Tampilkan postingan dengan label @G39-Dede. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label @G39-Dede. Tampilkan semua postingan
Jumat, 15 Desember 2017
Sabtu, 09 Desember 2017
Sabtu, 02 Desember 2017
Minggu, 26 November 2017
Jumat, 17 November 2017
PENGENDALIAN KUALITAS TERHADAP KERUSAKAN PRODUK AKHIR TEH HIJAU PADA PT RUMPUN SARI KEMUNING (BAB 1)
DAFTAR PUSTAKA
Ahyari, Agus. 2002. Manajemen Produksi dan Pengendalian Produksi,
Yogyakarta. BPFE.Ariani, Dorothea. W. 2001. Manajemen Kualitas. Edisi 1. Ghalia Indah,
Jakarta.
Assauri, Sofyan. 1999. Manajemen Produksi. Edisi Revisi. FEUI, Jakarta.
Handoko, T. Hani. 1999. Pengantar Pengendalian Kualitas. Edisi
Pertama, Penerbit Andy, Yogyakarta.
Purnomo, Hari. 2003. Pengantar Teknik Industri. Edisi 1, Yogyakarta,
Graha Ilmu.
Render, Barry & Jay Heizer. 2004. Prinsip-prinsip Manajemen Operasi.
Edisi ketujuh. Jakarta, Salemba Empat.
Yamit, yulian. 2002. Manajemen Produksi dan Operasi. Yogyakarta.
Ekonisia.
Yamit, yulian, 2004. Pengendalian Kualitas Barang dan Jasa, Edisi 1.
Ekonesia, Yogyakarta
Yohanli, 2008, Pengendalian Kualitas, www.google.com,
yohanli.wordpress.com/15April,2008.
Rabu, 18 Oktober 2017
PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAN PRODUKTIVITAS KERJA PEGAWAI
Jumat, 06 Oktober 2017
Dasar Perancangan Produk
Pendahuluan
Desain produk yang baik, harus memenuhi 3 (tiga) aspek penting yang sering disebut segitiga aspek produk, yaitu kualitas yang baik, biaya rendah, dan jadwal yang tepat. Selanjutnya segitiga aspek produk di atas dikembangkan menjadi suatu persyaratan dalam desain, yaitu desain harus dapat dirakit, didaur ulang, diproduksi, diperiksa hasilnya, bebas korosi, biaya rendah, serta waktu yang tepat. Untuk itu dalam mendesain suatu produk, harus memperhatikan secara detail tentang fungsi-fungsi dari produk yang didesain. Guna mengetahui secara rinci tentang fungsi produk, dapat dilakukan dengan beberapa metode pendekatan mikro (MC, MR, Equilibrium), Linier Programming/Dualitas, dan Manajemen Keuangan (BEP).
Pembahasan
Kesuksesan ekonomi sebuah perusahaan manufaktur tergantung pada kemampuan untuk mengidentifikasi kebutuhan pelanggan, kemudian secara tepat menciptakan produk yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut dengan biaya yang rendah. Hal ini bukan merupakan tanggung jawab bagian pemasaran, bagian desain, melainkan tanggung jawab yang melibatkan banyak fungsi dalam suatu perusahaan
Pengembangan Produk
Pengembangan produk merupakan serangkaian aktivitas yang dimulai dengan analisa persepsi dan peluang. Pengembangan produk merupakan aktivitas lintas disiplin yang membutuhkan kontribusi dari hampir semua fungsi yang ada di perusahaan, namun tiga fungsi yang selalu paling penting bagi proyek pengembangan produk adalah
- Pemasaran
Fungsi pemasaran adalah menjembatani interaksi antara perusahaan dengan pelanggan. Peranan lainnya adalah memfasilitasi proses identifikasi peluang produk, pendefinisian segmen pasar, dan identifikasi kebutuhan pelanggan. Bagian pemasaran juga secara khusus merancang komunikasi antara perusahaan dengan pelanggan, menetapkan target harga dan merancang peluncuran serta promosi produk.
