.

Tampilkan postingan dengan label @J15-AGUNG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @J15-AGUNG. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Mei 2020

MEWUJUDKAN PENERUS BANGSA YANG BERPENDIDIKAN DAN BERDAYA SAING TINGGI


MEWUJUDKAN PENERUS BANGSA YANG BERPENDIDIKAN DAN BERDAYA SAING TINGGI

Oleh: AGUNG SAPUTRA (@J15-AGUNG)


 
ABSTRAK
Dalam era globalisasi pendidikan yang ada di indonesia belum sepenuhnya mampu menciptakan sumber daya manusia yang bisa bersaing dengan negara-negara maju dalam berbagai bidang. Hal itu terjadi karena pendidikan di Indonesia masih mempunyai beberapa masalah baik masalah mikro maupun masalah makro. Masalah-masalah tersebut membuat pendidikan di Indonesia tidak berdaya saing. Solusi yang paling diutamakan dalam menyelesaikan permasalahan pendidikan di Indonesia adalah meningkatkan kompetensi guru untuk mewujudkan pendidikan yang berdaya saing. Karena peran guru sangatllah penting untuk keberhasilan peserta didik.
Kata Kunci: Pendidikan, daya saing, sumber daya manusia.

PENDAHULUAN
Indonesia merupakan negara berkembang dengan kualitas pendidikan yang masih rendah. Pendidikan yang ada di Indonesia belum mampu membuat sumber daya manusia yang mampu bersaing dengan negara-negara yang sudah terlebih dahulu maju melalui pendidikannya, dalam era serba modern atau masa globalisasi yang dapat membuat bangsa yang tertinggal akan semakin jatuh dan tertinggal.

PERMASALAHAN
Pendidikan merupakan usaha untuk mewujudkan manusia yang seutuhnya. Pendidikan dapat menjadi solusi bagi permasalahan yang ada Indonesia. Untuk saat ini pendidikan di Indonesia mempunyai beberapa masalah baik masalah mikro maupun masalah makro. Masalah-masalah tersebut membuat pendidikan di Indonesia tidak berdaya saing. Masalah yang ada dipendidikan Indonesia antara lain, yaitu: masalah pemerataan pendidikan, mutu pendidikan, efesiensi pendidikan dan relvansi pendidikan. Selain beberapa masalah pendidikan diatas, masalah pendidikan di Indonesia lainnya adalah masalah kompetensi guru.
Dengan adanya berbagai masalah tersebut, pendidikan di Indonesia termasuk ke dalam pendidikan yang masih rendah, sehingga belum mampu menciptakan hasil yang dapat bersaing agar Indonesia bisa terkenal secara efektif disegala bidang dan dapat bersaing di internasional, dengan begitu Indonesia akan terbilang negara yang maju. Dalam mewujudkan hal tersebut diperlukan solusi bagi permasalahan pendidikan.

PEMBAHASAN
Solusi utama dalam menyelesaikan permasalahan pendidikan di Indonesia adalah meningkatkan kompetensi guru untuk mewujudkan pendidikan yang berdaya saing. Karena peran guru sangatllah penting untuk keberhasilan peserta didik.
Agar Indonesia bisa terkenal secara efektif disegala bidang internasional, pemerintah kita perlu membuat persiapan yang benar-benar mendasar untuk meningkatk an daya saing. Untuk itu guru harus mampu menjadi teladan bagi para siswanya, baik secara moral maupun intelektual. Tidak ada satu unsur lain yang lebih penting dalam sistem pendidikan selain guru. Guru dalam hal ini sangat berperan penting dalam usaha meningkatkan daya saing peserta didik. Untuk itu diperlukan guru yang kompeten.
Dengan demikian untuk meningkatkan kopetensi sebagai pendidik yang mencakup aspek pedagodis, kepribadian, sosial, dan professional, yang mesti ada dan dikuasai oleh seorang guru. Maka dari itu pemerintah dapat melakukan dengan beberapa cara. Seperti yang telah diungkapkan oleh Soejipto dan Kosasi dalam meningkatkan suatu profesi. Menurut Soejipto dan Kosasi untuk meningkatkan profesi ada dua cara yang bisa dilakukan, yaitu (1) secara formal, guru bisa mengikuti pendidikan lanjutan dan mengikuti penataran, lokakarya, seminar, atau kegiatan ilmiah lainnya; dan (2) secara informal dapat dilakukan melalui media televisi, radio, surat kabar, belajar mandiri dan sebagainya.
KESIMPULAN
Pendidikan adalah suatu sarana agar manusia sadar akan realitas yang ada. Sehingga dapat menghadapi segala tantangan yang berada pada masyarakat. Di era teknologi 4.0 yang semakin pesat ini, pendidikan yang ada di Indonesia belum mampu bersaing secara keseluruhan dalam berbagai bidang, karena masih ada permasalahan. Disimpulkan bahwa peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan, sminar, atau workshop akan memberikan pengetahuan bagi guru. Pengetahuan itu mencakup aspek pedagodis, kepribadian, sosial, dan professional, yang mesti ada dan dikuasai oleh seorang guru. Seorang guru yang memeliki kompetensi yang bagus akan mencipatkan murid-murid yang rajin belajar karena mereka mencintai proses pembelajaran dan memahami arti penting kesadaran untuk belajar demi masa depannya yang mempunyai kemampuan bersaing diberbagai bidang kehidupan baik di nasional maupun internasional

