.

Kamis, 12 Maret 2020

PENGARUH LIMBAH KONSTRUKSI TERHADAP LINGKUNGAN


PENGARUH LIMBAH HASIL KONSTRUKSI TERHADAP LINGKUNGAN 

Oleh : Ridwan Arifin (@J09-RIDWAN)



ABSTRAK

Konstruksi merupakan suatu kegiatan membangun sarana maupun prasarana. Dalam sebuah bidang arsitektur atau teknik sipil, sebuah konstruksi juga dikenal sebagai bangunan atau satuan infrastruktur pada sebuah area atau pada beberapa area. Secara ringkas konstruksi didefinisikan sebagai objek keseluruhan bangunan yang terdiri dari bagian-bagian struktur.
Limbah konstruksi adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi kosntruksi.
Kegiatan pada proyek konstuksi akan menimbulkan limbah baik itu limbah padat, cair maupun gas. Banyak faktor yang menyebabkan limbah itu terjadi, Apabila tidak ditangani dengan baik maka limbah tersebut dapat mengancam mengancam keberlangsungan hidup manusia.

Kata kunci : Limbah Konstruksi.

PENDAHULUAN

Perkembangan pembangunan konstruksi di  Indonesia bisa dikatakan cukup pesat, Dapat terlihat dari lahan hijau yang dulu berada di perkotaan mulai berubah menjadi dinginnya dinding-dinding beton yang menjulang tinggi ke langit. Disatu sisi baik bagi perkembangan suatu daerah tapi dilain sisi juga berdampak buruk bagi lingkungan jika tidak dibarengi dengan sistem konstruksi yang ramah lingkungan.
Kerusakan lingkungan memberikan dampak langsung kepada kehidupan manusia, Pada tahun 2004 High Level Threat Panel, Challenges and Change PBB, memasukkan degradasi lingkungan sebagai salah satu dari 10 ancaman terhadap kehidupan manusia (Alamendah, 2018).

PERMASALAHAN

Kini insdustri konstruksi cukup menjadi sorotan karena cukup besar menyumbang limbah, limbah tersebut dapat berasal dari perubuhan bangunan, konstruksi gedung, dan renovasi maupun perbaikan-perbaikan kecil. Perubuhan bangunan biasanya dilakukan secara menual oleh kontraktor bangunan.

Banyak pihak berpendapat bahwa pembangunan infrastruktur di Indonesia masih mengabaikan konsep kelestarian lingkungan dan hanya mengejar pencapaian pertumbuhan ekonomi (Rahmawati, 2018).
Diperkirakan bahwa bangunan dengan luas lantai 200 m2 dapat menghasilkan limbah sebanyak 180 m3, hal ini sangat berdampak buruk bagi lingkungan jika hanya dibiarkan begitu saja tanpa adanya hal konkret yang dilakukan demi menanggulanginya. (Rosalin, 2015).

PEMBAHASAN

Seiring dengan perkembangan zaman, bukan berarti dampak lingkungan tidak dapat dicegah, khususnya bagi dunia konstruksi dilakukan berbagai cara untuk memperbaiki lingkungan sekaligus mengakomodir perkembangan suatu kota, salah satunya dengan cara :

1.      Eco Design
 yaitu meminimalkan produksi suatu limbah dengan membuat bangunan ramah lingkungan dengan penerapan beberapa kriteria.
2.      Green Construction
yaitu pemabangunan dengan mempertimbangkan berbagai faktor seperti manajemen efisiensi energi, manajemen efisiensi air, dan beberapa cara lainnya.
3.      Work’s Attitude
yaitu perilaku baik dari pekerja dengan menerapkan konsep green pada ruangan serta mengutamakan penghematan energi.
Menerapkan hal ini sebagai budaya kerja sangat baik untuk dilakukan karena dimulai dari diri sendiri lah kita sadar untuk menghemat energi. 

KESIMPULAN

Dari permasalahan limbah konstruksi tersebut memiliki beberapa cara untuk menanggulanginya yaitu dengan konsep Eco Design, Green Construction dan Work’s Attitude. Lingkungan menjadi tempat tinggal dan hidup manusia, Kondisi lingkungan akan berpengaruh langsung terhadap kondisi manusia. Karena itu sudah selayaknya kita menjadi menjaga bumi dan lingkungan kita.

DAFTAR PUSTAKA

Alamendah. 2018. Kerusakan Lingkungan Hidup di Indonesia dan Penyebabnya. Edisi 1 Agustus 2014. Dalam:
https://alamendah.org/2014/08/01/kerusakan-lingkungan-hidup-di-indonesia-dan-penyebabnya/comment-page-2/#comments
(Diakses tanggal 12 Maret 2020).
Rahmawati,Linda. 2018. Kerusakan Lingkungan Hidup dan Pembangunan Infrastruktur. Harian Ekonomi Neraca, Edisi 18 Juli 2018. Dalam:
(Diakses tanggal 12 Maret 2020).
Rosalin, Ervina. 2015. Konsep Pengolahan Limbah Hasil Konstruksi. Dalam: 

Pengaruh IT dibidang Kuliner


Pengaruh IT dibidang kuliner saat ini.

Saat ini teknologi telah semakin berkembang sehingga semakin banyak peluang bisnis untuk tumbuh dan berkembang dengan sangat cepat. Satu peluang seperti itu bisa berupa bisnis kuliner

Mengapa bisnis dibidang kuliner akhir-akhir ini tumbuh sedemikian pesat? saat ini karena perkembangan teknologi yang semakin maju, mulai dari akses ke informasi, internet, komunikasi, dan lainnya.

Dengan pengaruh teknologi, semakin banyak membuat informasi dengan cepat terungkap dan diterima oleh komunitas yang lebih luas. akses dari web juga memudahkan pelanggan untuk mendapatkan informasi mengenai kuliner apa yang mereka geluti.

