.

Tampilkan postingan dengan label @J03-FEBI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @J03-FEBI. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Mei 2020

KUALITAS SDM YANG BERPENDIDIKAN


KUALITAS SDM YANG BERPENDIDIKAN
Oleh : Febi Afifa Ajengsari (@J03-FEBI)


Sumber: Penulis

Abstrak

Pendi­­dikan merupakan sebuah kunci dari kualitas seseorang. Dengan pendidikan seseorang akan dipandang karena memiliki pemahaman sangat luas. Pendidikan tidak hanya tentang pengajaran tetapi memberikan pembelajaran bagaimana kita menganalisis suatu kasus untuk membukakan pola pikir seseorang. Oleh sebab itu untuk pendidikan sangat penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya di Indonesia.
Kata kunci : Pendidikan, Kualitas SDM


Pendahuluan


Masalah sumber daya manusia merupakan masalah mendasar. Sumber daya manusia merupakan salah satu penentu pertumbuhan dari perekonomian suatu bangsa. Dengan memikirkan suatu pengelolaannya agar manusia dapat memegang peran yang utama dan optimal maka upaya yang dapat dilakukan adalah dengan pembangunan karakter dari sebuah pendidikan dan memajukan kesejahteraan bangsa.
Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan pendidikan. Menurut Nukholis(2013), pendidikan merupakan sebuah proses yang mencakup tiga dimensi, individu, masyarakat atau komunitas nasional dari individu tersebut. pendidikan lebih dari sekedar pengajaran karena dapat dikatakan sebagai proses transformasi nilai dan pembentukan kepribadian dengan segala aspek
Pemerintah juga memiliki peran penting dalam memperbaiki kualitas sumber daya manusia. Menurut Thomas (2002), menggemukkan bahwa pengeluaran pemerintah yang cukup besar untuk pendidikan jikan dialikasikan tidak tepat mungkin hanya sedikitnya sumbangan terhadap pengurangan kemiskinan, bahkan justru memperbesar ketimpangan.


Pembahasan


Dalam bahasa Jawa , pendidik berarti panggulawentah (pengolahan), mengolah, mengubah kejiwaan, mematangkan perasaan, pikiran, kemauan dan watak, mengubah kepribadian sang anak. (Nurkholis,2013) Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pendidikan berasal dari kata dasar didik (mendidik), yaitu : memelihara dan memberi latihan (ajaran, pimpinan) mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran. Sedangkan pendidikan mempunyai pengertian : proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan latihan, proses perbuatan, cara mendidik.
Dari pengertian-pengertian dan analisis yang ada maka bisa disimpulkan bahwa pendidikan merupakan suatu aktivitas yang memiliki maksud dan tujuan tertentu yang diarahkan mengembangkan potensi yang dimiliki oleh manusia. Dengan pendidikan maka perkembangan ekonomi suatu negara akan berkembang dan dapat memajukan dunia teknologi. Secara umum sudah terbukti bahwa dengan berpendidikan maka seseorang akan mendapatkan peningkatan pada pendapatannya. Oleh karena itu tujuan dari pencapaian pendidikan adalah mengembangkan keterampilan hidup karena dengan pendidikan sesorang mendapatkan modal yang sangat penting untuk menjalani kehidupan bermasyarakat. Seperti dalam pendidikan di Indonesia, kita akan mendapatkan banyak pengetahuan mengenai moral, agama, kedisplinan, dan masih banyak lagi.
Untuk menciptakan kualitas seseorang maka dibutuhkan peran dari beberapa pihak baik peran dari lingkungan sekitar ataupun pemerintah. Faktor pendukung dari keberhasilan pendidikan terdiri dari, pendidik, yang dididik, materi pembelajaran, metode pembelajaran, tujuan dan faktor yang terakhir adalah faktor lingkungan. Di Indonesia peran lingkungan sangat berpengaruh bagi peningkatan kualitas pendidikan. Karena banyak anak-anak yang padasaat ini menggunakan kata-kata yang tidak baik dengan begini kita dapat meninjau kembali bagaimana peran lingkungan baik di rumah ataupun di sekolah. Pada saat ini saya melihat bahwa banyak sistem pendidikan yang di salah gunakan, maka menimbulkan keresahan untuk generasi selanjutnya. Contohnya seperti seseorang yang mempelajari cara membuat nuklir yang keemudian digunakan untuk menghancurkan suatu daerah. Kasus seperti ini banyak kita jumpai pada era sekarang. Selain mempelajari pendidikan tentang teoritis tetapi kita juga harus mempelajari tentang keagamaan jika kedua nya digabungkan maka akan menciptakan kualitas sumber daya yang baik.
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya suatu negara akan tertinggal jika pendidikan rakyatnya yang rendah dan tidak berkualitas, sebaliknya suatu negara akan maju jika pendidikan rakyatnya terpenuhi. Tanpa sumber daya manusia yang berkualitas, suatu bangsa akan tertinggal dari negara lain. Menurut Yudhoyono (2020), pendidikan harus memenuhi standar, metode dan kurikulum yang tepat, serta kualitas guru yang baik. Pandangan tentangnya pendidikan nasional bagi pembangunan bangsa ukan hanya memandang pendidikan sebagai penyangga negara.
Sekarang sudah banyak kita lihat dan kita dengan tentang tantangan masa depan lebih berat dan besar daripada tantangan yang sudah dihadapi pada masa sebelumnya. Masalah pengangguran di kalangan remaja dan memutusan hubungan kerja (PHK) yang sudah banyak kita temui membuat kehidupan masyarakat arus bawah yang akhirnya membuat beban bagi mereka. Untuk meningkatkan kemampuan pembangunan bangsa yang benar terhadap usaha pembangunan yakni pembangunan melalui pemerataan pendidikan. Dengan adanya pemerataan pendidikan maka akan meningkatkan kuliatas dagi rakyatnya. Sehingga memiliki daya saing yang tinggi untuk berkontribusi dengan negara lain. Dapat kita tahu bahwa pendidikan adalah pilar bagi suatu bangsa agar dapat menciptakan teknologi-teknologi terbaru yang dapat digunakan untuk negara lain.


