.

Jumat, 13 Maret 2020

ANALISIS DEFECT STRUCTURE


ABSTRAK

Pada proyek-proyek konstruksi di lapangan saat proses konstruksi maupun pasca konstruksi seringkali dapat kita jumpai beragam permasalahan, salah satunya adalah cacat pada beton yang dapat mengakibatkan melemahnya struktur. Kecacatan ini dapat kita jumpai pada elemen struktur beton seperti kolom, balok, pelat, dinding beton. Oleh sebab itu, perlunya untuk mencegah kerusakan tersebut dengan melakukan studi kasus mengenai penyebab cacat pada beton sehingga penyebab kecacatan dapat diketahui dan diminimalisir. Penelitian ini dilakukan dengan kerja sama pihak aplikator dan pengamatan di lapangan guna mendapatkan data-data yang relevan. Data-data tersebut akan dianalisa penyebab kerusakannya dengan membandingkan dengan teori para ahli, kemudian didapatkan hasil penyebab umum kerusakan beton dan memberikan saran pencegahan yang dapat dilakukan.
Berdasarkan hasil penelitian didapatkan faktor-faktor penyebab kerusakan beton yaitu tinggi jatuh pengecoran, kesalahan pelepasan bekisting, kesalahan pembesian, vibrator, curing, dilatasi pengecoran, kegagalan design, dan beban tambahan. Kesalahan penggunaan vibrator ternyata merupakan faktor yang paling dominan mengakibatkan kerusakan pada beton.

KATA KUNCI : Struktur, Penyebab kecatatan (Defect Structure)


PENDAHULUAN

Struktur adalah bagian-bagian yang membentuk bangunan seperti pondasi, sloof, dinding, kolom, ring, kuda-kuda, dan atap. Pada prinsipnya, elemen struktur berfungsi untuk mendukung keberadaan elemen nonstruktur yang meliputi elemen tampak, interior, dan detail arsitektur sehingga membentuk satu kesatuan. Setiap bagian struktur bangunan tersebut juga mempunyai fungsi dan peranannya masing-masing.

Kegunaan lain dari struktur bangunan yaitu meneruskan beban bangunan dari bagian bangunan atas menuju bagian bangunan bawah, lalu menyebarkannya ke tanah. Perancangan struktur harus memastikan bahwa bagian-bagian sistem struktur ini sanggup mengizinkan atau menanggung gaya gravitasi dan beban bangunan, kemudian menyokong dan menyalurkannya ke tanah dengan aman.
Terdapat tiga bagian dari struktur bangunan antara lain :
  1. Struktur bawah (substruktur) adalah bagian-bagian bangunan yang terletak di bawah permukaan tanah. Struktur bawah ini meliputi pondasi dan sloof.
  2. Struktur tengah merupakan bagian-bagian bangunan yang terletak di atas permukaan tanah dan di bawah atap, serta layak ditinggali oleh manusia. Yang dimaksud struktur tengah di antaranya dinding, kolom, dan ring.
  3. Struktur atas (superstruktur) yaitu bagian-bagian bangunan yang terbentuk memanjang ke atas untuk menopang atap. Struktur atas bangunan antara lain rangka dan kuda-kuda.

PERMASALAHAN

Pada proyek-proyek konstruksi di lapangan saat proses konstruksi maupun pasca konstruksi seringkali dapat kita jumpai beragam permasalahan, salah satunya adalah kerusakan pada beton. Kerusakan ini dapat kita jumpai pada elemen struktur beton seperti kolom, balok, pelat, dan dinding beton. Permasalahan ini sering mengakibatkan stake holder yang terkait dalam proyek menjadi khawatir, karena dampak kerusakan tersebut dapat mengakibatkan melemahnya struktur jika terjadi pada beton elemen struktural. Contoh kerusakan pada beton yang sering dijumpai di lapangan juga ada bermacam-macam seperti retak pada beton, dan voids atau honeycomb.


Berbagai jenis kerusakan yang terjadi pada beton ini dapat diatasi dengan berbagai macam perbaikan pada beton. Namun pada beberapa kasus, perbaikan pada beton yang kurang baik juga dapat memperburuk keadaan dan beresiko membuat kerusakan lain di bangunan. Oleh karena itu, untuk mencegah kerusakan pada beton, maka perlu untuk melakukan studi kasus mengenai penyebab kerusakan pada beton sehingga kerusakan pada beton ini bisa diminimalisir.