- Perancangan (desain)
Fungsi perancangan memegang peranan penting dalam mendefinisikan bentuk fisik produk agar dapat memenuhi kebutuhan pelanggan. Dalam konteks tersebut tugas bagian perancangan mencakup desain engineering (mekanik, elektrik, software, dan lain-lain) dan desain industri (estetika, ergonomics, user interface).
- Manufaktur
Fungsi manufaktur terutama bertanggung jawab untuk merancang dan mengoperasikan system produksi pada proses produksi produk. Fungsi ini melingkupi pembelian, instalasi, dan distribusi. Proses pengembangan produk dalam suatu perusahaan umumnya melalui 6 tahapan proses, antara lain adalah :
Fase 0 : Perencanaan Produk
Kegiatan perencanaan sering dirujuk sebagai “zero fase” karena kegiatan ini mendahului persetujuan proyek dan proses peluncuran pengembangan produk aktual.
Fase 1 : Pengembangan Konsep
Pada fase pengembangan konsep, kebutuhan pasar target diidentifikasi, alternatif konsep-konsep produk dibangkitkan dan dievaluasi, dan satu atau lebih konsep dipilih untuk pengembangan dan percobaan lebih jauh.
Fase 2 : Perancangan Tingkat Sistem
Fase perancangan tingkat sistem mencakup definisi arsitektur produk dan uraian produk menjadi subsistem-subsistem serta komponen-komponen
Fase 3 : Perancangan Detail
Fase perancangan detail mencakup spesifikasi lengkap dari bentuk, material, dan toleransitoleransi dari seluruh komponen unik pada produk dan identifikasi seluruh komponen standar yang dibeli dari pemasok.
Fase 4 : Pengujian dan Perbaikan
Fase pengujian dan perbaikan melibatkan konstruksi dan evaluasi dari bermacam macam versi produksi awal produk.
Fase 5 : Produksi Awal
Pada fase produksi awal, produk dibuat dengan menggunakan sistem produksi yang sesungguhnya. Tujuan dari produksi awal ini adalah untuk melatih tenaga kerja dalam memecahkan permasalahan yang timbul pada proses produksi sesungguhnya. Peralihan dari produksi awal menjadi produksi sesungguhnya biasanya tahap demi tahap. Pada beberapa titik pada masa peralihan ini, produk diluncurkan dan mulai disediakan untuk didistribusikan
- Pengembangan Konsep
Inti dari perencanaan desain adalah terletak pada pengembangan konsep. Crawford mengemukakan bahwa konsep desain adalah kombinasi antara lisan, tulisan, dan atau bentuk prototipe yang akan dilakukan perbaikan dan bagaimana pelanggan menunjukkan keuntungan/kerugiannya.
Tiga bagian penting yang ada untuk ide/perencanaan yang akan ditingkatkan dengan kondisi konsep adalah :
1. Bentuk
Hal ini merupakan bentuk fisik suatu produk itu sendiri, material penyusunnya, dan sebagainya.
2. Teknologi
Termasuk di dalamnya antara lain : prinsip, teknik, perlengkapan, mekanika, kebijakan, dan seterusnya yang dapat digunakan untuk menciptakan/mencapai produk yang dimaksud.
3. Keuntungan
Nilai keuntungan yang diharapkan pelanggan dari produk tersebut
MENGEMBANGKAN PRODUK YANG SUKSES
Produk dikatakan sukses jika disukai pasar. Pasar menyukai suatu produk berdasarkan kualitas dan harga. Menciptakan produk yang disukai tidak dapat dilakukan begitu saja, diperlukan konsep pengembangan yang baik. Langkah-langkah yang perlu dilakukan suatu perusahaan yang akan melakukan aktivitas produksi, antara lain:
- Menentukan yang dibutuhkan pasar
- Kebijakan Perusahaan
- Strategi Bisnis
- Pencarian Ide
- Mensintesis Ide – Ide
- Membuat perencanaan yang detil
- Memproduksi
- Memasarkan.
