.

Tampilkan postingan dengan label @J07-FARROSZY. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @J07-FARROSZY. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Mei 2020

Investasi Pendidikan Technopreneurship sebagai Daya Saing Bangsa


                                              Oleh : @J07-FARROSZY


Abstrak

Pendidikan menduduki posisi utama dalam sebuah pembangunan karena sasarannya adalah peningkatan kualitas sumberdaya manusia, oleh sebab itu pendidikan juga merupakan alur tengah dari seluruh sektor pembangunan.

Kamis, 30 April 2020

Metode Komunikasi Proyek Dalam Meningkatkan Daerah Aliran Sungai

Metode Komunikasi Proyek Dalam Meningkatkan Daerah Aliran Sungai


Oleh : Farroszy Safana Putra (J07-FARROSZY)
J07-FARROSZY, Kuis 08

(Sumber : Tugas Rekayasa Hidrology Farroszy Safana Putra)

Abstrak :

Teknologi informasi dan komunikasi merupakan suatu terminology yang mencakup semua teknologi yang digunakan untuk tujuan memanipulasikan dan mengkomunikasikan informasi. Terminologi ini digunakan dalam salah satu cabang dari ilmu teknologi informasi (Information and Communication Technology). Teknolgi informasi dan komunikasi berperan besar dalam meningkatkan daya saing dari industri-industri untuk memenuhi kebutuhan dari masyarakat, kebutuhan dari ekonomi dan khususnya dalam pertukaran informasi di dunia konstruksi yang mengaitkan hubungan komunikasi antara para pemangku kepentingan. (Schwalbe, 2010).

Istilah metode atau dalam bahasa Inggris "method" berasal dari bahasa Yunani "methodos" yang berarti rangkaian yang sistematis dan yang merujuk kepada tata cara yang sudah dibina berdasarkan rencana yang pasti, mapan dan logis.

Dalam teori komunikasi kunci sukses dalam berkomunikasi bukan terletak pada apa yang disampaikan tetapi lebih kepada bagaimana pesan tersebut disampaikan. Ini menyangkut dengan metode komunikasi apa yang tepat yang akan anda pakai (verbal, nonverbal, atau written/graphic).


Kata Kunci : Manajemen Konstruksi, Manajemen Komunikasi, Organisasi, Daerah Aliran Sungai.


Pendahuluan

Komunikasi merupakan proses dimana terjadi pertukaran informasi. Komunikasi didalam proyek konstruksi diperlukan tidak saja untuk kebutuhan interaksi, kolaborasi dan kooperasi antar anggota proyek namun lebih jauh lagi membantu untuk meyakinkan para manajer proyek bahwa aktivitas proyek dari hari ke hari sesuai dengan rencana yang ada. Komunikasi dalam proyek konstruksi dilakukan untuk memberikan kemudahan dan kejelasan dalam struktur organisasi baik pihak eksternal yaitu pemilik proyek, konsultan dan pihak internal proyek, yaitu pelaku proyek dan perusahaan. Komunikasi yang efektif dari informasi engineering meliputi keberadaan waktu informasi yang tepat saat dibutuhkan, isi dan kekuatan informasi, tambahan referensi informasi, kejelasan informasi, format, metode, model dari penyampaiannya. Untuk itu sangat diperlukan keterampilan berkomunikasi dalam pengelolaan proyek dibutuhkan karena berpengaruh atas keberhasilan pelaksanaan proyek dan berkepentingan terlaksananya program kerja, misi proyek dan misi perusahaan.

Permasalahan


Praktisi telah berulang kali menyebutkan bahwa proyek-proyek yang kekurangan komunikasi yang efektif pasti akan gagal. Manajemen komunikasi proyek melibatkan pembuatan, pengumpulan, dan penyimpanan informasi dalam suatu proyek. Cara yang berkembang pesat untuk mengelola proyek pengembangan perangkat lunak adalah manajemen proyek yang gesit, yang fokusnya adalah menyeimbangkan hasil kualitas dan distribusi informasi kemajuan proyek khususnya dalamproyek pembanguanan atau pengadaan sumber daya air.

