.

Minggu, 22 Oktober 2017

Industri Pertania Pangan(Sorgum)


Sorgum (Sorghum bicolor L.) merupakan salah satu jenis tanaman serealia yang mempunyai potensi besar untuk dikembangkan diIndonesia karena mempunyai daerah adaptasi yang luas. Tanaman sorgum toleran terhadap kekeringan dan genangan air, dapat
berproduksi pada lahan marginal, serta relatif tahan terhadap gangguan hama/penyakit. Biji sorgum dapat digunakan sebagai bahan pangan serta bahan baku industri pakan dan pangan seperti industri gula, monosodium glutamat(MSG), asam amino, dan industri minuman. Dengan kata lain, sorgum merupakankomoditas pengembang untuk diversifikasi
industri secara vertikal. Prospek penggunaan biji sorgum yang terbesar adalah untuk pakan, yang mencapai 26,63 juta ton untuk wilayah Asia￾Australia dan diperkirakan masih terjadi kekurangan sekitar 6,72 juta ton (Gowda dan Stenhouse 1993; Rao 1993 dalam
Sumarno dan Karsono 1996). Kondisi ini memberi peluang bagi Indonesia untuk mengekspor sorgum.


Menurut Beti et al. (1990), Direktorat Jenderal Tanaman Pangan dan Horti￾kultura (1996) dan Direktorat Jenderal Perkebunan (1996), sorgum merupakan komoditas sumber karbohidrat yang cukup potensial karena kandungan kar￾bohidratnya cukup tinggi, sekitar 73 g/100 g bahan. Namun, masalah utama peng￾gunaan biji sorgum sebagai bahan pangan maupun pakan adalah kandungan tanin yang cukup tinggi, mencapai 0,40−3,60%
(Rooney dan Sullines 1977). Sorgum juga merupakan tanaman penghasil pakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.