.

Selasa, 05 Mei 2020

PENDIDIKAN MERUPAKAN PONDASI BANGSA MENYONGSONG MASA DEPAN



PENDIDIKAN MERUPAKAN PONDASI BANGSA MENYONGSONG MASA DEPAN

Oleh: Ridwan Arifin (@J09-RIDWAN)


ABSTRAK

Pendidikan merupakan hal yang takkan terpisahkan dalam membentuk suatu bangsa, pendidikan juga menjadi dasar berdirinya suatu bangsa, Indonesia memiliki jutaan sumber daya termasuk sumber daya manusia, sumber daya manusia haruslah berpendidikan demi menjaga keberlangsungan bangsa ini kelak dimasa yang akan datang, sumber daya manusia yang berkualitas akan menciptakan bangsa yang hebat, Dari Pendidikan lah bangsa ini mampu mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi saat ini. Hal ini berarti menjadikannya pendidikan memiliki peranan penting dalam suatu bangsa, Pendidikan di negeri ini harus sangat diperhatikan dan dikelola secara professional agar Negara ini mampu menciptakan bibit – bibit unggul generasi penerus bangsa.

PENDAHULUAN

Pendidikan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti  proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan; proses, cara, perbuatan mendidik.

Di Indonesia pendidikan sudah sejak dahulu diatur dalam Undang – Undang Dasar 1945 Hasil Amandemen Pasal 31 disemua ayatnya yang berbunyi Ayat 1:  Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan, Ayat 2:  Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah  wajib mbiayainya. Ayat 3:  Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta ahlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang. Ayat 4:  Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20% dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional. Ayat 5:  Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menunjang tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia.



PEMBAHASAN

Pendidikan diera saat ini menjadi hal yang penting, karena dengan pendidikan lah yang mampu menjadikan sumber daya di suatu bangsa menjadi berkualitas terutama sumber daya manusianya. Di Indonesia sendiri yang merupakan Negara berkembang pendidikannya masih terbilang cukup rendah, hal ini bisa dilihat dari belum meratanya tingkat pendidikan diseluruh wilayah Indonesia.

Tingkat pendidikan Indonesia terbilang masih belum merata terutama di daerah – daerah pelosok yang jauh dari perkotaan yang mana tingkat pembangunannya masih jauh tertinggal, masih banyak gedung sekolah yang usang dan memerlukan renovasi, banyak daerah yang belum teraliri listrik dan teknologi yang belum mumpuni seperti layaknya di kota besar seperti Jakarta. Hal ini lah yang perlu ditingkatkan untuk memeratakan tingkat pendidikan diseluruh wilayah Indonesia.

Peran pemerintah sangat dibutuhkan guna memeratakan tingkat pendidikan disetiap daerah, banyak sekali anak – anak bangsa yang kurang diperhatikan oleh Negara padahal, mereka yang berasal dari daerah juga memiliki kesempatan yang sama serta potensi – potensi yang dapat dikembangkan guna mengharumkan nama bangsa dikancah dunia.  

Mutu pendidikan selalu saja dipermasalahkan jika hasil dari pendidikan tidak mencapai taraf dari suatu pendidikan, banyak factor yang tentu ikut serta dalam meningkatkan mutu pendidikan seperti pendidik yang berkualitas, teknologi yang mumpuni serta lain sebagainya.

Diera Globalisasi saat ini pendidikan sangat diperlukan bahkan sangat dibutuhkan guna mencetak anak – anak bangsa yang memiliki kualitas yang baik guna bersaing dengan anak – anak bangsa Negara lain. Guru sebagai bagian dari pendidikan, pun juga harus dapat menyesuaikan dirinya dengan perkembangan atau kemajuan zaman yang ada. Guru senantiasa dituntut un tuk meningkatkan kompetensinya sebagai langkah evaluasi dan proyeksi dalam menjalankan proses pendidikan. (Adawiyah, Robiatul. Wibowo, Yunus Setyo. Yuyun, Kartika. 2017).

Pendidikan yang baik sebenarnya dapat dimulai dari lingkungan sekitar, faktor keluarga juga sangat menentukan kualitas pendidikan terutama pendidikan karakter untuk anak, Anak kecil sangat senang dan mudah untuk menerima segala macam yang diajarkan maka dari itu kita harus mendidik anak – anak sebaik mungkin.

KESIMPULAN

Pendidikan jadi hal yang utama saat ini untuk meningkatkan mutu dan kualitas sumber daya manusia di Indonesia demi menyongsong masa depan bangsa yang cerah, semua masyarakat Indonesia tanpa terkecuali berhak mendapatkan pendidikan yang memadai, peran serta pemerintah sangat dibutuhkan untuk melengkapi fasilitas yang mumpuni dalam mencapai mutu pendidikan yang baik. Pendidikan dari keluarga juga sangat dibutuhkan, peran keluarga sangat vital demi mencetak generasi – generasi emas bangsa yang mampu mengharumkan nama Indonesia di mata dunia.

DAFTAR PUSTAKA

Adawiyah, Robiatul. Wibowo, Yunus Setyo. Yuyun, Kartika. 2017. PENDIDIKAN YANG BERDAYA SAING. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan FKIP UNTIRTA.

Amirudin, Muhamad Faizul. 2019. Hubungan Pendidikan dan Daya Saing Bangsa. Jurnal Pendidikan Islam.