Pembahasan

Daerah Aliran Sungai (DAS) secara umum didefinisikan sebagai suatu hamparan wilayah/kawasan yang dibatasi oleh pembatas topografi (punggung bukit) yang menerima, mengumpulkan air hujan, sedimen dan unsur hara serta mengalirkannya melalui anak-anak sungai dan keluar pada sungai utama ke laut atau danau. 

  • Linsley (1991) mengatakan bahwa DAS sebagai “A river of drainage basin in the entire area drained by a stream or system of connecting streams such that all stream flow originating in the area discharged through a single outlet”. 
  • Sementara Artikel Direktorat Kehutanan dan Konservasi Sumberdaya Air (2006) menyebutkan bahwa “A watershed is a geographic conserve soil and maximize the utilization of surface and subsurface water for crop production, and a watershed is also an area with administrative and property regimes, and farmers whose actions may affect each other’s interests”.

Dalam pendefinisian DAS pemahaman akan konsep daur hidrologi sangat diperlukan terutama untuk melihat masukan berupa curah hujan yang selanjutnya didistribusikan melalui beberapa cara seperti diperlihatkan pada Gambar. Konsep daur hidrologi DAS menjelaskan bahwa air hujan langsung sampai ke permukaan tanah untuk kemudian terbagi menjadi air larian, evaporasi dan air infiltrasi, yang kemudian akan mengalir ke sungai sebagai debit aliran.


Secara keseluruhan proyek dalam peningkatan DAS menemui enam masalah, yaitu :
  1. Tuntutan lokal, 
  2. Pengelolaan limbah padat, 
  3. Konsensus politik, 
  4. Kepemilikan, 
  5. Adaptasi, 
  6. Konflik penduduk taman.

Bagian penting dari strategi implementasi adalah Strategi Komunikasi Stakeholder atau Stakeholder Communications Strategy (SCS). SCS adalah bagian dari Strategi Partisipasi secara keseluruhan, karena metode ini secara aktif mendorong para pemangku kepentingan yang terkena dampak untuk terlibat dalam persiapan proyek dan kegiatan implementasi. SCS berfokus pada berbagi informasi dan konsultasi, dan membimbing komunikasi dengan para pemangku kepentingan selama implementasi proyek. Tujuan dan elemen kunci dari SCS adalah diseminasi informasi, pendidikan dan peningkatan kesadaran, mendorong dialog, dan mendorong perubahan perilaku.

Metode Komunikasi Utama untuk meningkatkan Komunikasi dalam proyek Bangunan Air adalah :
  1. Pertemuan individu dan konsultasi langsung, 
  2. Diskusi kelompok fokus dengan penduduk desa yang secara langsung dipengaruhi oleh proyek, 
  3. Audiensi publik dan pertemuan (untuk AMDAL), 
  4. Lokakarya pemangku kepentingan khusus, 
  5. Pertemuan koordinasi dan kegiatan dengan tim komunikasi , dan 
  6. Pertemuan yang sering dan berulang dengan personil kunci.

Keterlibatan antara anggota atau para pemangku kepentingan biasanya diinformasikan oleh seperangkat prinsip yang mendefinisikan nilai-nilai inti yang mendasari interaksi dengan para pemangku kepentingan. 

Prinsip-prinsip umum berdasarkan International Best Practice  meliputi:

J07-FARROSZY, Kuis 08
(Sumber : Tugas Manajemen Komunikasi Proyek Farroszy Safana Putra)
  1. Komitmen ditunjukkan ketika kebutuhan untuk memahami, melibatkan dan mengidentifikasi komunitas diakui dan ditindaklanjuti pada awal proses;
  2. Integritas terjadi ketika keterlibatan dilakukan dengan cara yang menumbuhkan rasa saling menghormati dan kepercayaan;
  3. Rasa hormat dibuat ketika hak, kepercayaan budaya, nilai-nilai dan minat para pemangku kepentingan dan masyarakat sekitar diakui;
  4. Transparansi ditunjukkan ketika keprihatinan masyarakat ditanggapi secara tepat waktu, terbuka, dan efektif;
  5. Inklusivitas dicapai ketika partisipasi luas didorong dan didukung oleh peluang partisipasi yang tepat; dan
  6. Kepercayaan dicapai melalui dialog yang terbuka dan bermakna yang menghormati dan menjunjung tinggi keyakinan, nilai, dan pendapat komunitas.