IT atau Teknologi informasi di bidang kuliner saat ini, sudah menjadi kewajiban untuk seorang pebisnis yang akan membuka usaha kuliner. Karena peran IT dibidang kuliner sangat lah penting, seperti contoh dibawah ini :

DATA PESANAN
Dengan IT, data pesanan dapat mudah dicatat, disimpan dan di kalkulasikan sampai ke akhir transaksi. Dengan hanya menekan tombol pada aplikasi, pelanggan dan pelayan dapat dipermudah dengan adanya bantuan aplikasi yang dibuat dan dikembangkan oleh IT

BIDANG PROMOSI
Saat ini hampir semua orang menggunakan sosial media untuk kebutuhan sehari hari, contohnya antara lain transportasi, pembayaran, membeli makanan, dan sebagainya. Maka dari itu IT juga dapat dipakai untuk promosi suatu usaha untuk menarik pelanggan dari media sosial

PEMBAYARAN
IT juga dapat diimplementasikan ke Pembayaran dibidang kuliner, menggunakan uang elektronik, tujuannya untuk mempermudah pembayaran pelanggan yang tidak membawa uang tunai atau kartu pembayaran debit maupun kredit


Contoh aplikasi dibidang kuliner.

Kesadaran akan pentingnya teknologi informasi juga merupakan suatu hal yang harus diperhatikan. Revolusi inovasi diperlukan untuk menggeser cara pandang perusahaan yang tradisional. Pesatnya laju pertumbuhan kebutuhan dan permasalahan bisnis, harus segera ditangani agar perusahaan dapat menjaga dan meningkatkan performa bisnisnya. Karena pada kenyataannya, masih ada perusahaan yang kurang atau bahkan tidak yakin akan manfaat teknologi informasi. Sehingga tidak berani ambil resiko dalam berinvestasi untuk memanfaatkan, meningkatkan dan mengembangkan teknologi informasi untuk proses bisnisnya.






KONSTRUKSI RANGKA ATAP



ABSTRAK
Dalam suatu bangunan, atap berfungsi sebagai penutup seluruh ruangan yang ada di bawahnya. Gunanya untuk melindungi dari pengaruh panas, hujan, angin, debu, dan lain-lain. Sebagai “Mahkota” dari suatu bangunan, pemilihan atap haruslah disesuaikandengan bangunan di bawahnya, iklim setempat, model atap, biaya, serta bahan yangtersedia.Pemilihan atap hendaknya memperhatikan iklim setempat, tampak atap yang dikehendaki, biaya yang tersedia dan bahan-bahannya dengan mudah didapat di mana bangunan itu didirikan.
Tidak bisa dipungkiri, atap mempunyai peranan penting sebagai satu kesatuan struktur pada bangunan. Lihat saja perkembangannya beberapa tahun terakhir. Terlihat dari bentuk dan warna yang mengikuti gaya atau tema pada bangunan.Pemanfaatan teknologi juga tak bisa di kesampingkan. Selain untuk mendapatkan produk kualitas prima, pemanfaatan teknologi merambah pada produk yang ramah lingkungan. Ada beberapa pilihan penutup atap yang berkualitas dan murah. Sebut saja seperti genteng. Jenis genteng pun beragam dilihat dari harga, kualitas dan desain. Yang membedakan hanya jenis bahannya saja. Ada yang terbuat dari metal, bitumen atau aluminium.

PENDAHULUAN
Struktur atap adalah bagian bangunan yang menahan /mengalirkan beban-beban dari atap. Struktur atap terbagi menjadi rangka atap dan penopang rangka atap. Rangka atap berfungsi menahan beban dari bahan penutup atap sehingga umumnya berupa susunan balok –balok (dari kayu/bambu/baja) secara vertikal dan horizontal –kecuali pada struktur atap dak beton. Berdasarkan posisi inilah maka muncul istilah gording,kasau dan reng. Susunan rangka atap dapat menghasilkan lekukan pada atap (jurai dalam/luar) dan menciptakan bentuk atap tertentu. Penopang rangka atap adalah balok kayu yang disusun membentuk segitiga,disebut dengan istilah kuda-kuda. Kuda-kuda berada dibawah rangka atap,fungsinya untuk menyangga rangka atap.
Namun, karena proses pembalakan liar, kebakaran hutan, dan alih fungsi lahan, jumlah kayu berkualitas di Indonesia terus menyusut.Akibatnya, harga kayu di pasaran terus merangkaknaik. Parahnya, harga mahal pun tidak menjamin kualitas kayu.Sebagai pengaku,bagian atas kuda-kuda disangkutkan pada balok bubungan,sementara kedua kakinya dihubungkan dengan kolom struktur untuk  mengalirakan beban ke tanah.Atap adalah bagian dari suatu bangunan yang berfungsi sebagai penutup seluruh ruangan yang ada dibawahnya terhadap pengaruh panas, hujan, angin, debu atau untuk keperluan perlindungan. Syarat – syarat atap yang harus di penuhi antara lain :
a.    Konstruksi atap harus kuat menahan beratnya sendiri dan tahan terhadap tekanan maupun tiupan angin
b.    Pemilihan bentuk atap yang akan dipakai hendaknya sedemikian rupa, sehingga menambah keindahaan serta kenyamanaan bertempat tinggal bagi penghuninya
c.    Agar rangka atap tidak mudah diserang oleh rayap/bubuk, perlu diberi lapisan pengawet
d.   Bahan penutup atap harus tahan terhadap pengaruh cuaca

Pembagian Struktur Atap

Komponen Penyusun AtapTiga komponen penyusun atap:
1.    struktur atap (rangka atap dan penopang rangka atap);
2.    penutup atap (genteng,polikarbonat);
3.    pelengkap atap (talang horizontal/vertikal dan lisplang);

Penutup Atap
Penutup merupakan bagian yang menutupi atap secara keseluruhan sehingga terciptalah ambang atas yang membatasi kita dari alam luar. Ada berbagai pilihan penutup atap dengan pilihan bentuk dan sifat yang berbeda. Dua faktor utama yang harus dipertimbangkan dalam pemilihannya adalah faktor keringanan material agar tidak terlalu membebani struktur bangunan dan faktor keawetan terhadap cuaca (angin,panas,hujan). Faktor lain adalah kecocokan/keindahan terhadap desain rumah. Ukuran dan desain dari penutup atap juga memberi pengaruh pada struktur,misalnya konstruksi kuda-kuda,ukuran reng,dan sudut kemiringan.


