.

Jumat, 20 Oktober 2017

IMPLEMENTASI SMK3 DAN PENANGANAN POTENSI BAHAYA DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIFITAS KERJA


I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Pada kenyataannya dalam dunia industri, perlindungan terhadap tenaga kerja masih jauh dari yang diharapkan karena masih banyak terjadi kecelakaan kerja serta potensi bahaya kerja yang dapat membahayakan tenaga kerja.
Terkait masalah perlindungan tenaga kerja dari kecelakaan kerja, perusahaan menerapkan sistem manajeman yang dapat melindungi tenaga kerja dari kecelakaan kerja dan menghindari kerugian yang besar terhadap perusahaannya. Salah satu sistem manajeman yang harus diterapkan adalah sistem manajeman keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3).
Dalam sistem Keselamatan dan kesehatan kerja, Kecelakaan kerja merupakan dampak yang harus diperhitungkan dan di antisipasi, sehingga sedapat mungkin hal ini harus dihindari dan dicegah agar tidak terjadi. Kecelakaan kerja yang berkaitan dengan B3 selain akan menimbulkan korban bagi pekerja / orang lain juga dapat menimbulkan pencemaran terhadap lingkungan, dan hal ini akan menimbulkan kerugian bagi perusahaan industri tersebut. Disamping itu akan menimbulkan dampak yang lebih luas terhadap lingkungan dan masyarakat.
Terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja dapat membuat produktivitas kerja dari pekerja menurun. Tingkat absensi yang tinggi, intensitas kerja yang kurang, dan produksi kerja yang sedikit merupakan beberapa hal yang dapat mengakibatkan keterlambatan dalam penyelesaian pekerjaan dan berujung pada kerugian bagi pihak kontraktor. Dengan adanya implementasi program keselamatan dan kesehatan kerja diharapkan mampu meminimalisasikan resiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Kondisi pekerja yang sehat membuat produksi kerja yang baik dari pekerja itu sendiri. Semakin produktif pekerja maka produktivitas kerja pun dapat meningkat.


2. Rumusan masalah
Adapun perumusan masalah dalam artikel ini adalah sebagai berikut :
1.      Apa yang menjadi faktor penyebab terbesar terjadinya kecelakaan kerja di perusahaan?
2.      Seberapa besarkah hubungan implementasi program keselamatan dan kesehatan kerja (K3) terhadap peningkatan produktivitas kerja pada pelaksanaan proyek konstruksi?

3. Tujuan
Dalam perumusan masalah yang telah ditentukan, dapat ditentukan tujuan dalam artikel ini sebagai berikut :
1.      Mengetahui faktor penyebab terbesar terjadinya kecelakaan kerja di perusahaan.
2.      Untuk mengetahui besarnya hubungan antara implementasi program keselamatan dan kesehatan kerja (K3) terhadap peningkatan produktivitas kerja pada pelaksanaan proyek konstruksi yang akan diteliti.

LANDASAN TEORI

1. Definisi keselamatan dan kesehatan kerja
Keselamatan kerja adalah membuat kondisi kerja yang aman dengan dilengkapi alat-alat pengaman, penerangan yang baik, menjaga lantai dan tangga bebas dari air, minyak, nyamuk dan memelihara fasilitas air yang baik Agus, (1989). Menurut Malthis dkk (2002), Keselamatan kerja menunjuk pada perlindungan kesejahteraan fisik dengan dengan tujuan mencegah terjadinya kecelakaan atau cedera terkait dengan pekerjaan. Pendapat lain menyebutkan bahwa keselamatan kerja berarti proses merencanakan dan mengendalikan situasi yang berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja melalui persiapan prosedur operasi standar yang menjadi acuan dalam bekerja (Rika, 2009).
Menurut Undang-undang Pokok Kesehatan RI No. 9 Tahun 1960, Bab I Pasal 2, keadaan sehat diartikan sebagai kesempurnaan yang meliputi keadaan jasmani, rohani dan kemasyarakatan, dan bukan hanya keadaan yang bebas dari penyakit, cacat dan kelemahan-kelemahan lainnya. Menurut Rivai,V (2003) pemantauan kesehatan kerja dapat dilakukan dengan cara a) Mengurangi timbulnya penyakit, b) Penyimpanan catatan tentang lingkungan kerja, c)Memantau kontak langsung, d) Penyaringan genetik.

2. Sistem keselamatan dan kesehatan kerja
Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah suatu sistem yang dirancang untuk menjamin keselamatan yang baik pada semua personel di tempat kerja agar tidak menderita luka maupun menyebabkan penyakit di tempat kerja dengan mematuhi/ taat pada hukum dan aturan keselamatan dan kesehatan kerja, yang tercermin pada perubahan sikap menuju keselamatan di tempat kerja Dewi,R (2006). Menurut Argama,A (2006), program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah suatu sistem program yang dibuat bagi pekerja maupun pengusaha sebagai upaya pencegahan (preventif) timbulnya kecelakaan dan penyakit kerja akibat hubungan kerja dalam lingkungan kerja dengan cara mengenali hal-hal yang berpotensi menimbulkan kecelakaan dan penyakit kerja akibat hubungan kerja, dan tindakan antisipatif bila terjadi hal demikian.