PEMBAHASAN

Pada umumnya, kecacatan atau kerusakan  yang terjadi dibagi menjadi beberapa kategori, yakni:
·        Retak (cracks)
Retak merupakan kejadian pecah pada beton, berupa garis-garis panjang yang sempit. Retak ini biasa terjadi akibat cuaca yang panas dan berangin. Jenis kerusakan ini sifatnya dangkal dan saling berhubungan. Kerusakan akibat keadaan alam pada beton dengan steel structure (reinforced concrete) maupun prestressed concrete memang seringkali tidak bisa dihindari. Dengan penanganan yang tepat, kerusakan ini tidak akan menimbulkan permasalahan berarti bagi konstruksi.
·        Lubang-lubang pada beton bertulang (void)
Voids 
 merupakan istilah untuk menggambarkan kondisi kerusakan pada beton bertulang, berupa lubang-lubang yang ukurannya relatif dalam dan lebar. Penyebabnya ialah proses pemadatan yang dilakukan dengan vibrator yang kurang maksimal dan  terlalu sempitnya jarak antara bekisting dengan tulangan atau frame. Yang sering  terjadi adalah jarak antar tulang yang terlalu sempit hingga mortar tidak bisa mengisi rongga atau pori-pori antara agregat kasar dengan sempurna.

·        Kelupasan dangkal pada permukaan (scalling/ erosion/spalling)
Kelupasan dangkal pada permukaan beton bertulang merupakan jenis kerusakan yang umum terjadi. Penyebabnya ialah adanya eksposisi yang berulang terhadap proses pembekuan dan pencairan hingga permukaan beton bisa terkelupas (scalling).
Ada pula jenis kerusakan lain yang menyebabkan permukaan beton terkelupas, yakni  spalling, yakni melekatnya material di permukaan bekisting yang menyebabkan permukaan beton terkelupas.

·        Lekatan baja beton
Inilah jenis kerusakan lain yang umum terjadi pada beton bertulang. Kerusakan ini sering terjadi pada komponen struktur penunjang bangunan sipil. Perlu diketahui bahwa lekatan dipengaruhi oleh tingkat kekasaran sebuah permukaan baja dan kualitas beton di sekitar bagian tulangan. Jika kelekatan gagal terjadi atau kurang sempurna, maka akan membuat menurunnya daya dukung pada struktur. Hal ini bsia menyebabkan deformasi. Yang lebih parah bisa menyebabkan runtuhnya struktur konstruksi.
Penyebab lain dari kegagalan kelekatan ialah adanya korosi pada tulangan, terjadinya kebakaran, atau bisa jadi karena terlalu tipisnya selimut beton.

·        Adanya serangan kimia
Beberapa bahan kimia digunakan dalam proses konstruksi beton tulangan, baik steel structure maupun baja. Seperti penggunaan fly ash  pada campuran beton yang berpotensi bisa memberi pengaruh pada  beton terutama pada lingkungan bersulat. Selain itu, adanya tegangan internal bisa juga terjadi akibat dari mengembangnya unsur kimia tertentu pada beton, seperti Ca (OH)2 dengan unsur kimia penyerang.

·        Penurunan pondasi
Pada sebagian konstruksi, kondisi tanah kurang mendukung untuk bangunan yang kokoh dan berkualitas. Beberapa kasus yang terjadi ialah daya dukung tanah tidak seragam pada sebagian lingkungan bangunan. Hal inilah yang menjadikan perbedaan dan penurunan pondasi. Sedangkan komponen yang sering rusak ialah pada dinding pengisi.


KESIMPULAN

Kesimpulan yang diberikan dari hasil penelitian yang telah dilakukan adalah :
1.     Penyebab yang berpotensi mengakibatkan kerusakan beton pada fase konstruksi adalah : Permasalahan tinggi jatuh pengecoran, kesalahan pembesian, kesalahan pelaksanaan vibrator, kegagalan design, dan kesalahan pemasangan bekisting.

2.      Penyebab yang berpotensi mengakibatkan kerusakan beton pada pasca konstruksi adalah: Permasalahan pelepasan bekisting, permasalahan curing, dan permasalahan mengenai beban tambahan.

3.     Berdasarkan hasil penelitian ini, penyebab kerusakan yang paling banyak terjadi pada fase konstruksi dikarenakan masalah pelaksanaan pemadatan dengan menggunakan vibrator. Pemahaman pekerja konstruksi akan pemadatan dengan menggunakan vibrator masih kurang baik.