Pentingnya Pendidikan Karekter Menjadi Pengaruh Perilaku Manusia

Pentingnya Pendidikan Karekter Menjadi Pengaruh Perilaku Manusia






@J30-Bendy, Kuis 09

Pembahasan
Globalisasi yang dipengaruhi oleh kepentingan pasar menyebabkan pendidikan tidak sepenuhnya dipandang sebagai upaya mencerdaskan bangsa dan proses pemerdekaan manusia tetapi mulai bergeser menuju pendidikan sebagai komoditas (Saksono, 2010: 76). Pengaruh globalisasi yang sedang dan akan berlangsung akan berpengaruh terus-menerus sampai waktu yang tidak ditentukan dan ini semakin sulit untuk diatasi. Melihat kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi pada masa-masa yang akan datang, rasanya sangat berat sehingga bangsa Indonesia harus secara serius menangani masalah ini.
Globalisasi telah mengakibatkan pergeseran tujuan pendidikan nasional dari tingkat dasar sampai tingkat tinggi yang tidak lagi hanya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, tetapi lebih berfokus untuk menghasilkan lulusan yang menguasai scientia. Dengan penguasaan scientia dinilai mengarahkan peserta didik kepada hasil yang bersifat pragmatis dan materialis, karena kurang membekali peserta didiknya dengan semangat kebangsaan, semangat keadilan sosial, serta sifatsifat kemanusiaan dan moral luhur sebagai warga negara (Saksono, 2010: 76). Bangsa Indonesia saat ini dihadapkan pada krisis karakter yang cukup memprihatinkan. Demoralisasi mulai merambah di dunia pendidikan seperti ketidakjujuran, ketidakmampuan mengendalikan diri, kurangnya tanggung jawab sosial, hilangnya sikap ramah-tamah dan sopan santun (Sutiyono dalam Jurnal Cakrawala Pendidikan, 2010: 42).
Kompleksitas permasalahan seputar karakter atau moralitas telah menjadi pemikiran sekaligus keperihatinan bersama. Krisis karakter atau moralitas ditandai oleh meningkatnya kejahatan tindak kekerasan, penyalahgunaan obat terlarang (narkoba), pornografi dan pornoaksi, serta pergaulan bebas yang sudah menjadi patologi dalam masyarakat. Adapun krisis moral lainnya yang sungguh nyata telah terjadi ialah perilaku korup yang telah mentradisi di tengah-tengah masyarakat. Selain itu, krisis kepercayaan pun terjadi pada kelompok elit masyarakat, yakni perilaku korup yang semakin mengkhawatirkan. Demoralisasi ini karena proses pembelajaran cenderung mengajarkan pendidikan moral dan budi pekerti sebatas tekstual semata dan kurang mempersiapkan pembelajar untuk menyikapi kehidupan yang kontradiktif tersebut (Zubaedi, 2011: v). Menangani persoalan tersebut, maka implementasi pendidikan karakter menjadi suatu keniscayaan. Pendidikan karakter bukanlah suatu topik yang baru dalam pendidikan. Pada kenyataannya, pendidikan karakter ternyata sudah seumur dengan pendidikan itu sendiri. Berdasarkan penelitian sejarah dari seluruh negara yang ada di dunia ini, pada dasarnya pendidikan memiliki dua tujuan, yaitu membimbing para pembelajar untuk menjadi cerdas dan memiliki perilaku berbudi (Lickona, 2013: 7).
Schwartz (2008) dalam Samani & Hariyanto (2013: 168-175) menguraikan prinsip-prinsip pendidikan karakter yang efektif, yaitu:
·         Pendidikan karakter harus mempromosikan nilai-nilai inti (ethical core values) sebagai landasan bagi pembentukkan karakter yang baik
·         Karakter harus dapat dipahami secara komperhensif termasuk dalam pemikiran, perasaan, dan perilaku
·         Pendidikan karakter yang efektif memerlukan pendekatan yang sungguh-sungguh dan proaktif serta mempromosikan nilai-nilai inti ke semua fase kehidupan
·         Sekolah harus menjadi komunitas yang peduli
·         Menyediakan peluang bagi para siswa untuk melakukan tindakan bermoral;
·         Pendidikan karakter yang efektif harus dilengkapi dengan kurikulum akademis yang bermakna dan menantang, yang menghargai semua pembelajar dan membantu mereka untuk mencapai sukses
·        Pendidikan karakter harus secara nyata mengembangkan motivasi pribadi siswa

Secara sederhana pendidikan dapat dimaknai sebagai usaha membantu peserta didik mengembangkan seluruh potensinya (hati, pikir, rasa, dan karsa, serta raga) untuk menghadapi masa depan (Samani & Hariyanto, 2013:37). Dengan demikian, karakter yang ingin dibangun melalui pendidikan karakter bersifat inside-out, dalam arti bahwa perilaku yang terjadi karena dorongan dari dalam, bukan paksaan dari luar (Zubaedi, 2011: 191). Sehingga desain pendidikan karakter meliputi pengembangan potensi manusia dalam pengembangan karakter yang baik.

Karakter dibentuk oleh beberapa faktor, baik internal maupun eksternal, menurut Aushop (2014: 3) faktor-faktor yang dapat berpengaruh teradap pembentukkan karakter peserta didik diantaranya:
·         Corak nilai yang ditanamkan
·         Keteladanan sang idola
·         Pembiasaan
·         Ganjaran dan hukuman
·         Kebutuhan

Kesimpulan
Pendidikan merupakan suatu proses sadar yang dilakukan kepada peserta didik guna menumbuhkan dan mengembangkan jasmani maupun rohani secara optimal untuk mencapai tingkat kedewasaan. Diskursus tentang pendidikan senantiasa dikaitkan dengan upaya pembentukan karakter. Pada sisi lain, karakter akan terbentuk oleh berbagai faktor yang ada, dan di antaranya adalah prinsip, desain, strategi, dan model belajar yang dipengaruhi lingkungannya.