PERMASALAHAN
Bagaimana menerapkan atap baja ringan ini sendiri ? Dalam perakitan dan pemasangan struktur rangka atap baja ringan, perlu diperhatikanketentuan pemilihan dan pemasangan alat sambung agar diperoleh sistem struktur yang stabil, kuat, dan tidak merusak lapisan anti karat. Sehubungan pada konstruksi baja ringan tidak dilakukan dengan cara pengelasan melainkan sambungan dengan menggunakan baut khusus.. Alat sambung yang digunakan biasanya berupa baut (screw) khusus, yang terbuatdan baja mutu tinggi, dan telah dilengkapi lapisan anti karat (coating ), seperti halnya elemen-eleman struktur ringan yang digunakan. Biasanya spesifikasi baut yang memenuhi persyaratan untuk digunakan pada struktur rangka atap baja ringan adalah Jenis baut yang digunakan untuk usuk (rafter) 12- 14×20 HEXdan baut untuk digunakan untuk menyambung reng 10- 16×26 HEX.


KESIMPULAN
Sebelum membangun sebuah gedung khususnya atap harus direncanakan sedetail mungkin, agar atap yang digunakan dalam sebuah gedung tersebut berkualitas baik.Pemilihan atap hendaknya memperhatikan iklim setempat, tampak atap yang dikehendaki, biaya yang tersedia dan bahan-bahannya dengan mudah di dapat dimana bangunan itu didirikan.



DAFTAR PUSTAKA

Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Pertukaran Informasi Konstruksi di antara Tim Proyek Multidisiplin

Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Pertukaran Informasi Konstruksi di antara Tim Proyek Multidisiplin


Oleh : Farroszy Safana Putra (J07-FARROSZY)

(Sumber : SIBIMA PU, Manajemen Komunikasi)

Abstrak :

Teknologi informasi dan komunikasi merupakan suatu terminology yang mencakup semua teknologi yang digunakan untuk tujuan memanipulasikan dan mengkomunikasikan informasi. Terminologi ini digunakan dalam salah satu cabang dari ilmu teknologi informasi (Information and Communication Technology). Teknolgi informasi dan komunikasi berperan besar dalam meningkatkan daya saing dari industri-industri untuk memenuhi kebutuhan dari masyarakat, kebutuhan dari ekonomi dan khususnya dalam pertukaran informasi di dunia konstruksi yang mengaitkan hubungan komunikasi antara para pemangku kepentingan.


Kata Kunci : Manajemen Konstruksi, Manajemen Komunikasi, Internet, Organisasi.


Pendahuluan

Pada proyek industri perumahan, intranet biasanya digunakan. Intranet didefinisikan sebagai jaringan internal yang menggunakan internet dan web protokol yang terletak di dalam domain keamanan TI. Biasanya digunakan oleh anggota organisasi dalam suatu proyek (Slyke dan Bélanger 2003). Intranet memiliki fungsi e-mail dan template elektronik untuk menyebarkan dokumen perusahaan, menyediakan informasi departemen atau divisi. Pengadopsian ICT pada tingkat organisasi memiliki potensi meningkatkan posisi daya saing, menekan biaya pengeluaran, meningkatkan kualitas, memperbesar keuntungan.


Permasalahan


Praktisi telah berulang kali menyebutkan bahwa proyek-proyek yang kekurangan komunikasi yang efektif pasti akan gagal. Manajemen komunikasi proyek melibatkan pembuatan, pengumpulan, dan penyimpanan informasi dalam suatu proyek. Cara yang berkembang pesat untuk mengelola proyek pengembangan perangkat lunak adalah manajemen proyek yang gesit, yang fokusnya adalah menyeimbangkan hasil kualitas dan distribusi informasi kemajuan proyek. 


Pembahasan

Dalam hal ini, saya membahas tentang pendekatan, alat, dan teknik yang digunakan dalam manajemen proyek yang digunakan secara efektif dalam mengelola komunikasi dalam proyek pengembangan perangkat lunak.

Untuk berkomunikasi secara efektif, tim proyek menggunakan seperangkat alat dan teknik yang relevan dengan proyek tertentu dan lingkungannya. Alat-alat dalam manajemen komunikasi proyek merujuk pada aplikasi perangkat lunak dan perangkat yang digunakan untuk membantu dalam pengumpulan dan distribusi informasi proyek. Teknik adalah metode yang digunakan untuk memungkinkan komunikasi dalam suatu proyek dan di antara para pemangku kepentingannya (Schwalbe, 2010).

Pemilihan alat dan teknik yang digunakan adalah tugas nontrivial yang dipengaruhi oleh sejumlah variabel. Beberapa variabel ini termasuk biaya, ketersediaan alat, keterampilan, dan jenis proyek (Mnkandla, 2008).


