.

Tampilkan postingan dengan label @J04-NIDA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @J04-NIDA. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Mei 2020

Proses Pembelajaran untuk Peningkatan Kualitas SDM, Pendidikan Nasional, dan Daya Saing Bangsa


Proses Pembelajaran untuk Peningkatan Kualitas SDM, Pendidikan Nasional, dan Daya Saing Bangsa

(Oleh: @J04_NIDA)


Sumber : Putri Lestari (12010110084)                

Abstrak
Suroso (2003:212) yang mengutip dari laporan Darmono (1996) bahwa dari 3300 jurnal ilmiah dari beberapa negara yang tercakup dalam Science Citation Index (SCI), sumbangan ilmuwan Indonesia dalam pengembangan iptek dunia hanya 0,12% masih di bawah negara tetangga seperti Filipina 0,35% dan Singapura 0,179%.
Kualitas sumber daya manusia Indonesia yang diukur dari Human Development Index juga belum menggembirakan. Pada tahun 2019 Indonesia menduduki rangking 111 dari 183 negara di bawah Singapore (9), Brunei Darussalam (43), Malaysia (61), dan Philippines (106). Kualitas sumber daya manusia Indonesia dalam bidang kemajuan IPTEK juga masih sedikit dan belum menggembirakan jika dibandingan dengan amoral, korupsi, dan kejahatan yang jumlahnya lebih besar.
Mohammad Ali (2009) Pembangunan sumber daya manusia memiliki peran yang sangat penting dalam mewujudkan manusia Indonesia yang maju dan mandiri sehingga mampu berdaya saing dalam era globalisasi. Dalam kaitan itu, pembangunan sumber daya manusia diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang ditandai dengan meningkatnya Human Development Index dan Indeks Pembangunan Gender (IPG).
Kata kunci : Kualitas SDM, Pendidikan nasional , Daya saing bangsa.


Pembahasan
Dari data Human Developmen Index pada tahun 2019 tersebut dapat disimpulkan bahwa kualitas pendidikan nasional di Indonesia masih memperhatinkan karena pendidikan nasional merupakan salah faktor dalam pengingkatan sumber daya manusia, walaupun banyak sekali upaya yang telah dilakukan pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional seperti beberapa penggantian kurikulum dan sistem pembelajaran, perubahan manajemen pembelajaran, bahkan penggantian UU sistem pendidikan nasional. Namun, upaya yang dilakukan pemerintah tersebut nampaknya belum memberikan hasil yang menggembirakan.
Komponen terpenting dalam proses pembelajaran adalah guru. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang akan berujung pada peningkatakan kualitas pendidikan maka mutu guru yang harus dibenahi. Sumarsono (2003:19) menyatakan bahwa guru memang harus dibantu dari segi kognisi dan kesadaran untuk mengerti isi perubahan dan menyadari bahwa perubahan itu memang perlu. Sikap moral untuk mau berubah harus dibangun; sikap sebagai tukang yang pasif dan menanti diubah menjadi sikap professional yang harus aktif, proaktif, kreatif, penuh inisiatif dan kritis. Oleh karena itu untuk meningkatkan kualitas pembelajaran maka perlu dilakukan berbagai upaya peningkatan kualitas mengajar dosen/guru.
Beberapa upaya peningkatan kualitas pendidikan nasional  yang mungkin dapat diterapkan :
1.      Menaikan upah dan gaji guru/dosen,
2.      Pelatihan dan sarana
3.      Memberikan gambaran dan membandingan dengan tenaga guru/dosen  internasional
4.   Mereformasi sistem pendidikan nasional dan mengadopsi beberapa strategi yang ditempuh negara-negara maju dan negara-negara Asia Timur
5.  Memberikan penghargaan dan sanksi hukuman (reward and punishment). Secara bertahap guru/dosen diawasi , sehingga kinerja guru/dosen terpantau dengan baik
6.      Mengatasi guru/dosen yang belum siap menghadapi berbagai perubahan

Kesimpulan
Perlu disadari peningkatan kualitas SDM memang sangat tergantung pada tenaga pengajar. Segala upaya dalam peningkatan mutu pendidikan, keberhasilannya tergantung pada tenaga pengajar. Konsekuensinya, dalam upaya peningkatan mutu pendidikan untuk daya saing bangsa penumbuhan kesadaran mutu di kalangan tenaga pengajar sangat diperlukan. Di samping itu yang tak kalah penting untuk diupayakan adalah aspek kesejahteraan tenaga pengajar sebagai sarana untuk memotivasi tumbuhnya kesadaran kualitas/mutu.