Daftar Pustaka
Amri, S., Jauhari, A., & Elisah, T. (2011). Implementasi Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran: Strategi Analisis dan Pengembangan Karakter Siswa dalam Proses Pembelajaran. Jakarta: Prestasi Pustakarata.
Henricus, Suparlan. 2015. FILSAFAT PENDIDIKAN KI HADJAR DEWANTARA DAN SUMBANGANNYA BAGI PENDIDIKAN INDONESIA. Jurnal Filsafat, Vol. 25, No. 1, Februari 2015.
Samani, M., & Hariyanto. (2013). Konsep dan Model Pendidikan Karakter. Bandung: Remaja Rosdakarya
Zubaedi. (2011). Desain Pendidikan Karakter: Konsepsi dan Aplikasinya dalam Lembaga Pendidikan. Jakarta: Kencana

Pengaruh SDM Indonesia di Kancah Internasional

Pengaruh SDM Indonesia di Kancah Internasional



            Pendidikan memiliki peran penting dalam sebuah Negara. Sebesar atau sebanyak apapun SDM pada suatu Negara, jika Negara tersebut tidak memfasilitasi pendidikan yang memadai untuk masyarakatnya maka sebanyak apapun Sumber Daya Alam yang dimiliki pada Negara tersebut tanpa didukung SDMnya maka tidak akan mampu menjadikan kemakmuran sebuah Negara.
            Dimensi kemanusiaan mencakup tiga hal dasar yaitu efektif, yang mencerminkan kualitas keimanan, ketakwaan, akhlak mulia termasuk budi pekerti yang luhur serta memiliki kepribadian yang unggul dan kompetensi estetis. Lalu ada kognitif yang mencerminkan kapasitas daya piker dan daya intelektualitas yang berguna untuk menggali dan mengembangkan serta memahami ilmu pengetahuan dan teknologi. Dan yang terakhir ada psikomotorik yang mencerminkan kemampuan dalam mengembangkan keterampilan teknis, kecakapan praktis dan komptensi kinestetis. Dimensi-dimensi ini akan menentukan kualitas SDM Negara Indonesia dalam persaingan di dunia. Maka  dari itulah perlunya mutu pendidikan di Indonesia agar mampu bersaing dengan bangsa-bangsa yang lain.
            Menghadapi persaingan di era globalisasi, berbagai bangsa di dunia telah mengembangkan Knowledge Based Economy(KBE), yaitu yang mensyarakatkan dukungan manusia berkualitas. Karena itu, pendidikan sangat penting untuk menopang pengembangan ekonomi berbasis pengetahuan Education For The Knowledge Economy (EKE). Dalam hal ini tentunya lembaga pendidikan harus berfungsi sebagai pusat penilitian dan pengembangan, untuk menghasilkan SDM riset unggulan yang mendukung KBE. Manusia yang mampu menguasai IPTEK sangat menentukan kemampuan bangsa dalam memasuki kompetensi global dan ekonomi di pasar dunia. Dengan begitulah, mengapa pendidikan sangat diharpkan untuk mengantarkan bangsa Indonesia meraih keunggulan dalam persaingan di dunia.

            Berdasarkan peringkat daya saing (Global Competitiveness Index) yang dirilis di World Economic Forum(WEF) pada periode 2015-2016 posisi Negara Indonesia masih berada di peringkat ke-37 dari 140 negara. Lalu pada periode 2016-2017 peringkat Indonesia turun ke urutan ke-41 posisi ini berada di bawah Negara-negara tetannga seperti Singapura(2), Malaysia(18) dan Thailand(32). Hal ini membuktikan bahwa Negara Indonesia mengalami penurunan dalam persaingan di dunia dan menurut saya Negara Indonesia perlu untuk meningkatkan kualitas pendidikannya untuk bersaing di dunia. Namun penurunan yang dialami Negara Indonesia tidak membuat Negara Indonesia menyerah.

           

            Ada beberapa anak muda dari Negara Indonesia yang mampu bersaing di dunia, misalnya Rio Haryanto, Muhammad Zohri, Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon. Rio haryanto sendiri adalah pembalap muda berbangsa Indonesia pada tahun 2016, Manor Racing Team selaku tim balap F1, resmi mengumumkan Rio Haryanto menjadi pembalap untuk tim Manor Racing. Hal ini sekaligus membuktikan bahwa Rio Haryanto menjadi pembalap pertama dari Negara Indonesia yang berkiprah di ajang bergengsi tersebut. Lalu ada Muhammad Zohri seorang pelari muda berkebangsaan Indonesia yang berhasil meraih medali emas dan menjadi juara dunia pada ajang Kejuaran Dunia Atletik Junior 2018. Zohri mencatat waktu tercepat yaitu 10,8 detik, Zohri juga mengalahkan dua pelari yang berkebangsaan Amerika Serikat yaitu athony Schwartz dan Eric Harrison. Kemudian  ada Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon mereka adalah pasangan ganda bulu tangkis yang berkebangsaan Indonesia. Pada tahun 2017,bersama Marcus Fernaldi Gideon ia mendapatkan penghargaan dari BWF sebagai pemain badminton terbaik seluruh dunia. Tidak hanya itu saja mereka berdua mencatat banyak prestasi dalam berbagai macam komptesi internasional dalam bidang bulu tangkis. Terbukti ada banyak sekali pemuda Indonesia yang mengharumkan nama bangsa Indonesia. Indonesia masih bisa terus maju untuk bersaing di kancah internasional jika SDM di Indonesia terus diasah dengan baik.