Atribut – atribut dari suatu produk yang sukses dikembangkan:
- Biaya, baik biaya memproduksi maupun biaya total
- Kualitas
- Waktu yang diperlukan untuk memproduksi
- Mengembangkan teknik produksi masal (repeat production)
Faktor-faktor kunci mengembangkan produk baru:
- Unik
- Fokus ke pelanggan dan berorientasi pasar
- Melakukan pekerjaan rumah yang penting, seperti studi pemasaran, predevelopment dan sejenisnya.
- Ketajaman dalam mendefinisikan produk yang akan dikembangkan
- Kesinambungan pelaksanaan, tidak boleh ada fase yang terputus atau didahulukan
- Struktur Organisasi dan iklim perusahaan
- Keputusan yang tepat dalam memilih suatu proyek
- Memasarkan dengan baik produk yang kita buat
- Keputusan-keputusan yang tepat dari top management
- Meningkatkan kecepatan produksi tanpa mengorbankan kualitas
- Mampu mengikuti proses-proses terbaru dengan sistematis
- Mampu menarik perhatian pasar
- Berpengalaman dan memiliki kemampuan dasar yang baik
- Faktor-faktor lain yang mungkin berpengaruh terhadap produk yang dihasilkan
Daftar Pustaka
Sariyati, 2014MANAJEMENT PEMASARAN SYARI’AH
“PERENCANAAN PRODUK” http://sariyatiningsih.blogspot.co.id/2014/11/perencanaan-produk.html dikunjungi 02/10/2017
Manullang, 1971, Dasar-Dasar Manajemen, CV Amanlaham, Medan
Murdifin Haming dan Mahfud Nurjamuddin. 2011, Manajemen Produksi Modern, Bumi Aksara edisi kedua
Kamis, 28 September 2017
Biodiesel dari Limbah Minyak Ikan Menggunakan Katalis Cangkang Telur Sebagai Bahan Bakar Alternatif
Pendahuluan
Telur merupakan salah satu bahan makanan yang sudah akrab dengan masyarakat Indonesia. Telur sebagai sumber protein mempunyai banyak keunggulan antara lain, kandungan asam amino paling lengkap dibandingkan bahan makanan lain seperti ikan, daging, ayam, tahu, tempe, dll. Telur mempunyai citarasa yang enak sehingga digemari oleh banyak orang. Telur juga berfungsi dalam aneka ragam pengolahan bahan makanan. Selain itu, telur termasuk bahan makanan sumber protein yang relatif murah dan mudah ditemukan. Hampir semua orang membutuhkan telur.Katalis homogen (asam anorganik seperti asam sulfat dan NaOH) yang selama ini digunakan sebagai katalis dalam produksi biodiesel berdampak negatif terhadap peralatan mesin dan lingkungan. Usaha yang telah dilakukan untuk mengurangi dampak negatif katalis homogen diantaranya adalah menggunakan katalis heterogen. Penelitian sebelumnya telah dilakukan dalam pembuatan biodiesel dari minyak jelantah (wastecooking oil, WCO) menggunakan katalis asam padat (SiO2-Nafion). Hasil penelitian menunjukkan bahwa katalis asam padat (Nafion/SiO2) berperan sebagai katalis untuk reaksi esterifikasi asam dalam minyak jelantah menjadi ester dan ester dari asam ini dapat meningkatkan perolehan biodisel (Mahreni & Setyoningrum, 2010).
