.

Tampilkan postingan dengan label @J25-ARIEF. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @J25-ARIEF. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Mei 2020

Imbas Pandemi Covid-19 Di Pendidikan Nasional




ABSTRAK
Tujuan Pendidikan Nasional adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indoensia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Dengan adanya pendidikan, maka akan timbul dalam diri seseorang untuk berlomba-lomba dan memotivasi diri kita untuk lebih baik dalam segala aspek kehidupan. Pendidikan merupakan salah satu syarat untuk lebih memajukan pemrintah ini, maka usahakan pendidikan mulai dari tingkat SD sampai pendidikan di tingkat Universitas.
Pada intinya pendidikan itu bertujuan untuk membentuk karakter seseorang yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Akan tetapi disini pendidikan hanya menekankan pada intelektual saja, dengan bukti bahwa adanya UN sebagai tolak ukur keberhasilan pendidikan tanpa melihat proses pembentukan karakter dan budi pekerti anak.

PENDAHULUAN
Pengertian Pendidikan  adalah sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran untuk peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Pengertian Pendidikan dapat diartikan sebagai usaha sadar dan sistematis untuk mencapai taraf hidup atau  untuk kemajuan lebih baik. Secara sederhana, Pengertian pendidikan adalah proses pembelajaran bagi peserta didik untuk dapat mengerti, paham, dan membuat manusia lebih kritis dalam berpikir.
pengertian pendidikan – Secara Etimologi atau asal-usul, kata pendidikan dalam bahasa inggris disebut dengan education, dalam bahasa latin pendidikan disebut dengan educatum yang tersusun dari dua kata yaitu E dan Duco dimana kata E berarti sebuah perkembangan dari dalam ke luar atau dari sedikit banyak, sedangkan Duco berarti erkembangan atau sedang berkembang. Jadi, Secara Etimologi pengertian pendidikan adalah proses mengembangkan kemampuan diri sendiri dan kekuatan individu.  Sedangkan menurut Kamus Bahasa Indonesia, pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan.
Lalu apa pengertian dari pendidikan yang selama ini dijalani manusia. Menurut KBBI kata pendidikan datang dari kata “didik” dengan memperoleh imbuhan “pe” serta akhiran “an”, yang artinya langkah, sistem atau perbuatan mendidik Kata pendidikan secara bahasa datang dari kata “pedagogi” yaitu “paid” yang artinya anak serta “agogos” yang artinya menuntun, jadi pedagogi yaitu pengetahuan dalam menuntun anak. Sedang secara istilah pengertian pendidikan adalah satu sistem pengubahan sikap serta perilaku seorang atau kelompok dalam usaha mendewasakan manusia atau peserta didik lewat usaha pengajaran serta kursus.
pengertian pendidikan, Pendidikan dapat diperoleh baik secara formal dan non formal. Pendidikan secara formal diperoleh dengan mengikuti program-program yang telah direncanakan, terstruktur oleh suatu insititusi, departemen atau kementtrian suatu negara seperti di sekolah pendidikan memerlukan sebuah Kurikulum untuk melaksanakan perencanaan penganjaran. Sedangkan pendidikan non formal adalah pengetahuan yang diperoleh dari kehidupan sehari-hari dari berbagai pengalaman baik yang dialami atau dipelajari dari orang lain.
PERMASALAHAN
Imbas pandemi virus Corona bagi dunia pendidikan di indonesia.
Pandemi virus corona yang mengepung dunia belum bisa diredam. Penyebarannya yang masif dan relatif cepat membuat orang-orang ciut.
Semua orang lantas mengambil jarak demi memutus rantai penularan COVID-19. Tempat-tempat ibadah kini mulai sepi, agenda-agenda massa dihilangkan, karena SARS-CoV-2 pula istilah work from home (WFH) jadi melejit.
Belum cukup, sekolah dan kampus ikut didaringkan. Lengkap sudah, virus corona juga memberikan dampak serius di sektor pendidikan, baik di Indonesia maupun secara global.
Presiden Jokowi dalam Rapat Terbatas yang diselenggarakan pada Selasa (24/3) bersama menteri terkait, sudah ketok palu. Hasilnya, pemerintah mengumumkan Ujian Nasional (UN) di tahun ini resmi ditiadakan. Mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga setingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).
Penghapusan Ujian Nasional (UN) mulai tingkat SD, SLTP, SLTA dan atau yang sederajat, dari dulu selalu menimbulkan pro dan kontra. Akhirnya tahun ini terlaksana karena merajalelanya wabah Covid-19. Padahal resminya penghapusan UN baru akan dilaksanakan pada 2021. Namun di tahun 2020 ini sudah bisa terlaksana dengan tanpa menimbulkan pro dan kontra. Jadi lebih maju setahun.