DAFTAR PUSTAKA
Amirudin, Muhamad Faizul. 2019. Hubungan Pendidikan dan Daya Saing Bangsa

KUALITAS SISTEM PEMBELAJARAN



PENDAHULUAN
Di Indonesia, semua penduduk wajib mengikuti program wajib belajar selama sembilantahun, enam tahun di Sekolah Dasar dan yang sederajat dan tiga tahun di SekolahMenengah Pertama atau yang sederajat. Diselenggarakan oleh pemerintah dan swasta dandiarahkan, dibimbing, dibantu, dan diawasi oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan menteri lainnya.
Saat ini, pendidikan di Indonesia di atur melalui Undang-Undang Nomor 20 Tahun2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pada pasal 1 menyebutkan bahwa pendidikanadalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan prosespembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan dirinya untuk memilikikekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia,serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.

PEMBAHASAN
Menurut laila Sistem pendidikan  Indonesia adalah satu kesatuan yang utuh dan menyeluruh yang saling bertautan dan berhubungan dalam suatu system untuk mencapai tujuan pendidikan nasional secara umum.
Menurut dwi dari survei kemampuan pelajar yang dirilis oleh Programme for International Student Assessment (PISA), pada Selasa (3/12) di Paris, menempatkan Indonesia di peringkat ke-72 dari 77 negara. Sebab para pendidik hanya memaksakan anak untuk mengusai seluruh materi yang dikurikulumkan,tidak pernah mempertimbangkan apakah materi tersebut sesuai dengan potensinya atau tidak.akhirnya peserta didik berkembang bukan berdasarkan potensinya namun seolah-olah karena keterpaksaan. satu hal yang penting adalah para pendidik kita tidak mengarahkan anak untuk mewujudkan cita-citanya namun bagaimana anak supaya bisa menghapal semua materi pelajaran tanpa terkecuali.
Kurikulum 2013 yang terlalu menekankan kegiatan interatif dikelas ternyata mempunyai halangan saat melakukan ,karena tidak semua sekolah mampu menyediakan fasilitas yang bisa menunjang kegiatan tersebut. Sehingga salah satu penyebabnya ialah untuk bisa mendapatkan ilmu yang banyak, dibutuhkan perjuangan serta biaya yang tidak sedikit. Pasalnya, semakin tinggi bangku pendidikan yang dikenyam, semakin mahal dan sulit pula untuk didapatkan. Karena alasan ini pulalah mungkin mengapa sistem pendidikan yang terpadu perlu untuk dicanangkan.
Baru-baru ini pemerintah mencanangkan sistem zonasi pada siswa yang ingin mendaftar sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Kebijakan tersebut ternyata menimbulkan banyak pro dan kontra di masyarakat. Banyak yang setuju dengan keputusan tersebut, namun tak sedikit pula yang menolaknya. Contoh kasus tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah dalam memperbaiki sistem pendidikan dengan membaurkan siswa dengan nilai akademis tinggi dengan yang tidak. Memang, hal ini secara teori dapat meningkatkan kualitas siswa secara merata jika sistem pengajarannya terpadu. Namun, jika tidak dikontrol, bukan tidak mungkin siswa yang awalnya pintar malah ikut terjerumus ke sifat yang tidak semestinya.
Sebenarnya, Di era pendidikan 4.0, seharusnya guru tidak lagi menjadi ‘narasumber’ utama dalam sistem pembelajaran, melainkan sebagai pendamping, penyemangat dan fasilitator. Artinya, bila sistem pendidikan 4.0 ingin berhasil, maka anak-anak murid kini harus diedukasi untuk menjadi lebih aktif.  Contohnya selain sekolah formal dapat  melalui metode homeschooling ataupun kelas online. Tak sedikit pula orang tua yang lebih mempercayakan pendidikan anaknya menggunakan metode tersebut. Penyebabnya tak lain karena dianggap lebih efektif dan dapat diawasi dengan lebih praktis. Kemajuan teknologi dan kemudahan dalam mencari bahan ajar juga menjadi alasan mengapa dua metode pembelajaran tersebut dipilih.

KESIMPULAN
Sistem pendidikan nasional adalah suatu system dalam suatu Negara yang mengatur pendidikan yang ada di negaranya agar mencerdaskan kehidupan bangsa, agar tercipta kesejahteraan umum dalam masyarakat. Tapi tidak sedikit para pendidik hanya memaksakan anak untuk mengusai seluruh materi yang dikurikulumkan,tidak pernah mempertimbangkan apakah materi tersebut sesuai dengan potensinya atau tidak. Terdapat pro dan kontra dari sistem pendidikan seperti kurangnya fasilitas yang bisa menunjang kegiatan pembelajaran kurikulum 2013, sistem zonasi pada siswa yang ingin mendaftar sekolah ke jenjang yang lebih tinggi hingga pembelajaran memalui kelas online

DAFTAR PUSTAKA

Lailatul Maulidia, 2017. Pengertian Sistem Pendidikan Indonesia di http://stainim714.blogspot.com/2017/12/pengertian-sistem-pendidikan-indonesia.html


KUALITAS SDM YANG BERPENDIDIKAN


KUALITAS SDM YANG BERPENDIDIKAN
Oleh : Febi Afifa Ajengsari (@J03-FEBI)


Sumber: Penulis

Abstrak

Pendi­­dikan merupakan sebuah kunci dari kualitas seseorang. Dengan pendidikan seseorang akan dipandang karena memiliki pemahaman sangat luas. Pendidikan tidak hanya tentang pengajaran tetapi memberikan pembelajaran bagaimana kita menganalisis suatu kasus untuk membukakan pola pikir seseorang. Oleh sebab itu untuk pendidikan sangat penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya di Indonesia.
Kata kunci : Pendidikan, Kualitas SDM