DAFTAR PUSTAKA
Amirudin, M. F. (2019). Hubungan Pendidikan dan Daya Saing Bangsa. BELAJEA: Jurnal Pendidikan Islam4(1), 35-48.
Adawiyah, R., Wibowo, Y. S., & Kartika, Y. (2017, May). Pendidikan yang Berdaya Saing. In Prosiding Seminar Nasional Pendidikan FKIP (Vol. 1, No. 2).

Rabu, 29 April 2020

ENERGI ALTERNATIF PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA PASANG SURUT


ENERGI ALTERNATIF PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA PASANG SURUT

Oleh: Agung Saputra (@J15-AGUNG)


ABSTRAK
Krisis energi mengharuskan pemerintah untuk mendorong pengembangan dan pemanfaatan energi baru dan terbarukan, termasuk energi yang memanfaatkan arus laut, gelombang laut, pasang surut dan perbedaan suhu air laut. Energi laut mampu menghasilkan listrik yang dapat diakses oleh sektor industri dan rumah tangga secara luas. Prinsip kerja sama seperti pembangkit listrik tenaga air, dimana air dimanfaatkan untuk memutar turbin dan mengahasilkan energi listrik. ada dua metodologi untuk memanfaatkan energi pasang surut air laut yaitu Dam pasang surut (tidal barrages) dan Turbin lepas pantai (offshore turbines).
Kata Kunci: Energi Terbarukan, Energi laut, Pembangkit listrik tenaga pasang surut.

PENDAHULUAN
            Cadangan minyak bumi, gas alam dan batu bara didunia akan habis dalam waktu dekat karena eksploitasi dilakukan tanpa perhitungan dan kontrol yang jelas. Untuk itu kita hatus menemukan alternatif sumber energi yang dapat menghasilkan energi secara kontinu demi berlangsungnya kehidupan manusia, yaitu menggunakan energi terbarukan yang tersedia sepanjang tahun. Indonesia sebagai negara maritim, 2/3 wilayahnya terdiri dari laut. Sebagai akibatnya Indonesia memiliki pantai kedua terpanjang didunia setelah Kanada. Laut yang ada di indonesia memiliki potensi untuk digali energi gelombangnya karena memiliki gelombang laut yang cukup potensial dikonversikan menjadi energi listrik sebagai sumber energi alternatif pengganti bahan bakar fosil.

PERMASALAHAN
            Permasalahan yang akan dibahas yaitu, bagaimana pasang surut air laut itu terjadi dan potensi apa saja yang dapat menghasilkan listrik oleh pemanfaatan pasang surut air laut.