Alat dan Teknik yang dapat digunakan di dalam proyek :

· wiki proyek,
· manajemen konflik,
· status dan laporan kemajuan proyek,
· situs web proyek,
· blog proyek,
· email,
· rapat harian,
· iterasi,
· templat,
· visi,
· pertemuan awal,
· rencana manajemen komunikasi,
· pemilihan media komunikasi, dan komunikasi virtual
(Schwalbe, 2010; Vermeulen, Brereton, Lofthouse, Smith, Kehagia, Krafft, dan Baeten, 2009)


Maanfaat penggunaan Teknologi Informasi dan Komputer dalam Proyek :

· Meningkatkan kinerja perusahaan atau organisasi,
· Mengatur dan mengelola informasi dengan lebih mudah,
· Memperluas jangkauan berbisnis,
· Menghemat biaya operasi perusahaan,
· Meningkatkan posisi daya saing,
· Memperbesar keuntungan.


Kesimpulan

Kesuksesan dalam proyek adalah tentang cara komunikasi direncanakan dan diimplementasikan. Banyak yang mengatakan bahwa rencana komunikasi proyek yang baik menjadi kunci keberhasilan proyek rencana tersebut mungkin mencakup pemilihan alat dan teknik komunikasi proyek yang baik. Namun, bidang alat dan teknik komunikasi proyek tidak stagnan. Ini secara dinamis dipengaruhi baik oleh teknologi yang lebih baru, dan oleh konteks di mana proyek dilaksanakan. Ketika manajer proyek dan tim mereka merencanakan manajemen komunikasi proyek, sangat penting bagi mereka untuk secara serius mempertimbangkan alat dan teknik komunikasi yang paling disukai dan nyaman. Penggunaan alat yang tidak disukai oleh anggota tim dan pemangku kepentingan dapat menyebabkan hambatan yang tidak perlu untuk proyek.

Daftar Pustaka

Buku Manajemen Konstruksi PMBOOK

Schwalbe, 2010; Vermeulen, Brereton, Lofthouse, Smith, Kehagia, Krafft, dan Baeten, 2009. Jurnal DOI:10.1061/(ASCE)BE.1943-5592.0001330.©2018AmericanSocietyofCivilEngineers.
Dimyati, D. H., & Nurjaman, K. (2014). Manajemen Proyek. Yogyakarta: Pustaka Setia.
Duncan, W. R. (1996). A Guide to The Project Management Body of Knowledge. Sylva: PMI Communication.
Soeharto, I. (2002). Studi Kelayaan Proyek Industri . Jakarta : Erlangga.
Soeharto, I. 1999. Manajemen Proyek (Dari Konseptual Sampai Operasional ). Jakarta : Erlangga.
Arianie, G. P., & Puspitasari, N. B. (2017). Perencanaan manajemen proyek dalam meningkatkan efisiensi dan efektifitas sumber daya perusahaan (studi kasus : qiscus pte ltd).


Manajemen Konstruksi


Manajemen Konstruksi

oleh : Nida Nadiaturrohmah (@J04-NIDA)
sumber : lukmanulhakim Almamalik

ABSTRAK

Proyek konstruksi adalah proyek yang bersifat unik dibandingkan dengan proyek lainnya, karena walaupun jenis proyek yang akan dibangun di sebuah tempat sama tetapi akan memiliki perbedaan pada proses pelaksanaannya dikarenakan perbedaan kondisi alam, transportasi material, dan faktor lainnya.
Proyek konstruksi merupakan suatu proyek yang memiliki beberapa tahapan/kinerja yang saling berhubungan dengan yang lain. Dalam tahapan/kinerja tersebut harus dilakukan oleh tenaga ahli dibidangnya masing-masing. Tenaga ahli ini dibutuhkan agar proyek yang direncanakan bisa terlaksana sesuai rencana. Tenaga ahli tersebut diantaranya : kontraktor, arsitek, konsultan manajemen konstruksi dan lainnya. Agar lebih sistematis dari tahap awal sampai akhir maka dibutuhkanlah suatu manajamen konstruksi yang tepat yang bisa mengendalikan proyek dari tahap awal/perencanaan sampai dengan proyek selesai.

Kata kunci : Konsultan manajemen konstruksi, manajemen konstruksi



PENDAHULUAN

Manajemen Konstruksi adalah ilmu yang mempelajari dan mempraktikan aspek-aspek manajerial dan teknologi industri konstruksi. Manajemen konstruksi juga dapat diartikan sebagai sebuah modal bisnis yang dilakukan oleh konsultan konstruksi dalam memberi nasehat dan bantuan dalam sebuah proyek pembangunan. Construction Management Association of America (CMAA) menyatakan bahwa ada tujuh kategori utama tanggung jawab seorang manajer konstruksi, yaitu perencanaan proyek manajemen, manajemen harga, manajemen waktu, manajemen kualitas, administrasi kontrak, manajemen keselamatan, dan dan praktik profesional. Pada tahap implementasi/ pelaksanaan akan mulai muncul berbagai masalah mulai dari masalah teknis dan non teknis, baik yang bersifat internal proyek maupun yang bersifat eksternal proyek. Masalah-masalah tersebut pada dasarnya timbul ketika proyek tidak mampu mencapai triangle project constraint dengan baik, yaitu kualitas pekerjaan, waktu dan biaya (Project Management Body of Knowledges, 2008).