Pendahuluan


Masalah sumber daya manusia merupakan masalah mendasar. Sumber daya manusia merupakan salah satu penentu pertumbuhan dari perekonomian suatu bangsa. Dengan memikirkan suatu pengelolaannya agar manusia dapat memegang peran yang utama dan optimal maka upaya yang dapat dilakukan adalah dengan pembangunan karakter dari sebuah pendidikan dan memajukan kesejahteraan bangsa.
Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan pendidikan. Menurut Nukholis(2013), pendidikan merupakan sebuah proses yang mencakup tiga dimensi, individu, masyarakat atau komunitas nasional dari individu tersebut. pendidikan lebih dari sekedar pengajaran karena dapat dikatakan sebagai proses transformasi nilai dan pembentukan kepribadian dengan segala aspek
Pemerintah juga memiliki peran penting dalam memperbaiki kualitas sumber daya manusia. Menurut Thomas (2002), menggemukkan bahwa pengeluaran pemerintah yang cukup besar untuk pendidikan jikan dialikasikan tidak tepat mungkin hanya sedikitnya sumbangan terhadap pengurangan kemiskinan, bahkan justru memperbesar ketimpangan.


Pembahasan


Dalam bahasa Jawa , pendidik berarti panggulawentah (pengolahan), mengolah, mengubah kejiwaan, mematangkan perasaan, pikiran, kemauan dan watak, mengubah kepribadian sang anak. (Nurkholis,2013) Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pendidikan berasal dari kata dasar didik (mendidik), yaitu : memelihara dan memberi latihan (ajaran, pimpinan) mengenai akhlak dan kecerdasan pikiran. Sedangkan pendidikan mempunyai pengertian : proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan latihan, proses perbuatan, cara mendidik.
Dari pengertian-pengertian dan analisis yang ada maka bisa disimpulkan bahwa pendidikan merupakan suatu aktivitas yang memiliki maksud dan tujuan tertentu yang diarahkan mengembangkan potensi yang dimiliki oleh manusia. Dengan pendidikan maka perkembangan ekonomi suatu negara akan berkembang dan dapat memajukan dunia teknologi. Secara umum sudah terbukti bahwa dengan berpendidikan maka seseorang akan mendapatkan peningkatan pada pendapatannya. Oleh karena itu tujuan dari pencapaian pendidikan adalah mengembangkan keterampilan hidup karena dengan pendidikan sesorang mendapatkan modal yang sangat penting untuk menjalani kehidupan bermasyarakat. Seperti dalam pendidikan di Indonesia, kita akan mendapatkan banyak pengetahuan mengenai moral, agama, kedisplinan, dan masih banyak lagi.
Untuk menciptakan kualitas seseorang maka dibutuhkan peran dari beberapa pihak baik peran dari lingkungan sekitar ataupun pemerintah. Faktor pendukung dari keberhasilan pendidikan terdiri dari, pendidik, yang dididik, materi pembelajaran, metode pembelajaran, tujuan dan faktor yang terakhir adalah faktor lingkungan. Di Indonesia peran lingkungan sangat berpengaruh bagi peningkatan kualitas pendidikan. Karena banyak anak-anak yang padasaat ini menggunakan kata-kata yang tidak baik dengan begini kita dapat meninjau kembali bagaimana peran lingkungan baik di rumah ataupun di sekolah. Pada saat ini saya melihat bahwa banyak sistem pendidikan yang di salah gunakan, maka menimbulkan keresahan untuk generasi selanjutnya. Contohnya seperti seseorang yang mempelajari cara membuat nuklir yang keemudian digunakan untuk menghancurkan suatu daerah. Kasus seperti ini banyak kita jumpai pada era sekarang. Selain mempelajari pendidikan tentang teoritis tetapi kita juga harus mempelajari tentang keagamaan jika kedua nya digabungkan maka akan menciptakan kualitas sumber daya yang baik.
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya suatu negara akan tertinggal jika pendidikan rakyatnya yang rendah dan tidak berkualitas, sebaliknya suatu negara akan maju jika pendidikan rakyatnya terpenuhi. Tanpa sumber daya manusia yang berkualitas, suatu bangsa akan tertinggal dari negara lain. Menurut Yudhoyono (2020), pendidikan harus memenuhi standar, metode dan kurikulum yang tepat, serta kualitas guru yang baik. Pandangan tentangnya pendidikan nasional bagi pembangunan bangsa ukan hanya memandang pendidikan sebagai penyangga negara.
Sekarang sudah banyak kita lihat dan kita dengan tentang tantangan masa depan lebih berat dan besar daripada tantangan yang sudah dihadapi pada masa sebelumnya. Masalah pengangguran di kalangan remaja dan memutusan hubungan kerja (PHK) yang sudah banyak kita temui membuat kehidupan masyarakat arus bawah yang akhirnya membuat beban bagi mereka. Untuk meningkatkan kemampuan pembangunan bangsa yang benar terhadap usaha pembangunan yakni pembangunan melalui pemerataan pendidikan. Dengan adanya pemerataan pendidikan maka akan meningkatkan kuliatas dagi rakyatnya. Sehingga memiliki daya saing yang tinggi untuk berkontribusi dengan negara lain. Dapat kita tahu bahwa pendidikan adalah pilar bagi suatu bangsa agar dapat menciptakan teknologi-teknologi terbaru yang dapat digunakan untuk negara lain.


Kesimpulan


Suatu negara yang maju akan  menghasilkan kuliatisan sumber daya manusia yang baik, sebaliknya jika sistem suatu negara itu tidak baik maka akan menghasilkan sumber daya manusia yang kurang untuk berkompetisi dengan negara-negara maju lainnya. Tidak hanya memperlajari tentang teoritis tetapi kita juga harus mengimbangi dengan keagamaan agar sumber daya manusia yang harmonis dan dapat menciptakan teknologi-teknologi terbaru.


Daftar Isi


Friedman, Thomas L, 2002. Longitudes and Attitudes, New York : Anchor Book, A Division of    Random House.