Untuk berkomunikasi secara efektif, tim proyek menggunakan seperangkat alat dan teknik yang relevan dengan proyek tertentu dan lingkungannya. Alat-alat dalam manajemen komunikasi proyek merujuk pada aplikasi perangkat lunak dan perangkat yang digunakan untuk membantu dalam pengumpulan dan distribusi informasi proyek. Teknik adalah metode yang digunakan untuk memungkinkan komunikasi dalam suatu proyek dan di antara para pemangku kepentingannya (Schwalbe, 2010).

Pemilihan alat dan teknik yang digunakan adalah tugas nontrivial yang dipengaruhi oleh sejumlah variabel. Beberapa variabel ini termasuk biaya, ketersediaan alat, keterampilan, dan jenis proyek (Mnkandla, 2008).

Alat dan Teknik yang dapat digunakan di dalam proyek :

· wiki proyek,
· manajemen konflik,
· status dan laporan kemajuan proyek,
· situs web proyek,
· blog proyek,
· email,
· rapat harian,
· iterasi,
· templat,
· visi,
· pertemuan awal,
· rencana manajemen komunikasi,
· pemilihan media komunikasi, dan komunikasi virtual
(Schwalbe, 2010; Vermeulen, Brereton, Lofthouse, Smith, Kehagia, Krafft, dan Baeten, 2009)

Manfaat penggunaan Teknologi Informasi dan Komputer dalam Proyek :

· Meningkatkan kinerja perusahaan atau organisasi,
· Mengatur dan mengelola informasi dengan lebih mudah,
· Memperluas jangkauan berbisnis,
· Menghemat biaya operasional,
· Meningkatkan posisi daya saing,
· Memperbesar keuntungan.

Kesimpulan

Kesuksesan dalam proyek adalah tentang cara komunikasi direncanakan dan diimplementasikan. Banyak yang mengatakan bahwa rencana komunikasi proyek yang baik menjadi kunci keberhasilan proyek rencana tersebut mungkin mencakup pemilihan alat dan teknik komunikasi proyek yang baik. Namun, bidang alat dan teknik komunikasi proyek tidak stagnan. Ini secara dinamis dipengaruhi baik oleh teknologi yang lebih baru, dan oleh konteks di mana proyek dilaksanakan. Ketika manajer proyek dan tim mereka merencanakan manajemen komunikasi proyek, sangat penting bagi mereka untuk secara serius mempertimbangkan alat dan teknik komunikasi yang paling disukai dan nyaman. Penggunaan alat yang tidak disukai oleh anggota tim dan pemangku kepentingan dapat menyebabkan hambatan yang tidak perlu untuk proyek.

Daftar Pustaka

Soeharto, I. Buku Manajemen Konstruksi PMBOOK

Schwalbe, 2010; Vermeulen, Brereton, Lofthouse, Smith, Kehagia, Krafft, dan Baeten, 2009. Jurnal DOI:10.1061/(ASCE)BE.1943-5592.0001330.©2018AmericanSocietyofCivilEngineers.
Dimyati, D. H., & Nurjaman, K. (2014). Manajemen Proyek. Yogyakarta: Pustaka Setia.
Duncan, W. R. (1996). A Guide to The Project Management Body of Knowledge. Sylva: PMI Communication.
Soeharto, I. (2002). Studi Kelayaan Proyek Industri . Jakarta : Erlangga.
Soeharto, I. 1999. Manajemen Proyek (Dari Konseptual Sampai Operasional ). Jakarta : Erlangga.
Arianie, G. P., & Puspitasari, N. B. (2017). Perencanaan manajemen proyek dalam meningkatkan efisiensi dan efektifitas sumber daya perusahaan (studi kasus : qiscus pte ltd).
Robby, L. Preparing the Bagmati River Basin Improvement Project Final Report Attachment - Stakeholder Communication Strategy.

Basnyat, D. B. Preparing the Bagmati River Basin Improvement Project Final Report Attachment - Stakeholder Communication Strategy.

Linsley (1991). Stakeholder Communication Strategy.