Dalam penelitian ini dicoba memproduksi biodiesel dari minyak sawit menggunakan katalis padat CaO yang terkandung di dalam kulit telur ayam. Dari literatur diketahui bahwa kandungan CaCO3 di dalam kulit telur sekitar 94 % berat (Stadelman, 2000), dan sisanya adalah magnesium karbonat, kalsium fosfat dan bahan organik. Oleh karena itu dapat diharapkan bahwa kulit telur dapat digunakan sebagai sumber CaO yang mempunyai kemurnian tinggi sehingga mampu berperan sebagai katalis dalam reaksi transesterifikasi minyak dan metanol menjadi biodiesel. Sumber bahan baku (kulit telur) tersedia cukup banyak dan pada saat ini hanya dibuang (belum dimanfaatkan), oleh karena itu memanfaatkan kulit telur sebagai katalis merupakan usaha yang cukup relevan untuk meningkatkan nilai ekonomi kulit telur dan mengurangi beban lingkungan.
Pembahasan
Pemanfaatan Kulit Telur
Pemanfaatan kulit telur, khususnya dalam bidang pertanian, yaitu sebagai pengendali organisme penyakit tanaman, saat ini belum mendapat perhatian. Menurut data World Intellectual Property Organization (2009), di Amerika Serikat, ada sekitar 190.000 ton kulit telur yang terbuang, yang dari jumlah ini, sekitar 120.000 ton dihasilkan dari industri pengolahan makanan dan sekitar 70.000 ton dihasilkan dari penetasan telur.
Sementara itu, di Indonesia produksi kulit telur akan terus berlimpah selama telur diproduksi di bidang peternakan serta digunakan di restoran, pabrik roti dan mie sebagai bahan baku pembuatan makanan. Menurut data Direktorat Jenderal Peternakan (2009), produksi telur Jawa Tengah dan Indonesia tahun 2009, masing-masing sebesar 140.459 ton dan 1.013.543 ton.
Selain itu Tim peneliti di Ohio State University, Amerika Serikat, menyatakan, limbah kulit telur bisa berperan penting untuk menciptakan bahan bakar mobil yang ramah lingkungan.
Tim itu menemukan kalau kulit telur yang biasa disisihkan dari meja makan kala sarapan itu bisa membantu memproduksi hidrogen untuk sel-sel bakar (fuel cell)–sebuah teknologi yang mencampur hidrogen dengan oksigen untuk menciptakan energi dengan hanya menyisakan uap air.
Selama ini pasokan kebutuhan hidrogen untuk teknologi itu masih bergantung kepada proses yang masih menghasilkan karbon dioksida, unsur gas rumah kaca. Tapi, dengan bantuan kulit telur, hidrogen yang dihasilkan lebih murni. “Kulit telur bisa menyerap gas itu (karbondioksida) bila ditambahkan ke dalam proses itu,” kata profesor rekayasa L.S. Fan.
Fan mengatakan, dengan kulit telur pula kebutuhan untuk mengubur gas karbon dioksuda jadi bisa dieliminasi. Limbah cangkang telur pun bisa dimanfaatkan.
Manfaat yang bisa kita rasakan dari pemanfaatan cangkang kulir telur antara lain :
- Membantu pemerintah dalam mengatasi masalah bahan bakar fosil yang semakin mahal dan langka
- Meningkatkan kualitas biodiesel yang pernah ada dengan katalis CaO
- Menyediakan bahan bakar ekonomis bagi masyarakat
- Mampu mengurangi tingkat polusi udara dengan penggunaan biodiesel
- Optimalisasi penggunaan minyak hewani/nabati sebagai biodiesel.
Kesimpulan
ketahanan energi lokal dapat diciptakan dengan pemanfaatan bahan bakar alternatif sebagai pengganti bahan bakar fosil yang ketersediannya semakin langka dan mahal. Disamping itu tercipta bahan bakar yang ekonomis bagi masyarakat serta ramah lingkungan.