Peran Manajemen Konstruksi
Dalam ruang lingkup tanggung jawabnya, manajemen konstruksi memiliki peran yang sangat penting dalam suatu proyek. Dalam mencapai tujuannya, manajemen konstruksi memiliki 4 peran, yaitu:
1.      Agency Construction Management (ACM)
Tahap awal peran manajemen konstruksi adalah sebagai koordinator penghubung antara rancangan konstruksi dengan pelaksana hingga seluruh kontraktor. Dengan kata lain, manajemen konstruksi berperan sebagai sarana penghubung antara pemilik (perancang) proyek dengan para kontraktor untuk mencapai tujuan pemilik.
2.      Extended Service Construction Manajemen (ESCM)
Dalam hal ini, manajemen konstruksi bertindak berdasarkan permintaan dari pihak kontraktor atau disebut pula Extended Service Construction Manajemen (ESCM). Peran ini dilakukan untuk menghindari konflik antara kontraktor dengan perencana proyek.
3.      Owner Construction Management (OCM)
Dalam tahap ini, manajemen konstruksi juga bertanggung jawab atas kelangsungan proyek yang dilaksanakan berdasarkan kepentingan pemilik proyek.
4.      Guaranted Maximum Price Construction Management (GMPCM)
Peran manajemen konstruksi yang terakhir adalah bertanggung jawab kepada pemilik atas waktu, biaya, hingga mutu proyek. Peran manajemen konstruksi sebagai Guaranted Maximum Price Construction Management memungkinkan manajemen konstruksi bertindak sebagai pemberi kerja kepada kontraktor atau pun sub kontraktor.

Fungsi Manajemen Konstruksi
Dilihat dari pengertiannya, manajemen konstruksi menerapkan fungsi-fungsi manajemen pada suatu proyek dengan memanfaatkan sumber daya dengan efektif dan efisien untuk mencapai tujuan proyek. Fungsi-fungsi tersebut, seperti ditulis di atas adalah:
1.      Perencanaan (Planning)
Sebagai perencana, manajemen konstruksi berfungsi untuk menentukan apa yang harus dikerjakan, kapan harus mengerjakannya, dan bagaimana cara mengerjakan proyek tersebut. Manajemen konstruksi berkewajiban untuk pengambilan keputusan atas proses pembuatan konstruksi.
2.      Pengorganisasian (Organizing)
Setelah melakukan perencanaan, manajemen kosntruksi berfungsi untuk membentuk organisasi dalam pembuatan proyek. Manajemen konstruksi mengorganisir beberapa divisi untuk melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya dalam proses pembuatan proyek serta berhak untuk memberikan pengembangan serta penempatan beberapa tenaga kerja dalam suatu divisi.
3.      Pengarahan (Actuating)
Dalam hal ini, manajemen konstruksi dapat melakukan pembinaan motivasi, memberikan pelatihan, bimbingan, dan arahan lainnya kepada bawahan dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya yang telah direncanakan.
4.      Pengontrolan (Controlling)
Pengontrolan manajemen konstruksi adalah untuk melakukan pengawasan terhadap kegiatan proyek diseluruh divisi serta mengevaluasi deviasi (penyimpangan) yang terjadi selama proyek berlangsung hingga menentukan pencegahan dini untuk menghindari kegagalan.

Selain keempat fungsi utama di atas, Manajemen Konstruksi juga berfungsi sebagai:
  1. Cost Control, yaitu mengatur pembiayaan yang menyangkut seluruh kegiatan proyek agar tercapai tujuan yang telah disepakati bersama pemilik proyek dan para kontraktor.
  2. Quality Control, yaitu untuk menjaga dan mengawasi kesesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan proyek.
  3. Time Control, yaitu mengantisipasi terjadinya perubahan kondisi di lapangan diluar prediksi sehingga berdampak pada waktu pelaksanaan proyek.
Tujuan Manajemen Konstruksi
Adapun sasaran utama manajemen konstruksi adalah mengelola fungsi manajemen dengan efektif dan efisien sehingga memperoleh hasil yang optimal sesuai kesepakatan dengan pemilik proyek. Dalam mencapai sasaran utamanya, manajemen konstruksi berorientasi pada pelaksanaan pengawasan biaya (Cost Control), pengawasan mutu (Quality Control), dan pengawasan waktu (Time Control). Dalam melaksanakan peran dan fungsinya, manajemen konstruksi dapat dimulai dari tahap perencanaan. Namun pada kondisi tertentu, manajemen konstruksi dapat dimulai dari tahap-tahap lainnya sesuai dengan kesepakatan, tujuan dan kondisi proyek yang bersangkutan. Agar tidak terjadi kesenjangan atau kesalahpahaman antara kontraktor dengan pemilik proyek, manajer konstruksi bertanggungjawab untuk mengelola teknis operasional proyek, menerima masukan-masukan dan atau keputusan yang berkaitan dengan teknis operasional proyek konstruksi baik dari pemilik proyek maupun para kontraktor yang mencakup seluruh tahapan proyek mulai dari persiapan hingga penyerahan proyek.

Tugas Manajemen Konstruksi
  • Mengawasi jalannya pekerjaan di lapangan apakah sesuai dengan metode konstruksi yang benar atau tidak.
  • Meminta laporan progres dan penjelasan pekerjaan tiap item dari kontraktor secara tertulis.
  • MK berhak menegur dan menghentikan jalannya pekerjaan apabila tidak sesuai dengan kesepakatan.
  • Berhubungan langsung dengan owner atau wakil owner dalam menyampaikan segala sesuatu di proyek.
  • Menyampaikan progres pekerjaan kepada owner langsung.
  • Mengesahkan adanya perubahan kontrak yang diajukan oleh kontraktor.
  • Memeriksa gambar shop drawing dari kontraktor sebelum dimulai pelaksanaan pekerjaan.
  • Selalu meninjau ulang metode pelaksanaan pekerjaan oleh kontraktor agar memenuhi syarat K3LMP “Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Lingkungan, Mutu dan Pengamanan”.
  • Memberikan Site Instruction secara tertulis apabila ada pekerjaan yang harus dikerjakan namun tidak ada di kontrak untuk mempercepat jadwal.
Manfaat Manajemen Konstruksi
Manfaat manajemen konstruksi dapat dilihat dari beberapa segi :