PEMECAHAN PERMASALAHAN
Langkah tersebut diambil sebagai bagian dari sistem respons pandemi COVID-19, yakni dalam rangka memprioritaskan keselamatan dan kesehatan rakyat.
Kebijakan pemerintah meniadakan UN, menurut Fadjroel, harus disambut dengan partisipasi aktif warga dalam penerapan perilaku physical distancing. Sesuai jargonnya, bekerja dari rumah, belajar dari rumah dan ibadah di rumah.
Dengan demikian, prosedur pembatalan UN sudah ditempuh secara legal konstitusional, sehingga memiliki landasan dan payung hukum yang kuat. Hal ini penting, agar jangan sampai niat dan tujuan baik untuk mencegah penyebaran Covid-19 melalui pembatalan UN dan kegiatan belajar mengajar lainnya, menimbulkan gugatan dan permasalahan hukum di kemudian hari.
Pembatalan UN ini sekaligus untuk menilai sejauh mana dampak dari tidak adanya UN terhadap hasil pembelajaran jenjang SD sampai SLTA. Sehingga, ketika tahun 2021 UN resmi ditiadakan, Pemerintah akan memiliki data informasi yang berkaitan dengan UN.
DAFTAR PUSTAKA
Mas, Wedan., 2016. Pengertian Pendidikan dan Tujuan Pendidikan Secara Umum. Silabus.Mpi.
Pendidikan,. 2012. Tujuan Pendidikan Nasional. Ruangguruku.
Faozan, Amar., 2020. Ujian Nasional dan Ikhtiar Mencegah Covid-19. Kumparan., Line Today.
Farida, Yulistiana., Jofie, Yordan., 2020. Imbas Pandemi Virus Corona Bagi Dunia Pendidikan Indonesia dan Global. KumparanSAINS.

Selasa, 28 April 2020

CTPS untuk mencegah virus Covid-19



Waspada Virus Corona. Sumber: CNN Indonesia/Fajrian
Abstrak

Pandemic Covid 19 atau dikenal sebagai Corona Virus, pada saat ini dampaknya bukan hanya kepada kesehatan. Tetapi dampaknya mulai terasa pada sektor bahan makanan. Dimana saat pandemic Covid 19 banyak sekali perilaku masyarakat Indonesia yang tidak sesuai dengan moral dikarenakan perilaku masyarakat yang ingin mencari keuntungan sendiri yang tidak memikirkan nasib orang lain serta tidak imemikirkan dampaknya kedepannya terutama pada sektor makanan. Dimana perilaku panic buying yang dilakukan masyarakat terutama mengenai bahan makanan ini menyebabkan naiknya harga bahan makanan serta masyarakat mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Dimana sudah seharusnya pemerintah memperhatikan permasalahan tersebut dengan memperhatikan stok bahan makanan dan mengambil tindakan tegas kepada pedagang yang memanfaatkan kondisi pandemic Covid 19 ini dengan sengaja menjual harga bahan makanan diatas harga normal.

Pendahuluan

Penyakit Coronavirus 2019 ( COVID-19 ) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh sindrom pernapasan akut coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Penyakit ini pertama kali diidentifikasi pada Desember 2019 di Wuhan , ibu kota provinsi Hubei China, dan sejak itu menyebar secara global, mengakibatkan pandemi koronavirus 2019-20 yang sedang berlangsung . Pada tanggal 27 April 2020, lebih dari 3 juta kasus telah dilaporkan di 185 negara dan wilayah, yang mengakibatkan lebih dari 208.000 kematian . Lebih dari 878.000 orang telah pulih.
Langkah-langkah yang disarankan untuk mencegah infeksi termasuk sering mencuci tangan , menjaga jarak fisik dari orang lain (terutama dari mereka yang memiliki gejala), menutupi batuk, dan menjaga tangan yang tidak dicuci menjauh dari wajah. Selain itu, penggunaan penutup wajah direkomendasikan bagi mereka yang curiga memiliki virus dan pengasuh mereka. Rekomendasi untuk penggunaan penutup wajah oleh masyarakat umum berbeda-beda, dengan beberapa pihak berwenang merekomendasikan penggunaannya, beberapa merekomendasikan penggunaannya, dan yang lain membutuhkan penggunaannya. Saat ini, tidak ada cukup bukti untuk atau menentang penggunaan masker (medis atau lainnya) pada individu sehat di komunitas yang lebih luas. Juga masker yang dibeli oleh publik dapat berdampak pada ketersediaan penyedia layanan kesehatan