PEMBAHASAN
           Pasang surut air laut merupakan fenomena pergerakan naik turunnya permukaan air laut secara berkala yang diakibatkan oleh kombinasi gaya gravitasi dan gaya tarik menarik dari benda-benda astronomi terutama oleh matahari, bumi dan bulan (Dronkers, 1964).  Bulan dan matahari memberikan gaya gravitasi tarik terhadap bumi yang besarnya tergantung pada besarnya masa benda yang saling tarik menarik tersebut. Bulan memberikan gaya tarik (gravitasi) yang lebih besar dibanding dengan matahari.  Hal ini disebabkan karena masa bulan lebih kecil dari matahari, tetapi posisinya lebih dekat ke bumi. Gaya ini menyebabkan air laut, yang menyusun 71% permukaan bumi, menggelembung pada sumbu yang menghadap ke bulan.  Pasang surut air laut tersebut terbentuk karena adanya rotasi bumi yang berada di bawah muka air yang menggelembung ini, yang menyebabkan kenaikan dan penurunan permukaan air laut di wilayah pesisir secara periodik.
            Energi pasang surut (Tidal Energy) merupakan energi yang dihasilkan dari pergerakan air laut akibat perbedaan pasang surut. Prinsip kerja sama seperti pembangkit listrik tenaga air, dimana air dimanfaatkan untuk memutar turbin dan mengahasilkan energi listrik. Energi tersebut diperoleh dari pemanfaatan ketinggian pasang surut permukaan laut terutama disebabkan oleh efek gravitasi bulan, dikombinasikan dengan rotasi bumi dengan menangkap energi yang terkandung dalam perpindahan massa air akibat pasang surut. Arus Pasang surut dapat menggerakkan air dalam jumlah besar setiap harinya danbisa dimanfaatkan untuk menghasilkan energi dalam jumlah yang cukup besar. Dalam satu hari bisa terjadi hingga dua kali siklus pasang surut air laut. waktu siklus pasang surut bisa diperkirakan (kurang lebih setiap 12,5 jam sekali), suplai listrik yang dihasilkan relatif lebih dapat diandalkan dari pada pembangkit listrik bertenaga ombak. Pada dasarnya ada dua metodologi untuk memanfaatkan energi pasang surut air laut yaitu Dam pasang surut (tidal barrages) dan Turbin lepas pantai (offshore turbines).
1. Dam pasang surut (tidal barrages)
Teknologi yang digunakan sebenarnya adalah teknik tradisional hydro-electric, dengan adanya dam (bendungan) yang melewati suatu teluk. Kemudian dilengkapi pintu-pintu air dan turbin dipasang sepanjang dam yang memisahkan kolam dan laut. Teluk yang ujungnya sempit sangat cocok diterapkan. Ketika terjadi air pasang surut mengakibatkan tingkat ketinggian air yang berbeda di dalam dan di luar dam, pintu-pintu air akan terbuka, air yang mengalir melewati turbin akan berputar menjalankan generator untuk menghasilkan listrik. Pemanfaatan energi ini memerlukan daerah yang cukup luas untuk menampung air laut.
2. Turbin lepas pantai (offshore turbines)
Tidal Turbine seperti turbin angin. Teknologi ini berfungsi sangat baik pada arus pantai yang bergerak sekitar 3,6 dan 4,9 knots (4 dan 5,5 m/jam). Pada kecepatan ini, turbin arus berdiameter 15meter dapat menghasilkan energi sama dengan turbin angin yang berdiameter 60 meter. Lokasi ideal turbin lepas pantai ini tentunya dekat dengan pantai pada kedalaman antara 20-30 meter. Energi listrik yang dapat dihasilkan menurut perusahaan Marine Current Turbine - Inggris adalah lebih besar dari 10 MW per 1 km2, dan 42 lokasi lainnya yang sangat berpotensi di Inggris telah teridentifikasi perusahaan ini. selain itu Lokasi ideal lainnya yang bisa dikembangkan antara lain di Filipina, Cina dan tentunya Indonesia. Penggunaan turbin lepas pantai yang lebih menyerupai pembangkit listrik tenaga angin versi bawah laut. Keunggulannya dibandingkan dam pasang surut (tidal barrage): lebih murah biaya instalasinya, dampak lingkungan yang relatif lebih kecil daripada pembangunan dam, dan persyaratan lokasinya pun lebih mudah sehingga dapat dipasang di lebih banyak tempat.perusahaan yang telah mengembangkan teknologi tersebut yaitu, Blue Energy dari Kanada, Swan Turbines (ST) dari Inggris, dan Marine Current Turbines (MCT) dari Inggris.

