.

Sabtu, 14 Oktober 2017

Root Clause Analysis






Root clause analysis adalah sebuah alat kerja yang sangat berguna untuk mencari akar masalah dari suatu insiden yang terjadi. Menemukan akar suatu masalah sangat penting, karena apabila tidak ditanggulangi maka masalah akan berakibat berulangnya kejadian di kemudian hari dan akan semakin rumit penyelesaiannya.
Apabila terjadi sebuah masalah maka akan ada sebuah solusi. Dalam menghadapi suatu masalah maka akan tercipta solusi. Solusi tersebut memliki tahap – tahap yang perlu dilakukan untuk memulai suatu aktifitas RCA.

Tahap - tahap RCA sebagai berikut :




1. Klasifikasi insiden
Klasifikasi insiden berfungsi untuk mengklarifikasi dan memprioritaskan masalah. supaya terjadi efisiensi dalam pekerjaan
2. Membenuk tim RCA
3. Mengumpulkan data
Hal ini berfungsi mengumpulkan maslah seobyektif mungkin.
4. Memetakan informasi
5. Identifikasi dan memprioritaskan masalah
6. Analisa untuk mencari faktor yang berperan
7. Menyusun rekomendasi penyelesaian masalah
8. Membuat laporan masalah

Selain itu juga terdapat 3 metode RCA memecahkan suatu masalah yaitu Fishbone diagram, Fault tree analysis dan Barrier analysis

Fishbone Diagram

Fishbone Diagram menunjukkan sebuah dampak atau akibat darisebuah permasalahan, dengan berbagai penyebab. Efek atau akibat dituliskan sebagai moncong kepala. Sedangkan tulang ikan diisi oleh sebab-sebab sesuai dengan pendekatan permasalahannya. Umumnya penggunaan fishbone untuk desain produk dan mencegah kualitas produk yang jelek (defect). Mengenai pemilahan sebab-sebab, berikut adalah beberapa pendekatannya:

The 4 M’s
(digunakan untuk perusahaan manufaktur) :
· machine ( equipment )
·method ( process/ inspection )
·material ( raw, consumables, etc )
·man power
The 8 P’s (digunakan pada industri jasa) :
·people
·process
·policies
·procedures
·price
·promotion
·place/plant
·product

The 4 S’s (digunakan pada industri jasa) :
·surroundings
·suppliers
·systems
·skills
    
4 P (pendekatan manajemen pemasaran) :
·price
·product
·place
·promotion

Langkah-langkah untuk menerapkan diagram tulang ikan menurut
Vincent Gaspersz (2003) adalah :
1. Mulai dengan pernyataan masalah utama yang penting dan mendesak 
 untuk diselesaikan.
 
2. Tuliskan pernyataan masalah itu pada kepala ikan yang merupakan akibat
.
3. Tulis faktor-faktor panyebab utama yang mempengaruhi masalah sebagai tulang besar juga ditempatkan dalam kotak. Faktor penyebab atau kategori utama dapat dikembangkan melalui :
stratifikasi ke dalam pengelompokan dari faktor-faktor manusia, mesin,
pealatan, material, metodekerja, lingkungan kerja, pengukuran atau
stratifikasi melalui langkah-langkah aktual dalam proses.Faktor pe
nyebab atau kategori dapat dikembangkan melalui brainstorming.

4.Tuliskan penyebab-penyebab sekunder yang mempengaruhi penyebab-penyebab utama (tulang-tulang besar), serta penyebab sekunder itu dinyatakan sebagai tulang berukuran sedang.

5.Tuliskan penyebab-penyebab tersier yang mempengaruhi penyebab-panyebab sekunder, serta penyebab tersier itu dinyatakan sebagai tulang-tulang berukuran kecil.

6.Tentukan item-item yang penting dari setiap faktor dan tandailah faktor-faktor penting tertentu yang kelihatannya memiliki pengaruh nyata terhadap karakteristik kualitas.

7.Catatlah informasi yag perlu di dalam diagram sebab akibat itu seperti: judul, nama produk, proses, kelompok daftar partisipan, tanggal, dll.

Fault Tree Analysis
Fault Tree Analysis adalah suatu analisis pohon kesalahan. Secara sederhana dapat diuraikan sebagai suatu teknik analitis. Dalam membangun model pohon kesalahan(fault tree) dilakukan dengan cara wawancara dengan manajemen dan melakukan pengamatan langsung terhadap proses produksi di lapangan.
Menurut Thomas Pyzdex (2002),FTA memiliki beberapa tahapan:

1)Tentukan kejadian paling atas/ utama

2)Tetapkan batasanFTA

3)Periksa system untuk mengerti bagaiman berbagai elemen berhubung-an pada satu dengan lainnya dan kejadian paling atas.

4)Buat pohon kesalahan, mulai dari kejadian paling atas dan bekerja kearah bawah.

5)Analisis pohon kesalahan untuk mengidentifikasi cara dalam meng-hilangkan kejadian yang mengarah pada kegagalan.

6)Persiapkan rencana tindakan perbaikan untuk mencegah kegagalan.

Barrier Analysis

Barrier Analysis adalah proses sistematik yang digunakan untuk meng-identifikasi hambatan fisik, administrasi dan prosedur atau mengontrol tindakan pencegahan masalah. Menurut Hazard and Barrier Analysis Guidance Document( 1996 ), barrier biasanya berwujud fisik, prosedur, administrasi dan manusia.

Tiga elemen penting dalam
Barrier Analysis:

1.Hazard, Merupakan kondisi, tenaga , atau energy yang harus dipisahkan dari target karena membahayakan target. Seperti api, listrik, zat kimia berbahaya, kerusakan komponen, kondisi kegagalan /kelalaian.

2.Target,adalah sesuatu yang berharga yang dapat terkena dampak dari hazard. Dapat berupa sesuatu yang nyata seperti manusia, komponen, kondisi, atau sesuatu yang tidak nyata seperti kemauan dan motivasi pekerja.

3.Barrires, merupakan penghalang fiik dan administrasi antara target dan hazard.Dalam barriers analysis mungkin sudah terdapat barriers namun tidak sempurna atu tidak digunakan.

Referensi
Gaspersz, Vincent. (2003). Metode Analisis Untuk Peningkatan Kualitas. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama
Vesely ,William. (2002). Fault Tree Handbook with Aerospace Applications. Washington:SA Office of Safety and Mission Assurance.

Guideline, Doe. (1992). Root Cause Analysis Guidance Document.
Washington :Departement of Energy

Susatyo Nugroho W.P, dkk. (2011) Analisa Penyebab Penurunan Daya Saing Produk Susu Sapi Dalam Negeri Terhadap Susu Sapi Impor pada Industri Pengolahan Susu (IPS) dengan Metode Fault Tree Analysis (FTA) dan Barrier Analysis
Lawrence , Ernest Orlando. (2008). Root Cause Analysis Program Manual. California : Berkeley National Laboratory

www.lean-indonesia.com/2012/10/rca-root-cause-analysis-analisa-akar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.