DAFTAR PUSTAKA



Mengembangkan Minat Fotografi di Indonesia


Hasil gambar untuk fotografi

ABSTRAK
Ada dua kategori dalam fotografi yaitu, dokumenter dan seni rupa. Fotografi sendiri merupakan gabungan dari tekstur, bentuk dan pola pada objek. Semua dalam fotografi tergantung bagaimana fotografer menggunakan kreativitasnya untuk menciptakan gambar yang memiliki sebuah makna. Bagian paling penting dalam fotografi adalah berimajinasi bagaimana fotografer menciptakan tekstur, bentuk dan pola yang selaras untuk membuat arti pada gambar tersebut.

PENDAHULUAN
Fotografi adalah sebuah media yang digunakan untuk menyalurkan pesan dari seorang fotografer ke khalayak umum untuk dapat merangsang pikiran, perasaan, perasaan, perhatian yang kemudian menjadi sebuah karya yang dapat dinikmati. Dalam tulisan ini akan membahas tentang mengembangkan minat masyarakat Indonesia dibidang fotografi.

PERMASALAHAN
Kurangnya minat masyarakat Indonesia pada fotografi mengakibatkan fotografi tidak terlalu menjadi sorotan oleh masyrakat. Masyarakat Indonesia cenderung tidak terlalu memperhatikan hal yang kurang menarik bagi dirinya maka dari itu ada beberapa masyrakat Indonesia yang tidak tahu apa itu fotografi. Lalu masyarakat Indonesia beberapa diantaranya kurang menghargai sebuah karya yang sudah diciptkan cenderung menyepelekan karya tersebut tetapi tidak tahu menahu bagaimana proses karya itu dibuat.

KESIMPULAN
Kesimpulan yang saya pahami adalah, masyarakat Indonesia harus membuka mata tentang fotografi terlebih lagi tentang menghargai sebuah karya agar para orang-orang dibalik pembuatan karya tersebut merasa dihargai. Ketika karya yang dibuat diapresiasi oleh khalayak umum, tentu saja akan meningkatkan semangat fotografer untuk terus berkarya lagi dan lagi. Tentunya dengan mengadakan workshop atau seminar masyarakat Indonesia akan lebih memperhatikan bagaimana proses sebuah karya itu diciptakan. 

Kamis, 12 Maret 2020

PROGRAM ANALISIS PERANCANGAN INTERIOR OFFICE


PROGRAM ANALISIS PERANCANGAN INTERIOR OFFICE 

( Studi Kasus: Kantor Wijaya Kusuma Contractor (WKC), Cikini, Kec. Menteng Jakarta Pusat )
Oleh: Putri Nur Damarwati ( J34-PUTRI )














LATAR BELAKANG

Pada saat ini perkembangan kantor di Indonesia sangatlah cukup beragam, mulai dari kantor pemerintah hingga kantor kantor swasta lainnya. Setiap perusahaan, memiliki kantor sebagai tempat pengurusan Administrasi, penjualan, dan sebagainya.
Perkembangan penataan dalam kantor (Interior) pada suatu bangunan saat ini merupakan suatu hal yang selalu menjadi pertimbangan dan direncanakan dengan baik dan tepat supaya menghasilkan sebuah karya desain yang dapat diterima dan dinikmati masyarakat luas serta memiliki nilai lebih sendiri dari karya desain yang sudah ada sebelumnya. Tata interior kantor yang sesuai dengan konsep juga dapat mempengaruhi hasil kerja karyawan itu sendiri, maka dari itu interior kantor dapat diciptakan dengan melihat serta mengakomodir segala kebutuhan karyawan yang bisa disesuaikan dengan jenis pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan tersebut.
Saya memilih tema futuristic tropical Homestyle Comfort Design ini karena dari kantor PT. WKC mencerminkan bahwa kantor ini bekerja sebagai kantor kontraktor sipil dan pemilihan tema futuristic Tropical Homestyle Comfort Design ini dapat menciptakan sebuah ruangan yang dapat memunculkan suasana yang asri dan suasana baru, mencerminkan masa depan, luas, kebebasan, dan alami.