Artikel Direktorat Kehutanan dan Konservasi Sumberdaya Air (2006), diakses pada 27 April 2020, Pukul 19.03 WIB.



Selasa, 24 Maret 2020

PERKEMBANGAN BAHASA INDONESIA DALAM SITUS JEJARING SOSIAL


            PERKEMBANGAN BAHASA INDONESIA DALAM SITUS JEJARING SOSIAL
oleh : Farroszy Safana Putra (@J07-FARROSZY)


Sumber : Bagas Hugo


ABSTRAK

Dalam Seminar Nasional Kebahasaan “Bahasa Indonesia Sebagai Alat Pemersatu Bangsa Di Daerah Perbatasan”, Mahsun (2014) mengatakan bahasa Indonesia adalah perekat jati diri bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia adalah salah satu alat pemersatu bangsa yang dinilai berhasil semenjak pra kemerdekaan. Oleh bahasa persatuan, bahasa Indonesia, kemultilingualan dan kemultikulturalan Indonesia dapat bersatu dalam nasionalisme. Penggunaan bahasa Indonesia yang benar semakin diremehkan. Penggunaan bahasa Indonesia yang tidak baku banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, terutama situs jejaring sosial seperti facebook, instagram, dan twitter. Ragam tidak baku dalam situs jejaring sosial melekat di generasi muda dewasa ini dan ragam tidak baku akan mendominasi dan menggeser posisi ragam baku di masa yang akan datang jika tidak ditangani serius dan segera.

PENDAHULUAN

Bahasa Indonesia hidup berdampingan dengan bahasa asing dan juga bahasa daerah, termasuk bahasa alay. Antara satu sama lain terjalin kontak bahasa. Tentu tidak terhindarkan adanya saling memengaruhi di antara bahasa-bahasa yang terlibat kontak tersebut. Dewasa ini, bahasa Indonesia semakin tergerus seiring dengan berkembangnya zaman. Dalam kehidupan sehari-hari, bahasa Indonesia dicampuradukkan dengan bahasa asing seperti bahasa Inggris oleh penggunanya. Bahasa Indonesia baku tidak dihargai dengan menggunakan singkatan dan ragam bahasa yang tidak bisa dirumuskan. Bahkan, bentuk-bentuk baku bahasa Indonesia kerap dimodifikasi dengan alasan tertentu. Kita bisa menyaksikan bahasa Indonesia digunakan dengan tidak baik dalam situs jejaring sosial seperti facebook, instagram, dan twitter. Dalam situs jejaring sosial tersebut, bahasa Indonesia yang baku sering diabaikan, bahkan diremehkan. Masyarakat, terutama kaula muda, kerap kali menggunakan bahasa tidak formal untuk menarik perhatian, tampak gaul, dan mempersingkat waktu pengetikan. Padahal, hal tersebut dilakukan di muka umum, di mana publik dapat menyaksikannya
1.      Jejaring Sosial Situs jejaring sosial dapat diartikan sebagai situs pelayanan yang memperbolehkan individual untuk (1) membangun profil sebuah publik atau semi-publik dengan sistem kekerabatan, (2) menghubungkan sebuah daftar dari pengguna lain yang telah terhubung, dan (3) melihat dan menghubungi daftar yang terhubung tersebut kepada orang lain yang didukung sistem (Boyd, Danah M. dan Nicole B. Ellison, 2008: 211). Ada ratusan situs jejaring sosial di dunia yang sengaja dibuat untuk menghubungkan orang-orang dalam berinteraksi satu sama lain (Lange, P. G., 2007: 1).
2.      Ragam Tidak Baku Di dalam situs jejaring sosial, masyarakat dapat mengekspresikan pendapatnya atau berkomunikasi dengan orang lain. Tentu bahasa sangat dilibatkan dalam hal ini. Dengan beberapa faktor, banyak penggunaan ragam bahasa Indonesia yang tidak baku. Ragam tidak baku meliputi:
a.       Akronim atau singkatan Kridalaksana menyebutkan bahwa singkatan adalah satu di antara hasil pemendekan yang berupa huruf atau gabungan huruf, baik yang dieja huruf demi huruf maupun yang tidak dieja huruf demi huruf (1982: 162). Sementara akronim adalah kependekan yang berupa gabungan huruf atau suku kata atau bagian lain yang ditulis dan dilafalkan sebagai kata yang sesuai dengan kaidah fonotaktik bahasa yang bersangkutan (Kridalaksana, 1982: 5).
b.      Afiks Afiks adalah bentuk terikat yang bila ditambahkan pada bentuk lain akan mengubah makna gramatikalnya (Kridalaksana, 1982: 2). Terdapat macam-macam afiks yaitu: prefiks, infiks, sufiks, simulfiks, konfiks, superfiks dan kombinasi afiks. Afiks dalam bahasa Indonesia sangat produktif untuk pembentukan kata dalam bahasa Indonesia. Pembubuhan afiks {me-}, {ber-}, {di-}, {ter-}, {per-}, {pe-}, {se-}, {ke-}, {kan-}, {-i} , {-an}, {ke-an-}, {peN-an}, {per-an}, {ber-an}, seperti pada contoh kata: menampung, berlari, dibeli, terawat, petinju, sebuah, kedua, jatuhkan, jauhi, pakaian, kemalangan, pemaksaan, perolehan, berlarian. Pada afiks tersebut mengandung makna yang berbedabeda.
c.       Bentuk yang tidak beraturan dan tidak bisa dirumuskan Bentuk yang tidak beraturan dan tidak bisa dirumuskan adalah bahasa Indonesia yang digunakan menggunakan ragam tidak baku dalam bentuk kata atau frasa yang secara sintaksis tidak berterima. Penggunaan bahasa jenis ini berorientasi pada pemahaman dan konteks yang sama antara penutur dan petutur.
d.      Kode yang bercampur PROSIDING SEMNAS KBSP V E-ISSN: 2621-1661 279 Nababan mengatakan bahwa campur kode adalah suatu keadaan bilamana orang mencampur dua (atau lebih) bahasa atau ragam bahasa dalam suatu tindak bahasa (speech act atau discourse) tanpa ada sesuatu dalam situasi bahasa itu yang menuntut pencampuran bahasa itu (dalam Suwandi, 2008: 87). Kode yang bercampur adalah hasil dari campur kode yang biasanya terjadi pada situasi informal.

