.

Tampilkan postingan dengan label Kuis 9. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kuis 9. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Mei 2020

Imbas Pandemi Covid-19 Di Pendidikan Nasional




ABSTRAK
Tujuan Pendidikan Nasional adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indoensia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Dengan adanya pendidikan, maka akan timbul dalam diri seseorang untuk berlomba-lomba dan memotivasi diri kita untuk lebih baik dalam segala aspek kehidupan. Pendidikan merupakan salah satu syarat untuk lebih memajukan pemrintah ini, maka usahakan pendidikan mulai dari tingkat SD sampai pendidikan di tingkat Universitas.
Pada intinya pendidikan itu bertujuan untuk membentuk karakter seseorang yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Akan tetapi disini pendidikan hanya menekankan pada intelektual saja, dengan bukti bahwa adanya UN sebagai tolak ukur keberhasilan pendidikan tanpa melihat proses pembentukan karakter dan budi pekerti anak.

PENDAHULUAN
Pengertian Pendidikan  adalah sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran untuk peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Pengertian Pendidikan dapat diartikan sebagai usaha sadar dan sistematis untuk mencapai taraf hidup atau  untuk kemajuan lebih baik. Secara sederhana, Pengertian pendidikan adalah proses pembelajaran bagi peserta didik untuk dapat mengerti, paham, dan membuat manusia lebih kritis dalam berpikir.
pengertian pendidikan – Secara Etimologi atau asal-usul, kata pendidikan dalam bahasa inggris disebut dengan education, dalam bahasa latin pendidikan disebut dengan educatum yang tersusun dari dua kata yaitu E dan Duco dimana kata berarti sebuah perkembangan dari dalam ke luar atau dari sedikit banyak, sedangkan Duco berarti erkembangan atau sedang berkembang. Jadi, Secara Etimologi pengertian pendidikan adalah proses mengembangkan kemampuan diri sendiri dan kekuatan individu.  Sedangkan menurut Kamus Bahasa Indonesia, pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan.
Lalu apa pengertian dari pendidikan yang selama ini dijalani manusia. Menurut KBBI kata pendidikan datang dari kata “didik” dengan memperoleh imbuhan “pe” serta akhiran “an”, yang artinya langkah, sistem atau perbuatan mendidik Kata pendidikan secara bahasa datang dari kata “pedagogi” yaitu “paid” yang artinya anak serta “agogos” yang artinya menuntun, jadi pedagogi yaitu pengetahuan dalam menuntun anak. Sedang secara istilah pengertian pendidikan adalah satu sistem pengubahan sikap serta perilaku seorang atau kelompok dalam usaha mendewasakan manusia atau peserta didik lewat usaha pengajaran serta kursus.
pengertian pendidikan, Pendidikan dapat diperoleh baik secara formal dan non formal. Pendidikan secara formal diperoleh dengan mengikuti program-program yang telah direncanakan, terstruktur oleh suatu insititusi, departemen atau kementtrian suatu negara seperti di sekolah pendidikan memerlukan sebuah Kurikulum untuk melaksanakan perencanaan penganjaran. Sedangkan pendidikan non formal adalah pengetahuan yang diperoleh dari kehidupan sehari-hari dari berbagai pengalaman baik yang dialami atau dipelajari dari orang lain.
PERMASALAHAN
Imbas pandemi virus Corona bagi dunia pendidikan di indonesia.
Pandemi virus corona yang mengepung dunia belum bisa diredam. Penyebarannya yang masif dan relatif cepat membuat orang-orang ciut.
Semua orang lantas mengambil jarak demi memutus rantai penularan COVID-19. Tempat-tempat ibadah kini mulai sepi, agenda-agenda massa dihilangkan, karena SARS-CoV-2 pula istilah work from home (WFH) jadi melejit.
Belum cukup, sekolah dan kampus ikut didaringkan. Lengkap sudah, virus corona juga memberikan dampak serius di sektor pendidikan, baik di Indonesia maupun secara global.
Presiden Jokowi dalam Rapat Terbatas yang diselenggarakan pada Selasa (24/3) bersama menteri terkait, sudah ketok palu. Hasilnya, pemerintah mengumumkan Ujian Nasional (UN) di tahun ini resmi ditiadakan. Mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga setingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).
Penghapusan Ujian Nasional (UN) mulai tingkat SD, SLTP, SLTA dan atau yang sederajat, dari dulu selalu menimbulkan pro dan kontra. Akhirnya tahun ini terlaksana karena merajalelanya wabah Covid-19. Padahal resminya penghapusan UN baru akan dilaksanakan pada 2021. Namun di tahun 2020 ini sudah bisa terlaksana dengan tanpa menimbulkan pro dan kontra. Jadi lebih maju setahun.

