.

Minggu, 04 September 2016

Bumi Menghangat, Sampai Kapan?


Oleh : Febrian Rizkian Hilan Mile

Apakah anda mengenal wilayah paling dingin di dunia? Tentu semuanya tahu bahwa wilayah tersebut adalah tempat tinggal asli penguin dan beruang kutub berada.
Ya, wilayah itu adalah kutub utara dan selatan, dengan suhu rata-rata mencapai -29 sampai dengan -49  membuat wilayah ini hanya dikelilingi daratan es dan gletser gletser yang sudah mencair. Mencair? Kok bisa ya? Pasti timbul pertanyaan dalam benak anda, mengapa wilayah seperti kutub utara dan selatan suhunya sangat dingin pun masih bisa esnya masih bisa mencair? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, simak penjelasan berikut.

            

Pemanasan global merupakan penyebab tunggal mengapa es es di kutub utara dan selatan bisa mencair. Tapi apa itu pemanasan global?  Secara Umum, Pemanasan Global (Global Warming) adalah peristiwa meningkatnya suhu rata-rata pada lapisan atmosfer dan permukaan bumi Sejak beberapa dekade terakhir, para pakar iklim terus mencemaskan dampak pemanasan global, khususnya yang menimpa kedua kutub bumi. Yang terutama diamati dan diteliti adalah kawasan Kutub Utara. Pasalnya, lapisan es di Kutub Utara terus menyusut drastis dalam 30 tahun terakhir ini. Para pakar iklim juga yakin, pemicu pemanasan drastis di kawasan kutub, adalah aktivitas manusia. Dalam beberapa dekade terakhir, emisi gas rumah kaca ke atmosfer terus meningkat drastis.
            
Jika keadaan seperti ini berlangsung akan membawa dampak yang lebih buruk bagi kehidupan manusia tentunya. Bahkan Peneliti iklim dari Institut Max-Planck untuk meteorologi di Hamburg, Jochem Marotzke memprediksi bahwa akhir abad ini seluruh es akan mencair saat musim panas. National Geographic baru-baru ini mengeluarkan gambaran bagaimana keadaan di planet Bumi jika seluruh es di dunia ini mencair. Es yang mencair akan menaikkan tingkat permukaan laut setinggi 65,8 meter yang mengakibatkan beberapa kota-kota besar di seluruh dunia tenggelam termasuk New York, London, Amsterdam, Bangkok, Singapura, Tokyo, dan Jakarta. Banyak negara-negara yang akan kehilangan wilayahnya dan peta dunia tak akan pernah sama lagi.
           

Menyeramkan bukan dampak dari pemanasan global jika terus berlangsung? Contoh di atas merupakan salah satu dari sekian banyaknya dampak yang akan ditimbulkan oleh pemanasan global. Tentu saja hal tersebut tidak akan benar-benar terjadi apabila kita mampu mencegahnya loh. Pemanasan global bukan merupakan gejala alam yang tak ada obatnya, tentu saja kita dapat menghindarinya. Beberapa dapat dilakukan untuk mengurangi dampak dari pemanasan global, di antaranya dengan mengurangi pemakaian bahan bakar fosil, melestarikan hutan, menghapus penggunaan cfc, dan mengurangi penyebaran karbon di udara yang begitu cepat dengan cara menanam pohon, serta menggunakan energi alternatif.
            
Pemanasan global adalah satu satunya alasan mengapa kita harus mencintai bumi kita ini, bukan hanya sebagai tempat kita berpijak melainkan tempat di mana generasi penerus akan lahir. Jika pemanasan global tidak di cegah, dampaknya akan kita rasakan cepat atau lambat seperti yang terurai di atas. Dengan mengetahui apa yang akan terjadi jika pemanasan global terus berlanjut seharusnya kita sadar agar terus menjaga kelestarian alam, kita juga harus mengubah pola hidup agar lebih menyayangi lingkungan dan lebih sensitif terhadap lingkungan kita. Dengan cara cara seperti itulah dampak pemanasan global dapat kita kurangi dan bumi pun menjadi tempat tinggal yang nyaman. Sekian, terima kasih.


Sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.