.

Sabtu, 01 Oktober 2016

Review Jurnal : Pengaruh Komitmen Organisasi dan Konflik Peran Terhadap Turnover Intention


Judul Penelitian : Pengaruh Komitmen Organisasi Dan Konflik Peran Terhadap Turnover Intention Di PT Malugo Indonesia
Nama Penulis : Mega Fristiyanti
Nama Jurnal : Jurnal Pasti Volume VIII No 3 (2014), 311-325  

Latar Belakang Masalah
PT Malugo Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak di bidang usaha perdagangan exspor dan impor, perkembangan PT Malugo Indonesia dari tahun ke tahun cukup baik dan konsisten namun di balik kesuksesannya tersebut terdapat karyawan di dalamnya. Karyawan merupakan asset perusahaan sehingga perlu dikelola dengan efektif dan efisien. Perusahaan perlu memperhatikan kepuasan kerja karyawan melalui pemenuhan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan atau diinginkan oleh karyawan sehingga mereka dapat meningkatkan motivasi, prodiktifitas kerja dan memiliki loyalitas yang tinggi pada perusahaan. Pengelolaan karyawan secara efektif dan efisien dapat mengurangi tingginya tingkat keinginan karyawan untuk berpindah keperusahaan lain ( Turnover Intention). Karyawan dengan komitmen yang tinggi akan memiliki keinginan kuat untuk tetap menjadi bagian bagi perusahaan ( memiliki loyalitas yang tinggi ) dan berusaha mencapai tujuan yang telah ditetapkan perusahaan secara efektif dan efisien.

Masalah/Pertanyaan Penelitian
Masalah pada PT Malugo Indonesia adalah mengurangi tingginya tingkat turnover intentions. Bagaimana dengan adanya pengaruh konflik organisasi dan konflik peran terhadap tingginya Turnover Intentions saat ini.

Tujuan Penelitian
Tujuan Penelitian yang akan dilakukan adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh Komitmen Organisasi terhadap Turnover Intention secara parsial pada PT. Malugo Indonesia. Selain itu, mengetahui bagaimana pengaruh Konflik peran terhadap Turnover Intention secara parsial pada PT. Malugo Indonesia. Sehingga, sejauh mana pengaruh Komitmen Organisasi dan Konflik Peran terhadap Turnover Intention secara simultan pada PT. Malugo Indonesia dapat dipelajari.

Metode
Metode yang digunakan adalah metode analisis deskriptif, yaitu dengan memberikan gambaran secara umum terhadap keadaaan suatu objek penelitian yang sesungguhnya dengan melalui pengumpulan dan penyusunan data yang selanjutnya dianalisis dan di tarik kesimpulannya. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan penyebaran kuisioner pada sampel penelitian. Selain itu dilakukan pula pemenuhan asumsi data seperti uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, uji autokorelasi, dan uji analisis regresi linear berganda dengan menggunakan software Statistical Program for Social Sciences (SPSS) V.20.

Hasil Penelitian
Pengaruh Komitmen Organisasi
-          Hasil dari analisa korelasi menunjukan bahwa nilai signifikasi Komitmen Organisasi terhadap Turnover Intention adalah 0,000 kurang dari  0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa antara Komitmen Organisasi dengan Turnover Intention, mempunyai hubungan yang signifikan. bahwa  komitmen organisasional sebagai derajat dimana karyawan percaya dan mau menerima tujuan-tujuan organisasi dan akan tetap tinggal atau tidak akan meninggalkan organisasinya.
-          Hasil dari koefisien determinasi didapat Komitmen organisasi berpengaruh signifikan terhadap Turnover Intention dengan besar R2 sebesar 28,5%.

Pengaruh Konflik Peran
-          Hasil Analisa korelasi menunjukan bahwa konflik peran merupakan salah satu faktor yang berpengaruh besar terhadap turnover intention, namun dalam hasil perhitungan menunjukkan bahwa nilai signifikasi Konflik Peran terhadap Turnover Intention adalah 0,504 lebih dari  0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa antara Konflik Peran dengan Turnover Intention, mempunyai hubungan yang tidak signifikan.
-     Hasil koefisien determinasi menunjukan Konflik Peran sangat tidak berpengaruh signifikan terhadap Turnover Intention dengan besar R2 sebesar 0,7%.
-          Hasil pengujian hipotesi menunjukan bahwa komitmen organisasi dan konflik peran berpengaruh signifikan terhadap turnover inention.

Review/Komentar
Pada jurnal penelitian ini telah menjelaskan bahwa komitmen organisasi dan konflik peran turnover intention berpengaruh besar dan signifikan pada sebuah perusahaan dengan tingginya tingkat turnover intention namun akan menimbukan dampak negatif dan positif seperti halnya peningkatan biaya sumber daya manusia. Dengan penjabaran beberapa metode yang dilakukan penulis lengkap beserta hasil yang di peroleh masing-masing metode. Penulis melengkapi dengan kesimpulan dan saran dalam jurnal tersebut.