KESIMPULAN
            Energi pasang surut (Tidal Energy) merupakan energi yang dihasilkan dari pergerakan air laut akibat perbedaan pasang surut. Pembangkit listrik tenaga pasang surut sangat unggul karena pasang surut air dapat diprediksi dengan baik karena dipegaruhi oleh pergerakan bumi dan serta gravitasi bulan dan matahari. selain itu teknologi tersebut ramah lingkungan. Untuk diindonesia sendiri Sumber energi terbarukan ternyata belum dimanfaatkan secara Sebanyak 90% energi di Indonesia masih menggunakan energi berbahan fosil (batubara, minyak bumi, dan gas alam) dan sisanya, kurang dari 10%, yang memanfaatkan sumber energi terbarukan.

DAFTAR PUSTAKA
Lubis, A. (2007). Energi terbarukan dalam pembangunan berkelanjutan. Jurnal Teknologi Lingkungan8(2).
Surinati, D. (2007). Pasang Surut Dan Energinya. Bidang Dinamika Laut, Pusat Penelitian Oseanografi. Jakarta.




Minggu, 22 Maret 2020

PERKEMBANGAN BAHASA INDONESIA DI ERA GLOBALISASI DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI


PERKEMBANGAN BAHASA INDONESIA DI ERA GLOBALISASI DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

oleh: Agung Saputra (@J15-AGUNG)

ABSTRAK
Bahasa Indonesia adalah bahasa yang digunakan oleh rakyat Indonesia dalam berkomunikasi dan menjadi identitas bangsa. Era globalisasi merupakan tantangan bagi bangsa Indonesia untuk dapat mempertahankan diri di tengah-tengah pergaulan antar bangsa yang sangat rumit. Untuk itu, bangsa Indonesia harus mempersiapkan diri dengan baik dan penuh perhitungan. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah masalah jati diri bangsa yang diperlihatkan melalui jati diri bahasa. Semakin berkembangnya waktu, maka pemakaian bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari mulai bergeser digantikan dengan pemakaian bahasa Indonesia populer atau yang lebih dikenal dengan bahasa gaul. Maka dari itu untuk mencegah rusaknya Bahasa Indonesia diperlukan Kesadaran dari masyarakat, terutama masyarakat Indonesia sebagai pengguna bahasa Indonesia, dalam menggunakan bahasa Indonesia. Masyarakat harus lebih bijak dalam memilah-milah bahasa baik dan buruk yang mereka dengar di internet ataupun media lainnya, sehingga mereka dapat membatasi penggunaan bahasa alay dan Bahasa populer lainnya yang berlebihan.
KATA KUNCI: Perkembangan, Bahasa Indonesia, Teknologi Informasi, Komunikasi, dan Eksistensi.

PENDAHULUAN
Bahasa Indonesia adalah bahasa yang digunakan oleh rakyat Indonesia dalam berkomunikasi. Bahasa Indonesia menjadi identitas bangsa di tengah-tengah bangsa lain di dunia. Sebelum resmi menjadi bahasa nasional, bahasa Indonesia dikenal sebagai Bahasa Melayu. Sejak tanggal 28 Oktober 1928, bahasa Indonesia dipakai resmi oleh bangsa Indonesia sebagai bahasa nasional. Bahasa Indonesia mempunyai peranan penting dalam membangun manusia Indonesia seutuhnya, selain itu bahasa Indonesia juga sebagai jati diri bangsa Indonesia perlu dibina oleh setiap warga negara Indonesia terutama dalam era globalisasi ini, hal ini diperlukan agar bangsa Indonesia tidak terbawa arus oleh pengaruh dan budaya asing yang jelas-jelas tidak sesuai dengan bahasa dan budaya bangsa Indonesia.