            Daftar Pustaka
Suroso. (2002). In Memoriam Guru. Yogyakarta: Jendela
Nanang, N., (2015). Reorientasi Pendidikan Nasional Dalam Menyiapkan Daya Saing Bangsa. Yogyakarta: UII
Ali, M., (2009). Pendidikan untuk Pembangunan Nasional : Menuju Bangsa Indonesia yang Mandiri dan Berdaya Saing Tinggi. Bandung: PT. Imperial Bhakti Utama

Selasa, 28 April 2020

Alur Dalam Mendesain Kolom

ALUR DALAM MENDESAIN KOLOM
oleh : Nida Nadiaturrohmah (@j04-Nida)

Sumber : Dian Rahmawati

Perencanaan kolom merupakan suatu hal yang penting, mengingat kolom merupakan elemen struktur utama yang mendukung beban-beban yang bekerja pada suatu gedung. Berbeda dengan balok, gaya-gaya yang bekerja pada kolom merupakan kombinasi momen lentur dan gaya aksial. Dengan adanya gaya aksial, penyelesaian persamaan keseimbangan menjadi lebih sulit untuk diselesaikan. Seperti diketahui pada balok dengan tulangan rangkap pun masih sulit untuk menyelesaikan persamaan secara langsung.
Untuk memudahkan perencanaan kolom, umumnya digunakan diagram interaksi momen dan gaya aksial untuk rasio tulangan tertentu. Dengan adanya diagram interaksi kolom, dapat memudahkan dalam menentukan jumlah tulangan yang digunakan serta mengetahui dengan mudah tipe keruntuhan kolom dengan memasukan hubungan variabel Pu–Mu ke dalam diagram interaksi kolom. Menurut Edward G. Nawy, diagram interaksi kolom merupakan diagram yang menghubungkan antara beban aksial dengan momen lentur pada anggota-anggota tekan. Setiap titik pada kurva mewakili sebuah kombinasi kekuatan beban nominal (Pn) dan momen nominal (Mn) yang berhubungan dengan suatu lokasi sumbu netral yang tertentu.

Alur dalam mendesain kolom :
1.      Data-data yang diketahui :
-Data beban (qD, qL)
-Dimensi portal (tinggi dan jarak antar kolom)
2.    Membuat diagram gaya dalam untuk tiap beban lalu didapat gaya normal dan momen untuk beban mati dan beban hidup
3.   Gaya terbesar yang di dapat dari diagram gaya dalam dikalikan dengan faktor kombinasi. Kombinasi pembebanan ultimit yang digunakan :
-1,4D
-1,2D + 1,6L
-1,2D + L

4.      Pu dan Mu yang diambil adalah yang terbesar dari kombinasi pembebanan
5.      Estimasi awal dimensi penampang kolom bisa dicari dengan rumus :
Data yang diperlukan : Pu (didapat dari kombinasi beban luar), f’c dan fy
6.     Estimasi awal kebutuhan tulangan
Tentukan sendiri jumlah maupun diameter tulangan dan harus lebih besar dari
 atau 
7.  Hitung Pn dan Mn dari keseimbangan gaya-gaya pada penampang kolom. Didapatkan  koordinat (Mn,Pn) pada berbagai kondisi untuk membentuk diagram interaksi
8.     Plot semua titik (Mn,Pn) dan (⦽Mn,⦽Pn) membentuk kurva interaksi
9.  Cek kekuatan struktur dengan memplot titik (Mu,Pu) pada diagram interaksi yang telah dibuat
10. Jika Pu dan Mu berada di dalam digram interaksi P-M maka struktur kuat dalam menahan beban luar yang bekerja


DAFTAR PUSTAKA
Nawy, Edward G. 2008. Beton Bertulang: Suatu Pendekatan Dasar, Cetakan Ketiga. Terjemahan oleh Bambang Suryoatmono. Bandung: PT Refika Aditama.