Kesimpulan


Suatu negara yang maju akan  menghasilkan kuliatisan sumber daya manusia yang baik, sebaliknya jika sistem suatu negara itu tidak baik maka akan menghasilkan sumber daya manusia yang kurang untuk berkompetisi dengan negara-negara maju lainnya. Tidak hanya memperlajari tentang teoritis tetapi kita juga harus mengimbangi dengan keagamaan agar sumber daya manusia yang harmonis dan dapat menciptakan teknologi-teknologi terbaru.


Daftar Isi


Friedman, Thomas L, 2002. Longitudes and Attitudes, New York : Anchor Book, A Division of    Random House.

Krismiyati, 2017. Pengembangan Sumber Daya Manusia dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan di SD Negeri Inpres Angkasa Biak file:///C:/Users/Febi/Downloads/3459-8588-3-PB.pdf  diakses pada 2 Mei 2020 pukul 11:23PM.

Nurkholis, Nopember 2013.  PENDIDIKAN DALAM UPAYA MEMAJUKAN TEKNOLOGI file:///C:/Users/Febi/Downloads/530-Article%20Text-1025-1-10-20160318.pdf diakses pada 4 Mei 2020 pukul 12.05AM.

Yudhoyono, S. B, 2007. Mari Kira Sukseskan Program Pro-Rakyat. Pidato Awal Tahun Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Jakarta, 31.

Jumat, 01 Mei 2020

PENGUJIAN CBR LAPANGAN PADA PERENCANAAN JALAN


PENGUJIAN CBR LAPANGAN PADA PERENCANAAN JALAN
Oleh Febi Afifa Ajengsari (@J03-FEBI)