Abstrak
Tingginya tingkat turnover intention pada sebuah perusahaan, akan menimbulkan dampak negatif seperti hal nya peningkatan biaya sumber daya manusia berupa biaya pelatihan yang sudah diinvestasikan pada karyawan sampai biaya rekruitmen dan pelatihan kembali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh komtimen organisasi dan konflik peran terhadap turnover intention pada PT. Malugo Indonesia serta untuk mengetahui fungsi variabel bebas mana yang paling dominan mempengaruhi turnover intention. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif, sedangkan populasi dalam penelitian ini adalah karyawan PT. Malugo Indonesia dari semua divisi yang berjumlah 68 orang. Dengan menggunakan teknik sampling jenuh yaitu mengambil semua populasi dan dijadikan sampel. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu studi lapangan dan pustaka yang meliputi observasi, wawancara dan kuesioner. Untuk menentukan besarnya hubungan dan pengaruh suatu variabel bebas terhadap variabel terikat digunakan Model Analisis Regresi Linear Berganda. Sedangkan untuk menguji hipotesisnya menggunakan uji statistik. Hasil penelitian pengolahan data dengan software SPSS v. 20 didapatkan Koefisien Korelasi Multiple (R) bernilai 0,541 dengan α > 0,05 dan hasil nilai Koefisien Determinasi (R2) sebesar 29,3% Artinya sekitar 29,3% komitmen organisasi dan konflik peran berpengaruh terhadaap turnover intention di PT. Malugo Indonesia. Hasil ini menunjukkan bahwa Komitmen organisasi dan konflik peran berpengaruh besar terhadap turnover intention sebesar 29,3%, dan sisanya di pengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian ini.

Daftar pustaka
Abednego, Kezia S., Eunike A. G., Deborah C. W. 2015. Pengaruh Schedule Flexibility Terhadap Turnover Intention dengan Kepuasan Kerja sebagai Variabel Perantara di Surabaya Plaza Hotel. Manajemen Perhotelan. Universitas Kristen Petra Surabaya.[Online]
Agung, W. H., Salahuddin, A., dan Agung, AWS. W. 2013, Pengaruh Karakteristik Pekerjaan dan Kompensasi Terhadap Komitmen Organisasi Pada PT. X Jakarta, Jurnal Riset Manajemen Sains Indonesia (JRMSI), Vol. 4, No. 2.
Amir, M. Taufiq, 2011, Manajemen Strategik Kosep dan Aplikasi. PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta
Ardana. 2012. Manajemen Sumber Daya Manusia. Graha Ilmu, Yogyakarta.
Arianto, Agus Toly. 2001, Analisis faktor-Faktor yang Mempengaruhi Turnover Intention pada Staff Kantor Akuntan Publik, Jurnal Akuntansi dan Keuangan.
Arikunto, S. 2010. Prosedur Penelitian, Penerbit Rineka Cipta, Jakarta.
Azwar, S. 2007. Reliabilitas dan Validitas. Pustaka Pelajar Offset, Yogyakarta.
Budiharjo, C. 2008. Analisis Pengaruh Kepuasan Kerja, Kepemimpinan dan Komitmen Organisasional terhadap Semangat Kerja Karyawan (Studi pada Balai Latihan Kerja dan Industri Semarang. Program Sarjana, Universitas Diponegoro Semarang. [Skripsi Online]
Caesary, A. G., Naning, A. W., Budi, S (2006). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Turnover Intention Pada Agent Outbound Call PT. Infomedia Nusantara Menggunakan Metode Structural Equation Modelling. Jurnal Teknik Industri [Online].
Kozier, Barbara 2008. Fundamentals of nursing: concepts, process and practice. Pearson Education.
Luthans, Freed. 2006. Perilaku Organisasi, Alih Bahasa V.A Yuwono. Yogyakarta:Andi.
Littlejohn, Stephen W.  dan Domenici, K 2007. Communication, Conflict, and the Management of Difference. Penerbit: Waveland Press, Illinois.
Malhotra 2007. Marketing Research and Applied Orientation. http://allebookfree.com/?download=malhotra-naresh-k.-%282007%29,-marketingresearch:-an-applied-orientation-%285-th-ed.%29,-pearson-education [Online]
Mangkunegara, A. P. 2009. Manajemen Sumber Daya Manusia. PT.Remaja Rosdakarya, Bandung.
Mathis, Robert L., dan Jackson, John H. 2006. Human Resource Management (terjemahan Diana Angelica). Edisi kesepuluh. Salemba Empat, Jakarta.
Rahayu. 2011. Hubungan Antara Komitmen Organisasi, Kepuasaan Kerja dan Niat Berpindah Auditor. Simposiun Nasional Akuntansi XIV. Aceh.
Robbins. S. P. 2006. Perilaku Organisasi. Edisi 10 Bahasa Indonesia. PT. INDEKS Gramedia, Jakarta:
Rutoto, Sabar. 2007. Pengantar Metedologi Penelitian. FKIP: Universitas Muria Kudus.
Salim, A. (2002). Perubahan Sosial. Tiara Wacana, Yogyakarta.
Soekidjan. 2009. Manjaemen Sumber Daya Manusia. Bumi Aksara, Jakarta.
Sutarto. 2006. Dasar-dasar Organisasi. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Sopiah. (2008). Perilaku Organisasi. Andi, Yogyakarta.
Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. CV AFABETA, Bandung.
Supriati. 2013. “Pengaruh Komitmen Organisasi terhadap Turnover Intention Dosen pada Politeknik Bengkalis”. dalam Inovbiz [Online], Volume 1, Nomor 1, Juni 2013, Hlm. 57-73.
Tobing, DKSL. 2009. Jurnal Manajemen Dan Kewirausahaan, Vol.11, NO. 1, Maret 2009: 31-37. [Online]
Widianto, bnu. 2007. Jurnal Petra Manajemen.
http://jurnalmanajemen.petra.ac.id/index.php/man/issue/view/2845 [Online]

