.

Kamis, 26 Maret 2020

Bahasa Melayu sebagai Bahasa Indonesia


ABSTRAK

Bahasa Melayu adalah sebuah bahasa lingua franca yang menghubungkan  komunikasi se-Asia Tenggara kala itu karena adanya perdagangan. Bahasa Melayu adalah bahasa yang digunakan di wilayah sumatera kala itu. bahkan, kerajaan besar Sriwijayapun memakai bahasa melayu kala itu. Indonesia adalah suatu  negara yang memiliki bangsa dan bahasa yang sangat banyak. untuk menyatukan itu semua maka dibutuhkan suatu bahasa nasional yang menjadi simbol untuk semua bangsa.

KATA KUNCI : Bahasa Melayu, Bahasa Indonesia.

PENDAHULUAN

Bahasa adalah suatu simbol komunikasi yang sangat penting dalam sebuah negara, apalagi Indonesia yang mempunyai keanekaragaman budaya yang tidak menutup kemungkinan bahwa akan memiliki banyak sekali bahasa daerah. Oleh karena itu, untuk menyatukan semua keanekaragaman bahasa antar daerah maka haruslah terdapat satu bahasa yang dapat menyatukan bahasa-bahasa daerah agar terjadinya komunikasi antar satu daerah dengan daerah yang lain. Bahasa Indonesia mempunyai sejarah jauh lebih panjang dari pada Republik Indonesia sendiri. Bahasa Indonesia berasal dari Bahasa melayu yang telah dinyatakan sebagai bahasa nasional sejak tahun 1928, yaitu saat peristiwa Sumpah Pemuda jauh sebelum Indonesia merdeka. Bahasa Melayu dinyatakan sebagai bahasa persatuan dan  sebagai perekat bangsa. Saat itu, Bahasa Melayu menjadi bahasa pergaulan antar etnis (lingua franca) yang mampu merekatkan suku-suku di Indonesia. Dalam perdagangan dan penyebaran agama pun Bahasa Melayu mempunyai posisi yang penting. Deklarasi Sumpah Pemuda membuat semangat menggunakan bahasa Indonesia semakin menggelora. Bahasa Indonesia dianjurkan untuk dipakai sebagai bahasa dalam pergaulan, juga bahasa sastra dan media cetak. Semangat nasionalisme yang tinggi membuat perkembangan bahasa Indonesia sangat pesat karena semua orang ingin menunjukkan jati dirinya sebagai bangsa.

PERMASALAHAN

Permasalahan yang akan dibahas adalah mengapa harus Bahasa melayu yang menjadi cikal bakal terbentuknya Bahasa Indonesia dan bagaimana proses peresmian Bahasa Melayu menjadi Bahasa Nasional.

PEMBAHASAN

A. Mengapa harus Bahasa Melayu sebagai Cikal-bakal Bahasa Indonesia ?

Bahasa Melayu diangkat sebagai Bahasa Indonesia karena memiliki empat faktor yaitu :
  1. Merupakan Lingua Franca (bahasa pergaulan) dimana bahasa ini sudah menjadi bahasa perdagangan yang menghubungkan para pedagang se-Asia Tenggara kala itu.
  2. Sistem dalam bahasa melayu itu sendiri terbilang sederhana, karena itulah sangat mudah bagi masyarakat Indonesia untuk mengerti  dan mempelajarinya. Hal ini berkaitan dengan penggunaan bahasa melayu yang tidak menggunakan tingkatan dalam bahasa yang dimilikinya.
  3. Beragam suku atau etnis besar yang ada di Indonesia seperti halnya suku jawa, suku sunda, dan juga beragam suku lainnya juga dapat dengan mudah dan secara sukarela menerima bahasa melayu tersebut sebagai bahasa Indonesia yang kemudian digunakan sebagai satu jenis bahasa nasional.
  4. Bahasa melayu dinilai memiliki kesanggupan yang dapat digunakan sebagai bahasa budaya. Dalam hal ini bahasa tersebut memiliki arti yang lebih luas.

B. Proses Peresmian Bahasa Melayu menjadi Bahasa Nasional.


Penggunaan bahasa Melayu sebagai bahasa nasional merupakan usulan dari Muhammad Yamin, seorang politikus, sastrawan, dan ahli sejarah. Dalam pidatonya pada Kongres Nasional kedua di Jakarta, Yamin mengatakan bahwa : “Jika mengacu pada masa depan bahasa-bahasa yang ada di Indonesia dan kesusastraannya, hanya ada dua bahasa yang bisa diharapkan menjadi bahasa persatuan yaitu bahasa Jawa dan Melayu. Tapi dari dua bahasa itu, bahasa Melayulah yang lambat laun akan menjadi bahasa pergaulan atau bahasa persatuan. Secara Sosiologis kita bisa mengatakan bahwa Bahasa Indonesia resmi diakui pada Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928. Hal ini juga sesuai dengan butir ketiga ikrar sumpah pemuda yaitu “Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.” Namun secara Yuridis Bahasa Indonesia diakui pada tanggal 18 Agustus 1945 atau setelah Kemerdekaan Indonesia.

KESIMPULAN

Bahasa adalah sebuah simbol komunikasi yang penting dalam suatu negara untuk menyatukan keanekaragaman budaya di Indonesia yang memiliki banyak sekali bahasa daerah. Oleh karena itu, dipilihlah Bahasa Melayu untuk menjadi Bahasa Nasional yang menyatukan keanekaragaman bahasa di daerah-daerah Indonesia kala itu. Bahasa Melayu dipilih karena memiliki empat faktor, yaitu merupakan lingua franca, sederhana, diterima dengan baik oleh daerah lain dan dinilai memiliki kesanggupan yang dapat digunakan sebagai satu jenis bahasa budaya. Bahasa Indonesia secara sosiologis diakui pada peristiwa Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928 dan secara yuridis diakui pada tanggal 18 Agustus 1945


DAFTAR PUSTAKA

  1. https://tirto.id/sejarah-kongres-bahasa-indonesia-i-meresmikan-bahasa-persatuan-ecjH
  2. https://salamadian.com/sejarah-bahasa-indonesia/
  3. https://yohanessangkang.blogspot.com/2014/03/sejarah-bahasa-melayu-diangkat-menjadi.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.