta jarak rumah dengan sumber pencemaran.Dalam hasil penelitiannya menyebutkan tidak hanya ternak unggas (ayam, bebek, burung), namun ternak sedang (kambing, domba, babi), ternak besar (sapi, kerbau, kuda) dan anjing, kucing kelinci memiliki potensi menjadi pemicu penyakit asma.
Serta, asap rokok yang ditimbulkan oleh adanya perokok aktif ataupun pasif di lingkungan rumah dapat menimbulkan penyakit asma. Menurutnya, mantan perokok berisiko 2,66 kali terkena penyakit asma dibandingkan dengan bukan perokok.
Dan terakhir, faktor yang menyebabkan timbulnya penyakit asma adalah polutan. Disebutkan bahwa udara di sekitar kita sudah tercemar oleh segala macam polutan udara, baik dari kegiatan industri maupun kegiatan transportasi darat.
Dengan begitu, hindari hal- hal diatas tersebut untuk mencegah timbulnya penyakit asma yang dapat membahayakan kesehatan. Karena, jika bukan diri sendiri, siapa lagi?
Daftar Pustaka:
1. GINA,dkk. 2011. Asma dalam https://id.wikipedia.org/wiki/Asma
2. Rafikasari, Diana. 2015. Dampak Polusi, Penderita Asma di Indonesia Jumlahnya Meningkat dalam https://lifestyle.sindonews.com/read/1059020/155/dampak-polusi-penderita-asma-di-indonesia-jumlahnya-meningkat-1446691248
3. Oemiyati, Ratih; Alwi, Qomariah. 2012. Pengaruh Faktor Lingkungan terhadap Penyakit Asma di Indonesia dalam http://id.portalgaruda.org/index.php?ref=browse&mod=viewarticle&article=87662
Jumat, 08 September 2017
Deteksi Sejak Dini Penyakit Dalam Tubuh Dengan Aplikasi
Menurut Menteri Kesehatan, Nila Djuwita Farid Moeloek, dalam artikel VOA Indonesia (Satriawan,2016) mengatakan bahwa, "di tengah ancaman penyakit menular di dunia, Menteri Kesehatan, Nila Djuwita Moeloek mengungkapkan hanya 20 persen masyarakat Indonesia yang peduli akan pentingnya kesehatan." Hal ini menunjukkan rendahnya tingkat kepedulian masyarakat pada kesehatan.
Tingginya biaya kesehatan dengan keadaan ekonomi yang tidak stabil juga
menjadi penyebab lain mengapa rendahnya kepedulian kesehatan masyarakat
Indonesia.
Namun, di zaman dengan teknologi yang semakin canggih, hal itu juga
tidak dapat dipungkiri mendorong pemerintah dan generasi-generasi muda
menciptakan teknologi yang bermanfaat dalam bidang kesehatan.
Salah satunya teknologi aplikasi berbasis android untuk mendeteksi
penyakit dini. Seperti layanan aplikasi yang diluncurkan oleh BPJS Kesehatan.
Dalam kutipan artikel detik.com (Mulyono,2017), "dimana peserta
dapat mengunduh aplikasi BPJS Kesehatan Mobile di Google Play Store. Kemudian
melakukan registrasi dengan mengisi data diri yang dibutuhkan. Setelah
terdaftar dan mengklik tombol Log In, peserta dapat memilih menu Skrining
Riwayat Kesehatan. Kemudian, peserta akan diminta mengisi 47 pertanyaan
yang terdiri atas kebiasaan dan aktivitas sehari-hari, penyakit yang pernah
diidap, riwayat penyakit dalam keluarga peserta, dan pola makan peserta." Namun,
meskipun peserta tidak memiliki android, dapat juga dilakukan skrining riwayat
keseahatan dengan cara manual melalui kantor cabang terdekat.
Selain itu, teknologi lain yang dalam perancangan untuk deteksi penyakit
dini antara lain, aplikasi identifikasi kista ovarium berbasis cerdas dalam
jurnal ilmiah oleh (Arif dkk,2016). Aplikasi tersebut
dirancang dengan mengidentifikasi kista ovarium dengan metode inferensi depth-first search dengan tingkat akurasi terbaik oleh sistem untuk mengidentifikasi kista ovarium
adalah pada 100 node,
yakni dengan persentase 76,67%. Meskipun begitu, aplikasi ini masih
membutuhkan perbaikan dan pengembangan,terutama dalam proses penyusunan basis
pengetahuan.
Dengan adanya aplikasi-aplikasi tersebut diharapkan akan mempermudah
masyarakat Indonesia dalam mendeteksi penyakit dini.
Daftar Pustaka:
1. Satriawan,2016. Menkes: Tingkat Kepedulian Masyarakat Indonesia Pada Kesehatan Rendah dalam https://www.voaindonesia.com/a/menkes-tingkat-kepedulian-masyarakat-indonesia-pada-kesehatan-rendah/3480215.html
2. Mulyono,2017 dalam https://health.detik.com/read/2017/02/02/073358/3411615/763/deteksi-dini-penyakit-kronis-kini-bisa-lewat-aplikasi-android
3. Arif dkk, 2017.JUTI: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi Vol 14, No 1.Januari 2016.
http://id.portalgaruda.org/?ref=browse&mod=viewarticle&article=416536
Langganan:
Postingan (Atom)