Krismiyati, 2017. Pengembangan Sumber Daya Manusia dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan di SD Negeri Inpres Angkasa Biak file:///C:/Users/Febi/Downloads/3459-8588-3-PB.pdf  diakses pada 2 Mei 2020 pukul 11:23PM.

Nurkholis, Nopember 2013.  PENDIDIKAN DALAM UPAYA MEMAJUKAN TEKNOLOGI file:///C:/Users/Febi/Downloads/530-Article%20Text-1025-1-10-20160318.pdf diakses pada 4 Mei 2020 pukul 12.05AM.

Yudhoyono, S. B, 2007. Mari Kira Sukseskan Program Pro-Rakyat. Pidato Awal Tahun Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Jakarta, 31.

Senin, 04 Mei 2020

Imbas Pandemi Covid-19 Di Pendidikan Nasional




ABSTRAK
Tujuan Pendidikan Nasional adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indoensia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Dengan adanya pendidikan, maka akan timbul dalam diri seseorang untuk berlomba-lomba dan memotivasi diri kita untuk lebih baik dalam segala aspek kehidupan. Pendidikan merupakan salah satu syarat untuk lebih memajukan pemrintah ini, maka usahakan pendidikan mulai dari tingkat SD sampai pendidikan di tingkat Universitas.
Pada intinya pendidikan itu bertujuan untuk membentuk karakter seseorang yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Akan tetapi disini pendidikan hanya menekankan pada intelektual saja, dengan bukti bahwa adanya UN sebagai tolak ukur keberhasilan pendidikan tanpa melihat proses pembentukan karakter dan budi pekerti anak.

PENDAHULUAN
Pengertian Pendidikan  adalah sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran untuk peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Pengertian Pendidikan dapat diartikan sebagai usaha sadar dan sistematis untuk mencapai taraf hidup atau  untuk kemajuan lebih baik. Secara sederhana, Pengertian pendidikan adalah proses pembelajaran bagi peserta didik untuk dapat mengerti, paham, dan membuat manusia lebih kritis dalam berpikir.
pengertian pendidikan – Secara Etimologi atau asal-usul, kata pendidikan dalam bahasa inggris disebut dengan education, dalam bahasa latin pendidikan disebut dengan educatum yang tersusun dari dua kata yaitu E dan Duco dimana kata berarti sebuah perkembangan dari dalam ke luar atau dari sedikit banyak, sedangkan Duco berarti erkembangan atau sedang berkembang. Jadi, Secara Etimologi pengertian pendidikan adalah proses mengembangkan kemampuan diri sendiri dan kekuatan individu.  Sedangkan menurut Kamus Bahasa Indonesia, pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan.
Lalu apa pengertian dari pendidikan yang selama ini dijalani manusia. Menurut KBBI kata pendidikan datang dari kata “didik” dengan memperoleh imbuhan “pe” serta akhiran “an”, yang artinya langkah, sistem atau perbuatan mendidik Kata pendidikan secara bahasa datang dari kata “pedagogi” yaitu “paid” yang artinya anak serta “agogos” yang artinya menuntun, jadi pedagogi yaitu pengetahuan dalam menuntun anak. Sedang secara istilah pengertian pendidikan adalah satu sistem pengubahan sikap serta perilaku seorang atau kelompok dalam usaha mendewasakan manusia atau peserta didik lewat usaha pengajaran serta kursus.
pengertian pendidikan, Pendidikan dapat diperoleh baik secara formal dan non formal. Pendidikan secara formal diperoleh dengan mengikuti program-program yang telah direncanakan, terstruktur oleh suatu insititusi, departemen atau kementtrian suatu negara seperti di sekolah pendidikan memerlukan sebuah Kurikulum untuk melaksanakan perencanaan penganjaran. Sedangkan pendidikan non formal adalah pengetahuan yang diperoleh dari kehidupan sehari-hari dari berbagai pengalaman baik yang dialami atau dipelajari dari orang lain.
PERMASALAHAN
Imbas pandemi virus Corona bagi dunia pendidikan di indonesia.
Pandemi virus corona yang mengepung dunia belum bisa diredam. Penyebarannya yang masif dan relatif cepat membuat orang-orang ciut.
Semua orang lantas mengambil jarak demi memutus rantai penularan COVID-19. Tempat-tempat ibadah kini mulai sepi, agenda-agenda massa dihilangkan, karena SARS-CoV-2 pula istilah work from home (WFH) jadi melejit.
Belum cukup, sekolah dan kampus ikut didaringkan. Lengkap sudah, virus corona juga memberikan dampak serius di sektor pendidikan, baik di Indonesia maupun secara global.
Presiden Jokowi dalam Rapat Terbatas yang diselenggarakan pada Selasa (24/3) bersama menteri terkait, sudah ketok palu. Hasilnya, pemerintah mengumumkan Ujian Nasional (UN) di tahun ini resmi ditiadakan. Mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga setingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).
Penghapusan Ujian Nasional (UN) mulai tingkat SD, SLTP, SLTA dan atau yang sederajat, dari dulu selalu menimbulkan pro dan kontra. Akhirnya tahun ini terlaksana karena merajalelanya wabah Covid-19. Padahal resminya penghapusan UN baru akan dilaksanakan pada 2021. Namun di tahun 2020 ini sudah bisa terlaksana dengan tanpa menimbulkan pro dan kontra. Jadi lebih maju setahun.