Sumber: Penulis


Abstrak

Kegiatan konstruksi jalan raya adalah suatu pekerjaan yang memerlukan banyak persiapan seperti melakukan peninjauan terhadap jenis tanah yang akan dibangung, menguji karakteristik butiran tanah pada tanah tersebut serta menguji nilai pemadatan tanah guna menghasilkan nilai CBR yang baik. Seperti pada tanah ekspansif kita harus mengetahui nilai pemadatan yang baik karena kalau tidak akan mengalami kerusakan yang ditimbulkan pada tanah tersebut. Tujuan dari pengujian CBR lapangan adalah untuk mengetahui daya dukung tanah yang dinyatakan dalam nilai CBR dengan satuan persen (Atadreo88,2011). Sebelum melakukan CBR lapangan kita sebaiknya melakukan pengujian compaction di laboratrorium  guna mengetahui nilai kepadatan tanah yang dimana hasil grafik dari compaction akan digabung untuk mendapat nilai CBR di lapangan.
Kata kunci : Pengujian CBR lapangan, Kepadatan Tanah



Penduhuluan

Pada kegiatan konstruksi seperti perencanaan jalan raya, mendirikan rumah atau sebagainya banyak yang perlu diperhatikan. Hal yang paling penting ketika ingin melakukan  perencanaan jalan adalah dengan menguji keseluruhan metode baik yang terdapat di laboratorium atau di lapangan langsung. Beberapa metode yang bisa kita lakukan untuk melakukan pengujian di laboratorium adalah seperti pengujian kadar air, berat isi, berat jenis, batas cair, batas susut, batas plastis, analisis saringan, hidrolisis, compaction, konsolidasi, direct shear dan UCS. Selain melakukan pengujian di laboratorium tetapi kita juga harus melakukan pengujian langsung di lapangan. Beberapa metode pengujian yang dapat kita lakukan di lapangan adalah seperti handboring, CBR lapangan dan DCP.
Pelaksanaan pengujian yang akan dibahas sesuai dengan judul artikel ini adalah CBR lapangan. Pengertian CBR adalah suatu metode pengujian mekanika tanah dimana melihat perbandungan antara beban penetrasi beban penetrasi suatu lapisan tanah atau perkerasan terhadap bahan standar dengan kedalaman dan kecepatan penetrasi yang sama (Lauw Tjun Nji). Data CBR digunakan sebagai salah satu proses perencaan jalan yaitu untuk :
1.      Penentuan  tebal perkerasan untuk bagian jalan yang direncanakan akan mendapatkan penanganan pelebaran jalan
2.      Penentuan tebal lapis ulang di atas aspal apabila tidak dapat disediakan
3.      Penentuan tebal perkerasan untuk bagian jalan yang harus direkonstruksi
4.      Penentuan tebal perkerasan jalan baru
Untuk melakukan pengujian apapun itu harus sesuai dengan standar yang sudah ada tujuannya sebagai  acuan kualitas yang akan kita rencanakan pada pengujian CBR lapangan diatur dalam SNI 1738-2011 (Cara Uji CBR Lapangan). Dalam melakukan pengujian kita membutuhkan peralatan pengujian CBR lapangan diantaranya sebagai berikut:
1.      Dongkrak CBR dengan kapasitas 10 ton
2.      Cincin penguji dengan kapasitas 1,5 ton, 3 ton, 5 ton, atau sesuai dengan kebutuhan
3.      Piston penetrasi dan pipa penyambung
4.      Arloji penunjuk penetrasi
5.      Keping beban yang bergaris tengah
6.      Sebuah truck yang dibebani dengan kebutuhan alat berat lainnya
7.      Dua dongkrak truck
Langkah kerja dari persiapan lokasi pengujian CBR lapangan diantaranya sebagai berikut :
1.      Menyiapkan semua alat yang dibutuhkan
2.      Gali permukaan tanah sampai lapisan yang akan diujikan
3.      Permukaan tanah yang akan diujikan harus rata dan tidak boleh ada kemiringan dapat di cek dengan waterpass
4.      Permukaan yang akan diuji harus dibersihkan dari semua debu, pasir, atau kerikil yang berserakan
5.      Untuk tanah dasar yang belum ada perkerasan dan pemadatan cukup dibersihkan akar rumput dan bahan organik lainnya
6.      Selama pemasangan alat, permukaan yang sudah dibersihkan harus dijaga supaya kelembabannya tidak berubah dari kondisi awal
7.      Pemeriksaan dilakukan secepat mungkin sesudah persiapan selesai
Langkah kerja dari pembacaan waktu dan penetrasi :
1.      Piston penetrasi diturunkan sehingga memberikan beban permulaan sebesar 5 kg dan dapat digunakan beben tambahan jika diperlukan
2.      Arloji cincin penguji dan arloji penunjuk penetrasi diatur sehingga menunjuk pada angka nol
3.      Pembebanan ditambah dengan teratur agar kecepatan penetrasinya mendekati kecepatan tetap 1,25 mm per menit