Frans, Richard., Thioriks, Frits., Tanijaya, Jonie., dan Kalangi, Hendry T,. 2013. Analisis Diagram Interaksi Kolom Pada Perencanaan Kolom Pipih Beton Bertulang. Surakarta: Konferensi Nasional Teknik Sipil 7 (KoNTekS 7)

Sabtu, 21 Maret 2020

PENGARUH PERKEMBANGAN ZAMAN TERHADAP PERKEMBANGAN DAN RAGAM BAHASA INDONESIA

Pengaruh Perkembangan Zaman Terhadap Pekembangan dan Ragam Bahasa Indonesia
oleh : Nida Nadiaturrohmah (@J04-NIDA)



sumber : Surya Frendy

ABSTRAK


Perkembangan teknologi dan kebudayaan di jaman modern telah ikut serta menyebabkan tergesernya suatu nilai-nilai yang berkaitan dengan suatu bangsa. Salah satunya yaitu bahasa atau lebih tepatnya dalam hal ini bahasa Indonesia. Telah menjadi isu tersendiri generasi muda sekarang kurang memahami benar arti sesungguhnya dari penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar karena kebanyakan dari mereka lebih terpengaruh oleh budaya luar dan penggunaan bahasa yang sifatnya universal yang menurutnya lebih penting. Sehingga dengan sendirinya bahasa Indonesia tersingkirkan secara perlahan. Globalisasi memiliki pengaruh tidak langsung terhadap perkembangan Bahasa Indonesia. Selain membawa pengaruh negatif cukup banyak juga pengaruh positif yang ada akibat globalisasi ini. 


PENDAHULUAN

Bahasa Indonesia yang dipakai sekarang berasal dari bahasa Melayu. Bahasa tersebut sejak lama digunakan sebagai bahasa perantara (lingua franca) atau bahasa pergaulan, tidak hanya  di Kepulauan Nusantara, tetapi juga di hampir  seluruh Asia Tenggara. Hal ini diperkuat dengan ditemukannya prasasti-prasasti kuno yang ditulis dengan menggunakan Bahasa Melayu. Secara resmi, bahasa Indonesia dikumandangkan pada peristiwa Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928. Peresmian nama bahasa Indonesia tersebut bermakna politis sebab bahasa Indonesia dijadikan sebagai alat perjuangan oleh kaum nasionalis yang sekaligus bertindak sebagai perencana bahasa untuk mencapai negara Indonesia yang merdeka dan berdaulat. Peresmian nama itu juga menunjukan bahwa sebelum peristiwa Sumpah Pemuda itu nama Bahasa Indonesia sudah ada. 


PERMASALAHAN

Tidak semua warga negara Indonesia bisa menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, begitupula dengan kalangan remaja. Tujuan bahasa Indonesia yang baik dan benar adalah mengajarkan dan menerangkan tentang penggunaan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari agar tidak terlalu menyimpang dari kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar, serta melestarikannya sebagai warisan bangsa yang merupakan bahasa Indonesia yang baik dan benar yang sudah ada sejak indonesia merdeka. Bahasa merupakan unsur yang sangat penting dalam berkomunikasi, yaitu sebagai alat komunikasi yang paling utama. Seiring dengan perkembangan zaman, pemakaian bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari mulai bergeser oleh pemakaian bahasa anak remaja yang dikenal dengan bahasa gaul. Sehubungan dengan itu, perlu adanya tindakan dari semua pihak yang peduli terhadap bahasa Indonesia. Penggunaan bahasa yang baik dan benar dapat mempermudah dalam menyampaikan informasi.Sehingga orang terbiasa untuk berkomunikasi secara lebih efektif. Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar sangat penting untuk diketahui oleh para remaja. Hal ini supaya bahasa Indonesia yang merupakan bahasa nasional, bahasa persatuan, dan bahasa pengantar dalam dunia