PERMASALAHAN

Penggunaan bahasa Indonesia yang benar semakin diremehkan. Penggunaan bahasa Indonesia yang tidak baku banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, terutama situs jejaring sosial seperti facebook, instagram, dan twitter. Ragam tidak baku dalam situs jejaring sosial melekat di generasi muda dewasa ini dan ragam tidak baku akan mendominasi dan menggeser posisi ragam baku di masa yang akan datang jika tidak ditangani serius dan segera.

KESIMPULAN

Banyaknya ragam tidak baku dan bahasa-bahasa asing yang digunakan oleh orang-orang di zaman sekarang mengidentifikasikan bahwa Bahasa Indonesia saat ini sedang dalam keadaan yang berkembang ke arah penyimpangan. Dilihat dari bukti-bukti penggunaan ragam tidak baku di media sosial, dapat disimpulkan bahwa orang–orang cenderung lebih memperhatikan fungsi praktis asal terjadi keberterimaan di antara kedua atau lebih yang terlibat dalam pembicaraan. Apabila penyimpangan-penyimpangan tentang penggunaan bahasa yang baik dan benar di media sosial itu terus terjadi, maka akan menyebabkan lunturnya penggunaan bahasa Indonesia. Apalagi tidak bisa ada kontrol yang nyata dari pemerintah maupun yang berkepentingan tentang penggunaan bahasa Indonesia yang benar di media sosial. Hal yang bisa dilakukan hanyalah melakukan imbauan. Akan tetapi, masyarakat Indonesia sendiri, terlebih pengguna media sosial cenderung mengabaikan hal itu, dan lebih tertarik kepada isu-isu yang berpotensi menjadi bahan hiburan atau yang berkenaan dengan masalah sosial yang pembahasannya bisa lebih panjang dan menarik. Kebanyakan orang menganggap pembahasan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar itu sendiri sebagai pembahasan yang membosankan.
Hal itu membuat semakin jarangnya penggunaan bahasa Indonesia yang benar oleh masyarakat Indonesia sendiri. Pada akhirnya, semakin rendahnya kesadaran bangsa Indonesia terhadap pentingnya bahasa Indonesia akan memungkinkan kesalahan tentang penggunaan bahasa Indonesia ini diturunkan ke generasi selanjutnya, entah itu dalam penggunaannya di media sosial maupun dalam penuturan keseharian.
Bahasa Indonesia berkembang ke arah yang tidak diharapkan. Dari media sosial, didapat ragam bahasa Indonesia yang tidak baku, berupa akronim atau singkatan, afiks, bentuk yang tidak beraturan dan tidak bisa dirumuskan, dan kode yang bercampur. Saat ini, banyak masyarakat kurang menghargai dan cenderung meremehkan bahasa Indonesia. Hal tersebut karena proses akulturasi bahasa yang mengutamakan fungsi prasktis dan keberterimaan anatara penutur dan mitra tutur, baik di dunia media sosial maupun di dunia nyata, sehingga kebanyakan dari mereka mengesampingkan kaidah dari penggunaan bahasa Indonesia itu. Pada akhirnya, penggunaan bahasa Indonesia yang tidak baku akan berlanjut ke generasi selanjutnya