Permasalahan

Banyaknya korban virus corona yang oleh WHO diberi nama resmi Covid-19, tak memberikan greget, kesadaran akan pentingnya melakukan pencegahan. Salah satunya, CTPS -- Cuci Tangan Pakai Sabun, sesuai anjuran Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, yang masih dimaknai sekadar slogan.
Jumlah kasus yang terkonfirmasi, Minggu (16/02/20), sebanyak 69.031 dengan jumlah kematian sebanyak 1.666 (Kompas.com/South China Morning Post).
Bila alasannya tak ada fasilitas, tak sepenuhnya benar. Di tempat-tempat umum, seperti rumah makan, toilet dan lainnya yang memungkinkan banyak kuman, masih saja ditemukan para pengunjung yang tidak melakukan kebiasaan Cuci Tangan Pakai Sabun  - CTPS, meski telah tersedia.
Cuma CTPS 20 detik saja, memungkinkan terbebas dari ancaman virus corona, Covid-19, dan mereka-mereka santai saja banyak yang merasa tak harus melakukannnya.
Dikatakan mungkin, karena CTPS hanyalah satu dari sekian banyak anjuran Kementerian Kesehatan dan WHO, seperti konsumsi makanan bergizi seimbang, rajin olahraga dan istirahat cukup, menjaga kebersihan lingkungan, tidak merokok, gunakan masker bila batuk atau tutup mulut dengan lengan atas bagian dalam.
Selain itu, minum air mineral 8 gelas/hari, makan makanan yang dimasak sempurna dan jangan makan dari daging hewan yang berpotensi menularkan, bila demam dan sesak nafas segera ke fasilitas kesehatan, dan jangan lupa berdoa.
Melakukan Cuci Tangan Pakai Sabun -- CTPS merupakan perilaku mudah yang sangat sulit dibiasakan. Pasalnya, dampak buruknya tak langsung dirasakan, hingga diabaikan dan dilupakan bahwa jalan masuk kuman termasuk virus, paling mudah melalui sentuhan tangan.
Tangan yang telah melakukan kegiatan bersentuhan dengan benda-benda hidup maupun mati, pastinya banyak mengandung kuman atau virus, yang salah satunya mungkin saja Covid-19.
Pada saat tangan kotor, tak melakukan CTPS, dan menyentuh kulit wajah, mata, bibir dan hidung kita, tak sadar diri bahwa kita telah memindahkan kuman atau virus memasuki tubuh.
Adapun gejala virus corona : demam, batuk pilek, gangguan pernafasan, sakit tenggorokan dan letih lesu. Nampaknya virus mulai bekerja pada saat demam. Diikuti batuk kering, dan seminggu kemudian napas terasa berat, dan beberapa pasien akan butuh perawatan rumah sakit.
Pengalaman yang tersimpul, ketika di sebuah industri pengolahan makanan -- minuman, yang bertahun-tahun tak berhasil menyadarkan karyawannya harus cuci tangan sebelum memasuki ruangan produksi, terpaksa menggunakan kamera pemantau.
Daftar Pustaka:

Kamis, 26 Maret 2020

Penggunaan Bahasa Indonesia Di Media Sosial


Abstark       
 Bahasa merupakan alat komunikasi yang umum dalam masyarakat. Seseorang yang memiliki kemampuan berbicara akan lebih mudah dalam menyampaikan ide atau gagasan kepada orang lain, keberhasilan mengunakan ide itu sehingga dapat diterima oleh orang yang mendengarkan atau yang diajak berbicara. Pemahaman bahasa sebagai fungsi sosial menjadi hal pokok manusia untuk mengadakan interaksi sosial dengan sesamanya.Bahasa bersifat arbitrer. Oleh karena itu, bahasa sangat terkait dengan budaya dan sosial ekonomi suatu masyarakat penggunanya. Dalam pemakaian bahasa Indonesia, termasuk bahasa Indonesia ragam ilmiah, sering dijumpai penyimpangan dari kaidah yang berlaku sehingga mempengaruhi kejelasan pesan yang disampaikan
Kata kunci : penggunaan bahasa,Bahasa Indonesia, masyarakat, budaya

Pendahuluan

bahasa memiliki peran yang sangat penting. Bahasa menjadi alat yang paling efektif dalam setiap aktivitas komunikasi. Setiap manusia memerlukan bahasa agar dapat menyampaikan apa yang ada dalam pikirannya. Dalam pemakaiannya, bahasa menjadi sangat beragam. Keragaman bahasa sangat bergantung pada kebutuhan dan tujuan komunikasi. Bahasa dapat dilakukan secara lisan maupun tulisan. Seiring majunya peradaban manusia, termasuk di Indonesia, banyak cara yang dipilih pemakai bahasa dalam berkomunikasi. Bahkan pilihan cara komunikasi tidak hanya semakin beragam tapi juga semakin canggih.