Review Jurnal "ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU PERPINDAHAN KONSUMEN PT. POS INDONESIA SEMARANG"




NAMA PENULIS:
Ratih Hapsari Mawantika, Diana Puspita Sari, Susatyo Nugroho W.P. Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro Jl. Prof. Soedharto SH Tembalang, Semarang 50239 Telp (024) 7460052

NAMA JURNAL:
Industrial Engineering Online Journal Vol 4, No 4 (2015): Wisuda Oktober Tahun 2015
Publisher: Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro.

LATAR BELAKANG MASALAH:
PT. Pos Indonesia merupakan BUMN yang bergerak dibidang pelayanan jasa. Pelayanan yang ditawarkan antara lain jasakurir, jasa logistik, jasa keuangan, dan jasa retail dan properti. Begitu banyak pilihan jasakurir menciptakan persaingan yang ketat antara PT. Pos Indonesia dengan perusahaan kurir swasta. Salah satu pemicunya adalah adanya Undang-Undang No. 38 tahun 2009, dimana perusahaan yang dapat masuk kedalam industri jasa kurir tidak hanya Badan Umum Milik Negara (BUMN) namun juga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) serta koperasi dan swasta dapat masuk kedalam jasa kurir.

MASALAH YANG DI ANGKAT:
Persaingan yang ketat antara PT. Pos Indonesia dan perusahaan kurir swasta memunculkan berbagai masalah bagi PT. Pos Indonesia di Kota Semarang antara lain membuat jumlah konsumen PT. Pos Indonesia di Kota Semarang menurun dari tahun ketahun. Hal ini ditunjukkan dengan data yang diperoleh dari hasil studi pendahuluan, yaitu terjadinya penurunan total pelanggan yang cukup signifikan untuk produk paket retail/individu sebesar 200.204 pelanggan dari tahun 2013 hingga tahun 2014 yang ditunjukkan dengan data pada lampiran 2

TUJUAN PENELITIAN:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel harga, reputasi, kualitas pelayanan, iklan, perpindahan terpaksa, lokasi, dan biaya perpindahan terhadap perilaku perpindahan konsumen Pos
Kilat Khusus PT. Pos Indonesia Semarang serta memberikan rekomendasi rekomendasi mengenai strategi pemasaran yang perludilakukan oleh PT. Pos Indonesia di Semarang berdasarkan hasil analisis terhadap perilaku berpindah konsumen Pos Kilat Khusus. Perilaku perpindahan konsumen menurut Clemes dkk (2010) antara lain dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut
:
1. Harga
Harga merupakan atribut yang harus direlakan atau dikorbankan untuk mendapatkan produk atau jasa tertentu.
2. Reputasi
Reputasi merupakan identitas sosial, sumber daya tak berwujud yang dapat berkontribusi terhadap kinerja dan keberlangsungan perusahaan.
3. Kualitas Pelayanan
Kualitas pelayanan merupakan evaluasi proses dimana konsumen membandingkan harapan mereka terhadap kualitas yang dirasakan dari pelayanan yang telah diberikan.
4. Iklan
Iklan adalah kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan penjualan atau meningkatkan citra dari pelayanan, perusahaan atau bisnis. Iklan yang efektif dapat membuat konsumen untuk bertahan dengan perusahaan penyedia jasa maupun mendorong konsumen untuk berpindah keperusahaan lain.
5. Perpindahan Terpaksa
Merupakan faktor yang menyebabkan konsumen berpindah ke perusahaan penyedia jasa lain yang berada diluar kendali dari konsumen maupun perusahaan penyedia jasa seperti pindah rumah,berpindah tempat kerja, atau kantor cabang tutup.
6. Lokasi
Lokasi perusahaan penyedia jasa merupakan faktor penting yang dapat menjadi trigger perpindahan konsumen. Konsumen mungkin akan berpindah keperusahaan yang lain jika perusahaan tersebut lebih dekat dari rumah atau tempat kerja mereka. Karena lokasi menentukan apakah konsumen dapat mengakses secara langsung perusahaan penyedia jasanya
7. Biaya Perpindahan
Biaya perpindahan adalah biaya yang konsumen harus derita ketika mereka berpindah dari penyedia layananannya atau produk ke produk lainnya.
8. Karakteristik Demografi
Karakteristik demografi merupakan faktor dapat digunakan untuk membedakan perilaku dari satu segmen pelanggan terhadap segmen lain. Karakteristik demografi terdiri atas usia, jenis kelamin tingkat pendapatan, tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, atau tingkat pendapatan

METODE PENELITIAN:
Pada penelitian ini digunakan 120 data responden pada penyebaran kuesioner utama dengan menggunakan rumus slovin sebagai berikut : n = 𝑁 1+(𝑒) 2 .......................................................(1) Dimana : n = Ukuran Sampel N = Ukuran Populasi (1.371.003 orang) e = Error kelonggaran (10%) Penentuan variabel berdasarkan penelitian Clemes dkk (2010) adalah sebagai berikut :