DAFTAR PUSTAKA

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. 2016. Kamus Besar Bahasa Indonesia (Edisi Kelima). Jakarta: Balai Pustaka. Boyd, Danah M. dan Nicole B. Ellison. 2008. Social Network Sites: Definition, History, and Scholarship. Journal of Computer-Mediated Communication. Volume 13: 211. Kridalaksana, Harimurti. 1982. Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia. Lange, P. G. 2007. Publicly private and privately public: Social networking on YouTube. Journal of Computer-Mediated Communication. Volume: 13: 1. Suwandi, Sarwiji. 2008. Serbalinguistik (Mengupas Pelbagai Praktik Berbahasa). Surakarta: UNS Press. Yusuf, Oik. 2016. Jumlah Pengguna Facebook di Indonesia Terus Bertambah. http://tekno.kompas.com/read/2016/10/20/17062397/jumlah.pengguna.facebook.di.indonesia. terus.bertambah. [Diakses 24 Maret 2020].

Kamis, 12 Maret 2020

Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Pertukaran Informasi Konstruksi di antara Tim Proyek Multidisiplin

Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Pertukaran Informasi Konstruksi di antara Tim Proyek Multidisiplin


Oleh : Farroszy Safana Putra (J07-FARROSZY)

(Sumber : SIBIMA PU, Manajemen Komunikasi)

Abstrak :

Teknologi informasi dan komunikasi merupakan suatu terminology yang mencakup semua teknologi yang digunakan untuk tujuan memanipulasikan dan mengkomunikasikan informasi. Terminologi ini digunakan dalam salah satu cabang dari ilmu teknologi informasi (Information and Communication Technology). Teknolgi informasi dan komunikasi berperan besar dalam meningkatkan daya saing dari industri-industri untuk memenuhi kebutuhan dari masyarakat, kebutuhan dari ekonomi dan khususnya dalam pertukaran informasi di dunia konstruksi yang mengaitkan hubungan komunikasi antara para pemangku kepentingan.


Kata Kunci : Manajemen Konstruksi, Manajemen Komunikasi, Internet, Organisasi.


Pendahuluan

Pada proyek industri perumahan, intranet biasanya digunakan. Intranet didefinisikan sebagai jaringan internal yang menggunakan internet dan web protokol yang terletak di dalam domain keamanan TI. Biasanya digunakan oleh anggota organisasi dalam suatu proyek (Slyke dan Bélanger 2003). Intranet memiliki fungsi e-mail dan template elektronik untuk menyebarkan dokumen perusahaan, menyediakan informasi departemen atau divisi. Pengadopsian ICT pada tingkat organisasi memiliki potensi meningkatkan posisi daya saing, menekan biaya pengeluaran, meningkatkan kualitas, memperbesar keuntungan.


Permasalahan


Praktisi telah berulang kali menyebutkan bahwa proyek-proyek yang kekurangan komunikasi yang efektif pasti akan gagal. Manajemen komunikasi proyek melibatkan pembuatan, pengumpulan, dan penyimpanan informasi dalam suatu proyek. Cara yang berkembang pesat untuk mengelola proyek pengembangan perangkat lunak adalah manajemen proyek yang gesit, yang fokusnya adalah menyeimbangkan hasil kualitas dan distribusi informasi kemajuan proyek. 