- Segi waktu :
  1. Dengan system fast track tidak perlu menunggu perencanaan selesai seluruhnya
  2. Waktu yang digunakan untuk perencanaan dapat lebih panjang
  3. Pengadaan material/ peralatan impor dapat diukur secara dini sehingga kemungkinan terlambat            lebih kecil

- Segi kualitas
  1. Mutu lebih terjamin karena tim MK ikut membantu kontroktor dalam hal metode pelaksanaan,            implementasi, dan Quality Control
  2. Mutu dan kemampuan kontraktor spesialis lebih terseleksi oleh pemilik proyek dibantu dengan            tim MK
  3. Kesempatan untuk penyempurnaan rancangan relative banyak

Segi program pemerintah
  1. Pemerataan kesempatan pekerjaan dengan paket-paket kepada pengusaha kontraktor yang baru            berkembang dapat direalisir
  2.  Pemilik proyek tidak perlu mengeluarkan banyak staf


PERMASALAHAN

Apakah memang perlu memakai jasa konsultan manajemen konstruksi pada proyek?  Hal yang pasti menjadi pertimbangan para owner yaitu jasa konsultan manajemen konstruksi memakan biaya 1-3% dari nilai proyek itu sendiri. Dalam suatu proyek berskala besar perlunya pengelolaan yang terarah dan baik, karena suatu proyek memiliki keterbatasan sehingga tujuan akhir dari suatu proyek dapat tercapai. Owner pasti menginginkan tidak terdapat kesalahan dan keterlamabatan dalam pengerjaan suatu proyek. Untuk itu jika suatu proyek memiliki tingkat kerumitan yang tinggi dan kompleks, jika departemen yang terlibat jumlahnya banyak dan diperlukan koordinasi, dan jika banyak faktor luar yang harus diperhatikan, maka owner tidak perlu ragu untuk memakai jasa konsultan manajemen konstruksi untuk bantu mengelola dari tahap awal sampai akhir. Dimana dikelola dalam lingkup manajemen proyek yaitu mutu, biaya, waktu, keselamatan kerja dan kesehatan, lingkungan, sumberdaya, resiko dan sistem informasi. Konsultan manajemen konstruksi juga dapat meminimalisir, mengantisipasi, dan mampu mengatasi permasalahan yang terjadi dalam suatu proyek konstruksi. 


KESIMPULAN

Dalam hal ini jika owner memilih jasa konsultan manajemen konstruksi yang berpengalaman dalam menangani banyak masalah proyek biaya tentu tidak akan menjadi masalah yang penting untuk membayar konsultan manajemen konstruksi meningat banyaknya manfaat/profit yang akan didapat setelahnya, penerapan manajemen konstruksi tentu akan sangat berpengaruh terhadap kinerja proyek dari tahap awal hingga proyek itu selesai.


DAFTAR PUSTAKA


Umam, M.,S, Syafitri, D., Hidayat, A., & Kristiani F., 2017. Pengukuran Kinerja Konsultan Manajemen Konstruksi Pada Tahap Implementasi Proyek Konstruksi. Semarang: UNDIP.
Project Management Institute, 2008. Project Management Body of Knowledges. USA: Project Management Institute.
Setiawan, Samhis., 2020. Pengertian Manajemen Konstruksi – Peran, Fungsi, Tujuan, Tugas, Manfaat, Tipe, Tahapan : Gurupendidikan.com, Edisi 7 Februari 2020.
Dalam https://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-manajemen-konstruksi/ . [Diakses tanggal : 19  Maret 2020]

Menjadi UI/UX Designer







UI/UX Designer

Sebenernya apa yang dimaksud dengan UI/UX Designer? UI sendiri memiliki arti sebagai User Interface atau bisa disebut juga sebagai tampilan antarmuka, sedangkan UX sendiri memiliki arti User Experience yang dimana UX ini berfungsi melakukan riset atau survei terhadap pengguna. Selain melakukan riset, UX juga berfungsi membangun suatu wireframe atau rancangan awal yang dimana nantinya akan di terjemahkan oleh bagian User Interface. 

Lalu bagaimana cara UI (User Interface) dapat menerjemahkan skema yang telah dirancang oleh UX? Karena UX sudah melakukan riset dan merancang sebagaimana wireframe itu dapat digunakan dengan baik, User Interface disini melakukan bagian desain, seperti membuat mock-up, layouting dan coloring. Lalu apa pentingnya UI/UX? dengan UI/UX disini kita dapat mengimplementasikan sesuatu yang kita buat dengan jelas dengan contoh sebagai berikut,

Misalkan kita ingin membuat aplikasi untuk warung rumah makan, sebelum melakukan pembuatan aplikasi pastinya kita akan melakukan survei telebih dahulu ke warung rumah makan. Bahan survei sendiri dapat meliputi "bagaimana sistem pembayaran warung ini?" atau "apakah warung ini berencana membuka online?" nah dari sini kita sudah menjadi User Experience, tanpa melakukan ini kita takkan bisa membuat suatu aplikasi tersebut berjalan dengan baik tanpa adanya survei. Lalu sehabis survei dilakukan, langkah selanjutnya adalah membuat skema atau wireframe yang nantinya akan diterjemahkan oleh bagian User Interface. Nah, jadi tanpa adanya UI/UX mungkin aplikasi kita tidak dapat berfungsi dengan baik, seperti komplainnya dari pelanggan atau ketidak puasaan dari pelanggan. Jadi UI/UX ini adalah bagian yang sangat penting jika kita ingin membuatu suatu project, baik itu dari website maupun dari yang lain.