Tabel 1 Variabel Penelitian No. Variabel Sumber 1. Harga Clemes dkk (2010), Kumar (2014) 2. Reputasi Perusahaan Clemes dkk (2010), Zhang (2011) 3. Kualitas Pelayanan Clemes dkk (2007), Clemes dkk (2010), Nawaz dkk (2010), Kumar (2014) 4. Iklan Clemes dkk (2010), Nawaz dkk (2014), Kumar (2014) 5. Terpaksa Berpindah Clemes dkk (2007), Clemes dkk (2010) 6. Lokasi Clemes dkk (2010), Subramariam (2012), Kumar (2014) 7. Biaya Perpindahan Clemes dkk (2010), Kumar (2014)


HASIL PEMBAHASAN:
Penelitian dilakukan di PT. Pos Indonesia diseluruh Kota Semarang terhadap konsumen yang pernah menggunakan Pos Kilat Khusus dan pernah beralih menggunakan jasa pengiriman paket perusahaan kurir swasta. Mayoritas responden dalam penelitian ini adalah wanita (50,83%) dengan rentang umur 21 – 30 tahun (62,50%). Mayoritas responden adalah pelajar/mahasiswa (41,67%) dan tingkat pendidikan terakhir adalah SMU (46,67%) dengan tingkat pendapatan dibawah Rp 500.000 (25,83%). Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan metode Regresi Linier Berganda sebagai berikut :
1. Uji Validitas dan Uji Reliabilitas
 Uji Validasi
Uji validasi adalah menguji apakah instrumen alat ukur atau item pernyataan kuesioner mengukur apa yang seharusnya diukur (Sugiyono, 2010)

Keterangan :
Y = Perilaku Perpindahan Konsumen
X1 = Harga
X2 = Reputasi
X3 = Kualitas Pelayanan
X4 = Iklan
X5 = Lokasi
X6 = Biaya Perpindahan
X7 = Wanita
X8 = Usia < 20 tahun
X9 = Usia 21 – 30 tahun
X10 = Usia 41 – 50 tahun
X11 = Usia > 50 tahun
X12 = Tingkat Pendidikan Diploma
X13 = Tingkat Pendidikan S1
X14 = Tingkat Pendidikan S2/S3
X15 = Pendapatan 500 ribu – 1 juta
X16 = Pendapatan 1 juta – 2 juta
X17 = Pendapatan 2 juta – 5 juta
X18 = Pendapatan diatas 5 juta
e = error
Berdasarkan persamaan diatas, dapat diketahui bahwa variabel harga, iklan, lokasi menunjukkan koefisien regresi positif, berarti terdapat pengaruh positif atau searah antara variabel independen tersebut dengan variabel dependen. Sedangkan untuk variabel reputasi perusahaan, kualitas pelayanan, dan biaya perpindahan menunjukkan nilai koefisien regresi yang negatif, berarti terdapat pengaruh negatif antara variabel independen tersebut dengan variabel dependen.

Untuk variabel dummy,
koefisien regresi yang memiliki nilai positif adalah kategori wanita. Sedangkan untuk koefisien regresi yang memiliki nilai negatif adalah usia <20 tahun, usia 31 tahun – 40 tahun, usia 41 tahun – 50 tahun, tingkat pendidikan diploma, tingkat pendidikan S1, dan tingkat pendidikan S2/S3. Koefisien
positif memiliki interpretasi bahwa bila terjadi kenaikan variabel bebas (independen) maka akan terjadi kenaikan terhadap variabel terikat (dependen).

ABSTRAK:
PT. Pos Indonesia merupakan BUMN yang bergerak dalam bidang jasa kurir, jasa keungan, jasa
logistik, jasa retail dan properti. Salah satu target pencapaian PT. Pos Indonesia adalah mendapatkan
kembali pangsa pasar. Namun dari tahun 2012-2014 terjadi fluktuasi total pelanggan paket untuk
retail/individu di PT. Pos Indonesia di.seluruh Kota Semarang. Total pelanggan paket mengalami
penurunan sebesar 12,74% pada tahun 2013-2014. Penurunan ini diindikasikan karena adanya
konsumen yang beralih/berpindah menggunakan jasa kurir swasta. Didukung dengan hasil kuesioner
pendahuluan yang menyatakan konsumen masih tidak puas dan akan menggunakan jasa kurir swasta.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel-variabel perpindahan terhadap perilaku
perpindahan konsumen. Metode yang digunakan adalah Regresi Linier Berganda. Teknik pengambilan
data penelitian ini dengan menyebarkan kuesioner sebanyak 120 sampel ke konsumen yang pernah
menggunakan PT. Pos Indonesia dan jasa kurir swasta di Kota Semarang. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa variabel lokasi menunjukkan bahwa variabel lokasi memiliki pengaruh paling
besar terhadap perilaku perpindahan konsumen, sehingga rekomendasi yang diberikan diantaranya
menambah titik layanan agen pos dan memperpanjang jaringan ages pos, meningkatkan promosi secara
langsung dan tidak langsung