4.      Pembacaan beban dan dicatat pada penetrasi:
-          0.32 mm (15 detik)
-          0.64 mm ( 30 detik)
-          1.27 mm ( 1 menit)
-          1.91 mm ( 1 menit 30 detik)
-          2.54 mm ( 2 menit)
-          3.81 mm ( 3 menit)
-          5.08 mm ( 4 menit)
-          7.62 mm ( 6 menit)
-          10.16 mm ( 8 menit)
-          12.70 mm ( 10 menit)
Langkah kerja untuk perhitungan nilai CBR lapangan :
1.      Menentukan beban yang bekerja
2.      Hitung tegangan di tiap kenaikan penetrasi
3.      Masukkan hasil pada grafik dan buat kurvanya
4.      Cek kurva apakah perlu dikoreksi atau tidak
5.      Gunakan hasil tegangan yang terkoreksi untuk perhitungan berikutnya
6.      Ambil nilai tegangan pada penetrasi : 0.1 inchi dan 0.2 inchi
7.      Hitung CBR dengan pembagian terhadap tegangan standar. Jika nilai CBR pada penetrasi 0.2 inci lebih besar daripada nilai CBR pada penetrasi 0.2 inchi maka pengujian harus dilakukan kembali sebanyak 3 kali pada lokasi yang berdekatan dan jika nilai CBR menunjukkan pada penetrasi 0.2 inchi lebih besar maka ditetapkan nilai CBR adalah pada penetrasi 0.2 inchi.


Sumber: SNI 1738-2011, Formulir Penentuan Nilai CBR


 Sumber: SNI 1738-2011, Grafik Pembebanan dan Koreksi



Kesimpulan

Sebuah pengujian dalam perencaan jalan dapat menggunakan metode CBR lapangan dan hasil output dari pengujian tersebut adalah nilai CBR berupa dengan satuan persen. Dengan nilai CBR ini kita akan mengetahui berapa besar kepadatan tanah yang akan dilakukan oleh alat berat di lapangan serta mengetahui apakah dengan nilai CBR tersebut perencanaan jalan akan sesuai dengan standar yang ada atau belum.
Saat melakukan perhitungann CBR lapangan hal yang perlu diperhatikan adalah  jika nilai CBR pada penetrasi 0.2 inci lebih besar daripada nilai CBR pada penetrasi 0.2 inchi maka pengujian harus dilakukan kembali sebanyak 3 kali pada lokasi yang berdekatan dan jika nilai CBR menunjukkan pada penetrasi 0.2 inchi lebih besar maka ditetapkan nilai CBR adalah pada penetrasi 0.2 inchi.


Daftar isi

Lauw Tjun Nji, Pengujian CBR Lapangan, https://lauwtjunnji.weebly.com/cbr-lapangan.html, diaskses pukul 5:34 PM

Modul praktikum, 2019, Modul Praktikum Mekanika Tanah I, diakses pukul 3:30 PM

SNI 1738-2011, Cara Uji CBR (California Bearing Ratio) Lapangan, https://lauwtjunnji.weebly.com/uploads/1/0/1/7/10171621/sni_1738-2011_cara_uji_cbr_lapangan.pdf, diaskses pukul 5:34 PM

Selasa, 28 April 2020

PENAMBAHAN KASUS COVID-19 PADAHAL PSBB SUDAH TERLAKSANA?