PERMASALAHAN
Era globalisasi merupakan tantangan bagi bangsa Indonesia untuk dapat mempertahankan diri di tengah-tengah pergaulan anta rbangsa yang sangat rumit. Untuk itu, bangsa Indonesia harus mempersiapkan diri dengan baik dan penuh perhitungan. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah masalah jati diri bangsa yang diperlihatkan melalui jati diri bahasa. Dengan zaman yang modern dan canggih inipun perkembangan bahasa Indonesia populer menjadi sangat pesat. Namun, makin berkembangnya waktu, maka pemakaian bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari mulai bergeser digantikan dengan pemakaian bahasa Indonesia populer atau yang lebih dikenal dengan bahasa gaul. Umumnya, anak remaja sekarang menganggap kalau tidak mengerti bahasa gaul berarti remaja tersebut tidak gaul. Bahasa Indonesia populer pun makin meraja dikalangan masyarakat terutama para remaja, bahkan tak jarang orang berpendidikan pun memakai bahasa populer. Baik dalam bentuk lisan maupun tulisan dan juga dalam waktu formal maupun nonformal. Hal ini dikarena pengaruh globalisasi dengan tekonologi yang canggih, yang mampu memengaruhi bahasa popular tersebut menjadi bahasa sehari-hari mereka dalam bermasyarakat.

PEMBAHASAN
Era globalisasi yang ditandai dengan arus komunikasi yang begitu cepat menuntut para pengambil kebijakan di bidang bahasa bekerja keras untuk menyempurnakan dan meningkatkan semua sektor yang berhubungan dengan masalah pembinaan bahasa. Eksistensi Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dalam pergaulan pada era globalisasi perlu diperhatikan oleh masyarakat Indonesia. Keberadaan Bahasa Indonesia semakin lama semakin pudar karena banyak orang Indonesia, terutama anak muda, orang dari kalangan bisnis, dan pejabat yang menggunakan bahasa selain Indonesia, seperti, “bahasa gaul” dan bahasa asing. Bahasa asing tersebut antara lain bahasa Inggris, Jepang, Korea, dan sebagainya. Tentu ini merupakan kenyataan yang ironis karena orang Indonesia justru lebih bangga apabila mereka menguasai bahasa asing daripada menguasai bahasa mereka sendiri. Masyarakat Indonesia, sebagai pemakai Bahasa Indonesia, seharusnya bangga menggunakan Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi.
Pada saat ini penggunaan bahasa Indonesia populer semakin meraja dan terus muncul kosakata-kosakata baru yang membuat eksistensi bahasa Indonesia kian menurun. Tentusaja, media televisi, koran, radio, internet dan merek dagang import adalah faktor pendorong utama yang ikut mencederai kebahasaan kita. Pengaruh globalisasi membuat bahasa Indonesia populer dengan cepat menyebar dan memengaruhi kehidupan berbahasa masyarakat kita. Fenomena ini sangat terlihat pada penggunaan bahasa oleh remaja saat ini. Muncullah istilah bahasa gaul, bahasa alay dan sebagainya.
Kesadaran dari masyarakat, terutama masyarakat Indonesia sebagai pengguna bahasa Indonesia, dalam menggunakan bahasa Indonesia. Masyarakat harus lebih bijak dalam memilah-milah bahasa baik dan buruk yang mereka dengar di internet ataupun media lainnya, sehingga mereka dapat membatasi penggunaan bahasa alay yang berlebihan. Selain itu, penggunaan bahasa Indonesia di halaman-halaman sosial media atau aplikasi-aplikasi situs web juga dapat dilakukan agar Bahasa Indonesia dapat menjadi salah satu bahasa internet, sehingga Bahasa nasional Republik Indonesia ini dapat menjadi bagian dari globalisasi, bukan menjadi “korban” dari globalisasi. Selain kesadaran masyarakat mempertahankan peranan Bahasa Indonesia, pemerinta juga terlibat untuk terus mempertahankan eksistensi penggunaan bahasa Indonesia di era globalisasi ini, salah satu bentuk upaya pemerintah tersebut adalah dengan membangun Pusat Pengembangan Bahasa.