KESIMPULAN


Mengahadapi derasnya laju perkembangan zaman saat ini memang harus di sikapi secara bijaksana. Salah satu implikasi yang di rasakan saat ini yakni pada bahasa nasional Negara Indonesia. Dengan jumlah penduduk yang banyak yang di dukung oleh teknologi yang semakin mahir, masyarakat secara sadar atau tidak sadar telah melakukan pergeseran kata-kata dalam berkomunikasi sehari-hari. Bahasa Indonesia sangat rentan terhadap pengaruh globalisasi, baik itu mendapatkan pengaruh positif ataupun negatif. 


Dampak positif :
  1. Dengan adanya perkembangan teknologi orang-orang akan sangat mudah untuk saling bertukar pesan seperti artikel melalui surat elektronik.pengaruh positif dari pertukaran pesan ini adalah dengan adanya pertukaran artikel tersebut orang akan menggunakan Bahasa Indonesia dalam penulisan artikel dengan memperhatikan kaidah penulisan yang baik sehingga pembaca akan sanagat mudah memahami bacaan tersebut.
  2. Dengan perkembangan teknologi saat ini seperti TV penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam pembacaan berita misalnya yang disaksikan oleh masyarakat Indonesia masyarakat akan banyak mendengarkan bahasa Indonesia yang baik dan benar sehingga akan mempengaruhi berkembangnya bahasa Indonesia yang baik dan benar.
  3. Pengaruh global teknologi akan memperkaya kosa kata bahasa Indonesia .Pertukaran informasi dari bahasa asing (terutama bahasa Inggris) mempunyai pengaruh terhadap bahasa Indonesia yang tidak dapat dibendung lagi. Contoh information menjadi informasi
Dampak negatif :
  1. Mempengaruhi pola berpikir Masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang konsumtif dan penasaran serta suka dengan hal baru. Terutama sekali dengan adanya berbagai perubahan pada berbagai peralatan elektronik. Hal ini sangat berdampak buruk terhadap pola berpikir masyarakat. Misalnya pada kalangan remaja dengan adanya internet,anak-anak sekarang ini senang bermain jejaring sosial dengan adanya jejaring sosial terkadang melalui jejaring sosial tersebut anak-anak banyak mengggunakan bahasa gaul sehingga tidak lagi memperhatikan kaidah penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
  2. Memberi efek rancu akan Kosakata Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Bagi sebagian besar pengguna media sosial, lebih mengerti arti dari bahasa-bahasa alay dibanding dengan Kosakata Bahasa Indonesia yang baik dan benar. 
  3. Bisa mengancam kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara. Lama kelamaan Bahasa Indonesia akan terkikis oleh generasi muda yang justru lebih mengembangkan bahasa-bahasa alay atau gaul

DAFTAR PUSTAKA

Gustiasari, Dewi rani. (2018). Pengaruh Perkembangan Zaman Terhadap Pergeseran Tata Bahasa Indonesia; Studi Kasus Pada Pengguna Instagram Tahun 2018. Tangerang : Jurnal  Renaissance 
Aminudin. (2011). Semantik (Pengantar Studi Tentang Makna). Bandung: Sinar Baru Algensindo. 
Chaer, Abdul dan Agustina, Leonie. (2004).Sosiolinguistik : Perkenalan Awal. Jakarta; Rineka Cipta. 
Depdikbud. (2002). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.  
Nina Nurhasanah. (2014). "Pengaruh Bahasa Gaul Terhadap Bahasa Indonesia". Forum Ilmiah, 11 (1).