 Lalu apa itu Mock-up? Mock-up sendiri ialah media visual atau preview dari sebuah konsep desain "datar" yang diberikan efek visual sehingga hasilnya sangat tampak atau menyerupai wujud nyata. Contoh nya sebagai berikut : 



PERKERASAN JALAN

PERKERASAN JALAN
Oleh: Diah Ayu Lestari (J08-DIAH)


(Sumber: Penulis, 2020)


ABSTRAK

Jenis perkerasan jalan dapat berupa perkerasan lentur (flexible pavement), perkerasan kaku (rigid pavement) khusus untuk perkerasan kaku (rigid pavement) yang terbuat dari beton semen baik bertulang maupun tanpa tulangan dan lebih banyak digunakan pada ruas jalan yang mempunyai volume kendaraan berat yang tinggi serta seiring mengalami banjir.
dengan dikembangkannya perkerasan kaku (rigid pavement) untuk pembangunan prasarana jalan didaerah perkotaan maupun dipedesaan, perkerasan jalan ini lebih mampu mendukung beban kendaraan berat serta tahan terhdapat genangan air.

Kata kunci: Jalan, Lentur, Kaku, Perkerasan, Rigid Pavement, Flexible Pavement, Kerusakan 

PENDAHULUAN

Jalan merupakan prasarana angkutan darat yang sangat penting dalam memperlancar kegiatan hubungan perekonomian, baik antara satu kota dengan kota lainnya, maupun antar kota dengan desa dan antara satu desa dengan desa lainnya. kondisi jalan yang baik akan mempermudah mobilitas penduduk dalam mengadakan hubungan perekonomian dan kegiatan sosial lainnya. perkerasan kaku yang baik, harus mempunyai kualitas dan ketebalan dimana tidak akan rusak akibat beban kendaraan. Disamping itu, perkerasan harus mempunyai ketahanan terhadap pengikisan akibat lalu lintas, perubahan cuaca dan pengaruh buruk lainnya. (Wijoyo dkk, 2015)

Perkerasan jalan adalah bagian utama dari konstruksi jalan raya, kelancaran lalu lintas tergantung dari kondisi perkerasan jalan tersebut. bila perkerasannya bermasalah (rusak, berlubang, berkembang, licin, retak, dsb) maka kelancaran lalu lintas akan terganggu baik dari segi waktu maupun biaya. oleh karena itu, perkerasan jalan harus direncanakan sesuai kebutuhan serta kelas jalan berdasarkan jenis moda yang akan melaluinya. perencanaan perkerasan jalan yang berhasil harus dilakukan dengan pertimbangan seoptimal mungkin sesuai dengan kebutuhan lalu lintas dan perkembangannya, agar mencapai kebutuhan yang sesuai, tidak lebih maupun tidak kurang. dalam perencanaanya,perkerasan terbagi menjadi berbagaijenis perkerasan yang digunakan sebagai sesuai dengan kebutuhan, biaya dan waktu yaitu perkerasan kaku, perkerasan lentur dan perkerasan. (Dewa dkk, 2013)

Secara umum penyebab kerusakan jalan ada berbagai faktor seperti umur rencana jalan yang telah dilewati,  panas dan suhu udara, air dan hujan, serta mutu awal produk jalan kurang baik, genangan air pada permukaan jalan yang tidak dapat mengalir akibat drainase yang kurang baik, beban lalu lintas berulang yang berlebihan (overloaded) menyebabkan umur pakai jalan lebih pendek dari perencanaan. Perencanaan yang tidak tepat, pengawasaan yang kurang baik dan pelaksanaan yang tidak sesuai dengan rencana yang ada. Selain itu minimnya biaya pemeliharaan, keterlambatan pengeluaran anggaran serta prioritas penanganan yang kurang tepat juga menjadi penyebab. Oleh sebab itu disamping direncanakan secara tepat jalan harus dipelihara dengan baik agar dapat melayani pertumbuhan lalulintas selama umur rencana. (Trisdianto dkk, 2016)


PERMASALAHAN 

Perkerasan jalan seharusnya berfungsi dengan baik dan bertahan sampai pada umur rencana. Tetapi kenyatannya di lapangan perkerasan jalan yang rusak sebelum tiba pada umur perencanaanya. oleh sebab itu sebelum memutuskan perbaikan yang tepat perlu di pahami mengapa terjadinya kerusakan dini pada perkerasan jalan. dalam permasalahan ini, apa sajakah jenis-jenis perkerasan jalan, apa saja penyebab kerusakan jalan dan bagaimana alternatif perbaikan dan pemeliharaan kerusakan perkerasan jalan.

PEMBAHASAN

Perkerasan kaku terdiri atas plat (slab) beton semen sebagai lapis pondasi dan lapis pondasi bawah di atas tanah dasar. perkerasan beton yang kaku dam memiliki modulus elasitas yang tinggi, akan mendistribusikan beban ke bidang dasar yang cukup luas sehingga bagian terbesar dari kapasitas struktur perkerasan diperoleh dari plat betin itu sendiri.

Hal ini berbeda dengan perkerasan lentur dimana kekuatan perkerasan diperoleh dari tebal lapis pondasi bawah, lapis pondasi dan lapis permukaan. karena yang paling penting adalah mengetahui kapasitas struktur yang menanggung beban, maka faktor yang paling penting diperhatikan dalam perencanaan tebal perkerasaan beton semen adalah kekuatan beton itu sendiri.

Perkerasan lentur adalah perkerasan yang menggunakan aspal sebagai bahan pengikat. Pada umumnya perkerasan lentur baik digunakan untuk jalan yang melayani beban lalu lintas ringan sampai sedang, seperti jalan perkotaan, jalan dengan system ultilitas terletak di bwah perkerasan jalan, perkerasan bahu jalan, atau perkerasan dengan konstruksi bertahap.