Daftar Pustaka
Lestari T. 2012 Pendahuluan Makalah Pemanfaatan cangkang telur https://www.academia.edu/8593104/Pendahuluan_Makalah_Pemanfaatan_cangkang_telur dikunjungi 27/09/2017
Anonim. 2013 Biodiesel dari Limbah Minyak Ikan Menggunakan Katalis Cangkang Telur Sebagai Bahan Bakar Alternatif https://berandainovasi.com/biodiesel-dari-limbah-minyak-ikan-menggunakan-katalis-cangkang-telur-sebagai-bahan-bakar-alternatif/ dikunjungi 27/09/2017
Anonim. 2008 .Pemanfaatan Limbah Teknak Untuk Pembuatan Pupuk Organik Cair http://skripsi-tesis.com/pemanfaatan-limbah-ternak-untuk-pembuatan-pupuk-organik-cair-studi-pemanfaatan-limbah-untuk-meningkatkan-pendapatan-petani dikunjungi 28/09/2017
Jumat, 22 September 2017
Resensi Buku : EFEK TOKSIK LOGAM "Pencegahan dan Penanggulangan Pencemaran"
Judul Buku : EFEK TOKSIK LOGAM "Pencegahan dan Penanggulangan Pencemaran"
Penulis : Dr.Wahyu Widowati, Ir.,M.Si, Dr.Astiana Sastiono, Ir.,M.Sc, Dr.Raymond Jusuf R.,M.Si
Penerbit : Andi Publisher
Tanggal Terbit : Desember 2008
No. ISBN : 978-979-29-0448-2
Jumlah Halaman : 16x23, xx+412
Berat Buku : 0.5 kg
Dimensi (LxP) : 19 x 24
Text, Bahasa : Indonesia
Pembangunan dibangun secara pesat di Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat, namun muncul dampak negatif untuk lingkungan hidup. Misalnya efek-efek dari toksik yang dihasilkan logam karena digunakan secara berlebih. Buku ini membahas tentang logam-logam yang mayoritas mencemari alam kita berikut bentuk, kondisi, manfaat, efek desfisiensi dari logam, kadar batas yang aman untuk manusia, beserta cara menanggulangi pencemaran dan pencegahannya.
Logam dibagi jadi dua, yaitu logam esensial (dibutuhkan oleh tubuh) dan logam nonesensial (dibutuhkan untuk peralatan sehari-hari). Umumnya penggunaan logam pada jumlah yang kecil (dosis yang rendah) berguna pada kehidupan sehari-hari manusia, misalnya sebagai pemenuhan zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh dan salah satu bahan yang digunakan untuk meracik obat. Logam juga sangat berguna dalam menunjang kehidupan manusia, misalnya: Arsen (As) digunakan untuk pestisida, pupuk, alat listrik; Kromium (Cr) dapat digunakan untuk bahan dasar pembuatan cat, anti korosif (memberi warna cermelang pada perkakas logam), leather tanning, water treatment; Nikel (Ni) digunakan untuk campuran pada industri logam, misalnya pembuatan stainless-steel, baterai kering dan lainnya. Begitu pula dengan logam lainnya, Kobalt (Co) dapat digunakan untuk pembuatan keramik, kaca, perhiasan berlian, serta bahan magnet yang kuat untuk loudspeaker dan microphone; Timbel (Pb) sebagai bahan baterai untuk mobil; Tembaga (Cu) untuk kawat listrik; Merkuri (Hg) untuk bahan pelarut emas; dan seng (Zn) yang berguna untuk pelapis kaleng dan bahan bangunan.
Namun sesuatu yang berguna bila dipakai berlebihan dapat mengakibatkan kerugian. Logam yang tadinya dapat berguna untuk kesehatan dapat mengakibatkan kerusakan serta gangguan dalam organ tubuh manusia bila digunakan belebihan. Begitu pula dengan logam yang berguna untuk pembangunan dapat mengakibatkan pencemaran di bumi kita yang menjadi tempat tinggal kita.