PEMECAHAN PERMASALAHAN
Langkah tersebut diambil sebagai bagian dari sistem respons pandemi COVID-19, yakni dalam rangka memprioritaskan keselamatan dan kesehatan rakyat.
Kebijakan pemerintah meniadakan UN, menurut Fadjroel, harus disambut dengan partisipasi aktif warga dalam penerapan perilaku physical distancing. Sesuai jargonnya, bekerja dari rumah, belajar dari rumah dan ibadah di rumah.
Dengan demikian, prosedur pembatalan UN sudah ditempuh secara legal konstitusional, sehingga memiliki landasan dan payung hukum yang kuat. Hal ini penting, agar jangan sampai niat dan tujuan baik untuk mencegah penyebaran Covid-19 melalui pembatalan UN dan kegiatan belajar mengajar lainnya, menimbulkan gugatan dan permasalahan hukum di kemudian hari.
Pembatalan UN ini sekaligus untuk menilai sejauh mana dampak dari tidak adanya UN terhadap hasil pembelajaran jenjang SD sampai SLTA. Sehingga, ketika tahun 2021 UN resmi ditiadakan, Pemerintah akan memiliki data informasi yang berkaitan dengan UN.
DAFTAR PUSTAKA
Mas, Wedan., 2016. Pengertian Pendidikan dan Tujuan Pendidikan Secara Umum. Silabus.Mpi.
Pendidikan,. 2012. Tujuan Pendidikan Nasional. Ruangguruku.
Faozan, Amar., 2020. Ujian Nasional dan Ikhtiar Mencegah Covid-19. Kumparan., Line Today.
Farida, Yulistiana., Jofie, Yordan., 2020. Imbas Pandemi Virus Corona Bagi Dunia Pendidikan Indonesia dan Global. KumparanSAINS.

PENDIDIKAN MILENIAL DI ERA SEKARANG INI


PENDIDIKAN MILENIAL DI ERA SEKARANG INI

Oleh : ( Pratama Lingga Kusuma Putra )


Pendidikan merupakan ujung tombak peradaban sebuah negara dalam menuntaskan segala problematika di masyarakat. Maju atau tidaknya sebuah negara, dapat dilihat dari pendidikan yang diterapkan di dalam negara tersebut terhadap pengaruhnya pada masyarakat. Pentingnya pendidikan dalam sebuah negara, menjadi prioritas utama demi tercapainya masyarakat yang berkeadaban dengan kompetensi ataupun kemampuan yang dimiliki tiap warga negara untuk turut aktif dalam pembangunan negara.

Generasi milenial adalah generasi yang terlahir sekitar tahun 1980 sampai dengan tahun 2000-an. Terlahir dengan zaman yang sudah maju dalam teknologi. Misalnya televisi yang sudah berwarna, handpone yang canggih, dan internet yang super cepat. Sehingga salah satu ciri khas generasi ini adalah mahir berteknologi. Di Indonesia di mana jumlah penduduk terus meningkat, secara otomatis melahirkan generasi generasi milenial. Sebenarnya generasi milenial adalah generasi pembaru bagi suatu negeri. Jika diberikan pendidikan dengan metode pembelajaran yang tepat. Metode pembelajaran yang menarik dan inovatif.

Di era milenial sekarang ini, kecenderungan dunia pendidikan antara lain: berkembangnya model belajar jarak jauh (distance learning), mudahnya menyelenggarakan pendidikan terbuka, sharing bersama antar lembaga pendidikan, perpustakaan dan instrumen pendidikan lainnya. Lembaga pendidikan akan menghadapi sebuah perubahan yang signifikan akibat proses digital ini. Ini menjadi sebuah peluang dan cara untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus tantangan bagi dunia pendidikan di Indonesia. Perkembangan pendidikan di era milenial guru dituntut harus mahir terhadap kecanggihan teknologi yang ada pada saat ini. Karena metode pembelajaran sekarang ini sangat berbeda dengan zaman dahulu yang hanya cukup mengandalkan kapur dan papan tulis dalam proses belajar mengajar. Guru harus memiliki kemampuan dalam menggunakan alat-alat berupa elektornik, dan kecakapan perilaku dalam memanfaatkan kecanggihan teknologi. Kemampuan mengoperasikan komputer sudah menjadi keharusan, dan juga dapat memudahkan guru dalam menjalankan tugas dan fungsi profesinya. Tidak ada alasan masalah guru muda atau tua, semuanya mempunyai tanggungjawab yang sama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai amanat UUD 1945. Era milenial bukan menjadi suatu hambatan, namun bagaimana guru menyikapi era milenial ini menjadi tantangan kearah perkembangan pendidikan yang lebih maju.

Salah satu kelebihan dari generasi milenial ini adalah cepat beradaptasi dengan teknologi. Contohnya hampir semua aplikasi sosial media dipenuhi oleh generasi milenial. Katakan saja generasi milenial adalah pemuda, remaja atau manusia yang berumur hingga 33 tahun. Sebagian besar dari mereka mendominasi kehidupan dunia digital. Namun, karena mereka sebagian besar lebih aktif di dunia digital sehingga kebanyakan generasi milenial cenderung acuh tak acuh dengan lingkungan sekitar, misalnya, ada kegiatan bersih bersih lingkungan yang diadakan ketua RW sedang generasi milenial lebih memilih di rumah bermain gadget yang terkoneksi. Ada pengajian yang diadakan ketua RT lebih memilih ngopi di kafe sambil selfie sehingga program pembersihan lingkungan RW jarang dipenuhi oleh generasi milenial. Ada saja tapi beberapa orang, lebih banyak mereka yang sudah tua. Begitu juga pengajian yang diadakan RT jarang ditemui generasi milenial.

Lagi lagi orang tua yang memiliki peranan krusial dalam membimbing anak anaknya. Sebab orang tua yang lebih dekat dengan mereka, satu rumah dengan mereka, setiap saat berinteraksi dengan mereka. Jika orang tua salah dalam membimbing maka secara tidak langsung orang tua telah membiarkan generasi milenial hancur masa depannya.