KESIMPULAN:
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis, menunjukkan bahwa lokasi merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap mempengaruhi keputusan konsumen beralih menggunakan jasa kurir lain. Lokasi terdiri atas kedekatan dengan tempat tinggal dan tempat kerja. Konsumen cenderung memilih
lokasi jasa kurir yang lebih dekat dengan rumah maupun tempat kerja karena keterbatasan waktu, meminimkan jarak tempuh, dan biaya. Sehingga konsumen lebih mudah mengakses dan menjangkau perusahaan kurir dalam waktu yang lebih singkat. Untuk variabel harga, reputasi, kualitas pelayanan, iklan, dan biaya perpindahan berpengaruh secara bersamasama terhadap perilaku perpindahan konsumen. Sehingga rekomendasi yang diberikan antara lain memperbanyak titik layanan Agen Pos, meningkatkan promosi Pos Kilat Khusus, meningkatkan kualitas pelayanan, memberikan promo harga pada konsumen PT. Pos Indonesia.

SARAN:
Diperlukan pembahasan lebih lanjut mengenai langkah yang harus diambil dalam pokok permasalaham tersebut seperti peningkatan pelayanan internal maupun external oloeh perusahaan.

DAFTAR PUSTAKA
Clemes, D. H., Gan, C., & Zhang, Dongmei. (2010). “Customer Switching Behaviour in the Chinese Retail Banking Industry.”International Journal of Bank Marketing, 28(7), 519-546. Ghozali, Imam. (2011). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 19. Semarang : Universitas Diponegoro. Kumar, G. N. S., Vani, H., Vandana S. (2011). “An Empirical Research on Factors  11
Affecting Mobile Subscriber Intention for Switching between Service Providers in India.” International Journal of Management and Business Studies, 1,2231-2246.Kumar, R. D. (2014). “Customer Switching Behaviour in Retail Banking Industry of India.” Journal of Innovative Research and Solution (JIRAS).
http://www.topbrandaward.com/





Review: Pengendalian Kualitas Dengan Menggunakan Metode DMAIC (studi kasus: Heinz ABC Indonesia)

A. Judul Penelitian: Pengendalian Kualitas Minuman RTD 90 mL Dengan Menggunakan Metode DMAIC Di PT. Heinz ABC Indonesia

B. Nama Penulis: Muhammad Makhrus, Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Mercubuana Jakarta.

C. Nama Jurnal: Journal Of Industrial Engineering, Universitas Mercubuana Jakarta

D. Latar Belakang Masalah

     Untuk dapat memenangkan persaingan dalam era pasar bebas, setiap perusahaan dituntut untuk senantiasa melakukan upaya perbaikan kinerja dari satu periode ke periode berikutnya. Peningkatan kinerja tersebut dapat dicapai antara lain dengan melakukan process improvement, yaitu suatu aktivitas perusahaan untuk melakukan peningkatan proses yang dapat meningkatkan nilai tambah secara terus menerus. Dengan melakukan process improvement diharapkan perusahaan akan dapat memenuhi keinginan pelanggan.

     Salah satu langkah melakukan process improvement adalah dengan menerapkan metode six sigma. Six sigma merupakan sebuah metodologi terstruktur untuk memperbaiki proses yang difokuskan pada usaha mengurangi variasi proses (process variances) sekaligus mengurangi cacat (produk/jasa yang di luar spesifikasi) dengan menggunakan statistik dan problem solving tools secara intensif. Metode six sigma ini juga menekankan pada suatu peningkatan yang sangat signifikan dimana keinginan konsumen diterjemahkan ke dalam kegiatan – kegiatan peningkatan kualitas di perusahaan.
Metode ini mampu melakukan peningkatan kualitas secara bertahap menuju tingkat kegagalan nol (zero defect). PT Heinz Abc Indonesia merupakan salah satu perusahaan yang memproduksi berbagai produk makanan dan minuman yang sangat variatif. PT Heinz Abc Indonesia memiliki visi untuk selalu mengutamakan kepuasan pelanggan dengan memberikan produk yang aman dan berkualitas kepada pelanggan.

     Permasalahan yang saat ini sering terjadi di PT Heinz Abc Indonesia adalah tingginya kerusakan / defect salah satu produk yang diproduksi oleh PT Heinz Abc Indonesia yaitu produk minuman RTD 90 ml yang mengakibatkan tingkat produktivitas menurun. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka perusahaan mencoba menerapkan process improvement dengan menggunakan metode Six Sigma.

EMasalah/Pertanyaan Penelitian
     Analisa pengendalian kualitas pada minuman RTD 90 mL dengan menggunakan metode DMAIC di PT Heinz ABC Indonesia

F. Tujuan Penelitian

   Tujuan dari penelitian ini adalah untuk :
1.    Menganalisis jenis-jenis kerusakan yang terjadi pada produk RTD 90 ml .
2.    Mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan kerusakan pada produk RTD 90 ml .
     G. Metode
     Define, Meassure, Analyze, Improve, Control dan menggunakan metode alat bantu Six Sigma.