Secara umum, buku Efek Toksik Logam (yang nantinya akan disebut dengan ETL) memiliki struktur yang baik dan terarah. Buku ini tersusun dari 15 bab yang setiap babnya membahas tentang penjelasan dari logam, efek-efek dari penggunaan yang berlebihan beserta dengan solusinya, juga dalam setiap babnya terdapat kesimpulan yang merangkum semua isi dari bab tersebut. Ukuran dan jenis tulisannya membuat buku ini enak dibaca. Bahasa yang digunakan baku dan juga ilmiah karena seharusnya buku ini ditujukan untuk mahasiswa Jurusan Biologi, Kimia, Matematika, Pertanian dan untuk mereka yang mengambil mata kuliah Toksikologi, Lingkungan dan Ilmu Gizi. Walaupun demikian, isi dan penjelasan dari buku ini sangat jelas, didukung oleh adanya glosarium di bagian belakang buku ini.
Buku ETL ini tidak luput dari kekurangan. Gambarnya tidak berwarna sehingga apa yang ditampilan kurang jelas. Beberapa kesalah-pengetikan juga muncul dari buku ETL ini, namun tetap dapat dimengerti karena bukan kesalahan prinsip, hanya kesalahan dari pengetik saja (human error).
Harapan dari penulis ETL ini sangat tersirat, yaitu agar muncul kesadaran dari kita semua, bahwa dalam kehidupan, kita tidak terlepas dari logam yang bersifat toksik yang kini terasa mengancam karena pencemaran efek dari toksik ini sudah mengkhawatirkan. Sehingga khususnya untuk para mahasiswa untuk mengembangkan ilmu toksikologi dan melakukan penelitian dibidang pencemaran lingkungan yang dapat membangun bumi ini.
Penulis : Dr.Wahyu Widowati, Ir.,M.Si, Dr.Astiana Sastiono, Ir.,M.Sc, Dr.Raymond Jusuf R.,M.Si
Penerbit : Andi Publisher
Tanggal Terbit : Desember 2008
No. ISBN : 978-979-29-0448-2
Jumlah Halaman : 16x23, xx+412
Berat Buku : 0.5 kg
Dimensi (LxP) : 19 x 24
Text, Bahasa : Indonesia
Pembangunan dibangun secara pesat di Indonesia untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat, namun muncul dampak negatif untuk lingkungan hidup. Misalnya efek-efek dari toksik yang dihasilkan logam karena digunakan secara berlebih. Buku ini membahas tentang logam-logam yang mayoritas mencemari alam kita berikut bentuk, kondisi, manfaat, efek desfisiensi dari logam, kadar batas yang aman untuk manusia, beserta cara menanggulangi pencemaran dan pencegahannya.
Logam dibagi jadi dua, yaitu logam esensial (dibutuhkan oleh tubuh) dan logam nonesensial (dibutuhkan untuk peralatan sehari-hari). Umumnya penggunaan logam pada jumlah yang kecil (dosis yang rendah) berguna pada kehidupan sehari-hari manusia, misalnya sebagai pemenuhan zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh dan salah satu bahan yang digunakan untuk meracik obat. Logam juga sangat berguna dalam menunjang kehidupan manusia, misalnya: Arsen (As) digunakan untuk pestisida, pupuk, alat listrik; Kromium (Cr) dapat digunakan untuk bahan dasar pembuatan cat, anti korosif (memberi warna cermelang pada perkakas logam), leather tanning, water treatment; Nikel (Ni) digunakan untuk campuran pada industri logam, misalnya pembuatan stainless-steel, baterai kering dan lainnya. Begitu pula dengan logam lainnya, Kobalt (Co) dapat digunakan untuk pembuatan keramik, kaca, perhiasan berlian, serta bahan magnet yang kuat untuk loudspeaker dan microphone; Timbel (Pb) sebagai bahan baterai untuk mobil; Tembaga (Cu) untuk kawat listrik; Merkuri (Hg) untuk bahan pelarut emas; dan seng (Zn) yang berguna untuk pelapis kaleng dan bahan bangunan.