Umumnya kerusakan-kerusakan yang timbul itu tidak disebabkan oleh satu faktor saja, tetapi dapat merupakan gabungan penyebab yangsaling berkaitan, seperti contoh retak pinggir. Dengan terjadinya retak pinggir, memungkinkan air meresap masuk ke lapis dibawahnya yang melemahkan ikatan antara aspal dan agregat, karna hal ini dapat mengakibatkan lubang-lubang pada jalan dan dapat melemahkan daya dukung lapisan dibawahnya.



KESIMPULAN

Dari penjelasan di atas kita dapat menarik kesimpulan bahwa ada 2 jenis perkerasan yaitu perkerasan kaku (rigid) dan perkerasan lentur (flexible). Tanpa perbaikan dan pemeliharaan jalan secara memadai dengan rutin dan berkala akan lebih cepat rusak lebih parah pada perkerasan jalan. Tetapi sekali jalan itu sudah rusak dan dibiarkan saja tanpa peraikan dan pemeliharaan, maka kerusakan akan lebih parah yang berlangsng dengan cepat. 



DAFTAR PUSTAKA


Wijoyo, dkk. 2015. Evaluasi  Kelayakan Jalan dengan Tipe Perkerasan Flexible Pavement. (hlm 1-14). Jogjakarta. Dalam https://www.slideshare.net/ekasanjani/jurnal-konstruksi-jalan-51749852. Diakses tanggal 17 Maret 2020.

Trisdianto, dkk. 2016. Evaluasi Tingkat Kerusakan Jalan Menggunakan Metode Pavement Condition Index. Jurnal Simposium Nasional Teknologi Terapan (SNTT) ISSN: 2339-028X. Dalam https://digilib.ump.ac.id/files/disk1/34/jhptump-ump-gdl-febrinoval-1695-2-hal.553--3.pdfDiakses tanggal 17 Maret 2020.


Dewa, dkk. 2013. Studi Identifikasi dan Perencanaan Tebal Perkerasan Jalan Kaku dan Perkerasan Jalan Lentur dengan Metode Bina Marga. Jurnal Fondasi Vol. 24 No. 1. Cilegon. Dalam https://www.researchgate.net/publication/331346665_Studi_Identifikasi_Dan_Perencanaan_Tebal_Perkerasan_Jalan_Kaku_Dan_Perkerasan_Lentur_Dengan_Metode_Bina_Marga_Studi_Kasus_Jalan_Kawasan_Industri_Krakatau_CilegonDiakses tanggal 17 Maret 2020.








ANALISA KECELAKAAN LALU LINTAS BERDASARKAN KERUSAKAN LAPISAN PERKERASAN DAN KURANGNYA PEMELIHARAAN (MAINTENANCE) JALAN


ANALISA KECELAKAAN LALU LINTAS BERDASARKAN KERUSAKAN LAPISAN PERKERASAN DAN KURANGNYA PEMELIHARAAN (MAINTENANCE) JALAN
Oleh : Widia Nur Latifah (@J01-WIDIA)

PENDAHULUAN
Kenyamanan dalam berkendara tidak hanya ditinjau berdasarkan kondisi arus lalu lintas jalan,tetapi keadaan permukaan jalan raya juga merupakan salah satu faktor kenyamanan berkendara.Perkerasan jalan raya telah dirancang sesuai umur yang direncanakan dengan berdasarkan perhitungan pertumbuhan lalu lintas setiap tahunnya.Namun demikian,sebuah perkerasan jalan dapat mencapai umur sesuai perencanaan dan dilewati sejumlah kendaraan yang direncanakan jika konstruksi pekerjaan dilakukan dengan baik dengan spesifikasi desain yang benar.Seiring selesainya pembangunan jalan,kerusakan kerap kali timbul dengan waktu yang relative cepat.Banyak faktor yang dapat mempengaruhi kerusakan lapisan perkerasan jalan,mulai dari arus lalu lintas dan cuaca.

Jalan merupakan investasi modal yang besar.Pengabaian pemeliharaan jalan merupakan salah satu penyebab meningkatnya jumlah kecelakaan yang terjadi.Pemeliharaan jalan bukan hanya tentang penanggulangan kerusakan,tetapi dari segi aspek pemakaian pengguna jalan harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku.Seperti kendaraan truk pengangkut barang harus sesuai standarisasi kapasitas muatan.

PEMBAHASAN
Pemeliharaan jalan menjadi sebuah prosedur yang cukup kompleks, menuntut Otorita Jalan Raya untuk mengambil standar dan kebijakan tertentu dengan memperhatikan pemeliharaan jalan-jalan yang menjadi tanggung jawab pihak otorita.
Adapun kelompok pemeliharaan terbagi menjadi 3 yakni :
1.Amenity,bersiklus atau membantu pergerakan.
   misalnya : Pembersihan
                      Pengosongan selokan
                      Pemotongan rumput
                      Perbaikan rambu-rambu
                      Pembaharuan marka jalan
2.Kecil atau rutin.
   misalnya : Penambalan
                      Reinstatement
                      Pelapisan permukaan (surface dressing)
3.Besar atau struktural
   misalnya : Pelapisan permukaan kembali
                      Pelapisan (overlays)
                      Pelebaran
                      Pembangunan ulang atau rekonstruksi


Kamis, 05 Maret 2020

Daftar Peserta Kelas J

Daftar Peserta Kelas J (Semester Genap 2019 - 2020)

NO
PESERTA
KODE PESERTA



1
WIDIA NUR LATIFAH
@J01-WIDIA
2
SEKAR SUKMANING HISMAWAN
@J02-SEKAR
3
FEBI AFIFA AJENGSARI
@J03-FEBI
4
NIDA NADIATURROHMAH
@J04-NIDA
5
ASTARI SYIFA SHAFIRA
@J05-ASTARI