RUMUSAN MASALAH

1.     Bagaimana merancang interior office yang sesuai dengan citra dari perusahaan?
2.     Bagaimana cara menciptakan tema dan konsep gaya baru office yang sesuai terhadap citra dari perusahaan tersebut?
3.     Bagaimana cara menciptakan sirkulasi ruang kantor yang efektif?
4.     Bagaimana merencanakan dan merancang pengorganisasian ruang, pola hubungan antar ruang, pola, sirkulasi, tema, dan unsur-unsur interior yang nyaman dan komunikatif bagi orang yang berada didalamnya sesuai dengan kegiatan dan fungsi?

RUANG LINGKUP PERENCANAAN

1.     Merancang interior office dengan gaya dan menerapkan tema yang sesuai dengan citra, dan image sebagai pemecahan interior baik layout, interior system dan elemen estetis.
2.     Merencanakan perancangan desain interior kantor wkc dengan nuansa alam.
3.     Merancang sirkulasi ruang kantor yang efektif dan efisien.
4.     Merancang pengorganisasian ruang, pola hubungan antar ruang, pola sirkulasi, dan mengelompokan ruang-ruang sesuai kebutuhan orang-orang yang berada didalamnnya.

RUANG LINGKUP PERENCANAAN

Berdasaekan rumusan masalah ruangan yang akan didesain yaitu:
1.     Lobby receptionist
2.     Ruang direktur
3.     Ruang general manager
4.     Ruang manager IT
5.     Ruang manager pemasaran
6.     Ruang manager kontruksi
7.     Ruang manager produksi
8.     Ruang manager keuangan
9.     Ruang staff IT
10.  Ruang staff Prencanaan
11.  Ruang Arsitek
12.  Ruang drafter dan ruang logistic
13.  Ruang administrasi
Bagian yang akan dirancang:
1.     Floor
2.     Wall
3.     Celling
4.     Furniture
5.     Accessories

               
                     
                      
                      
                       .                 
                     
         KONSEP CITRA RUANG              
          Saya memilih tema futuristic Tropical Homestyle Comfort Design ini karena makna dari logo dan citra dari kantornya            sendiri mencerminkan bahwa kantor ini bekerja sebagai kantor kontraktor sipil dan pemilihan tema futuristic Tropical            Homestyle Comfort Design ini dapat menciptakan sebuah ruangan yang dapat memunculkan suasana yang nyaman,                mencerminkan masa depan, luas, kebebasan, dan alami.
          Pada ruangan tersebut akan menjadi ruangan yang sangat membuat clien atau karyawan sangat bersemangat, kreatif                dan nyaman dengan diaplikasikan nya tema Tropical Homestyle Comfort Design.

         KONSEP WARNA & BENTUK
  
         Warna Sangat Berpengaruh Dalam Merancang Suatu Kantor Karena Efek Yang Timbul Dari Warna Memiliki Kesan-             Kesan Tertentu. Pada Konsep Warna Yang Akan Diterapkan Pada Office Akan Menerapkan Warna-warna                              Netral/Monochrome Yang Mengacu Pada Kesan Alami Dan Hightect Dapat Dihadirkan Dengan Warna- Warna Dingin.           Serta Adanya Penggunaan Material Dari Besi Dan Kayu, Yang Terpenting Keseluruhan Komposisi Memberikan Kesan           Energic Namun Tetap Homestyle. Office.
         Ruang-ruang Yang Membutuhkan Ketenangan, Konsentrasi Dan Relaksasi Menggunakan Warna-warna Dingin. Yang             Saya Terapkan Pada Desain Office Ini Menggunakan Perpaduan Warna Netral/Monochrome Gradasi Hitam                             Monochrome Dan Warna Dari Tema Futuristic Tropical Homestyle Comfort Design Warna Dingin Sangat Cocok                   Dipergunakan Untuk Office Yang Aktif, Dinamis Sehingga Memberikan Kesan Ketenangan, Nyaman Dan Sejuk                     Dalam Office.

          KONSEP BAHAN & MATERIAL

          Untuk dapat mendukung tema desain yang berdesign futuristic Tropical Homestyle Comfort Design maka material                  utama yang digunakan dalam perancangan interior office ini adalah pemilihan material yang mencirikan material                    alami  dan modern (design terbaru) antara lain material – material yang dihasilkan melalui hasil proses industri seperti            Penggunaan material gypsum board, clear glass, finishing hpl, kayu solid, material laminated, acrylic,dan stone granit,            besi. Memadukan material – material ini pada material dinding, ceiling, dan lantai.
  