PENAMBAHAN KASUS COVID-19 PADAHAL PSBB SUDAH TERLAKSANA?
Oleh : Febi Afifa Ajengsari (J03-Febi) 


Sumber : Penulis

Abstrak


Pada tahun 2020 merupakan tahun dimana virus Covid-19 menyebar luas hingga di beberapa negara  termaksud Indonesia. Saat ini kasus dari penyebaran virus Covid-19 sudah mencapai 9.000 jiwa lebih. Sebenarnya apa itu Covid-19 dan bagaimana cara penyebaran hingga penanggulangannya. Sebenarnya Covid-19 merupakan masih satu kelas dengan MERS dan SARS tetapi yang berbeda adalah tingkat penyebarannya. Pengertian Covid-19 itu sendiri adalah suatu virus yang berbentuk seperti mahkota yang terdapat pada hewan kelelawar dan dapat menyebar dengan cepat ke tubuh inang lainnya. Penyebaran dari virus ini termasuk sangat cepat terutama jika manusia yang terinveksi memiliki sistem imun yang kurang baik. Dengan penyebaran virus ini yang semakin banyak memakan korban maka pemerintah sudah menerapkan antisipasi terhadap pencegahan penyebaran virus tersebut. Beberapa contoh pencegahan dari penyebaran virus tersebut yaitu, melakukakn PSBB dan menetapkan menyarankan untuk melakukan aktivitas di dalam rumah saja.
Kata kunci : Covid-19, Penyebaran, Pencegahan



Pendahuluan

Pada akhir bulan Desember 2020 tepatnya di Wuhan, Cina ditemukan virus yang gejalanya sama seperti SARS dan MERS. Virus ini pertama kali ditemukan pada manusia dan hewan di pasar hewan daerah Wuhan, Cina. Sebagian virus ini dapat menginveksi manusia serta menyebabkan beberapa penyakit, seperti flu, hingga penyakit yang fatal.  Oleh karena itu banyak peraturan dari pemerintah guna mengurangi penyebaran virus tersebut. Seperti contohnya seperti memberlakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) sehingga masyarakat diharapkan tetap di rumah.
Pemerintah sudah memberikan beberpa surat edaran agar perusahaan seperti perusahaan konstruksi untuk menunda kegiatan konstrsi guna mengurangi tingkat penyebaran Covid-19. Sebagian perusahaan sudah banyak yang memberlakukan Work From Home (WFH) tetapi banyak juga perusahaan yang belum memberlakukan sistem tersebut. Walaupun perusahaan tersebut tidak memberlakukan sistem terus tetapi saat di kantor harus menjaga jarak sejauh 1 meter antar orang di sebelahnya. Dengan sistem tersebut termasuk dalam pencegahan dari pemutusan penyebaran virus tersebut.

Permasalahan


Virus Covid-19 merupakan virus yang sebenarnya masih belum bisa diprediksi oleh ilmu kesehatan karena penyebarannya tidak hanya yang beraktivitas di luar rumah saja tetapi bagi yang beraktivitas di dalam rumah juga dapat terjangkit virus ini. Karena hal tersebut membuat pemerintah menerapkan sistem PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) tetapi mengapa masih banyak pasien yang terjangkit virus tersebut.

Pembahasan

 

Berdasarkan pemaparan dari WHO (World Health Organization) virus ini merupakan penyakit yang sulit disembuhkan. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa jenis penyakit ini terdapat pada hewan dan manusia. Hewan yang membawa dan  menularkan virus ini adalah kelelawar. Dengan begitu bagi manusia yang mengkonsumsi hewan tersebut dan memiliki daya tahan tubuh yang rendah maka akan mudah terjangkit virus tersebut.
Pemerintah Indonesia sedang berupaya untuk mengurangi penyebaran virus Covid-19 ini dengan berbagai cara. Mulai dari pengurangan jumlah penumpang pada angkutan umum, memberlakukan sistem PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dan masih banyak lagi. Seperti di daerah Kabupaten Tangerang, pemerintah sudah mengumumkan PSBB mulai bulan Maret selama 14 hari dan memutuskan untuk memperpanjang penerapan PSBB. Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengatakan, PSBB tahab dua tersebut akan berlangsung selama 14 hari mulai 2 Mei 2020 pukul 00.01 WIB. Keputusan perpanjangan waktu PSBB telah disepakati bersama dalam rapat evaluasi PSBB melalui video antar Bupati dan Wakil Bupati Tangerang, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta seluruh camat di Kabupaten Tangerang.
Dengan diberlakukannya PSBB pemerintah berharap agar masyarakat lebih disiplin dan penjagaan lebih ketat. Karena terwujudnya suatu sistem jika masyarakat tidak dispilin dalam melaksanakannya maka hasilnya akan sia-sia. Masih banyak anak-anak yang masih melakukan aktivitas di luar rumah yang seharusnya orang tua mengambil peran agar putra/i dapat terhindar dari virus ini. Contohnya saja yang terdapat di lingkurang perumahan saya ketua RW memberikan himbauan agar penduduk mengurangi aktivitas di luar rumah kecuali keadaan mendesar dengan memberikan surat himbauan seperti aktivitas di pasar diberlakukan pada pukul 08.30 hingga 10.00 WIB dimana sebelumnya pasar akan tutup pada pukul 12.00 WIB. Ketua RT pun membuat jadwal siskamling untuk menjaga keamanan lingkungan perumahan juga mengkontrol penduduk yang tetap melakukan  kegiatan dan berkumpul tanpa jarak 1 meter.
Diharapkan kedepannya daerah Tangerang terutama lingkungan perumahan saya terhindar dari virus Covid-19 ini dan dapat mengurangi beban para medis yang tidak kenal lelah mengurus pasien yang terjangkit virus tersebut.


