.

Tampilkan postingan dengan label @J10-ILHAM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @J10-ILHAM. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Mei 2020

FUNGSI DAN TUJUAN PENDIDIKAN UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING BANGSA


Abstrak

Dari berbagai perrspektif tentang fungsi dan tujuan pendidikan telah jelas terlihat bahwa pendidikan di pendidikan berupaya untuk menciptakan bangsa yang cakap, beriman, bertaqwa kepada Tuhan serta memilki pengetahuan yang baik dan wawasan kebangsaan.

Kamis, 30 April 2020

Jenis Dan Fungsi Dinding Geser Dalam Struktur Bangunan



Jenis Dan Fungsi Dinding Geser Dalam Struktur Bangunan





ABSTRAK

Di Indonesia khususnya di kota kota besar terdapat banyak sekali bangunan bertingkat. Namun, sebagian besar wilayah di Indonesia merupakan wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana gempa. Gempa dapat mengakibatkan struktur pada bangunan mengalami simpangan horisontal (drift). Pada perencanaan pembangunan sebuah bangunan bertingkat  untuk mengurangi dampak yang terjadi apabila terjadi gempa adalah dengan metode yang dapat dilakukan untuk mengurangi simpangan horisontal yaitu dengan pemasangan dinding geser (shearwall).

PENDAHULUAN
Shear wall adalah jenis struktur dinding yang berbentuk beton bertulang yang biasanya dirancang untuk menahan gaya geser yang diakibatkan oleh gempa bumi. Dengan dibuatnya dinding shear wall pada setiap titik rawan maka gaya lateral gempa dapat diredam oleh dinding geser itu. Di Indonesia semua bangunan bertingkat sudah menggunakan metode dinding geser (shearwall) untuk meminimalisir dampak yang terjadi pada struktur bangunan akibat gempa.

PEMBAHASAN
Bangunan tinggi tahan gempa umumnya menggunakan elemen-elemen struktur kaku berupa dinding geser untuk menahan kombinasi gaya geser, momen, dan gaya aksial yang timbul akibat beban gempa. Dengan adanya dinding geser yang kaku pada bangunan, sebagian besar beban gempa akan terserap oleh dinding geser tersebut.

Dinding geser adalah struktur vertikal yang digunakan pada bangunan tingkat tinggi. Fungsi utama dari dinding geser adalah menahan beban lateral seperti gaya gempa dan angin. Berdasarkan letak dan fungsinya, dinding geser dapat diklasifikasikan dalam 3 jenis yaitu :

1.    Bearing walls adalah dinding geser yang juga mendukung sebagian besar beban gravitasi . Tembok-tembok ini juga menggunakan dinding partisi antar apartemen yang berdekatan.

2. Frame walls adalah dinding geser yang menahan beban lateral, dimana beban gravitasi berasal dari frame beton bertulang. Tembok-tembok ini dibangun diantara baris kolom.

3. Core walls adalah dinding geser yang terletak di dalam wilayah inti pusat dalam gedung yang biasanya diisi tangga atau poros lift. Dinding yang terletak dikawasan inti pusat memiliki fungsi ganda dan dianggap menjadi pilihan paling ekonomis.

Fungsi dari dinding geser pada sebuah bangunan secara umum antara lain :
§  Memperkuat bangunan
   Dengan struktur dinding beton bertulang, kemudian dinding tidak hanya sebagai pembagi
   ruang tetapi berfungsi juga sebagai struktur bangunan yang menanggung beban kerja pada
   gaya-gaya beams dan columns di sekitarnya
§  Meredam goncangan akibat gempa
   Geografis negara kita pada umumnya sangat rentan terhadap gempa bumi, dengan dinding
   Shear wall maka gaya gempa yang terjadi akan berkurang, sehingga dapat mengurangi
   dampak yang terjadi dalam bentuk bangunan yang ada.
§  Mengurangi biaya pemeliharaan gedung.
   Dengan gedung yang menggunakan Shear wall, maka kerusakan yang timbul akibat
   guncangan gempa bangunan dapat minimalisir sehingga yang akan mengurangi biaya
   pemeliharaan harus dikeluarkan jika bangunan tidak menggunakan jenis dinding.
§  Daya beban pikul dinding yang dapat ditingkatkan.
   Dengan dinding jenis kemampuan Shear wall beton lantai di atas kemudian menerima
   beban tumbuh, besarnya kekuatan lantai akan berbanding lurus dengan ketebalan shearwall
   itu sendiri.