          KONSEP PENCAHAYAAN

          Penerapan sistem pencahayaan pada interior office ini dibagi dalam beberapa bentuk, yaitu: Penerangan Setempat                   (Local Lighting) Pencahayaan yang digunakan yaitu pencahayaan buatan dengan menggunakan lampu downlight yang          diletakkan pada armatur pada ceiling di tiap tiap ruangan. Beberapa lampu jenis spotlight juga diletakkan pada promosi          material tertentu yang mengarah langsung pada barang-barang yang dipamerkan. Penggunaan lampu LED sebagai                  general light dari proyek ini. Pada ruangan yang bersifat public menggunakan general lighting dengan menggunakan              jenis armatur downlight dengan alumunium reflector dan menggunakan jenis lampu TL 40 watt dan 30 watt. 



                          
                          















    

Mengembangkan Pasar Industri Kreatif di Tanah Air

Mengembangkan Pasar Industri Kreatif di Tanah Air

oleh: Michael Arizona (@J39-MICHAEL)

Hasil gambar untuk mind mapping creative industry

ABSTRAK

Industri kreatif didefinisikan sebagai industri yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, keterampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan dengan menghasilkan dan memberdayakan daya kreasi dan daya cipta individu tersebut. Industri kreatif memiliki peran dalam menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan dengan menghasilkan dan mengeksploitasi daya kreasi dan daya cipta individu.  
kata kunci: Abstrak industri kreatif

PENDAHULUAN

Industri Kreatif dapat diartikan sebagai kumpulan aktivitas ekonomi yang terkait dengan penciptaan atau penggunaan pengetahuan dan informasi. Industri kreatif juga dikenal dengan nama lain Industri Budaya (terutama di Eropa ) atau juga Ekonomi Kreatif . Kementerian Perdagangan Indonesia menyatakan bahwa Industri kreatif adalah industri yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, keterampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan dengan menghasilkan dan mengeksploitasi daya kreasi dan daya cipta individu tersebut.
Menurut Howkins, Ekonomi Kreatif terdiri dari periklanan, arsitektur, seni, kerajinan. desain, fashion, film, musik, seni pertunjukkan, penerbitan, Penelitian dan Pengembangan (R&D), perangkat lunak, mainan dan permainan, Televisi dan Radio, dan Permainan Video . Muncul pula definisi yang berbeda-beda mengenai sektor ini  Namun sejauh ini penjelasan Howkins masih belum diakui secara internasional.
Industri kreatif dipandang semakin penting dalam mendukung kesejahteraan dalam perekonomian, berbagai pihak berpendapat bahwa "kreativitas manusia adalah sumber daya ekonomi utama" dan bahwa “industri abad kedua puluh satu akan tergantung pada produksi pengetahuan melalui kreativitas dan inovasi.
Berbagai pihak memberikan definisi yang berbeda-beda mengenai kegiatan-kegiatan yang termasuk dalam industri kreatif. Bahkan penamaannya sendiri pun menjadi isu yang diperdebatkan dengan adanya perbedaan yang signifikan sekaligus tumpang tindih antara istilah industri kreatif, industri budaya, dan ekonomi kreatif.
Sub-sektor yang merupakan industri berbasis kreativitas di Indonesia berdasarkan pemetaan industri kreatif yang telah dilakukan oleh Departemen Perdagangan Republik Indonesia adalah:
  1. Periklanan: kegiatan kreatif yang berkaitan jasa periklanan (komunikasi satu arah dengan menggunakan medium tertentu), yang meliputi proses kreasi, produksi dan distribusi dari iklan yang dihasilkan, misalnya: riset pasar, perencanaan komunikasi iklan, iklan luar ruang, produksi material iklan, promosi, kampanye relasi publik, tampilan iklan di media cetak (surat kabar, majalah) dan elektronik (televisi dan radio), pemasangan berbagai poster dan gambar, penyebaran selebaran, pamflet, edaran, brosur dan reklame sejenis, distribusi dan delivery advertising materials atau samples, serta penyewaan kolom untuk iklan. Kode KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha)
  2. Arsitektur: kegiatan kreatif yang berkaitan dengan jasa desain bangunan, perencanaan biaya konstruksi, konservasi bangunan warisan, pengawasan konstruksi baik secara menyeluruh dari level makro (Town planning, urban design, landscape architecture) sampai dengan level mikro (detail konstruksi, misalnya: arsitektur taman, desain interior). Kode KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha)
  3. Pasar Barang Seni: kegiatan kreatif yang berkaitan dengan perdagangan barang-barang asli, unik dan langka serta memiliki nilai estetika seni yang tinggi melalui lelang, galeri, toko, pasar swalayan, dan internet, misalnya: alat musik, percetakan, kerajinan, automobile, film, seni rupa dan lukisan.
  4. Kerajinan: kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi, produksi dan distribusi produk yang dibuat dihasilkan oleh tenaga pengrajin yang berawal dari desain awal sampai dengan proses penyelesaian produknya, antara lain meliputi barang kerajinan yang terbuat dari: batu berharga, serat alam maupun buatan, kulit, rotan, bambu, kayu, logam (emas, perak, tembaga, perunggu, besi) kayu, kaca, porselin, kain, marmer, tanah liat, dan kapur. Produk kerajinan pada umumnya hanya diproduksi dalam jumlah yang relatif kecil (bukan produksi massal).
  5. Desain: kegiatan kreatif yang terkait dengan kreasi desain grafis, desain interior, desain produk, desain industri, konsultasi identitas perusahaan dan jasa riset pemasaran serta produksi kemasan dan jasa pengepakan.
  6. Dan lain-lain