PEMECAHAN PERMASALAHAN
Langkah tersebut diambil sebagai bagian dari sistem respons pandemi COVID-19, yakni dalam rangka memprioritaskan keselamatan dan kesehatan rakyat.
Kebijakan pemerintah meniadakan UN, menurut Fadjroel, harus disambut dengan partisipasi aktif warga dalam penerapan perilaku physical distancing. Sesuai jargonnya, bekerja dari rumah, belajar dari rumah dan ibadah di rumah.
Dengan demikian, prosedur pembatalan UN sudah ditempuh secara legal konstitusional, sehingga memiliki landasan dan payung hukum yang kuat. Hal ini penting, agar jangan sampai niat dan tujuan baik untuk mencegah penyebaran Covid-19 melalui pembatalan UN dan kegiatan belajar mengajar lainnya, menimbulkan gugatan dan permasalahan hukum di kemudian hari.
Pembatalan UN ini sekaligus untuk menilai sejauh mana dampak dari tidak adanya UN terhadap hasil pembelajaran jenjang SD sampai SLTA. Sehingga, ketika tahun 2021 UN resmi ditiadakan, Pemerintah akan memiliki data informasi yang berkaitan dengan UN.
DAFTAR PUSTAKA
Mas, Wedan., 2016. Pengertian Pendidikan dan Tujuan Pendidikan Secara Umum. Silabus.Mpi.
Pendidikan,. 2012. Tujuan Pendidikan Nasional. Ruangguruku.
Faozan, Amar., 2020. Ujian Nasional dan Ikhtiar Mencegah Covid-19. Kumparan., Line Today.
Farida, Yulistiana., Jofie, Yordan., 2020. Imbas Pandemi Virus Corona Bagi Dunia Pendidikan Indonesia dan Global. KumparanSAINS.

DARI USIA DINI UNTUK BUMI

Oleh : Lutfi Bayhaqi
Abstrak
Pendidikan memiliki peranan penting bagi manusia. Menurut Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang  Sistem Pendidikan Nasional menyatakan pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta  keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Selain itu juga menyebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Pendahuluan
Pendidikan memiliki tujuan yang dapat dicapai melalui proses pendidikan. Proses pendidikan tentunya tidak terlepas dari lingkungan pendidikan. Lingkungan pendidikan memiliki ruang lingkup yang sangat luas. Arif Rohman (2009:195) berpendapat bahwa hubungan pendidikan dengan lingkungan ibarat makhluk hidup dalam ilmu ekologi dinyatakan selalu hidup dalam habitatnya. Pendidikan memliki tujuan yang mulia bagi kehidupan dan lingkungan manusia, tetapi sekarang semakin banyak kerusakan lingkungan yang terjadi di sekitar manusia. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menuturkan bahwa Pulau Jawa merupakan pulau yang paling rentan terjadi bencana. Sebab, daya dukung dan daya tampung lingkungan sudah terlampaui. Sekitar 130 juta jiwa penduduk tinggal di Jawa atau 59% dari penduduk Indonesia. Sutopo menjelaskan, tingginya angka kependudukan di Jawa otomatis pembangunan pun ekstraktif dilakukan. Hal ini yang akhirnya menyebabkan kerusakan lingkungan. (Liputan6.com Februari 2014).