3. Teknik identifikasi potensi bahaya
Menurut Safety Enginer Career Workshop (2003), Phytagoras Global Development teknik identifikasi bahaya adalah alat untuk mengidentifikasi berbagai kelemahan potensi resiko yang terdapat dalam proses desain atau operasi suatu sistem atau unit plan yang dapat menimbulkan berbagai konsekuensi yang tidak diinginkan terjadi dan menentukan rekomendasi atau tindakan yang dapat dilakukan untuk eliminasi berbagai resiko atau permasalahan yang mengganggu jalannya proses tersebut atau mengurangi konsekuensi yang dapat ditimbulkan secara sistematis, terstruktur dan baku.

METODOLOGI PENELITIAN

Dikutip dari metodologi penelitian implementasi sistem management keselamatan dan kesehatan kerja dari Wahyu Susihono dkk dalam journal Spektrum Industri, 2013, Vol. 11, No. 2, 117 – 242 iallah :
A. Obyek dan Waktu Penelitian
Tempat penelitian di divisi Produksi bagian Fluid Utility PT LTX Kota Cilegon. Perusahaan ini memproduksi tinplate yang dijual pada pasar Internasional. Area di bagian Fluids Utility terdiri dari area boiler, area kompresor, area Train Demin Water, area Waste Water Treatment Plan (WWTP), area Filter Press, dan area Colling Water. Waktu penelitian dilakukan selama 31 hari pada tahun 2013
B. Pengumpulan Data Penelitian
a. Data Potensi bahaya di tempat kerja bagian Produksi bagian Fluid Utility, area boiler, area kompresor, area Train Demin Water, area Waste Water Treatment Plan (WWTP), area Filter Press, dan area Colling Water
b. Data penerapan SMK3 di PT LTX c. Identifikasi Potensi Bahaya
1) HIRA (Hazzard Identification and Risk Assesment) Mendefinisikan karakteristik bahaya yang mungkin terjadi dan evaluasi resik. Teknik identifikasi bahaya terdiri dari survey keselamatan kerja, patrol keselamatan kerja, mengambil sampel keselamatan kerja, audit keselamatan kerja, pemeriksaan lingkungan, laporan kecelakaan, laporan yang nyaris terjadi dan masukan dari para karyawan.
 2) FTA (Fault Tree Analysis) Membangun model pohon kesalahan (fault tree) dengan cara wawancara dengan manajemen dan melakukan pengamatan langsung terhadap proses produksi di lapangan. Selanjutnya sumber-sumber kecelakaan kerja digambarkan dalam bentuk model pohon kesalahan
Sedangkan dikutip dari pengaruh implementasi K3 dalam produktivitas kerja dari Raldo Septian Victor Kaligis dkk dalam Jurnal Sipil Statik Vol.1 No.3, Februari 2013 (219-225) iallah :
Penelitian ini dilakukan dengan mengadakan kunjungan langsung di lokasi proyek konstruksi, yaitu proyek pembangunan PT. Trakindo Utama Balikpapan Facility Upgrade. Pengambilan data dilakukan dengan teknik sampling dengan menggunakan dua variabel yaitu varibel bebas (X1 dan X2) dan variabel terikat (Y). X1 untuk keselamatan kerja, X2 untuk kesehatan kerja, dan Y untuk produktivitas kerja. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu kuisioner. Kuisioner diberikan kepada 30 responden (Berdasarkan daftar hadir pekerja). Pemberian skor untuk data kuisioner menggunakan skala linkert (1-5), yaitu :
· 5 = Jawaban sangat setuju (SS)
· 4 = Jawaban setuju (s)
· 3 = Jawaban Ragu-ragu (RR)
· 2 = Jawaban Tidak Setuju (TS)
· 1 = Jawaban Sangat Tidak Setuju (STS)

HASIL DAN PEMBAHASAN
Ø  Hasil dari penelitian yang dilakukan oleh Wahyu Susihono dkk adalah :
Penentuan kejadian puncak yang teridentifikasi ada 6 kejadian puncak. Pertama, yaitu kebisingan ≥80db. Kedua, yaitu temperatur ruangan meningkat 33-350 C. Ketiga, yaitu kebocoran gas, kebocoran air, kebocoran instalsi pipa dan ledakan boiler. Kempat, yaitu timbul uap dan bau dari zat kimia. Kelima, yaitu terjatuh, terpeleset dan tersandung. Keenam, yaitu kesulitan pengoperasian dan kelelahan kerja. Penerapan SMK3 berdasarkan prinsip standar OHSAS 18001:2008 yang terdiri dari lima prinsip.
 Berikut adalah lima prinsip penerapan SMK3 di PT Latinusa,Tbk berdasarkan OHSAS 18001:2008.