PERMASALAHAN

Meskipun perkembangan teknologi dan media sosial serta entertaiment cukup pesar, tetapi industri kreatif di Indonesia masih belum berkembang, belum memiliki rupa dan karakteristiknya sendiri. Masyarakat Indonesia cenderung menggemari berbagai hiburan maaupun hal hal yang berbau barat,  serta kurangnya kesadaran masyarakat Indonesia untuk menghargai sebuah karya yang dibuat menggunakan waktu, pikiran, dan juga tenaga. tak hanya dari skala yang besar seperti sebuah industri, skala kecil yang mencakup seniman dan creator muda yang masih belum meiliki tempat naungan di tanah air mereka sendiri pun menjadi permasalahan mengenai tidak berkembangnya industri kreatif tanah air. para seniman maupun creator tanah air pun mesti pergi ke luar negeri untuk memiliki tempat dimana mereka diakui dan dimana mereka memiliki nilai dimata industri kreatif. hal ini justru akan menguntungkan pihak asing dan merugikan industri kreatif Indonesia.


KESIMPULAN

kesimpulan saya disini adlah, pemerintah sebaiknya memberikan bantuan baik berupa tempat untuk menaungi seniman atau creator muda tanah air, dan juga memberikan subsidi atau bantuan dana kepada meraka untuk dapat menghasilkan karya dan juga mengembangkan industri kreatif tanah air. lalu masyarakat semestinya sadar akan apresiasi sebuah karya dari seniman tanah air agar para seniman dan creator tersebut dapat merasa diterima dan dihargai di tanah airnya sendiri

DAFTAR PUSTAKA

KENYAMANAN DESAIN INTERIOR PADA PERPUSTAKAAN


KENYAMANAN DESAIN INTERIOR PADA PERPUSTAKAAN
( Studi Kasus : Perpustakaan Umum Kota Wonosari, Yogyakarta )
Oleh : Chelline Jihan Sasmita (J35-CHELLINE)



ABSTRAK

Perpustakaan Umum Kota Wonosari, Yogyakarta membutuhkan peningkatan kualitas kenyamanan interior khususnya pada aspek tata ruang, pencahayaan, pewarnaan dan sirkulasi. Studi ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan teknik penelitian survey tingkat kenyamanan pengguna terhadap desain interior di perpustakaan. Metode penelitian yang digunakan merupakan metode campuran (mixed), yaitu penggunaan metode kualitatif dalam menjelaskan kondisi eksisting objek observasi dan metode kuantitatif dalam pengambilan data persepsi pengguna perpustakaan malalui teknik survey. Analisis yang dilakukan merupakan analisis dari hasil pengamatan lapangan, analisis data kuantitatif dari survey kuisioner dan analisis dengan standar yang ada. 

KATA KUNCI : Desain interior perpustakaan, Tingkat kenyamanan pengguna.