     H. Hasil Penelitian
     Jumlah cacat dengan menggunakan diagram pareto
Data akumulatif produk cacat


  I. Review/komentar
          Permasalahan yang saat ini sering terjadi di PT Heinz Abc Indonesia adalah tingginya kerusakan / defect salah satu produk yang diproduksi oleh PT Heinz Abc Indonesia yaitu produk minuman RTD 90 ml yang mengakibatkan tingkat produktivitas menurun. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka perusahaan mencoba menerapkan process improvement dengan menggunakan metode Six Sigma.
         Salah satu langkah melakukan process improvement adalah dengan menerapkan metode six sigma. Six sigma merupakan sebuah metodologi terstruktur untuk memperbaiki proses yang difokuskan pada usaha mengurangi variasi proses (process variances) sekaligus mengurangi cacat (produk/jasa yang di luar spesifikasi) dengan menggunakan statistik dan problem solving tools secara intensif. Metode six sigma ini juga menekankan pada suatu peningkatan yang sangat signifikan dimana keinginan konsumen diterjemahkan ke dalam kegiatan – kegiatan peningkatan kualitas di perusahaan.
        Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada PT. Heinz ABC Indonesia dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Cacat utama yang sering terjadi selama proses produksi sesuai urutan cacat terbesarnya adalah : gagal coding, sambungan kemasan, volume kurang dan ketidaksesuian dimensi.
2. Faktor – faktor penyebab terjadinya kecacatan yang teridentifikasi berasal dari manusia, mesin, metode, material dan lingkungan. Faktor – faktor penyebab terjadinya kecacatan dapat dengan mudah diidentifikasi menggunakan fishbone diagram.

Saran yang dapat diberikan oleh peneliti bagi PT. Heinz ABC Indonesia adalah sebagai berikut :
1. Cacat yang disebabkan karena faktor mesin sebaiknya ditanggulangi dengan melakukan maintenance secara rutin agar mesin tetap dalam kondisi baik.
2. Cacat yang disebabkan karena faktor manusia sebaiknya ditanggulangi dengan cara memberika pelatihan berkala mengenai standar cara kerja.

    J. Jurnal Abstrak
    PT. Heinz ABC Indonesia merupakan perusahaan Food Industry yang memproduksi minuman kotak, sambal, kecap dan sirup. Dalam menjaga kualitas produk, telah terdapat pengendalian kualitas yang di lakukan oleh Divisi QC. Guna meminimalkan jumlah produk cacat dan sekaligus menjaga serta meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan, maka dilakukan suatu penelitian dengan topik analisis process control. Tujuan utama dari tugas akhir ini adalah mengetahui faktor – faktor apa saja yang menyebabkan kecacatan utama pada produk minuman RTD 90 ml. Metode pemecahan masalah yang dipakai adalah menggunakan metode Define, Measure, Analys, Improve, Control ( DMAIC ). Hasil dari pengolahan data tersebut akan menghasilkan suatu solusi pemacahan masalah yang akan dibuat dengan metode Failure Mode and Effect Analiysis ( FMEA ) dan metode 5W + 1H.

K. Daftar Pustaka
Ama Lusiana. 2007. Analisis Pengendalian Kualitas Produk Dengan Menggunakan Metode Six Sigma Pada PT. Sandang Nusantara Unit Patal Secang. Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Semarang. 99 halaman.
Ariani, Dorothea Wahyu. 2003. Manajemen Kualitas Pendekatan Sisi Kualitatif. Ghalia Indonesia; Jakarta. pp (6-14).
Boy Isma Putra 2010 Penerapan Metode Six Sigma Untuk Menurunkan Kecacatan Produk Frypan Di Cv. Corning Sidoarjo Jurnal Teknik Industri, Vol. 11, No. 2.






STUDI KELAYAKAN INVESTASI PROYEK AUTOMASI PABRIK KELAPA SAWIT DI PT.XY

JUDUL PENELITIAN
STUDI KELAYAKAN INVESTASI PROYEK AUTOMASI PABRIK KELAPA SAWIT DI PT.XY 

NAMA PENULIS / INSTITUSI
Bangkit Setyawan
Perusahaan Perkebunan Agribisnis Kelapa Sawit, Sumatera Utara
Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Mercu Buana Jakarta
Email: saktyawan.h.o@gmail.com

NAMA JURNAL
Jurnal PASTI Volume VIII No 1, 96 – 108

LATAR BELAKANG MASALAH
PT. XY merupakan salah satu perusahaan agri bisnis berlokasi di Sumatera Utara  yang bergerak dibidang perkebunan kelapa sawit mulai dari pembibitan, penanaman, pemanenan dan pengolahan tandan buah segar (TBS) menjadi crude palm oil (CPO).  Adapun luasan lahan tertanam sebesar 5,526.57Ha dengan total produksi CPO sebesar 51,360Ton. Perkembangan teknologi industri dewasa ini menuntut sistem pengaturan yang murah, bisa dikendalikan dari jarak jauh, real – time, dan mudah pengawasannya. Pengaturan sistem dengan menggunakan computer terutama computer jenis PC, saat ini sudah dikembangkan dan sudah menjadi pilihan utama karena mudah, baik penanganannya maupun perawatannya.

MASALAH / PERTANYAAN PENELITIAN
Masalah utama dari proses pengolahan kelapa sawit di PT. XY adalah teknologi pengolahan kelapa sawit yang digunakan masih menggunakan metode konvensional, tidak bisa bekerja secara otomatis tanpa bantuan operator, dan serba manual sehingga efisiensi yang diharapkan menjadi berkurang.