Tidak ada yang dapat menyangkal, bahasa memiliki peran yang sangat penting. Bahasa menjadi alat yang paling efektif dalam setiap aktivitas komunikasi. Setiap manusia memerlukan bahasa agar dapat menyampaikan apa yang ada dalam pikirannya. Dalam pemakaiannya,bahasa menjadi sangat beragam. Keragaman bahasa sangat bergantung pada kebutuhan dan tujuan komunikasi. Bahasa dapat dilakukan secara lisan maupun tulisan.

Disaat ini perkembangan semakin pesat. Perkembangan dan berbagai pengaruh-pengaruh globalisasi semakin menjalar. Terutama di kalangan remaja. Di zaman sekarang  serasa segalanya sudah berbeda, apalagi jika dibandingkan dengan zaman dahulu. Dari segi tingkah laku dan gaya bahasa yang digunakan pun saat ini juga berbeda dengan dengan zaman dulu.

Salah satu fenomena komunikasi yang paling pesat saat ini adalah penggunaan bahasa yang didukung oleh perangkat teknologi canggih, khususnya bahasa yang digunakan pada jejaring sosial, seperti internet, facebook, twitter, instagram, chatting, email, sms, dan sebagainya. Namun penggunaan bahasa yang menyimpang dari kaidah Bahasa Indonesia  menimbulkan sorotan besar dari para pengamat.

Pada awalnya, jejaring sosial digunakan untuk menyampaikan informasi antar teman, dan menjadi ajang promosi. Bukan sebagai media mencari eksistensi. Parahnya lagi, banyak remaja yang membuat bahasa "gaul" itu pada jejaring sosial, tanpa mempedulikan efek yang ditimbulkannya. Ini disebabkan karena mereka ingin menjadi trendsetter, mereka akan sangat bangga bila kata-kata mereka dapat simpati dari teman maya-nya, atau ditiru untuk mereka jadikan status.

Dilihat dari fungsinya, yaitu fungsi kemasyarakatan, bahasa berdasarkan ruang lingkup berfungsi sebagai bahasa nasional dan bahasa kelompok. Melihat bahasa nasional di Indonesia adalah bahasa Indonesia, munculnya bahasa yang digunakan dalam jejaring sosial ini jelas merusak bahasa nasional. Sebenarnya bahasa yang biasa muncul di jejaring sosial sudah ada sejak tahun 1970-an. Munculnya bahasa ini disebut dengan bahasa slang atau prokem yaitu variasi sosial yang bersifat khusus dan rahasia. Awalnya istilah-istilah dalam bahasa itu untuk merahasiakan isi obrolan dalam komunitas tertentu. Dulu, bahasa slang atau prokem digunakan oleh komunitas tertentu seperti preman, namun lama kelamaan orang awam pun mengetahui maksud dari bahasa rahasia yang mereka gunakan. Seiring dengan perkembangan zaman, penggunan bahasa prokem justru digunakan di luar komunitasnya yang kemudian istilah tersebut menjadi bahasa sehari-hari dan sering dipakai dalam pesan singkat atau SMS dan di jejaring sosial sepertifacebook, twitter, instagram bahkan blog. Permasalahan itulah yang menjadi tantangan bagi kami untuk meneliti penggunaan bahasa Indonesia di jejaring sosial.