DAFTAR PUSTAKA

-Rizky Priyandi, 2018 . Pendidikan generasi milenial . Jakarta

-Dwi Ratnasari, 2019 . Pendidikan era milenial . universitas PGRI madiun. Kota madiun

DARI USIA DINI UNTUK BUMI

Oleh : Lutfi Bayhaqi
Abstrak
Pendidikan memiliki peranan penting bagi manusia. Menurut Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang  Sistem Pendidikan Nasional menyatakan pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta  keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Selain itu juga menyebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Pendahuluan
Pendidikan memiliki tujuan yang dapat dicapai melalui proses pendidikan. Proses pendidikan tentunya tidak terlepas dari lingkungan pendidikan. Lingkungan pendidikan memiliki ruang lingkup yang sangat luas. Arif Rohman (2009:195) berpendapat bahwa hubungan pendidikan dengan lingkungan ibarat makhluk hidup dalam ilmu ekologi dinyatakan selalu hidup dalam habitatnya. Pendidikan memliki tujuan yang mulia bagi kehidupan dan lingkungan manusia, tetapi sekarang semakin banyak kerusakan lingkungan yang terjadi di sekitar manusia. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menuturkan bahwa Pulau Jawa merupakan pulau yang paling rentan terjadi bencana. Sebab, daya dukung dan daya tampung lingkungan sudah terlampaui. Sekitar 130 juta jiwa penduduk tinggal di Jawa atau 59% dari penduduk Indonesia. Sutopo menjelaskan, tingginya angka kependudukan di Jawa otomatis pembangunan pun ekstraktif dilakukan. Hal ini yang akhirnya menyebabkan kerusakan lingkungan. (Liputan6.com Februari 2014).

Penanaman karakter sejak dini dapat menjadi dasar yang kuat bagi penanaman karakter peduli lingkungan. Karakter peduli lingkungan dapat ditanamkan berdasarkan kurikulum sekolah maupun program-program yang sudah direncanakan sekolah. Kementrian Pendidikan Nasional (2010:15) mengemukakan upaya penanaman pendidikan karakter peduli lingkungan melalui kurikulum sekolah dan proses pembelajaran. Undang-Undang RI No.32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup menambahkan salah satu cara untuk menanamkan karakter peduli lingkungan melalui kesehatan lingkungan sekolah.

Untuk memelihara dan menjaga lingku- ngan, banyak faktor yang perlu disertakan, di antaranya adalah pembelajaran geografi dengan pendekatan kelingkungannya di dalam kelas. Namun, pelajaran geografi saja tidak cukup, karena banyak mata pelajaran lain yang materinya berhubungan dengan lingkungan misalnya fisika. Untuk itu, perlu dintegrasikan materi-materi yang berkaitan dengan lingkungan, sehingga kesadaran lingkungan dapat ditumbuhkan, dan pada saatnya nanti bencana alam yang terjadi setiap tahun dapat dimi- nimalkan (Wesnawan, 2004). Dalam penelitian ini, peneliti mengintegrasikan terbentuknya karakter kepedulian lingkungan dalam matakuliah Fisika Lingkungan. Menurut Mulyani (2000) ada kaitan antara pendidikan, penge- tahuan Lingkungan Hidup seseorang dengan sikap terhadap pengelolaan lingkungan hidup. Adanya pengetahuan seseorang tentang suatu hal akan menyebabkan seseorang memiliki sikap tertentu. Dari sikap yang ada akan terben- tuk minat. Minat menentukan realisasi perilaku seseorang.
Problem Based Instruction (PBI) merupakan suatu metode atau pendekatan  pengajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar tentang cara berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah, serta untuk memperoleh pengetahuan dan konsep yang essensial dari materi pelajaran. Problem Based Instruction menyajikan adanya situasi masalah autentik dan bermakna yang dapat memberikan kemudahan kepada siswa melakukan penyelidikan dan inkuiri (Nurhadi, 2004). Problem Based Instruction merupakan rangkaian aktivitas pembelajaran yang menekankan pada proses penyelesaian masalah. Menurut Sanjaya (2008) terdapat tiga ciri utama dari Problem Based Instruction. Pertama, PBI merupakan rangkaian aktivitas pembelajaran, artinya dalam implementasi PBI ada sejumlah kegiatan yang harus dilakukan siswa. PBI tidak mengharapkan siswa hanya sekedar  mendengarkan, mencatat, kemudian menghafal materi pelajaran, akan tetapi melalui PBI siswa aktif berpikir, berkomunikasi, mencari dan mengolah data, dan akhirnya menyimpulkan. Kedua, aktivitas menempatkan pembelajaran diarahkan untuk menyelesaikan masalah. Ketiga, pemecahan masalah dilakukan dengan menggunakan metode berpikir secara ilmiah. Proses berpikir ini dilakukan secara sistematis dan empiris, yakni melalui tahap-tahapan tertentu, dan berdasar- kan pada data dan fakta yang jelas.


DAFTAR PUSTAKA
Arif Rohman. (2009). Memahami Pendidikan & Ilmu Pendidikan. Yogyakarta: Laksbang Mediatama Yogyakarta.
Trahati R,M. (2015). Implementasi Pendidikan Karakter Peduli Lingkungan Di Sekolah Dasar Negeri Tritih Wetan 05 Jeruklegi Cilacap. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Edisi 12 Tahun ke IV Agustus 201. UNY Yogyakarta.
Wesnawan, G.A. 2004. Menumbuhkan Kesadaran Lingkungan melalui Pembelajaran Geografi. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran IKIP Sin- garaja. No 1 tahun XXXVII Januari 2004
Nurhadi. 2004. Kurikulum 2004. Jakarta: Grasindo