TUJUAN PENELITIAN
Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk memperoleh hasil analisa dari segi aspek finansial, memperoleh hasil analisa dari segi aspek teknis dan produksi, dan memperoleh hasil analisa dari segi aspek ekonomi dan sosial.

METODE PENELITIAN
Dalam penelitian ini langkah– langkah yang dilakukan adalah: Indentifikasi masalah, melakukan studi pustaka terkait dengan masalah yang terkait, merumuskan masalah, menentukan tujuan penelitian, melakukan pengumpulan data, pengolahan data dan analisa hasil meggunakan metode Kriteria Investasi, membuat kesimpulan dan saran untuk perbaikan.

HASIL PENELITIAN
Setelah mendapatkan hasil dari pengolahan data, maka dilakukan analisa data untuk mengetahui kelayakan investasi yang sudah dilakukan oleh perusahaan menggunakan metode criteria investasi.
Analisa Net Present Value (NPV)
Hasil perhitungan : Rp4,564,006,470 Menunjukan investasi layak dilakukan karena nilai NPV > 0 (4,564,006,470> 0).
Analisa Internal Rate of Return (IRR)
Hasil perhitungan : 31.209% Menunjukan investasi layak dilakukan karena nila IRR >suku bunga yang dipakai (31.209%> 15%).
Analisa Payback Period (PP)
Hasil perhitungan : 2 tahun, 11 Bulan Menunjukan investasi layak dilakukan karena nilai PP < umur investasi(2 tahun, 11 Bulan<10tahun).
Analisa Benefit Cost Ratio (BCR).
Hasil perhitungan : 1.677 Menunjukan investasi layak dilakukan karena nilai BCR > 1 (1.677 > 1).
Analisa Sensitifitas Penurunan Pendapatan 45%
Hasil perhitungan NPV : 999,192,827> 0, IRR: 18.794 %> 15%, PP: 4 tahun, 4.5 bulan< 10 Tahun, BCR: 1.15> 1. Dari hasil perhitungan tersebut menunjukan investasi layak dilakukan.

KOMENTAR
analisis studi kelayakan investasi proyek otomasi pabrik kelapa sawit di PT. XY layak atau tidak untuk dijalankan dan bagaimana system pengolahan dengan metode otomasi dapat memberikan keuntungan yang lebih dibandingkan metode konvensional. Jadi menurut saya PT XY harus memperbarui metode konvensional (manual) dengan metode perancangan otomatis agar mampu bersaing di dunia industri yang semakin ketat dan meningkat.

ABSTRAK
PT. XY merupakan salah satu perusahaan agribisnis di Sumatera Utara yang bergerak dibidang perkebunan kelapa sawit mulai dari pembibitan, penanaman, pemanenan dan pengolahan tandan buah segar (TBS) menjadi Crude Palm Oil (CPO). Adapun luasan lahan tertanam sebesar 5,526.57Ha dengan total produksi CPO sebesar 51,360Ton. Pengolahan kelapa sawit yang digunakan masih menggunakan metode konvensional, namun persaingan industri semakin meningkat, efisiensi produksi umumnya dianggap sebagai kunci untuk sukses. Investasi berupa perancangan kontrol otomatis yang berbasiskan PLC serta visualisasi dengan SCADA System di harapkan dapat menanggulangi masalah efisiensi dan mengurangi biaya operasi pengolahan kelapa sawit. Penelitian ini membahas mengenai studi kelayakan investasi yang dilakukan oleh PT. XY. Investasi yang dilakukan perusahaan ini berupa instalasi sistem automasi pengolahan kelapa sawit, termasuk beberapa stasiun pendukung seperti power plant dan water treatment plant. Metode yang digunakan untuk penelitian ini adalah Kriteria Investasi. Prinsip kriteria investasi adalah menghitung nilai Net Present Value, Internal Rate of Return, Payback Period, dan Benefit Cost Ratio. Dari hasil analisis diperoleh bahwa investasi workshop yang dilakukan PT. XY berupa pemasangan sistem automasi untuk menjalankan bisnis dinyatakan layak untuk dilaksanakan dengan nilai NPV lebih besar dari 1 dan IRR lebih besar dari suku bunga yang dipakai (15%) dengan jangka waktu pengembalian modal (PP) lebih cepat dari umur investasi (10 tahun) dan nilai BCR lebih besar dari 1.  
Kata Kunci: Analisis Kelayakan, Automasi, Kriteria Investasi.

DAFTAR PUSTAKA
Agus, P., Abdul, M., Djoko, S., Syaiful, K., Arie, E.R., Sodikin, S. dan Sugiono. 2008. Teknik Otomasi Industri untuk Sekolah Menengah Kejuruan. Jilid 1. Jakarta: Pusat Perbukuan, Kementrian Pendidikan Nasional.
Bayu, P. 2013. Teori Ekonomi Mikro : Konsep dan Realita. Surabaya : Jenggala Pustaka Utama.
Dachyar, M. Idweda., 2012. Analisis Kelayakan Investasi dan Resiko Proyek Pembangunan PLTU Indramayu PT. PLN (Persero), Tesis, Program Pascasarjana Magister Manajemen, Universitas Indonesia.
Fauzi, A., Arifin J. dan Fakhrudin, M. 2001. Aplikasi Excel dalam Finansial Terapan. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.
Feng, Y. 2013. Effects of Safety Investment on Safety Performance on Building Project. Safety Science, Vol. 59, Hal. 28-45.
Fitsgerald, E.V.K. 1978. Public Sector Investment Planning for Developing Country. 1st ed. The Macmillan India Press Ltd., Madras.