Kesimpulan


Dapat disimpulkan bahwa kunci dari sukses nya suatu sistem yang telah di keluarkan baik dari pemerintah ataupun lingkungan sekitar adalah disiplin. Karena jika kita disiplin penyebaran virus tersebut akan berkurang serta jumlah kasus yang terjangkit virus ini juga mengalami penurunan. Tidak ada salahnya jika kita memberikan memahaman untuk masyarakat tentang berperilaku disiplin dengan diam di rumah untuk beberapa waktu.


Daftar Pustaka



Kompas.com. 28/04/2020, 20:22 WIB. PSBB Kabupaten Tangerang Diperpanjang Mulai 2 Mei, Pelanggar Akan Dikenakan Sanksi.

WHO (World Health Organization). 2020. Coronavirus.

Selasa, 24 Maret 2020

Pengaruh Perkembangan Bahasa Indonesia Terhadap Pendidikan Berkarakter

Pengaruh Bahasa Indonesia Terhadap Pendidikan Berkarakter
Oleh : Febi Afifa Ajengsari (@J03-FEBI)



(Sumber : Penulis, 2020)

Abstrak

Bahasa Indonesia adalah bahasa yang digunakan untuk alat berkomunikasi sehari-hari oleh rakyat Indonesia. Bahasa Indonesia ditetapkan sebagai identitas bangsa yang pada dahulu kala dikenal sebagai bahasa Melayu. Bahasa Indonesia wajib digunakan dalam segala kegiatan remi kenegaraan. Bahasa itu sendiri untuk menunjukkan identitas diri karena seseorang dapat menunjukkan sudut pandang, pemahaman, asal usul bangsa dan negara, pendidikan, dan sifat seseorang. Kecakapan berbahasa suatu bangsa mencerminkan budaya bangsa yang terwujud dalam sikap berbahasa. Semua jenjang pendidikan mulai dari sekolah dasar sampai perguruan tinggi dijadikan sebagai bahasa pengantar. Hal tersebut bertujuan agar bahasa Indonesia tetap menjadi perekat persatuan suku yang ribuan jumlahnya. Perkembangan dunia pendidikan di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari pengaruh perkembangan globalisasi. Untuk menghadapi era globalisasi, Indonesia harus menentukan kebijakan pendidikan nasional agar tetap meningkatkan mutu pendidikan. Pendidikan karakter adalah usaha yang disengaja untuk mempermudah orang dalam pemahaman, peduli, dan bertindak berdasarkan nilai etika. Dengan Pendidikan karakter maka akan mengembangkan iklim yang pasif dengan melibatkan partisipasi siswa, guru, orang tua, dan masyarakat.
Kata kunci : Bahasa Indonesia, Pembentuk Karakter