Kamis, 12 Maret 2020

Manajemen Konstruksi


Manajemen Konstruksi

oleh : Nida Nadiaturrohmah (@J04-NIDA)
sumber : lukmanulhakim Almamalik

ABSTRAK

Proyek konstruksi adalah proyek yang bersifat unik dibandingkan dengan proyek lainnya, karena walaupun jenis proyek yang akan dibangun di sebuah tempat sama tetapi akan memiliki perbedaan pada proses pelaksanaannya dikarenakan perbedaan kondisi alam, transportasi material, dan faktor lainnya.
Proyek konstruksi merupakan suatu proyek yang memiliki beberapa tahapan/kinerja yang saling berhubungan dengan yang lain. Dalam tahapan/kinerja tersebut harus dilakukan oleh tenaga ahli dibidangnya masing-masing. Tenaga ahli ini dibutuhkan agar proyek yang direncanakan bisa terlaksana sesuai rencana. Tenaga ahli tersebut diantaranya : kontraktor, arsitek, konsultan manajemen konstruksi dan lainnya. Agar lebih sistematis dari tahap awal sampai akhir maka dibutuhkanlah suatu manajamen konstruksi yang tepat yang bisa mengendalikan proyek dari tahap awal/perencanaan sampai dengan proyek selesai.

Kata kunci : Konsultan manajemen konstruksi, manajemen konstruksi



PENDAHULUAN

Manajemen Konstruksi adalah ilmu yang mempelajari dan mempraktikan aspek-aspek manajerial dan teknologi industri konstruksi. Manajemen konstruksi juga dapat diartikan sebagai sebuah modal bisnis yang dilakukan oleh konsultan konstruksi dalam memberi nasehat dan bantuan dalam sebuah proyek pembangunan. Construction Management Association of America (CMAA) menyatakan bahwa ada tujuh kategori utama tanggung jawab seorang manajer konstruksi, yaitu perencanaan proyek manajemen, manajemen harga, manajemen waktu, manajemen kualitas, administrasi kontrak, manajemen keselamatan, dan dan praktik profesional. Pada tahap implementasi/ pelaksanaan akan mulai muncul berbagai masalah mulai dari masalah teknis dan non teknis, baik yang bersifat internal proyek maupun yang bersifat eksternal proyek. Masalah-masalah tersebut pada dasarnya timbul ketika proyek tidak mampu mencapai triangle project constraint dengan baik, yaitu kualitas pekerjaan, waktu dan biaya (Project Management Body of Knowledges, 2008).

Peran Manajemen Konstruksi
Dalam ruang lingkup tanggung jawabnya, manajemen konstruksi memiliki peran yang sangat penting dalam suatu proyek. Dalam mencapai tujuannya, manajemen konstruksi memiliki 4 peran, yaitu:
1.      Agency Construction Management (ACM)
Tahap awal peran manajemen konstruksi adalah sebagai koordinator penghubung antara rancangan konstruksi dengan pelaksana hingga seluruh kontraktor. Dengan kata lain, manajemen konstruksi berperan sebagai sarana penghubung antara pemilik (perancang) proyek dengan para kontraktor untuk mencapai tujuan pemilik.
2.      Extended Service Construction Manajemen (ESCM)
Dalam hal ini, manajemen konstruksi bertindak berdasarkan permintaan dari pihak kontraktor atau disebut pula Extended Service Construction Manajemen (ESCM). Peran ini dilakukan untuk menghindari konflik antara kontraktor dengan perencana proyek.
3.      Owner Construction Management (OCM)
Dalam tahap ini, manajemen konstruksi juga bertanggung jawab atas kelangsungan proyek yang dilaksanakan berdasarkan kepentingan pemilik proyek.
4.      Guaranted Maximum Price Construction Management (GMPCM)
Peran manajemen konstruksi yang terakhir adalah bertanggung jawab kepada pemilik atas waktu, biaya, hingga mutu proyek. Peran manajemen konstruksi sebagai Guaranted Maximum Price Construction Management memungkinkan manajemen konstruksi bertindak sebagai pemberi kerja kepada kontraktor atau pun sub kontraktor.