Manajemen Proyek/Project Manajemen

Tema: Manajemen Proyek


Manajemen proyek adalah suatu penerapan ilmu pengetahuan, keahlian dan juga ketrampilan, cara teknis yang terbaik serta dengan sumber daya yang terbatas untuk mencapai sasaran atau tujuan yang sudah ditentukan agar mendapatkan hasil yang optimal dalam hal kinerja, waktu, mutu dan keselamatan kerja.
Definisi manajemen proyek yang lainnya adalah suatu kegiatan merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, mengawasi serta mengendalikan sumber daya organisasi perusahaan guna mencapai tujuan tertentu dalam waktu tertentu dengan sumber daya.
  
 Ruang lingkup proyek, diantaranya meliputi:

  • Menentukan waktu dimulai proyek .
  • Perencanaan lingkup dari proyek yang akan dikerjakan.
  • Pendefinisian dari ruang lingkup proyek.
  • Verifikasi proyek dan kontrol atas perubahan yang mungkin saja terjadi ketika proyek tersebut dimulai.
Garis besar untuk berlangsungnya suatu proyek
1. Perencanaan
Untuk mencapai sebuah tujuan, suatu proyek membutuhkan suatu perencanaan yang benar-bebar matang. Yaitu dengan meletakkan dasar dari tujuan dan sasaran dari suatu proyek sekaligus menyiapkan semua program teknis dan menyiapkan administrasi supaya dapat diimplementasikan. Tujuannya yaitu supaya memenuhi persyaratan spesifikasi yang ditentukan dalam batasan waktu, mutu, biaya maupun keselamatan kerja. Perencanaan suatu proyek dilakukan dengan cara studi kelayakan, rekayasa nilai, perencanaan area dari manajemen proyek (Seperti: waktu, biaya, mutu, kesehatan, lingkungan,keselamatan kerja, sumber daya, resiko dan sistem informasi).
2. Penjadwalan
Merupakan implementasi dari perencanaan yang bisa memberikan informasi mengenai jadwal rencana dan kemajuan proyek yang meliputi sumber daya (biaya, tenaga kerja, peralatan, dan material), durasi dan juga progres waktu untuk menyelesaikan proyek. Penjadwalan proyek yang mengikuti perkembangan proyek dengan berbagai macam permasalahannya. Proses monitoring dan juga updating selalu dilakukan untuk mendapatkan penjadwalan yang realistis supaya sesuai dengan tujuan proyek tersebut. Terdapat beberapa metode untuk mengelola penjadwalan proyek, diantaranya yaitu Kurva S (hanumm Curve), Barchart, Penjadwalan Linear (diagram Vektor), Network Planning serta waktu dan durasi kegiatannya. Jika terjadi penyimpangan terhadap rencana awal, maka dilakukanlah evaluasi dan tindakan koreksi supaya proyek tetap berada di jalur yang diharapkan.
3. Pengendalian Proyek
Pengendalian mempengaruhi hasil akhir dari suatu proyek. Tujuan utamanya yaitu untuk meminimalisasi segala penyimpangan yang mungkin terjadi selama berlangsungnya proyek. Tujuan dari pengendalian proyek ialah optimasi kinerja biaya, waktu, mutu dan juga keselamatan kerja harus memiliki kriteria sebagai tolak ukur. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam proses pengendalian ialah berupa pengawasan, pemeriksaan, dan juga koreksi yang dilakukan selama proses implementasi.
Contoh manajemen proyek
Contoh proyek yang ada dilingkungan sekitar kita, misalnya seperti di bawah ini:
  • Proyek konstruksi yaitu hasilnya seperti pembangunan gedung, jembatan, jalan raya, jalan tol dan lain sebagainya.
  • Proyek penelitian dan pembangunan yaitu melakukan suatu penelitian dan pengembangan, sampai terciptanya suatu produk tertentu dengan maksud dan tujuan untuk memperbaiki ataupun meningkatkan kualitas suatu produk, layanan dan lain sebagainya.
  • Proyek industri manufaktur yaitu kegiatannya mulai dari merancang sampai terciptanya suatu produk yang baru.
  • Proyek padat modal yaitu suatu proyek yang membutuhkan modal yang besar. Seperti misalnya pembebasan tanah yang luas, pembelian barang maupun pengadaan suatu barang, pembangunan suatu fasilitas produksi dan sebagainya.
Daftar Pustaka:
O. Kurniawan, "makalah manajemen proyek (manajemen proyek ditinjau daro segala aspek kegiatan),'' 28 May 2013. [Online] Diakses Pada: 28 September 2016

Ali. Muhammad, "Tugas Materi Pembelajaran"Manajemen Proyek" . UNY: Yogyakarta. 2010.

Anonymous, "Manajemen Proyek," [Online]. Available: library.upnvj.ac.id/pdf/2s1teknikindustri/080315005/bab2.pdf. [Diakses tanggal 29 09 2016]