Permasalahan

1.      Bagaimana wujud penggunaan bahasa Indonesia dalam jejaring sosial?
2.       Apa fungsi sosial  penggunaan bahasa slang atau prokem dalam jejaring sosial?
3.      Apa faktor penyebab penggunaan bahasa slang atau prokem di jejaring sosial?
Pembahasan
Bahasa yang sering muncul dalam jejaring sosial seperti adalah variasi ragam bahasa slang atau prokem. Yang saat ini bahasa tersebut menjadi bahasa sehari-hari. Sebenarnya bahasa-bahasa tersebut muncul tahun 1970-an. Awalnya istilah-istilah tersebut untuk merahasiakan isi obrolan dalam komunitas tertentu. Tetapi karena sering digunakan diluar komunitasnya, lama kelamaan istilah tersebut menjadi bahasa sehari-hari bahkan sering kita jumpai dalam sosial media seperti facebook dan twitter.
Disaat ini perkembangan semakin pesat. Perkembangan dan berbagai pengaruh-pengaruh globalisasi semakin menjalar. Terutama dikalangan remaja. Dizaman sekarang  serasa segalanya sudah berbeda, apalagi jika dibandingkan dengan zaman dahulu. Dizaman sekarang dari segi penampilan berbeda dengan dahulu, jika dulu pakaian adat adalah maskot, sekarang pakaian trendy yang lebih oke. Dari segi tinggkah laku dan gaya bahasa yang digunakan pun saat ini juga berbeda dengan dengan zaman dulu. Sekarang ini sapaan yang digunakan jika bertemu dengan orang lain, lebih akrab dengan sapaanLoe-Loe Gue-Gue. Sepertinya dizaman dahulu seperti itu tidak ada. Begitu berpengaruhnya globalisasi yang  kebanyakan datang dari berbagai negara di dunia ini. Lama kelamaan pengaruh yang seperti ini akan menjadi perubahan yang tak terduga.
Jika  bahasa didunia maya yang digunakan seperti ini kemungkinan bahasa sehari-hari yang digunakan oleh para remaja sekarang juga tidak jauh berbeda dengan di FB atau Twitter. Mungkin dampak positif yang mereka dapat,menjadi hal yang menyenangkan  mereka dapat kreatif dan inovatif mengotak-atik abjad. Menjadi sebuah trend tersendiri.  Namun dampak negatif yang didapat adalah mereka tak lagi menghiraukan kaidah-kaidah bahasa yang ada. Tak ada gunanya pelajaran bahasa indonesia yang diajarkan sejak kita sekolah di Taman Kanak-Kanak. Bisa juga bahasa slang atau prokem mempersulit komunikasi dengan orang yang tak mengerti perkembangan seperti sekarang ini. Bahasa slang atau prokem juga menimbulkan kesan kurang baik jika dikaitkan dengan kesopanan berbicara dengan orang lain. Bahasa slang atau slang juga tak cocok jika anak-anak yang masih kecil mengenalnya. Sebagai pemuda penerus bangsa jika perkembangan seperti ini apa bisa merubah keadaan menjadi yang lebih baik. Bisa jadi bahasa Indonesia tak lagi perlu ejaan. Bisa-bisa akan merusak bahasa Nasional kita sendiri. Jika sudah rusak dimana letak citra negara kita dilahirkan ini. Sungguh perkembangan yang tidak baik bagi anak cucu kita kelak.
Jika ada usaha untuk mencegah perkembangan seperti ini tak ada kata terlambat. Setidaknya dengan mengurangi berkomunikasi dengan bahasa-bahasa yang tidak seharusnya. Berkomunikasilah dengan bahasa-bahasa yang baku atau yang dipandang baik. Terapkan berbahasa yang baik sesuai dengan yang telah diajarkan. Sebagai anak bangsa berbanggalah dengan perubahan-perubahan yang datang dari diri kita sendiri, jangan bangga dengan perubahan yang dibawa oleh orang lain. Tak tentu juga dampak yang didapat semuanya baik. Siapa lagi yang membanggakan bahasa Indonesia jika bukan kita sendiri sebagai warga negaranya. Untuk itu mri bersama lindungi dan pertahankan apa yang rlah negara kita miliki. “Bangsa Indonesia berbahasa satu, bahasa Indonesia”.
Kesimpulan
Dari  wujud penggunaan bahasa dalam jejaring social facebook dan twitter dapat berupa kata baik kata tunggal maupun kata kompleks, frasa, klausa, kalimat, dan wacana. Selain itu, variasi bahasa yang digunakan dalam penulisan status di facebook maupun twitter juga unik dan lucu, seperti kata kepo, ciyus, dll. Selain kosakata-kosakata tersebut, penggunaan emotikon lucu juga sering muncul dalam penggunaan variasi bahasa. Kosakata-kosakata tersebut sebenarnya adalah variasi bahasa slang atau prokem yang muncul sejak zaman 1970-an yang kemudian menjadi bahasa sehari-hari dan sering ditemukan dalam social media. Dalam social media seperti facebook dan twitter juga memiliki fungsi social yaitu fungsi untuk mengajak, mempromosikan, mengungkapkan permintaan maaf, terimakasih, ataupun bertanya.
Daftar Pustaka
Sabtu, 27 mei 2017 Diposting oleh Yayu Hidayah di 00.37 https://yayuhidayah.blogspot.com/2017/05/penggunaan-bahasa-di-media-sosial.html
Ening Herniti dkk.2005.Bahasa Indonesia.Yogyakarta:Pokja Akademik UIN sunan kalijaga Yogyakarta.