Dalam praktiknya, dinding geser selalu dihubungkan dengan sistem rangka pemikul momen pada gedung. Dinding struktural yang umum digunakan pada gedung tinggi adalah dinding geser kantilever dan dinding geser berangkai. Berdasarkan SNI 03-2847-2002, dinding geser beton bertulang kantilever adalah suatu subsistem struktur gedung yang fungsi utamanya untuk memikul beban geser akibat pengaruh gempa rencana. Kerusakan pada dinding ini hanya boleh terjadi akibat momen lentur (bukan akibat gaya geser), melalui pembentukan sendi plastis di dasar dinding. Nilai momen leleh pada dasar dinding tersebut dapat mengalami pembesaran akibat faktor kuat lebih bahan. Jadi berdasarkan SNi tersebut, dinding geser harus direncanakan dengan metode desain kapasitas. Dinding geser kantilever termasuk dalam kelompok flexural wall , dimana rasio antara tinggi dan panjang dinding geser tidak boleh kurang dari 2 dan dimensi panjangnya tidak boleh kurang dari 1.5 m.

KESIMPULAN
            Dengan bayaknya daerah di Indonesia yang menjadi daerah rawan akan gempa bangunan bangunan bertingkat menggunakan metode dinding geser (shearwall) untuk dapat mengurangi dampak yang terjadi akibat terjadinya gempa.

        

Rabu, 25 Maret 2020

PERKEMBANGAN DAN KEDUDUKAN FUNGSI BAHASA INDONESIA

PERKEMBANGAN DAN KEDUDUKAN FUNGSI BAHASA INDONESIA
Oleh : Ilham Azizzurahman

Abstrak: Peranan bahasa Indonesia di era globalisasi mempunyai peran yang sangat penting, diharapkan masyarakat Indonesia tetap dapat menggunakan bahasa Indonesia sesuai dengan fungsinya. Walaupun arus deras era globalisasi menyentuh berbagai aspek seperti ekonomi, teknologi, dan bahasa. Tulisan ini membahas tentang Perkembangan bahasa Indonesia, Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia, Eksistensi Bahasa Indonesia dalam Era Globalisasi dan yang lainnya. 

Pendahuluan 

Kita tengah memasuki abad XXI, Abad ini juga merupakan milenium III perhitungan Masehi. Perubahan abad dan perubahan milenium ini diramalkan akan membawa perubahan pula terhadap struktur ekonomi, struktur kekuasaan, dan struktur kebudayaan dunia. Fenomena paling menonjol yang tengah terjadi pada kurun waktu ini adalah terjadinya proses globalisasi. Proses perubahan inilah yang disebut Alvin Toffler sebagai gelombang ketiga, setelah berlangsung gelombang pertama (agrikultur) dan gelombang kedua (industri). Perubahan yang demikian menyebabkan terjadinya pula pergeseran kekuasaan dari pusat kekuasaan yang bersumber pada tanah, kemudian kepada kapital atau modal, selanjutnya (dalam gelombang ketiga) kepada penguasaan terhadap informasi (ilmu pengetahuan dan teknologi). 

Permasalahan

1. Bagaimana Perkembangan Bahasa dan Sastra Indonesia ?
2. Apa Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia ?

Pembahasan

1. Perkembangan Bahasa dan Sastra Indonesia
Di dalam sejarahnya, bahasa Indonesia mengalami perkembangan yang sangat menarik, tadinya bahasa Indonesia adalah bahasa Melayu yang memiliki kesamaan dengan rumpun dari negara Malaysia. Bahasa ini telah menjadi bahasa lebih dari 200 juta rakyat di nusantara Indonesia. Sebagian besar di antaranya juga telah menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa lokal (etnis) yang kecil. Bahasa Indonesia yang semulanya berasal dari bahasa Melayu itu telah menggeser dan menggoyahkan bahasa etnis-etnis yang cukup besar, seperti bahasa Jawa dan bahasa Sunda. Bahasa Indonesia telah menjadi bahasa dari masyarakat baru yang bernama masyarakat Indonesia. Di dalam persaingan untuk merebut pasar kerja, bahasa Indonesia telah mengalahkan bahasa-bahasa daerah yang ada di Indonesia. Bahasa Indonesia juga telah tumbuh dan berkembang menjadi bahasa yang modern pula.