Fungsi Manajemen Konstruksi
Dilihat dari pengertiannya, manajemen konstruksi menerapkan fungsi-fungsi manajemen pada suatu proyek dengan memanfaatkan sumber daya dengan efektif dan efisien untuk mencapai tujuan proyek. Fungsi-fungsi tersebut, seperti ditulis di atas adalah:
1.      Perencanaan (Planning)
Sebagai perencana, manajemen konstruksi berfungsi untuk menentukan apa yang harus dikerjakan, kapan harus mengerjakannya, dan bagaimana cara mengerjakan proyek tersebut. Manajemen konstruksi berkewajiban untuk pengambilan keputusan atas proses pembuatan konstruksi.
2.      Pengorganisasian (Organizing)
Setelah melakukan perencanaan, manajemen kosntruksi berfungsi untuk membentuk organisasi dalam pembuatan proyek. Manajemen konstruksi mengorganisir beberapa divisi untuk melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya dalam proses pembuatan proyek serta berhak untuk memberikan pengembangan serta penempatan beberapa tenaga kerja dalam suatu divisi.
3.      Pengarahan (Actuating)
Dalam hal ini, manajemen konstruksi dapat melakukan pembinaan motivasi, memberikan pelatihan, bimbingan, dan arahan lainnya kepada bawahan dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya yang telah direncanakan.
4.      Pengontrolan (Controlling)
Pengontrolan manajemen konstruksi adalah untuk melakukan pengawasan terhadap kegiatan proyek diseluruh divisi serta mengevaluasi deviasi (penyimpangan) yang terjadi selama proyek berlangsung hingga menentukan pencegahan dini untuk menghindari kegagalan.

Selain keempat fungsi utama di atas, Manajemen Konstruksi juga berfungsi sebagai:
  1. Cost Control, yaitu mengatur pembiayaan yang menyangkut seluruh kegiatan proyek agar tercapai tujuan yang telah disepakati bersama pemilik proyek dan para kontraktor.
  2. Quality Control, yaitu untuk menjaga dan mengawasi kesesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan proyek.
  3. Time Control, yaitu mengantisipasi terjadinya perubahan kondisi di lapangan diluar prediksi sehingga berdampak pada waktu pelaksanaan proyek.
Tujuan Manajemen Konstruksi
Adapun sasaran utama manajemen konstruksi adalah mengelola fungsi manajemen dengan efektif dan efisien sehingga memperoleh hasil yang optimal sesuai kesepakatan dengan pemilik proyek. Dalam mencapai sasaran utamanya, manajemen konstruksi berorientasi pada pelaksanaan pengawasan biaya (Cost Control), pengawasan mutu (Quality Control), dan pengawasan waktu (Time Control). Dalam melaksanakan peran dan fungsinya, manajemen konstruksi dapat dimulai dari tahap perencanaan. Namun pada kondisi tertentu, manajemen konstruksi dapat dimulai dari tahap-tahap lainnya sesuai dengan kesepakatan, tujuan dan kondisi proyek yang bersangkutan. Agar tidak terjadi kesenjangan atau kesalahpahaman antara kontraktor dengan pemilik proyek, manajer konstruksi bertanggungjawab untuk mengelola teknis operasional proyek, menerima masukan-masukan dan atau keputusan yang berkaitan dengan teknis operasional proyek konstruksi baik dari pemilik proyek maupun para kontraktor yang mencakup seluruh tahapan proyek mulai dari persiapan hingga penyerahan proyek.

Tugas Manajemen Konstruksi
  • Mengawasi jalannya pekerjaan di lapangan apakah sesuai dengan metode konstruksi yang benar atau tidak.
  • Meminta laporan progres dan penjelasan pekerjaan tiap item dari kontraktor secara tertulis.
  • MK berhak menegur dan menghentikan jalannya pekerjaan apabila tidak sesuai dengan kesepakatan.
  • Berhubungan langsung dengan owner atau wakil owner dalam menyampaikan segala sesuatu di proyek.
  • Menyampaikan progres pekerjaan kepada owner langsung.
  • Mengesahkan adanya perubahan kontrak yang diajukan oleh kontraktor.
  • Memeriksa gambar shop drawing dari kontraktor sebelum dimulai pelaksanaan pekerjaan.
  • Selalu meninjau ulang metode pelaksanaan pekerjaan oleh kontraktor agar memenuhi syarat K3LMP “Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Lingkungan, Mutu dan Pengamanan”.
  • Memberikan Site Instruction secara tertulis apabila ada pekerjaan yang harus dikerjakan namun tidak ada di kontrak untuk mempercepat jadwal.
Manfaat Manajemen Konstruksi
Manfaat manajemen konstruksi dapat dilihat dari beberapa segi :