Pendahuluan

        Bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa resmi yang sebelumnya berasal dari bahasa Melayu. Bahasa Melayu yang digunakan tersebut merupakan bahasa Melayu tua yang sampai sekarang masih dapat kita selidiki sebagai peninggalan masa lampau. Bahasa Indonesia atau Bahasa Melayu digunakan sebagai bahasa penghubung di beberapa negara Asia Tenggara. Perjalanan tentang sejarah bahasa Indonesia telah menempatkan bahasa Indonesia dalam dua kedudukan penting, yaitu sebagai bahasa nasional dan bahasa negara (Satinem, 2015). Perkembangan itu telah mengantarkan bahasa Indonesia sebagai lambang jati diri bangsa dan sebagai alat pemersatu berbagai suku bangsa yang berbeda-beda latar belakang sosial, budaya, agama, dan bahasa daerahnya (Achmad,2011:20). Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak bisa luput dari pemakaian bahasa. Dengan menggunakan bahasa seseorang dapat mengungkapkan ide, gagasan, pikiran, dan keinginan dalam menyampaikan pendapat dan informasi.
            Kementrian Pendidikan dan Budaya (2011:10) menyatakan bahwa pendidikan sebagai proses trasmisi budaya mengacu kepada setiap bentuk pembelajaran budaya (culturale learning) yang berfungsi sebagai trasmisi pengetahuan, mobilitas sosial, pembentukan jati diri, dan kreasi pengetahuan. Teknologi infomasi dan komunikasi berkembang pesat dengan berbagai bentuk dan kepentingan sehingga tersebar luas ke seluruh dunia. Kemajuan teknologi dan pesatnya era globalisasi, mampu merubah pola pengajaran pada dunia pendidikan karakter. Menurut (Mulyasa, 2011:3) mengatakan bahwa bahasa termasuk media komunikasi, bahasa merupakan cermin kepribadiannya atau karakternya. Dengan demikian, bahasa merupakan salah satu bidang yang memegang peran sangat penting untuk pembentukan karakter dari seseorang.

Permasalahan

Penggunaan bahasa Indonesia tidak semata-mata disebabkan oleh kompetensi, teknologi canggih, atau kekayaan alamnya, tetapi yang terutama adalah dorongan semangat dan karakternya. Di Indonesia akhir-akhir ini sering dijumpai dengan fenomena sosial antara lain penyimpangan yang dilakukan pelajar seperti tawuran dan lain sebagainya. Kondisi ini menimbulkan kecurigaan masyarakat mengenai kegagalan pendidikan.