PENDAHULUAN

Desain interior adalah salah satu hal yang cukup penting dalam rancangan suatu pembangunan perpustakaan. Perpustakaan yang baik dalam perancanaan gedung dan ruang perpustakaannya perlu memperhatikan fungsi tiap ruang, unsur – unsur keharmonisan dan keindahan, baik dari segi interior maupun eksterior. . Dalam penyusunan interior ruangan perpustakaan ada beberapa elemen yang perlu diperhatikan yaitu ruang, pewarnaan, penerangan, dan sirkulasi. Hal tersebut dimaksudkan agar dapat memberikan kenyamanan kepada pengguna perpustakaan. Perencanaan desain interior tidak bisa lepas dari persepsi pemakai perpustakaan. Hal tersebut disebabkan karena nyaman tidaknya ruang perpustakaan berdampak langsung pada pemakai. Oleh karena itu, salah satu faktor keberhasilan pelayanan perpustakaan dapat dilihat dari persepsi pengguna terhadap desain inerior dari perpustakaan tersebut. Kota Terupakan kota Kabupaten berpenduduk banyak yang ingin maju pada bidang pendidikan. Supaya sistem pendidikan dapat berhasil dengan baik, suatu kota harus dilengkapi dengan sarana penunjang yang mampu menyediakan informasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakatnya. Sarana penunjang tersebut adalah sebuah perpustakaan yang merupakan pusat informasi bagi masyarakat terutama civitas akademik. Maka diharapkan ada peningkatan kualitas dalam dunia perpustakaan untuk semakin maju dan berkembang sehingga perpustakaan mampu melayani segala bentuk kebutuhan informasi yang dibutuhkan pengguna.

PERMASALAHAN

Perpustakaan umum Kota Wonosari merupakan satu-satunya perpustakaan di Kota Wonosari  Perpustakaan ini menjadi satu-satunya pula wadah dimana masyarakat Kota Wonosari mendapatkan bebagai macam informasi melalu media buku dan media cetak lainnya. Perpustakaan umum yang menjadi tempat layanan utama dalam bidang informasi masyarakat Wonosari ini berada di jalan utama Wonosari provinsi Yogyakarta. Merupakan perpustakaan pusat daerah yang ada di Kabupaten Gunungkidul. Pada penelitian ini yang diteliti adalah empat ruang utama yaitu : Ruang koleksi buku, Ruang baca, ruang multimedia dan ruang referensi. Keempat ruangan tersebut adalah ruangan yang paling fungsional dan didatangi banyak pengunjung.

A.    Tingkat Kenyamanan Desain Interior Perpustakaan Berdasarkan Persepsi Pengguna :

Kriteria sampel pengguna yaitu orang yang datang berkunjung ke Perpustakaan Umum kabupaten Tuban dengan tujuan bervariasi, baik membaca buku, mencari referensi, meminjam buku maupun dengan tujuan lainnya misalnya mencari informasi dengan media internet. Berdasarkan ketentuan tersebut, jumlah sampel untuk pengunjung ditentukan sebanyak 100 orang, karena termasuk penelitian deskriptif berbentuk survey yang memiliki batas responden minimal 100 orang.

PEMBAHASAN

1.    Ukuran Ruang
Berdasarkan hasil analisis maka dapat disimpulkan bahwa tingkat kenyamanan terkait dengan ukuran ruangnya, perpustakaan umum secara umum mendapatkan respon negatif dari masyarakat dengan perolehan rata-rata (2.97) yang artinya berada pada kriteria Tidak nyaman. Perlu adanya peningkatan kenyamanan desain interior terkait dengan ukuran ruangnya.

2.    Aksesibilitas ruang
 Analisis dari hasil penelitian tentang kenyamanan ruang berkaitan dengan aksesibiltas ruangnya secara umum menemukan pernyataan bahwa pengguna memberikan respon negatif dengan perolehan mean score (2.99) yang berarti berada pada kriteria tidak nyaman. Jadi perlu adanya perbaikan pada aspek desain interior ini guna meningkatkan kualitas kenyamanan aksesibilitas ruang.

3.    Estetika ruang
Hasil analisis menyimpulkan bahwa tingkat kenyamanan terkait dengan estetika ruangnya, perpustakaan umum secara umum mendapatkan respon negatif dari masyarakat dengan perolehan rata-rata (2.99) yang artiinya berada pada kriteria tidak nyaman. Perlu adanya peningkatan kenyamanan desain interior terkait dengan estetika ruangnya.

4.    Tata letak perabot Analisis
Dari hasil penelitian tentang kenyamanan ruang berkaitan dengan tata letak perabotnya secara umum menemukan pernyataan bahwa pengguna memberikan respon negatif dengan perolehan mean score (2.78) yang berarti berada pada kriteria tidak nyaman. Jadi perlu adanya perbaikan pada aspek desain interior ini guna meningkatkan kualitas kenyamanan tata letak perabot dalam ruang.