 a. Kebijakan K3
 Manajemen perusahaan memiliki komitmen untuk patuh terhadap peraturan perundangan K3, mencegah kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja, dan pencemaran. Wewenang yang dimiliki manajemen puncak adalah memberi sanksi kepada karyawan yang bekerja dan investor di area pabrik tidak menggunakan alat keselamatan kerja.

b. Perencanaan
 Perencanaan yang dilakukan perusahaan adalah membuat jadwal rencana kegiatan yang terdiri dari beberapa kegiatan yang dilakukan oleh divisi yang terkait untuk menerapkan SMK3 di perusahaan. Perusahaan melakukan identifikasi bahaya, penilaian resiko, dan pengendalian resiko K3 serta menanggulangi limbah terhadap pengendalian dampak lingkungan.


c. Pelaksanaan
Struktur dan tanggung jawab pelaksanaan SMK3 di perusahan dengan dibentuknya tim P2K3 (Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja) yang merupakan bagian dari divisi keselamatan lingkungan dan damkar. Tim P2K3 adalah tim yang memiliki kewenangan, tanggung jawab, menyediakan sumberdaya manusia, sarana dan prasarana yang berkaitan tentang pelaksanaan SMK3 dengan manajemen perusahaan. Program-program yang dilakukan perusahaan sebagai pelaksanaan SMK3 dan keselamatan lingkungan diantaranya program kesehatan, program keselamatan, dan program lingkungan.

d. Pemeriksaan dan tindakan perbaikan
 Pemeriksaan SMK3 yang dilakukan adalah dengan memantau dan mengukur faktor lingkungan kerja termasuk peralatan yang digunakan dan dampak terhadap lingkungan. Pemantauan dan pengukuran meliputi pencatatan informasi dan kejadian yang terjadi di lapangan secara kualitatif dan kuantitatif, melaksanakan audit K3 secara periodik. Tindakan perbaikan yang dilakukan meliputi patroli kontrol, mengevaluasi peraturan SMK3 yang diterapkan, melaporkan insiden yang terjadi dilapangan, mengidentifikasi pelaksanaan perbaikan seperti mendatangkan tim dari luar untuk pengujian emisi dan sertifikasi peralatan pabrik, melaporkan, perawatan alat keselamatan seperti alat pemadam kebakaran, dan mengevaluasi tentang penggunaan alat pelindung diri.

e. Kaji ulang manajemen
 Pengkajian ulang manajemen yang diterapkan dilakukan untuk menjamin kesinambungan antara perencananan, pelaksanaan dan perbaikan berjalan sesuai yang di harapkan. Pengkajian ulang manajemen dilakukan dengan menyelengarakan rapat dan tinjauan antara tim P2K3 dengan manajemen puncak seperti direksi dan kepala divisi lainnya.
Ø  Sedangkan hasil penelitian dari Raldo Septian Victor Kaligis dkk yaitu :
1. Implementasi program keselamatan dan kesehatan kerja akan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan produktivitas kerja jika keduanya diterapkan serentak. Hal ini telah di buktikan melalui hasil pengujian, yaitu pegujian parsial / individual dan simultan / serentak. Dimana dalam pengujian parsial dengan distribusi t memberikan hasil tb1 = 0,152 berada diantara -2,763 dan +2,763 dan tb2 = 0,232 berada diantara -2,763 dan +2,763 keduanya tidak memberikan pengaruh yang signifikan (H0 diterima) karena dipisahkan. Sedangkan pada uji simultan dengan distribusi F memberikan hasil F hitung = 15,311 ≥ 3,354 (H0 ditolak) terdapat pengaruh yang signifikan.
2. Implementasi program keselamatan dan kesehatan kerja pada pelaksanaan proyek pembangunan PT. Trakindo Utama Balikpapan Facility Upgrade memiliki hubungan yang erat dengan peningkatan produktivitas kerja, dimana telah diperoleh hasil dari analisis korelasi berganda R = 0,729. Angka ini mendekati angka 1 yang artinya terdapat hubungan yang erat.

KESIMPULAN

Dari penelitian yang dilakukan oleh Raldo Septian Victor Kaligis dkk dan Wahyu Susihono dkk dapat ditarik kesimpulan bahwa apabila sistem management keselamatan dan kesehatan kerja di implementasikan secara baik dan benar menurut standart OHSAS 18001:2008. Akan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan produktivitas kerja jika keduanya diterapkan serentak.

DAFTAR PUSTAKA

  • Kaligis R.S.V Dkk, Jurnal Sipil Statik Vol.1 No.3, Februari 2013 (219-225), Universitas sam ratulangi, Manado
  • Susihono wahyu Dkk, Spektrum Industri, 2013, Vol. 11, No. 2, 117 – 242, Universitas Sultan ageng tirtayasa, Banten
  • Harjanto N.T Dkk, Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir No. 08/ Tahun IV. Oktober 2011, Banten

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.