Pembahasan

Bahasa pemersatu bangsa Indonesia adalah bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia adalah bahasa terpenting hal tersebut seperti yang sudah disebutkan dalam UUD 1945 pasal 36 dinyatakan bahwa “ Bahasa negara adalah bahasa Indonesia”. Artinya, bahasa Indonesia telah diakui keberadaannya sebagai bahasa negara dan telah dilindungi oleh aturan hukum. Bahasa Indonesia saat ini masih bertolak belakang dalam ikrar Sumpah Pemuda yang berbunyi “Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia”. Karena masih banyak yang belum menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Menurut (Moeliono,1993:1), penting tidaknya suatu bahasa dapat didasari patokan sebagai berikut : (1) jumlah penuturannya (2) luas penyebarannya (3) perannya sebagai sarana ilmu, susastra,dan ungkapan budaya lain yang dianggap bernilai. Dengan adanya anggapan bahwa tidak perlu menggunakan bahasa daerah, membuat masyarakat cenderung lebih suka bertutur kata dengan menggunakan bahasa Indonesia daripada bahasa daerahnya. Dapat disimpulkan bahwa salah satu fungsi dari bahasa Indonesia adalah sebagai alat pemersatu bangsa yang terdiri dari berbagai macam suku dan ragam bahasa daerah.
Bahasa memiliki peran penting dalam membentuk karakter manusia. Peran bahasa Indonesia adalah sebagai cerminan pembentuk karakter bangsa. Bahasa Indonesia harus digunakan sesuai konteks dan kedudukannya secara baik dan benar. Dengan penggunaaan bahasa Indonesia yang baik dan benar membuat orang sekitar termasuk orang asing akan menilai bahwa karakter kita memiliki sopan santun. Tidak hanya itu, dengan mempelajari bahasa Indonesia maka masyarakat diharapkan dapat belajar tentang apa itu karakter positif maupun karakter negatif.
Menurut (Alwi, 2000:21), untuk mengetahui dan melihat kedudukan bahasa daerah, kita harus menggunakan dua sudut pandang. Pertama, bahasa daerah sebagai sarana komunikasi bagi para penutur yang berasal dari kelompok etnik yang sama. Kedua, bahasa daerah dalam kaitannya dengan bahasa Indonesia. Jika kedua hak tersebut diperhatikan, maka keberadaan bahasa daerah dapat melengkapi dan mendukung keberadaan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional. Dapat disimpulkan bahwa sama halnya seperti bahasa Indonesia, bahasa daerah juga dapat menjadi saran dalam pendidikan karakter bangsa.
Pendidikan karakter di Indonesia sebenarnya sudah dibahas sejak dulu oleh Ki Hajar Dewantara. Adapun pendidikan karakter yang dianjurkan oleh Kemendiknas sebenarnya adalah istilah lain dari pendidikan budi pekerti, yang merupakan istilah lain yang digunakan oleh Ki Hajar Dewantara. Pendidikan berlangsung seumur hidup dan dapar dilaksanakan di dalam lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Oleh karena itu, pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Pendidikan karakter di Indonesia mengusung semangat baru untuk membangun karakter bangsa. Pendidikan karakter merupakan nilai perilaku manusia yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, dan kebangsaan.
Pendidikan berbasis karakter merupakan salah satu upaya dalam pembaharuan pada dunia pendidikan. Penanaman karakter pada anak adalah suatu hal yang pokok karena menentukan mutu pendidikan karakter. Program pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai lembaga yang memberdayakan anak dalam pengertian kecerdasan dan keterampilan. Bahasa memiliki peran penting yang sangat berpengaruh pada sektor pendidikan karakter karena bahasa adalah kebiasaan yang dikatakan adat. Pengajaran bahasa digunakan untuk meningkatkan harga diri, menumbukan pikiran positif, menimbulkan pemahaman diri, dan masih banyak hal positif lainnya.

Kesimpulan

Untuk menghadapi era globalisasi maka penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar harus diterapkan. Dengan belajar bahasa Indonesia maka kita juga dapat mengetahui jati diri kita seperti apa. Melalui bahasa kita dapat mentransfer pengetahuan, informasi, dan mengajarkan nilai yang terdapat disekitar lingkungan. Bahasa Indonesia dan bahasa daerah merupakan peran penting pada pendidikan karakter karena dapat membantu membentuk karakter dan kepribadian bangsa Indonesia. Ucapan dan penggunaan bahasa yang baik akan mencerminkan karakter yang baik. Jadi dapat disimpulkan bahwa sudah selayaknya penguasaan bahasa, baik bahasa daerah atau bahasa Indonesia selalu ditingkatkan.

Daftar Pustaka

Achmad,  HP. 2002. Implementasi Pendidikan Karakter Budaya Bangsa di Sekolah dan di Perguruan Tinggi. Universitas Negeri Jakarta.

Alwi, Hasan. 2000. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta, Balai Pustaka.

Anton, M. Moeliono. 1993. Tata Bahasa  Indonesia Baku Indonesia. Jakarta: Perum Balai Pusataka.

Devianty, Rina. Peran Bahasa Indonesia dan Bahasa Daerah dalam Pendidikan Karakter. Diakses http://jurnal.uinsu.ac.id/index.php/ijtimaiyah/article/download/1588/1282 pada 25 Maret 2020 pukul 12:31 AM.

Satinem. 2015. Pendidikan Bahasa Indonesia Sebagai Wahana Pembentuk Karakter Bangsa. Diakses http://repository.unib.ac.id/11153/1/33-Satinem.pdf pada 25 Maret 2020 pukul 12:34 AM.

Kementrian Pendidikan Nasional, Badan penelitian dan pengembangan, Pusat Kurikulum. 2011. Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa Pedoman Sekolah. Jakarta: Depdiknas.

Mulyasa, E. 2011. Manajemen Pendidikan Karakter. Jakarta: Bumi Aksara.