2.  Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia 
Bahasa Indonesia memiliki peran penting di dalam bangsa Indonesia seperti yang tercantum dalam Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 pada ikrar yang berbunyi “Kami putera dan puteri Indonesia menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia”. Ini artinya sebagai generasi penerus bangsa perlunya kita dapat menjunjung tinggi bahasa nasional kita sendiri dengan melakukan hal-hal yang positif. Selain itu, di dalam Undang-Undang Dasar 1945 tercantum pasal khusus ( BAB XV pasal 36) mengenai kedudukan bahasa Indonesia yang menyatakan bahwa bahasa negara ialah bahasa Indonesia. Di dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia berfungsi sebagai: 
A. Lambang kebanggaan kebangsaan  
Sebagai lambang kebanggaan kebangsaan, bahasa Indonesia mencerminkan nilai-nilai sosial budaya yang mendasari rasa kebangsaan kita. Melalui bahasa nasionalnya, bangsa Indonesia menyatakan harga diri serta nilai-nilai budaya yang dapat dijadikan pegangan hidup. Atas dasar kebanggaan ini, bahasa Indonesia kita pelihara dan kita kembangkan. Kemudian rasa kebanggaan memakai bahasa Indonesia ini senantiasa kita bina. 
B. Lambang identitas nasional 
Sebagai lambang identitas nasional, bahasa Indonesia kita junjung di samping bendera dan lagu nasional negara kita. Di dalam melaksanakan fungsi ini, bahasa Indonesia tentulah harus memiliki identitasnya sendiri pula sehingga serasi dengan lambang kebangsaan kita yang lainnya. Bahasa Indonesia dapat pula mewakili identitasnya sendiri apabila masyarakat pemakainya membina dan mengembangkannya sedemikian rupa sehingga bersih dari unsur-unsur bahasa lainnya, terutama bahasa asing seperti bahasa Inggris, yang tidak benar-benar diperlukan. 
C. Alat perhubungan antardaerah dan antarbudaya 
Sejalan dengan fungsinya sebagai alat perhubungan antar daerah dan antar budaya, bahasa Indonesia telah berhasil pula melaksanakan fungsinya sebagai alat pengungkapan perasaan. Kalau beberapa tahun yang lalu masih ada orang yang berpandangan bahwa bahasa Indonesia itu belum sanggup mengungkapkan nuansa perasaan yang halus, sekarang kita lihat kenyataan bahwa seni sastra serta seni drama, baik yang dituliskan maupun yang dilisankan, telah berkembang sedemikian pesatnya. Hal ini menunjukkan bahwa nuansa perasaan yang betapa pun halusnya dapat diungkapkan dengan memakai bahasa Indonesia. Kenyataan ini semuanya sudah tentulah dapat menambah tebalnya rasa kebanggaan kita akan kemampuan bahasa nasional kita, bahasa Indonesia.
D. Alat yang memungkinkan penyatuan berbagai suku bangsa dengan latar belakang sosial budaya dan bahasanya masing-masing ke dalam kesatuan kebangsaan Indonesia 
Di dalam hubungan bahasa Indonesia sebagai alat untuk memungkinkan penyatuan berbagai suku bangsa dengan latar belakang sosial budaya dan bahasanya masing-masing ke dalam kesatuan kebangsaan Indonesia, bahasa Indonesia memungkinkan berbagai-bagai suku bangsa itu dapat mencapai keserasian hidup sebagai bangsa yang bersatu dengan tidak perlu meninggalkan identitas kesukuan dan kesetiaan kepada nilai-nilai sosial budaya serta latar belakang bahasa daerah yang bersangkutan.

Kesimpulan

Di dalam era globalisasi seperti ini akan mengalami perubahan dalam berbagai aspek baik teknologi maupun ilmu pengetahuan. Bahasa nasional kita pun mengalami perubahan dalam segi pengucapan maupun perubahan kata-kata yang mengikuti zaman dan era yang baru saat ini .Perlu peningkatan untuk menumbuhkembangkan kecintaan kita terhadap bahasa nasional kita sendiri sesuai dengan sumpah pemuda. 

Daftar Pustaka

Esten, Musrsal. 2010. Bahasa dan Sastra Sebagai Identitas Bangsa dalam Proses
Globalisasi. Jakarta: Gramedia.

Hasan, Abdullah. Ed. 1994. Language Planning in Southeast Asia. Kuala Lumpur: Dewan
Bahasa dan Pustaka.

Mulyati. 2015. Terampil Berbahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: Kencana. Muslic, 

Mansur. 2006. Bahasa Indonesia dan Era Globalisasi.