KESIMPULAN
Sebagai salah satu warga masyarakat, saya bangga dengan bahasa yang kita milki yaitu bahasa Indonesia, bagi warga Negara Indonesia yang lain juga memang ada rasa kebanggaan tersendiri karena mereka masih bisa berkomunikasi dengan masyarakat Indonesia di seluruh tanah air dari Sabang sampai Merauke hanya dengan menggunakan bahasa Indonesia.
Globalisasi dan teknologi informasi telah membawa dampak yang luar biasa dalam perkembangan kebudayaan dan peradaban manusia, termasuk dalam bidang kebahasaan yang menyangkut jati diri bangsa yang diperlihatkan melalui jati diri bahasa. Eksistensi bahasa Indonesia populer mamng mengganggu eksistensi bahasa Indonesia yang baik dan benar. Apalagi dengan pengaruh globalisasi sekarang yang membuat bahasa Indonesia populer semakin meraja di kalangan masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA
Murti, Sri, 2015. “Eksistensi Penggunaan Bahasa Indonesia Di Era Globalisasi”. Prosiding Seminar Nasional Bulan Bahasa UNIB 2015. Unit Penerbitan FKIP Universitas Bengkulu, pp. 177-184. ISBN 978-602-8043-50-2.
Assapari, M, Mugni, 2014. “Eksistensi Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Nasional Dan Perkembangannya Di Era Globalisasi” Universitas Pendidikan Ganesha. Vol. 09, No. 18.
Putri, P, Nimas, 2017. “Eksistensi Bahasa Indonesia Pada Generasi Millennial”. Widyabastra, Vol. 05, No. 1.
Nurhayati, Rokhmah, 2013. “Pengaruh Globalisasi Terhadap Eksistensi Bahasa Indonesia”. [Online].

Sabtu, 14 Maret 2020

FUEL CELL SEBAGAI TEKNOLOGI PENGHASIL ENERGI LISTRIK ALTERNATIF PADA KENDARAAN


FUEL CELL SEBAGAI TEKNOLOGI PENGHASIL ENERGI LISTRIK ALTERNATIF PADA KENDARAAN
oleh: Agung Saputra (@J15-AGUNG)

ABSTRAK
Energi merupakan suatu kebutuhan vital dalam semua aktivitas kehidupan yang ada didunia ini. Semakin lama energi fosil yang ada di muka bumi ini digunakan maka akan habis cadangan energinya. Kendaraan Bermotor merupakan penghasil polusi udara sangat banyak terutama dikota besar. Gas buang yang dihasilkan oleh kendaraan bermesin bensin dan solar mengandung gas CO2 yang beracun bagi kesehatan dan lingkungan. Untuk mengubah energi konvensional (mesin bakar) menjadi energi listrik yang lebih ramah lingkungan, Teknologi Fuel cell adalah salah satu penghasil energi listrik alternatif untuk kendaraan, melalui reaksi kimia antara hidrogen dan oksigen menghasilkan energi listrik untuk menggerakan motor listrik sehingga bisa menjalankan kendaraan dan menciptakan emisi yang ramah lingkungan.

KATA KUNCI: Otomotif, fuel cell, energi terbarukan.

PENDAHULUAN
   Energi merupakan suatu kebutuhan vital dalam semua aktivitas kehidupan yang ada didunia ini. Semakin lama energi fosil yang ada di muka bumi ini digunakan maka akan habis cadangan energinya. Ditambah lagi tingginya pertumbuhan jumlah penduduk dunia, mempercepat menipisnya cadangan energi fosil yang dimiliki dunia. Selain itu usaha untuk mengubah energi konvensional (mesin bakar) menjadi energi listrik yang lebih ramah lingkungan telah banyak dilakukan. Sehingga muncul produsen-produsen listrik yang dibangun oleh pemerintah ataupun oleh swasta. Tapi banyak dari produsen listrik itu masih menggunakan bahan bakar fosil untuk memperoduksi listrik. Dan masih banyaknya masyarakat yang menggunakan mesin bakar dalam kendaraan yang mereka gunakan. Hal ini mengakibatkan dampak polusi hasil buangan yang mencemari lingkungan baik itu air, tanah dan udara.

PERMASALAHAN
Kendaraan Bermotor merupakan penghasil polusi udara sangat banyak terutama dikota besar. Gas buang yang dihasilkan oleh kendaraan bermesin bensin dan solar mengandung gas CO2 yang beracun bagi kesehatan dan lingkungan. Untuk mengurangi penggunaan mesin konvensional banyak yang menciptakan teknologi energi yang ramah lingkungan salah satunya fuel cell. Teknologi Fuel cell merupakan energi penghasil listrik alternatif, dengan memberikan solusi clean technology, dimana proses penghasilan energi listrik tidak diperoleh dari hasil pembakaran yang dilakukan untuk menggerakkan turbin, tapi dengan model elektrolisa kimia yang dapat menghasilkan elektron dan memproduksi energi listrik untuk menggerakan kendaraan.