Pembahasan

Dalam hal ini, saya membahas tentang pendekatan, alat, dan teknik yang digunakan dalam manajemen proyek yang digunakan secara efektif dalam mengelola komunikasi dalam proyek pengembangan perangkat lunak.

Untuk berkomunikasi secara efektif, tim proyek menggunakan seperangkat alat dan teknik yang relevan dengan proyek tertentu dan lingkungannya. Alat-alat dalam manajemen komunikasi proyek merujuk pada aplikasi perangkat lunak dan perangkat yang digunakan untuk membantu dalam pengumpulan dan distribusi informasi proyek. Teknik adalah metode yang digunakan untuk memungkinkan komunikasi dalam suatu proyek dan di antara para pemangku kepentingannya (Schwalbe, 2010).

Pemilihan alat dan teknik yang digunakan adalah tugas nontrivial yang dipengaruhi oleh sejumlah variabel. Beberapa variabel ini termasuk biaya, ketersediaan alat, keterampilan, dan jenis proyek (Mnkandla, 2008).


Alat dan Teknik yang dapat digunakan di dalam proyek :

· wiki proyek,
· manajemen konflik,
· status dan laporan kemajuan proyek,
· situs web proyek,
· blog proyek,
· email,
· rapat harian,
· iterasi,
· templat,
· visi,
· pertemuan awal,
· rencana manajemen komunikasi,
· pemilihan media komunikasi, dan komunikasi virtual
(Schwalbe, 2010; Vermeulen, Brereton, Lofthouse, Smith, Kehagia, Krafft, dan Baeten, 2009)


Maanfaat penggunaan Teknologi Informasi dan Komputer dalam Proyek :

· Meningkatkan kinerja perusahaan atau organisasi,
· Mengatur dan mengelola informasi dengan lebih mudah,
· Memperluas jangkauan berbisnis,
· Menghemat biaya operasi perusahaan,
· Meningkatkan posisi daya saing,
· Memperbesar keuntungan.


Kesimpulan

Kesuksesan dalam proyek adalah tentang cara komunikasi direncanakan dan diimplementasikan. Banyak yang mengatakan bahwa rencana komunikasi proyek yang baik menjadi kunci keberhasilan proyek rencana tersebut mungkin mencakup pemilihan alat dan teknik komunikasi proyek yang baik. Namun, bidang alat dan teknik komunikasi proyek tidak stagnan. Ini secara dinamis dipengaruhi baik oleh teknologi yang lebih baru, dan oleh konteks di mana proyek dilaksanakan. Ketika manajer proyek dan tim mereka merencanakan manajemen komunikasi proyek, sangat penting bagi mereka untuk secara serius mempertimbangkan alat dan teknik komunikasi yang paling disukai dan nyaman. Penggunaan alat yang tidak disukai oleh anggota tim dan pemangku kepentingan dapat menyebabkan hambatan yang tidak perlu untuk proyek.

Daftar Pustaka

Buku Manajemen Konstruksi PMBOOK

Schwalbe, 2010; Vermeulen, Brereton, Lofthouse, Smith, Kehagia, Krafft, dan Baeten, 2009. Jurnal DOI:10.1061/(ASCE)BE.1943-5592.0001330.©2018AmericanSocietyofCivilEngineers.
Dimyati, D. H., & Nurjaman, K. (2014). Manajemen Proyek. Yogyakarta: Pustaka Setia.
Duncan, W. R. (1996). A Guide to The Project Management Body of Knowledge. Sylva: PMI Communication.
Soeharto, I. (2002). Studi Kelayaan Proyek Industri . Jakarta : Erlangga.
Soeharto, I. 1999. Manajemen Proyek (Dari Konseptual Sampai Operasional ). Jakarta : Erlangga.
Arianie, G. P., & Puspitasari, N. B. (2017). Perencanaan manajemen proyek dalam meningkatkan efisiensi dan efektifitas sumber daya perusahaan (studi kasus : qiscus pte ltd).