Namun sesuatu yang berguna bila dipakai berlebihan dapat mengakibatkan kerugian. Logam yang tadinya dapat berguna untuk kesehatan dapat mengakibatkan kerusakan serta gangguan dalam organ tubuh manusia bila digunakan belebihan. Begitu pula dengan logam yang berguna untuk pembangunan dapat mengakibatkan pencemaran di bumi kita yang menjadi tempat tinggal kita.
Secara umum, buku Efek Toksik Logam (yang nantinya akan disebut dengan ETL) memiliki struktur yang baik dan terarah. Buku ini tersusun dari 15 bab yang setiap babnya membahas tentang penjelasan dari logam, efek-efek dari penggunaan yang berlebihan beserta dengan solusinya, juga dalam setiap babnya terdapat kesimpulan yang merangkum semua isi dari bab tersebut. Ukuran dan jenis tulisannya membuat buku ini enak dibaca. Bahasa yang digunakan baku dan juga ilmiah karena seharusnya buku ini ditujukan untuk mahasiswa Jurusan Biologi, Kimia, Matematika, Pertanian dan untuk mereka yang mengambil mata kuliah Toksikologi, Lingkungan dan Ilmu Gizi. Walaupun demikian, isi dan penjelasan dari buku ini sangat jelas, didukung oleh adanya glosarium di bagian belakang buku ini.
Buku ETL ini tidak luput dari kekurangan. Gambarnya tidak berwarna sehingga apa yang ditampilan kurang jelas. Beberapa kesalah-pengetikan juga muncul dari buku ETL ini, namun tetap dapat dimengerti karena bukan kesalahan prinsip, hanya kesalahan dari pengetik saja (human error).
Harapan dari penulis ETL ini sangat tersirat, yaitu agar muncul kesadaran dari kita semua, bahwa dalam kehidupan, kita tidak terlepas dari logam yang bersifat toksik yang kini terasa mengancam karena pencemaran efek dari toksik ini sudah mengkhawatirkan. Sehingga khususnya untuk para mahasiswa untuk mengembangkan ilmu toksikologi dan melakukan penelitian dibidang pencemaran lingkungan yang dapat membangun bumi ini.
Sabtu, 16 September 2017
Kegunaan Infrared Sebagai Alat Terapi Alami
Infra merah merupakan radiasi gelombang elektromagnetik, yang memiliki panjang gelombang antara 700 nm dan 1 mm. Gelombang elektromagnetik sendiri memiliki definisi, adalah gelombang yang dapat merambat walau tidak ada medium. Sinar infra merah memiliki panjang gelombang lebih panjang dari cahaya tampak, tetapi lebih pendek dari radiasi gelombang radio. Diketahui bahwa merah (dari bahasa Latin infra, "bawah"), merah merupakan warna dari cahaya tampak dengan gelombang terpanjang. Sinar infra merah meliputi daerah frekuensi 1011 Hz sampai 1014 Hz atau daerah panjang gelombang 10-4 cm sampai 10-1 cm. Saat ini penggunaan infra merah banyak digunakan dalam bidang kesehatan.
Karena infra merah memiliki karakteristik tidak dapat dilihat oleh manusia, tidak dapat menembus materi yang tidak tembus pandang, dapat ditimbulkan oleh komponen yang menghasilkan panas, panjang gelombang pada infra merah memiliki hubungan yang berlawanan atau berbanding terbalik dengan suhu, dan ketika suhu mengalami kenaikan, maka panjang gelombang mengalami penurunan. Infra merah yang menghasilkan panas dapat berfungsi untuk mendeteksi gangguan kesehatan pada organ. Tujuan dari penulisan iniadalah, memberikan informasi adanya hubungan antara sinar infra merah dengan bidang kesehatan.