PEMBAHASAN
Fuel cell merupakan pembangkit listrik yang mengkonversikan energi kimia menjadi energi listrik setelah melewati beberapa proses dengan menggunakan hidrogen sebagai bahan bakarnya dan oksigen sebagai oksidannya. Fuel cell memiliki fungsi seperti baterai yaitu menghasilkan tegangan listrik. Tegangan yang dihasilkan oleh fuel cell adalah tegangan searah. Fuel cell tersusun dari anoda, katoda dan elektrolit (membran). Pada anoda terdapat bahan bakar gas hidrogen. Anoda memiliki fungsi sebagai tempat terjadinya pemecahan hydrogen (H2) menjadi proton dan electron (listrik). Sedangkan di katoda terdapat gas oksigen yang digunakan sebagai oksidator. Katoda berfungsi sebagai tempat terjadinya reaksi penggabungan proton, elektron, dan oksigen untuk membentuk air. Hidrogen yang berasal dari anoda diubah menjadi ion hidrogen dan elektron. Tegangan listrik yang dihasilkan dari reaksi kimia menghasilkan listrik yang akan disalurkan ke motor listrik. Motor yang telah dialiri listrik berputar dan meneruskan putaran ke roda. Sistem sel ini memanfaatkan bahan bakar berupa hidrokarbon dari gas alam seperti metanol karena bahan bakar bekerja dalam sebuah reaksi kimia bukan pada prinsip pembakaran, tentu saja gas emisi fuel cell yang dihasilkan jauh lebih kecil dibandingkan kinerja mesin berdasarkan pada proses pembakaran yang menghasilkan emisi seminim sekalipun.
Komponen utama pada sistem fuel cell vehicle adalah sebagai berikut:
1. Tangki Hidrogen / Tangki Bahan Bakar
2. Fuel Cell Stack
3. Motor Listrik
4. Baterai

KESIMPULAN
Sistem fuel cell sangat baik diaplikasikan pada transportasi yang beroperasi pada temperatur rendah. Keuntungan penggunaan fuel cell di sektor transportasi sangat ramah lingkungan. kekurangan pada sistem ini yaitu belum dikembangkan secara menyeluruh adalah sistem infrastruktur penyediaan bahan bakar di segala pelosok yang ditempuh kendaraan fuel cell, termasuk juga produsen penghasil bahan bakar hidrogen maupun jenis bahan bakar lain yang mungkin digunakan. selain itu penggunaan fuel cell ini masih perlu penelitian dan pengembangan untuk mendapatkan hasil yang optimal. Khusus untuk diIndonesia yang merupakan negara kepulauan, teknologi ini merupakan salah satu teknologi alternatif yang sangat sesuai untuk penyediaan energi listrik.

DAFTAR PUSTAKA
Suhada, Hendrata, 2001. Fuel Cell Sebagai Pengganti Motor Bakar Pada Kendaraan’, Jurnal Teknik Mesin, Vol. 3, No. 2, hh. 85 – 91.

Hasan, A, 2007. ‘Aplikasi Sistem Fuel Cell Sebagai Energi Ramah Lingkungan Disektor Transportasi Dan Pembangkit’, Jurnal Teknik Lingkungan, Vol. 8, No. 3, hh. 277-286.

Ganesha, T, Chandrasa, Zuhal, Rinaldy, D, Agus, R, Hoetman, 2006. Fuel Cell Hidrogen Tipe Pem  Sebagai Sumber Energi Mobil Listrik Ultra Ringan’, Jurnal Ilmiah Teknologi Energi, Vol.1, No.2, ISSN 1858 – 3466.

World Electric Vehicle Journal Vol. 7 - ISSN 2032-6653 - ©2015 WEVA Page WEVJ7-0085 Toyota Fuel Cell System (TFCS) Hiroyuki Yumiya Fuel Cell System Engineering Divion, TOYOTA MOTOR CORPORATION.