Penanaman karakter sejak dini dapat menjadi dasar yang kuat bagi penanaman karakter peduli lingkungan. Karakter peduli lingkungan dapat ditanamkan berdasarkan kurikulum sekolah maupun program-program yang sudah direncanakan sekolah. Kementrian Pendidikan Nasional (2010:15) mengemukakan upaya penanaman pendidikan karakter peduli lingkungan melalui kurikulum sekolah dan proses pembelajaran. Undang-Undang RI No.32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup menambahkan salah satu cara untuk menanamkan karakter peduli lingkungan melalui kesehatan lingkungan sekolah.

Untuk memelihara dan menjaga lingku- ngan, banyak faktor yang perlu disertakan, di antaranya adalah pembelajaran geografi dengan pendekatan kelingkungannya di dalam kelas. Namun, pelajaran geografi saja tidak cukup, karena banyak mata pelajaran lain yang materinya berhubungan dengan lingkungan misalnya fisika. Untuk itu, perlu dintegrasikan materi-materi yang berkaitan dengan lingkungan, sehingga kesadaran lingkungan dapat ditumbuhkan, dan pada saatnya nanti bencana alam yang terjadi setiap tahun dapat dimi- nimalkan (Wesnawan, 2004). Dalam penelitian ini, peneliti mengintegrasikan terbentuknya karakter kepedulian lingkungan dalam matakuliah Fisika Lingkungan. Menurut Mulyani (2000) ada kaitan antara pendidikan, penge- tahuan Lingkungan Hidup seseorang dengan sikap terhadap pengelolaan lingkungan hidup. Adanya pengetahuan seseorang tentang suatu hal akan menyebabkan seseorang memiliki sikap tertentu. Dari sikap yang ada akan terben- tuk minat. Minat menentukan realisasi perilaku seseorang.
Problem Based Instruction (PBI) merupakan suatu metode atau pendekatan  pengajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar tentang cara berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah, serta untuk memperoleh pengetahuan dan konsep yang essensial dari materi pelajaran. Problem Based Instruction menyajikan adanya situasi masalah autentik dan bermakna yang dapat memberikan kemudahan kepada siswa melakukan penyelidikan dan inkuiri (Nurhadi, 2004). Problem Based Instruction merupakan rangkaian aktivitas pembelajaran yang menekankan pada proses penyelesaian masalah. Menurut Sanjaya (2008) terdapat tiga ciri utama dari Problem Based Instruction. Pertama, PBI merupakan rangkaian aktivitas pembelajaran, artinya dalam implementasi PBI ada sejumlah kegiatan yang harus dilakukan siswa. PBI tidak mengharapkan siswa hanya sekedar  mendengarkan, mencatat, kemudian menghafal materi pelajaran, akan tetapi melalui PBI siswa aktif berpikir, berkomunikasi, mencari dan mengolah data, dan akhirnya menyimpulkan. Kedua, aktivitas menempatkan pembelajaran diarahkan untuk menyelesaikan masalah. Ketiga, pemecahan masalah dilakukan dengan menggunakan metode berpikir secara ilmiah. Proses berpikir ini dilakukan secara sistematis dan empiris, yakni melalui tahap-tahapan tertentu, dan berdasar- kan pada data dan fakta yang jelas.


DAFTAR PUSTAKA
Arif Rohman. (2009). Memahami Pendidikan & Ilmu Pendidikan. Yogyakarta: Laksbang Mediatama Yogyakarta.
Trahati R,M. (2015). Implementasi Pendidikan Karakter Peduli Lingkungan Di Sekolah Dasar Negeri Tritih Wetan 05 Jeruklegi Cilacap. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Edisi 12 Tahun ke IV Agustus 201. UNY Yogyakarta.
Wesnawan, G.A. 2004. Menumbuhkan Kesadaran Lingkungan melalui Pembelajaran Geografi. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Sin- garaja. No 1 tahun XXXVII Januari 2004
Nurhadi. 2004. Kurikulum 2004. Jakarta: Grasindo