- Segi waktu :
  1. Dengan system fast track tidak perlu menunggu perencanaan selesai seluruhnya
  2. Waktu yang digunakan untuk perencanaan dapat lebih panjang
  3. Pengadaan material/ peralatan impor dapat diukur secara dini sehingga kemungkinan terlambat            lebih kecil

- Segi kualitas
  1. Mutu lebih terjamin karena tim MK ikut membantu kontroktor dalam hal metode pelaksanaan,            implementasi, dan Quality Control
  2. Mutu dan kemampuan kontraktor spesialis lebih terseleksi oleh pemilik proyek dibantu dengan            tim MK
  3. Kesempatan untuk penyempurnaan rancangan relative banyak

- Segi program pemerintah
  1. Pemerataan kesempatan pekerjaan dengan paket-paket kepada pengusaha kontraktor yang baru            berkembang dapat direalisir
  2.  Pemilik proyek tidak perlu mengeluarkan banyak staf


PERMASALAHAN

Apakah memang perlu memakai jasa konsultan manajemen konstruksi pada proyek?  Hal yang pasti menjadi pertimbangan para owner yaitu jasa konsultan manajemen konstruksi memakan biaya 1-3% dari nilai proyek itu sendiri. Dalam suatu proyek berskala besar perlunya pengelolaan yang terarah dan baik, karena suatu proyek memiliki keterbatasan sehingga tujuan akhir dari suatu proyek dapat tercapai. Owner pasti menginginkan tidak terdapat kesalahan dan keterlamabatan dalam pengerjaan suatu proyek. Untuk itu jika suatu proyek memiliki tingkat kerumitan yang tinggi dan kompleks, jika departemen yang terlibat jumlahnya banyak dan diperlukan koordinasi, dan jika banyak faktor luar yang harus diperhatikan, maka owner tidak perlu ragu untuk memakai jasa konsultan manajemen konstruksi untuk bantu mengelola dari tahap awal sampai akhir. Dimana dikelola dalam lingkup manajemen proyek yaitu mutu, biaya, waktu, keselamatan kerja dan kesehatan, lingkungan, sumberdaya, resiko dan sistem informasi. Konsultan manajemen konstruksi juga dapat meminimalisir, mengantisipasi, dan mampu mengatasi permasalahan yang terjadi dalam suatu proyek konstruksi. 


KESIMPULAN

Dalam hal ini jika owner memilih jasa konsultan manajemen konstruksi yang berpengalaman dalam menangani banyak masalah proyek biaya tentu tidak akan menjadi masalah yang penting untuk membayar konsultan manajemen konstruksi meningat banyaknya manfaat/profit yang akan didapat setelahnya, penerapan manajemen konstruksi tentu akan sangat berpengaruh terhadap kinerja proyek dari tahap awal hingga proyek itu selesai.


DAFTAR PUSTAKA


Umam, M.,S, Syafitri, D., Hidayat, A., & Kristiani F., 2017. Pengukuran Kinerja Konsultan Manajemen Konstruksi Pada Tahap Implementasi Proyek Konstruksi. Semarang: UNDIP.
Project Management Institute, 2008. Project Management Body of Knowledges. USA: Project Management Institute.
Setiawan, Samhis., 2020. Pengertian Manajemen Konstruksi – Peran, Fungsi, Tujuan, Tugas, Manfaat, Tipe, Tahapan : Gurupendidikan.com, Edisi 7 Februari 2020.
Dalam : https://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-manajemen-konstruksi/ . [Diakses tanggal : 19  Maret 2020]