5.    Pewarnaan ruang
Hasil analisis menyimpulkan bahwa tingkat kenyamanan terkait dengan pewarnaan ruangnya, perpustakaan umum secara umum mendapatkan respon yang positif dari masyarakat dengan perolehan rata-rata (3.33) yang artiinya berada pada kriteria cukup nyaman. Kenyamanan desain interior terkait dengan pewarnaan ruangnya perpustakaan Umum Kota Tuban sudah cukup baik. Pengguna sudah merasa hampir nyaman berada pada ruang-ruang yang ada di perpustakaan umum Kota Tuban.

6.    Pencahayaan ruang
Dari hasil penelitian tentang kenyamanan ruang berkaitan dengan pencahayan ruangnya secara umum menemukan pernyataan bahwa pengguna memberikan respon positif dengan perolehan mean score (3.20) yang berarti berada pada kriteria cukup nyaman Pencahayaan ruang dirasa sudah cukup baik dalam memenuhi kebutuhan pengguna.

7.    Sirkulasi ruang
Berdasarkan hasil analisis maka dapat disimpulkan bahwa tingkat kenyamanan terkait dengan sirkulasi ruangnya, perpustakaan umum secara umum mendapatkan respon positif dari masyarakat dengan perolehan rata-rata (3.03) yang artinya berada pada kriteria biasa saja.

KESIMPULAN

Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian mengenai Tingkat Kenyamanan Desain Interior pada Perpustakaan dengan studi pustaka di Perpustakaan Umum Kota Wonosari disimpulkan sebagai berikut:

1.    Ukuran ruang, Pada hasil observasi lapangan, ukuran ruang ada yang sudah sesuai standar ukuran ruang tingkat kabupaten dari Pedoman perpustakaan nasional ada yang kurang dan ada yang lebih. Ukuran ruang masih belum diperhitungkan secara matang, hal ini membuat kenyamanan ruang dirasa belum terpenuhi. Dan berdasarkan persepsi pengguna setuju dengan hasil dari observasi lapang.

2.  Aksesibilitas ruang, Aksesibilitas ruang berdasakan hasil observasi menyatakan bahwa aksesibilitas masih terasa kurang nyaman karena belum adanya pola ruang yang tertata dengan teratur. Membingungkan pergerakan pengguna dalam aktivitasnya. Persepsi pengguna pun layaknya setuju dengan pernyataan yang diuraikan dengan hasil observasi.

3.  Estetika Ruang, Berdasarkan observasi lapang, disimpulkan bahwa estetika ruang masih banyak yang terkesan monoton dan kurang menarik bagi visualisasi. Dalam hasil analisis persepsinya, pengguna pun setuju dengan apa yang ditemukan pada hasil observasi. Dimana mereka memberikan respon yang negatif terhadap estetika ruang.

4. Tata letak perabot adalah penilaian yang tingkat kenyamanannya paling rendah berdasarkan hasil observasi lapang dan juga berdasarkan persepsi pengguna ruang.

5.     Pewarnaan ruang, Hasil observasi lapangan menunjukkan bahwa kenyamanan pada pewarnaan ruang sudah terpenuhi. Hasil analisis berdasakan persepsi pengguna pun setuju bahwa pewarnaan ruang pada perpustakaan umum kota tuban mendekati nyaman dan variabel ini mendapatkan nilai paling tinggi tingkat kenyamanannya dibanding variabel lainnya.

6.    Pencahayaan ruang, Pencahayaan buatan dan alami dinyatakan sudah nyaman dan mampu memenuhi kebutuhan pengguna. Pengguna pun sepakat dengan pernyataan ini.

7.  Sirkulasi ruang, Sirkulasi ruang dirasa masih berada diantara skala kenyamanan nyaman-tidak nyaman. Ada beberapa sirkulasi ruang yang sudah memenuhi kenyamanan pengguna da nada pula yang belum memenuhi kenyamanan pengguna. Pengguna dari hasil analisis persepsinya menyatakan setju dengan pernyataan ini.

DAFTAR PUSTAKA

-  Depdiknas. RI. 2004. Perpustakaan Perguruan Tinggi: Buku Pedoman. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional RI. Depdiknas RI.

-  Pedoman Tata Ruang Dan Perabot Perpustakaan Umum Perpustakaan Nasional Republik Indonesia 2009