Karena infra merah memiliki karakteristik tidak dapat dilihat oleh manusia, tidak dapat menembus materi yang tidak tembus pandang, dapat ditimbulkan oleh komponen yang menghasilkan panas, panjang gelombang pada infra merah memiliki hubungan yang berlawanan atau berbanding terbalik dengan suhu, dan ketika suhu mengalami kenaikan, maka panjang gelombang mengalami penurunan. Infra merah yang menghasilkan panas dapat berfungsi untuk mendeteksi gangguan kesehatan pada organ. Tujuan dari penulisan iniadalah, memberikan informasi adanya hubungan antara sinar infra merah dengan bidang kesehatan.
Menurut Suhariningsih dkk (2009) bahwa sinar infra merah merupakan terapi alternatif diguna untuk kesembuhan terhadap macam penyakit. Karena dewasa ini masyarakat Indonesia telah terbius oleh maraknya alatalat terapi yang menjanjikan. Pendapat ini perlu mendapatkan perhatian, disebabkan saat ini harga obat-obat farmasi yang semakin mahal, sehingga masyarakat mulai mencari terapi alternatif.
Terapi infrared adalah salah satu jenis terapi dalam bidang Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi yang menggunakan gelombang elektromagnetik infra merah dengan karakteristik gelombang adalah panjang gelombang 770nm-106 nm, berada di antara spektrum gelombang cahaya yang dapat dilihat dengan gelombang microwave, dengan tujuan untuk pemanasan struktur muskuloskeletal yang terletak superfisial dengan daya penetrasi 0,8-1mm.
MANFAAT TERAPI SINAR INFRARED JAUH:
- Meningkatkan Sirkulasi mikro dengan mengerahkan efek rotasi dan vibrasi yang kuat pada tingkat molekuler.
- Meningkatkan pengiriman Oksigen dan Nutrisi dalam Sel Darah ke daerah Cedera Lunak Tubuh.
- Meningkatkan Regenerasi dan Penyembuhan dengan cepat.
- Meningkatkan Metabolisme antara darah dan jaringan.
- Meningkatkan fungsi Sel Darah putih, sehingga Meningkatkan respon imun dan Penghapusan Patogen asing dan produk Limbah Selular.
- Menghapus akumulasi Toksin dengan Meningkatkan Sirkulasi getah bening yang sering merupakan inti dari berbagai masalah kesehatan.
- Merangsang Hipotalamus yang Mengontrol produksi zat kimia saraf yang terlibat dalam Proses biologis seperti tidur, mood, sensasi rasa sakit dan Tekanan Darah
- Mengaktifkan kembali sel-sel pada kulit. Sinar Infrared Mampu Menetralisir logam berat yang ada di kulit terutama logam mercuri. Gelombang sinar infrared berkemampuan untuk membuang racun dengan cara Meningkatkan suplai Oksigen yang cukup bagi kulit.
Kesimpulan
Infra merah dapat digunakan sebagai alat terapi kesehatan yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit dalam tubuh.
Dafta Pustaka
Hayati F, 2009, Rancang Bangun Alat Terapi Sinar Infra Merah http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/20249195-R230956.pdf dikunjungi 14/09/2017
Anonim, Manfaat Terapi Infrared Untuk Kesehatan http://imedis.net/manfaat-terapi-infrared-untuk-kesehatan/ dikunjungi 14 /09/2017
Rianti E, Pemanfaatan Sinar Infra Merah Terhadap Kesehatan Manusia journal.uwks.ac.id/index.php/jikw/article/download/27/26 dikunjungi 13/09/2017
Haryanto J.S, 2003, Efek Infra Merah Terhadap Ambang Nyeri Pada Subjek Sehat http://eprints.undip.ac.id/12627/1/2003PPDS2931.pdf dikunjungi 13/089/2017
Soemarjono A 2015 Terapi Pemanasan Infrared http://www.flexfreeclinic.com/detail-artikel2/terapi-pemanasan-infra-red-ir-24 dikunjungi 13/09/2017
Rabu, 06 September 2017
Langganan:
Postingan (Atom)