Half Kill's Blog. (2012, 04 29). Peranan Bahasa Indonesia Dalam Perkembangan Ilmu Pengetahuan Teknologi di Era Globalisasi. Retrieved from https://halfkill.wordpress.com/: https://halfkill.wordpress.com/2012/04/29/Peranan-Bahasa-Indonesia-dalam-Perkembangan-Ilmu-Pengetahuan-Teknologi-di-Era-Globalisasi/

Manajemen Konstruksi

MANAJEMEN KONSTRUKSI



Oleh : Ilham Azizzurahman

Pendahuluan

Manajemen konstruksi adalah ilmu yang mempelajari dan mempraktikkan aspek-aspek manajerial dan teknologi industri konstruksi. Manajemen konstruksi juga dapat diartikan sebagai sebuah model bisnis yang dilakukan oleh konsultan konstruksi dalam memberi nasihat dan bantuan dalam sebuah proyek pembangunan.

Permasalahan

1. Apa saja fungsi dan tujuan dari manajemen konstruksi
2. Apa peranan manajemen konstruksi

Pembahasan

Manajemen konstruksi adalah ilmu yang mempelajari dan mempraktikkan aspek-aspek manajerial dan teknologi industri konstruksi. Manajemen konstruksi juga dapat diartikan sebagai sebuah model bisnis yang dilakukan oleh konsultan konstruksi dalam memberi nasihat dan bantuan dalam sebuah proyek pembangunan.
Construction Management Association of America (CMAA) menyatakan bahwa ada tujuh kategori utama tanggung jawab seorang manajer konstruksi, yaitu perencanaan proyek manajemen, manajemen harga, manajemen waktu, manajemen kualitas, administrasi kontrak, manajemen keselamatan dan praktik profesional.
Peranan Manajemen Konstruksi dalam Industri Konstruksi adalah layanan yang sangat baik yang disediakan untuk mengkoordinasikan dan mengkomunikasikan seluruh proses konstruksi. Sebagai manajer proyek konstruksi akan menangani semua tahap konstruksi proyek Anda. Pada tahap pra-konstruksi, kita akan melakukan semua yang diperlukan studi kelayakan dan penelitian. Kemudian datang desain dan perencanaan. Setelah spesifikasi arsitektur dan tujuan penjadwalan yang didefinisikan dengan baik, pekerjaan dilanjutkan oleh pembangun dan kontraktor untuk memulai membangun aktual bawah pengawasan yang ketat kami. Menekankan pada independen dari para profesional lain yang terlibat dalam konstruksi. netralitas ini memungkinkan untuk secara objektif dan tidak memihak menyarankan klien pada pilihan consultans dan kontraktor, yang memungkinkan klien untuk mendapatkan manfaat maksimal.

Manajemen konstruksi memiliki beberapa fungsi antara lain :
  1. Sebagai Quality Control untuk menjaga kesesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan
  2. Mengantisipasi terjadinya perubahan kondisi lapangan yang tidak pasti dan mengatasi kendala terbatasnya waktupelaksanaan
  3. Memantau prestasi dan kemajuan proyek yang telah dicapai, hal itu dilakukan dengan opname (laporan) harian, mingguan dan bulanan
  4. Hasil evaluasi dapat dijadikan tindakan pengambilan keputusan terhadap masalah-masalah yang terjadi di lapangan
  5. Fungsi manajerial dari manajemen merupakan sistem informasi yang baikuntuk menganalisis performa dilapangan


Tujuan Manajemen Konstruksi
Tujuan Manajemen Konstruksi adalah mengelola fungsi manajemen atau mengatur pelaksanaan pembangunan sedemikian rupa sehingga diperoleh hasil optimal sesuai dengan persyaratan (spesification) untuk keperluan pencapaian tujuan ini, perlu diperhatikan pula mengenai mutu bangunan, biaya yang digunakan dan waktu pelaksanaan Dalam rangka pencapaian hasil ini selalu diusahakan pelaksanaan pengawasan mutu ( Quality Control ) , pengawasan biaya ( Cost Control ) dan pengawasan waktu pelaksanaan ( Time Control ).



Penerapan konsep manajemen konstruksi yang baik adalah mulai tahap perencanaan, namun dapat juga pada tahap - tahap lain sesuai dengan tujuan dan kondisi proyek tersebut sehingga konsep MK dapat diterapkan pada tahap - tahap proyek sebagai berikut

  1. Manajemen Konstruksi dilaksanakan pada seluruh tahapan proyek. Pengelolaan proyek dengan sistem MK, disini mencakup pengelolaan teknis operasional proyek, dalam bentuk masukan - masukan dan atau keputusan yang berkaitan dengan teknis operasional proyek konstruksi, yang mencakup seluruh tahapan proyek, mulai dari persiapan, perencanaan, perancangan, pelaksanaan dan penyerahan proyek.
  2. Tim MK sudah berperan sejak awal disain, pelelangan dan pelaksanaan proyek selesai, setelah suatu proyek dinyatakan layak ('feasible ") mulai dari tahap disain.
  3. Tim MK akan memberikan masukan dan atau keputusan dalam penyempurnaan disain sampai proyek selesai, apabila manajemen konstruksi dilaksanakan setelah tahap disain
  4. MK berfungsi sebagai koordinator pengelolaan pelaksanaan dan melaksanakan fungsi pengendalian atau pengawasan, apabila manajemen konstruksi dilaksanakan mulai tahap pelaksanaan dengan menekankan pemisahan kontrak - kontrak pelaksanaan untuk kontraktor.

Peranan Manajemen Konstruksi
Peranan MK pada tahapan proyek konstruksi dapat dibagi menjadi 
  • Agency Construction Manajement (ACM) Pada sistim ini konsultan manajemen konstruksi mendapat tugas dari pihak pemilik dan berfungsi sebagai koordinator "penghubung" (interface) antara perancangan dan pelaksanaan serta antar para kontraktor. Konsultan MK dapat mulai dilibatkan mulai dari fase perencanaan tetapi tidak menjamin waktu penyelesaian proyek, biaya total serta mutu bangunan. Pihak pemilik mengadakan ikatan kontrak langsung dengan beberapa kontraktor sesuai dengan paket-paket pekerjaan yang telah disiapkan.
  • Extended Service Construction Manajemen (ESCM) Jasa konsultan MK dapat diberikan oleh pihak perencana atau pihak kontraktor. Apabila perencana melakukan jasa Manajemen Konstruksi, akan terjadi "konflik-kepentingan" karena peninjauan terhadap proses perancangan tersebut dilakukan oleh konsultan perencana itu sendiri, sehingga hal ini akan menjadi suatu kelemahan pada sistim ini Pada type yang lain kemungkinan melakukan jasa Manajemen Konstruksi berdasarkan permintaan Pemilik ESCM/ KONTRAKTOR.
  • Owner Construction Management (OCM)Dalam hal ini pemilik mengembangkan bagian manajemen konstruksi profesional yang bertanggungjawab terhadap manajemen proyek yang dilaksanakan
  • Guaranted Maximum Price Construction Management (GMPCM) Konsultan ini bertindak lebih kearah kontraktor umum daripada sebagai wakil pemilik. Disini konsultan GMPCM tidak melakukan pekerjaan konstruksi tetapi bertanggungjawab kepada pemilik mengenai waktu, biaya dan mutu. Jadi dalam Surat Perjanjian Kerja/ Kontrak konsultan GMPCM tipe ini bertindak sebagai pemberi kerja terhadap para kontraktor (sub kontraktor).

Kesimpulan
Manajemen Konstruksi sangat penting memiliki peranan dan fungsi yang sangat penting didalam sebuah proyek . jika tidak adanya manajemen konstruksi makan sebuah proyek akan mengalami kesulitan dalam mengatur jadwal , biaya dan waktunya.

Daftar Pustaka
Engineering House. (2012, 03). Manajemen Konstruksi. Retrieved from http://engineeringhouse.blogspot.com/: http://engineeringhouse.blogspot.com/2012/03/manajemen-konstruksi.html
Wadjdi, F. (2013, 04 04). Tugas Fungsi Engineering Pada Proyek Konstruksi. Retrieved from https://www.kompasiana.com/: https://www.kompasiana.com/farid_wadjdi/552b6ef16ea834d4498b45c0/tugas-fungsi-engineering-pada-proyek-konstruksi

Kamis, 19 Maret 2020

Struktur Bangunan

Struktur Bangunan

Oleh : Ilham Azizzurahman ( @J10 - ILHAM )


Abstrak

Struktur bangunan pada umumnya terdiri dari struktur bawah (lower structure)dan struktur atas (upper structure). Struktur bawah (lower structure)yang dimaksud adalah pondasi dan struktur bangunan yang berada di bawah permukaan tanah,